Jumat, 19 Agustus 2011

Waspadalah.....Waspadalah... Wahai Umat Islam... dan Muslimin.....>>> Zaman Dajjal telah tersingkap......Bersatulah para Ulama dan Ummat Muslimin.... dan Awaslah... Jangan tergoda oleh politik Penguasa Rajkus...dan Tekebur....Waspadalah... Ulama2... Haq... dan terjerumus oleh Ulama2 Suu' yang jahil dan menjual agama ..demi kedudukan dan harta....Kini Bukti2...terungkap.....Awas.....Awas.... Obama dan begundalnya...jahatnya... Konspirasi Penjajahan Kriminal Internasional.... yang selalu saja melibatkan berbagai lembaga Dunia... al UN Security Council.. adalah Badan Dunia yang dikuasai Setan2 dan Dajjal2...Penjajah Kriminal Internasional.....sejak didirikannya..... Lihatlah peristiwa Palagan Ambarawa...dan 10 Nopember 1945...di Surabaya..... Sejarah..Bung.... Lihatlah.... dan Waspadalah....>>> ...Obama untuk pertama kalinya angkat bicara soal Assad....>>.....AS membunuh Muslim demi kepentingan Israel....>>...“Mereka (pemerintah AS) melihat betapa mudahnya untuk memancing protes di negara-negara Arab, mengirimkan tentara bayaran untuk membunuh rakyat, menyalahkan pemimpin Arab dan kemudian membombardir negara-negara itu,” ujar Nashid Abdul Khaaliq seperti yang dilaporkan Press TV dalam sebuah wawancara khusus. “Tujuan mereka selalu sama : mencuri sumber daya negara-negara Muslim dan mendapatkan dominasi dunia untuk kepentingan Israel,” ujar Khaaliq yang merupakan lulusan dari Institut Teknologi Massachusetts yang juga berkerja di Arab Saudi sebagai analis sistem...... Lihatlah apa yang terjadi di Palewstina...Iraq...Afghanistan....Libya... Syria...dlll.....>>... Waspadalah politik adu domba dan memecah belah Ummat...Islam...Allahumma afrigh alaina shabran watsabbit aqdamana wanshurna alaqoumil-kafirin....Ya Rabbana unshurna alalqoumi-zdzdalimin... ya ... Allahumma ya rabbana Unshurna mimma kazdzdabun.....Alahumma ya rabbana innana wa amanna.. faghfirlana zdunubana..waqina azdabannar....Amin....>>

 
20 Ramadhan 1432 H / 20 Agustus 2011

Obama untuk pertama kalinya angkat bicara soal Assad

Althaf
Jum'at, 19 Agustus 2011 11:13:13
Hits: 619. http://arrahmah.com/read/2011/08/19/14789-obama-untuk-pertama-kalinya-angkat-bicara-soal-assad.html


ya Allah yabbana kuatkan dan limpahkan keberkahan dan kemenangan kepada bangsa Syria dan Sdr Assad..... dan Umat Islam Syria dan Dunia..beserta para pendukungnya dan tegakkan syariah Islam secara kaffah dan jaya.... Amin...


WASHINGTON (Arrahmah.com) – 

Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, pada hari Kamis (18/8/2011) menyerukan Presiden Suriah, Bashar al-Assad, untuk menghentikan tindakan brutal dari pasukan Suriah untuk menumpas demonstrasi terhadap 41 tahun pemerintahan keluarga Assad.
“Demi rakyat Suriah, saatnya telah tiba bagi Presiden Assad untuk menyingkir,” kata Obama sebagai pengantar dalam pidato pengumuman pemberian sanksi untuk membekukan semua aset pemerintah Suriah di bawah yurisdiksi AS, termasuk menghentikan semua transaksi antara AS dengan pemerintah Assad.
Langkah ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan tekanan pada Assad, yang telah menggunakan militer dan pasukan keamanan untuk menyerang para demonstran yang berusaha mengakhiri empat dekade pemerintahan otoriter Assad dan mendiang ayahnya, Hafez al-Assad.
Sementara Amerika Serikat sebelumnya telah menyerukan Assad untuk memulai reformasi demokratis. Namun pernyataan Obama ini menandai seruan eksplisit pertamanya agar Assad pergi dari kekuasaan. Hal ini pun mencerminkan kesimpulan AS bahwa Assad tidak mampu melakukan reformasi.
Seruan dan sanksi yang ditetapkan AS diikuti oleh langkah serupa dari Inggris, Perancis, dan Jerman – tiga kekuatan Uni Eropa terkemuka. Ketiga negara itu juga menyerukan Assad untuk menyingkir.
AS memberlakukan pelarangan impor minyak bumi atau produk petroleum Suriah – yang merupakan sebagian kecil dari plot impor minyak AS – dan melarang warga negara AS melakukan investasi di Suriah.
Amerika Serikat telah memberlakukan beberapa putaran sanksi terhadap Assad dan para pejabat Suriah serta lembaga keuangan Suriah, tetapi sanksi-sanksi ini diyakini tidak memberikan dampak (ekonomi dan politik) yang signifikan bagi AS.
Amerika Serikat telah lama menuduh Suriah menjadi negara sponsor terorisme, ikut campur dalam urusan Lebanon, mendukung ‘militan’ Palestina, dan melakukan kekerasan terhadap pasukan AS di Irak. (althaf/arrahmah.com)
20 Ramadhan 1432 H / 20 Agustus 2011

AS membunuh Muslim demi kepentingan Israel

Hanin Mazaya
Jum'at, 19 Agustus 2011 14:24:47
Hits: 1239
WASHINGTON (Arrahmah.com)

Seorang aktivis Islam Amerika menuduh bahwa AS mengirimkan agen-agennya ke negara-negara Muslim untuk menimbulkan masalah dan melakukan invasi militer di negara-negara itu demi kepentingan Israel.
“Mereka (pemerintah AS) melihat betapa mudahnya untuk memancing protes di negara-negara Arab, mengirimkan tentara bayaran untuk membunuh rakyat, menyalahkan pemimpin Arab dan kemudian membombardir negara-negara itu,” ujar Nashid Abdul Khaaliq seperti yang dilaporkan Press TV dalam sebuah wawancara khusus.
“Tujuan mereka selalu sama : mencuri sumber daya negara-negara Muslim dan mendapatkan dominasi dunia untuk kepentingan Israel,” ujar Khaaliq yang merupakan lulusan dari Institut Teknologi Massachusetts yang juga berkerja di Arab Saudi sebagai analis sistem.
Ia juga memperingatkan bahwa serangan berikutnya oleh Washington adalah Suriah.
Ratusan orang dilaporkan tewas dalam bentrokan sejak awal protes pada pertengahan Maret lalu.
Abdul Khaaliq memperingatkan umat Islam agar tidak mengambil “propaganda menarik” Barat yang menyatakan membawa kebebasan dan demokrasi ke negara mereka.
“Isu kemanusiaan adalah kedok dan dalih untuk menyerang negara-negara Muslim,” ujarnya menambahkan.
Ia mengutip Irak dan Afghanistan sebagai negara di mana AS “berpetualang”, menyebabkan kehancuran besar dan kematian.  Warga sipil, termasuk anak-anak dan perempuan tewas akibat perang-perang tersebut. (haninmazaya/arrahmah.com)

20 Ramadhan 1432 H / 20 Agustus 2011

India tuding AS terlibat dalam maraknya aksi protes terhadap New Delhi

Althaf
Kamis, 18 Agustus 2011 21:53:44
Hits: 720

NEW DELHI (Arrahmah.com) – 
Juru bicara partai berkuasa India telah menuding Amerika Serikat memiliki peran dalam meningginya gelombang protes anti-korupsi terhadap pemerintahnya baru-baru ini.
Pemimpin India telah curiga bahwa ada campur tangan asing di belakang setiap gerakan oposisi, meskipun pemerintah baru-baru ini telah mengambil pandangan yang lebih internasionalis pasca Mahatma Gandhi dan membangun hubungan yang kuat dengan AS.
Juru bicara Partai Kongres, Rashid Alvi, melontarkan komentar tersebut menanggapi Departemen Luar Negeri AS di Washington pekan lalu yang mengatakan “seharusnya India memperhitungkan seperti apa tindakan demokratis yang tepat saat menangani protes”.
“AS tidak pernah membicarakan setiap gerakan di India. Ini adalah pertama kalinya,” ungkap Alvi seperti dikutip dari Times of India pada Kamis (18/8/2011).
“Kami menunjukkan jalan demokrasi bagi orang lain, lantas kenapa AS perlu menyatakannya kembali? Sikap ini telah menciptakan kecurigaan,” lanjutnya.
Hal serupa juga dikatakan oleh Indira Gandhi, mantan perdana menteri India yang ditangguhkan di tengah kekacauan politik pada pertengahan 1970-an. Ia secara rutin menyalahkan “campur tangan asing” bagi banyak masalah di negaranya.
Akhir-akhir ini India dilanda protes ketidakpuasan rakyat terhadap kinerja pemerintahan New Delhi yang korup -protes serupa yang terjadi di Mesir, Tunisia, Libya, Suriah, Yaman, dan lain-lain. Protes ini semakin membahana ketika pemerintah menangkap seorang aktivis anti-korupsi, Anna Hazzare, yang sebelumnya melakukan aksi mogok makan. Hazzare bahkan menolak meninggalkan hotel prodeo dan terus menyerukan kepada rakyat India untuk melakukan aksi “puasa bersama untuk melawan korupsi”.
India adalah negara yang memiliki hubungan dekat dengan Inggris, negara penjajahnya. Kedekatan ini membuat Amerika Serikat cemas bahwa posisinya sebagai negara adidaya akan digantikan oleh Inggris. Apalagi, AS menyadari bahwa India merupakan negara yang memiliki senjata nuklir, sama seperti Pakistan. Oleh sebab itu, AS mengincar Bangladesh, negara tetangga India, dan berusaha untuk mencengkeram negara tersebut melalui para penguasanya. Dengan menguasai Bangladesh, AS berharap akan mampu memonitor gerak-gerik India serta memantau Cina, Pakistan, dan wilayah lain yang ada di sekitarnya. (althaf/arrahmah.com)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar