Senin, 26 Desember 2011

....setiap muslim wajib meyakininya, dan tak boleh ia jahil terhadapnya. Yaitu, bahwa Allah adalah Tuhan yang Esa. Tidak ada Tuhan yang sesungguhnya (haq) kecuali hanya Dia semata. Dia tidak beranak dan Tidak diperanakkan. Dan tak ada seorangpun yang sebanding/setara dengan Dia..... >> ..."Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah adalah Al Masih putra Maryam", padahal Al Masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israel, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu" Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang lalim itu seorang penolong pun." (QS. Al-Maidah: 72)... >> "Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: "Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga"." (QS. Al-Maidah: 73).. >> "Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: "Hai Isa putra Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: "Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?" Isa menjawab: "Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakannya maka tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang gaib-gaib. Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)-nya yaitu: "Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu", dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan (angkat) aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu." (QS. Al-Maidah: 116-117)... >>> Ahad kemarin (25/12/2011), bertempat di Perumahan Taman Yasmin, Kota Bogor, Saat jemaat GKI Yasmin mengkoar-koarkan tuduhan Allah punya anak dan sedang memperingati hari lahirnya anak Allah, Inayah Wahid dan Lily Wahid ikut duduk di tengah-tengah yang mayoritas mengenakan kemeja putih dengan penjagaan ketat anggota Barisan Ansor Serba Guna (Banser).... >>> Semoga Keluarga Gus Dur Khsusnya Sdri Lily Wahid dan Inayah Wahid serta para Banser2 yang konon ikut2an itu.. kembali kepada Shirathal mustaqiem... Shirathalladzina an'amta alaihim.. ghairil maghdlubi alalihim waldlaallien.. Aamiin...>> Dalam Islam itu tiada yang mragukan... >> Sesuatu itu harus jelas... >>> Agar Umat tidak menjadi diperkeruh oleh segelintir .. yang ingin menjadi populer adn mendapat pujian yang meyesatkan...>>> Semoga semuanya kembali kepada shirathal mustaqiem... Al Qur'an Al Furqonul Kariem..>> Dan tegakan syariah secara Kaffah-utuh-komprehensif dan elegan... untuk Kejayaan dan Kesejahteraan serta Kemuliaan martabat umat manusia secara Benar- Adil dan Aman Sentausa Zhahir dan bathin dunia akhirat...>> Aamiin.3x Yra... . >> Kepada wartawan, bekas anggota DPR RI ini mengecam kepolisian, bahkan secara membabi-buta minta Presiden SBY mengundurkan diri. “Ini negara sudah negara preman! Polisi membantai penduduk di mana-mana sekarang, orang beribadah gak boleh. Gimana sih negara ini? Polisi itu penindas hari ini, polisi itu penindas! Polisi bukan lagi melindungi warga masyarakat. Polisi seharusnya tidak bawa senjata hari ini, seharusnya bawa pentungan supaya jangan semena-mena dengan masyarakat. Presiden harusnya turun tangan dan bertanggung jawab karena polisi itu dibawah presiden. Kalau presiden gak sanggup menata polisi, munduuur!” ujarnya dengan nada meledak-ledak penuh emosi. “Kita negara Pancasila Ketuhanan yang Maha Esa, orang beribadah kok dihalang-halangi? Itu yang saya tidak mengerti, mau jadi apa negeri ini? Polisi hanya jadi alat kapitalis,” tambahnya.>> ....Litbang Depag pernah mencatat bahwa pertumbuhan Gereja sejak tahun 1990 hingga tahun 2008, meningkat sekitar 300 persen, sementara masjid hanya meningkat sekitar 60%. Perbandingan drastis pertumbuhan gereja yang mencengangkan itu sebenarnya disebabkan oleh perpecahan sekte Kristen, di mana sekte yang satu tidak mau beribadah di gereja milik sekte lainnya meskipun sama-sama gereja, sehingga masing-masing berlomba-lomba mendirikian gereja. Hal ini berbeda dengan umat Islam, meski berbeda mazhab mereka cukup beribadah di masjid mana pun ia jumpai....>> Perumpamaan di atas ternyata realitanya terjadi di Bekasi, Jawa Barat. Di wilayah RT. 003 RW. 24 Kaliabang Bekasi sudah berdiri 4 gereja dengan sekte yang berbeda. Tentu saja polah umat Kristen ini sudah kelewat batas dan tak memperdulikan toleransi maupun kerukunan umat beragama...>>> Lebih lanjut ia menyebutkan bahwa gereja-gereja yang berdiri dalam satu RT tersebut berasal dari dari berbagai sekte Kristen, seperti GKRI (Gereja Kristus Rahmani Indonesia), gereja Pantekosta, gereja HKBP (Huria Kristen Batak Protestan) dan gereja Advent. “Ada empat gereja dalam satu RT di sini, gereja yang pertama gereja GKRI, yang kedua Pantekosta, yang ketiga HKBP, kedua gereja ini (Pantekosta dan HKBP, red) paling besar dan yang keempat gereja Advent,” jelasnya....>>> Tokoh masyarakat yang juga ketua RT. 008/RW. 24 Kaliabang tersebut juga mengungkapkan bahwa masyarakat setempat menolak pendirian gereja tersebut, bahkan menurutnya masyarakat yang dulu pernah disuap pihak gereja dengan uang Rp. 50.000,- juga sudah menarik dukungannya. “Pada waktu itu mereka ingin membangun gereja yang definitif namun masyarakat menolak , data-data yang kami peroleh juga ada masyarakat yang saat ini sudah menarik dukungannya itu sebelumnya mereka mendukung karena diberi uang lima puluh ribu rupiah,” ungkapnya. Arifin yang dipercaya oleh masyarakat setempat untuk menanggulangi permasalahan gereja liar ini tentu begitu mengkhawatirkan kondisi ‘aqidah warganya. Oleh sebab itu ia meminta dukungan berbagai elemen Ormas Islam untuk berjuang menolak berdirinya gereja-gereja liar di lingkungannya. “Kami senantiasa berharap agar kepedulian dari kawan-kawan ini, kerjasama ini terbangun bukan hanya hari ini saja tapi senantiasa terus terbangun sampai kami bisa memastikan bahwa gereja-gereja liar itu tidak ada di lingkungan kami lagi,” pintanya. (Ahmed Widad) ...>>>

Senin, 26 Dec 2011

Nasihat Kepada Keluarga Gus Dur yang Ikut Kebaktian Natal

Oleh: Badrul Tamam
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kita kepada keimanan. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada baginda Rasulillah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, keluarga dan para shabatnya.

Mayoritas kaum muslimin pastinya hafal surat Al-Ikhlas. Sangat pendek suratnya dan sedikit ayatnya. Namun memiliki keutamaan yang luar biasa. Yaitu menyamai sepertiga Al-Qur'an sebagaimana yang tercantum dalam Shahihain. Maksudnya, pahala membaca surat al-Ikhlas adalah seperti membaca sepertiga Al-Qur'an.

Kenapa demikian? Karena Al-Qur'an berisi tiga bagian: Sepertiganya membicarakan hukum, sepertiga kedua tentang janji dan ancaman, dan sepertiga terakhir menjelaskan tentang nama-nama Allah dan sifat-sifat-Nya. Sementara surat Al-Ikhlas mengumpulkan bagian seperti terahir. (Lihat: Majmu' al-Fatawa, Ibnu Taimiyah: 17/103)

Surat al-Ikhlas juga menjadi bagian Al-Qur'an yang rutin dizikirkan sesudah shalat. Bahkan sesudah shalat Shubuh dan Maghrib dibaca tiga kali. Karena inilah wajar sekali kalau setiap muslim menghafalnya. Bahkan tidak sedikit murid-murid TK yang sudah menghafalnya.

Surat Al-Ikhlas mengandung prinsip-prinsip pokok dalam akidah Islam. Di mana setiap muslim wajib meyakininya, dan tak boleh ia jahil terhadapnya. Yaitu, bahwa Allah adalah Tuhan yang Esa. Tidak ada Tuhan yang sesungguhnya (haq) kecuali hanya Dia semata. Dia tidak beranak dan Tidak diperanakkan. Dan tak ada seorangpun yang sebanding/setara dengan Dia.

Siapapun yang tidak memiliki keyakinan semacam ini, atau ragu dengannya maka dia keluar dari Islam (menjadi kafir). Seperti orang yang meyakini bahwa Nabi Isa (Jesus,-dalam Istilah Kristen) adalah anak Allah, satu dari tiga oknum tuhan, atau Allah itu sendiri.

Allah Ta'ala berfirman,
لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ إِنَّهُ ُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ
"Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah adalah Al Masih putra Maryam", padahal Al Masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israel, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu" Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang lalim itu seorang penolong pun." (QS. Al-Maidah: 72)

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ ثَالِثُ ثَلَاثَةٍ
"Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: "Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga"." (QS. Al-Maidah: 73)

Al-Qur'an menyebutkan tentang dialog antara Allah Subhanahu wa Ta'ala dan Nabi Isa 'Alaihis Salam tentang pengklaiman umatnya, ia sebagai anak Allah.

"Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: "Hai Isa putra Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: "Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?" Isa menjawab: "Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakannya maka tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau.  Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang gaib-gaib. Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)-nya yaitu: "Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu", dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan (angkat) aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu." (QS. Al-Maidah: 116-117)

Allah sangat murka dengan tuduhan bahwa ia menjadikan anak untuk-Nya. Bahkan langitpun hampir pecah, bumi terbelah, dan gunung-gunung runtuh karena ucapan yang munkar ini.

وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمَنُ وَلَدًا لَقَدْ جِئْتُمْ شَيْئًا إِدًّا تَكَادُ السَّمَاوَاتُ يَتَفَطَّرْنَ مِنْهُ وَتَنْشَقُّ الأرْضُ وَتَخِرُّ الْجِبَالُ هَدًّا أَنْ دَعَوْا لِلرَّحْمَنِ وَلَدًا وَمَا يَنْبَغِي لِلرَّحْمَنِ أَنْ يَتَّخِذَ وَلَدًا
"Dan mereka berkata: "Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak". Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar. Hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, bumi terbelah, dan gunung-gunung runtuh. Karena mereka mendakwa Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak. Dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak. Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba." (QS. Maryam: 88-95)

Karenanya seorang muslim wajib memiliki sikap tegas dan jelas kepada mereka yang menuduh Allah punya anak. Ia berbara' (berlepas diri) dari mereka atas keyakinan batil ini. Karena keyakinan ini sangat-sangat menyakiti Allah Ta'ala dan membuat Dia murka. Disebutkan dalam sebuah hadits Shahih, "Tak seorangpun yang lebih sabar daripada Allah saat mendengar sesuatu yang menyakitinya. Mereka membuat anak untuk Allah, padahal Allah-lah yang memberi mereka rizki dan kesehatan kepada mereka." (HR. al-Bukhari)

Dalam riwayat al-Bukhari lainnya, Allah menyebut tindakan mengklaim Allah punya anak sebagai tindakan mencela Allah. Karena, jika Allah memiliki anak berarti Allah butuh kepada selain-Nya dan pastinya ada Tuhan selain Diri-Nya karena seorang anak itu pasti mewarisi sifat dari orang tuanya.

Sikap tegas ini telah Allah perintahkan kepada Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam dan umatnya, yaitu agar mengajak mereka keluar dari keyakinan batil ini, lalu menuhankan Allah semata.

قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْا إِلَى كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَلَّا نَعْبُدَ إِلَّا اللَّهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُولُوا اشْهَدُوا بِأَنَّا مُسْلِمُونَ
"Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)"." (QS. Ali Imran: 64)

Namun sayang, prinsip ini tidak dipahami oleh keluarga besar mendiang mantan Presiden Indonesia, KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Inayah Wahid dan Lily Wahid (Putri Gus Dur dan bibinya) TERLALU BODOH atau PURA-PURA BODOH atauSENGAJA MEMBODOHI DIRINYA SENDIRI dalam memahami persoalan prinsip dalam agama Islam ini. Bukannya melarang umat Kristen berlaku kurang ajar kepada Allah dan mendakwahi mereka untuk insaf dari kesesatannya, eh malah keduanya ikut-ikutan merayakan hari raya batil mereka.

Pada Ahad kemarin (25/12/2011), bertempat di Perumahan Taman Yasmin, Kota Bogor, Saat jemaat GKI Yasmin mengkoar-koarkan tuduhan Allah punya anak dan sedang memperingati hari lahirnya anak Allah, Inayah Wahid dan Lily Wahid ikut duduk di tengah-tengah yang mayoritas mengenakan kemeja putih dengan penjagaan ketat anggota Barisan Ansor Serba Guna (Banser).  Keduanya memberikan dukungan kepada kaum kafirin atas kekufuran, celaan dan kejahatan terhadap Allah Ta'ala. "Selamat Natal dan Tahun Baru," ucap Lily Wahid dan Inayah Wahid saat berbicara kepada jemaat.

Hukum Ikut Merayakan Natalan
Sesungguhnya apa yang dilakukan Lily Wahid dan Inayah Wahid, yakni ikut serta merayakan hari raya orang kafir termasuk bentuk loyalitas yang diharamkan Islam. Hal ini berdasarkan firman Allah Ta'ala:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang dzalim." (QS. Al Maidah: 51)

Ibnu Abi Hatim telah meriwayatkan dari Muhammad bin Sirin, dia berkata: Abdullah bin 'Utbah berkata, "Hendaknya salah seorang mereka berhati-hati agar tidak menjadi Yahudi dan Nashrani tanpa disadarinya, berdasarkan ayat ini." (Lihat dalam Tafsir Ibnu Katsir)

Mendengarkan nyanyian kufur orang Kristen yang memuji dan mengangungkan "Anak Allah" pada peringatan hari lahirnya dan mengikuti pesta-pesta perayaan keyakinan batil dan rusak semacam di atas adalah tanda kenifakan. Allah berfirman:

بَشِّرِ الْمُنَافِقِينَ بِأَنَّ لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا الَّذِينَ يَتَّخِذُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ أَيَبْتَغُونَ عِنْدَهُمُ الْعِزَّةَ فَإِنَّ الْعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا وَقَدْ نَزَّلَ عَلَيْكُمْ فِي الْكِتَابِ أَنْ إِذَا سَمِعْتُمْ آَيَاتِ اللَّهِ يُكْفَرُ بِهَا وَيُسْتَهْزَأُ بِهَا فَلَا تَقْعُدُوا مَعَهُمْ حَتَّى يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ إِنَّكُمْ إِذًا مِثْلُهُمْ إِنَّ اللَّهَ جَامِعُ الْمُنَافِقِينَ وَالْكَافِرِينَ فِي جَهَنَّمَ جَمِيعًا
"Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih. (Yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah. Dan sungguh Allah telah menurunkan kepada kamu di dalam Al Qur'an bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahanam." (QS. Al Nisa': 138-140)

Dalam tiga ayat di atas, Allah Subhanahu wa Ta'ala melarang duduk-duduk di majelis yang di dalamnya terdapat penghinaan dan pengingkaran terhadap ayat-ayat Allah. Dan di antara bentuk kekufuran yang paling besar adalah ucapan orang Kristen bahwa Allah punya anak, dia mati, Dia satu dari tiga (trinitas), Maha suci dan Mahatinggi Allah dari apa yang mereka tuduhkan kepada-Nya.

Kemudian Allah mengabarkan bahwa orang yang mendengarkan celotehan dari keyakinan-keyakinan batil ini, dia seperti mereka dan dihukumi sebagai munafik dan kelak akan dihimpun pada hari kiamat bersama mereka, Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahanam." (QS. Al Nisa': 138-140), kita berlindung kepada Allah dari kehinaan ini.

Sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya berlepas diri dari orang yang menolong pelaku kebatilan dalam melakukan aksinya. Dan kebatilan terbesar adalah kufur kepada Allah dan menuduh Allah punya anak, Dia mati lalu hidup kembali. Keyakinan-keyakinan ini adalah perkara yang sangat buruk dan jahat yang membuat kulit dan bulu setiap mukmin bergidik, bahkan benda-benda matipun tak terima dengan tuduhan tersebut.

"Dan mereka berkata: 'Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak'. Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar. Hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh, karena mereka mendakwa Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak. Dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak. Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba." (QS. Maryam: 88-93)

Langit dan bumi kaget dengan ucapan tersebut, bagaimana mungkin seorang muslim yang mentauhidkan Allah bisa ikut serta, mendukung, dan bergembira dengan perayaan-perayaan hari raya tersebut yang jelas-jelas menghina Allah dengan terang-terangan. Keyakinan ini membatalkan peribadatan kepada Allah, karena inilah Allah Ta'ala menyifati Ibadurrahman bersih dari semua itu:
وَالَّذِينَ لَا يَشْهَدُونَ الزُّورَ
"Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu. . ." (QS. Al Furqaan: 72)

Makna al Zuur, adalah hari raya dan hari besar kaum musyrikin sebagaimana yang dikatakan Ibnu Abbas, Abul 'Aliyah, Ibnu sirin, dan ulama lainnya dari kalangan sahabat dan tabi'in.

Sesungguhnya seorang muslim berada di atas kebenaran, yang lebih pas ia menyeru umat Kristen kepada kebenaran yang diyakininya. Jika tidak mampu berdakwah maka janganlah ikut serta dalam kebatilan mereka, dan itu selemah-lemahnya iman. Sedangkan ikut serta merayakan ibadah besar mereka itu menyebabkan batalnya iman. Oleh karenanya, kepada Lily Wahid dan Inayah Wahid kami ingatkan berhati-hatilah dalam persoalan akidah, jangan gegabah dan latah. Sesungguhnya tindakan Anda berdua termasuk pembatal keislaman. Maka bersegeralah bertaubat dan perbaiki pemahaman akidah Anda. Jangan karena mencari simpati dari manusia lalu Anda berdua korbankan keyakinan.  Perhatikanlah sabda nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam dalam Shahih Muslim,

يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا أَوْ يُمْسِي مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنْ الدُّنْيَا
". . dipagi hari seseorang masih mukmin lalu pada sore harinya sudah kafir, atau di sore hari masih mukmin lalu pada pagi harinya sudah kafir, (hal itu disebabkan) karena ia menjual agamanya dengan sedikit dunia." Wallahu Ta'ala A'lam. [PurWD/voa-islam.com]

Senin, 26 Dec 2011

Duh, Lily Wahid Adik Kandung Gus Dur Bela Gereja dengan Komentar Bodoh

BOGOR (voa-islam.com) – Kisruh GKI Yasmin semakin rumit, dengan munculnya para ‘pahlawan kesiangan’ yang berakting membela GKI Yasmin. Salah satunya Lily Wahid, adik kandung mendiang Gus Dur yang datang ke lokasi pada Minggu (25/12/2011) ini untuk mendukung GKI Yasmin.

Kepada wartawan, bekas anggota DPR RI ini mengecam kepolisian, bahkan secara membabi-buta minta Presiden SBY mengundurkan diri. “Ini negara sudah negara preman! Polisi membantai penduduk di mana-mana sekarang, orang beribadah gak boleh. Gimana sih negara ini? Polisi itu penindas hari ini, polisi itu penindas! Polisi bukan lagi melindungi warga masyarakat. Polisi seharusnya tidak bawa senjata hari ini, seharusnya bawa pentungan supaya jangan semena-mena dengan masyarakat. Presiden harusnya turun tangan dan bertanggung jawab karena polisi itu dibawah presiden. Kalau presiden gak sanggup menata polisi, munduuur!” ujarnya dengan nada meledak-ledak penuh emosi. “Kita negara Pancasila Ketuhanan yang Maha Esa, orang beribadah kok dihalang-halangi? Itu yang saya tidak mengerti, mau jadi apa negeri ini? Polisi hanya jadi alat kapitalis,” tambahnya.

Lily Wahid juga mendesak agar Kapolri segera menindak oknum-oknum yang melarang orang beribadah disini. “Ga ada undang-undang yang membolehkan melarang orang beribadah.”

Saat ditanya tentang IMB Gereja Yamin yang dibelanya, Lily menjawab dengan sedikit kikuk, “Keputusan MA jelas dikembalikan kepada jemaat. Ini negara  apa?  Kalau polisi gak bisa melaksanakan putusan MA, Kapolri suruh berhenti gitu lho!!”

Lily pun mulai mengumbar berbagai praduga untuk membela Gereja Yasmin. “Kita harus investigasi, jangan-jangan ada orang yang menginginkan tanah itu? Dan memakai aparat, Bisa aja kan terjadi seperti itu? Lalu agama dijadikan alasan, ini yang saya gak bisa terima, kita ini hidup rukun sudah puluhan tahun tiba-tiba ada seperti ini, keterlaluan pemerintah hari ini,” ujarnya berapi-api.

Sebelumnya, voa-islam.com berulang kali mempublikasikan fakta-fakta soal kekisruhan GKI Yasmin. Kasus ini bermula tahun 2006 saat proses pendirian gereja ini dilakukan dengan cara menipu dan memanipulasi data. Bahkan secara hukum, pihak GKI Yasmin telah terbukti melakukan banyak kesalahan, antara lain memalsukan tandatangan warga, tidak memiliki pendapat tertulis dari Kepala Kantor Departemen Agama setempat, tidak memiliki dan tidak memenuhi minimal pengguna sejumlah 40 Kepala Keluarga yang berdomisili di wilayah setempat, tidak mendapatkan izin dari warga setempat, dan tidak mendapatkan rekomendasi tertulis dari MUI, DGI, Parisada Hindu Dharma, MAWI, WALUBI, Ulama/Kerohanian.

Selain itu pihak GKI Yasmin juga tidak dapat memenuhi ketentuan Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 8 dan 9 Tahun 2006, tentang Pemberdayaan Forum Kerukunan Umat Beragama dan Pendirian Rumah Ibadah yang harus memiliki umat (jemaat) minimal 90 orang yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan disetujui oleh 60 orang dari umat agama lain di wilayah tersebut, dan para pejabat setempat (Lurah/Kades) harus mensahkan persyaratan ini. Selanjutnya, rekomendasi tertulis diminta dari kepala Departemen Agama kabupaten atau kotamadya, dan dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) kabupaten atau kotamadya.

Atas dasar penyimpangan yang dilakukan oleh pihak GKI Yasmin dan desakan warga sekitar itulah, akhirnya Pemkot melalui Dinas Tata Kota dan Pertamanan (DTKP) mengeluarkan surat pembekuan IMB pembangunan gereja. Namun keputusan DTKP digugat oleh GKI Yasmin melalui Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTUN) dan Pemkot dinyatakan kalah secara administrasi karena yang membekukan bukan pihak berwenang (DTKPred). Untuk menindaklanjuti putusan PTUN dan putusan Mahkamah Agung (MA) akhirnya Pemkot mencabut surat pembekuan IMB yang telah dikeluarkan oleh Pemkot melalui DTKP pada 8 Maret 2011.

Belajar dari kesalahan, beberapa hari kemudian Pemkot segera memperbaiki kesalahan administrasi tersebut dengan kembali melakukan pembekuan IMB GKI Yasmin. Melalui Surat Keputusan (SK) Walikota Bogor No. 645.45137 tahun 2011 yang dikeluarkan pada 11 Maret 2011 Walikota Bogor mencabut IMB GKI Yasmin yang terletak di Jalan KH Abdullah Bin Nuh, Taman Yasmin, Bogor.

Terakhir pihak GKI Yasmin mengajukan permohonan ke Ombudsman Republik Indonesia agar mencabut pembekuan IMB sesuai dengan putusan PTUN dan MA. Akhirnya, Ombudsman memberikan rekomendasi kepada Walikota Bogor, agar membatalkan surat pencabutan IMB GKI. Rekomendasi kedua untuk Gubernur Jabar dan Walikota Bogor untuk berkoordinasi untuk penyelesaian masalah GKI. Ketiga, untuk Mendagri agar melaksanakan pengawasan. Sayangnya rekomendasi tersebut tidak mengubah apapun, putusan PTUN dan MA sudah dilaksanakan jauh hari sebelum rekomendasi Ombudsman dikeluarkan. Kini yang berlaku adalah Surat Keputusan (SK) Walikota Bogor No. 645.45137 tahun 2011 yang dikeluarkan pada 11 Maret 2011 tentang pencabutan IMB GKI Yasmin.

Dengan keputusan itulah, sebenarnya walikota sudah melaksanakan putusan MA. Namun selama ini pihak GKI Yasmin selalu menutupi kesalahannya.

Menanggapi pernyataan Lily Wahid yang dinilai provokatif itu, Ketua Forum Komunikasi Muslim Indonesia (FORKAMI), Ustadz Ahmad Iman yang juga tokoh warga setempat, menyayangkan komentar provokatif dan tidak tahu persoalan.

“Itu hanya komentar bodoh, yang tidak tahu hukum,” ujarnya enteng. [taz/saiful]

Senin, 26 Dec 2011

Masya Allah, di Kaliabang Bekasi Satu RT Ada Empat Gereja


BEKASI (voa-islam.com) - Litbang Depag pernah mencatat bahwa pertumbuhan Gereja sejak tahun 1990 hingga tahun 2008, meningkat sekitar 300 persen, sementara masjid hanya meningkat sekitar 60%.
Perbandingan drastis pertumbuhan gereja yang mencengangkan itu sebenarnya disebabkan oleh perpecahan sekte Kristen, di mana sekte yang satu tidak mau beribadah di gereja milik sekte lainnya meskipun sama-sama gereja, sehingga masing-masing berlomba-lomba mendirikian gereja. Hal ini berbeda dengan umat Islam, meski berbeda mazhab mereka cukup beribadah di masjid mana pun ia jumpai.

Disinyalir ada lebih dari 230 sekte Kristen di Indonesia, bayangkan jika dalam satu lingkup wilayah  terkecil seperti RT misalnya  yang didalamnya mayoritas muslim, ada beberapa orang Kristen dengan sekte berbeda dan masing-masing ingin mendirikan rumah ibadah, tentu satu RT tersebut akan penuh dengan bangunan-bangunan besar gereja.
Perumpamaan di atas ternyata realitanya terjadi di Bekasi, Jawa Barat. Di wilayah RT. 003 RW. 24 Kaliabang Bekasi sudah berdiri 4 gereja dengan sekte yang berbeda. Tentu saja polah umat Kristen ini sudah kelewat batas dan tak memperdulikan toleransi maupun kerukunan umat beragama.

Arifin salah seorang tokoh masyarakat RW. 24 Kaliabang menuturkan bahwa keempat gereja tersebut adalah gereja ilegal yang sangat meresahkan masyarakat.

“Gereja-gereja yang ada di lingkungan kami adalah gereja-gereja liar yang notabene dianggap sebagai gereja ilegal. Ini sangat meresahkan masyarakat kami, gereja-gereja itu sudah sekian lama, sejak tahun 1999 kami berjuang hingga sekarang dan mereka masih saja menjalankan aktivitasnya,” tuturnya saat dihubungi voa-islam.com, Ahad (25/12).

Lebih lanjut ia menyebutkan bahwa gereja-gereja yang berdiri dalam satu RT tersebut berasal dari dari berbagai sekte Kristen, seperti GKRI (Gereja Kristus Rahmani Indonesia), gereja Pantekosta, gereja HKBP (Huria Kristen Batak Protestan)  dan gereja Advent.

“Ada empat gereja dalam satu RT di sini, gereja yang pertama gereja GKRI, yang kedua Pantekosta, yang ketiga HKBP, kedua gereja ini (Pantekosta dan HKBP, red) paling besar dan yang keempat gereja Advent,” jelasnya.

Tokoh masyarakat yang juga ketua RT. 008/RW. 24 Kaliabang tersebut juga mengungkapkan bahwa masyarakat setempat menolak pendirian gereja tersebut, bahkan menurutnya masyarakat yang dulu pernah disuap pihak gereja dengan uang Rp. 50.000,- juga sudah menarik dukungannya.
“Pada waktu itu mereka ingin membangun gereja yang definitif namun masyarakat menolak , data-data yang kami peroleh juga ada masyarakat yang saat ini sudah menarik dukungannya itu sebelumnya mereka mendukung karena diberi uang lima puluh ribu rupiah,” ungkapnya.

Arifin yang dipercaya oleh masyarakat setempat untuk menanggulangi permasalahan gereja liar ini tentu begitu mengkhawatirkan kondisi ‘aqidah warganya. Oleh sebab itu  ia meminta dukungan berbagai elemen Ormas Islam untuk berjuang menolak berdirinya gereja-gereja liar di lingkungannya.
“Kami senantiasa berharap agar kepedulian dari kawan-kawan ini, kerjasama ini terbangun bukan hanya hari ini saja tapi senantiasa terus terbangun sampai kami bisa memastikan bahwa gereja-gereja liar itu tidak ada di lingkungan kami lagi,” pintanya. (Ahmed Widad) 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar