Jumat, 12 Agustus 2011

Akar Krisis Keuangan Global dan Ekonomi Syariah Sebagai Solusi ???.....Krisis keuangan Amerika Serikat saat ini, mulai merambah ke berbagai negara, termasuk Indonesia.......>>>...... kemaren, IHSG tertekan tajam turun 10 %, demikian pula Nikken di Jepang jatuh lebih dari 9 %. Hampir semua pasar keuangan dunia terimbas krisis financial US tersebut. Karena itu para pengamat menyebut krisis ini sebagai krisis finansial global. Krisis keuangan global yang terjadi belakangan ini, merupakan fenomena yang mengejutkan dunia, tidak saja bagi pemikir ekonomi mikro dan makro, tetapi juga bagi para elite politik dan para pengusaha....>>>...Apakah akar persoalan krisis dan resesi yang menimpa berbagai belahan dunia tersebut ?.....Michael Camdessus (1997), Direktur International Monetary Fund (IMF) dalam kata-kata sambutannya pada Growth-Oriented Adjustment Programmes (kurang lebih) sebagai berikut: "Ekonomi yang mengalami inflasi yang tidak terkawal, defisit neraca pembayaran yang besar, pembatasan perdagangan yang berkelanjutan, kadar pertukaran mata uang yang tidak seimbang, tingkat bunga yang tidak realistik, beban hutang luar negeri yang membengkak dan pengaliran modal yang berlaku berulang kali, telah menyebabkan kesulitan ekonomi, yang akhirnya akan memerangkapkan ekonomi negara ke dalam krisis ekonomi" Ini dengan jelas menunjukkan bahwa a] defisit neraca pembayaran (deficit balance of payment), b] beban hutang luar negeri (foreign debt-burden) yang membengkak--terutama sekali hutang jangka pendek, c] investasi yang tidak efisien (inefficient investment), dan d] banyak indikator ekonomi lainnya telah berperan aktif dalam mengundang munculnya krisis ekonomi..>>.... menurut pakar ekonomi Islam, penyebab utama krisis adalah kepincangan sektor moneter (keuangan) dan sektor riel yang dalam Islam dikategorikan dengan riba. Sektor keuangan berkembang cepat melepaskan dan meninggalkan jauh sektor riel. Bahkan ekonomi kapitalis,tidak mengaitkan sama sekali antara sektor keuangan dengan sektor riel Tercerabutnya sektor moneter dari sektor riel terlihat dengan nyata dalam bisnis transaksi maya (virtual transaction) melalui transaksi derivatif yang penuh ribawi. Tegasnya, Transaksi maya sangat dominan ketimbang transaksi riil.Transaksi maya mencapai lebih dari 95 persen dari seluruh transaksi dunia. Sementara transaksi di sektor riel berupa perdagngan barang dan jasa hanyasekitar lima-persen saja....>>>.... Menurut analisis lain, perbandingan tersebut semakin tajam, tidak lagi 95 % : 5 %, melainkan 99% : 1 %. Dalam tulisan Agustianto di sebuah seminar Nasional tahun 2007 di UIN-Jakarta, disebutkan bahwa volume transaksi yang terjadi di pasar-uang (currency speculation and derivative market) dunia berjumlah US$1,5 trillion hanya dalam sehari, sedangkan volume transaksi pada perdagangan dunia di sektor riil hanya US$ 6 trillion setiap tahunnya (Rasio 500 : 6 ), Jadi sekitar 1-an %. Celakanya lagi, hanya 45 persen dari transaksi di pasar, yang spot, selebihnya adalah forward, futures,dan options.....>>> Menurut analisis lain, perbandingan tersebut semakin tajam, tidak lagi 95 % : 5 %, melainkan 99% : 1 %. Dalam tulisan Agustianto di sebuah seminar Nasional tahun 2007 di UIN-Jakarta, disebutkan bahwa volume transaksi yang terjadi di pasar-uang (currency speculation and derivative market) dunia berjumlah US$1,5 trillion hanya dalam sehari, sedangkan volume transaksi pada perdagangan dunia di sektor riil hanya US$ 6 trillion setiap tahunnya (Rasio 500 : 6 ), Jadi sekitar 1-an %. Celakanya lagi, hanya 45 persen dari transaksi di pasar, yang spot, selebihnya adalah forward, futures,dan options...>>..Robin Hahnel dalam artikelnya Capitalist Globalism In Crisis: Understanding the Global Economic Crisis (2000), mengatakan bahwa globalisasi - khususnya dalam financial market, hanya membuat pemegang asset semakin memperbesar jumlah kekayaannya tanpa melakukan apa-apa. Dalam kacamata ekonomi Islam, mereka meraup keuntungan tanpa 'iwadh (aktivitas bisnis riil,seperti perdagangan barang dan jasariil) Mereka hanya memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang terdapat dalam pasar uang dengan kegiatan spekulasi untuk menumpuk kekayaan mereka tanpa kegiatan produksi yang riil. ..>>>..Sistem hutang ini menurut Hahnel hanya melayani kepentingan spekulator, kepentingan segelintir pelaku ekonomi. Namun segelintir pelaku ekonomi tersebut menguasai sebagian besar asset yang ada di dunia. Jika kita kaji pemikiran Hahner ini lebih mendalam akan kita lihat dengan sangat jelas bahwa perekonomian akan berakhir dengan kehancuran akibat sistem yang dianutnya, yakni kapitalisme ribawi..>>...Ekonomi global terjerumus lebih dalam menuju krisis karena pasar saham terus mengalami kontraksi Selasa, dengan investor hilang kepercayaannya bahwa AS dan Eropa bisa mengatasi beban hutangnya dengan cepat dan terhindar dari berulangnya resesi (double-dip)....>>> Kabar Kurang Baik dari China....>>>...China, mesin utama penggerak ekonomi global yang sedang rewel. Data resmi menunjukkan bahwa output industri China tumbuh melamban dan tingkat inflasi tahunannya bergerak cepat hingga 6,5% dalam Juli. Tekanan inflasi membuat bank sentral negara itu terjepit ketika berusaha tetap bisa mengendalikan harga tanpa menyeret turun ekonomi yang sudah menghadapi ancaman terus dari luar negeri.....>>>...Pasar Global Bergerak Tak Menentu, Sebagian Valuta Asia Masih Tertekan ..>>> ,,,,,,Berlanjtunya outflow dari bursa saham di Indonesia mengakibatkan rupiah tertekan. Pada awal perdagangan rupiah berada di level 8.540 Bank Indonesia (BI) mencatat dalam 5 hari terjadi penurunan cadangan devisa Indonesia sebesar US$500 juta. Bank sentral mencatat cadangan devisa Indonesia pada 5 Agustus 2011 sempat tembus ke level US$ 123,2 miliar namun turun pada 10 Agustus 2011 menjadi US$122,7 miliar akibat gejolak pasar finansial global. Pada pukul 10.00 WIB, rupiah berada di level 8.548. Tidak hanya cadangan devisa, kepemilikan asing di Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan Surat Berharga Negara (SBN) juga mengalami penurunan. Pada tengah hari, rupiah berada di posisi 8.555. Pada sore hari, rupiah bergerak pada kisaran 8.540 - 8.555. IHSG naik tipis 5,79 poin (0,14%) ke level 3.869,37 Rupiah ditutup 8.530 per dolar AS Kamis, turun dari 8.520 Rabu. Kurs terakhir berbagai mata uang Asia terhadap dolar AS, tercatat sebagai berikut: Dolar Singapura: 1.2140 per dolar AS, naik dari 1.2213 Dolar Taiwan: 28,990, naik dari 29,010 Won Korea : 1.080,70, turun dari 1.079,60 Baht Thailand : 29,91, turun dari 29,80 Peso Filipina : 42,54, turun dari 42,48 Rupee India : 45,30, turun dari 45,16 Ringgit Malaysia : 3,0045, turun dari 3,0010 Yuan China :6,3911, naik dari 6,4169 Di Tokio, dolar naik hingga 77,23 yen sesi hari ini sebelum akhirnya kehabisan tenaga. Dolar kemudian jatuh di balik spekulasi China melepas dolar AS terhadap valuta Asia.....>>>....Kurs dolar AS terhadap valuta- valuta utama lainnya dapat dicatat sebagai berikut: Yen Jepang: 76,57 per dolar AS, turun dari 76,90 Franc Swiss: 0,7397, naik dari 0,7262 Dolar Kanada: 0,9943, naik dibanding 0,9940. Sterling terhadap dolar AS: 1,6154, menguat dari 1,6131 Euro terhadap dolar AS: 1,4149, turun dari 1,4172......>>> Banyak negara kuat ekonominya yang melakukan hedging dengan emas... Korea Selatan dan Cina melepas doalr2 mereka dan membeli emas... sebagai imbangan asset2 riil mereka....>>> Gejala apakah ini...???? Kemana nilai uang Dollar sebagai alat pembayaran dunia... sudah ada kecenderungan bolateral currency dan berbagai penyelamatan ...>>>... HARGA EMAS Di Comex New York, harga merosot pada pembukaan perdagangan hari Kamis. Kontrak Desember diperdagangkan pada level $1,781.30 per ounce, turun $3,20 dari sebelumnya. Harga spot pada jam 13.05 GMT (20.05 WIB) tercatat $1.768,30, tergerus $28,10 dari sebelumnya. Di London, emas jatuh 1% lebih dari rekor tertinggi yang terjadi pada sesi Asia akibat dinaikkannya margin perdagangan. Langkah Grup CME menaikkan margin untuk perdagangan di Comex mendorong investor menjual emas guna menikmati keuntungan dari kenaikan dalam beberapa waktu terakhir. CME, bursa komoditi terbesar dunia, menaikkan ketentuan perdagangan future sebesar 22,2 % menjadi US$5.500 per kontrak dari sebelumnya $$4.500. Membaiknya pasar efek, meskipun terjadi kemerosotan pada saham-saham perbankan Prancis, juga menunjukkan terjadinya peningkatan risk appetite, yang menyusutkan minat investasi pada emas.....





Ditulis oleh Agustianto
http://www.pesantrenvirtual.com/index.php?Itemid=60&catid=8:kajian-ekonomi&id=1236:akar-krisis-keuangan-global-dan-momentum-ekonomi-syariah-sebagai-solusi-&option=com_content&view=article  
Krisis keuangan Amerika Serikat saat ini, mulai merambah ke berbagai negara, termasuk Indonesia. Pada tanggal 8 Oktober 2008, kemaren, IHSG tertekan tajam turun 10 %, demikian pula Nikken di Jepang jatuh lebih dari 9 %. Hampir semua pasar keuangan dunia terimbas krisis financial US tersebut.  Karena itu para pengamat menyebut krisis ini sebagai krisis finansial global. Krisis keuangan global yang terjadi belakangan ini, merupakan fenomena yang mengejutkan dunia, tidak saja bagi pemikir ekonomi mikro dan makro, tetapi juga bagi para elite politik dan para pengusaha.

Dalam sejarah ekonomi, ternyata krisis sering terjadi di mana-mana melanda hampir semua negara yang menerapkan sistem kapitalisme. Krisis demi krisis ekonomi terus berulang tiada henti, sejak tahun 1923,1930, 1940, 1970, 1980, 1990, dan 1998 – 2001 bahkan sampai saat ini krisis semakin mengkhawatirkan dengan munculnya krisis finansial di Amerika Serikat . Krisis itu terjadi tidak saja di Amerika latin, Asia, Eropa, tetapi juga melanda Amerika Serikat.

Roy Davies dan Glyn Davies, 1996 dalam buku The History of Money From Ancient time to Present Day, menguraikan sejarah kronologi secara komprehensif. Menurut mereka, sepanjang abad 20 telah terjadi lebih 20 kali kriss besar yang melanda banyak negara. Fakta ini menunjukkan bahwa secara rata-rata, setiap 5 tahun terjadi krisis keuangan hebat yang mengakibatkan penderitaan bagi ratusan juta umat manusia

Pada tahun 1907 krisis perbankan Internasional dimulai di New York, setelah beberapa decade sebelumnya yakni mulai tahun 1860-1921 terjadi peningkatan hebat jumlah bank di Amerika s/d 19 kali lipat. Selanjutnya, tahun1920 terjadi depresi ekonomi di Jepang. Kemudian pada tahun 1922 – 1923 German mengalami krisis dengan hyper inflasi yang tinggi. Karena takut mata uang menurun nilainya, gaji dibayar sampai dua kali dalam sehari. Selanjutnya, pada tahun 1927 krisis keuangan melanda Jepang (37 Bank tutup); akibat krisis yang terjadi pada bank-bank Taiwan

Pada tahun 1929– 30 The Great Crash (di pasar modal NY) & Great Depression (Kegagalan Perbankan); di US, hingga net national product-nya terbangkas lebih dari setengahnya

Selanjutnya, pada tahun 1931 Austria mengalami krisis perbankan, akibatnya kejatuhan perbankan di German, yang kemudian mengakibatkan berfluktuasinya mata uang internasional. Hal ini membuat UK meninggalkan standard emas.

Kemudian1944 – 66 Prancis mengalami hyper inflasi akibat dari kebijakan yang mulai meliberalkan perekonomiannya. Berikutnya, pada tahun 1944– 46 Hungaria mengalami hyper inflasi dan krisis moneter. Ini merupakan krisis terburuk eropa. Note issues Hungaria meningkat dari 12000 million (11 digits)hingga 27 digits.

Pada tahun 1945– 48 Jerman mengalami hyper inflasi akibat perang dunia kedua.. Selanjutnya tahun 1945 – 55 Krisis Perbankan di Nigeria Akibat pertumbuhan bank yang tidak teregulasi dengan baik pada tahun 1945. Pada saat yang sama, Perancis mengalami hyperinflasi sejak tahun 1944 sampai 1966. Pada tahun (1950-1972) ekonomi dunia terasa lebih stabil sementara, karena pada periode ini tidak terjadi krisis untuk masa tertentu. Hal ini disebabkan karena Bretton Woods Agreements, yang mengeluarkan regulasi di sektor moneter relatif lebih ketat (Fixed Exchange Rate Regime). Disamping itu IMF memainkan perannya dalam mengatasi anomali-anomali keuangan di dunia. Jadi regulasi khususnya di perbankan dan umumnya di sektor keuangan, serta penerapan rezim nilai tukar yang stabil membuat sektor keuangan dunia (untuk sementara) "tenang". [Benarkah tenang???? Atau karena ada kesibukan adanya Perang di Asia Timur-Korea dan kemudian disusul perang Vietnam- Perang Pemberontakan di Indonesia…sehingga ada peningkatan kegiatan industri perang dan perang dingin Timur Barat atau Liberalisme-Komunisme…sehingga seakan-akan nilai keuangan dan ekonomi dunia tenang distu sisi…seperti di negara2 Barat,  tetapi begitu kacau dan hancurnya di negara2 berkembang akibat perang dingin dan perang terbuka dengan kekuatan tidak seimbang..???...bukan saja struktur perekonomian… bahkan berjuta-juta sumber daya manusia baik bayi2 sampai dengan para tua renta menjadi korban yang sangat luar biasa….. Adilkah ketenangan itu…????]…..

Namun ketika tahun 1971 Kesepakatan Breton Woods runtuh (collapsed). Pada hakikatnya perjanjian ini runtuh akibat sistem dengan mekanisme bunganya tak dapat dibendung untuk tetap mempertahankan rezim nilai tukar yang fixed exchange rate. Selanjutnya pada tahun 1971-73 terjadi kesepakatan Smithsonian (di mana saat itu nilai 1 [Troy]Ons emas = 38 USD). Pada fase ini dicoba untuk menenangkan kembali sektor keuangan dengan perjanjian baru. Namun hanya bertahan 2-3 tahun saja

Pada tahun 1973 Amerika meninggalkan standar emas. Akibat hukum "uang buruk (foreign exchange) menggantikan uang bagus (dollar yang di-back-up dengan emas)-(Gresham Law)".

Pada tahun 1973 dan sesudahnya  mengglobalnya aktifitas spekulasi sebagai dinamika baru di pasar moneter konvensional akibat penerapan floating exchange rate sistem. Periode Spekulasi; di pasar modal,uang, obligasi dan derivative. Maka tak aneh jika pada tahun 1973 – 1974 terjadi krisis perbankan kedua di Inggris; akibat Bank of England meningkatkan kompetisi pada supply of credit.

Pada tahun 1974 Krisis pada Euro dollar Market; akibat west German Bankhaus ID Herstatt gagal mengantisipasi international crisis. Selanjutnya tahun 1978-80 Deep recession di negara-negara industri akibat boikot minyak oleh OPEC, yang kemudian membuat melambung tingginya interest rate negara-negara industri

Selanjutnya sejarah mencatat bahwa pada tahun 1980 krisis dunia ketiga; banyaknya hutang dari negara dunia ketiga disebabkan oleh oil booming pada th 1974, tapi ketika negara maju meningkatkan interest rate untuk menekan inflasi, hutang negara ketiga meningkat melebihi kemampuan bayarnya. Pada tahun 1980 itulah terjadi krisis hutang di Polandia; akibat terpengaruh dampak negatif dari krisis hutang dunia ketiga. Banyak bank di eropa barat yang menarik dananya dari bank di eropa timur

Pada saat yang hampir bersamaan yakni di tahun 1982 terjadi krisis hutang di Mexico; disebabkan outflow kapital yang massiveke US, kemudian di-treatments dengan hutang dari US, IMF, BIS. Krisis ini jugamenarik Argentina, Brazil dan Venezuela untuk masuk dalam lingkaran krisis.

Perkembangan berikutnya, pada tahun1987 The Great Crash (Stock Exchange), 16 Oct 1987 di pasar modal US & UK.Mengakibatkan otoritas moneter dunia meningkatkan money supply. Selanjutnya pada tahun 1994 terjadi krisis keuangan di Mexico; kembali akibat kebijakan finansial yang tidak tepat

Pada tahun 1997-2002 krisis keuangan melanda Asia Tenggara; krisis yang dimulai di Thailand, Malaysia kemudian Indonesia, akibat kebijakan hutang yang tidak transparan. Krisis Keuangan di Korea; memiliki sebab yang sama dengan Asteng.

Kemudian, pada tahun 1998 terjadi krisis keuangan di Rusia; dengan jatuhnya nilai Rubel Rusia (akibat spekulasi) Selanjutnya krisis keuangan melanda Brazil di tahun 1998. pada saat yang hampir bersamaan krisis keuangan melanda Argentina di tahun 1999. Terakhir, pada tahun 2007-hingga saat ini, krisis keuangan melanda  Amerika Serikat

Dari data dan fakta historis tersebut terlihat bahwa dunia tidak pernah sepi dari krisis yang sangat membayakan kehidupan ekonomi umat manusia di muka bumi ini.

Apakah akar persoalan krisis dan resesi yang menimpa berbagai belahan dunia tersebut ?

Dalam menjawab pertanyaan tersebut, cukup banyak para pengamat dan ekonom yang berkomentar dan memberikan analisis dari berbagai sudut pandang.

Dalam menganalisa penyebab utama timbulnya krisis moneter tersebut, banyak yang berkonklusi bahwa kerapuhan fundamental ekonomi (fundamental economic fragility) adalah merupakan penyebab utama munculnya krisis ekonomi.

1] Hal ini seperti disebutkan oleh Michael Camdessus (1997), Direktur International Monetary Fund (IMF) dalam kata-kata sambutannya pada Growth-Oriented Adjustment Programmes (kurang lebih) sebagai berikut: "Ekonomi yang mengalami inflasi yang tidak terkawal, defisit neraca pembayaran yang besar, pembatasan perdagangan yang berkelanjutan, kadar pertukaran mata uang yang tidak seimbang, tingkat bunga yang tidak realistik, beban hutang luar negeri yang membengkak dan pengaliran modal yang berlaku berulang kali, telah menyebabkan kesulitan ekonomi, yang akhirnya akan memerangkapkan ekonomi negara ke dalam krisis ekonomi"

Ini dengan jelas menunjukkan bahwa
a] defisit neraca pembayaran (deficit balance of payment),
b] beban hutang luar negeri (foreign debt-burden) yang membengkak--terutama sekali hutang jangka pendek,
c] investasi yang tidak efisien (inefficient investment), dan
d] banyak indikator ekonomi lainnya telah berperan aktif dalam mengundang munculnya krisis ekonomi

2] Sementara itu, menurut pakar ekonomi Islam, penyebab utama krisis adalah kepincangan sektor moneter (keuangan) dan sektor riel yang dalam Islam dikategorikan dengan riba. Sektor keuangan berkembang cepat melepaskan dan meninggalkan jauh sektor riel. Bahkan ekonomi kapitalis,tidak mengaitkan sama sekali antara sektor keuangan dengan sektor riel

Tercerabutnya sektor moneter dari sektor riel terlihat dengan nyata dalam bisnis transaksi maya (virtual transaction) melalui transaksi derivatif yang penuh ribawi. Tegasnya, Transaksi maya sangat dominan ketimbang transaksi riil.Transaksi maya mencapai lebih dari 95 persen dari seluruh transaksi dunia. Sementara transaksi di sektor riel berupa perdagngan barang dan jasa hanyasekitar lima-persen saja.

3] Menurut analisis lain, perbandingan tersebut semakin tajam, tidak lagi 95 % : 5 %, melainkan 99% : 1 %. Dalam tulisan Agustianto di sebuah seminar Nasional tahun 2007 di UIN-Jakarta, disebutkan  bahwa volume transaksi yang terjadi di pasar-uang (currency speculation and derivative market) dunia berjumlah US$1,5 trillion hanya dalam sehari, sedangkan volume transaksi pada perdagangan dunia di sektor riil hanya US$ 6 trillion setiap tahunnya (Rasio 500 : 6 ), Jadi sekitar 1-an %. Celakanya lagi, hanya 45 persen dari transaksi di pasar, yang spot, selebihnya adalah forward, futures,dan options

Islam sangat mencela transaksi derivatif ribawi  dan menghalalkan transaksi riel. Hal ini dengan tegas difirmankan Allah dalam Surah Al-Baqarah : 275 : Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba [non real business atau derivatif].

Sebagaimana disebut di atas, perkembangan dan pertumbuhan finansial di dunia saat ini, sangat tak seimbang dengan pertumbuhan sektor riel. Realitas ketidakseimbangan arus moneter dan arus barang/jasatersebut, mencemaskan dan mengancam ekonomi berbagai negara.

C
Disebut ekonomi balon, karena secara lahir tampak besar, tetapi ternyata tidak berisi apa-apa kecuali udara. Ketika ditusuk, ternyata ia kosong. Jadi, bublle economy adalah sebuah ekonomi yang besar dalam perhitungan kuantitas moneternya, namun tak diimbangi oleh sektor riel, bahkan sektor riel tersebut amat jauh ketinggalan perkembangannya.

Sekedar ilustrasi dari fenomena decoupling tersebut, misalnya sebelum krisis moneter Asia, dalam satu hari, dana yang gentayangan dalam transaksi maya di pasar modal dan pasar uang dunia, diperkirakan rata-rata beredar sekitar 2-3 triliun dolar AS atau dalam satu tahun sekitar 700 triliun dolar AS.

Padahal arus perdagangan barang secara international dalam satu tahunnya hanya berkisar 7 triliun dolar AS. Jadi, arus uang 100 kali lebih cepat dibandingkan dengan arus barang (Didin S Damanhuri, Problem Utang dalam Hegemoni Ekonomi),

Dalam ekonomi Islam, jumlah uang yang beredar bukanlah variabel yang dapat ditentukan begitu saja oleh pemerintah sebagai variabel eksogen. Dalam ekonomi Islam, jumlah uang yang beredar ditentukan di dalam perekonomian sebagai variabel endogen, yaitu ditentukan oleh banyaknya permintaan uang di sektor riel atau dengan kata lain, jumlah uang yang beredar sama banyaknya dengan nilai barang dan jasa dalam perekonomian.

Dalam ekonomi Islam, sektor finansial mengikuti pertumbuhan sektor riel, inilah perbedaan konsep ekonomi Islam dengan ekonomi konvensional, yaitu ekonomi konvensional, jelas memisahkan antara sektor finansial dan sektor riel. Akibat pemisahan itu, ekonomi dunia rawan krisis, khususnya negara–negara berkembang (terparah Indonesia). Sebab, pelaku ekonomi tidak lagi menggunakan uang untuk kepentingan sektor riel, tetapi untuk kepentingan spekulasi mata uang. Spekulasi inilah yang dapat menggoncang ekonomi berbagai negara, khususnya negara yang kondisi politiknya tidak stabil. Akibat spekulasi itu, jumlah uang yang beredar sangat tidak seimbang dengan jumlah barang di sektor riel.

Spekulasi mata uang yang mengganggu ekonomi dunia, umumnya dilakukan di pasar-pasar uang. Pasar uang di dunia ini saat ini, dikuasai oleh enam pusat keuangan dunia (London, New York, Chicago, Tokyo, Hongkong dan Singapura). Nilai mata uang negara lain, bisa saja tiba-tiba menguat atau sebaliknya. Lihat saja nasib rupiah semakin hari semakin merosot dan nilainya tidak menentu.

Di pasar uang tersebut, peran spekulan cukup signifikan untuk menggoncang ekonomi suatu negara. Lihatlah Inggris, sebagai negara yang kuat ekonominya, ternyata pernah sempoyongan gara-gara ulah spekulan di pasar uang, apalagi kondisinya seperti Indonesia, jelas menjadi bulan-bulanan para spekulan. Demikian pula ulah George Soros di Asia Tenggara.

Bagi spekulan, tidak penting apakah nilai menguat atau melemah. Bagi mereka yang penting adalah mata uang selalu berfluktuasi. Tidak jarang mereka melakukan rekayasa untuk menciptakan fluktuasi bila ada momen yang tepat, biasanya satu peristiwa politik yang menimbulkan ketidak pastian

Menjelang momentum tersebut, secara perlahan-lahan mereka membeli rupiah, sehingga permintaan akan rupiah meningkat. Ini akan mendorong nilai rupiah secara semu ini, akan menjadi makanan empuk para spekulan. Bila momentumnya muncul dan ketidak pastian mulai merebak, mereka akan melepas secara sekaligus dalam jumlah besar. Pasar akan kebanjiran rupiah dan tentunya nilai rupiah akan anjlok.

Robin Hahnel dalam artikelnya Capitalist Globalism In Crisis: Understanding the Global Economic Crisis (2000), mengatakan bahwa globalisasi - khususnya dalam financial market, hanya membuat pemegang asset semakin memperbesar jumlah kekayaannya tanpa melakukan apa-apa. Dalam kacamata ekonomi Islam, mereka meraup keuntungan tanpa 'iwadh (aktivitas bisnis riil,seperti perdagangan barang dan jasariil) Mereka hanya memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang terdapat dalam pasar uang dengan kegiatan spekulasi untuk menumpuk kekayaan mereka tanpa kegiatan produksi yang riil.

Dapat dikatakan uang tertarik pada segelintir pelaku ekonomi meninggalkan lubang yang menganga pada sebagian besar spot ekonomi.
They do not work, they do not produce, they trade money for stocks, stocks for bonds, dollars for yen, etc. They speculate that some way to hold their wealth will be safer and more remunerative than some other way. Broadly speaking, the global credit system has been changed over the past two decades in ways that pleased the speculators (Hahnel, 2000).

Hahnel juga menyoroti bagaimana sistem kredit atau sistem hutang sudah memerangkap perekonomian dunia sedemikian dalam. Apalagi mekanisme bunga (interest rate) juga menggurita bersama sistem hutang ini.

Yang kemudian membuat sistem perekonomian harus menderita ketidak seimbangan kronis. Sistem hutang ini menurut Hahnel hanya melayani kepentingan spekulator, kepentingan segelintir pelaku ekonomi. Namun segelintir pelaku ekonomi tersebut menguasai sebagian besar asset yang ada di dunia.

Jika kita kaji pemikiran Hahner ini lebih mendalam akan kita lihat dengan sangat jelas bahwa perekonomian akan berakhir dengan kehancuran akibat sistem yang dianutnya, yakni kapitalisme ribawi

Penasihat keuangan Barat, bernama Dan Taylor,  mempunyai keyakinan bahwa sistem kewangan dan perbankan Islam mempuyai keunggulan system yang lebih baik berbanding dengan sistem keuangan Barat yang berasaskan riba. Krisis keuangan yang sedang dihadapai oleh negara-negara Barat seperti USA dan UK memberikan kekuatan secara langsung dan tidak langsung kepada sistem finansial Islam yang berdasarkan Syariah. Sistem keuangan Barat sudah runtuh.... "Islamic finance and banking will win", begitulah kata penasihat kewangan Barat. BDO Stoy Hayward says financial turmoil puts Islamic products in strong position.

According to the financial advisers Islamic banks areone of the few financial institutions who still have significant sums of money available to finance individuals and corporates, unlike their western banking counterparts, who will only continue to constrict their lending policies inlight of the current economic crisis.

Dan Taylor, Head of Banking at BDO Stoy Hayward, says: "As the riskprofile of Islamic Banks is generally lower than conventional western banks, this presents a more solid option for both retail and institutional investors and suggests that dealings with Islamic financial institutions will grow dramatically as people switch to more secure products in this environment."

"Further growth of Islamic banking in the UK will also be attributed to their more conservative approach to financing, as the risks are shared with the investor, much like the private equity model. In addition, it is more difficult for Islamic financial institutions to use leverage; therefore their risk profile is naturally lower," continues Taylor (Ahmad Sanusi Husein, IIUM)

Kembali kepada aktivitas riba para spekulan, bahwa Mereka meraup keuntungan dari selisih harga beli dan harga jual. Makin besar selisihnya, makin menarik bagi para spekulan untuk bermain.
Berdasarkan realitas itulah, maka Konferensi Tahunan Association of Muslim Scientist di Chicago, Oktober 1998 yang membahas masalah krisis ekonomi Asia dalam perspektif ekonomi Islam, menyepakati bahwa akar persoalan krisis adalah perkembangan sektor finansial yang berjalan sendiri, tanpa terkait dengan sektor riel.

Dengan demikian, nilai suatu mata uang dapat berfluktuasi secara liar.

Solusinya adalah mengatur sektor finansial agar menjauhi dari segala transaksi yang mengandung riba, termasuk transaksi-transaksi maya di pasar uang.

Gejala decoupling, sebagaimana digambarkan di atas, disebabkan, karena fungsi uang bukan lagi sekedar menjadi alat tukar dan penyimpanan kekayaan, tetapi telah menjadi komoditas yang diperjualbelikan dan sangat menguntungkan bagi mereka yang memperoleh gain. Meskipun bisa berlaku mengalami kerugian milyaran dollar AS.

Dapat disimpulkan, perekonomian saat ini digelembungkan oleh transaksi maya yang dilakukan oleh segelintir orang di beberapa kota dunia, seperti London (27 persen), Tokyo-Hong Kong-Singapura (25 persen), dan Chicago-New York (17 persen).

Kekuatan pasar uang ini sangat besar dibandingkan kekuatan perekonomian dunia secara keseluruhan. Perekonomian global praktis ditentukan oleh perilaku lima negara tersebut.

Karena itu, Islam menolak keras segala jenis transaksi maya seperti yang terjadi di pasar uang saat ini. Sekali lagi ditegaskan, "Uang bukan komoditas". Praktek penggandaan uang dan spekulasi dilarang. Sebaliknya, Islam mendorong globalisasi dalam arti mengembangkan perdagangan internasional.

Dalam ekonomiIslam, globalisasi merupakan bagian integral dari konsep universal Islam. Rasulullah telah menjadi pedagang internasional sejak usia remaja. Ketika berusia belasan tahun, dia telah berdagang ke Syam (Suriah), Yaman, dan beberapa negara di kawasan Teluk sekarang. Sejak awal kekuasaannya, umat Islam menjalin kontak bisnis dengan Cina, India, Persia, dan Romawi. Bahkan hanya dua abad kemudian (abad kedelapan), para pedagang Islam telah mencapai EropaUtara. Ternyata nilai-nilai ekonomi syariah selalu aktual, dan terbukti dapat menjadi solusi terhadap resesi perekonomian.

Di zaman Nabi Muhammad jarang sekali terjadi resesi. Zaman khalifah yang empat juga begitu.Pernah sekali Nabi mengalami defisit, yaitu sebelum Perang Hunain, namun segeradilunasi setelah perang. Di zaman Umar bin Khattab (khalifah kedua) dan Utsman (khalifahketiga) , malah APBN mengalami surplus. Pernah dalam zaman pemerintahan Khalifah Umar bin Abdul Aziz, tak dijumpai lagi satu orang miskinpun!!!

Apa rahasianya? Kebijakan moneter Rasulullah Saw -- yang kemudian diikuti oleh para khalifah -- selalu terkait dengan sektor riil perekonomian berupa perdagangan. Hasilnya adalah pertumbuhan sekaligus stabilitas.

Pengaitan sektor moneter dengan sektor riil merupakan obat mujarab untuk mengatasi gejolak kurs mata uang -- seperti yang melanda Indonesia sejak akhir 1997 sampai saat ini. "Perekonomian yang mengaitkan sektor moneter langsung dengansektor riil akan membuat kurs mata uang stabil." Inilah yang dijalankan bank-bank Islam dewasa ini, di mana setiap pembiayaan harus ada underline transactionnya.Tidak seperti bank konvensional yang menerapkan sistem ribawi.

Tantangan umatIslam dewasa ini adalah menunjukkan keagungan dan keampuhan ekonomi syariah.Tidak hanya bagi masyarakat muslim, melainkan juga bagi masyarakat non muslim,tidak hanya di Indonesia tetapi juga  di dunia international. Islam ternyata mewariskan sistem perekonomian yang tepat, fair, adil, manusiawi, untuk menciptakan kemaslahatan dankesejahteraan hidup, tidak hanya di dunia, tapi juga di akhirat . Wallahu a'lam

(Penulis adalah Sekjen DPP Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia dan Dosen Pascasarjana UI dan Trisakti)



Ekonomi Internasional - Rabu, 10 Agt 2011 01:47 WIB

Gejolak Pasar Saham Perburuk Krisis Ekonomi Global
Beijing/S’pore, (Analisa).
http://www.analisadaily.com/news/read/2011/08/10/7880/gejolak_pasar_saham_perburuk_krisis_ekonomi_global/

Ekonomi global terjerumus lebih dalam menuju krisis karena pasar saham terus mengalami kontraksi Selasa, dengan investor hilang kepercayaannya bahwa AS dan Eropa bisa mengatasi beban hutangnya dengan cepat dan terhindar dari berulangnya resesi (double-dip).
Bahkan ketika pasar saham Asia bangkit kembali setelah sempat tertekan ketika pasar mereka ditutup, saham Eropa anjlok untuk sesi kedelapan, dengan berbagai berita tentang merosotnya produksi pabrik di Inggris dalam Juni yang menunjukkan lemahnya ekonomi.

Trauma pasar yang semakin bertambah makin menekan Badan Cadangan Federal AS (Fed) agar mengumumkan langkah baru guna mendukung ekonomi AS pada pertemuan kebijakan reguler mereka Selasa. Namun analis mengatakan, opsi Fed nampaknya akan terbatas, dan Fed diperkirakan tetap mempertahankan tingkat suku bunga acuannya.

"Spekulasi beredar bahwa Ketua Fed Ben Bernanke mungkin akan berbuat lebih banyak untuk memulihkan kepercayaan dengan rangkaian lain pembelian asetnya," kata Philippe Gijsels, kepala bagian riset BNP Paribas Fortis Global Market di Brussel.

Investor khawatir bahwa dengan kepercayaan dalam prospek ekonomi global yang semakin menguap, pasar keuangan akan tetap merosot, hingga hanya akan menciptakan lingkaran pesimisme.

Mulai Senin kemarin, kerugian di pasar saham mencapai sekitar $3,8 triliun secara global akibat gejolak belakangan ini karena pembeli lebih memilih selamat untuk aset dalam bentuk yen Jepang, franc Swiss dan emas yang kembali mencapai rekor harganya Selasa.

Kabar Kurang Baik dari China

Ketika risiko agak berkurang di Asia dan Eropa, Selasa, ada kabar kurang baik, kali ini dari China, mesin utama penggerak ekonomi global yang sedang rewel. Data resmi menunjukkan bahwa output industri China tumbuh melamban dan tingkat inflasi tahunannya bergerak cepat hingga 6,5% dalam Juli. Tekanan inflasi membuat bank sentral negara itu terjepit ketika berusaha tetap bisa mengendalikan harga tanpa menyeret turun ekonomi yang sudah menghadapi ancaman terus dari luar negeri.

China kemungkinan tidak berada dalam posisi sebagaimana perannya tahun 2008 dalam mengangkat ekonomi global. Ketika kebangkrutan Lehman Brothers menyebabkan kemerosotan di seluruh dunia, China memberlakukan paket stimulus yang membantu menopang ekonominya sendiri dan mengangkat ekonomi dunia. Bagaimanapun, beberapa analis minta agar Beijing bertindak.

"Sudah waktunya bagi Beijing mengumumkan ke seluruh dunia bahwa pihaknya akan berusaha menstimulasi lagi permintaan domestiknya," kata Tang Yunfei, analis di Founder Securities di Beijing. "Empat tahun setelah krisis keuangan, kini semakin jelas bahwa defisit terbesar bukanlah di dalam kredit, akan tetapi kredibilitas," kata ekonom Kenneth Rogoff dari Universitas Harvard.

"Pasar bisa saja menyesuaikan diri dengan turunnya pertumbuhan global, namun tidak bisa mengatasinya dengan kehilangan kepercayaan yang terus meningkat dalam kepemimpinan dan semikin terasanya kalau para pembuat kebijakan semakin jauh dari realitas," kata Rogoff. (Rtr/sy.a)

Ekonomi Market - Jumat, 12 Agt 2011 00:21 WIB
Pasar Global Bergerak Tak Menentu, Sebagian Valuta Asia Masih Tertekan

Singapura, (Analisa).
http://www.analisadaily.com/news/read/2011/08/12/8179/pasar_global_bergerak_tak_menentu_sebagian_valuta_asia_masih_tertekan/

Dolar Singapura naik pada Kamis (11/8) merespons ramainya investor menyelamatkan aset mereka dari gejolak pasar global.
Pelarian ke arah safety mendorong dolar Singapua naik 0,6% dan membawa negara itu mengikuti AS dan Swiss di mana suku bunga jangka pendek negatif, yang bermakna mendepositkan uang di negara-negara tersebut sama dengan bersedia membayar kepada perbankan sebagai imbalan untuk menyimpan uang.

Sementara won akhirnya pulih seiring keberhasilan bursa lokal yang mampu lolos dari seretan kejatuhan Wall Street.

Di sisi lain, spekulasi berkembang bahwa China akan memperlebar band perdagangan yuan dan membiarkan mata uangnya terapresiasi lebih cepat.

Namun, investor masih enggan mengambil posisi besar pada unit Asia karena krisis utang Eropa yang kini mulai menghunjam ke sektor perbankan menimbulkan ancaman risiko sistemik.

Berlanjtunya outflow dari bursa saham di Indonesia mengakibatkan rupiah tertekan.

Pada awal perdagangan rupiah berada di level 8.540

Bank Indonesia (BI) mencatat dalam 5 hari terjadi penurunan cadangan devisa Indonesia sebesar US$500 juta.

Bank sentral mencatat cadangan devisa Indonesia pada 5 Agustus 2011 sempat tembus ke level US$ 123,2 miliar namun turun pada 10 Agustus 2011 menjadi US$122,7 miliar akibat gejolak pasar finansial global.

Pada pukul 10.00 WIB, rupiah berada di level 8.548.

Tidak hanya cadangan devisa, kepemilikan asing di Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan Surat Berharga Negara (SBN) juga mengalami penurunan.

Pada tengah hari, rupiah berada di posisi 8.555.

Pada sore hari, rupiah bergerak pada kisaran 8.540 - 8.555.

IHSG naik tipis 5,79 poin (0,14%) ke level 3.869,37

Rupiah ditutup 8.530 per dolar AS Kamis, turun dari 8.520 Rabu.
Kurs terakhir berbagai mata uang Asia terhadap dolar AS, tercatat sebagai berikut:

Dolar Singapura: 1.2140 per dolar AS, naik dari 1.2213
Dolar Taiwan: 28,990, naik dari 29,010
Won Korea : 1.080,70, turun dari 1.079,60
Baht Thailand : 29,91, turun dari 29,80
Peso Filipina : 42,54, turun dari 42,48
Rupee India : 45,30, turun dari 45,16
Ringgit Malaysia : 3,0045, turun dari 3,0010
Yuan China :6,3911, naik dari 6,4169
Di Tokio, dolar naik hingga 77,23 yen sesi hari ini sebelum akhirnya kehabisan tenaga.
Dolar kemudian jatuh di balik spekulasi China melepas dolar AS terhadap valuta Asia.

Greenback semakin tertekan dengan adanya pembicaraan tentang kemungkinan China memperlebar pita perdagangan yuan atau membiarkan mata uang itu naik lebih cepat.

Kekhawatiran terhadap intervensi Jepang untuk menekan yen dan dolar yang dalam tren penurunan membuat dolar/yen diperdagangkan pada kisaran sempit.

Indeks Nikkei ditutup 56,80 (0,63%) lebih rendah ke level 9.981,94

Dolar AS terakhir tercatat 77,64 yen, turun 0,3% dari sebelumnya.

Di London, euro melunak dari penguatan awal atas dolar bersamaan dengan turunnya saham perbankan Eropa, yang menimbulkan kekhawatiran krisis utang pemerintah Eropa telah merasuk ke sektor finansial.

Yen naik mendekati rekor tertinggi atas dolar, pulih dari kejatuhan tajam seiring berlanjutnya pembelian investor atas mata uang safe haven itu sekalipun spekulasi berkembang bahwa bank sentral Jepang akan melakukan intervensi.

Penurunan harga saham di Eropa dari kenaikan pagi hari mendorong investor melepas aset berisiko, termasuk euro, sementara sistem penjualan stop loss otomatis mengakibatkan harga tertekan jauh ke titik terendah intraday.

Munculnya risk aversion diakibatkan kekhawatiran kisruh utang telah mengguncangkan perbankan Prancis dan surat utang negeri itu terancam degradasi.

Kurs dolar AS terhadap valuta- valuta utama lainnya dapat dicatat sebagai berikut:

Yen Jepang: 76,57 per dolar AS, turun dari 76,90
Franc Swiss: 0,7397, naik dari 0,7262
Dolar Kanada: 0,9943, naik dibanding 0,9940.
Sterling terhadap dolar AS: 1,6154, menguat dari 1,6131
Euro terhadap dolar AS: 1,4149, turun dari 1,4172.

HARGA EMAS


Di Comex New York, harga merosot pada pembukaan perdagangan hari Kamis.

Kontrak Desember diperdagangkan pada level $1,781.30 per ounce, turun $3,20 dari sebelumnya.

Harga spot pada jam 13.05 GMT (20.05 WIB) tercatat $1.768,30, tergerus $28,10 dari sebelumnya.

Di London, emas jatuh 1% lebih dari rekor tertinggi yang terjadi pada sesi Asia akibat dinaikkannya margin perdagangan.

Langkah Grup CME menaikkan margin untuk perdagangan di Comex mendorong investor menjual emas guna menikmati keuntungan dari kenaikan dalam beberapa waktu terakhir.

CME, bursa komoditi terbesar dunia, menaikkan ketentuan perdagangan future sebesar 22,2 % menjadi US$5.500 per kontrak dari sebelumnya $$4.500.

Membaiknya pasar efek, meskipun terjadi kemerosotan pada saham-saham perbankan Prancis, juga menunjukkan terjadinya peningkatan risk appetite, yang menyusutkan minat investasi pada emas.

Namun pasar masih mendapat dukungan dari kecemasan terhadap sektor perbankan Eropa akibat prospek surat utang Prancis yang terancam turun dari AAA akibat exposure perbankannya yang terlalu besar ke sejumlah negara Eropa yang dililit utang.

Pada siang hari, harga emas tercatat $1.780,29 per ounce, turun 0,8% dari penutupan sebelumnya di New York.

Harga perak tercatat $39,04, turun 0,6% dari sebelumnya.

Di Asia, emas melunak akibat adanya pembatasan perdagangan margin.

Sebelum keluarnya ketentuan baru soal margin tersebut, emas sempat mencacah rekor baru $1.815,50 dan minyak Brent jatuh lebih dari $1 seiring pelarian dana investasi ke dalam bentuk safe haven

Investor lebih memilih emas sebagai aset aman menyusul aksi sell-off yang kembali mengguncang Wall Street, didsulut ketakutan krisis utang Eropa dapat menyebar ke Prancis.

Kegundahan kembali melanda pasar di tengah rumor yang menyebutkan Prancis kemungkinan dalam kesulitan keuangan.

Perkembangan terbaru tersebut menutup pengaruh janji Fed yang akan mempertahankan suku bunga rendah.

Di Singapura, spot terakhir tercatat $1.787,61 per ounce, turun $6,89 dari penutupan sebelumnya.

Di Tokio, kontrak benchmark Januari 2012 untuk sesi sore tercatat 4.405,00 yen per gram, naik 81 yen dari sebelumnya.

Di Hong Kong, harga spot emas ditutup $1.782,50 per ounce Kamis, naik dari $1.761,50 Rabu. (RM/AP/Rtr/AFP/Ant/My)

Ekonomi - Hari ini Pkl. 00:26 WIB
Banyak Orang Antre Beli Emas Murni di Aneka Tambang
Jakarta, (Analisa).
http://www.analisadaily.com/news/read/2011/08/13/8384/banyak_orang_antre_beli_emas_murni_di_aneka_tambang/

Puluhan orang rela antre di PT Aneka Tambang Tbk hanya untuk membeli butiran-butiran logam berharga emas. Tak hanya di Indonesia, perburuan investor terhadap emas juga terjadi di banyak negara.
Termasuk juga di Amerika Serika, di mana orang-orang sampai tidak ada yang mau menjual emasnya karena ekspektasi harganya akan terus naik. Mariabi Peenya yang Membagi- bagikan selembaran di sudut 47th Street and Fifth Avenue di Diamond District di New York sampai kesulitan menemukan orang yang lewat yang ingin menjualkan emas mereka untuk uang tunai.

Di Mexico City, Paulino Luna mengatakan, jumlah pelanggan yang datang ke tokonya di sebuah banguan era kolonial, dimana ia berinvestasi emas selama 25 tahun, sangat sedikit.

Dan di Chennai, India, Daman Prakash Rathod yang biasanya menemukan banyak dealer emas lokal kini semakin sedikit.

Di berbagai belahan dunia, harga emas yang sudah naik hingga 20% sejak Juni gagal memikat banyak orang untuk menjual emas mereka, pusaka dan perhiasan keluarga seperti yang terjadi ketika krisis keuangan tahun 2008.
Keberhasilan besar industri "tunai untuk emas" selama tiga tahun terakhir, membuat orang terus menjual emas mereka, sehingga semakin sedikit orang yang memiliki "emas lama".

Siapapun yang "mencairkan" emas ketika harganya melonjak pada tahun 2008 berarti telah melewatkan masa-masa lonjakan harga yang sudah mencapai dua kali lipat. Bahkan dengan janji Bank Sentral AS yang akan menahan suku bunga rendahnya dalam 2 tahun, maka reli harga emas tidak memiliki tanda-tanda melambat.

Namun sepertinya orang-orang yang masih memiliki emas kemungkinan menahannya untuk mendapatkan harga yang lebih tinggi.

"Ini tidak seperti pada tahun 2008. Entah orang menunggu sampai harganya mencapai $US 2000, atau mereka sudah kehabisan," kata Peenya sambil berlalu di jalanan di New York sembari menjanjikan harganya lah yang paling bagus, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (12/8).

Karena Harga Melonjak

Di Indonesia, aksi perburuan terhadap logam berharga ini juga cukup tinggi. Direktur Utama Antam Alwinsyah Loebis bahkan mengungkapkan, banyak orang mengantre beli emas meski kemarin harganya melonjak tajam.

Pada pemantauan penjualan emas di Logam Mulia --unit usaha perseroan khusus jual beli emas-- terlihat 200 orang mengantre untuk beli emas.

"Masyarakat kita itu kaya juga ya. Kemarin (Rabu, 10/8/2011) ada 200 orang yang antre.

Kita senang tapi sulit melayani permintaan yang besar," ungkap Alwin kepada wartawan di Senayan, Jakarta, Kamis (11/8) malam.

Namun diakuinya, tingginya harga emas seiring dengan terus naiknya harga, tidak disertai dengan tambahan pasokan. Pasokan dari tambang-tambang emas Antam juga diakuinya tidak bertambah dengan signifikan.

"Suplai juta segitu-gitu saja. Dan itu juga yang terjadi di dunia. Dari sisi penjualan kami di semester I sebenarnya sudah naik 6%, kita sudah usaha termasuk produksi (emas) di Cibaliung dan disupplai dari penambang lain," kata Alwin.

Sebagai catatan, target produksi emas perseroan 2011 mencapai 3.025 kg, dimana 1.241 kg (41%) terealisasi hingga semester I ini. Sementara penjualan dicanangkan mencapai 5.820 kg hingga Desember, dengan realisasi 3.611 kg (61%) di semester I.

Harga emas sendiri kemarin akhirnya ditutup turun tipis, setelah sempat menembus rekor tertingginya di US$ 1.800 per ounce. Pada perdagangan Kamis (11/8/2011), harga emas di pasar spot bertahan di level US$ 1.765,99. Rekor tertinggi harga emas adalah di US$ 1.813,79 per ounce.

Selama sepekan, harga emas sudah naik hingga 6,2%, sekaligus menjadi pekan terbaik sejak Januari 2009. (dtc)

Singkat Ekonomi - Rabu, 03 Agt 2011 00:17 WIB
Korsel Beli Emas untuk Pertama Kali dalam 13 Tahun
Seoul, (Analisa).

Bank Sentral Korea Selatan, Selasa (2/8) mengatakan, pihaknya membeli emas untuk pertama kalinya dalam 13 tahun, dalam rangka diversifikasi cadangan devisanya menjauh dari dolar.
Bank of Korea (BoK) mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka membeli 25 ton emas dari pasar global antara Juni dan Juli, membawa total cadangan emas 39,4 ton pada akhir Juli.

"Pembelian emas, sebagai jaring pengaman, akan membantu kami mengatasi gejolak pasar keuangan global dan meningkatkan kepercayaan investor di Korea pada saat krisis," Hong Taeg-Ki, kepala manajemen cadangan devisa bank mengatakan kepada Dow Jones Newswires.

Dia tidak mengomentari apakah akan ada pembelian lebih.

Ini adalah pertama kalinya bank telah membeli emas sejak pembelian logam mulia Korea selama krisis keuangan Asia Timur 1997-1998.

Individu pada waktu itu mengumpulkan emas dari rumah mereka untuk membantu negara mereka mengatasi krisis.

Sejak krisis keuangan 2008, emas telah menjadi semakin menarik untuk bank sentral di seluruh dunia, dan harganya telah meningkat tajam. Total cadangan devisa bank sentral berada pada rekor tinggi 311,04 miliar dolar AS pada akhir Juli.(Ant/AFP)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar