Jumat, 13 Juli 2012

....Nasher Al-Qudrah, ketua Yayasan Arafat, mengungkapkan pihak keluarga Arafat menuding pemerintah Israel telah membunuh pemimpin karismatik PLO, Yasser Arafat dengan zat polonium yang mematikan.....>>>....Polonium adalah zat yang amat jarang ditemukan dan memiliki kandungan radioaktif tinggi. Umumnya, zat beracun ini ditemukan di atmosfir bumi dan dalam jumlah kecil berada di dalam lapisan dalam bumi. Polonium ini ditemukan oleh peneliti Marie Curie pada abad 19. Demikian diberitakan Al Jazeera, Kamis (5/7/2012). ...>>....Arafat meninggal pada 11 November 2011 di Percy Military Hospital Prancis di Clamart dekat Paris. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Institute "Radeishn Fisika" di Lausanne, analisis sampel biologis yang diambil dari beberapa item pribadi Arafat diterima oleh Suha mantan istri Arafat dari rumah sakit militer di Percy menunjukkan ada "jumlah abnormal polonium" dalam darah Arafat.....>>>... Karena tingginya tingkat radioaktif, polonium juga digunakan sebagai pemicu senjata nuklir serta sumber tenaga dari satelit dan pesawat luar angkasa. Rusia juga menggunakan zat ini sebagai pemanas mesin yang mendarat di bulan pada era 1970-an. ...>>>....Menggali kuburan mantan Presiden Otoritas Palestina Yasser Arafat tentunya akan menjadi mekanisme yang cukup efektif dalam menyelidiki penyebab kematiannya. Namun para pejabat Otoritas Palestina mengatakan bahwa mereka tidak akan terburu-buru dalam melakukan tindakan ini. Arafat meninggal dunia pada 2004 silam, kematiannya pun masih menjadi misteri, seiring dengan ditemukannya zat radioaktif polonium di sample biologis Arafat. Para peneliti pun mengklaim, Arafat meninggal dunia karena diracun. ....>>>..... Israel siap mengerahkan sistem pertahanan misil Iron Dome ke wilayah perbatasannya dengan Mesir. Senjata itu akan dimanfaatkan untuk menangkis serangan roket dari Jalur Gaza. "Iron Dome akan di tempatkan di dekat Kota Eilat, sebagai bagian dari program relokasi persenjataan yang dilakukan secara rutin," ujar juru bicara militer Israel, seperti dikutip Reuters, Kamis (12/7/2012).....>>>....AS dan Israel sebelumnya merencanakan latihan perang Austere 12 pada April lalu. Namun latihan itu terpaksa ditunda karena Israel mempersiapkan seangan ke reaktor nuklir Iran. Demikian, seperti diberitakan Associated Press, Sabtu (30/6/2012). Saat ini, keinginan Negeri Yahudi itu dalam menyerang Iran tampaknya mulai berkurang, Israel sempat mengatakan bahwa dirinya menunda serangannya. Oleh karena itulah, Negeri Paman Sam menjadwalkan ulang latihan Austere Challenge 12. >>>

Israel Bunuh Arafat dengan Zat Mematikan Polonium

Sabtu, 14 Juli 2012, 08:10 WIB



Israel Bunuh Arafat dengan Zat Mematikan Polonium

REPUBLIKA.CO.ID, Nasher Al-Qudrah, ketua Yayasan Arafat, mengungkapkan pihak keluarga Arafat menuding pemerintah Israel telah membunuh pemimpin karismatik PLO, Yasser Arafat dengan zat polonium yang mematikan.
Harian Prancis Press dalam laporanya dari Al-Qudwah mengatakan, keponakan Arafat mengatakan, sejak meninggalnya Arafat, presiden pertama Palestina kami telah katakan, ia telah dibunuh dengan racun, namun kami belum mempunyai bukti yang kuat. Akan tetapi setelah dilakukan pemeriksaan terhadapnya, terbukti dalam aliran darah Arafat ada zat polonium. Dengan demikian bukan hanya dugaan Arafat diracun tetapi benar-benar terjadi.
''Oleh karena itu, kami menuding Israel telah membunuh Arafat. Kami pun meminta mahkamah internasional menindak pelaku kejahatan ini. Sebelumnya kami juga meragukan Arafat meninggal karena kondisi kesehatan yang memburuk. Kami juga sebelumnya ragu, apakah Arafat mati dibunuh atau karena sakit. Tetapi ada laporan dari rumah sakit Prancis yang menandaskan bahwa Arafat meninggal bukan karena sakit, namun pihak rumah sakit tidak mau menjelaskan sebab-sebab utama Arafat meninggal,'' ungkap Nasher.
Arafat meninggal pada 11 November 2011 di Percy Military Hospital Prancis di Clamart dekat Paris. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Institute "Radeishn Fisika" di Lausanne, analisis sampel biologis yang diambil dari beberapa item pribadi Arafat diterima oleh Suha mantan istri Arafat dari rumah sakit militer di Percy menunjukkan ada "jumlah abnormal polonium" dalam darah Arafat. Redaktur: Endah Hapsari. Sumber: infopalestina.com

Arafat Diracun?

Mengenal Polonium yang Diduga 

Pembunuh Arafat

Fajar Nugraha
Kamis, 05 Juli 2012 13:26 wib
Yasser Arafat bersama Istrinya, Suha (Foto: Reuters)

Yasser Arafat bersama Istrinya, Suha (Foto: Reuters). nternational.okezone.com/read/2012/07/05/412/659224/mengenal-polonium-yang-diduga-pembunuh-arafat
RAMALLAH - Temuan terbaru yang menyebutkan mantan Presiden 
Palestina Yasser Arafat diracun, membuat Palestina menuntut otopsi
 atas jasad Arafat. Sebelumnya dicurigai bahwa Arafat diracun dengan 
menggunakan zat radioaktif polonium-210. Berikut informasi mengenai
 zat beracun itu.

Polonium adalah zat yang amat jarang ditemukan dan memiliki 
kandungan radioaktif tinggi. Umumnya, zat beracun ini ditemukan di 
atmosfir bumi dan dalam jumlah kecil berada di dalam lapisan dalam 
bumi. Polonium ini ditemukan oleh peneliti Marie Curie pada 
abad 19. Demikian diberitakan Al Jazeera, Kamis (5/7/2012).

Karena tingginya tingkat radioaktif, polonium juga digunakan sebagai 
pemicu senjata nuklir serta sumber tenaga dari satelit dan pesawat luar
 angkasa. Rusia juga menggunakan zat ini sebagai pemanas mesin 
yang mendarat di bulan pada era 1970-an. 

Tetapi apakah polonium sempat digunakan sebagai racun sebelumnya? 
Jawabannya iya. Polonium diketahui digunakan sebagai senjata 
pembunuh terhadap mata-mata Rusia yang membelot, Alexander Litvinenko. 

Diketahui, kondisi kesehatan Litvinenko dalam keadaan fit hingga 
1 November 2006 ia tiba-tiba jatuh sakit dan dirawat. Dirinya dikabarkan 
menderita diare akut dan muntah. Rumah sakit pun mendiagnosanya
 dengan infeksi perut. 

Dokter yang memeriksa Litvinenko mengatakan, kondisi tubuhnya
 dikabarkan menunjukkan gejala seperti halnya penderita hepatitis 
dan AIDS. Tetapi kedua penyakit itu tidak ditemukan sama sekali 
di tubuh Litvinenko. Dokter akhirnya menetapkannya menderita keracunan 
akibat radiasi dan berdasarkan tes, polonium berada di dalam tubuhnya.

Gejala-gejala keracunan polonium tidak terlalu banyak yang bisa
 diketahui. Ini disebabkan tidak ada literatur penemuan mengenai masalah tersebuat. Terlebih jarang sekali manusia menderita keracunan polonium. 

Gejala jelas yang terlihat akibat keracunan polonium adalah muntah, 
diare, rambut rontok, dan jumlah sel darah putih yang terus menurun 
drastis. Sementara jejak racun bisa ditemukan pada organ vital seperti 
hati dan jantung. Hal ini tentunya membuat kegagalan fungsi organ.(faj)

Palestina Tak Buru-Buru untuk Gali 

Kubur Arafat

Aulia Akbar
Jum'at, 06 Juli 2012 13:25 wib
RAMALLAH - Menggali kuburan mantan Presiden Otoritas Palestina
 Yasser Arafat tentunya akan menjadi mekanisme yang cukup efektif 
dalam menyelidiki penyebab kematiannya. Namun para pejabat 
Otoritas Palestina mengatakan bahwa mereka tidak akan terburu-buru
 dalam melakukan tindakan ini.

Arafat meninggal dunia pada 2004 silam, kematiannya pun masih menjadi 
misteri, seiring dengan ditemukannya zat radioaktif polonium di sample 
biologis Arafat. Para peneliti pun mengklaim, Arafat meninggal dunia 
karena diracun.

Meski demikian, beberapa penyelidikan lewat sampel-sampel biologis 
itu masih akan dilakukan oleh Institut de Radiophysique di Swiss. Bersamaan
 dengan itu, janda Arafat, Suha Arafat mendesak proses otopsi ulang 
terhadap jenazah suaminya. Demikian, seperti diberitakan Associated 
Press, Jumat (6/7/2012).

Presiden Mahmoud Abbas yang saat ini menggantikan posisi Arafat sudah 
sepakat untuk melakukan otopsi, namun keputusan itu akan memakan 
waktu yang tidak sebentar. Juru bicara Abbas, Nimr Hamad 
mengatakan, tim yang berisikan para ahli siap dikirim ke Eropa 
untuk mempelajari temuan para peneliti di Swiss terkait sampel-sampel 
biologis Arafat.

Sejauh ini, Tunisia tampak mendukung digelarnya penyelidikan ulang 
terhadap kematian Arafat. Tunisia juga meminta Liga Arab agar 
menggelar rapat pembentukan komisi penyelidikan internasional untuk
kasus ini.

Pembentukan komisi penyelidikan merupakan mekanisme yang juga 
digunakan dalam memecahkan misteri kematian mantan Perdana Menteri 
Lebanon Rafiq Hariri. Bila misteri kematian itu terungkap, tersangka 
pun akan segera mendapat ganjaran hukum.(AUL)

Arafat Diracun?

"Terlalu Dini Sebut Arafat Tewas diracun"

Fajar Nugraha

Kamis, 05 Juli 2012 14:32 wib
SWISS - Dugaan tewasnya Yasser Arafat akibat racun zat radioaktif tidak sepenuhnya diyakini oleh beberapa peneliti. Beberapa dari mereka menilai terlalu dini menyimpulkan Arafat tewas akibat diracun.

Sebelumnya tersiar kabar zat radioaktif polonium menjadi penyebab
utama dari kematian mantan Presiden Palestina itu. Dugaan ini 
diperkuat dengan ditemukannya polonium di pakaian, sikat gigi dan 
benda pribadi Arafat.

"Terlalu dini sebbut Yasser Arafat tewas akibat racun dari zat radiaktif,"
 ujar juru bicara the Institute of Radiation Physics D'arsy Christian, 
seperti dikutip Israel National News, Kamis (5/7/2012).

Sebelumnya Kepala Laboratorium yang berada di Lausanne, 
Swiss itu, Francois Bouchad menyatakan, ada kandungan polonium 
dalam jumlah besar di benda-benda milik Arafat. Menurutnya 
polonium itu ditemukan dalam jumlah signifikan berdasarkan penelitian
 dari sampel.

Tetapi hal berbeda diutarakan oleh Christian. Menurutnya pihaknya 
perlu melakukan otopsi kepada jasad Arafat, guna menentukan
 apakah polonium yang membunuh Arafat. Dirinya menambahkan, 
ditemukannya polonium pada pakaian Arafat, tidak serta mengartikan 
bahwa Arafat memang diracun.

"Mungkin tidak ada polonium pada pakaian (Arafat) delapan tahun
 lalu, ketika beliau meninggal. Satu-satunya cara mencari tahu polonium
 terlibat dalam kematiannya adalah melalui pemeriksaan," lanjutnya.

Pihak otoritas Palestina sudah memberikan lampu hijau untuk menggali 
kubur Arafat dan melakukan otopsi terhadap jasadnya. Namun otopsi
 ini hanya bisa dilakukan bila keluarga Arafat memberikan izin. 2004
 lalu, ketika Arafat meninggal, istri Arafat, Suha Arafat, menolak 
dilakukan otopsi atas jasad suaminya.(faj)

Israel Kerahkan Perisai Misil ke Dekat Mesir

Aulia Akbar
Kamis, 12 Juli 2012 10:23 wib
YERUSALEM - Israel siap mengerahkan sistem pertahanan misil 
Iron Dome ke wilayah perbatasannya dengan Mesir. Senjata itu akan 
dimanfaatkan untuk menangkis serangan roket dari Jalur Gaza.

"Iron Dome akan di tempatkan di dekat Kota Eilat, sebagai bagian dari
 program relokasi persenjataan yang dilakukan secara rutin," ujar juru 
bicara militer Israel, seperti dikutip Reuters, Kamis (12/7/2012).

Perisai misil Iron Dome yang didanai oleh Amerika Serikat
(AS) sanggup menghancurkan roket jenis Katyusha. Roket tersebut
berkemampuan untuk menghancurkan target sejauh lima hingga 
70 kilometer dan juga serangan mortar. 

Belakangan ini, wilayah perbatasan Mesir dan Israel dinilai semakin
 rawan, terutama setelah Husni Mubarak jatuh dari tampuk kekuasaan
Mesir. Kota Eilat juga pernah mendapat serangan misil dari wilayah 
perbatasan tersebut.

Pada Juni lalu, sekelompok bersenjata menyeberangi wilayah 
Sinai dan membunuh warga Israel. Sementara itu pada Agustus 2011,
serangan yang serupa pun terjadi dan menewaskan delapan warga 
di Negeri Yahudi itu.

Mesir menjadi negara Arab pertama yang memiliki perjanjian 
damai dengan Israel. Namun saat ini, banyak dugaan yang 
menyebutkan bahwa kelanjutan dari perjanjian itu mulai terancam. 
Hal itu disebabkan karena Mesir telah dipimpin oleh presiden 
yang berasal dari fraksi Ikhwanul Muslimin.

Meski demikian, Presiden Mesir Mohammed Mursi diklaim 
akan terus menjaga perjanjian itu, meski dirinya tidak suka 
berinteraksi dengan Israel. Israel yang sempat menyambut
 kemenangan Mursi juga berharap agar perjanjian itu tetap ada.(AUL)

Israel & AS Persiapkan Diri untuk Austere 12

Aulia Akbar
Sabtu, 30 Juni 2012 16:31 wib
Foto : Latihan militer Juniper Cobra 2009 (sanfranciscosentinel)
Foto : Latihan militer Juniper Cobra 2009 (sanfranciscosentinel). http://international.okezone.com/read/2012/06/30/412/656589/israel-as-persiapkan-diri-untuk-austere-12
WASHINGTON - Pejabat militer Amerika Serikat (AS) mengatakan,
negaranya dan Israel siap menggelar latihan perang besar pada
 Oktober mendatang. Latihan itu ditujukan untuk menguji kemampuan 
sistem pertahanan misil.
 
AS dan Israel sebelumnya merencanakan latihan perang Austere 12 
pada April lalu. Namun latihan itu terpaksa ditunda karena Israel 
mempersiapkan seangan ke reaktor nuklir Iran. Demikian, seperti 
diberitakan Associated Press, Sabtu (30/6/2012).
 
Saat ini, keinginan Negeri Yahudi itu dalam menyerang Iran 
tampaknya mulai berkurang, Israel sempat mengatakan 
bahwa dirinya menunda serangannya. Oleh karena itulah, 
Negeri Paman Sam menjadwalkan ulang latihan Austere Challenge 12.
 
Kepala Staf Militer Gabungan AS Jendral Martin Dempsey 
mengatakan, dirinya belum mengetahui secara detil mengenai 
latihan perang itu. Namun latihan militer itu siap digelar pada Oktober
 mendatang.
 
Austere 12 ditujukan untuk menguji kemampuan Israel dan AS 
dalam menghadapi serangan misil dari sejumlah negara, seperti
 halnya Iran yang merupakan musuh bebuyutan kedua mitra itu.
 
Pemerintah AS juga menjelaskan, latihan gabungan itu akan sangat
 bermanfaat untuk melatih ketanggapan militer Israel dan AS dalam 
menghadapi segala bentuk serangan yang tidak terprediksi. Pada 
2009 lalu, Paman Sam dan Israel juga sempat menggelar latihan
 militer yang besar bernama Juniper Cobra 10.
(AUL)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar