Sabtu, 20 Agustus 2011

YUSRIL: PATRIALIS JANGAN COBA-COBA PLINTIR PUTUSAN MK.....>>>..Menkumham Patrialis Akbar kembali mengulangi kekonyolan Mensesneg Sudi Silalahi yang mencoba memelintir putusan MK terkait dengan legalitas Hendarman. Yusril mengatakan demikian menanggapi keterangan Partialis Akbar dalam konfrensi pres di Kemkumham hari ini (Rabu, 10/8/2011)....Dengan berkelit-kelit, Sudi dan Denny Indrayana waktu itu berusaha untuk memelintir putusan MK. Namun, dua hari kemudian, Presiden pun tidak berdaya, dan akhirnya memberhentikan Hendarman dari jabatannya. “Patrialis tidak mau belajar dari kesalahan Sudi Silalahi dan kini sekali lagi berusaha memelintir putusan MK”. Padahal kalau membaca keseluruhan putusan MK itu, menurut Yusril, konteksnya sangat jelas, saya mengajukan uji materil karena permintaannya agar Kejagung memanggil dan memeriksa 4 saksi menguntungkan yakni SBY, Megawati, Jusuf Kalla dan Kwik Kian Gie ditolak Kejagung dengan alasan tidak relevan dan tidak memenuhi kreteria sebagai saksi, karena “tidak melihat sendiri, mendengar sendiri dan mengalami sendiri” terjadinya tindak pidana. Putusan MK sangat jelas, Penyidik wajib memanggil saksi menguntungkan yang diminta oleh tersangka. Penyidik tidak berwenang menilai relevan tidaknya saksi menguntungkan sebelum mendengar keterangan mereka. “Baru saja sehari putusan MK dibacakan, Patrialis kembali mengulangi kesalahan Kejagung yang mengatakan tidak relevan mendengar keterangan SBY”.....>>> Dalam kasus Sisminbakum, kata Patrialis, pelaksanaannya tak pernah dilaporkan ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ia telah mengonfirmasi hal ini kepada Inspektur Jenderal Kementerian Hukum, Direktur Jenderal Administrasi Umum yang membawahi Sisminbakum, dan Sekretaris Jenderal Kementerian Hukum. “Informasinya, pelaksanaan Sisminbakum tidak pernah dilaporkan kepada Presiden. Jadi sangat tidak relevan Presiden Yudhoyono dipanggil untuk memberi keterangan,” kata Patrialis. .....

YUSRIL: PATRIALIS JANGAN COBA-COBA PLINTIR PUTUSAN MK

Yusril Ihza Mahendra mengatakan, Menkumham Patrialis Akbar kembali  mengulangi kekonyolan Mensesneg Sudi Silalahi yang mencoba memelintir putusan MK terkait dengan legalitas Hendarman. Yusril mengatakan demikian menanggapi keterangan Partialis Akbar dalam konfrensi pres di Kemkumham hari ini (Rabu, 10/8/2011).
Dengan berkelit-kelit, Sudi dan Denny Indrayana waktu itu berusaha untuk memelintir putusan MK. Namun, dua hari kemudian, Presiden pun tidak berdaya, dan akhirnya memberhentikan Hendarman dari jabatannya. “Patrialis tidak mau belajar dari kesalahan Sudi Silalahi dan kini sekali lagi berusaha memelintir putusan MK”.
Padahal kalau membaca keseluruhan putusan MK itu, menurut Yusril,  konteksnya sangat jelas,  saya mengajukan uji materil karena permintaannya agar Kejagung memanggil dan memeriksa 4 saksi menguntungkan yakni SBY, Megawati, Jusuf Kalla dan Kwik Kian Gie ditolak Kejagung dengan alasan tidak relevan dan tidak memenuhi kreteria sebagai saksi, karena “tidak melihat sendiri, mendengar sendiri dan mengalami sendiri” terjadinya tindak pidana. Putusan MK sangat jelas, Penyidik wajib memanggil saksi menguntungkan yang diminta oleh tersangka. Penyidik tidak berwenang menilai relevan tidaknya saksi menguntungkan sebelum mendengar keterangan mereka. “Baru saja sehari putusan MK dibacakan, Patrialis kembali mengulangi kesalahan Kejagung yang mengatakan tidak relevan mendengar keterangan SBY”.
Apa yang perlu ditanyakan kepada SBY adalah urusan saya yang terlibat dalam kasus Sisminbakum, bukan urusan Patrialis. Tidak ada urusannya Sisminbakum pernah dilaporkan atau tidak kepada Presiden di zaman Patrialis jadi Menkumham. Apa yang saya minta Presiden SBY terangkan ialah 4 Peraturan Pemerintah yang ditandatanganinya, yakni PP No 75 Tahun 2005, PP No 19 Tahun 2007, PP No 82 Tahun 2007 dan PP No 38 Tahun 2009 yang kesemuanya mengenai PNBP yang diberlakukan di Kementerian Hukum dan HAM. Hanya dalam PP terakhir tahun 2009, menjelang berakhirnya perjanjian BOT tentang Sisminbakum, barulah biaya akses Sisminbakum masuk PNBP.
Presiden, tambah Yusril,  harus menerangkan apakah sebelum 28 Mei 2009, biaya akses Siminbakum itu PNBP atau bukan. “Kalau bukan, maka kasus Sisminbakum wajib dihentikan, karena selama ini kami dituduh korupsi karena tidak memasukkan biaya akses itu sebagai PNBP sehingga terjadi kerugian negara”. Kalau Presiden katakan “Ya”, maka silahkan saya dituntut ke pengadilan. “Kalau Patrialis mengatakan bahwa pertanyaan terkait 4 PP tentang PNBP ini tidak relevan diajukan kepada SBY, maka pendapatnya itu sudah terlalu jauh dari konteks permasalahan” kata Yusril.
Patrialis, kata Yusril, jangan coba-coba memelintir putusan MK sekedar untuk melindungi Presiden SBY dari pemanggilan oleh Kejagung. Mengabaikan putusan MK adalah pembangkangan terhadap konstitusi. Langkah Patrialis juga sekaligus akan mempermalukan SBY di muka umum. Tanggal 12 Juli yang lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sendiri bahkan mengingatkan semua pihak untuk mematuhi setiap keputusan Mahkamah Konstitusi (MK). Menurut Presiden, kepatuhan terhadap keputusan MK merupakan wujud penghormatan terhadap supremasi hukum.
Presiden bahkan berjanji dirinya akan terus memberikan contoh dan teladan dalam menghormati keputusan lembaga tersebut. “Saya selaku presiden Republik Indonesia ingin terus memberikan contoh dan teladan untuk selalu menghormati dan melaksanakan setiap keputusan yang di-keluarkan MK. Itu adalah wujud penghormatan kita semua kepada rule of law dan supremasi hukum,” tegas Presiden SBY saat membuka The International Symposium on Constitutional Democratic State di Istana Negara tanggal 12 Juli 2011 yang lalu. Dengan statemen Presiden ini, kita buktikan apakah SBY akan hadir jika dipanggil Kejagksaan Agung untuk dimintai keterangan. “Kalau nanti tidak datang, berarti  beliau inkonsisten dengan ucapannya sendiri”  kata Yusril mengakhiri keterangannya.



Short URL: http://yusril.ihzamahendra.com/?p=684
Posted by on Aug 10 2011. Filed under Politik. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

  1. 1
    jhon Says:
    aduh patrialis coba mikir dulu sebelum ngoceh, ente kan pejabat negaqe, bukan tukang obat jalanan yang biase ascup, asal cuap, yang penting laku obatnye. Ape emang supaye sbye beli ascup ente agar tetep jadi menteri. Wah, ente bise dibilang pejabat abs. Ente ga perlu tafsirin tuh putusan mk, ude terang benderang kok. Lebih sedikit bicare kate guru kite, kyai ahmad dahlan, sesuai perintah nabi s.a.w. Dari pade ente asmong, asbun, ascup dan abs.
  2. 2
    Anton Fathoni Says:
    Pak Yusril,
    Saya menunggu mengenai hal ini terutama di TV utk debat dgn Patrialis atau juga dengan Deni Indrayana.terima kasih
  3. 3
    muhsin mk Says:
    Bismillah. Bung Patrialis mbok coba dikaji dulu secara seksama putusan mk, tidak terlalu cepat buat statmen ke mass media. Sebab jika pernyataan bung keliru sebagai pejabat negara bikin malu kepala negara. Apalagi kepala negara sudah berjanji mau mematuhi konstitusi dan putusan mk. Sungguh kontra produktif apa yang dikatakan menkumham. Mudah mudahan segera dicabut. Wassalam.
  4. 4
    THEO WIDJAJA Says:
    Saya kira ia cuma mau membentuk opini publik, mengingat akan ada kemungkinan menteri-mentri diresufle setelah Ramadhan ini. Sebaiknya adakan PUBLIC OPINION COUNTER, debat di TV ONE/RCTI
    Saya gak yakin Patrialis mau berdebat langsung dengan saya di TV. Dulu sudah pernah dijajaki, dia gak bersedia. (YIM)
  5. 5
    koko Says:
    moga sja pak patrialis setelah membaca tulisan ini, akan sadar dari kegoblokannya slama ini…belajarlah sma pak yusril, kalo perlu datang secara pribadi untuk private ilmu hukum 2 sks.. Mga ngak slah lagi dlm menafsirkan bahsa hukum…jangan smapai sby mendepak anda krna ska plintir2 omongan orang.. anda sprti hendarman juga rupanya, bagai pinang dibelah 2.
  6. 6
    rizal Says:
    Hanya satu kata Orang ini : “MEMALUKAN”… Wwweeekkkk, Wwweekkk.
  7. 7
    isra Says:
    patrialis siap-siap resuffle…… kasihan,,,de
  8. 8
    jaja Says:
    ahaaaaii apa ku bilang dri dlu…. YIM jangan di ganggu lagi sbb hasil dri bpkp, kptusan MA juga dri ahli hukum tatanegara tdk ada unsur kerugian negara dlm sisminbakum yg di permasalahkan itu, sbb YIM ibarat lebah klo dia disenggol terus ya rasain gigitanya bisa nyahok tau weleh… weleh…
  9. 9
    Amir Hamzah Says:
    Menurut sy pak mentri ini masih emosi dari kasus pencekalan dulu, dia berkomentar dengan emosi tanpa melihat dengan seksama putusan MK. Dia ingin membalas sakit hatinya. Orang dengan ciri-ciri seperti ini adalah pendendam dan kurang teliti. Saya yakin dia pasti menyesal dengan ucapannya itu, setelah dibacanya ulang keputusan MK itu dengan seksama, tengoklah beberapa hari kedepan pasti ketahuan….
    Kami disini mendukung dan mendoakan agar bang YIM dilindungi oleh Allah swt.
  10. 10
    Julak Says:
    Slm sejahtera buat semua terutama bang YIM yg senantiasa tegar hadapi ombang-ambing opini penjahat sorry pejabat negara maksudnya.
    Mohon maaf sebelumnya kami bukan menilai atau menghujat yg namanya Patrialis, sejak zaman almarhum Presiden Gusdur faktanya waktu rapat dg para anggota DPR yg buat ulah dinilai Gusdur kayak anak “teka aje” tiada lain yg dimaksud adalah Patrialis dari PAN, setelah diangkat jadi Menteri Menkum Ham tambah jadi sifat penjilat yes men nya pd atasan. inilah contoh manusia yg perlu diwaspadai dg tidak punya pendirian. bersifat kincir angin.
    Mohon maaf sekali lagi dg segala kerendahan hati perlu hati-hati orang baru melek seperti beliau itu bukan pemberi contoh yg baik, apalagi mo mimpin bangsa ini tambah hancur lebur. so sorry me and be ware again of Patrialis. Thanks.
    wassalam buat semua. marhaban ya ramadhan selamat menunaikan ibadah puasa. Mg bangsa kita tdk dipimpin oleh orang yg zholim menzholimin sesama anak bangsa. amiiin.
  11. 11
    ohoi Says:
    Dalam hati heran juga, ketika Pak Patrialis merujuk dirjen yang memberitahukan bahwa sisminbakum tidak dilaporkan ke presiden sehingga disimpulkan presiden tidak relevan menjadi saksi di Kejaksaan Agung.
    Rupanya salah komentar to …?
  12. 12
    ohoi Says:
    Tjahjo Kumolo juga ‘ketakutan’ kalau Bu Mega hadir sebagai saksi,
    http://www.detiknews.com/read/2011/08/09/000527/1699435/10/soal-pemanggilan-mega-pdip-yusril-harus-gentle
  13. 13
    Kurniawan Says:
    Tapi hemat saya, bisa jadi Patrialis ini pura-pura bego…(atau memang konyol…Wallahualambishowab) dia pancing penjelasan pak Yusril, sehingga dia tau dulu jalan pikiran Pak Yusril yang terang benderang di Blog ini, baru dia dan kawan-kawan cari solusi…hehehe…
  14. 14
    Hasan Says:
    bukan tukang PATRI, tapi tukang PLINTIR…..plintir putusan MK atau plintir puncak bukit hehehe
  15. 15
    isbandiono Says:
    Kok kasus sisminbakum makin terang benderang,makin kacau dari sisi
    pemegakan hukum.Katanya ada korupsi tetapi baru ditetapkan sebagai
    pendapatan negera beberapa tahun kemudian belum lagi kasus bebas
    Prof Ramli. katanya sudah p21 tetapi belum diserahkan kepengadilan.
    Sisminbakum telah memakan korban dari fihak kejaksaan yang sangat
    memalukan kejaksaan, Jaksa Agungnya dipaksa diberhentikan,penafsiran
    mengenai saksi ahli tidak dibenarkan oleh mk,keputusan cekalnya dirobah
    selain masih menunggu keputusan PTUN . Yang mengherankan kok Pak Menteri,
    politisi partai demokrat beri komentar yang gak masuk aka.Ada apa semua ini.
    Saya membayanbgkan akan serunya perdebatan dipengadilan dimana tentunya
    Pak Yusril dan tim pembelanya akan mengeluarkan semua jurus mautnya kasian
    juga yang nantinya menjadi penuntut umumnya. Kalau keputusannya bebas, dan
    saya yakin akan bebas,maka dampak politiknya akan lebih lebih besar lagi
    karena akan terbukti kasus siminbakum dipolitisir untuk mematikan potensi
    PAK yUSRILM
  16. 16
    ISBANDIONO Says:
    TAMBAHAN:
    Selanjutnya Pak Yusril akan semakin terkenal sebasgai pahlawan
    penagakan hukum dan menjadi rebutan parpol untuk menjadikan CAPRES
    2014.dAN JANGAN LUPA SIKAP PAK YUSRIL PADA WAKTU BELIAU DIJAKDIKAN
    TERSANGKA MATI SATU MATI SEMUA, apalagi beliau dinyatakan tidak bersalah.
  17. 17
    yaitulah kalau jabatan diberikan kepada yang bukan ahli…?. pejabat yang cuma hiudp diketiak pimpinannya…yang penting ASAL BAPAK SENANG alias ABS….maju terus bang…
  18. 18
    rully Says:
    Maaf sblmnya…
    Sy hanya mengingatkan sbg orng yg mengagumi Bang YIM…diharap bang YIM utk bs jg kata2 dan sikapnya apalgi pd hal2 yg berhubungan dgn kasus hukum krn lwn2 politiknya akan selalu mengintai mencari2 kslahan bang YIM sekecil apapun keslahan akan menjdi mnjdi mslah besar…aplgi pemanggiln SBY sdh diambang pintu,semoga Allah SWT selalu melindunginya,krn manusia tidak prnh luput dr kealpaan &keslahan
  19. 19
    kuya Says:
    ibarat permainan catur pertarungan sebenarnya antara YIM dan SBY hampir mencapai tahap akhir , dan YIM sebanarnya sudah berkali kali menawarkan REMIS ,tapi SBY selalu menolak , ya sudah Bang YIM di Skakmat saja sekalian………
  20. 20
    Hadi Says:
    Menurut saya SBY itu pembohong, sudah kelihatan dari kinerjanya sejak dulu.
  21. 21
    Said Qomar Says:
    Kalo baca semua komen di atas kayaknya sepakat Patrialis itu jadi goblok lagi, tapi yg heran sdh tau goblok kok diangkat jadi menteri, jadi yang ngangkat itu mungkin lebih goblok lagi. Kasihan negara kita dipimpin sama orang2 yg potongannya kayak gitu
  22. 22
    bow Says:
    Bang YIM yth,
    Coba kita renungkan secara mendalam. Sebenarnya Patrialis itu seorang Muslim yang baik. Ia lebih banyak teman di PAN, PBB dan PPP daripada di Golkar atau Demokrat. Hubungan baiknya dengan Hatta Rajasa yang mengangkatnya jadi Menteri (setelah kalah dalam pemilu legislatif dan pemilukada gubernur)
    Hanya posisinya kini yang membuat dia terjepit karena ia kuasa hukum Presiden dan KALAH TELAK, dan biasalah seorang mantan lawyer jiwanya ingin memberontak mengalihkan isu dan opini publik akibat kekalahan di MK. Selaku kuasa hukum ia malu hati dengan Presiden dan ia mungkin berfikir :”jangan-jangan Presiden udah tidak percaya lagi sama saya sebagai Menteri “.
    Dalam hati kecilnya, Patrialis membenarkan putusan MK itu, karena ia tahu bahwa bang YIM dalam perkara di MK itu dalam posisi yang benar maka wajarlah apabila MK kemudian mengabulkan sebagian permohonan Uji Materi yang abang mintakan. Patrialis saya kira masih juga hormat kepada abang selaku senior masyumi dan pejuang Muslim Nasionalis, hanya karena ia kini seorang Menteri ingin mengaktualisasi dirinya sendiri, namun mungkin berlebihan/ khilaf.
    Sesungguhnya, ia sedikit banyak juga membantu kader PBB, dan kader itulah yang membantu abang (paham khan bang ?). Saya kira kita konsentrasi lebih jauh bagaimana agar perkara sisminbakum ini tidak dilanjut karena dari sisi melawan hukum tidak terbukti dan dari hasil audit tidak ada kerugian negara serupiahpun. Bahkan negara diuntungkan dengan adanya Sisminbakum sebagai terobosan administratif dalam menangani krisis yang jelas meningkatkan efisiensi yang sangat tinggi.
    Demikian renungan adinda dari segi psikologis, mungkin bila adinda salah mohon kritikan dan saran dari abang.
    Yang Ihlas, Bow
  23. 23
    Nh Hidayat Says:
    Assalamualaikum Bang YIM,
    Tekanan dan kontrol yang paling baik untuk Kejaksaan dan Kepolisian dalam penuntasan permasalahan SISMINBAKUM adalah datang dari seluruh masyarakat Indonesia. Dengan Media Massa seperti TV, Radio, Majalah dan Koran maka masyarakat yang mungkin sebelumnya tidak tahu jadi tahu, yang belum faham akan faham, yang benar akan terlihat benar, yang gelap akan terlihat terang dan akhirnya dukungan akan mengalir.
    Sekedar sumbang saran, Abang harus lebih dekat ke Media, terus promosikan kebenaran, counter action fitnah, ciptakan opini atau entah apalah bahasanya yang jelas opini bisa dibentuk disini sesuai keinginan yang memesan!.
    Semoga sukses!, Wassalam.
  24. 24
    AYYA Says:
    BILANG SAJA PATRIALIS DAN KEJAGUNG BESERTA WAJA SEBAGAI KOMPLOTAN SBY,,KALIAN ITU TAKUT AKAN TERBONGKARNYA RAHASIA NEGARA SELAMA MASA PEMERINTAHAN ORANG2 YG DALAM PEMANGGILNA TIDAK MAU DATANG!!! SEMUA ORANG JUGA MENILAI INI BUKAN LAGI MASALAH HUKUM TAPI MASALAH POLITIK SAJA DAN MEREKA TAKUT PAK YIM AKAN PILPRES 2014 MENDATANG. JIKA PAK YIM TERPILIH HABIS LAH KALIAN ORANG2 YG NGEYEL TAUNYA HANYA MENDZALIMI PAK YIM SAJA.
    tenang pak yim,,allah tidak tidur,dan Allah akan mengabulkan doa2 orang2 yang benar.
  25. 25
    Wildan Says:
    Bang, siapa pun yang mencegah atau menolak keputusan dari MK sama saja melanggar hukum, dan (istilah era Pak Harto dulu adalah Subversif). Makin banyak para pemimpin yang berkuasa era SBY ini yang bisa dikategorikan Subversif. Maju terus Bang Yusril!
  26. 26
    Sadoeth Says:
    to Pa Patrialis :
    biar ga malu2in baca ini selengkapnya pa.. :
    http://www.mahkamahkonstitusi.go.id/putusan/putusan_sidang_65%20PUU_TELAH_BACA.pdf
    setelah tamat bacanya baru comment… :D
  27. 27
    Hamid Mihto Says:
    Kasihan sekali pak Patrialis Akbar, menurut saya ini sebenarnya kesalahan dan salah satu bentuk kegagalan SBY mengangkat beliau jadi menteri, buktinya dulu saat setelah dilantik Pak PA sempat nangis terharu, mungkin sudah membayangkan gk akan sanggup. Jadi seperti skrang ini hasilnya, yang penting bunyi.
    Selamat Prof YIM, semoga 2014 menjadi kenyataan untuk jd Presiden
  28. 28
    mukhlis lubis Says:
    bang Yusril..akhir-akhir ini muncul akun abang di face book dengan jumlah teman sudah 4990 orang, tapi pesan-pesan abang sampai sekarang tidak ada muncul disitu, benar itu akun abang?. kita jadi curiga jangan-jangan akun palsu, saran : sebetulnya fb sangat baik untuk perjuangan abang/kita kedepan tinggal pengelolaannya baik.wassalam.
  29. 29
    fakhrudin Says:
    bang ….. YIM terus berjuang …. yakin menang !!! kami kadermu siap mendukung Bang YIM jadi RI I ..
  30. 30
    hilmantasik Says:
    sama dengan komen bang mukhlis lubis (27), akun abang di FB kalau benar itu akun abag; tinggal cariin pengelolanya: karena fb: cara yang termudah dan murah…siapa saja bisa akses….mulai dari ABG, anak-anak, hingga manula…dengan demikian BISA JUGA JADI SARANA KOMUNIKASI BUAT ABANG….DAN DI FB ORANG SEMUA BISA BACA….
  31. 31
    djikstra Says:
    haruskah aku berkomentar,, bingung mau berkomentar apa,,
    hehehee…
    yang pasti saya sudah menulis ini,,
  32. 32
    Andy Says:
    semoga masalah kasus bang YIM cepat selesai, apalagi terkait dengan niat Abang utk jadi Presiden RI 2014 seperti yang sy liat di link ini http://www.portaltigaimage.com/2011/08/14/yusril-calon-presiden-2014/
    mhn konfirmasinya Bang ..apa betul ?
    kalau betul,selamat dan semoga sukses tapi sedikit tanya timbul setelah melihat foto yang ada di link itu ada poster tertulis “Welcome For The Next President 2014″, kenapa harus pakai bahasa Inggris apakah bahasa Indonesia kurang keren ya Bang.
  33. 33
    jhon Says:
    wow, prof mao maju jadi capres makin seru aje. Aye si ga perlu ragu lagi dengan portalita. Maju terus bung prof. Indonesia butuh pemimpin yang berpikir dan bekerja keras dan cerdas majukan bangse, bukan yang hanya majuin keluargenye doang. Slamet bung prof, sampe ketemu diwaktu deklarasi. Aye dan geng ikut dukung.
  34. 34
    Fatah Says:
    Bang Patrialis, sepanjang karier sejak mude, ente dikenal sebagai tokoh dan selalu berade dikalangan keluarga muslim. Amit2 sebagai tokoh muslim ente lupe ajaran rasulullah : “fal yakul khoir auliyasmut” ame siape ente takut?
  35. 35
    solihin Says:
    astagfirullah Patrialis ko menunjukkan kegoblokannya sih
    amit-amit pak sby yth pecat aja tuh patrialis akbar
    dasar penjilat jialat hehehhe
  36. 36
    Mocahamad Nasur Says:
    Pak YIM bkn orang sembarangan.
    Jangan Asal oceh Patrialis.. Toh anda itu tak punya ilmu apa”.


    |

    PATRIALIS: PRESIDEN TAK RELEVAN JADI SAKSI YUSRIL

    JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Patrialis Akbar mengungkapkan, tidak ada kewajiban hukum bagi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk hadir sebagai saksi meringankan untuk mantan Menteri Kehakiman Yusril Ihza Mahendra. Mahkamah Konstitusi tidak menyinggung soal penghadiran Presiden dalam putusannya.
    “Saksi meringankan bisa dihadirkan jika yang bersangkutan menyatakan bersedia setelah dikonfirmasi,” kata Patrialis dalam jumpa pers khusus menanggapi putusan MK, Rabu (10/8/2011).
    Senin (8/8/2011), MK mengabulkan permohonan Yusril yang meminta tafsir tentang pengertian saksi menurut ketentuan Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). MK memperluas tafsir pengertian saksi. Saksi bukan lagi hanya orang yang melihat, mendengar, atau merasakan suatu peristiwa pidana, tetapi juga saksi yang memiliki relevansi dengan peristiwa pidana yang dimaksud.
    Patrialis mengatakan, tidak sembarangan orang dapat meminta presiden untuk menjadi saksi meringankan dalam kasus yang sedang dihadapinya.
    Dalam kasus Sisminbakum, kata Patrialis, pelaksanaannya tak pernah dilaporkan ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ia telah mengonfirmasi hal ini kepada Inspektur Jenderal Kementerian Hukum, Direktur Jenderal Administrasi Umum yang membawahi Sisminbakum, dan Sekretaris Jenderal Kementerian Hukum.
    “Informasinya, pelaksanaan Sisminbakum tidak pernah dilaporkan kepada  Presiden. Jadi sangat tidak relevan Presiden Yudhoyono dipanggil untuk memberi keterangan,” kata Patrialis.

    1. 1
      koko Says:
      hai pak mentri hukum, ente ini rupanya benar2 goblok sprti yang dlu pernah disbut oleh pak yusril. Awalnya kami tak percaya anda mentri yang goblok, tp skrng uda menambah keyakinan kami bahwa sby sudah slah mengangkat anda jadi menteri hukum..justru anda sendiri tak paham bahasa hukum…pergi ke laut aja deh anda…jangan bikin pusing rakyat..mestinya anda terimaa kasih sma pak yusril yang telah banyak berjasa bagi penegakan supremasi hukum di negaraa ini…
    2. 2
      Anton Fathoni Says:
      Sebagai pembantu Presiden Patrialis Akbar jelas pasang badan, yang saya tunggu adalah tanggapan dari pak Yusril atas tanggapan patrialis akbar tsb, kami menunggu sanggahan pak yusril mungkin via wawancara TV jangan hanya di Blog ini saja, terima kasih.
    3. 3
      samsudinor Says:
      Ha…ha…ha…Patrialis,.patrialis
    4. 4
      THEO WIDJAJA Says:
      Ada 2 (dua) Jenis Menteri. Pertama, Menteri yang ahli dalam bidangnya dan masuk zaken cabinet karena ke-expert-annya. Kedua, Menteri “tukang”. Mengapa tukang ? karena ngomongan berdasarkan pesanan seperti tukang yang bisa disuruh apa aje.
    5. 5
      bowo Says:
      Dalam beberapa hari omongan Patrialis pasti rontok dengan sendirinya….let’see
    6. 6
      Hasan Says:
      Menurut Menkumham Presiden Tak relevan Jadi Saksi ?. Kok ngomongnya seperti anak kecil ??…Apa Presiden SBY itu bukan Warga Negara Indonesia dan kebal hukum ? Rakyat mau tahu kalau jabatannya habis, apa SBY itu warga negara bukan-Indonesia.Pak Patrialis, mohon berhati-hatilah anda kalau berkomentar, Pejabat Tinggi Negara sebaiknya jangan asal bunyi.
    7. 7
      jhon Says:
      patrialis, ente jangan bikin malu almamater ye. Buat ape ismail sunyi ngajarin ente tentang hukum tate negare di kampus ente, sementara ente kok asal ngomong. Ape ga malu dan malu maluin almamater tuh. Ente jangan jangan disuruh bos atawa basrief nih. Entar ente kaya basrief minta maaf deh di daerahnye sendiri. Sebaiknye ente mundur aje jadi menteri dari pade dimundurin.
    8. 8
      hery Says:
      bukan presidennya, tapi pribadi sby-nya yg dibutuhkan kesaksiannya.
      tidak relevan = tidak mampu/layak ? koq bisa orang sperti itu jadi presiden.
      hati2 pak patrialis, wajar anda besikap seperti itu, . . . tapi yang saya tangkap koq kesannya malah melecehkan sby.
      cermin sudah pecah !
    9. 9
      Andi Djalaludin Says:
      Lain donk kualitasnya, kalau PA diterima di UI dulu-dulunya maka doi ngomongnya akan laen.
    10. 10
      masebbung Says:
      Assalamu’alaikum ww.
      “Patrialis mengatakan, tidak sembarangan orang dapat meminta presiden untuk menjadi saksi meringankan dalam kasus yang sedang dihadapinya.”
      apa buta orang ini bicara seenaknya bak seorang sampah masyarakat alias preman lontong. dimana letak bobot krebilitas intelektualnya apa beli ijazah academis hukumnya orang ini. ngomong bak dajjal bermuka manusia. inilah contoh rupa manusia penjilat dubur. apa tdk belajar bahwa yg berkuasa dinegeri ini hukum, bukan buta hanya liat subyek pembesarnya, yg dibela itupun kalu bertentangan dengan haluan negara lengser, mau gak wahai patrialis.!!! hehe tak berorak ada kepala wujudnya. peas deh. lebih baik lho lengser aje dh dri pd bicara yg gak logis.
    11. 11
      Hasan Says:
      Menkumham ternyata bukan tukang “PATRI”, mungkin tukang “PLINTIR” putusan MK (asal jgn plintir pentil aje)
    12. 12
      Said Qomar Says:
      Ini lagi Patrialis..jadi orang goblok kok mau-maunya !!! wah-wah goblok murokab. Patrialis mau buat panggung utk bela Sby karena dia habis dimarahin sby gara2 teledor soal paspor nazaruddin palsu
    13. 13
      koko Says:
      kalo demikian yang diucapkan patrialis, maka akan banyak orang yang enggan bersaksi untuk menegakan kebenaran dan keadilan di negeri ini…argument patrialis yang mengatakan bahwa negara bsa kacau bila semua orang minta sby jadi saksi atas setiap kasus yang dialami..tentu omongan ini sangat tendensius dan emosional…coba bayangkan mana mungkin kasus maling ayam atau korupsi di tingkat desa atau daerah, tersangkanya minta sby bersaksi, tentu hal itu sangat tidak relevan..jadi singkat kata, jika pak yusril minta sby jadi saksi berarti ada sesuatu yang relevan yang mesti hanya bissa dijawab pak sby..sekarang kita balik tanya sma pak patrialis, apakah selama ini orng yang berpekara, mantan menteri meminta sby bersaksi untuk kasusnya? Tentu tidak, karena kesaksian sby mungkin bagi mereka bukan malah meringankan tp bsa memberatkan jdi tidak melibatkan sby untuk bersaksi. Sementara sby diperlukan kesaksiannya untuk meringankan oleh karena tuduhan kejagung menyangkut PNBP. Dimana hal itu menjadi kewenangan langsung presiden bukan menteri. TQ
    14. 14
      wahyu Says:
      patrialis suruh belajar hukum dulu yang benar…masak memahami putusan MK yang telah terang menderang kok tidak bisa, kalah sama anak yang baru lulus sarjana hukum…jangan-jangan gelarnya patrialis itu kemarin beli yach….kayak itu kok jadi menteri…yang bodoh menterinya atau yang memilihnya….
    15. 15
      Jampang Says:
      patrialis = keras kepala…
      jd inget kaum nya nabi musa, bengal n bebel…
      sekali lagi : YIM for the next president…
    16. 16
      Ismus Says:
      kita maklumi saja patrialis sedang ngawur, tak perlu kita tanggapi berlebihan, beliau tak sadar sebagai sebagai menteri yang ngomongya menjadi refrensi publik., ha, ha ha ..
    17. 17
      Hadi Says:
      Pendapat saya, mungkin Patrialis dulu kuliahnya belum selesai ya? atau dia lahir primateur, seharusnya masukin aja ke inkubator biar agak mateng dikit. Hehehehe…
    18. 18
      anang Says:
      setuju banget, patrialis gooblok. Saya saja yang wong deso paham apa yang dikatakan oleh MA.
      Kasian banget yang menjadikan patrialis seorang mentri.
    19. 19
      Wildan Says:
      Dasar hukumnya apa Menkumham mengatakan bahwa Presiden tidak relevan memenuhi putusan MK?
      Jika memberi keterangan atau penjelasan, apalagi yang menyentuh nilai-nilai hukum mesti ada argumen hukumnya pula doong…
      Memang tepat jika pejabat Menteri diangkat oleh Presiden, karena diangkatnya itu untuk membantu Presiden (membantu majikan jika didera permasalahan agar dia tidak di PHK oleh majikannya itu). Waduh, kesian banget negeri ini Bang Yusril.
      Ayo Bang Yusril, maju terus!


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar