Selasa, 11 Maret 2014

KRISIS UKRAINA-DAN PASUKAN RUSIA MASUK DI CRIMEA...??? MENGAPA AS-NATO MENJADI GUSAR...??? MENGAPA RUSSIA .. MENANTANG...??? MENGAPA KRISIS..DI KAWASAN CRIMEA DAN UKRAINA...MENJADI PENTING...?? ADA KEPENTINGAN APA RUSSIA-AS-DAN UK DAN NATO...DENGAN UKRANIA DAN CRIMEA...??? ...>> KONO ADA PIPA GAS RUSSIA KE EROPA..??? LALU KENAPA SEMUA MENJADI SEAKAN TIDAK BETAH DENGAN KRISIS UKRAINA DAN CRIMEA..??>> MENGAPA HARUS TERJADI KRISISI POLITIK DI UKRAINA DAN CRIMEA..??? KONON.. SEMUA KEJADIAN POLITIK ITU.. SUDAH MENJADI KEBIASAAN DENGAN PLOT2 KEPENTINGAN EKONOMI.. DAN JUGA MILITER...???>>> APAKAH AS-NATO LEBIH BERHAK ATAS KEPENTUINGANNYA DI UKRAINA DAN CRIMEA...??? APAKAH RUSSIA...YANG LEBIH BERKEPENTINGAN...??? INILAH BUNTUT DARI ARAB SPRINGS DAN PERANG SURIAH...???>> MENGAPA DENGAN CEPAT BERALIH DARI TIMUR TENGAH KE KAWASAN BALTIK DAN LAUT HITAM...???>> APAKAH INI SESUNGGUHNYA BAGIAN DARI TARGET...DAN SASARAN "ANTARA" YANG MENETUKAN KEMENANGAN PD III SESUAI SKENARIO THE WTO...JUGA..??? MENGAPA AS DAN UK DAN NATO MENJADI KALANG KABUT.. DAN SEPERTI TAK TAHU HARUS BERTINDAK APA ATAU BAGAIMANA...?? >>> LALU.... APAKAH INI ADA PADA BAGIAN SKENARIO THE NEW WORLD ORDER KONSEP..???>> MENGAPA HARUS UKRAINA DAN CRIMEA..???>> INILAH STRATEGI DAN PERMAINAN POLITIK-DAGANG-DAN SERDADU...YANG TELAH LAMA DIRANCANG OLEH PARA WAR MONGERERS DAN GIMMICK DARI REAL WAR AND FINANCE DAN INDUSTRI AMUNISI DAN PERLENGKAPAN PERANG...??>> APAKAH SEMUA HARUS DEMIKIAN SESUAI PARADIGMA DAN SKENARIO THE NWO... UNTUK PENGUASAAN SUMBER2 BIZ-DAN ESDM...??? ATAUKAH JALUR ENERGY DAN PENGAMANAN... INVESTASI YANG SUDAH TERLANJUR BESAR...??? >>>... BAGI KAPITALIS.. UANG SATU CENT.. PUN HARUS ADA PERHITUNGANNYA...??? DAN KONON.... TIDAK ADA MAKAN SIANG YANG GRATIS...??? BENARKAH....???!!! >>> LALU SIAPA YANG AMBISI DAN SIAPA YANG MEMANG WAJAR2 SAJA...??>> Mantan anggota Kongres AS Ron Paul memperingatkan bahwa upaya Washington untuk menjatuhkan sanksi terhadap Rusia atas krisis di Ukraina adalah "aksi perang." "Meski banyak yang keliru meyakini bahwa sanksi merupakan cara yang relatif tidak berbahaya untuk memaksa negara-negara asing melakukan apa yang kita katakan, kita harus memperjelas: sanksi merupakan aksi perang," tulis Paul dalam sebuah artikel yang diterbitkan pada Senin (10/3)....>>> ... Ron Paul mengatakan ada "bahaya konflik yang tak terbayangkan antara AS dan Rusia." "Kita harus menuntut pergeseran dari kebijakan perang, jauh dari retorika provokatif. Kita bangkrut dan tidak mampu "membeli" Ukraina. Kita tentu tidak mampu menggelar perang lain, khususnya dengan Rusia!" katanya. Paul menjelaskan bahwa utang AS secara resmi telah melampaui lebih dari 17 triliun USD dan biaya invasi AS ke Afghanistan dan Irak mungkin mencapai lebih dari enam triliun dolar...>>> ... Pemerintahan Obama telah meningkatkan kehadiran militernya di Eropa, dengan mengirimkan 12 jet tempur F-16 dan 300 tentara Amerika di Polandia pekan ini guna mereaksi krisis di Ukraina. Enam pesawat F-15C Eagles dan lebih dari 60 warga Amerika juga telah tiba di pangkalan udara Siauliai, Lithuania. Sementara itu, kapal perusak AS USS Truxtun, telah menyeberangi Selat Bosphorus Turki dan memasuki Laut Hitam.(IRIB Indonesia/MZ)...>>> ..."Jadi siapa yang waras untuk berpikir sekarang bukan waktu yang baik untuk memulai perang dengan Rusia atas Ukraina? Dan lebih buruk lagi, siapa yang akan memaksa Amerika Serikat untuk menyelamatkan Ukraina yang akan memerlukan sedikitnya 35 miliar USD untuk bertahan hidup tahun ini?" tegas mantan anggota Kongres AS ini...>> ..."Invasi ilegal Presiden Obama biaya Libya setidaknya menelan satu miliar dolar dan membuat negara itu hancur. Biaya upaya perubahan rezim AS di Suriah kemungkinan ini sangat besar sekali, baik dalam bentuk dolar atau nyawa dan. Itu masih rahasia," tulisnya...>>

Obama: "Krisis Ukraina Ancaman Luar Biasa Kemanan Nasional AS"
Islam Times -http://www.islamtimes.org/vdciyvap5t1aw32.k8ct.html
 Perintah itu memungkinkan pihak pemerintah untuk memberlakukan pembatasan visa pada warga Rusia dan Crimea yang diidentifikasi sebagai ancaman terhadap keamanan atau integritas teritorial Ukraina.
Presiden AS (washington post)
Presiden AS (washington post)

Pada Kamis pagi (6/3/14), Presiden AS Barack Obama menandatangani perintah eksekutif yang menyebut krisis yang sedang berlangsung di Ukraina menyusul "invasi" militer Rusia di Semenanjung Crimea sebagai "ancaman yang tidak biasa dan luar biasa terhadap keamanan nasional dan kebijakan luar negeri AS".

Perintah itu memungkinkan pihak pemerintah untuk memberlakukan pembatasan visa pada warga Rusia dan Crimea yang diidentifikasi sebagai ancaman terhadap keamanan atau integritas teritorial Ukraina.

Perintah itu juga membuka jalan bagi penerapan sanksi terhadap para individu di pemerintahan yang bertanggung jawab dalam "merusak proses atau lembaga-lembaga demokrasi di Ukraina".

Pada hari yang sama, Parlemen Crimea memilih memisahkan diri dari Ukraina dan bergabung dengan Rusia sebagai wilayah baru dalam Federasi Rusia. Mereka mengamanatkan bahwa referendum, baik yang berkenaan dengan tuntutan otonomi lebih besar atau penyatuan dengan Rusia, akan dipublikasikan dalam 10 hari ke depan.

Baik pemerintah Kiev maupun Uni Eropa menyatakan bahwa jenis referendum daerah itu terbilang inkonstitusional. (IT/BN/rj)

Sanksi Anti-Rusia oleh AS Berarti Aksi Perang

 

Mantan anggota Kongres AS Ron Paul memperingatkan bahwa upaya Washington untuk menjatuhkan sanksi terhadap Rusia atas krisis di Ukraina adalah "aksi perang."
 
"Meski  banyak yang keliru meyakini bahwa sanksi merupakan cara yang relatif tidak berbahaya untuk memaksa negara-negara asing melakukan apa yang kita katakan, kita harus memperjelas: sanksi merupakan aksi perang," tulis Paul dalam sebuah artikel yang diterbitkan pada Senin (10/3).

Kongres AS akan menggodok sanksi anti-Rusia beberapa hari mendatang.

Pekan lalu, Gedung Putih mengumumkan akan memberlakukan sanksi ekonomi dan larangan visa bagi pejabat Rusia, namun belum menyinggung entitas tertentu atau pejabat Rusia.

Menurut rencana para pejabat Amerika dan Eropa akan bertemu di London, hari ini (Selasa, 11/3)  untuk menyusun daftar pihak di Rusia yang kemungkinan akan disanksi.

Ron Paul mengatakan ada "bahaya konflik yang tak terbayangkan antara AS dan Rusia."
 
"Kita harus menuntut pergeseran dari kebijakan perang, jauh dari retorika provokatif. Kita bangkrut dan tidak mampu "membeli" Ukraina. Kita tentu tidak mampu menggelar perang lain, khususnya dengan Rusia!" katanya.
 
Paul menjelaskan bahwa utang AS secara resmi telah melampaui lebih dari 17 triliun USD dan biaya invasi AS ke Afghanistan dan Irak mungkin mencapai lebih dari enam triliun dolar.

"Invasi ilegal Presiden Obama biaya Libya setidaknya menelan satu miliar dolar dan membuat negara itu hancur. Biaya upaya perubahan rezim AS di Suriah kemungkinan ini sangat besar sekali, baik dalam bentuk dolar atau nyawa dan. Itu masih rahasia," tulisnya.

"Jadi siapa yang waras untuk berpikir sekarang bukan waktu yang baik untuk memulai perang dengan Rusia atas Ukraina? Dan lebih buruk lagi, siapa yang akan memaksa Amerika Serikat untuk menyelamatkan Ukraina yang akan memerlukan sedikitnya 35 miliar USD untuk bertahan hidup tahun ini?" tegas mantan anggota Kongres AS ini.

Pemerintahan Obama telah meningkatkan kehadiran militernya di Eropa, dengan mengirimkan 12 jet tempur F-16 dan 300 tentara Amerika di Polandia pekan ini guna mereaksi krisis di Ukraina. Enam pesawat F-15C Eagles dan lebih dari 60 warga Amerika juga telah tiba di pangkalan udara Siauliai, Lithuania.

Sementara itu, kapal perusak AS USS Truxtun, telah menyeberangi Selat Bosphorus Turki dan memasuki Laut Hitam.(IRIB Indonesia/MZ)


NATO Akan Kerahkan Pesawat AWACS di Polandia dan Rumania
 
Islam Times -...http://www.islamtimes.org/vdcguz9w3ak93x4.1ira.html.>>
 
Juru bicara NATO mengatakan, NATO telah mendapat lampu hijau pada hari Senin (10/3/14) untuk penerbangan pesawat pengintai seiring rekomendasi yang diajukan Panglima Angkatan Udara AS Jenderal Philip Breedlove.
 
AWACS NATO.jpg
AWACS NATO.jpg

North Atlantic Treaty Organization (NATO) mengatakan bahwa pihaknya akan mengerahkan pesawat pengintai AWACS di Polandia dan Rumania untuk memantau krisis yang terus membesar di Ukraina.

Juru bicara NATO mengatakan, NATO telah mendapat lampu hijau pada hari Senin (10/3/14) untuk penerbangan pesawat pengintai seiring rekomendasi yang diajukan Panglima Angkatan Udara AS Jenderal Philip Breedlove.

Komandan NATO itu mengatakan, penerbangan itu akan dilakukan dari pangkalan NATO di Jerman dan Inggris. Penerbangan itu  bermaksud meningkatkan kesadaran situasional NATO dan semua penerbangan AWACS akan dilakukan di atas wilayah negara-negara anggota NATO.

"Keputusan ini merupakan tindakan yang tepat dan bertanggung jawab sesuai dengan keputusan NATO untuk mengintensifkan penilaian kontinu kami tentang implikasi krisis ini bagi keamanan NATO," kata pejabat itu.

Pengerahan AWACS akan dilakukan di saat Republik Otonomi Crimea tengah mempersiapkan diri untuk melaksakan referendum pada hari Minggu (16/3/14) untuk bergabung dengan Rusia.

Pada hari Senin (10/3), Parlemen Crimea resmi mengundang pengamat dari Organisasi Keamanan dan Kerjasama di Eropa (OSCE) untuk memantau pelaksanaan referendum mendatang di wilayah itu.

Sementara kepala Parlemen Rusia mengatakan mereka akan mendukung Crimea jika rakyat memang ingin berpisah dari Ukraina dan bergabung dengan Rusia.

Krisis politik meletus di Ukraina pada November 2013 setelah presiden terguling, Viktor Yanukovych, menolak penandatanganan Perjanjian Asosiasi dengan Uni Eropa. [IT/r]

Dollar Danger 2014: Don't Panic



Mar 8 (2 days ago)

https://mail.google.com/mail/u/0/?shva=1&pli=1#inbox/144a1ce903e75974

Outsider Club
1,740% Higher Profit Margins Than ANYONE Else
Last year, several successful oil & gas companies paid shareholders gains of 31% or higher.
They did it working with little more than a 6.7% profit margin. That's not bad.
But imagine how much heftier those gains could be if their profit margins jumped 1,740% higher...
⚠Dollar Danger 2014: Don't Panic
By Brittany Stepniak | Saturday, March 8th, 2014
Today we bring you this week's top stories from Outsider Club
Buy These 3 Gold Stocks
I've dug up three gold stocks that will likely deliver double-digit gains over the next few 
months. Check 'em out here...
Did You Make This Mistake?
Don't fret. There's still time to fix it... Join others who've already made up to 300% in just 

7 months
Russia Threatens Complete "Crash for the Financial System of the United States" 
America's facing the biggest threat to its economy since we first emerged as 
a global superpower. Consequences could be catastrophic...
This Investment Is Better Than Physical Silver With the silver market primed for a 
surge that could take prices over $237 per ounce, you can't afford to pass this one up...
Shale Sets Up a Silver Surge
It's my view that free money and low interest rate policies from the Fed have led to the 

illusion of cheap energy. Slowly but surely, more and more people are realizing how 
the trick has been pulled off.
How to Survive the Attack on the Dollar 2014
Because of some shady "back-room deals," the U.S. dollar is set to collapse in 2014 

— now is the time to prepare, or risk losing 50% of your wealth... practically overnight.
Advertisement

The 11 Highest Paying Dividends
The Guggenheims, the Gates, and the Rothschilds might have started their fortunes in risky enterprises.
But their legacies will continue thanks to this unique group of stocks.
Each one pays out monthly dividends, nearly 10X higher than the S&P!

Playing Us for FoolSmall retail investors are about to be beaten to a pulp yet again. And for the most part, 
it's their own fault. Buy and hold... and lose.
Massive Oil Deposit Right Here in AmericaFor now, shares trade for around $8, but I can't see that lasting 
much longer...
Living in a Prison Planet
Government surveillance is literally driving us insane...
Ride the Robot Revolution for 1,578% Gains
Thanks to remarkable technological breakthroughs, the stuff of science fictions has become science fact. 
Buyers Pick up Fallen Gold Miners, Abandon Stocks
What a difference 68 days makes...

Veterans Today was right – 

Kiev shootings a 

psyops provocation

Jim W. Dean – Veterans Today March 5, 2014

 

 

 

 

 

Breaking Estonian Foreign Minister Urmas Paet 

and Catherine Ashton discuss Ukraine over the 

phone






You would think authorities would want to know who shot who, and why? Click to enlarge




The conclusion is no surprise but it is nice for the Russians to share the confirmation with us.
Our own analysis of the earlier triple angle videos of the shooting showed advancing unarmed demonstrators being shot from behind from 180 degrees, and also from a side behind angle of about 35 degrees from buildings across the street they occupied.
The angle was low, so the shooters were not up high, so they could exit their positions quickly.
A third party shooting both sides of a conflict to stimulate general fire is a classic Intel psyop, and nothing like that happens spontaneously.
In this case, some of the fire is short bursts from automatic weapons. You can see the bullets impacting the trees, actually going over the heads of the demonstrators.
And then you see the snipers nailing individual targets, including those behind cover from  the riot police. I have seen one photo of a dead protestor with a hole through his bullet proof vest, an armor piercing round. When the riot police began to get shot, they would have had their people join in the shooting, assuming the advancing protestors where shooting at them, the whole point of the provocation.
To save you time watching this…the first two minutes are dead time while the Estonian FM is waiting for the connection to Ashton. The main thing he confirms prior to the shooting part is that the members of the transition government are a lot of people with some very shady pasts …gangsters, America’s, the EU’s and NATO’s new terror ally nation-builders in Eastern Europe.
They don’t get into the shooting discussion until around 8 minutes. The Estonian FM says that the medical and on the ground people all confirm that the riot police and the protestors were shot by the same group…and there was no qualification on that. You will notice that Ashton matter of factly acknowledges this but does not ask any questions.
And the last big thing is that the Estonian FM says the interim government has no interest in an investigation to establish who really did the shooting.
Ashton again acknowledges, but strangely does not ask the FM who he thinks did it, something the faraway person would normally be asking the ‘been there’ person. One might assume that she already knew, and thus did not have to ask.
Despite knowing they are aligned with hard core street paramilitaries whom they have brutally set loose upon the Ukrainians, neither shows the slightest concern over any of their depredations.
Their main business talk was in regards to getting money to the broke government so they 
can function and not collapse…but there was no mention of extracting an independent 
investigation commitment from gangsters for the promised money. Now isn’t that special?
This conversation took place on Feb. 26th, 2014…and we assume was intercepted by 
Russian security
YouTube – Veterans Today -
….to be continued, I am sure

Russia cites ‘chaos’ in eastern Ukraine; 

gunmen storm bases in Crimea

Video: Russia's foreign ministry denounced alleged lawlessness by far-right activists in eastern Ukraine, a statement likely to trigger alarms about possible further Russian intervention there.

Russia cites ‘chaos’ in eastern Ukraine; 

gunmen storm bases in Crimea

http://world.einnews.com/article/194431688/rXkNIJmFjwa9S93Q?n=1&code=lCtThc8XIaCtSyaE

Video: Russia's foreign ministry denounced alleged lawlessness by far-right activists in eastern Ukraine, a statement likely to trigger alarms about possible further Russian intervention there.
SEVASTOPOL, Ukraine — Russia and its sympathizers seized control of more Ukrainian military bases and facilities in Crimea on Monday while Moscow issued threatening statements about eastern Ukraine that signaled Russia’s intention to play a significant role in the country’s future.
At least four Ukrainian military bases, including one stocked with missiles, were overrun by armed men in uniforms who say they are members of local self-defense units, which are typically under the command of Russian military officers. The headquarters of the Ukrainian naval fleet had its electricity cut, and the director of a military hospital was ousted and a replacement installed by the pro-Russian militia that took over.
Video
<caption> Hundreds gathered in Moscow to show their support for the Russian-speaking population in Ukraine, calling for both peace and the annexation of Crimea. </caption>

Hundreds gathered in Moscow to show their support for the Russian-speaking population in Ukraine, calling for both peace and the annexation of Crimea.
More business news

A foreboding sense of lawlessness is spreading ahead of a Sunday referendum in Crimea on whether to align with Russia or remain with Ukraine. Several activists critical of Russia’s presence in the Crimean region were reported missing. Residents of the regional capital, Simferopol, reported being visited by groups that stole or destroyed their passports, which are required as identification to vote.
Crimean officials are acting as if the referendum’s outcome is a foregone conclusion. On a Web site that the Crimean parliament started to drum up support for the referendum, an online poll showed that votes to join Russia outnumber those in favor of Ukraine almost three to one. Every article on the site put a positive spin on a union with Russia, including one that described the thousands of Russian tourists eager to vacation in Crimea.
Geoffrey R. Pyatt, the U.S. ambassador to Ukraine, said at a news conference in Kiev, the Ukrainian capital, that the United States will not recognize the results of the referendum.
“Any increase of the autonomy of Crimea should be done not under the barrel of a gun but in a clear, transparent and constitutional process,” Pyatt said.
Senior administration officials in Washington said the ball was in Russia’s court to de-escalate the situation, a prospect they acknowledged looked increasingly unlikely, or risk U.S. sanctions.
Officials said that Secretary of State John F. Kerry had declined an invitation to go to Russia and speak directly to President Vladimir Putin, and that he had instead sent a list of questions to Moscow over the weekend. Among the questions, delivered along with a proposal to discuss the answers with Russian Foreign Minister Sergei Lavrov, was whether Russia was prepared to take steps such as working to stop the referendum and open direct talks with the new government in Ukraine. Once Crimea was annexed, there would be little to talk about, said the officials, speaking on the condition of anonymity to discuss the bilateral communications.
The only response from Moscow appeared to come when Russian television showed Lavrov telling Putin that U.S. proposals for resolving the crisis were unacceptable because they recognized the interim Kiev government as legitimate.
Earlier in the day, the Russian Foreign Ministry issued a statement accusing masked men of firing at peaceful protesters in the eastern Ukrainian city of Kharkiv.
“Russia is outraged by the chaos, which is currently ruling in eastern regions of Ukraine as a result of the actions of militants of the so-called Right Sector amid utter connivance of the new authorities as they call themselves,” the statement said.
Witnesses have described very different scenarios, accusing pro-Russian demonstrators of attacking Ukrainian loyalists. Pro-Russian sentiment runs high in eastern Ukraine, as it does in Crimea.
On Monday, Vitali Klitschko, a politician and former heavyweight boxer who helped organize the protests against now-ousted leader Viktor Yanukovych and is running for president, visited Kharkiv, addressed a pro-Kiev crowd and was pelted with eggs by pro-Russian demonstrators.
Any ambiguity about who is in control of Crimea is lost on the ground. It is not the Ukrainian government.
Vladislav Seleznyov, a Ukrainian Defense Department spokesman in Crimea, said that 200 armed men in uniform arrived in 14 trucks around 1:30 a.m. Monday at an army missile base in Chernomorskoye, in western Crimea, and ordered the troops on the installation to give up their weapons. The Ukrainian soldiers refused, but they stored their weapons in an arsenal on the base and left, Seleznyov said.
Similar reports of takeovers came from other Ukrainian military installations, including a navy facility for radio communications near the Black Sea port of Sevastopol, a military hospital in Simferopol and two bases around the Tatar village of Bakhchysaray, Seleznyov said.
Several activists who oppose Crimea returning to Russia have been reported missing.
Igor Kiryuschenko, who heads the Crimean branch of the Ukrainian Republican Party, is thought to have been abducted one day after he took part in a pro-Ukrainian rally.
Colleagues reported that he was last heard from late Monday morning, when he called his office and told the secretary, “Goodbye. They have come for me.” He has not answered his cellphone since then.
Activists from AutoMaidan, a group of car owners who drove around Ukraine when the uprising against Yanukovych began, said a member of their group and another woman traveling with her had been detained at a checkpoint as they tried to enter Crimea overland Sunday afternoon.
Sergey Hadzhynov, one of the activists who made it to Crimea, said witnesses reported seeing the women kneeling on the ground, their hands bound behind their backs.
Amid the escalating tensions, NATO officials said Monday that the alliance would begin to fly reconnaissance missions over Poland and Romania to peer into Ukraine. Although such flights are fairly routine, the announcement appeared calculated to remind Russia that its actions are being watched.
The United States has called on Russia and Ukraine to show restraint, but Ukrainian Foreign Minister Andrii Deshchytsya suggested Monday that it is becoming more difficult.
“We have to admit that our life now is almost like . . . a war,” Deshchytsya said, speaking in English. “We have to cope with an aggression that we do not understand.”
Lally reported from Moscow. Pam Constable in Bakhchysaray, Anthony Faiola in Kiev, Anne Gearan and Karen DeYoung in Washington, and Griff Witte in London contributed to this report.
 

Peringatan Tegas Rusia terhadap 

Langkah "Gegabah" AS





Krisis Ukraina kian hari memburuk dan Amerika Serikat telah mengambil langkah-langkah keras untuk menekan Rusia yang ingin menggabungkan Semenanjung Crimea menjadi wilayahnya. Selain menerapkan tekanan ekonomi dan finansial, Washington juga melakukan upaya tekanan militer  terhadap Moskow.

Washington baru-baru ini telah menerapkan sanksi terhadap sejumlah pejabat Moksow dengan dalih pengerahan pasukan Rusia di Semenanjung Crimea dan upaya negara itu untuk membagi wilayah Ukraina. Presiden AS Barack Obama telah menandatangani sebuah dekrit yang mengesahkan pembatasan visa kepada orang-orang yang dituduh "mengancam kedaulatan dan integritas Ukraina."

Sementara itu, Menteri Luar Negeri RusiaSergei Lavrov telah memperingatkan ASterhadap langkah tergesa-gesa dan gegabah terkaitkrisis di Ukraina yang dapat merusak hubungan Moskow-Washington.Peringatan itu disampaikan Lavrov dalam percakapan telepon dengan mitranya dari AS,John Kerry pada 7 Maret.

Setelah percakapan telepon tersebut, Kementerian Luar Negeri Rusia memperingatkan bahwa sanksi akan menjadi bumerang bagi AS. Kemenlu Rusia juga menegaskan bahwa Moskow tidak akan menyerah terhadap ancaman sanksi Uni Eropa dan akan membalas jika pembatasan diberlakukan.

Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin telah membantah statemen Obama terkait intervensi militer Moskow di Crimea. Ia mengatakan bahwa Rusia tidak dapat mengabaikan tuntutan penduduk Crimea yang meminta bantuan kepada Moskow.

Selain merencanakan sanksi ekonomi, AS juga berusaha menekan Rusia melalui jalur militer. Menurut rencana, AS akan menggelar manuver gabungan angkatan laut dengan pasukan Angkatan Laut Bulgaria dan Rumania pada Selasa (11/3). Latihan yang akan menyertakan kapal-kapal perusak AS tersebut akan digelar di Laut Hitam.

Menurut para analis, latihan militer tersebut berhubungan dengan krisis Ukraina dan merupakan tindakan yang provokatif. Kepala Staf Gabungan Militer AS Jenderal Martin Dempsey mengklaim bahwa tujuan pengiriman peralatan militer ke Laut Hitam adalah untuk meyakinkan sekutunya di Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Ia menegaskan, kami berusaha memahamkan orang-orang Rusia untuk tidak memperparah ketegangan di timur Ukraina dan memberikan ruang bagi penyelesaian krisis di Crimea. Pesan-pesan militer kami, lanjut Dempsey, adalah untuk meyakinkan sekutu kami di NATO.

Pejabat senior AS itu mengatakan, pengiriman peralatan militer di Baltik dan Polandia bertujuan meyakinkan sekutu-sekutu kami dan hal ini sesuai dengan kewajiban-kewajiban kami di NATO.


Baru-baru ini AS telah mengirimkan 12 jet tempur F-16 ke Polandia. Pentagon juga mengirim enam jet tempur F-15 dan sebuah pesawat pengisi bahan bakar ke Lithuaniauntuk menguatkan NATO di wilayah udara Laut Baltik.

Langkah-langkah AS di sektor ekonomi dan militer itu ditanggapi serius oleh Rusia, bahkan Moskow telah siap untuk meresponnya. Rusia memiliki banyak cara untuk membalas semua langkah AS tersebut seperti dengan cara memutus ekspor gas ke Uni Eropa sebagai sekutu utama Washington, tidak memakai dolar dalam pertukaran internasional Rusia, tidak membayar cicilan pinjaman yang diambil dari bank-bank Eropa dan menggunakan masalah penjualan obligasi Amerika yang berada di bawah kewenangan berbagai perusahaan dan warga Rusia.

Sekarang, Rusia adalah pembeli lebih dari 600 miliar dolar obligasi Federal Amerika  dan hal itu dapat digunakan untuk menekan ekonomi negara itu. Selain itu, militer Rusia juga sepenuhnya siap untuk menghadapi kemungkinan serangan militer AS. (IRIB Indonesia/RA/NA)


Hegemoni Global
16 Alasan Amerika Serikat Benar-benar Negara Amburadul
Islam Times- "Sebagai bangsa," lanjutnya, "kita perlu merendahkan diri dan berpaling dari perbuatan jahat serta menemukan kembali nilai-nilai yang pernah menjadikan negara ini besar. Sebaliknya, kita justru terlihat telah mengembangkan rasa dahaga terhadap kejahatan yang tak terpuaskan."
AS Hancur (http://www.brookings.edu)
AS Hancur 
(http://www.brookings.edu)

Dalam beberapa tahun terakhir, para politisi dan tokoh media papan atas AS cukup sering terdengar berbicara tentang perlunya AS menggunakan kekuatan militer untuk memaksakan "nilai-nilai kita (AS)" di seluruh dunia. Tapi apa "nilai-nilai" yang mungkin mereka bicarakan itu?

"Sebenarnya, kita tidak memiliki 'nilai-nilai' yang berharga untuk dibagikan dengan siapa pun saat ini. Amerika telah menjadi tangki septik berkarat berisi sampah dan kotoran, dan dari hari ke hari semakin parah," geram Michael Snyder.

"Sebagai bangsa," lanjutnya, "kita perlu merendahkan diri dan berpaling dari perbuatan jahat serta menemukan kembali nilai-nilai yang pernah menjadikan negara ini besar. Sebaliknya, kita justru terlihat telah mengembangkan rasa dahaga terhadap kejahatan yang tak terpuaskan."

"Seluruh bangsa tampaknya berangsur-angsur menjadi gila, dan bahkan hanya segelintir orang yang mengkuatirkannya. Saya berharap Anda akan berbagi artikel ini dengan orang lain, karena rakyat Amerika betul-betul membutuhkan seruan raksasa untuk disadarkan. Berikut adalah 16 contoh yang menunjukkan AS telah menjadi negara yang benar-benar kacau.

1. Bendera AS mulai dilarang di sekolah-sekolah di seluruh negeri, dan pengadilan federal mendukungnya. Pekan lalu Distrik Sekolah Terpadu Dariano v Morgan Hill, di Lingkar 9, memutuskan bahwa sekolah umum dapat melarang bendera AS. Lebih parah lagi, keputusan itu membolehkan sekolah melarang pengibaran bendera AS dan membolehkan siswa mengibarkan bendera negara lain.

2. Berbicara tentang pengadilan AS, kebanyakannya tampak sudah benar-benar gila. Coba lihat apa yang diberlakukan pengadilan tinggi Massachusetts baru-baru ini. Pengadilan tinggi itu pada hari Rabu (5/3) memutuskan bahwa Michael Robertson asal Andover yang yang ditangkap polisi pada Agustus 2010 karena tuduhan diam-diam memotret dan merekam video rok wanita di kereta MBTA tidak melanggar hukum.

3. Para orangtua mulai kehilangan kasih sayang alaminya yang seharusnya diemiliki untuk anak-anak mereka. Sebagai contoh, seorang ibu hamil beranak tiga baru-baru ini berusaha membunuh anak-anaknya itu dengan menceburkan mobilnya ke laut.

4. Di masa lalu, beberapa orang secara kejam akan melepaskan hewan peliharaannya di hutan, namun sekarang, itu benar-benar dilakukan pada anak-anak. Pasangan suami-istri yang ditengarai sebagai kakak beradik asal Florida, Michael (30) dan Sarah Butcher (30), ditangkap karena diduga meninggalkan tiga anaknya di hutan Punta Gorda dalam kondisi "sangat kotor, lapar, dan kedinginan", kata pihak berwenang, plus barang bukti narkoba berupa shabu bersama jarum suntik dan sendok pembakar.

5. Remaja AS faktanya semakin kejam. Empat remaja (yaitu, Jenna Montgomery [15], Jess Taylor [17], Biru Kalmbach [15], dan anak laki-laki berusia 14 tahun) dituduh mengukir simbol swastika di jidat anak 16 tahun, yang sebelumnya ditembak dengan senapan angin dan dipukuli dengan kayu.

6. Food and Drug Administration (FDA) baru-baru ini sedang mempertimbangkan untuk melegalkan dokter dan ilmuwan dalam menciptakan "anak-anak dari toga orangtua" di AS yang menuai kontroversi sengit sampai hari ini.

7. Sistem keuangan AS nampaknya lebih korup dari yang pernah asa sebelumnya. Tapi tak seorang pun terlhat dijebloskan ke penjara.

8. Semua jenis penyimpangan seksual merajalela di AS. Baru-baru ini, seorang lelaki asal Florida bernama Tampa, dilaporkan tetangganya dan ditangkap polisi karena berhubungan intim dengan anjing.

9. Tertinggi sepanjang masa, sekitar 59 persen warga AS percaya bahwa definisi tradisional pernikahan perlu diubah.

10, Popularitas "throuples" (tiga orang bersama-sama melakukan hubungan intim) melonjak sedemikian rupa sampai-sampai website kencan baru meluncurkan layanan khusus untuk itu.

11. Pihak berwenang di seluruh negeri dikuatirkan dengan meningkatnya kejahatan yang bersifat klenik. Pernah dengar "pembunuh Craigslist" (Craigslist, situs iklan baris yang didirikan Craig Newmark pada 2006)? Seorang wanita Pennsylvania, Miranda Barbour (19), didakwa telah membunuh seorang pria kenalannya di Craigslist. Ia mengaku pada wartawan telah melakukan lebih dari 20 pembunuhan sebagai bagian dari pemujaannya terhadap setan. "Saat melakukan (pembunuhan) ke-22, saya berhenti menghitung," katanya pada Sabtu (1/3).

12. Di AS, tingkat perceraian tertinggi di dunia, dan sampai sekarang angkanya terus melonjak.

13. Hari ini, di AS, terdapat 60 juta pecandu alkohol dan 22 juta penyalahguna obat-obatan terlarang.

14. Terdapat 747.408 pelaku serangan seks (pada anak-anak) di AS berdasarkan data National Center for Missing & Exploited Children. Angka itu hanya mencakup para pelaku yang sudah ditangkap dan dihukum.

15. Planned Parenthood of Northern New England ( PPNNE ), yang menerima dana pemerintah setiap tahun dan pada 2012 mendaatkan lebih dari 2,75 juta dolar AS, telah memproduksi sebuah video dan mempostingnya secara online, "yang mempromosikan perbudakan dan sadomasokisme" untuk kalangan remaja, serta mengusulkan "aturan" yang harus diikuti bila terlibat dalam kegiatan menjijikan itu.

16. Berbicara tentang Planned Parenthood, lebih dari 56 juta bayi di AS telah dibantai sejak Roe v Wade diputuskan pada 1973.

Apa yang harus dilakukan terhadap bangsa yang melakukan hal menjijikan semacam itu? (IT/BN/rj)

Hegemoni Global
Inilah 12 Fakta Ekonomi AS Benar-benar Bangkrut
Islam Times- http://www.islamtimes.org/vdcgzy9wnak9nx4.1ira.html
Pada kenyataannya, kebangkrutan ekonomi kapitalis AS diakui sendiri oleh para kritikus Barat sebagai fakta yang tak terelakkan di abad ini. Berikut adalah 12 tanda pereknomian AS sedang terjun bebas ke jurang resesi ekonomi terparah dalam sejarah sebagaimana diungkapkan blog Economic Collapse.
Lost American dream
Lost American dream

Pada Kamis kemarin 06/03/14, Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, menyebutkan kenyataan tak terbantahkan bahwa ekonomi AS sedang mengalami kehancuran. salah satu tandanya, lanjut beliau, adalah krisis ekonomi yang menejang Eropa dan AS. "Tanda-tanda kebangkrutan ekonomi mereka semakin jelas terlihat."

Pada kenyataannya, kebangkrutan ekonomi kapitalis AS diakui sendiri oleh para kritikus Barat sebagai fakta yang tak terelakkan di abad ini. Berikut adalah 12 tanda pereknomian AS sedang terjun bebas ke jurang resesi ekonomi terparah dalam sejarah sebagaimana diungkapkan blog Economic Collapse.

1. Jumlah aplikasi kredit baru di AS terpuruk ke level terendah selama hampir 20 tahun.
2. Radio Shack mengumumkan akan menutup lebih dari 1000 toko. Ini pertanda AS sedang memasuki era "kiamat ritel".
3. Indeks Layanan ISM terjerembab ke level terendah dalam 4 tahun, dan Layanan Ketenagakerjaan ISM mengalami penurunan terbesar sejak ambruknya Lehman Brothers.
4. Obamacare benar-benar mulai menggodam industri layanan kesehatan AS.
5. Pendapatan dari sektor perdagangan yang sejumlah bank yang "terlalu besar untuk gagal" (seperti Citigroup Inc yang salah satu pemilik saham terbesarnya adalah pangeran Arab Saudi, Waleed Talal, serta JPMorgan Chase & Co) di Wall Street sedang mengalami penurunan.
6. Salah satu banka yang "terlalu besar untuk gagal", JPMorgan, berencana akan memecat lebih dari "seribu" karyawannya.
7. Perusahaan Moody`s lagi-lagi menurunkan peringkat kredit kota Chicago. Sekarang, kota itu hanya tiga tingkat di atas status SAMPAH.
8. Ekonomi AS benar-benar kehilangan 2,87 juta pekerjaan selama bulan Januari berdasarkan jumlah yang tidak sesuai. Selama dekade terakhir, satu-satunya masa di mana ekonomi AS kehilangan banyak pekerjaan selama bulan Januari adalah pada puncak resesi terakhir tahun 2009.
9. Pada bulan Januari 2014, pendapatan utama yang nyata di AS mengalami penurunan terbesar dari tahun ke tahun yang dapat disaksikan sejak 1974.
10. Hanya 35 persen warga Amerika yang mengatakan dirinya lebih baik secara finansial ketimbang tahun sebelumnya.
11. Penjualan ritel global untuk mesin raksasa Caterpillar mengakami kejatuhan selama 14 bulan berturut-turut.
12. Data ekonomi menunjukkan baha hampir semua ekonomi terbesar di planet ini sekarang sedang melambat. Berikut ini laporan singkatnya, "Selama tiga minggu terakhir, terlihat bahwa keruntuhan fundamental ekonomi makro negara-negara G-10 menjadi yang tercepat dalam hampir empat tahun dan nyaris menjadi kemerosotan terbesar sejak Lehman.

Meskipun sejumlah besar data menunjukkan bahwa 'cuaca' tidak dapat disalahkan, para pakar strategi, ekonom, dan tengkulak-aset AS berdalih bahwa semua itu diakibatkan dinginnnya pantai timur AS (yang bermakna. berharap permintaan terpendam segera datang). Namun, seperti dilaporkan New York Times, bagi bumi, justru itu merupakan rekor terpanas ke-4 sepanjang bulan Januari. (IT/BN/rj)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar