Senin, 08 Agustus 2011

Kerajaan media global Rupert Murdoch..>>Wartawan pembocor skandal penyadapan telepon, tewas>> Seorang mantan wartawan News of the World (NoW), harian tertua di Inggris yang ditutup akibat skandal penyadapan telepon terhadap sumber beritanya, ditemukan tewas...>>






Senin, 08/08/2011 13:18 WIB | Versi Ceta
k
Unie Soviet melakukan invasi ke Afghanistan selama lebih satu dekade. Berakhir dengan kekalahan. Tentara Soviet harus meninggalkan Afghanistan. Meninggalkan sebagian besar peralatan militernya di Afghanistan. Satu dekade yang sia-sia.
Negeri Soviet yang dijuluki "Beruang Merah", yang menjadi imperium Komunisme itu, bukan hanya meninggalkan Afghanistan, tetapi akhirnya bubar. Imperium komunisme berakhir. Berakhir era "Perang Dingin", tidak ada lagi yang disebut dengan "bipolar" Timur (komunis) dan Barat (kapitalis). Imperium Soviet hanya menjadi sebua kenangan sejarah. Pemimpin Soviet terakhir Mikhail Gorbachev mendeklarasikan akhir era Unie Soviet.
Soviet yang komunis itu, mengembangkan ideologi dengan sangat agresif, ingin menguasi dunia, melalui politik dan militer. Soviet melakukan ekspansi  politik dan militer di berbagai belahan dunia, yang tujuannya  memperluas pengaruhnya. Lebih separuh dunia dibawah pengaruh komunis. Soviet melakukan penetrasi politik-ideologi, yang diikuti dengan langkah militer, yang kemudian melakukan kudeta, dan mengganti rezim yang ada, lahir rezim komunis yang menjadi boneka Soviet.
Perluasan pengaruh Soviet dengan politik dan militer ini, yang menguras anggaran, dan menimbulkan beban ekonomi. Sistem ekonomi Soviet yang komunis itu, sangat lemah, dan tidak mampu menopang kebijakan  agresif para pemimpin komunis di Moskow, dan akhirnya Soviet bubar,  imperium Soviet menjadi kepingan-kepingan kecil, yang tersisa salah satu negara yang ada sekarang ini, Rusia. Rusia sudah tidak mungkin lagi menjadi negara "Adi daya". Karena sampai sekarang, Rusia masih harus berkutat dengan krisis ekonomi.
Francis Fukuyama, merasa bangga Amerika Serikat berhasil mengakahiri emperium Komunis - Soviet, dan mengalahkannya di Afghanistan. Fukuyama setelah Soviet bubar, mengatakan, bahwa masa depan dunia berada di tangan kapitalisme dan demokrasi. Kapitalisme dan demokrasi, selalu identik dengan Amerika Serikat. Amerika Serikat dipandang sebagai "berhala" nya demokasi. Karena itu, banyak negara yang menjadikan Amerika Serikat sebagai kiblat dan sesembahannya.
Tetapi, Amerika Serikat mengulangi sejarah Unie Soviet, dan melakukan petualangan politik dan militer. Pasca Soviet yang sudah tenggelam dalam sejarah masa lalu itu, kemudian dilanjutkan oleh Amerika Serikat, dan menciptakan "monster" baru, musuhnya yang baru, kemudian dituduh menjadi ancaman masa depan, yaitu  Islam.
Pasca peristiwa serangan Gedung WTC, 11 September 2001, Presiden Amerika Serikat George Bush,  langsung menuduh Taliban dan Al-Qaidah, yang berada dibalik serangan Gedung WTC itu.
Presiden Bush secara unilateral (sepihak) tanpa mendapatkan persetujuan DK. PBB, melakukan invasi militer ke Afghanistan. Menggulingkan pemerintahan Taliban, yang dipimpin Mullah Omar. Taliban berhasil digulingkan dari Kabul, dan seluruh infrastruktur pemerintahannya ikut dihancurkan.
Tetapi, sesudah Amerika Serikat menguasai Kabul, dan menciptakan pemerintahan baru, yang dipimpin Presiden Hamid Karzai, tak mampu menciptakan stabilitas politik dan keamanan di seluruh negeri Afghanistan. Pemerintahan Hamid Karzai tidak efektif. Kekacauan di seluruh negeri, dan pemerintahannya semakin melemah.
Tokoh-tokoh kunci pemerintahan Hamid Karzai, satu-satu tewas. Pukulan yang paling telak, kematian Ahmed Wali Karzai, yang menjadi adik tirinya. Wali Karzai, orang kedua sesudah Hamid Karzai, yang menjad Gubernur di Kandahar, yang merupakan tempat kelahiran Mullah Omar. Disusul dengan kematian Muhammad Khan, yang menjadi penasihat utama Hamid Karzai.
Hari Minggu malam, sebuah halikopter Chinok 47, yang mengangkut 38 pasukan elite Amerika Serikat, berhasil ditembak jatuh oleh Taliban, hanya dengan menggunakan RPG. Halikopter Chinok 47 itu, mengangkut  dua lusin pasukan elite Angkatan Laut Amerika Serikat SEAL yang usai  membantu pasukan sekutu yang ingin menangkap tokoh Taliban di Wardak.
Laporan Pentagon menunjukkan indikasi  bahwa sebagian besar anggota  SEAL yang tewas adalah anggota SEAL Team Elite 6. Mereka yang  tewas termasuk  anggota  unit yang membunuh Osama bin Laden pada serangan malam hari di Abodtabad, Pakistan, 2 Mei lalu.
Reaksi publik Amerika Serikat sangat negatif. Publik Amerika Serikat menuntut pemerintahan Barack Obama, segera menarik pasukan Amerika Serikat segera keluar dari Afghanistan. Sudah terlalu banyak pasukan Amerika Serikat yang tewas di medan tempur di Afghanistan. Sekarang terdapat 100.000 pasukan Amerika Serikat yang ditempatkan di Afghanistan. Hanya bertujuan memerangi Taliban dan al-Qaidah. Kenyataannya Amerika Serikat sampai sekarang gagal mengalahkan Taliban dan al-Qaidah.
Dampak dari petualangan militer Amerika Serikat di Afghanistan dan Irak, menyedot anggaran yang sangat besar, dan menyengsarakan. Amerika Serikat harus memikul beban anggaran untuk membiayai pasukannya yang ada di luar negeri, yang jumlahnya mencapai triliunan dollar, dan terus menggerogoti anggaran negeri yang sekarang terancam bangkrut.
Amerika Serikat diambang resesi. Dengan utangnyag yang mencapai $ 14,3 triliun dollar atau setara dengan 100 persen dari PDB-nya. Persetujuan Kongres tentang kenaikan utang, yang menyelamatkan Amerika Serikat dari gagal bayar (default), tak mendapat sambutan positif di seluruh pasar bursa saham. Nilai perdagangan di bursa saham, semuanya rontok, dan berimbas ke seluruh dunia.
Lembaga S & P menurunkan rating Amerika Serikat dari AAA menjadi AA+, yang sejatinya secara pamor Amerika Serikat sebagai negara "Adi daya" sudah jatuh. Amerika menjadi negara gagal, dan tidak layak lagi menjadi negara yang menentukan perannya  global.
Afghanistan benar-benar menjadi penentu nasib dua raksasa "Adi daya", Unie Soviet dan Amerika Serikat, yang keduanya runtuh, sesudah mengalami kekalahan dalam petualangan militer di negeri miskin, yang bernama Afghanistan. Wallahu'alam.

http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2011/07/110712_browntuduh_murdoch.shtml

Wartawan pembocor skandal penyadapan telepon, tewas

Terbaru  19 Juli 2011 - 08:33 WIB
Logo NoW
News of The World dihentikan penerbitannya akibat skandal penyadapan telepon.
Seorang mantan wartawan News of the World (NoW), harian tertua di Inggris yang ditutup akibat skandal penyadapan telepon terhadap sumber beritanya, ditemukan tewas.
Wartawan itu, Sean Hoare, adalah orang yang pertama mengeluarkan tudingan terkait dugaan penyadapan telepon yang dilakukan NoW.
Kepada koran the New York Times, Hoare mengatakan penyadapan dilakukan jauh lebih masif dari apa yang diakui oleh koran Inggris itu saat polisi pertama kali menggelar penyelidikan begitu mendengar ada laporan dugaan praktik bermasalah ini.
Seorang juru bicara kepolisian Inggris mengatakan kematian Hoare dinyatakan belum jelas penyebabnya namun tidak disebut mencurigakan.
Kepolisian wilayah Hertfordshire, London mengatakan jenazah Hoare ditemukan setelah polisi mendapat telepon agar datang ke rumahnya di Langley Road, pada Senin (18/7) waktu setempat.
Polisi mengatakan "kematiannya dinyatakan belum dapat dijelaskan, tapi tak ada yang mencurigakan. Polisi sedang menyelidiki insiden ini."
Hoare sebelumnya mengatakan kepada program Panorama BBC juga pada siaran Radio 4 BBC, bahwa praktik penyadapan telepon untuk mendapat berita "marak" dilakukan NoW.
Hoare juga menyebut editor NoW saat itu, Andy Coulson, pernah memintanya melakukan hal serupa, tuduhan ini ditolak Coulson.

Serangan peretas

Sementara itu para peretas komputer telah merusak tampilan halaman situs koran kuning The Sun, yang seperti NoW, juga dimiliki oleh kelompok media News International.
Dengan retasan itu, pengunjung halaman situs ini dialihkan ke sebuah cerita bohongan yag menyebut Rupert Murdoch, pemilik jaringan media News Corp dan News International, telah ditemukan tewas di kebunnya.
Sekelompok peretas yang menyebut dirinya Lulz Security, yang sebelumnya menyasar perusahaan-perusahaan pembuat game komputer serta situs resmi milik pemerintah AS sebagai proyek retasan, mengaku bertanggung jawab atas aksi ini melalui sebuah pernyataan di Twitter.
Topeng Rupert Murdoch dan PM Cameron
Murdoch dan PM Savid Cameron menjadi sasaran kritik atas munculnya skandal ini.
Pengunjung di situs web the Sun juga dialihkan ke halaman Twitter kelompok peretas ini.
Pihak News International mengaku "tahu" ada kejadian ini namun memilih tidak berkomentar.
Kasus dugaan penyadapan telepon ini telah menyebabkan jaringan News Corp milik taipan media Rupert Murdoch rugi miliaran dollar karena penutupan koran, pembayaran ganti rugi, serta merosotnya harga saham di lantai bursa.
Dari harga saham di bursa New York saja, sempat dilaporkan saham news Corp melorot hingga total kehilangan nilai hampir US$1 miliar.
Selain makan korban sejumlah eksekutif top dalam manajemen media milik Murdoch di Inggris, yang terpaksa mundur akibat skandal ini, kasus juga membuat sejumlah pejabat penting kepolisian Inggris mundur.
Polisi dituding menerima bayaran dan imbalan untuk membocorkan nomor telepon serta memberi informasi pada pekerja NoW terkait sumber beritanya.
Termasuk yang menyatakan mundur adalah Komisioner Kepolisian Metropolitan, Sir Paul Stephenson, polisi paling senior di Inggris yang mundur hari Minggu lalu.

Brown tuduh koran Murdoch pakai penjahat

Terbaru  12 Juli 2011 - 17:29 WIB
Gordon Brown dan keluarganya
Gordon Brown dan keluarganya ketika meninggalkan Downing Street ketika dia mundur sebagai PM
Mantan PM Inggris, Gordon Brown, menuduh News International menggunakan "para penjahat yang sudah dikenal" untuk mendapatkan informasi pribadi ketika Partai Buruh berkuasa.
Brown menuduh kelompok surat kabar itu memiliki hubungan dengan "dunia kejahatan bawah tanah".
Dan dia menuduh Sunday Times menyiarkan berita "dengan tujuan untuk menjatuhkan saya sebagai seorang menteri pemerintah".
Dia mengatakan kepada BBC, penyelidikan yang akan dilakukan harus mengungkap penyalahgunaan kekuasaan.
Hal ini muncul setelah seminggu ini mengemuka tuduhan tentang penyadapan telefon di koran milik News International lainnya, yaitu News of the World, yang dituduh menggunakan seorang penyelidik swasta untuk mencuri pesan-pesan telefon selular milik anak sekolah yang menjadi korban pembunuhan, Milly Dowler.

Meneteskan air mata

"Saya dan Sarah sangat kaget mendengar itu, kami memikirkan masa depan mereka, kami memikirkan keluarga kami."
Gordon Brown
Klaim terbaru yang terkait dengan detil pribadi itu dikatakan telah digunakan untuk laporan utama Sunday Times yang menyebutkan Brown membeli flat milik Robert Maxwell dengan "harga murah".
Brown mengatakan kepada BBC, berita itu "sama sekali salah" namun perusahaan tersebut "mencoba membuktikannya" dan tujuannya adalah untuk menjatuhkan dia sebagai menteri keuangan.
Mantan perdana menteri itu juga mengatakan dia "meneteskan air mata" ketika mendapat kabar dari para wartawan News International bahwa koran the Sun memiliki informasi lengkap tentang kondisi kesehatan putranya, Fraser, yang menunjukkan dia mengidap penyakit cystic fibrosis, padahal Brown ingin agar informasi itu tidak dipublikasikan.
"Saya dan Sarah sangat kaget mendengar itu, kami memikirkan masa depan mereka, kami memikirkan keluarga kami," katanya.
Dia mengatakan, dia tidak tahu surat kabar itu mendapatkan informasi lengkap itu. "Ternyata informasi detil itu muncul di surat kabar the Sun."

Kerajaan media global Rupert Murdoch

Terbaru  13 Juli 2011 - 17:01 WIB
News Corp milik Rupert Murdoch memiliki jaringan media global senilai miliaran dolar

Konglomerat media Rupert Murdoch telah menutup salah satu koran miliknya, News of the World pasca skandal penyadapan telepon selebritis, keluarga kerajaan Inggris, keluarga korban perang dan ponsel milik korban pembunuhan.
Penyelidikan masih berlangsung, selain juga penyelidikan atas dugaan bahwa tabloid itu menyuap polisi untuk mendapat informasi.
Tetapi kerajaan media News Corporation milik Rupert Murdoch masih memiliki jaringan global, dengan pendapatan lebih dari US$31 miliar (Rp264,9 triliun) per tahun.
Kenyataan ini dan skandal penyadapan telepon membuat banyak pihak di Inggris khawatir akan pengaruh Rupert Murdoch dalam politik negeri itu lewat media miliknya.
Partai-partai utama Inggris yang berseberangan bersatu untuk mengeluarkan mosi yang mendesak Rupert Murdoch dan News Corporation untuk menghentikan upayanya mengakuisisi penuh perusahaan televisi satelit InggrisBSkyB, sampai penyelidikan atas skandal penyadapan telepon media milik Murdoch selesai.
Berikut sebagian media milik Rupert Murdoch di seluruh dunia.

Australia dan Selandia Baru

News Corp memiliki 44% saham Sky Network di Australia - negara kelahiran Murdoch - Selandia Baru, dan sedang dalam proses penawaran untuk membeli televisi internasional milik pemerintah Australia yang sekarang dioperasikan oleh ABC.
News Corp juga pemilik 150 surat kabar lokal dan nasional di Australia, termasuk the Australianthe Telegraph dan the Herald Sun. Selain itu, News Corp memiliki 50% saham Premier Media Group, yang mengoerasikan sembilan stasiun televisi Fox TV di Australia.

Asia

Di bawah nama Star, News Corp memiliki sembilan stasiun televisi kabel di seluruh Asia dan memegang saham besar di delapan stasiun televisi lainnya.
Star juga memiliki 20% saham saluran televisi Tata Sky di India.
News Corp adalah pemilik saham mayoritas surat kabar Post Courier di Papua Nugini dan surat kabar Wall Street Journal Asia.

Eropa

Demonstran antiakuisisi BSkyB di London
Demonstran bertopeng Murdoch di London menggambarkan PM Cameron sebagai bonekanya
News Corp memiliki 39% saham perusahaan televisi satelit BSkyB tetapi Murdoch sedang berupaya membeli seluruh saham perusahaan itu.
Tabloid News of the World merupakan surat kabar mingguan terbsar di Inggris dengan sirkulasi tiga juta eksemplar per minggu. Setelah ditutup, Murdoch masih memiliki tiga surat kabar nasional Inggris, the TimesSunday Times dan the Sun.
Di Italia, News Corp memiliki televisi Sky Italia dan di Jerman perusahaan itu memiliki 45% saham Sky Deutschland.

Afrika dan Timur Tengah

News Corp memegang 9% saham di jaringan Rotana, yang mencakup berbagai stasiun televisi di Timur Tengah dan Afrika Utara.

Amerika Latin

News Corp memiliki saham besar di tiga televisi di kawasan Amerika Latin - LAPTV, Telecine dan Fox Telecolombia.

Amerika Serikat dan Kanada

News Corp memiliki sejumlah surat kabar besar Amerika, termasuk Wall Street Journalthe New York Post dan Community Newspaper Group dan sejumlah koran bisnis termasuk Barons dan MarketWatch.
Perusahaan itu juga memiliki tujuh perusahaan informasi berita.
News Corp menguasai beragam media di seluruh dunia
News Corp memiliki saham besar dalam industri televisi Amerika lewat jaringan televisi Fox dan National Geographic.
Perusahaan itu memiliki 27 stasiun lokal televisi Fox dan Murdoch pernah menyebut langkah televisi Fox News miliknya "tidak bisa dihentikan".
Sepuluh perusahaan film milik News Corp - termasuk 20th Century Fox dan Fox Searchlight Pictures - juga bermarkas di Amerika.
News Corp juga memiliki sepertiga saham layanan sewa film online Hulu.

Internasional

News Corp adalah pemilik perusahaan penerbitan HarperCollins di Amerika, Kanada, Eropa, Selandia Baru dan Australia, dan pemilik sebagian saham HarperCollins Asia.
Selain itu, News Corp juga pemilik penuh atau pemilik sebagian saham beragam perusahaan pemasaran dan media digital. Murdoch baru-baru ini menjual sebagian besar sahamnya di jejaring sosial MySpace.
Jaringan televisi Fox dan National Geographic juga memiliki jangkauan global lewat beragam saluran televisi berita dan hiburan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar