Kamis, 29 Maret 2012

FPI dan Dayak PONTIANAK.....>> Pastur dan Pendeta Ingin Habib Rizieq Datang Lagi...>> ...Untuk melihat perkembangan, hidayatullah.com mewawancarai Sekjen Pembina Muallaf Kalbar, Jose Andreas, seorang warga keturunan Dayak yang kini beralih nama menjadi M. Damanhuri, SHI, SH. Selain aktif di Pembina Muallaf, ia juga Ketua Majelis Silatrurrahmi Umat (MSU) Kalimantan Barat....>> ...Para pastur dan pendeta. Justru mereka yang ingin ada pertemuan dan ingin Habib Rizieq datang lagi....>> Pertemuan terus terjadi hingga Jumat Malam. Intinya, seluruh elemen masyarakat dan tokoh Pontianak tak ingin provokator merusak kedamaian di wilayahnya serta melarang berbagai pihak mempercayai SMS gelap yang mengadu antara Dayak dengan FPI. ...>> Bertempat di aula Polres Sintang, kala itu hadir Dandim 1205 Parlindungan Hutagalung, Kejari dan Ketua Dewan Adat Dayak serta MUI setempat. Pada kesempatan tersebut Ketua DAD Sintang Mikael Abeng mengatakan agar wilayahnya damai dan tidak menanggapi SMS tidak jelas berisi adu-domba FPI dengan etnis Dayak...>>

Pastur dan Pendeta Ingin Habib Rizieq Datang Lagi
 
Senin, 19 Maret 2012 
Hidayatullah.com—

Ketegangan Massa Front Pembela Islam (FPI) dengan mahasiwa Dayak di Jl KH Wahid Hasyim, Rabu (14/3/2012) sore, terkait pemasangan spanduk “provokatif” yang memojokkan ormas Islam ini di depan Asrama Pangsuma tak urung ikut membuat tokoh-tokoh masyarakat di wilayah itu menjadi sibuk.

Hari Rabu malam, terjadi pertemuan di Mapolresta Pontianak, dihadiri Ketua FPI Kalbar Habib Muhammad Iskandar Alkadrie dan Ketua Harian Dewan Adat Dayak (DAD) Kalbar, Yakobus Kumis. Pertemuan itu dihadiri juga Wakil Wali Kota Pontianak Paryadi, Wakapolda Kalbar Kombes Pol Syafaruddin, dan Kapolresta Pontianak Kombes Pol Muharrom Riyadi. Usai pertemuan kedua pihak, FPI dan DAD saling berangkulan.
Hari Kamis (15/3/2012) sejumlah pemuka masyarakat Sintang juga bertemu di Polres Sintang. Para pemuka masyarakat Kalbar ini menolak wilayahnya dirusak ulah provokator melalui SMS tidak jelas yang hanya memancing kerukunan etnis.

Bertempat di aula Polres Sintang, kala itu hadir Dandim 1205 Parlindungan Hutagalung, Kejari dan Ketua Dewan Adat Dayak serta MUI setempat. Pada kesempatan tersebut Ketua DAD Sintang Mikael Abeng mengatakan agar wilayahnya damai dan tidak menanggapi SMS tidak jelas berisi adu-domba FPI dengan etnis Dayak.

Pertemuan terus terjadi hingga Jumat Malam. Intinya, seluruh elemen masyarakat dan tokoh Pontianak tak ingin provokator merusak kedamaian di wilayahnya serta melarang berbagai pihak mempercayai SMS gelap yang mengadu antara Dayak dengan FPI.

Untuk melihat perkembangan, hidayatullah.com mewawancarai Sekjen Pembina Muallaf Kalbar, Jose Andreas, seorang warga keturunan Dayak yang kini beralih nama menjadi M. Damanhuri, SHI, SH. Selain aktif di Pembina Muallaf, ia juga Ketua Majelis Silatrurrahmi Umat (MSU) Kalimantan Barat.

Bagaimana kabar terakhir pasus Pontianak?
Alhamdulillah, sebuah sudah dalam keadaan baik dan sudah dikondisikan. Jumat (16/03/2012) dini hari, semua elemen berkumpul untuk mengantisipasi keadaan agarlebih baik.

Sebenarnya persoanya apa yang memicu bentrokan kemarin itu?
Awalnya bermula soal spanduk. Di mana ada mahasiswa Dayak memasang spanduk yang isinya menolak FPI, dan itu dikait-kaitan dengan kasus FPI di Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng). Menariknya, sehabis memasang spanduk yang akhirnya membuat keributan, si pembuat spanduk justru sudah keluar dari Pontianak. Sekarang orangnya lagi dicari.

Sebenarnya sebelum ada peristiwa spanduk yang dinilai provokatif itu, hubungan umat Islam dan FPI sendiri seperti apa?
Ya tenang, tidak ada persoalan. Bahkan Alhamdulillah, pernah ada pertemuan antar tokoh agama bulan lalu dengan Habib Rizieq Shihab bahkan pastur-pastur di sini mengatakan, kalau bisa diadapan lagi acara nya pak, supaya kami dapat pencerahan. Saya senang dengan acara ini, katanya.

Siapa yang mengatakan seperti itu?
Para pastur dan pendeta. Justru mereka yang ingin ada pertemuan dan ingin Habib Rizieq datang lagi.

Bukankan selama ini kehadiran Habib Rizieq di Kalbar justru membuat provokasi dan memanaskan Pontianak?
Tidak. Justru kami, dari tokoh-tokoh Islam dan tokoh-tokoh Kristen ingin kehadiran Habib Rizieq.

Kenapa tidak seperti pemberitaan media?
Itulah, kami semua sudah jengkel dah tengok media massa itu. Gak tau permasalahan tapi grak-grik, grak-grik gitu.

Selama ini bagaimana hubungan Habib Rizeq dengan warga Dayak Muslim sendiri?
Alhamdulillah, hubungannya dengan warga Daya juga bagus. Karena kehadiran Habib kan bukan untuk mendakwahi orang Kristen, dia kan datang untuk umat Muslim. Nggak pernah dia datang ke sini untuk mendakwahi orang Kristen. Itulah mengapa dia disenangi tokoh-tokoh Kristen di sini. Habib juga tidak pernah dakwah di orang-orang Kristen, dia datang ke sini biasanya di masjid-masjid sesuai permintaan dan undangan. Menurut saya wajar saja dia diundang ke masjid atau mengisi di acara Maulid Nabi di sini.

Kalau begitu, apakah peristiwa bentrok FPI dan mahasiswa Dayak kemarin ada kaitan dengan politik?
InsyaAllah, dari beberapa pertemuan dengan tokoh masyarakat di sini dan hasil pertemuan dengan pihak aparat di sini, kasus ini ada yang memainkan. Jadi ada yang me-remote. Memang sudah disetir seperti ini. Dimungkinan ini ada kaitan dengan Pemilukada yang sudah mulai memanas.

Kami akan mengadakan pertemuan damai antara tokoh-tokoh Kristen dan Islam dalam waktu dekat ini. Kami juga akan mengadakan aksi damai, jangan gara-gara ini situasinya tidak kondusif.*
Rep: Panji Islam
Red: Thoriq 

Andien , Senin, 19 Maret 2012
Kok di TV beritanya justru ingin FPI dan Dayak bentrokan dan rusuh gitu? jadi apa yang sedang terjadi?
  
  
 Dayakku , Senin, 19 Maret 2012
Pak Kapolri tangkap dalang perusuh Pontianak, kalau media massa TV itu semua kelompok yang memang anti Islam
  
  
 Peace , Senin, 19 Maret 2012
saya tinggal di Pontianak, berharap semua warga dengan agama apapun dan ras apapun, berpikir jernih lah.... ga usah pake ribut, ga usah pake bunuh2an.... lebih baik serahkan ke penegak hukum kita.
  
  
 Abu Miqdad , Senin, 19 Maret 2012
Pertarungan antara Hak & Batil akan senantiasa berlangsung, kokohkan persatuan, rapatkan barisan niscaya kita menang. Allahu Akbar......
  
  
 Trisno , Senin, 19 Maret 2012
sekarang media tv tidak mengedepankan kebenaran dan pendidikan yang penting uang, rating, dan menguntungkan...makanya tv dirumah saya putar kalau acara flora dan fauna aja.... semua media tv sekarang penuh rekayasa
  
  
 Achmad Sodikin , Senin, 19 Maret 2012
Melek sudah mata Pemirsa, skali lg melekkan mata Pemirsa Tv berpikir yg jernih jelas2 Media Tv yg Provokasi semua situasi,,, Allahu Akbar... Hidup Kebenarn..IsyKariimun Aw Mutsyahidan...
  
  
 Fauzi , Senin, 19 Maret 2012
Kalau penembak gereja di Idramayu , Polisi cepat tanggap menangkap , kenapa dalang di Pontianak yg merusak rumah Ibadah Islam yg jelas tampangnya , justru belum tertangkap ? Mana keadilan bagi Ummat Islam ? Apakah Ummat Islam harus melakukan sendiri ?
  
  
 Hambane Pengeran , Senin, 19 Maret 2012
Sudah lama kami tdk nonton TV.Berita kami dari Hidayatullah dan media Islam lain. TV dari Harun Yahya TV,Al Ahsan TV,La Tahzan TV,Lantabur TV,Saling Sapa TV dll.Saat ini sedang keliling dunia dg Youtube.Tidak ada waktu utk omong kosong TV DKI.Paling pengajiannya pagi
  
  
 Haidar Ali , Senin, 19 Maret 2012
Itulah tipikal media munafiq yang tidak tahu malu,saya rasa sudah saatnya kita ummat islam lebih memilih media islam saja,tinggalkan berita2 dari media sekuler munafiq yang tidak pernah bisa bersikap obyektif.
  
  
 Anti Sinetron , Senin, 19 Maret 2012
Aparat dalam hal ini harus mencari, siapa provokatornya, siapa pun dia tangkap, dalam hal ini contoh jika ada penyiar dari media TV yang memberitakan atau mengomentari pemberitaan yang menjurus kepada provokasi harus ditangkap.
  
  
 Johannes Layuk , Senin, 19 Maret 2012
saya warga Dayak anti kekerasan. Ini baru berita. isinya mencerahkan, cerdas, dan profesional. salut buat Hidayatullah.com smeoga menjadi situs berita umat Islam yang terdepan. jangan sampai menjadi situs provokatif dan mengadudomba seperti situs tetangga.
  
  
 Zulkarnain Al Idrus , Senin, 19 Maret 2012
walakinna aksarannaasi la ya'lamuun, begitulah Al Qur'an selalu mengingatkan diakhir ayat-ayat tertentu dalam Al Qur'an. Artinya : Saya sekali, kebanyakan orang tidak mengetahui. Yaitu tidak mengetahui bahwa Pemilik seluruh TV yang ada di Negeri Ini miliknya orang-orang : kafir, musyrik, fasik, zalim dan munafik. Muslimnya bakhil-bakhil, bahkan Media kertaspun tak punya. Coba lihat diatas, Allah menggolongkan ummat manusiakedalam 6(enam) sifat besar mendasar. Muslim berada ditengah-tengah 5 golongan yang anti Islam - ya normal saja bila pemberitaan selalu saja berpihak kepada golongan mereka sendiri. Yang sayang justru kita sendiri, kok sampai bisa gak tahu situasi negeri di-obok obok orang-orang yang gak sunatan, gak cebok pakai air. Keadaan mereka memang jorok, oleh karena itu pemberitaan mereka pun pro yang jorok-jorok. Sayang sekali, para crews pemback-up kejorokan justru orang-orang Islam sendiri. Memang tidak gampang jalan menuju surga. Itulah jenis-jenis cobaan dari Allah Salam Zulkarnain Al Idrus
  
  
 Jgn Percaya Tv Sekuler , Senin, 19 Maret 2012
mas mas ade ade jgn pernah percaya dengan yg namanya media sekuler sering menutupi kebenaran membolak balik fakta
  
  
 Thamrin Wanggai , Selasa, 20 Maret 2012
Masya Allah, saya di Papua sangat senang membaca berita yang seperti ini karena sebelumnya kaget baca berita di voa islam yg menyebut dayak Kafir. Apakah tidak ada kata lain yg lebih sopan sedikit. Mereka menolak FPI tp belum tentu mereka kafir, mungkin saja mereka hanya diperalat. kalo bahasanya kafir versus Islam seolah sengaja mau mengadudomba. apakah itu yg disebut Islam? saya mau komentar di situs itu tapi sayang sekali tdk ada kolom komentarnya.
  
  
 Mukhlis , Selasa, 20 Maret 2012
#Trisno : Setuju ;), Flora & Fauna aja lebih beradab & bisa judi asbab dzikri daripada dagelan2 yg ditampilkan media-media massa di Indonesia. ^^
  
  
 Masyhid , Selasa, 20 Maret 2012
Lagi-lagi, media mainstream yg sekuler berperan dalam mengeruhkan suasana...
  
  
 Nasrul , Rabu, 21 Maret 2012
TVONE dan METRO kan ingin menaikan rating untuk membenci ISLAM
  
  
 Insyan Ansori , Kamis, 22 Maret 2012
Nah ini berita yang..benar..bukan kerusuhan tapi ketegangan kebetulan saya di tempat kejadian..,media aja membesar2kan..jua beberapa media Islam,Padahal dalam Alquara. Surat Alhujarat Ayat 6 Jelas:Wahai Orang-orang yang beriman kalau ada berita dari orang-orang fasik maka periksalah,karena berita yang tidak benar akan menimbulkan bencana,dan nati kamu akan menyesal...Saya rasa media-media Jakarta termasuk media yang bernapaskan beberapa media Islam kecuali Hidayatullah.Com. Mereka Seenaknya menyampaikan berita,tanpa data dan fakta yang kuat,dan mereka tidak tahu bagaimana dampak terhadap Umat muslim ditempat-tepat yang minoritas....Umat Islam jangan mudah di adu domba. Masih banyak pekerjaan rumah kita..di negeri ini yang harus di selesaikan
  
  
 Suryo , Ahad, 25 Maret 2012
Media TV jakarta kan tergantung yg bayar bro. Jd jangan telan mentah2, klo perlu g usah tonton itu mrk punya berita. Benar2 dalang pembuat bencana, kerusuhan, dan perpecahan masyarakat Indonesia. Hrsnya mereka jg ditangkap dan dibubarkan, bener tidak???
  
  
 Abd Manap , Kamis, 29 Maret 2012
saya sudah 3 bulan tak pernah nonton TV, isi nya hanya manas - manasin suasana, bukan ngadem - ngademin.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar