Rabu, 14 Desember 2011

Rabu, 14 Dec 2011 Cetak | Kirim Dua Hari Perusuh Kristen Tak Ditangkap, Umat Islam Ambon Akan Beraksi AMBON (voa-islam.com) – Menyikapi insiden penyerangan kampung muslim di Air Mata Cina Ambon oleh perusuh Kristen yang memakai bom dan molotov pada Selasa (13/12/2011) dinihari, umat Islam Ambon merilis tiga pernyataan sikap di belakang Masjid Air Mata Cina yang berjarak sekitar 15 meter dari lokasi rumah-rumah warga yang dibakar salibis. Kaum muslimin melalui Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ambon yang diwakili oleh La Suryadi menyampaikan tiga pernyataan sikap di antaranya sebagai berikut: 1. Meminta aparat keamanan agar dalam waktu 2x24 jam segera menangkap para pelaku penyerangan beserta para penggerak massanya. Jika dalam waktu tersebut aparat keamanan tidak bisa menangkap maka akan ada aksi dari ormas-ormas Islam dalam jumlah yang lebih besar. 2. Meminta kepada pemerintah agar segera memberikan bantuan kepada para pengungsi dan membangun kembali rumah milik warga muslim Air Mata Cina yang telah musnah dibakar oleh para perusuh salibis. 3. Meminta kepada Kapolda Maluku beserta jajaranya dan Pangdam Pattimura beserta jajarannya agar memperhatikan peristiwa tersebut dan mengambil tindakan tegas kepada para pelaku penyerangan. Dalam orasinya, La Suryadi juga menegaskan bahwa kaum muslimin Ambon sudah terlalu toleran agar kondisi Ambon tetap aman. “Umat Islam Ambon sudah cukup toleran dan menjaga kondisi agar tetap aman supaya pada tanggal 25 desember nanti umat Kristen bisa dengan tenang merayakan Natal. Namun jika kaum Nasrani melakukan tindakan penyerangan seperti kejadian tadi pagi maka kaum muslimin tidak akan tinggal diam dan akan melakukan perlawanan,” ujarnya penuh semangat disambut pekikan takbir oleh seluruh warga yang menghadiri acara yang dikawal ketat oleh aparat TNI dan Polri tersebut. Mudah-mudahan pernyataan sikap dari kaum muslimin tersebut tidak dianggap angin lalu oleh pemerintah, Kapolda Maluku dan Pangdam Pattimura. Namun siapakah yang bisa menjamin bahwa ini adalah insiden berdarah yang dilakukan perusuh Kristen di Air Mata Cina ini adalah penyerangan yang terakhir terhadap permukiman Muslim? Karena tragedi berdarah ini menyusul penyerangan sebelumnya di kampung Waringin pada 11 September 2011 dan penyerangan di Jalan Baru Ambon pada 20 Oktober 2011 yang sampai saat ini pelaku dan provokatornya masih bebas berkeliaran. [af] ......>>> Allahumma afrigh alaina shabran watsabbit aqdamana wanshurna alalqoumilkafirin....>>> ........Allahumma rabbana..unshurna bima kadzdzabuun......>>> Allahumma a'izalislama walmuslimin... wa alif baina qulubihim.. wa ashlih dzaata bainihim.... wawahid shufufal muslimina ajmaina kaffah.. khushusan fiel Indonesie wal fiel falishthin wafiel iraq.. wafiel afhganistan.. wafie kulli mujahidiena fie kulli makaan... birahmatikalkariem yaa aziez ya rahmaan ya jabbar.. ya malikulmulk. ya zdilmulki waljabaruut... ya dzil jalali walikram.....yaa.rabbul alamien...Aaamiin.....>>> Allahu Akbar...!!! Bersatulah muslimin.....seutuhnya... dan jangan terpecah belah...>>> Kuatkan barisan dan solidaritas persatuan Muslimin... !!! Allahu Akbar...!!!!

Rabu, 14 Dec 2011

Perusuh Salibis Serang Kampung Muslim untuk Gagalkan MTQ Nasional di Ambon

AMBON (voa-islam.com) – Penyerangan secara beringas terhadap kampung Muslim di Air Mata Cina Ambon yang dilakukan para perusuh Kristen dengan memakai bom dan molotov, ditengarai untuk menciptakan kekisruhan agar ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Nasional pada tahun 2012 gagal diadakan di Ambon.
Hal itu diungkapkan oleh ketua Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Wilayah Maluku, Salamun Yunus Yusron usai deklarasi pernyataan sikap kaum muslimin Ambon atas peristiwa penyerangan kampung Muslim Air Mata Cina, Selasa (13/12/2011).

Salamun juga mendesak Kapolda dan Pangdam agar serius mengusut insiden penyerangan permukiman muslim Air Mata Cina. Jika insiden ini tidak diusut tuntas, GPII akan melakukan aksi demo besar-besaran di kota Ambon. “Jika aparat keamanan tidak segera menangkap para pelaku penyerangan maka GPII akan mengajak ormas islam lainnya untuk melakukan aksi demo secara besar-besaran di kota Ambon,” tegasnya.

Ketua GPII Maluku ini juga meminta agar pemerintah pusat juga memperhatikan dengan serius masalah ini dan melakukan penyelesaian secara tuntas.

Salamun mensinyalir, penyerangan terhadap permukiman muslim Air Mata Cina benar-benar direncanakan untuk membuat kisruh Ambon agar MTQ Nasional yang akan digelar di Ambon tahun depan gagal diselenggarakan. “Penyerangan terhadap pemukiman muslim Air Mata Cina ini sudah direncanakan untuk menciptakan kondisi Ambon agar tidak aman,” terangnya. “Dan ketika Ambon tidak aman maka agenda selanjutnya adalah mengupayakan agar MTQ tingkat Nasional pada tahun 2012 yang akan diadakan di Ambon gagal,” tambahnya.


Upaya penggagalan MTQ Nasional di Ambon itu, jelas Salamun, dilakukan para perusuh Salibis untuk mencoreng wajah Islam Indonesia di mata internasional. “Jika MTQ tingkat Nasional yang akan diadakan di Ambon gagal, maka citra umat Islam Ambon di mata masyarakat Indonesia dan internasional akan tercoreng. Ini adalah upaya membuat citra buruk umat islam Ambon oleh pihak Nasrani,” ujar dia.

Salamun berargumen, jelang penyelenggaraan MTQ Nasional 2012 di Ambon, penyerangan sangat gencar dilakukan para perusuh Kristen bersenjata ke perkampungan Islam. Dalam tiga bulan terakhir, sejak bulan September 2011, warga Muslim Ambon sudah tiga kali diserang perusuh Kristen.

Penyerangan pertama dilakukan pada 11 September 2011 terhadap kampung muslim Waringin yang menyebabkan 8 warga muslim tewas, seratus orang lebih terluka dan ratusan rumah milik kaum muslimin hangus terbakar. Sampai hari ini warga kampung Waringin masih mengungsi di Pasar Gotong Royong dan gedung Telkom. Rumah milik warga muslim kampung Waringin sampai hari belum dibangun kembali oleh Pemkot Ambon.

Penyerangan kedua dilakukan ke permukiman muslim di jalan Baru Ambon pada 20 oktober 2011 pada pukul 04.00 WIT dinihari. Akibat penyerangan tersebut 3 bangunan milik warga muslim habis dibakar para perusuh dan 5 warga muslim terluka parah.

Dan penyerangan terakhir adalah penyerangan kampung Air Mata Cina yang terjadi selasa 13 Desember pukul 01.00 WIT dinihari. [af]

Rabu, 14 Dec 2011

Dua Hari Perusuh Kristen Tak Ditangkap, Umat Islam Ambon Akan Beraksi


AMBON (voa-islam.com) – Menyikapi insiden penyerangan kampung muslim di Air Mata Cina Ambon oleh perusuh Kristen yang memakai bom dan molotov pada Selasa (13/12/2011) dinihari, umat Islam Ambon merilis tiga pernyataan sikap di belakang Masjid Air Mata Cina yang berjarak sekitar 15 meter dari lokasi rumah-rumah warga yang dibakar salibis. Kaum muslimin melalui Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ambon yang diwakili oleh La Suryadi menyampaikan tiga pernyataan sikap di antaranya sebagai berikut:
1. Meminta aparat keamanan agar dalam waktu 2x24 jam segera menangkap para pelaku penyerangan beserta para penggerak massanya. Jika dalam waktu tersebut aparat keamanan tidak bisa menangkap maka akan ada aksi dari ormas-ormas Islam dalam jumlah yang lebih besar.
2. Meminta kepada pemerintah agar segera memberikan bantuan kepada para pengungsi dan membangun kembali rumah milik warga muslim Air Mata Cina yang telah musnah dibakar oleh para perusuh salibis.
3. Meminta kepada Kapolda Maluku beserta jajaranya dan Pangdam Pattimura beserta jajarannya agar memperhatikan peristiwa tersebut dan mengambil tindakan tegas kepada para pelaku penyerangan.


Dalam orasinya, La Suryadi juga menegaskan bahwa kaum muslimin Ambon sudah terlalu toleran agar kondisi Ambon tetap aman. “Umat Islam Ambon sudah cukup toleran dan menjaga kondisi agar tetap aman supaya pada tanggal 25 desember nanti umat Kristen bisa dengan tenang merayakan Natal. Namun jika kaum Nasrani melakukan tindakan penyerangan seperti kejadian tadi pagi maka kaum muslimin tidak akan tinggal diam dan akan melakukan perlawanan,” ujarnya penuh semangat disambut pekikan takbir oleh seluruh warga yang menghadiri acara yang dikawal ketat oleh aparat TNI dan Polri tersebut.

Mudah-mudahan pernyataan sikap dari kaum muslimin tersebut tidak dianggap angin lalu oleh pemerintah, Kapolda Maluku dan Pangdam Pattimura.

Namun siapakah yang bisa menjamin bahwa ini adalah insiden berdarah yang dilakukan perusuh Kristen di Air Mata Cina ini adalah penyerangan yang terakhir terhadap permukiman Muslim? Karena tragedi berdarah ini menyusul penyerangan sebelumnya di kampung Waringin pada 11 September 2011 dan penyerangan di Jalan Baru Ambon pada 20 Oktober 2011 yang sampai saat ini pelaku dan provokatornya masih bebas berkeliaran. [af]



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar