Minggu, 15 Juli 2012

.....Drone SeaFox ini telah dikerahkan di Armada Kelima Area of Responsibility (AOR), yang mencakup Teluk Persia dan Laut Arab. Drone bawah laut ini, yang panjangya sekitar empat kaki (1,2 meter) dan dilengkapi dengan kamera dan sonar, dipandu oleh sebuah kabel dari kapal. Mainan baru Pentagon ini dapat menjangkau sekitar 3.200 kaki (1.000 meter) dan membawa bahan peledak yang dapat menghancurkan ranjau, yang ditanam Iran di Selat Hormuz....???>> ...Angkatan Laut AS juga telah memiliki helikopter tempur MH-53 dan USS Ponce yang ditempatkan di Bahrain, rumah bagi markas Armada Kelima tersebut. Dan pada akhir April, sebuah skuadron pesawat tempur siluman F-22 telah dikirim ke Pangkalan Udara Al-Dhaafra di Uni Emirat Arab, untuk memperkuat militer AS di Teluk Persia..??....Seorang analis mengatakan, kekuatan udara Israel bukanlah tandingan Iran. Bahkan secara lebih tegas analis itu menyebutkan, Israel masih kekurangan pesawat tempur jika ingin menyerang Iran. "Intinya adalah meskipun Israel unggul dalam beberapa penyerangan seperti serangan terhadap reaktor nuklir Irak pada tahun 1981 dan serangan terhadap fasilitas nuklir Suriah yang tengah dalam tahap pembangunan empat tahun lalu, namun Iran adalah cerita lain.>>


AS kerahkan drone bawah laut ke Selat Hormuz

Siraaj
Ahad, 15 Juli 2012 08:49:18
http://arrahmah.com/read/2012/07/15/21637-as-kerahkan-drone-bawah-laut-ke-selat-hormuz.html
TELUK PERSIA (Arrahmah.com) 


Amerika Serikat (AS) telah mengerahkan armada robot kapal selam ke Selat Hormuz dengan dalih untuk "mencegah Iran memblokade Selat Hormuz pada saat terjadi krisis", lapor Aljazeera.

Drone SeaFox ini telah dikerahkan di Armada Kelima Area of Responsibility (AOR), yang mencakup Teluk Persia dan Laut Arab. Drone bawah laut ini, yang panjangya sekitar empat kaki (1,2 meter) dan dilengkapi dengan kamera dan sonar, dipandu oleh sebuah kabel dari kapal. Mainan baru Pentagon ini dapat menjangkau sekitar 3.200 kaki (1.000 meter) dan membawa bahan peledak yang dapat menghancurkan ranjau, yang ditanam Iran di Selat Hormuz.

Perangkat SeaFox ini akan dikerahkan dari MCMs atau Kapal penanggulangan ranjau di Teluk Persia.
Militer AS telah memperkuat keberadaan SeaFox di kawasan ini. Mereka mengirim kapal penyapu ranjau pada awal Juni tahun ini, menyusul empat kapal penyapu ranjau lainnya yang telah ada di kawasan ini, menurut Armada Kelima AOR.

Angkatan Laut AS juga telah memiliki helikopter tempur MH-53 dan USS Ponce yang ditempatkan di Bahrain, rumah bagi markas Armada Kelima tersebut. Dan pada akhir April, sebuah skuadron pesawat tempur siluman F-22 telah dikirim ke Pangkalan Udara Al-Dhaafra di Uni Emirat Arab, untuk memperkuat militer AS di Teluk Persia. (siraaj/arrahmah.com)

Israel Bukan Tandingan Iran
Selasa, 21 Februari 2012 - 09:25 wib  http://indonesia.faithfreedom.org/forum/iran-diambang-perang-t46962/page340.html
Khairisa Ferida - Okezone

Image
Pesawat Tempur Israel (Foto: RIA Novosti)
WASHINGTON - Seorang analis mengatakan, kekuatan udara Israel bukanlah tandingan Iran. Bahkan secara lebih tegas analis itu menyebutkan, Israel masih kekurangan pesawat tempur jika ingin menyerang Iran.

"Intinya adalah meskipun Israel unggul dalam beberapa penyerangan seperti serangan terhadap reaktor nuklir Irak pada tahun 1981 dan serangan terhadap fasilitas nuklir Suriah yang tengah dalam tahap pembangunan empat tahun lalu, namun Iran adalah cerita lain. Israel tidak memiliki kemampuan untuk menjangkau Iran, bahkan negara ini tidak memiliki persenjataan yang cukup canggih untuk merusak fasilitas nuklir bawah tanah Iran, baik yang terkubur di bunker ataupun di area pengunungan," ujar seorang analisis kepada The New York Times seperti dikutip Arutz Sheva Selasa, (21/2/2012).

Sementara itu pernyataan seorang mantan anggota intelijen Amerika Serikat (AS) Letnan Jenderal David A Depulta menguatkan pernyataan analis tersebut.

"Hanya satu negara superpower di dunia ini yang dapat melakukan serangan itu, yakni AS. Israel cukup memilih negara mana yang ingin diserang," ujarnya.

Artikel di The New York Times ini dilansir ketika penasihat keamanan nasional Presiden Barack Obama, Tom Donilon justru tengah berada di Yerussalem untuk bertemu dengan Perdana Menteri Benyamin Netanyahu. Meski tidak ada konfirmasi pasti terkait hal yang dibicarakan kedua pihak, namun sebuah sumber menyebutkan kedatangan Tom Donilon ke Israel untuk memperingatkan negara itu agar membatalkan rencana serangannya ke Iran.

Sebelumnya diperkirakan butuh waktu satu bulan untuk menyelesaikan skenario serangan Israel ke Iran. Jika hal ini benar-benar terjadi, maka serangan ini akan menimbulkan perang di kawasan Timur Tengah dan ancaman Iran untuk menutup Selat Hormuz akan menjadi kenyataan.

Sejumlah pejabat AS menilai, Israel tidak perlu menyerang Iran karena sanksi ekonomi yang dijatuhkan AS terhadap Iran dinilai sudah menunjukkan hasilnya.

"Ini hanya masalah waktu sampai akhirnya Iran menyadari mereka harus mengubah kebijakan program nuklirnya atau akan menghadapi bencana ekonomi," imbuh sejumlah pejabat AS. (rhs)

Militer AS Bukan Tandingan Iran di Teluk
Minggu, 15 Juli 2012, 05:50 WIB
http://www.republika.co.id/berita/internasional/timur-tengah/12/07/15/m76a45-militer-as-bukan-tandingan-iran-di-teluk


Militer AS Bukan Tandingan Iran di Teluk
Rudal Iran
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Angkatan Laut Iran menyatakan kesiapannya menghadapi segala ancaman serangan musuh. Bahkan, mereka mengklaim bahwa Amerika Serikat bukanlah tandingan mereka di Teluk Persia.
"Alasan mengapa AS hanya menjatuhkan sanksi ekonomi adalah karena mereka tidak dapat mengambil keuntungan dari aksi militer. Seandainya saja AS dan sekutunya dapat meraih tujuan mereka melalui serangan militer, maka mereka tentu sudah melakukannya sejak dulu," kata Panglima Pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) Laksamana Ali Fadavi seperti dikutip PressTV, Sabtu (14/7).
Lebih lanjut, Fadavi mengatakan, kekuatan roket Iran telah meningkat jauh dalam beberapa tahun terakhir. Menurut dia, AS dan sekutunya sangat mengetahui kapasitas rudal yang dimiliki Iran.
"Itulah mengapa AS hanya menekan melalui embargo minyak dan sanksi ekonomi. Karena, opsi militer melawan Iran tidak akan berguna bagi mereka," tegasnya lagi.
Selain itu, Fadavi juga menyebut pengalaman pahit dalam perang 33 hari melawan Hizbullah Lebanon serta serangkaian perang melawan Afghanistan dan Irak telah memberi AS dan Israel pelajaran.
Ia meyakini, pengalaman pahit itu akan membuat mereka berpikir seribu kali untuk melakukan hal serupa pada Iran.
Redaktur: Hafidz Muftisany
Reporter: Adi Wicaksono
 

Frustrasi Hadapi Iran, Kongres AS Siapkan Sanksi Baru

Sabtu, 14 Juli 2012, 06:07 WIB
http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/12/07/14/m74g8r-frustrasi-hadapi-iran-kongres-as-siapkan-sanksi-baru
 
 
Frustrasi Hadapi Iran, Kongres AS Siapkan Sanksi Baru
Kongres AS
REPUBLIKA.CO.ID, Frustrasi karena tak mampu juga menjatuhkan sanksi pada Iran, kongres AS berusaha menerapkan sanksi lebih berat terhadap Iran.

Kesal dengan kegagalan upaya AS-Eropa untuk memaksa Iran mengakhiri program energi nuklir, sejumlah anggota Kongres AS berusaha untuk menerapkan satu putaran baru sanksi yang lebih tegas.
Bahkan, sejumlah anggota Kongres bertekad agar langkah legislatif baru itu bisa tuntas sebelum reses Agustus mendatang. ''Semuanya untuk memperketat sanksi ekonomi yang lebih keras terhadap Iran,'' ungkap surat kabat The Washington Post.
Seruan untuk langkah baru legislatif terhadap Iran itu terus didengungkan oleh Komite Urusan Publik Israel-Amerika (AIPAC). Mereka terus menekan Kongres AS agar mengambil langkah baru. Hal ini terlihat dari situs resmi kelompok ini dan iklan yang dilakukan oleh kelompok yang sebagian besar anggotanya adalah warga Yahudi dan pendukung kuat Israel.
Redaktur: Endah Hapsari
Sumber: Press TV
 
Iran Tolak Tim IAEA Inspeksi Nuklirnya
Selasa, 21 Februari 2012 - 17:22 wib  http://indonesia.faithfreedom.org/forum/iran-diambang-perang-t46962/page340.html 
Khairisa Ferida - Okezone
Image
Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad Tengah Melakukan Inspeksi ke Fasilitas Nuklir Iran (Foto:Reuters)

TEHERAN - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Ramin Mehmanparast menegaskan, pihaknya tidak akan memberikan izin kepada tim inspeksi nuklir PBB (IAEA) untuk melakukan kunjungan ke situs nuklir Iran yang berada di kompleks militer Parchin.

"Tim inspeksi IAEA tidak akan mengunjugi fasilitas nuklir Iran, mereka hanya akan melakukan pembicaraan dengan sejumlah pejabat di Teheran," tegas juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Ramin Mehmanparast seperti dikutip Associated Press Selasa, (21/2/2012).

Lebih lanjut Mehmanparast mengatakan, tim inspeksi IAEA hanya akan diizinkan untuk menggelar diskusi untuk mempercepat kerja sama pengawasan ini. Mehmanparast menambahkan, ini adalah level kerja sama yang paling baik bagi kedua belah pihak.

Tim inspeksi IAEA dilaporkan tiba di Teheran pada Senin (20/2/2012) untuk memulai pembicaraan terkait perkembangan nuklir Iran. Tim ini dijadwalkan akan berada selama dua hari di Iran.

Sebelumnya tim inspeksi IAEA ini berharap Pemerintah Iran dapat memberikan mereka izin untuk mengunjungi komplek militer Parchin serta melakukan pertemuan dengan para ilmuwan Iran yang terlibat dalam program nuklir.

Selama ini kompleks militer Parchin diketahui merupakan basis militer Iran dan fasilitas pengembangan senjata pemusnah massal yang berada di luar Teheran. Tempat ini juga disinyalir memiliki fasilitas rahasia bawah tanah yang digunakan untuk program nuklir Iran.

Namun tim inspeksi IAEA tampaknya harus puas hanya dengan melakukan diskusi setelah Pemerintah Iran menolak permintaan mereka. (rhs)
 
Pengawas PBB dilarang ke fasilitas nuklir Iran
Terbaru 22 Februari 2012 - 10:07 WIB

Image
Tim IAEA pimpinan Herman Nackaerts kembali gagal
masuk ke dalam instalasi nuklir Iran.

Badan pengawas nuklir PBB IAEA
mengatakan Iran telah menghentikan
sebuah tim saat mengunjungi sebuah
tempat penting militer.

-------------------------------------------

http://www.voanews.com/indonesian/news/ ... 54663.html
IAEA: Iran Hambat Inspeksi PBB
Rabu, 22 Februari 2012

Image
Herman Nackaerts, pimpinan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) di Austria (22/2).

Dalam pernyataan yang dikeluarkan Rabu pagi,
IAEA mengatakan delegasi PBB yang dipimpin oleh inspektur Herman Nackaerts
kembali ke Wina setelah dua hari pembicaraan yang mengecewakan
dengan para pejabat Iran di Teheran.
 
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar