Rabu, 28 Desember 2011

KEMATIAN.....>>> Kullunnafsin zdaa iqatulmaut... Setiap yang bernyawa pasti mati.... >>> Ada 3 hah dalam Kematian: [1] harta, kalau ada.. [2] Keluawarga dan kaum kerabat, teman, tetangga , kalau masih punya, [3] amal perbuatan, >> Dari 3 hal tersebut, setelah jenazah dimakamkan, 2 hal akan balik kembali yakni harta dan kaum kerabat, keluarga dan tetangga, sedang amal perbuatan akan menyertainya....>>> Amal perbuatan akan menjadi manfaat jika merupakan 3 hal: [1] amal jariyah... yakni amal yang memiliki nilai manfaat bagi kebaikan umat manusia dan kesejahteraan masyarakat banya, [2] anak dan keturunan yan shaleh, dan [3] ilmu yang manfaat dan terus menerus memberikan nilai2nya walaupun dia telah wafat.>>>

KEMATIAN MENURUT AL-QUR’AN

Oleh Fadhil ZA


10- Sesungguhnya orang-orang yang kafir diserukan kepada mereka (pada hari kiamat): “Sesungguhnya kebencian Allah (kepadamu) lebih besar daripada kebencianmu kepada dirimu sendiri karena kamu diseru untuk beriman lalu kamu kafir”
11- Mereka menjawab: “Ya Tuhan kami Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali (pula), lalu kami mengakui dosa-dosa kami. Maka adakah sesuatu jalan (bagi kami) untuk keluar (dari neraka)?”



Ketika manusia dikumpulkan dipadang Mahsyar pada hari berbangkit kelak dan orang kafir telah melihat dengan jelas akibat perbuatan mereka menentang ayat ayat Allah selama ini, mereka mengeluh : ” Ya Allah Engkau telah mematikan kami dua kali, dan menghidupkan kami dua kali pula, lalu kami mengakui dosa kami, adakah jalan keluar bagi kami dari kesulitan yang dahsyat pada hari ini (neraka jahanam) “. Dialog antara orang kafir dengan Allah ini diabadikan dalam surat Al Mukmin ayat 10 -11, sebagaimana kami kutipkan diawal artikel ini.
Selama hidup didunia ini kita hanya mengerti bahwa mati dan hidup itu hanya sekali saja, namun setelah diakhirat kelak kita baru, mengerti bahwa kita hidup dan mati sebanyak dua kali. Memperhatikan dialog diatas kita jadi bertanya, apakah yang dimaksud dengan kematian itu? Dalam Al Qur’an dikatakan bahwa kita mati dan hidup sebanyak dua kali, padahal yang kita ketahui selama ini kita hidup dan mati hanya satu kali.

Definisi mati menurut Al-Qur’an
Mati menurut pengertian secara umum adalah keluarnya Ruh dari jasad, kalau menurut ilmu kedokteran orang baru dikatakan mati jika jantungnya sudah berhenti berdenyut. Mati menurut Al-Qur’an adalah terpisahnya Ruh dari jasad dan hidup adalah bertemunya Ruh dengan Jasad. Kita mengalami saat terpisahnya Ruh dari jasad sebanyak dua kali dan mengalami pertemuan Ruh dengan jasad sebanyak dua kali pula. Terpisahnya Ruh dari jasad untuk pertama kali adalah ketika kita masih berada dialam Ruh, ini adalah saat mati yang pertama. Seluruh Ruh manusia ketika itu belum memiliki jasad. Allah mengumpulkan mereka dialam Ruh dan berfirman sebagai disebutkan dalam surat Al A’raaf 172:

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”, (Al A’raaf 172)

Selanjutnya Allah menciptakan tubuh manusia berupa janin didalam rahim seorang ibu, ketika usia janin mencapai 120 hari Allah meniupkan Ruh yang tersimpan dialam Ruh itu kedalam Rahim ibu, tiba-tiba janin itu hidup, ditandai dengan mulai berdetaknya jantung janin tersebut. Itulah saat kehidupan manusia yang pertama kali, selanjutnya ia akan lahir kedunia berupa seorang bayi, kemudian tumbuh menjadi anak anak, menjadi remaja, dewasa, dan tua sampai akhirnya datang saat berpisah kembali dengan tubuh tersebut.
Ketika sampai waktu yang ditetapkan, Allah akan mengeluarkan Ruh dari jasad. Itulah saat kematian yang kedua kalinya. Allah menyimpan Ruh dialam barzakh, dan jasad akan hancur dikuburkan didalam tanah. Pada hari berbangkit kelak, Allah akan menciptakan jasad yang baru, kemudia Allah meniupkan Ruh yang ada di alam barzakh, masuk dan menyatu dengan tubuh yang baru sebagaimana disebutkan dalam surat Yasin ayat 51:

51- Dan ditiuplah sangkakala, maka tiba-tiba mereka ke luar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka. 52- Mereka berkata: “Aduh celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?” Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah Rasul-rasul (Nya). (Yasin 51-52)

Itulah saat kehidupan yang kedua kali, kehidupan yang abadi dan tidak akan adalagi kematian sesudah itu. Pada saat hidup yang kedua kali inilah banyak manusia yang menyesal, karena telah mengabaikan peringatan Allah. Sekarang mereka melihat akibat dari perbuatan mereka selama hidup yang pertama didunia dahulu. Mereka berseru mohon pada Allah agar dizinkan kembali kedunia untuk berbuat amal soleh, berbeda dengan yang telah mereka kerjakan selama ini sebagaimana disebutkan dalam surat As Sajdah ayat 12:

Dan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata): “Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin”. (As Sajudah 12)

Itulah proses mati kemudian hidup, selanjutnya mati dan kemudian hidup kembali yang akan dialami oleh semua manusia dalam perjalanan hidupnya yang panjang dan tak terbatas. Proses ini juga disebutkan Allah dalam surat Al Baqaqrah ayat 28:

Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan? (Al Baqarah 28)

Demikianlah definisi mati menurut Al-Qur’an, mati adalah saat terpisahnya Ruh dari Jasad. Kita akan mengalami dua kali kematian dan dua kali hidup. Jasad hanya hidup jika ada Ruh, tanpa Ruh jasad akan mati dan musnah. Berarti yang mengalami kematian dan musnah hanyalah jasad sedangkan Ruh tidak akan pernah mengalami kematian.
Pada saat mati yang pertama, jasad belum ada namun Ruh sudah ada dan hidup dialam Ruh. Pada saat hidup yang pertama Ruh dimasukan kedalam jasad , sehingga jasad tersebut bisa hidup. Pada saat mati yang kedua, Ruh dikeluarkan dari jasad , sehingga jasad tersebut mati, namun Ruh tetap hidup dan disimpan dialam barzakh. Jasad yang telah ditinggalkan oleh Ruh akan mati dan musnah ditelan bumi. Pada saat hidup yang kedua, Allah menciptakan jasad yang baru dihari berbangkit, jasad yang baru itu akan hidup setelah Allah memasukan Ruh yang selama ini disimpan dialam barzak kedalam tubuh tersebut. Kehidupan yang kedua ini adalah kehidupan yang abadi, tidak ada lagi kematian atau perpisahan antara Ruh dengan jasad sesudah itu.
Kalau kita amati proses hidup dan mati diatas ternyata yang mengalami kematian dan musnah hanyalah jasad, sedangkan Ruh tidak pernah mengalami kematian dan musnah. Ruh tetap hidup selamanya, ia hanya berpindah pindah tempat, mulai dari alam Ruh, alam Dunia, alam Barzakh dan terakhir dialam Akhirat. Pada saat datang kematian pada seseorang yang sedang menjalani kehidupan didunia ini, maka yang mengalami kematian hanyalah jasadnya saja, sedangkan Ruhnya tetap hidup dialam barzakh. Allah mengingatkan hal tersebut dalam surat Al Baqarah ayat 154 :

Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu h idup, tetapi kamu tidak menyadarinya. (Al Baqarah 154)

Perjalanan panjang tanpa akhir
Kalau kita amati proses perjalan hidup dan mati seperti yang disebutkan diatas , maka yang mengalami kematian hanyalah jasad kita saja, sedangkan Ruh tidak pernah mengalami kematian. Sejak diciptakan pertama kali dan diambil kesaksiannya tentang ke Esaan Allah ketika dikumpulkan dialam Ruh sebagaimana disebutkan dalam surat Al A’raaf 172, mulailah Ruh menempuh perjalanan panjang yang tidak akan pernah berkahir.
Sifat Ruh sama seperti energy, dalam ilmu fisika kita mengenal teori kekekalan Energy. Teori kekalan Energy mengatakan bahwa Energy bersifat kekal, tidak bisa dimusnahkan, dihancurkan ataupun dilenyapkan. Ia hanya mengalami perubahan bentuk. Ruh memiliki sifat seperti Energy ini, ia tidak bisa dimusnahkan, dilenyapkan ataupun dihancurkan, ia kekal selamanya, ia hanya berubah bentuk mulai dialam Ruh, alam Dunia, alam Barzakh dan alam Akhirat kelak.
Kita bisa merasakan selama hidup didunia ini bahwa Ruh kita tidak pernah tidur atau beristirat. Kalau kita tidur pada malam hari, yang tidur adalah jasad atau jasmani kita sedang Ruh kita sendiri, pergi berjalan entah kemana. Ruh tidak bisa hancur, musnah dan lenyap namun ia bisa merasa lemah, sakit dan menderita. Ruh yang kurang mendapat perawatan akan menjadi lemah menderita dan sakit. Penyakit Ruh umumnya akan merembet pada penyakit fisik atau jasmani, penyakit ruh yang umum kita kenal antara lain, gelisah, kecewa, dengki, cemas, takut, sedih, tertekan dan stress berkepanjangan.
Ruh mengalami proses pendewasaan selama hidup didunia. Semua bekal yang dibawa untuk perjalanan hidup dialam barzakh dan akhirat didapat dari alam dunia. Namun sayang selama hidup didunia banyak orang yang tidak memperdulikan kebutuhan Ruhnya untuk menghadapi perjalan panjang yang tak akan pernah berakhir ini. Kebanyakan manusia hanya fokus pada masalah kehidupan dunia, dan tidak perduli dengan masalah kehidupan akhirat yang lebih dahsyat dibandingkan dengan kehidupan dunia.
Mereka baru menyadari kekeliruan mereka tatkala ruh telah sampai ditenggorokan, hingga tatkala mereka telah pindah kelam barzakh mereka mengeluh sebagaimana disebutkan dalam surat Al Mukminun ayat 99-100 :
99- (Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia),
100- agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan (Al Mukminun 99-100)
Penyesalan itu memang selalu terlambat datangnya, namun penyesalan yang muncul setelah datangnya kematian hanyalah sesuatu yang sia-sia. Masa lampau tidak akan pernah kembali, kita hanya terus maju menghadang masa yang akan datang, apapun keadaan kita. Orang yang bijaksana akan mengumpulkan bekal sebanyak banyaknya untuk menempuh perjalanan panjang dialam barzakh dan akhirat. Orang yang lalai hanya fokus pada kehidupan dunia, tidak pernah mempersiapkan diri untuk menempuh perjalanan panjang itu. Bahkan terkesan tidak peduli dengan kehidupan akhirat. Sebagian besar manusia didunia termasuk kedalam golongan orang yang lalai ini, sebagaimana disebutkan dalam surat Yunus ayat 92:” …sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami.” Lebih tegas lagi disebutkan dalam surat al Insan ayat 27 :

Sesungguhnya mereka (orang kafir) menyukai kehidupan dunia dan mereka tidak memperdulikan kesudahan mereka, pada hari yang berat (hari akhirat). (Al Insan 27)

Mudah2an kita tidak termasuk orang yang lalai, seperti disebutkan dalam ayat Qur’an diatas. Mari kita persiapkan perbekalan kita untuk menempuh perjalanan panjang yang tidak akan pernah berakhir didunia dan akhirat. Penyesalan diakhirat kelak tidak ada gunanya, masa lalu tidak akan pernah kembali, masa yang akan datang pasti terjadi. Bersiaplah menghadap berbagai perubahan yang akan kita alami sepanjang perjalan hidup yang amat panjang dan melelahkan ini. Berbekallah sebaik baik bekal adalah Taqwa.

22 Responses to “KEMATIAN MENURUT AL-QUR’AN”

  • LL:
    Sewaktu saya masih SMP, saya pernah melihat ayat2 Quran tentang hukuman akhir jaman ini, dan kesan pertama saya terhadap Islam adalah takut!!! Lalu saya menyadari ada yang aneh dengan Islam, dan melakukan penelitian terhadap Islam sejak saat itu!!! Dan kesimpulan saya adalah Islam adalah agama dengan 2 wajah, di satu sisi mengajarkan kebaikan dan kedamaian. Di satu sisi terus-menerus memberikan ancaman dan menyebarkan rasa takut!!! Pertanyaannya mengapa bisa kontradiksi seperti itu??? Jika Tuhan adalah Maha Pengasih, untuk apa dia menjatuhkan manusia yang tidak percaya kepada-Nya ke neraka abadi?? Jika memang Tuhan itu Maha Pemaaf maka seharusnya apa pun yang dilakukan manusia maka Dia seharusnya Dia memaafkannya bukan?? Mengapa bisa kontradiksi seperti itu????
    • Abdul Mu'iz:
      response untuk LL:
      September 29, 2009 at 7:27 pm
      Islam tidak menyampaikan kontradiktif :
      1) Islam menganjurkan kebaikan dan kedamaian, dan Islam tidak menganjurkan ketakutan karena ancaman hanya untuk orang yang tidak beriman. Lho apa tidak diskriminatif, justru kalau orang beriman dan tidak beriman diperlakukan sama dalam meraih balasan akhir maka rentu tidak adil.
      2) Islam mengajarkan Allah Maha Pengampun/Pemaaf/Penerima taubat, yang tidak diampuni/tidak dimaafkan/tidak diterima taubatnya hanyalah yang musyrik dan munafiq, Selain dua dosa ini ya akan diampuni.
  • Ass wr wb
    Mohonlah bimbingan pada Allah, agar Ia memberi petunjuk pada anda. Allah membiarkan sesat siapa yang dikehendaki-Nya dan menuntun siapa yang dikehendaki-Nya. Allah memaafkan dan mengampuni siapa yang dikehendakinya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya.
    Hidayah itu sepenuhnya kewenangan Allah, bahkan nabi Muhammad sendiri tidak bisa menunjuki pamannya Abi Thalib.Nabi Ibrahim juga tidak bisa memberi petunjuk pada ayahnya Azar. Pelajari AlQur’an dan Islam dengan sungguh sungguh sambil mohon bimbingan pada Allah. Belajarlah dari banyak buku dan banyak guru . Gunakan akal sehat , dan hati yang ikhlas…..jangan ujub, sombong, dan merasa paling benar .
    Terus belajar…dan jangan lupa selalu mohon bimbingan Allah, hati hati di internet juga banyak ajaran dan paham yang menyesatkan. Semoga Allah memberikan hidayahnya pada anda…..amin
  • Lia:
    mudah-mudahan semua orang di bumi ini paham betul mengenai apa itu hari kiamat,agar kehidupan di bumi ini menjadi lebih baik untuk selamanya. Aaammmiiiiiinnnn ya robbal allaminn….
  • Ism.:
    untuk renongan LL!
    Sememang nya Allah adalah satu satu nya Tuhan di alam semesta yang maha pengasih dan penyayang kepada kesemua makhlok ciptaan nya,terutama maknusia kerana mereka adalah dari keturunan Nabi Adam a.s. sehinggakan Allah memerintahkan semua malaikat malaikatnya dan juga Iblis (setan setan) sujud (tidak bermaksud menyembah,hanya sekadar membongkokan atau menundukan kepala sebagai tanda penghormatan) kepada Nabi Adam a.s. Semua malaikat malaikat a.s. menurut akan perintah dari Allah Taala dan mereka tunduk sebagai menghormati akan Nabi Adam a.s, tetapi Iblis atau setan setan tidak mahu melakukan sedemikian kerana membangkang akan perintah Allah Taala tadi kerana kesombongan mereka.Allah Taala tidak suka akan perbuatan Si Iblis tadi lalu mengusir mereka kerana durhaka atau dalam istilah lain sebagai Kafir.Jika sekiranya Iblis Iblis tadi dengan secara spontan meminta pengamponan dari Allah Taala akan kedurhakaan mereka tadi, sudah pasti Allah Taala akan mengamponi mereka,tetapi sebaliknya, mereka pula yang mengancam Allah Taala kerana sikap bongkak mereka iaitu untuk menyesatkan kesemua keturunan Nabi Adam a.s. untuk turut mendurhakai Allah Taala seperti mereka.Allah Taala telah menjanjikan Neraka Jahanam untuk Iblis tadi dan sesiapa sahaja dari keturunan Nabi Adam a.s. yang terpengaroh dengan ajakan atau tindak tandok sari setan tadi, tetapi Allah Taala akan mengamponi mereka jika sekiranya mereka bertaubat dan tidak menurut lagi akan segala hasutan setan seperti yang telah mereka lakukan sebelumnya dengan mengabdikan diri sepenoh nya kepada Allah Taala kerana takut akan pembalasan buruk yang akan di terimai di akhirat kelak.Walaubagaimanapun, Allah Taala tidak sekali kali mengamponi hamba hamba yang menyembah selain dari Allah semata setelah mereka beriman ia itu orang orang kafir yang telah memelok Islam.
  • Wisnu Ady S:
    Assalamualaikum. Afwan sebelumnya. langsung saja sebenarnya tiada maksud lain hanya saja saya hanya ingin bertanya, hari ini dari tadi sore saya terus saja memikirkan kematian saya, bahkan saya merasa bahwa umur saya sudah tidak lama lagi,hingga akhirnya saya membuka halaman ini karena ingin tahu lebih jauh tentang kematian. mohon penjelasannya. Syuqron..
    • Wa alaikum salam
      Kematian adalah awal perjalanan panjang yang tiada akhir. Kematian pasti datang pada setiap orang, namun tidak seorangpun yang tahu kapan terjadinya saat kematian itu. Ia bisa datang tiba tiba , tanpa terduga. Yang penting persiapkan diri selalu menghadapi saat itu. Siapkan perbekalan sebanyak banyaknya untuk menempuh perjalanan panjang sesudah peristiwa kematian itu.
      Dunia ini hanya sebagian kecil dari perjalanan hidup kita yang tak ada batas akhirnya. Namun kehidupan dunia ini sangat menentukan bagi kehidupan diakhirat kelak. Jangan korbankan kehidupan akhirat untuk mendapat kesenangan dunia yang hanya sebentar ini.
  • elenoer:
    assalamualaikum … saya ingin bertanya beberapa hal:
    1. Seandainya seorang itu, lahir di kutub utara (misal) , suatu tempat yang jauh dari peradaban islam , dan dia tidak terlahir dengan keadaan islam ? bagaimana pendapat anda terkait , kematian nya? Jika semuanya langsung dilempar ke Al-Qur’an , bagaimana nasib si eskimo ini? tidak kah lebih baik , kita berpikir tentang eksistansi kita hidup di dunia ini dulu ? saya yakin , semua orang di dunia ini tanpa Al-Qur’an pun , semuanya percaya adanya Tuhan. Dan sebagai bukti eksistensi itu ,dari zabur sampai injil , sampai yg sudah diamandemen Al-Qur’an. Islam agama yang PALING mulia , sampai saya mati saya percaya ini
    2. Apakah (personal) pemeluk islam di jamin masuk surga? Tuhan Maha Adil , kenapa tidak semuanya (belahan negara manapun di dunia ini) dijadikan islam ? bukan kah Semuanya Ini sudah menjadi hak preogatif Tuhan? bagaimana pendapat bapak?
    3. Ini pertanyaan yang paling menurut saya agak gak etis , keponakan saya yang masih kecil bertanya pada saya , ” Kalau Orang Gila ( secara harfiah ) , Mati ? masuk surga? atau Neraka?” bagaimana pendapat bapak?
    wassalam
    • Wa alaikum salam
      1. Allah telah menjadikan manusia dalam berbagai macam suku bangsa, dalam Al Qur’an Allah mengatakan bahwa tidak ada satu umatpun didunia ini melainkan telah dikirim padanya Rasul yang mengajarkan tentang ketauhidan tentunya dalam bahasa kaum tersebut, sebagaimana disebutkan dalam ayat berikut ini:
      - Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu”, maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul). (An Nhal 36)
      Tiap-tiap umat mempunyai rasul; maka apabila telah datang rasul mereka, diberikanlah keputusan antara mereka dengan adil dan mereka (sedikit pun) tidak dianiaya. (Yunus 47) –
      Kami tidak mengutus seorang rasul pun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka. Maka Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana. (Ibrahim 4)
      Sesuai keterangan Al-Qur’an diatas tentunya Allah telah mengirim rasul pula kepada bangsa eskimo, aborigin, indian, India, China, Jepang dan lain lain dalam bahasa masing masing kaum atau umat.
      2. Setiap orang yang telah mengucapkan dua kalimah sahadat setelah dihisab dan dibersihkan semua dosanya didalam api neraka tentu pada akhirnya akan masuk syurga juga, sebagaimana disebutkan dalam surat Maryam 71-72: Dan tidak ada seorang pun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan. 72- Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang lalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut. (Maryam 71-72).
      Kalau Allah mau tentu semua manusia akan beriman tapi Allah tidak menghendaki hal yang demikian, sebagaimana disebutkan dalam ayat berikut ini : Jika Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat. (Huud 118)- Dan kalau Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikan kamu satu umat (saja), tetapi Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan sesungguhnya kamu akan ditanya tentang apa yang telah kamu kerjakan. (An Nahl 93)
      3. Orang gila tidak punya kewajiban menjalankan syariat agama, amalnya akan dihitung sesuai yang dilakukan sebelum ia menjadi gila. Jika ia sudah gila sejak lahir , maka amal perbuatannya tidak diperhitungkan , keadaannya sama seperti mahluk tidak berakal lainnya. Dimana tempatnya nanti itu adalah sepenuhnya kewenangan Allah. Demikianlah penjelasan kami Wallahu alam .
  • kiki:
    asw,
    sebenarnya ada berapa jumlah roh dalm tubuh manusia?
    apa benar ada 7?
    apa bisa roh manusia yg telah meninggal berkeliaran di bumi dan bisa masuk ke tubuh kita?
    saya butuh bantuannya…
    • Wa alaikum salam
      Manusia sebagai pribadi hanya memiliki satu roh (jiwa ) saja. Namun tubuh manusia bisa dipengaruhi atau disusupi oleh mahluk roh lainnya seperti syetan, jin atau malaikat.
      Apabila seseorang telah meninggal dunia rohnya ditempatkan disuatu tempat yang disebut alam barzakh, dan dia tidak bisa lagi mendatangi kehidupan dunia seperti disebutkan dalam surat Al Mukminun ayat 99-100:
      99. (Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia) 100. agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan.
      Kalau ada orang kesurupan dan mengaku nenek , kakek atau kyai zaman dulu yang sudah lama meninggal, itu adalah bohong. Yang masuk kedalam jasad atau tubuh manusia itu adalah Jin yang mengaku sebagai kakek , nenek atau orang disegani dizaman lalu.
  • andang:
    Assalamu’alaikum Pak ustadz
    Mohon penjelasaanya pak ustadz. . . .
    Jika orang kesurupan itu ( jiwanya atau rohnya ? )kemana yha ??
    Terima kasih atas penjelasannya pak ustadz
    • Wa alaikum salam
      Kesurupan adalah fenomena alam dimana tubuh seseorang dimasuki oleh mahluk Jin. Dari pengalaman kami ada dua kondisi kesurupan yang dialamai seseorang. Pertama Jin hanya masuk separuh badan, biasanya masuk dari ubun ubun dan masuk separuh badan sampai rongga dada. Pada kondisi ini orang yang kesurupan tetap sadar, namun ia tidak bisa mengontrol lidah dan tangannya. Ucapan dan gerak tangannya sepenuhnya dikendalikan oleh jin yang merasukinya.
      Kondisi kedua , jin masuk keseluruh tubuh, pada kondisi ini orang yang dirasuki berada dalam keadaan tidak sadar diri (sama seperti tidur), ia tidak mengetahui apa yang diucapkan dan dilakukan oleh anggota tubuhnya. Seluruh gerak gerik dan ucapannya sepenuhnya dikendalikan oleh mahluk jin yang merasuki tubuhnya.
      Dalam kondisi jin masuk keseluruh tubuh maka jiwa orang yang bersangkutan berada pada tempat yang sama sebagaimana ia dalam keadaan tidur atau pinsan.
  • sabda maryam:
    Assalamualaikum… Boleh kah saya bergabung…
    Saya mau bertanya, apaa benar sejak ruh ditiupkan saat masih didalam rahim usia 40hari sudah ditentukan kapan matinya dengan detail kematian dan prosesnya??
    Saya perempuan usia 22tahun,saya mengalami ujian yg amat pedih, ayah saya meninggal tangggal 1 juli 2011 dan tanggal 5 juli 2011 adalah jadwal sidaang skripsi saya, ditambah lagi ayah sedang membangun rumah dan rumahnya blum juga jadi dan menjelang bulan puasa. Kepergian ayah disaat smua tinggal sedikit lagi dan aku adalah anak tunggal. Ayahku dinyatakan stroke, memang sebelumnya ayah sering mengeluh sakit dan kesemutan padda kakinya beberapa bulan yg lalu, lalu beberappa minggu sebelum ayah meninggal pernah stroke kaki tapi hanya beberapa menit. Menuruut ilmu kedokteran hal itu merupakan tanda2 awal akan terkena stroke,dan fatal dampaknya bila tak segera di dilakukan tindakan medis jika terlambat. Informasi itu baru saya dapat kemarin bekal saya browsing…
    Yang saya ingin tanyakan, kematian ayahku bukan takdir kan? Ini smua karena kelalaian ku tidak segera membawa ayahku ke rumah sakit disaat dia sudah mengeluh eluhkan sakit pada kakinya. Tapi ayahkuu sudah usaha untuk terapi tp tidak di rs, dan pernah ke klinik dekat rumah tp kata dokter itu kram biasa krena kecapekan kerja.
    Sya hingga kini masih menyalahkan diri saya, saya blum ikhlas atah pergi trlalu cepat. Seandainya saya bawa dia ke RS saat mengeluh pertama tentu dia masih bisa menghadiri wisuda saya dan merayakan bulan puasa bersama sama sambil menata kembali rumah yang belum jadi…
    Mohon petunjuk dan jawabanyya ya pak… Sukron, wassalamualaiku wr,wb…
    K
    • Wa alaikum salam
      Setiap yang bernyawa pasti akan mengalami kematian. Namun tidak seorangpun tahu kapan kematian itu akan datang pada kita. Karena itu Rasulullah selalu mengingatkan agar kita selalu siap untuk menghadapi kematian itu, ia bisa datang kapan saja tanpa kita duga sebelum nya. Kematian adalah rahasia Allah.
      Banyak orang yang menderita sakit, mengalami kecelakaan, dibunuh , berada dimedan perang dan lain sebagainya namun jika belum ajal tetap saja hidup . Bahkan Khalid bin walid panglima perang Islam dizaman Rasulullah yang sebagian besar hidupnya dihabiskan dimedan perang , hidupnya berakhir justru ditempat tidur, bukan dimedan perang.
      Ada orang yang berada ditempat nyaman, karena memang sudah saat ajalnya tetap saja kematian bisa menjangkaunya. Ada seorang ibu yang sedang memasak didapur tewas tertimpa roda pesawat terbang yang jatuh dari angkasa. Ada yang sedang menonton TV tiba2 mengalami serangan jantung dan tewas seketika.
      Sakit, kecelakaan, serangan jantung, dan lain sebagainya hanyalah proses bagi kematian yang memang telah ditetapkan Allah saat terjadinya. Seseorang mati bukanlah karena ditembak, sakit, atau kecelakaan , melainkan memang karena sudah tiba saat ajalnya. Karena itu jika ada salah seorang anggota keluarga kita yang meninggal ikhlaskanlah , dia wafat bukan karena kesalahan atau kekeliruan siapa siapa , namun memang karena sudah tiba waktu ajal yang telah ditetapkan Allah. Jika datang saat yang telah ditetapkan Allah tidak ada seorangpun yang bisa menghindar darinya. Sehebat apapun seseorang , jika sudah tiba waktunya dia tidak akan bisa lari dari cengkeraman Malaikat maut.
      Ananda Maryam, kematian ayah ananda bukanlah karena kekeliruan ananda , atau siapapun , namun hal itu terjadi karena memang sudah tiba ajal yang ditetapkan Allah. Semua kita akan mengalami hal yang sama , kita pasti menemui ajal kita, namun kita tidak tahu kapan saat ajal itu akan tiba. Bersabarlah, pandang masa depan ananda dengan penuh optimisme. Rasulullah juga mengalami kemataian ayahnya ketika masih 3 bulan dalam kandungan ibunya. Pada usia 6 tahun ibundanya meninggal dunia, namun ia tetap bisa sukses menjadi pemimpin dunia. Kyai Zainudin MZ juga ditinggal wafat ayahnya ketika masih berusia 3 tahun , namun ia tetap bisa sukses menjadi tokoh masyarakat.
      Demikianlah semoga bisa jadi pencerahan bagi ananda. Jika ada hal yang belum jelas ananda bisa mengirim email ke Fadhil_za@yahoo.co.id.
  • syaiful:
    Assalamualaikum pak Ustad….
    apakah orang yang mendekati ajalnya sudah melihat/merasakan tanda-tanda dalam dirinya tetapi ia tidak bisa mengungkapkan dengan orang sekitarnya (40 hari menjelang kematian), apakah rasa panas di badan,selalu bermimpi bertemu dengan orang2 yang sudah wafat,ataupun perubahan sikap lainnya dan tanpa di sadari oleh keluarga atau sekitarnya. mohon penjelasannya, terimakasih banyak wassalam…..
    • W a alikum salam
      Kapan saat datangnya ajal adalah rahasia Allah, tidak seorangpun tahu secara pasti kapan dan dimana ajal itu akan datang. Namun tanda kedatangan ajal bisa dipahami oleh orang yang diberi ilmu dan arif. Satu tahun sebelu wafat Rasulullah mengucapkan kuthbah wada’ , Abu Bakar menangis terisak isak yang menimbulkan keheranan para sahabat. Ketika ditanya mengapa beliau menangis beliau mengatakan bahwa di dalam pesan Rasulullah ia menangkap isyarat bahwa beliau tidak akan lama lagi hidup didunia ini.
      Rambut memutih, penglihatan berkurang, badan melemah pada orang tua sebenarnya juga merupakan isyarat kedatangan ajal yang umum diketahui. Bagi mereka yang belum mencapai usia lanjut , hanya orang tertentu yang dapat menangkap isyarat kedatangan ajal.
  • yulis:
    Assalamualaikum Wr.Wb
    P.Ustdz, sy baru saja mendapat ujan sangat berat. anak saya satu-satunya yang baru berusia 18 bulan pergi meninggalkan kami untuk selama-lamanya.semua itu disebabkan krn kecerobohan saya waktu menjaganya. dia meninggal karena jatuh ke dalam bak air. sempat sy bw k RS tp nyawanya tdk tertolong pak. sy ikhlas dengan kepergiannya tapi saya masih selalu terbayang bagaimana sakitnya anak saya saat tidak bisa bernafas dalam air. sy masih sangat terpukul dengan kejadian ini dan sampai saat inipun saya masih belum bisa memaafkan diri saya sendiri. .
    Pak. Ustadz apa benar bayi yang meninggal adalah ahli syurga (mohon hadist atau ayat alqur’an kalau ada)? n sy jg baca bahwa bayi yang meninggal bisa menolong orang tuanya di akhirat sepanjang ortunya beriman (mohon hadist atau ayat alqur’an kalau ada). tapi apakah kelak bayi saya tidak akan menuntut orang tuanya, karena sayalah yang menyebabkan dia terjatuh hingga meninggal. mohon jawabannya ya ustdz.. Syukron..
    • Wa alaikum salam
      Beberapa hadist yang berkaitan dengan kematian anak yang belum balig antara lain sebagai berikut dibawah ini:
      638. Anas bin Malik r.a. berkata, “Nabi bersabda, ‘Tidak ada seorang muslim yang ditinggal mati oleh tiga orang anak nya yang belum balig kecuali Allah akan memasukkannya ke surga karena anugerah rahmat Nya kepada mereka.’”
      639. Abu Hurairah r.a. mengatakan bahwa Nabi saw bersabda, ‘Tiada seorang pun dari orang muslim yang ditinggal mati oleh tiga anaknya (yang belum balig)[8] lalu ia masuk ke dalam neraka, kecuali hanya sekadar waktu yang lamanya seperti membebaskan diri dari sumpah.” Abu Abdillah mengatakan dengan mengutip firman Allah, “Tiada seorang pun dari kamu melainkan akan mendatangi neraka itu.”
      15. Tiap bayi dilahirkan dalam keadaan suci (fitrah-Islami). Ayah dan ibunya lah kelak yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi (penyembah api dan berhala). (HR. Bukhari)
      23. Seorang ibu yang kematian tiga orang puteranya lalu berserah diri (pasrah) kepada Allah, rela dan ikhlas, maka dia akan masuk surga. (HR. Muslim)
      Apa saja musibah yang menimpa kita tidak terjadi dengan begitu saja melainkan sudah tertulis didalam kitab dilauhil mahfuz sebelum terjadinya (Al Hadit 22), bersabarlah dengan ketetapan dan keputusan Allah. Allah tidak akan mengazab seseorang karena kelalain atau kealpaannya jika ia menyadari dan memohon ampun pada Allah atas semua kelalaian dan kekeliruannya ( surat Al Baqarah 286). Mohon ampun lah pada Allah sebagaimana dianjurkan dalam surat Al Baqarah ayat 286 tersebut. Sebaiknya hafalkan ayat tersebut dan baca didalam shalat yang dikerjakan,
  • Niken:
    Adik ku yang kusayang di panggil Alloh SWT 9 nop 2011,minggu depan saya sekeluarga akan menyongsong 40 hari kematiaannya..Pak Ustad menurut anda apa yang terjadi setelah terjadi kematian di hari ke40 berdasar dalil Islam,apakah adikku bahagia di sisiNYA..?..Doaku tak putus untuknya apakah doaku disampaikan Alloh untuknya pak Ustad….
    • Wa alaikum salam
      Setelah datang kematian ruh orang yang soleh ditempatkan di di Illiyyin tempat yang tinggi dan menyenangkan, sedang ruh orang yang durhaka ditempatkan di Sijjin , tempat yang sempit dan busuk sampai datang hari kebangkitan. Jika adik ananda belum baligh tentu ia akan ditempatkan di Illiyyin. namun jika sudah baligh tentu tergantung amal yang dikerjakan selama hidup.
      Doa orang yang hidup kepada orang yang sudah meninggal sangat membantu melapangkan barzakhnya, apalagi jika doa itu dipanjatkan oleh orang terdekat dengan ikhlas insya Allah akan dikabulkanNya.

2 komentar:

  1. assalamualaikum pak ustad
    saya mau bertanya
    baru tanggal 14 januari kemaren tepat usia kandungan saya 3bulan saya mengalai keguguran karena jatuh dari mtor
    awalya saya tidak tau bahwa yang keluar itu janin saya karna saya perlihatkan ke ibu saya beliau bilang itu lendir bkan janin
    lalu saya buanglah ke selokan bersama gumpalan darah lainnya
    yang ingin saya tanyakan apakah tindakan saya itu berdosa???dan apakah janin saya masuk surga???

    BalasHapus
  2. karena tdk sengaja dan tdk tahu.. in syaa Allah .. Allah maha welas asih..
    ruh janin yg belum berdosa.. mk jaminnnya in syaa Allah syurga..>> karn smw bayi lahir dg keadaan suci.. >> sdg ssorang jadi nasrani ataw majusi dll itu.. krn didikan ortunya.. atw walinya.. jika sdh lahir secara normal..n tumbuh secara normanl..>>
    teruskan.. berdoa.. n bertawakkal kepada Allah.. in syaa Allah segera mendapatkan ganti .. putera atw puteri yg lebih baik sehat dan shalihin.. aamiin

    BalasHapus