Sabtu, 20 Agustus 2011

Audit Forensik BPK soal Centurygate Ungkap Keterlibatan Boediono !...>>..Posisi Boediono sebagai mantan gubernur BI bakal tersedak. Sebab, audit forensik Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah mencapai 35 persen. Dalam audit tersebut mulai terungkap kemana saja aliran dana bailout Century. Inikah jalan lapang melengserkan Wakil Presiden Boediono? Kasus bailout Bank Century sebesar Rp6,7 triliun kini memasuki babak baru. BPK sejak Juni telah melakukan audit forensik terhadap aliran dana bailout Century yang dimulai sejak FPJP, PMS, hingga bailout. Rencananya November mendatang proses audit forensik ini selesai. Anggota Tim Pemgawas Century Fahri Hamzah menyebutkan hasil audit forensik BPK telah kelar hingga 35 persen. Meski belum tuntas, Fahri mengaku kinerja BPK cukup memuaskan.....>> SEMPAK (Serikat Mahasiswa Pemuda Anti Koruptor) mempertanyakan secara keras kenapa pengungkapan kasus korupsi di Indonesia masih baru sebatas menjaring koruptor kelas teri, the big fish selalu lolos. Ia membeberkan contoh antara lain skandal Century yang melibati mantan Gubernur Bank Indonesia Boediono dan mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indarwati, yang sampai saat ini tidak berani dituntut dan diadili. Padahal, mereka saat itu adalah pejabat kunci yang mengeluarkan kebijakan pemberian dana talangan kepada Bank Century, sehingga mengakibatkan negara dirugikan 1,7 Triliyun rupiah.>>..Terungkap, Pemerintahan SBY-Boediono lakukan penyimpangan APBN!...>>> Beberapa penyimpangan yang terjadi, akan disampaikan para elit partai berlambang kepala burung garuda tersebut, termasuk adik kandung Prabowo Subianto, Hasyim Djojohadikusumo. "Selain Pak Hasyim, Fadli Zon juga akan ungkap salah urus penggunaan APBN yang jumlahnya membengkak ini. Kami akan beberkan saat menggelar jumpa pers," ujar Sekretaris Bakom Gerindra, Asrian Mirza saat dihubungi wartawan....>>..Kasus Century masih menjadi prioritas DPR. Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso menyatakan pihaknya tengah membentuk tim kecil yang bertugas untuk membantu investigasi dari tim audit forensik Badan Pemeriksa Keuangan dan membantu proses yang tengah berjalan di Komisi Pemberantasan Korupsi...>> Lalu Kemana saja ICW yang katanya sangat anti korupsi dan pemberani itu..... Mana itu Sdr Febri Sang Aktor Jagoan.... Hayoooo Gerakan ... KPK agar segera menangkap dedengkot... Korupsi di Century... dan APBN.... ???? >>> Hayyooo para Pendekar Hukum yang gagah Berani itu.... mana ... kini jelas ada lawan setimpal... Direzim Pemerintahan SBY bersarang ... Super Big Big Fish......>>> .... Mana itu Law Forum... dan macam2,,, jagoan2... Hukum... yang hebat2...!!!!!...

Audit Forensik BPK soal Centurygate Ungkap Keterlibatan Boediono !




 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
JAKARTA- Posisi Boediono sebagai  mantan gubernur BI bakal tersedak. Sebab, audit forensik Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah mencapai 35 persen. Dalam audit tersebut mulai terungkap kemana saja aliran dana bailout Century. Inikah jalan lapang melengserkan Wakil Presiden Boediono?
Kasus bailout Bank Century sebesar Rp6,7 triliun kini memasuki babak baru. BPK sejak Juni telah melakukan audit forensik terhadap aliran dana bailout Century yang dimulai sejak FPJP, PMS, hingga bailout. Rencananya November mendatang proses audit forensik ini selesai.
Anggota Tim Pemgawas Century Fahri Hamzah menyebutkan hasil audit forensik BPK telah kelar hingga 35 persen. Meski belum tuntas, Fahri mengaku kinerja BPK cukup memuaskan. "Kami sangat puas dengan cara kerja dan kemampuan BPK. Mudah-mudahan akan berlanjut sehungga tuntas dari evaluasi forensik secara keseluruhan dari proses merger hingga bailout," katanya seusai rapat dengan BPK di gedung DPR, Jakarta, Kamis (18/8/2011).
Ketika ditanya lebih detil terkait kerja audit forensik oleh BPK, Fahri yang juga Koordinator Tim Kecil Timwas Century, enggan merincinya. Hanya saja dia mencontohkan seperti persoalan Antaboga yang selama ini diklaim manajemen Bank Century termasuk Bank Mutiara sebagai produk di luar Bank Century. "Nah hasil audit forensik BPK, tidak ada bedanya transaksi Bank Century dan Ataboga. Karena praktiknya mengunakan joint account. Ini pukulan telak," tegas politikus PKS ini.
Wakil Ketua Komisi Hukum DPR ini menegaskan hasil audit forensik BPK ini sama sekali tidak mengurangi atau menghilangkan tindak pidana korupsi dalam kasus Bank Century. Dia menegaskan audit forensik BPK akan mengungkapkan banyak kejanggalan. "Seperti orang tertentu yang tidak dikenal punya duit miliaran, tapi tidak sesuai profil nasabah," ucapnya.
Sementara anggota Timwas Century Bambang Soesatyo menegaskan hasil audit forensik BPK diharapkan akan membuka awan gelap di KPK khususnya terkait kasus Century. "Kami berharap kasus Century terungkap," tegasnya.
Dia menegaskan pada akhirnya hasil audit forensik akan mengarah pada proses politik dengan menggunakan Hak Menyatakan Pendapat (HMP). "Pada akhirnya kita akan melakukan HMP kepada Wakil Presiden Boediono yang saat bailout Century menjadi Gubernur Bank Indonesia," tandasnya.
Dalam rapat internal Tim Kecil Timwas Century dengan BPK dihadiri seluruh fraksi kecuali Fraksi Partai Demokrat, audit forensik menjadi kesepakatan Timwas Century untuk menelusuri aliran dana sebagaimana hasil sidang paripurna DPR pada 3 Maret 2010 lalu. Akankah audit forensik mengarah pemakzulan Boediono? Bisa saja terjadi. Kita lihat saja.[rima]
 

KPK Didesak Tangkap Boediono, Sri Mulyani, dan Andi Mallarangeng




JAKARTA, - Amir, Koordinator SEMPAK (Serikat Mahasiswa Pemuda Anti Koruptor) mempertanyakan secara keras kenapa pengungkapan kasus korupsi di Indonesia masih baru sebatas menjaring koruptor kelas teri, the big fish selalu lolos.
Ia membeberkan contoh antara lain skandal Century yang melibati mantan Gubernur Bank Indonesia Boediono dan mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indarwati, yang sampai saat ini tidak berani dituntut dan diadili. Padahal, mereka saat itu adalah pejabat kunci yang mengeluarkan kebijakan pemberian dana talangan kepada Bank Century, sehingga mengakibatkan negara dirugikan 1,7 Tryiun rupiah.
Ia juga memprihatinkan perlakuan tebang pilih menimpa Wafid Muharam (sesmenpora) yang dijadikan pesakitan. Sementara atasannya di Kemenpora (Andi Malarangeng) dibiarkan bebas berkeliaran.
Amir membeberkan dari keterangan Wafid dan Mindo Rosalina Manulang dipersidangan, secara terang benderang telah mengungkapkan secara jelas  keterlibatan Andi Malarangeng membantu PT Duta Graha Indah (DGI) untuk memenangkan proyek pembangunan Wisma Atlet di Jakabaring Palembang.
Keterlibatan Andi Malarangeng sebagai atasan Wafid Muharam sangat logis menurut hukum. Amir beralasan, Wafid tdk memiliki kewenangan. Ia bukan pimpinan untuk mengambil keputusan dalam proyek Kemenpora, termasuk proyek pembangunan fasilitas olahraga di Hambalang, Sentul, Jawa Barat.
Ingat! Ungkap Amir, apabila suatu negara menegakkan hukum berlaku seperti mata pedang yang tajam kebawah namun tumpul ke atas, maka tunggulah kebinasaan negara itu. Ia menyitir sebuah kisah tentang Nabi Muhamad SAW sendiri telah mencotohkan seandainya Fatimah anaknya melakukan pencurian niscaya ia akan potong tangannya.
Apabila kondisi hukum masih seperti ini, maka dalam waktu dekat ia bersama kawannya akan turun ke jalan. Doakan perjuangan kami untuk menegakkan keadilan dan supremasi hukum di negeri ini, kata Amir bersemangat sekaligus menutup wawancaranya. [RIMANEWS]
 

Terungkap, Pemerintahan SBY-Boediono lakukan penyimpangan APBN!



JAKARTA, - Pemerintahan SBY-Boediono terbukti telah melakukan penyimpangan APBN. Setidaknya hal itu terungkap dalam laporan investigasi yang dilakukan Partai Gerindra.

Beberapa penyimpangan yang terjadi, akan disampaikan para elit partai berlambang kepala burung garuda tersebut, termasuk adik kandung Prabowo Subianto, Hasyim Djojohadikusumo.
"Selain Pak Hasyim, Fadli Zon juga akan ungkap salah urus penggunaan APBN yang jumlahnya membengkak ini. Kami akan beberkan saat menggelar jumpa pers," ujar Sekretaris Bakom Gerindra, Asrian Mirza saat dihubungi wartawan.
Selain Partai Gerindra, PDI-Perjuangan juga pernah mengusulkan adanya Panja penyimpangan anggaran DPR. Panja ini, akan mengungkap benar tidaknya adanya penyimpangan uang negara yang dilakukan.
"Paling tidak kalau mendapat dukungan dari fraksi-fraksi di DPR, panja akan bekerja sekaligus bersih-bersih di lembaga yudikatif. Pembahasan anggaran dari Komisi I sampai Komisi XI DPR, pembahasan anggaran yang dilakukan bersama dengan pemerintah," ujar Ketua DPP PDI-P Bidang Hukum, Trimedya Panjaitan.(yus/primair/rimanews)
 
 

Timsus Siap Bangkitkan Lagi 'Mayat Hidup Century'




JAKARTA,
 - Kasus Century masih menjadi prioritas DPR. Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso menyatakan pihaknya tengah membentuk tim kecil yang bertugas untuk membantu investigasi dari tim audit forensik Badan Pemeriksa Keuangan dan membantu proses yang tengah berjalan di Komisi Pemberantasan Korupsi.

Tim ini diketuai oleh politisi PKS Fahri Hamzah. Anggotanya, tiap fraksi satu orang, antara lain Bambang Soesatyo dari Fraksi Golkar, Gayus Lumbuun dari Fraksi PDIP dan, Akbar Faisal dari Fraksi Hanura. Tim gabungan ini bertugas untuk menginvestigasi dugaan penyimpangan bailout Bank Century Rp6,7 triliun pada 2008.
"Sudah ada tim khusus untuk audit forensik (dari BPK) yang bersifat investigasi lanjutan terhadap beberapa misteri penyelewengan yang ada dalam skandal Century itu. Saat ini mreka sudah saya disposisi. Timwas di DPR juga akan membentuk tim kecil menindaklanjuti itu bersama dengan tim KPK dan sehari-hari dengan tim audit BPK yang akan mengaudit kasus itu," ujar Priyo di Gedung DPR RI, Kamis (14/7/2011).
Priyo menampik tim kecil bentukan DPR ini sebagai bagian dari ketidakpercayaan DPR terhadap KPK. Menurutnya, KPK yang menawarkan untuk membentuk tim itu. Ia mengaku memang terdapat kemajuan, saat rapat tertutup dengan Kejaksaan dan KPK. Tetapi Sudah ada kemajuan, tetapi kemajuan itu dinilainya sangat lamban didapat. Ia berharap misteri Skandal Century tetap menunjukkan kemajuan dalam penyelesaiannya.
"Masih terlalu lamban dengan impian kami agar cepat selesai semua. Intinya di Dewan Gubernur (BI) ada kejanggalan. KPK memberitahu telah memeriksa Boediono, memeriksa seluruh dewan gubernur, dan Sri Mulyani," tegasnya.
Rencananya ke depan semua tim dari tiga lembaga tersebut akan merencanakan langkah selanjutnya di DPR RI secara terbuka. Sementara itu, proses tim masing-masing akan tetap berjalan. Untuk tim audit forensik sendiri di BPK telah terpilih 60 orang terbaik. Sementara itu, lanjut Priyo, untuk KPK tim di pimpin oleh salah satu Pimpinan KPK, Chandra M Hamzah.
"KPK timnya Pak Chandra dan mereka nantinya melaporkan (hasil) ke kita (DPR). Tim ini pula yang nanti kita beri mandat untuk mengadakan koordinasi dengan tim audit forensik dari BPK. Tidak ada deadline kapan selesainya, tapi kita berharap mereka cepat tanggap dan tegas," tandas Priyo.[ach/KCM]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar