Kamis, 22 Desember 2011

... Isi Dokumen Rahasia Amerika Serikat yang Dibocorkan Wikileaks..>> Dari dokumen-dokumen yang dibocorkan itu terungkap sepak terjang diplomasi AS dimana diplomat memerintahkan agar sekutu maupun musuh dimata-matai. Fakta menarik lain yang terungkap adalah Raja Saudi Arabia, Abdullah, mendorong Washington untuk segera membom Iran. Yang jelas, kebocoran kali ini mengungkap lebih detail soal isi perut strategi politik dan militer AS. Bocornya informasi ini langsung ditangkap oleh harian The New York Times, Guardian, dan beberapa media lainnya. Kawat diplomatik yang dibocorkan paling baru tercatat pada bulan Februari 2010.>> ...kawat diplomatik yang masuk kategori rahasia tersebut, terungkap bahwa pemimpin Arab secara pribadi mendesak agar AS melakukan serangan udara terhadap Iran....>> Aneh benar... Mengapa Arab saudi itu lebih memilih memusuhi Iran dari pada membela Plestina dan melawan Yahudi Israel..??? Apakah benar Saudi Arabia itu raja2nya memang Antek2 AS da Sekutu Baratnya...??? Heran.. yah.. Kok Arab Saudi itu Khianat dan bisa2 tergolong orang2 munafikin... kalau dikaji secara nilai2 Al Qur'an... ??? Baca saja surat Al Munafiqun... seperti ada tanda2 sepert itu...?? Semoga saja ini berita dari wikileaks tidak benar....!!!>>> Hmmh pantesan hingga Yaser Arafat mati yang kemungkinan di racun... yah.. >> Kalau Saudai Arabia itu rajanya seperti itu... Yang apalagi itu Negara2 Teluk [GCC] ... tentunya ikut2 saja sama Bos Besarnya Raja2 Arab Saudi... ??? >>> Aduh2... Umat Islam coba sadar...dan insaf...>> Kuatkan Persaudaraan Muslim dan Kuatkan Persatuan Umat Islam...>> Konon Juga di Indonesia... banyak tuh pengikut.. Wahabi.. aatau Salafy yg konon mengkaforkan muslimin lainnya.... >> Bisa jadi ajaran Wahabi seperti juga di Saudi Arabia... konon sangat kejam kepada Muslimin lainnya..... >> Yah mungkin juga... kalau memang konsep ajarannya berkiblat ke AS dan Sekutu Baratnya.. yang sangat materialistik dan sangat haus kekuasaan...>>> Nah.. Ulam2 cobalah sadar dan bersatu kembali... Kuatkan persudaraan Muslimin seluruhnya dan seutuhnya.... Yah Sunny-Syiah-Muhammadiyah-NU- Persis-PSII-PKS-HMI- PMII-MM-PII-FUI-FPI-GPII-GPK-MMI-dan semua kekuatan Islam khususnya di Indonesia... dan juga diseluruh Asia Tenggara-dan Semuanya di seluruh Dunia..>> Hyyo Konsepkan Persatuan dan Kesatuan Islam secara solid dan Komrehensif...>>> Ya Rabb Allahumma a'izal Islama walmuslimin- wa alif baina qulubihim- wa ashlih dzaata bainihim... wawahid shufufalmuslimiena ajmaiena kaaffah... wa anzil nuril Islama wal ieman wa bi'ilmikalkariem biqur'anil azhiem al-imaamil haq lilmuslimiena.. ajmaiena... Aaamiin.. Yra ..>> ...Ternyata bukan dokumen baru saja yang dibocorkan. Kali ini situs yang dikepalai pria berkewarganegaraan Australia, Julian Assange ini membocorkan dokumen sejak tahun 1966 hingga Febrari 2010. Yang dibocorkan adalah komunikasi antara Washington DC dengan 274 kedutaan besar atau konsulat jenderal AS di seluruh dunia. Dari seluruh kawat diplomatik itu, tercatat 15.652 kawat diklasifikasikan sebagai 'rahasia' oleh pemerintah AS. Kawat-kawat diplomatik ini akan dirilis secara bertahap selama beberapa bulan ke depan. Informasi dalam kawat ini berisi materi isu internasional yang sensitif dan mencakup wilayah geografis yang begitu luas. WikiLekas dalam situsnya menulis, kawat ini menunjukkan sejauh mana AS memata-matai sekutu-sekutunya serta PBB; menutup mata terhadap korupsi dan pelanggaran HAM di 'negara klien' mereka; berhubungan rahasia dengan negara-negara yang seharusnya netral; melobi perusahaan-perusahaan AS, dan langkah-langkah diplomatik yang diperlukan agar mereka punya banyak akses cepat. >> Dalam harian Guardian Inggris -- yang juga menerima kiriman dokumen dari Wikileaks -- Raja Abdullah dilaporkan telah "sering mendesak AS untuk menyerang Iran demi mengakhiri program senjata nuklirnya." "Potong kepala ular itu," Duta Besar Saudi untuk Washington, Adel al-Jubeir, mengutip ucapan Raja. Hal itu, katanya, diungkapkan dalam pertemuan Abdullah dengan Jenderal David Petraeus pada bulan April 2008. ..>> .. Ya Rabb bukakanlah hati para pemimpin Islam dan Ulama2 Islam agar kembali kepada Addinul Islam secara benar-kaffah..... dan Utuh Bersatu untuk Kejayaan Islam dan Tolonglah kami Ya Rabb dari Kejahatan Orang2 Kafir dan para Munafikin Jahat.... >>> Ya Rabb Kuatkan Umat Islam dalam Kesatuan dan Persatuan serta Persaudaraan yang Kokoh dan terus berjihad menegakan Syariah Mu secara Kaffah dan menyeluruh.... Aaamiin..>>

    

Inilah Isi Dokumen Rahasia Amerika Serikat yang Dibocorkan Wikileaks

Selasa, 30 November 2010 01:09 WIB
REPUBLIKA.CO.ID,WASHINGTON--Wikileaks beraksi lagi. Kali ini situs pembocor dokumen rahasia itu mengungkap 250 ribu kawat diplomatik dan catatan diplomatik lainya milik Amerika Serikat. Berikut adalah poin-poin penting yang terkuak dari dokumen Wikileaks.

Dari dokumen-dokumen yang dibocorkan itu terungkap sepak terjang diplomasi AS dimana diplomat memerintahkan agar sekutu maupun musuh dimata-matai. Fakta menarik lain yang terungkap adalah Raja Saudi Arabia, Abdullah, mendorong Washington untuk segera membom Iran.

Yang jelas, kebocoran kali ini mengungkap lebih detail soal isi perut strategi politik dan militer AS. Bocornya informasi ini langsung ditangkap oleh harian The New York Times, Guardian, dan beberapa media lainnya. Kawat diplomatik yang dibocorkan paling baru tercatat pada bulan Februari 2010.

Pada kawat diplomatik yang masuk kategori rahasia tersebut, terungkap bahwa pemimpin Arab secara pribadi mendesak agar AS melakukan serangan udara terhadap Iran. Para pejabat AS telah diperintahkan untuk memata-matai kepemimpinan PBB. Evaluasi bulanan yang dilakukan Washington atas isu-isu internasional paling sensitif  juga terungkap disini.

Misalnya pergeseran dalam hubungan antara Cina dan Korea Utara, tingginya tingkat kekhawatiran atas ketidakstabilan Pakistan. AS dan Inggris mengkhawatirkan atas keamanan program senjata nuklir Pakistan, dengan para pejabat negara tersebut juga memperingatkan bahwa negara itu menghadapi keruntuhan ekonomi dan pegawai pemerintah bisa menyelundupkan keluar bahan nuklir yang cukup untuk teroris untuk membangun bom nuklir. Adapula rincian upaya AS untuk memerangi Alqaidah di Yaman.

Selain itu, gerahnya AS atas korupsi di Afghanistan, satu kawat mengungkap wakil presiden Zia Massoud membawa uang 52 juta dolar  secara tunai. Hal ini terungkap saat ia dihentikan dalam perjalanan ke Uni Emirat Arab. Massoud membantah mengambil uang tersebut dari Afghanistan.

Dugaan bahwa Rusia dan badan-badan intelijen memanfaatkan bos mafia untuk melakukan operasi kriminal, dengan satu kawat yang menyebutkan bahwa Rusia telah menjadi 'negara mafia virtual'.

Hubungan yang sangat erat antara  Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, dan Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi, yang menyebabkan kecurigaan AS. Sebuah dokumen juga mengungkap sebuah hadiah bahwa Italia mendapatkan kontrak energi yang menguntungkan.  

Pemerintah AS pun sontak khawatir bahwa publikasi terbaru dari Wikileaks membahayakan keselamatan para diplomat AS di luar negeri. Tidak cuma itu As juga mengkhawatirkan keselamatan intelijennya di luar negeri. "Serta orang-orang dari penjuru dunia yang datang ke AS tuntuk memperjuangkan demokrasi dan pemerintahan terbuka," demikian pernyataan Gedung Putih.

Namun pengelola Wikileaks, Julian Assange, menganggap enteng kekhawatiran itu. Ia menilai pemerintah AS takut untuk dimintai pertanggungjawaban atas sepak terjangnya.
Redaktur: Budi Raharjo
Reporter: Wulan Tanjung Palupi/NYT/Guardian

    

Dokumen Rahasia yang dibocorkan Wikileaks Kisaran 1966-2010

Selasa, 30 November 2010 01:06 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON--Dokumen yang kali ini dibocorkan WikiLeaks berjumlah 251.287 buah. Namun tidak semua dari dokumen tersebut bersifat rahasia. Namun tetap saja merupakan dokumen rahasia terbesar yang pernah diungkapkan ke publik. Pembocoran ini dimulai pada Ahad (28/11) kemarin yang akan memberikan gambaran pada orang di seluruh dunia mengenai aktivitas luar negeri pemerintah AS.

Ternyata bukan dokumen baru saja yang dibocorkan. Kali ini situs yang dikepalai pria berkewarganegaraan Australia, Julian Assange ini membocorkan dokumen sejak tahun 1966 hingga Febrari 2010. Yang dibocorkan adalah komunikasi antara Washington DC dengan 274 kedutaan besar atau konsulat jenderal AS di seluruh dunia.

Dari seluruh kawat diplomatik itu, tercatat 15.652 kawat diklasifikasikan sebagai 'rahasia' oleh pemerintah AS. Kawat-kawat diplomatik ini akan dirilis secara bertahap selama beberapa bulan ke depan. Informasi dalam kawat ini berisi materi isu internasional yang sensitif dan mencakup wilayah geografis yang begitu luas.

WikiLekas dalam situsnya menulis, kawat ini menunjukkan sejauh mana AS memata-matai sekutu-sekutunya serta PBB; menutup mata terhadap korupsi dan pelanggaran HAM di 'negara klien' mereka; berhubungan rahasia dengan negara-negara yang seharusnya netral; melobi perusahaan-perusahaan AS, dan langkah-langkah diplomatik yang diperlukan agar mereka punya banyak akses cepat.

"Dokumen yang dirilis ini mengungkapkan kontradiksi antara citra publik AS dan apa yang dikatakan mereka di balik pintu tertutup," demikian dikutip dari situs WikiLeaks.org. Hal itu juga menunjukkan bahwa warga negara di negara demokrasi seharusnya memahami apa yang dilakukan pemerintahnya di balik layar. "Bahkan AS telah memperingatkan negara-negara --yang paling korup sekalipun-- untuk memperingatkan akan adanya kebocoran ini. 

Redaktur: Djibril Muhammad
Reporter: Wulan Tunjung Palupi
Sumber: WikiLeaks.org


    

Wikileaks: Raja Saudi Desak AS Serang Iran

Senin, 29 November 2010 18:46 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON--Raja Arab Saudi, Raja Abdullah, telah berulang kali mendesak Amerika Serikat untuk menyerang program nuklir Iran. Informasi ini disampaikan Wikileaks merdasar data diplomatik AS yang bocok ke publik.  Selain Iran, Abdullah juga menyarankan perlakuan yang sam ke Cina atas serangan maya (cyberattack) negeri itu  yang diarahkan pada Amerika Serikat.

Lebih dari 250 ribu dokumen, yang diberikan kepada lima kelompok media. The New York Times (NYT) menyatakan apa yang dikemukakan WikiLeaks memberikan titik terang mengenai pandangan  para pemimpin asing. Juga, informasi yang sensitif terhadap terorisme dan proliferasi nuklir yang diajukan oleh diplomat Amerika Serikat. 

Dalam harian Guardian Inggris -- yang juga menerima kiriman dokumen dari Wikileaks --  Raja Abdullah dilaporkan telah "sering mendesak AS untuk menyerang Iran demi mengakhiri program senjata nuklirnya."

"Potong kepala ular itu," Duta Besar Saudi untuk Washington, Adel al-Jubeir, mengutip ucapan Raja. Hal itu, katanya, diungkapkan dalam pertemuan Abdullah dengan Jenderal David Petraeus pada bulan April 2008.

NYT menyatakan dokumen yang bocor, sebagian besar merupakan data tiga tahun terakhir, juga mengungkapkan tuduhan Amerika bahwa Politbiro Cina  mengarahkan sebuah penyusupan ke sistem komputer Google. Hal ini merupakan bagian dari kampanye terkoordinasi lebih luas untuk sabotase komputer yang dilakukan oleh koperasi pemerintah Cina, pakar keamanan swasta, dan penjahat internet.

Surat kabar itu juga mengatakan tersebut dalam dokumen itu bahwa donor Saudi juga menjadi pemasok dana kelompok Sunni militan seperti Al Qaeda. Dalam dokumen itu juga disebut Qatar yang telah "bermurah hati" kepada militer AS selama bertahun-tahun, adalahnegara terburuk di kawasan itu dalam hal kontra-terorisme. 

Sejumlah nama disebut dalam dokumen itu, mulai dari anggota Senat urusan luar negeri, pimpinan militer, aktivis HAM, hingga wartawan, dengan peringatan "Please Protect" atau "Strictly Protect". 

Gedung Putih mengutuk pelepasan dokumen itu dengan  mengatakan hal itu bisa membahayakan kehidupan orang-orang yang hidup di bawah "rezim yang menindas". Selain itu, juga "sangat berdampak" bagi kepentingan kebijakan luar negeri Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya.

"Supaya jelas - pengungkapan tersebut beresiko bagi para diplomat kami, profesional intelijen, dan orang di seluruh dunia yang mempromosikan demokrasi dan pemerintahan yang terbuka," kata juru bicara Gedung Putih, Robert Gibbs.

"Dengan merilis dokumen dicuri dan diklasifikasikan, WikiLeaks telah menempatkan  risiko tidak hanya bagi hak asasi manusia, tetapi juga kehidupan dan pekerjaan orang-orang ini," katanya.
Redaktur: Siwi Tri Puji B
Sumber: AP



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar