Selasa, 13 Desember 2011

Obama Akhirnya Memohon Iran untuk Kembalikan Pesawat Mata-mata AS.......>> Konon.. Presiden Barack Obama mengatakan bahwa AS menginginkan pesawat rahasia mereka dikembalikan. "Kami telah meminta agar pesawat kami dikembalikan. Kita akan melihat bagaimana Iran menanggapinya," kata Obama dalam konferensi pers di Gedung Putih saat menemui Perdana Menteri Irak, Nouri al-Maliki. [Sang Boneka AS dari Iraq...???]......>>>... Dikenal dengan nama Sentinel-170 RQ, pesawat ini merupakan generasi baru pesawat siluman yang dibuat AS. Sentinel dilengkapi teknologi yang tidak hanya bisa terdeteksi tetapi juga mengendus bahan kimia kategori nuklir...??? >> Ahhh.. masa iyya sih mas Obama minta dan memohon kepada Iran....!!! Pantang lah... Negara adidaya AS mau memohon-mohon..kepada Iran...>> Ini kan joke nya politikus..pinggiran aje...??? Gak Percaya guwa....!!!...>>>...






REPUBLIKA.CO.ID,TEHERAN -


Dikenal dengan nama Sentinel-170 RQ, pesawat ini merupakan generasi baru pesawat siluman yang dibuat AS. Sentinel dilengkapi teknologi yang tidak hanya bisa terdeteksi tetapi juga mengendus bahan kimia kategori nuklir.

Dengan teknologi demikian canggih, boleh dikatakan CIA, agen rahasia AS, rugi besar. Sebab, Iran berpotensi mengadaptasikan teknologi itu untuk kepentingannya. Apalagi pesawat itu jatuh dalam kerusakan minimal.

Kerugian bagi AS, keuntungan bagi Rusia dan Cina. Keduanya merupakan sekutu dekat Teheran. Dengan demikian, Rusia dan Cina memiliki kesempatan untuk mengetahui dengan detil kekuatan pesawat tersebut.

Seperti dikutip dari majalla.com, Jum'at (9/12), Rusia dan Cina merupakan negara memiliki kemampuan mengadaptasikan teknologi. Dengan kelebihan itu, keduanya bisa menggunakan teknologi AS untuk memperluas kepentingan keamanan dari Asia Tengah ke Laut Cina Selatan.

Kelebihan itu juga didukung dengan anggaran militer yang besar. Analis Industri HIS memperkirakan Cina mengalokasikan  12 persen anggaran pertahanan untuk pengembangan pesawat tanpa awak. Rusia mengalokasikan anggaran 8 persen dan AS 56 persen
......Obama Sambut Baik Peralihan Kekuasaan di Yaman...??? Hmmh... Joke orang2 politik.....????.......Obama Akhirnya Memohon Iran ...untuk Kembalikan Pesawat ...Mata-mata AS
Selasa, 13 Desember 2011 | 11:10

Obama Minta Iran Kembalikan Pesawat Mata-Mata ASIran memperlihatkan pesawat mata-mata tanpa awak AS RQ-170 Sentinel yang jatuh [AP]

Berita Terkait
§                       Warga AS Pesta Sampai Pagi
§                       Iran Perlihatkan Bukti Ada Pesawat Mata-mata AS yang Jatuh
§                                          Mari Carmen Aponte Dituduh Pacaran dengan Agen Rahasia Kuba
§                       Tak Ada Bukti Iran Mau Serang Target AS di Jerman

[WASHINGTON]

Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama akhirnya memohon kepada pemerintah Iran agar mengembalikan pesawat mata-mata tak berawak RQ-170 Sentinel. Pernyataan Obama dilontarkan setelah berhari-hari Washington bungkam soal Sentinel yang ditembak jatuh Iran.   

Saat konferensi pers bersama dengan Perdana Menteri (PM) Irak Nouri al-Maliki, Senin (12/12), Obama mengatakan menunggu respons Iran atas permintaan Washington. Pernyataan Obama itu dikeluarkan seiring penolakan CIA dan pemerintah AS untuk mengadopsi sikap resmi atas digagalkannya operasi pengintaian Sentinel.   

Sentinel ditembak jatuh satuan perang elektronik militer Iran tanpa banyak mengalami kerusakan, pada 4 Desember silam. Saat itu, Sentinel melakukan operasi pengintaian di atas kota Kashmar, sekitar 225 Km dari perbatasan Iran dengan Afghanistan. Iran menyiarkan rekaman yang memperlihatkan Sentinel dalam kondisi utuh, pada 8 Desember, yang efektif membungkam AS.   

Pejabat pemerintah AS dan Pentagon berkali-kali mengubah pernyataannya. Setelah membantah, AS meralat pernyataan dengan menyebut kemungkinan ada pesawatnya yang hilang kontrol saat menjalani operasi tanpa menyebut lokasi. Pernyataan AS kembali berubah-ubah, hingga akhirnya menyebut pesawat itu jatuh dalam keadaan hancur dan tidak ada kemungkinan bagi Iran untuk mengungkap rahasia teknologi Sentinel.
  

Rekaman yang disiarkan Iran telah menelanjangi Washington dan Pentagon, sekaligus memperlihatkan kebiasaan AS menutupi kebenaran. Pada 6 Desember, dua pejabat AS mengungkap kemampuan teknologi Sentinel, antara lain untuk mengumpulkan informasi dari dalam wilayah Iran dengan terbang di sepanjang perbatasan Afghanistan dan Iran.
  

Teheran telah mengumumkan keinginan untuk melakukan pengembangan teknologi tandingan, berdasarkan teknologi pesawat yang didesain dan dikembangkan oleh perusahaan pembuat senjata AS Lockheed Martin. Sentinel juga memiliki desain serupa dengan pesawat pembom siluman B-2 milik AS. Kontra manuver itu akan memperkuat sistem pertahanan Iran, serta rival AS lainnya.
  

Selain membahas operasi mata-mata AS yang dinilai sebagai pelanggaran kedaulatan, Teheran juga telah mengundang Rusia dan Tiongkok untuk menguak teknologi Sentinel. Duta besar (dubes) Iran untuk PBB, Mohammad Khazaei, sudah meminta PBB untuk mengutuk langkah agresif AS dengan melakukan operasi mata-mata terhadap Iran yang melanggar wilayah udara Iran.
   

Permintaan disampaikan dalam surat yang ditujukan pada Sekjen PBB Ban Ki-moon, Presiden Majelis Umum PBB Nassir Abdulaziz a-Nasser, serta Dubes Rusia untuk PBB Vitaly Churkin, yang menjabat rotasi kepresidenan Dewan Keamanan (DK) PBB untuk Desember. Kementerian Luar Negeri Iran juga sudah memanggil Dubes Swiss yang mewakili kepentingan AS di Iran, serta Dubes Afghanistan untuk mengutuk pelanggaran AS.
  

Anggota Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Parviz Sorouri, mengatakan Iran akan melakukan produksi massal pesawat yang dapat mengalahkan manuver Sentinel. Sorouri, Minggu (11/12), menyebut para ahli Iran akan membuktikan bahwa mereka memiliki kemampuan untuk memproduksi massal pesawat dengan kualitas lebih tinggi daripada Sentinel, dalam waktu dekat.   

Sorouri menambahkan bahwa pasukan Garda Revolusi Iran telah membuat perkembangan luar biasa, untuk menghadapi perang digital. Saat ini, kecuali AS, belum ada negara lain memiliki kapasitas melakukannya. AS menguasai teknologi mata-mata yang sangat baik, seperti terdapat pada Sentinel, memungkinkan dilakukannya penyadapan pembicaraan telepon dan pemotretan wilayah berkualitas tinggi.


David Goure, wakil presiden lembaga thinktank AS Lexington Institute, menyebut Sentinel sebagai teknologi intelijen AS paling berharga. Dia menekankan bahwa jatuhnya Sentinel ke tangan Iran merupakan tamparan keras bagi keamanan AS, dengan bocornya teknologi tinggi intelijen yang selama ini hanya dimiliki AS. [PressTV/B-14]


Obama Minta Iran Kembalikan Pesawat Mata-Mata AS

Selasa, 13 Desember 2011 16:33 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Pemerintahan Obama mengatakan, Senin (12/12) kemarin telah menyampaikan permintaan resmi ke pemerintah Iran untuk meminta kembali pesawat pengintai tak berawak AS yang ditangkap angkatan bersenjata Iran pekan lalu. Sekalipun pihak Iran telah lebih dulu menyatakan mereka tidak akan mengembalikannya, AS tidak terlalu berharap Iran akan mengabulkan permintaan mereka.

Presiden Barack Obama mengatakan bahwa AS menginginkan pesawat rahasia mereka dikembalikan. "Kami telah meminta agar pesawat kami dikembalikan. Kita akan melihat bagaimana Iran menanggapinya," kata Obama dalam konferensi pers di Gedung Putih saat menemui Perdana Menteri Irak, Nouri al-Maliki.

Berbagai laporan media Iran mengutip pejabat militer yang mengatakan pesawat mata-mata itu tidak rusak parah dan disita oleh militer Iran.

Media Iran mengatakan militer Iran menembak jatuh pesawat itu di Iran timur. Namun tidak disebutkan kapan insiden itu terjadi. Belum ada tanggapan mengenai laporan itu dari pejabat Amerika.

NATO mengatakan mereka kehilangan kendali atas pesawat pengintai tak berawak dengan misi terbang ke Afghanistan barat pekan lalu.

Pada Ahad (4/12), NATO mengatakan, pesawat yang dimaksud Iran mungkin pesawat tak berawak yang hilang itu karena pejabat-pejabat NATO belum menetapkan statusnya.

Pada Juli lalu, media pemerintah Iran mengutip seorang anggota DPR Iran yang mengklaim bahwa Iran menembak jatuh pesawat mata-mata Amerika di dekat lokasi nuklir Fordu. Garda Revolusi Iran kemudian membantah laporan tersebut.
Redaktur: Siwi Tri Puji B
Reporter: Ditto Pappilanda




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar