Rabu, 07 Desember 2011

Siasat Devide et Impera Snouck Hurgronje yang Terus Di-update....>>>.... tatkala musuh-musuh Islam memanfaatkan isu terorisme untuk mempreteli simbol-simbol Islam yang dianggap berpotensi melahirkan terorisme. Perang melawan teroris pun menjelma menjadi perang melawan Islam. Spionase disebar, propaganda ditebar, umat dibelah, jihad dikaburkan, gerakan Islam dicurigai....>>> Wahai Tokoh2 Islam... sadarlah dan Bersatulah....seutuhnya...!!!!...>>> Mana itu Muhammadiyah... NU... Persis....Masyumi... PSII... Syarekat Islam...Atau apa lagi...???? Ya Sunny... Shiah... dan Apa lagi....???? Ya itu Konon Wahabi...Salafi....Sunny Imam Syafie-Hambali-Hanafi-Maliki- Shiah dll..... Umat Islam yang konon merujuk kepada Al Qur'an dan Assunah... Cobalah bersilaturahim satu dengan lainnya dan cobalah buka wawasan masing2 dengan hati terbuka.. akal sehat...dan akhlak mulia...dan jangan saling bertengkar dan berperang sesama suadara Muslim sendiri....!!!! >>> Hayyooo Bersatulah...Ummat Islam... >>> Jangan merasa menang2an dan merasa paling berjasa dan paling benar... !!!! Hayyoo kuatkan Persatuan Umat Islam..Seluruhnya... tanpa membeda-bedakan golongan satu dengan lainnya......>>> hayooo..... Bangunlah jiwa2 Islam sejati.. yang penuh dedikasi...dan ketaqwaan dengan taslim.... seperti pada zaman Rasulullah.SAW..!!! Hentikan pertikaian yang didasarkan pada pemikiran2 faham2 perpecahan masa lalu yang telah meng-acak2 cara berfikir dan merasa paling afdhol..paling mukmin... paling ...abshah...paling valid...Jadikan hal itu dalam keyakinan dan amaliyah..yang penuh manfaat dan berkah... dan menjauhi perpecahan..sesama Sdr2 muslim....!!! Hayyoo... kita rangkul dan himpun segenap Sdr2 Muslimin.. dengan segala kekurangan dan kelebihannya diantara kita...sesama Muslimin...>>> Hanya Allah Maha Agung sajalah yang maha tahu siapa sesungguhnya kita dan siapa diri kita.seutuhnya......>>> Setiap saat kita bisa berbuat salah dan lupa dan keliru... !!! Karena itu .. Kembalilah seutuhnya kepada Al Qur'an...dan zdikir kepada Allah .dan Hayyooo.... Tegakan Syariah Allah seutuhnya pada diri sendiri dan Seluruh Umat Islam sendiri.... !!! Dan Bangunlah Persaudaraan dan Persatuan Islam dan Umat Islam...!!! Bersatulah Saudaraku... Bersatulah Umat Islam... Semuanya...>>> Kuatkan dan jadikan perbedaan diantara Umat Islam itu adalah kekuarangan satu dengan lainnya yang saling melengkapkan..Sehingga kita Umat Islam semakin sempurnalah .. kita dengan pembelajaran dan pemahaman yang lebih luas dan penuh kejujuran dan ketulusan.... !! Karena saat sekarang ini ..... sepertinya..... tidak ada seorang Ulama-manapun yang benar2 menguasai Ilmu Rasulullah SAW... dengan pemahaman Al Qur'an-dan semua makna titah2nya..... !!! Dahulu zaman khualafaurrasyidin.. Masih ada Abu Bakar-Umar-Istman-Ali RA dan sahabat lainnya yang saling memberikan kelengkapan satu dengan lainnya.. sehingga sempurnalah Islam dalam kiprahnya...>>> Namun setelah itu mulailah.. adanya .. keberfihakan satu dengan lainnya dan terjadilah upaya2...yang satu dengan lainnya sangat berlebihan...>>> Sayang ..bukan...??? Nah.. kini kita dizaman yang sangat jauh dari masa2 itu..Dan Tidak ada tempat bertanya dengan siapa kita harus.. mendapatkan arahan yang mumpuni...??? >> Maka marilah kita bersatu...dan Lengkapkanlah kekurangan kita satu dengan lainnya itu.. sehingga kita bisa belajar dan mengambil hikmahnya...dan sari pati kebenarannya.... serta Ruh Islam dan Apinya Islam... untuk sebesar-besar manfaat..dan bagi kejayaan Umat Islam dan kesejahteraan dan kesentausaan Keanusiaan seutuhnya dan seluruhnya......>>> Hayyooo Bersatulahy Saudaraku.. dengan tulus dan benar2 ikhlas lurus hanya kepada Allah SWT semata..!!! Allahu Akbar !!! Allahu Akbar..!!! Allahu Akbar..!!! Aamiin...

Rabu, 07 Dec 2011

Siasat Devide et Impera Snouck Hurgronje yang Terus Di-update


Histori (voa-islam) - Kebencian terhadap Islam semakin bertambah, tatkala musuh-musuh Islam memanfaatkan isu terorisme untuk mempreteli simbol-simbol Islam yang dianggap berpotensi melahirkan terorisme. Perang melawan teroris pun menjelma menjadi perang melawan Islam. Spionase disebar, propaganda ditebar, umat dibelah, jihad dikaburkan, gerakan Islam dicurigai.

Secara sistematis, awalnya mereka memojokkan pesantren dengan tuduhan sarang teroris. Sunnah pun di bawah ancaman, ketika jenggot, cadar, gamis, celana di atas mata kaki dicap wahabi, habitat teroris. Tidak hanya itu, ajaran Jihad didalam Islam pun dicurigai sebagai ajaran yang menanam benih radikalisme.

Untuk meredam radikalisme itu, mereka mencari-cari jalan untuk memperlemah Islam melalui berbagai cara. Pesantren diberi kucuran dana oleh negara-negara Barat, seperti AS, Inggris, Australia, dengan maksud agar mengubah kurikulum pesantren. Atas nama kerjasama kebudayaan, mereka juga menawarkan program beasiswa bagi santri, kiai dan dosen-dosen perguruan tinggi Islam untuk belajar studi Islam ke pusat-pusat studi orientalisme di Eropa dan Amerika. Termasuk, memberi buku-buku propaganda berkedok peradaban untuk menyebarkan virus pemikiran liberal pada civitas pesantren dan lembaga tinggi Islam lainnya.

Merebaknya Islamphobi dirasakan umat Islam, tidak hanya datang dari luar, melainkan dari dalam tubuh umat Islam itu sendiri. Mereka tak ingin melihat Islam berkembang di Indonesia, khususnya dan dunia umumnya. Tesis Samuel Huntington tentang Clash of Civilization (perang peradaban) antara Barat (Kristen) dan Timur (Islam dan Cina), saat ini terbukti kebenarannya. Target semua itu adalah menghabisi Islam secara tuntas melalui politik, ekonomi, budaya dan sebagainya.

Menebar Spionase
Untuk merealisasikan kehancuran Islam itu, ditebarlah spionase-spionase yang menjadi kaki tangan Barat ke seluruh negeri berpenduduk muslim, termasuk Indonesia. Dari mulai Snouck Hurgronje, Sydnes Jones, hingga Ulil Abshar Abdalla. Jika dahulu, Belanda punya spionase Snouck Hurgronje, Inggris merekrut Thomas Edward Lawrence alias Lawrence of Arabia, Israel pun punya Johann Wolfgang Lotz. Agen-agen resmi negara, seperti CIA (AS), Mossad (Israel), M16 (Inggris) dan agen swasta lainnya punya andil untuk menghancurkan Islam.
Lawrence Arabia, misalnya, ia ditugaskan untuk memprovokasi para kepala suku dan mengobarkan pemberontakan terhadap Monarki Turki, lalu terjadilah Revolusi Arab.
Sedangkan, Christian Snouck Hurgronje adalah spionase Belanda yang mempelajari Islam dan menyebarkan fitnah di tengah masyarakat Muslim. Dengan menggunakan pengetahuan tentang Islam dan sejarahnya, Snouck menjalankan siasat busuknya untuk mencari kelemahan umat Islam dari dalam.
Di balik ”penelitian ilmiah” itulah, ia melakukan aktivitas spionase, demi kepentingan penjajah dan melanggengkan kekuasaan kolonial. Dengan cara manipulasi, pengkhianatan, dan pura-pura masuk Islam, Snouck berganti nama menjadi Abdul Ghaffar, mempelajari Islam di Mekkah Al Mukarramah, bahkan menunaikan ibadah haji.
Selama di Hijaz, ia berbaur dengan masyarakat Indonesia yang mukim di sana, dan menjalin hubungan erat dengan para ulama Mekkah dan Indonesia, khususnya asal Jawa, Sumatera, dan Aceh. Banyak data-data penting dan informasi yang diperoleh, saat ia memata-matai gerakan anti penjajahan, terutama ihwal rencana para ulama Indonesia yang akan menyerukan jihad melawan Belanda di Tanah Air.  
Seperti diketahui, dahulu, musim haji adalah waktu yang tepat berkomunikasi dan saling tukar informasi diantara pemimpin umat dari berbagai belahan dunia. Saat kembali ke Indonesia, Snouck menikahi dua wanita Muslimah, salah satunya anak kiai asal Bandung. Kemudian ia menawarkan diri kepada pemerintah Belanda untuk ditugaskan di Aceh. Yang jelas, banyak informasi yang disuplai Snouck kepada Belanda. Ia membuat laporan panjang yang berjudul ”Kejahatan-kejahatan Aceh”. Laporan ini menjadi acuan dan dasar kebijakan politik dan militer Belanda dalam menghadapi masalah Aceh.
Jaringan intelijen yang dibangun Snouck adalah merangkul mata-mata dari kalangan pribumi, diantaranya ulama Jawa yang membantu pencitraan dirinya sebagai saudara seiman. Ia juga dibantu oleh seorang asisten dari keturunan Arab, yaitu Sayyid Utsman Yahya bin Aqil Al Alawi. Sayyid adalah penasihat pemerintah Belanda dalam urusan Islam dan kaum muslimin.
Snouck lalu merekomendasikan, bahwa yang berada di balik perang dahsyat Aceh dengan Belanda adalah para ulama. Sedangkan tokoh-tokoh formalnya bisa diajak damai dan dijadikan sekutu, karena ia yakin tokoh-tokoh itu hanya memikirkan duniawinya, mengamankan posisinya.
”Islam harus dianggap sebagai faktor negatif karena dialah yang menimbulkan semangat fanatisme agama di kalangan muslimin. Islam membangkitkan kebencian dan permusuhan rakyat Aceh terhadap Belanda,” begitu statemen Snouck. Itulah sebabnya, ia meyakinkan pemerintah Belanda, kekuatan di Aceh bisa ditaklukkan bila ulamanya ”dibersihkan”.

Politik Devide et impera, siasat pecah belah dan kuasai yang dilancarkan Snouck Hurgronje rupanya menjadi inspirasi dan terus di up-date oleh musuh-musuh Islam di era globalisasi sekarang ini. Terbukti, spionase kaki tangan Barat, kini ditanam di setiap organisasi pergerakan Islam, dengan cara menebar virus sekuler-liberalisme ke dalam otak interlektual muslim, menebar kebencian dalam bentuk stigmatisasi, termasuk menunggang para mujahid yang ingin berjihad dengan cara yang salah.  Desastian


Lihatlah diantanya kok ..seperti ini...??? Ada Apa Wahai Ulama2... Tokoh2...dan .. Provokator2..??? hehe.. sadarlah... 

Bisakah satu dengan lainnya bersilaturahim dengan ikhlas dan saling sapa secara baik...????
 Ini.. ada apa...???? 
Belum lagi di Iraq- Yaman- Afghanistan- Syria - Mesir dl.... ??? 

Inilah  ..... contoh2...yang ada saja kok kaya gene.....yah...???? Mana Ulama Haq..?? Jangan tiru Ulama2 Suuu'... yang konon bisanya memecah belah Umat....??? Dan terkadang menjual ayat2 untuk pembenaran..suatu yang madharat....
Nauzdubillah...


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar