Jumat, 27 Juli 2012

AS Mulai Hadapi Suriah???..>> UNTUK APA AS IKUT CAMPUR DI SURIAH...??? ITU KAN URUSAN DALAM NEGERI SURIAH... MENGAPA AS DAN LIGA ARAB IKUT2AN MEMBANTU PEMBEERONTAK SURIAH..???>> .."Pemerintah Suriah adalah teladan di kawasan dalam mendukung gerakan perlawanan Palestina. Inilah alasan mengapa (Suriah) menjadi target AS, Zionis, dan teroris," kata Jalili dalam pertemuan dengan Wakil Perdana Menteri Suriah, Omar Ghalawanji di Teheran, Kamis (26/7). "Sementara kebanyakan negara Arab lainnya justru pasif menyikapi perang 22 hari di Jalur Gaza pada tahun 2009. Suriah sangat mendukung bangsa Palestina," tegas Jalili. ..>>.... "Para diplomat AS telah melakukan kontak dengan para pejabat Israel dan Turki mengenai strategi untuk menggulingkan pemerintah Assad, " tulis New York Times....>>>.........Presiden AS Barack Obama meninggalkan upaya penyelesaian diplomatik dalam konflik di Suriah. Tidak hanya itu, Gedung Putih juga meningkatkan bantuan kepada pemberontak Suriah dan melipatgandakan upaya untuk menggalang koalisi global untuk memaksa para pemimpin dunia menjatuhkan rezim Bashar al-Assad...>>..."Kami mohon maaf, kenapa Liga Arab campur tangan sampai pada tingkat urusan dalam negeri anggotanya,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Jihad Makdissi pada konferensi pers Senin (23/7/2012), di Damaskus. Menurutnya, keputusan di tangan rakyat Suriah, yang bisa memutuskan nasib pemerintahnya....>>>..."Jika bangsa-bangsa (Liga) Arab yang bertemu di Doha dengan santun menginginkan pertumpahan darah di Suriah dihentikan, mereka seharusnya juga menghentikan pasokan senjata untuk para pemberontak.. Semestinya mereka menghentikan propaganda,” ujar Makdissi. “Semua pernyataan Liga Arab itu munafik.”..>>..Anggota DK terdiri dari 15 negara, lima negara anggota tetap yang memiliki hak veto terhadap resolusi. “Inggris mengecam veto Rusia dan China,” ujar Mark Lyall Grant, utusan Inggris, yang negaranya memimpin penyusunan resolusi itu. Sementara AS mengecam langkah dua negara yang disebut sebagai “sebuah keputusan yang patut disesalkan”. “Veto Rusia dan China bisa membuat rezim Bashar al-Assad makin gila,” kata Jay Carney, juru bicara Presiden AS Barack Obama, segera setelah resolusi DK diveto dua negara itu. ..>>>..“Rakyat Iran tidak akan merubah sikapnya pada Suriah dan akan mendukung mereka," jelas Rahimi seperti dikutip Arabnews.com. Hal ini jelas berbeda dengan pernyataan di awal Juli 2012 oleh Menteri Luar Negeri Iran Ali AkbarSalehi. Saat itu Ali menyatakan siap menjadi fasilitator pembicaraan antara pemerintah Suriah dan kelompok oposisi untuk menemukan solusi perdamaian bagi Suriah....>>>

AS Mulai Kewalahan Hadapi Suriah?

Jumat, 27 Juli 2012, 07:47 WIB


REPUBLIKA.CO.ID, Analis AS, Webster Griffin Tarpley mengatakan Washington dan sekutunya kembali gagal menggulingkan pemerintah Suriah meskipun telah menggunakan segala cara termasuk memperalat milisi Alqaidah.
New York Times sempat melaporkan bahwa Presiden AS Barack Obama meninggalkan upaya penyelesaian diplomatik dalam konflik di Suriah. Tidak hanya itu, Gedung Putih juga meningkatkan bantuan kepada pemberontak Suriah dan melipatgandakan upaya untuk menggalang koalisi global untuk memaksa para pemimpin dunia menjatuhkan rezim Bashar al-Assad.
"Para diplomat AS telah melakukan kontak dengan para pejabat Israel dan Turki mengenai strategi untuk menggulingkan pemerintah Assad, " tulis New York Times.
Suriah menjadi ajang kerusuhan sejak pertengahan Maret 2011 lalu yang disulut demonstrasi pro pemerintah Assad dan penentangnya. Namun kemudian, unjuk rasa damai itu berubah menjadi kekerasan berdarah dengan meningkatnya intervensi asing terhadap urusan dalam negeri Suriah.
Barat dan oposisi Suriah menuduh pemerintah membunuh para demonstran. Sebaliknya, pemerintah Damaskus menyalahkan penjahat, penyabot dan kelompok teroris bersenjata sebagai penyulut kerusuhan yang diplot dari luar negeri. Redaktur: Endah Hapsari. Sumber: IRIB/IRNA

Inilah Alasan AS dan Israel Hantam Suriah



REPUBLIKA.CO.ID, Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran (SNSC) Saeed Jalili mengatakan Washington dan Tel Aviv menargetkan Damaskus, karena pemerintah Suriah menjadi negara yang selama ini berkomitmen tinggi dalam mendukung perjuangan Palestina.
"Pemerintah Suriah adalah teladan di kawasan dalam mendukung gerakan perlawanan Palestina. Inilah alasan mengapa (Suriah) menjadi target AS, Zionis, dan teroris," kata Jalili dalam pertemuan dengan Wakil Perdana Menteri Suriah, Omar Ghalawanji di Teheran, Kamis (26/7).
"Sementara kebanyakan negara Arab lainnya justru pasif menyikapi perang 22 hari di Jalur Gaza pada tahun 2009. Suriah sangat mendukung bangsa Palestina," tegas Jalili.    
Baru-baru ini, seorang pejabat Qatar yang membelot ke Venezuela mengatakan Israel mendorong Qatar menyulut kerusuhan di Suriah, Lebanon dan Yordania, yang merupakan bagian dari kebijakan AS di Timur Tengah.
Ia meninggalkan negaranya karena menentang kebijakan dalam dan luar negeri Doha, termasuk intervensi di Suriah. "Qatar memiliki pusat operasi bersama dengan agen intelijen Israel, yang memantau peristiwa yang berlangsung di Suriah melalui Turki. Badan intelijen Israel, Mossad, adalah pihak yang bertanggung jawab atas serangan bom di ibukota Suriah yang menewaskan sedikitnya empat pejabat keamanan pekan lalu," tegasnya. Redaktur: Endah Hapsari. Sumber: IRIB/IRNA
Suriah Melawan Liga Arab


INILAH.COM, Damaskus –
Suriah menolak permintaan Liga Arab agar Presiden Bashar al- Assad lengser dari kekuasaannya. 

"Kami mohon maaf, kenapa Liga Arab campur tangan sampai pada tingkat urusan dalam negeri anggotanya,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Jihad Makdissi pada konferensi pers Senin (23/7/2012), di Damaskus. Menurutnya, keputusan di tangan rakyat Suriah, yang bisa memutuskan nasib pemerintahnya.

"Jika bangsa-bangsa (Liga) Arab yang bertemu di Doha dengan santun menginginkan pertumpahan darah di Suriah dihentikan, mereka seharusnya juga menghentikan pasokan senjata untuk para pemberontak.. Semestinya mereka menghentikan propaganda,” ujar Makdissi.
“Semua pernyataan Liga Arab itu munafik.”

Liga Arab telah meminta Assad mengundurkan diri dari jabatan presiden untuk mengakhiri pertumpahan dari di seluruh Suriah, tulis Al Jazeera on line. “Ada persetujuan di Liga Arab agar pengunduran diri Presiden Bashar al-Assad dipercepat,”  ujar Perdana Menteri Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al-Thani kepada para wartawan pada akhir pertemuan para menteri Liga Arab di Doha.

Liga Arab juga mendesak pemberontak yang tergabung dalam Tentara Pembebasan Suriah membentuk pemerintahan transisional persatuan nasional.  "Kita meminta oposisi dan Tentara Pembebasan Suriah segera membentuk pemerintahan persatuan nasional,” ujar Sheikh Hamad sembari menjelaskan hasil-hasil pertemuan Liga Arab.

Ia mendesak Assad untuk “berani” mengambil keputusan untuk menyelamatkan negaranya yang terus berkecamuk dalam pertempuran antara tentara pemerintah dan pemberontak.

Pada konferensi pers khusus dengan media asing, pemerintah Suriah untuk pertama kali menyingkap bahwa Suriah mempunyai cadangan senjata kimia dan biologis yang hanya akan digunakan kalau diserang pihak asing dan tak akan digunakan untuk menyerang warga negaranya sendiri.

“Tidak akan pernah ada penggunaan senjata kimia atau biologis, saya ulangi, tidak akan pernah, selama krisis Suriah tak perduli apa pun perkembangan di dalam negeri Suriah,” ujar Makdissi.
“Semua jenis persenjataan ini tersimpan baik di gudang yang diawasi dan disupervisi angakatan bersenjata Suriah dan tidak akan pernah digunakan kecuali Suriah diserang pihak asing,” tambahnya.

Pernyataan Makdissi itu disampaikan setelah pasukan Suriah pimpinan Maher al Assad, saudara kandung Presiden Bashar al-Assad, yang didukung pesawat-pesawat helikopter bersenjata menghalau pemberontak keluar dari sebuah distrik di Damakus, seminggu setelah penyerangan di ibukota Suriah.

Anggota Angkatan Darat Suriah Divisi Keempat di bawah komando Maher al-Assad membantai beberapa orang pemuda pada akhir pekan lalu selama operasi pengendalian distrik Barzeh di Damaskus, ujar seorang aktivis yang menyaksikan pembantaian.

Liga Arab dikabarkan koran China Daily kemarin (23/7) mendesak PBB segera bertemu mendiskusikan kemungkinan pemutusan hubungan diplomatik antara PBB dan Suriah.

Sebuah resolusi Liga Arab juga meminta PBB menyetujui sebuah kawasan yang aman (safe zone) di Suriah untuk melindungi keselamatan para warga Suriah dan segera membetuk pemerintahan transisional.

Gertak mengertak pemerintahan Bashar al-Assad dukungan Rusia di satu pihak dan China dengan Liga Arab dan PBB di pihak lain terus berlangsung dengan segala manuvernya. Tapi korban tewas akibat semacam perang saudara di Suriah terus bergelimpangan. [mdr]

DUNIA

Rusia-China Veto DK PBB, Kofi Annan 

Gigit Jari

Oleh: Bachtiar Abdullah
Jumat, 20 Juli 2012, 15:04 WIB

INILAH.COM, New York - Rusia dan China telah menjatuhkan veto atas resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB yang mengancam menerapkan sanksi kepada pemerintah Suriah atas penggunaan kekerasan yang bisa membunuh warga sipil dalam konflik yang kian memanas.

Pemungutan suara para anggota DK PBB dilakukan Kamis (19/7) di markasnya di New York. Sebanyak 11 negara mendukung resolusi DK, dua negara menentang dan dua negara abstain. Resolusi ini ketiga kalinya dimentahkan veto Rusia dan China dalam sembilan bulan ini.

Anggota DK terdiri dari 15 negara, lima negara anggota tetap yang memiliki hak veto terhadap resolusi. “Inggris mengecam veto Rusia dan China,” ujar Mark Lyall Grant, utusan Inggris, yang negaranya memimpin penyusunan resolusi itu. Sementara AS mengecam langkah dua negara yang disebut sebagai “sebuah keputusan yang patut disesalkan”.

“Veto Rusia dan China bisa membuat rezim Bashar al-Assad makin gila,” kata Jay Carney, juru bicara Presiden AS Barack Obama, segera setelah resolusi DK diveto dua negara itu.

Resolusi yang diveto itu akan memperpanjang tugas misi PBB di Suriah selama 45 hari ke depan. Misi ini tidak bekerja efektif jika gencatan senjata yang digagas utusan khusus PBB-Liga Arab Kofi Annan tak pernah bisa dilaksanakan.

Dewan Keamanan masih punya waktu untuk menegosiasikan resolusi lainnya atas keyakinan bahwa tugas misi PBB yang 90 hari akan diperpanjang pada Jumat tengah malam nanti.
Meskipun resolusi tadi menerapkan sanksi non-militer, dalam Bab VII Piagam PBB memungkinkan DK melakukan tindakan-tindakan mulai dari sanksi diplomatik, sanksi ekonomi hingga intervensi militer. Para anggota DK dari negara-negara Barat mengatakan mereka membahas ancaman sanksi terhadap Suriah, bukan intervensi militer.
“Sidang ini membuat DK gusar. Duta Besar Jerman untuk PBB sangat mengecam posisi Rusia, namun agak lunak terhadap komentar Dubes Prancis,” lapor wartawan Al Jazeera di New York.
“Apa yang kami lihat adalah siklus pembicaraan, pemungutan suara, veto yang mengecam dan tidak seorang pun punya rencana jelas yang bisa memotong siklus ini sekarang,” ujar wartawan Al Jazeera Alan Fisher.
Teks resolusi DK didukung oleh AS, Prancis, Jerman dan Portugal. Rusia bilang tidak bisa menerima sanksi sembari menuduh negara-negara Barat menjadi dalang resolusi itu dan yang memang mencari jalan pembuka untuk bisa menekankan sanksi dan keterlibatan militer lebih jauh dalam urusan-urusan dalam negeri Suriah.
“Kalkulasi Barat menggunakan DK untuk rencana mereka yang lebih panjang untuk menekan negara berdaulat tidak akan lolos dari sidang DK,” ujar Vitaly Churkin, dubes Rusia untuk PBB, Kamis kemarin.
Kofi Annan sehari sebelumnya menemui Presiden Vladimir Putin dan Menlu Sergei Lavrov di Kremlin, untuk membujuk mereka agar keras terhadap Suriah. Juru bicara Annan, mengatakan sunhguh sangat kecewa ketika Annan tahu DK pun tak mampu mengakhiri konflik Suriah.
Konflik Suriah sudah bergolak sekitar 16 bulan silam. Banyak pihak yang ingin menyudahi rezim Bashar al-Assad yang membunuh 14 ribu warganya, sebagian besar dibunuh oleh pasukan keamanan. [Dari berbagai sumber]

Iran Kembali Tegaskan Dukungan-nya terhadap Bashar Al Assad



Hidayatullah.com--Pemerintahan Iran menyatakan takkan merubah dukungannya kepada pemerintahan Bashar Al Assad. Melalui wakil presiden Iran Mohammad Reza Rahimi, dalam sebuah konferensi pers di salah satu stasiun televisi Iran, ia mengatakan bahwa koalisi antara Iran dan Suriah tidak bisa diganggu gugat.

Rakyat Iran tidak akan merubah sikapnya pada Suriah dan akan mendukung mereka,jelas Rahimi seperti dikutiArabnews.com.

Hal ini jelas berbeda dengan pernyataan di awal Juli 2012 oleh Menteri Luar Negeri Iran Ali AkbarSalehi. Saat itu Ali menyatakan siap menjadi fasilitator pembicaraan antara pemerintah Suriah dan kelompok oposisi untuk menemukan solusi perdamaian bagi Suriah.
Iran sendiri, akan membantu subsidi listrik bagi Suriah. Bantuan kelistrikan itu akan melalui kerjasama dengan pemerintahan Iraq. Hal ini semakin membuktikan kemesraan antara tiga negara yang saat ini didominasi oleh faksi Syiah yaitu Iran, Iraq dan Suriah.
Lebih dari itu, Iran yang sebelumnya mendukung gejolak Arab Spring menjadi berbeda 180 derajat dengan menuduh bahwa keberadaan revolusi di Suriah tidak lebih dari sebuah rekayasa konspirasi. Iran juga pada kondisi yang sama tetap menutup mata dengan jumlah 19.000 warga sipil yang terdiri dari mayoritas Sunni yang dibantai oleh pemerintahan Bashar Al Assad.*
Rep: Thufail Al-Ghifari
Red: Cholis Akbar



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar