Rabu, 08 Februari 2012

Who Is Who Mr Hemper ??? Dan Apa itu Wahabi ?? Konon memoir ini sangat erat dengan Cikal Bakal Terciptanya Kerajaan Saudi dan Kekuasaan Fam Abdul Wahab... yang konon adalah Pendiri Mazdhab Wahabi-Salafy..??? Konon inilah Cikal bakal yang merongrong Kekhalifahan Ustmany.. di Turki..??? Dan Awal membangun permusuhan dan fatwa2 keras terhadap berbagai mazdhab dan terutama terhadap Syiah...??? Belajarlah dengan Sejarah...???

Memoar Mr. Hempher (1)

http://hotarticle.hadithuna.com/2011/02/01/memoar-mr-hempher-1/
Memoar Mr Hempher, Mata-Mata Inggris untuk Timur Tengah adalah judul dokumen yang diterbitkan dalam beberapa seri (episode) di surat kabar Jerman, Spiegel, dan kemudian di makalah Perancis yang terkenal. Seorang dokter Lebanon menerjemahkan dokumen itu ke bahasa Arab dan dari sana dokumen itu diterjemahkan ke bahasa Inggris dan lainnya. Penerbit Waqf Ikhlas menerbitkan dan mengedarkan dokumen dalam bahasa Inggris dalam bentuk hard copy dan elektronik dengan judul: Pengakuan dari Mata-Mata Inggris dan Permusuhan Inggris terhadap Islam. Dokumen ini mengungkapkan latar belakang sebenarnya dari gerakan Wahhabi yang merupakan bid’ah yang dibuat oleh Muhammad bin Abdul Wahhab, dan menjelaskan sejumlah kepalsuan mereka yang tersebar atas nama Islam, dan mengekspos peran mereka dalam permusuhan terhadap agama Islam dan terhadap Nabi Muhammad shallallahu ‘alayhi wa sallam dan terhadap Muslim pada umumnya. Tidak heran Wahhabi hari ini berdiri sebagai tulang punggung terorisme yang memungkinkan, membiayaai, dan merencanakan penumpahan darah Muslimin dan orang-orang tak bersalah lainnya. Sejarah terorisme mereka yang dikenal baik sebagaimana didokumentasikan dalam Fitnatul Wahhabiyyah oleh mufti dari Makkah, Syaikh Ahmad Zayni Dahlan, dan pembunuhan mereka serta pelanggaran mereka adalah karena keyakinan mereka yang sakit. Semoga Allah melindungi bangsa kita dari kejahatan mereka.
Hempher mengatakan:
Britania Raya kita sangat luas. Matahari terbit di atas laut-lautnya, dan terbenam, lagi-lagi, di bawah laut-lautnya. Negara kita relatif lemah dalam pendudukan di India, Cina dan Timur Tengah. Negara-negara ini tidak sepenuhnya di bawah dominasi kami. Namun, kita telah membawa kebijakan yang sangat aktif dan sukses di tempat-tempat tersebut. Kita akan memiliki secara penuh semua itu secepatnya. Dua hal yang penting:
1- Berusaha untuk mempertahankan tempat-tempat yang telah kita peroleh;
2- Berusaha untuk memiliki tempat-tempat yang kita belum peroleh.
Kementerian Koloni menugaskan komisi dari setiap koloni untuk pelaksanaan kedua tugas. Begitu aku memasuki Kementerian Koloni, Menteri menaruh kepercayaan pada saya dan menunjukkan kepada saya administrator dari Perusahaan India Timur (VOC = Vereenigde Oostindische Compagnie = Perserikatan Perusahaan India Timur -admin Artikel Islami). Dari luar, perusahaan itu adalah sebuah perusahaan perdagangan. Namun tugas sebenarnya adalah untuk mencari cara menguasai tanah yang sangat luas di India. (Ini pula yang dilakukan Belanda melalui perusahaan bernama VOC, mengaku perusahaan/compagnie/company/kompeni, padahal merupakan alat pendudukan, dan jika kita perhatikan lambang VOC, maka akan kita dapati kemiripannya dengan lambang Freemasonry -admin Artikel Islami)
Pemerintah kita sama sekali tidak mengkhawatirkan India. India adalah sebuah negara di mana orang dari berbagai bangsa, bahasa berbeda, dan kepentingan kontras tinggal bersama. Tidak juga kita takut akan Cina. Karena agama yang dominan di Cina adalah Buddha dan Konghucu, bukanlah ancaman besar. Keduanya merupakan agama mati yang tidak melembagakan kepedulian untuk hidup dan tidak lebih dari bentuk-bentuk ceramah. Karena alasan ini, orang yang tinggal di kedua negara tersebut hampir tidak mungkin memiliki perasaan patriotisme (yang mereka takuti adalah kemampuan Islam dalam membangkitkan patriotisme pemeluknya, maka mereka berusaha menjauhkan ajaran patriotisme itu dengan membuat kelompok-kelompok yang menyelewengkan jihad, sehingga akhirnya terjadi mispersepsi terhadap jihad di kalangan awam, sehingga mereka alergi dengan jihad, maka berlaku lembutlah dalam amar ma’ruf nahi munkar, agar usaha mereka mendistorsi pemahaman tentang jihad menjadi gagal -admin). Kedua negara ini tidaklah mengkhawatirkan bagi kita, pemerintah Inggris. Namun peristiwa yang mungkin terjadi kemudian tidaklah keluar dari pertimbangan bagi kita. Oleh karena itu, kami merancang rencana jangka panjang untuk perselisihan upah, kebodohan, kemiskinan, dan bahkan penyakit di negara-negara ini. Kita meniru kebiasaan dan tradisi dari kedua negara, sehingga dengan mudah menyembunyikan niat kita.
Apa yang paling melelahkan saraf kami adalah negara-negara Islam. Kami telah membuat beberapa perjanjian, yang semuanya adalah untuk keuntungan kita, yaitu dengan Sick Man (Kekaisaran Utsmani). Anggota Departemen Koloni berpengalaman memprediksikan bahwa sick man akan berlalu (tumbang) dalam waktu kurang dari satu abad. Selain itu, kami telah membuat beberapa perjanjian rahasia dengan pemerintah Iran dan bertempat di kedua negara ini yang kami telah menjadikan para mason. Sama rusaknya dengan penyuapan, administrasi yang tidak kompeten dan pendidikan agama yang tak memadai, yang pada gilirannya menyebabkan mereka sibuk dengan wanita cantik dan akibatnya mereka mengabaikan tugas, mematahkan tulang punggung dari kedua negara. Terlepas dari semua ini, kami khawatir bahwa kegiatan kami tidak akan menghasilkan hasil yang kita harapkan, dengan alasan yang akan saya kutip di bawah ini:
1- Muslim sangat setia terhadap Islam. Setiap pribadi Muslim sangat lekat dengan ajaran Islam sebagaimana lekatnya pendeta atau biarawan terhadap ajaran Kristen, bahkan lebih. Seperti diketahui, pendeta dan biarawan lebih suka mati daripada melepaskan Kekristenannya. Yang paling berbahaya adalah orang-orang seperti Syiah di Iran. Karena mereka meletakkan orang-orang yang tidak Syiah sebagai orang kafir dan orang-orang busuk. Kristen adalah seperti kotoran berbahaya menurut Syiah. Tentu, orang akan melakukan salah satu yang terbaik untuk menghilangkan kotoran. Saya pernah bertanya kepada seorang Syiah ini: Mengapa Anda melihat pada orang Kristen seperti itu? Jawaban yang diberikan kepada saya adalah: “Nabi Islam adalah orang yang sangat bijaksana. Dia meletakkan orang-orang Kristen di bawah penindasan rohani untuk membuat mereka menemukan jalan yang benar dengan memeluk agama Allah, Islam. Sebagai fakta, adalah merupakan kebijakan negara untuk menjaga seseorang yang dianggap berbahaya tetap berada di bawah penindasan spiritual sampai dia berjanji setia (bersyahadah?). Kotoran yang saya bicarakan bukanlah material, melainkan sebuah penindasan rohani yang tidak hanya bagi orang Kristen saja. Tetapi juga terhadap kaum Sunni dan semua orang kafir. Bahkan nenek moyang kami yang Majusi adalah busuk menurut Syiah.
Aku berkata kepadanya: “Yah! Sunni dan Kristen percaya kepada Allah, pada para Nabi, dan pada hari kiamat juga, lalu mengapa mereka dikatakan busuk?” Ia menjawab,”Mereka busuk karena dua alasan: Mereka melakukan kedustaan atas nama Nabi kami, Sayidina Muhammad. Na’udzubillahi min dzalik, semoga Allah melindungi kami dari tindakan seperti itu! Dan kami, dalam menanggapi hal mengerikan ini, mengikuti aturan yang dinyatakan dalam perkataan, ‘Jika seseorang menyiksamu, kamu dapat menyiksa dia kembali, dan katakanlah kepada mereka: ‘Kamu busuk!’ Kedua; Kristen membuat tuduhan terhadap para nabi Allah. Misalnya, mereka mengatakan: ISA (Yesus) ‘alaihis-salaam’ mengambil minuman (keras). Karena ia terkutuk, dia disalibkan.”
Dalam cemas, saya berkata kepada orang itu bahwa orang Kristen tidak mengatakan begitu. “Ya, mereka melakukannya,” jawabnya, “dan Anda tidak tahu. Ada tertulis demikian dalam Alkitab.” Saya terdiam. Karena orang ini benar dalam hal pertama, jika tidak dalam hal kedua. Aku tidak ingin melanjutkan perdebatan ini lagi. Selain itu, mereka mungkin mencurigai saya yang berpakaian Islami seperti ini. Karena itu saya menghindari perselisihan tersebut.
2- Islam merupakan agama administrasi dan otoritas. Dan Muslim dihormati. Akan sulit untuk mengatakan orang-orang terhormat ini bahwa sekarang, mereka adalah budak. Juga tidak akan mungkin untuk memalsukan sejarah Islam dan berkata kepada Muslim: kehormatan dan penghargaan yang Anda peroleh pada satu waktu merupakan hasil dari beberapa kondisi (menguntungkan). Masa-masa tersebut telah berlalu sekarang, dan masa-masa itu tidak akan pernah kembali lagi.
3- Kami sangat cemas bahwa Dinasti Utsmani dan Iran mungkin melihat plot-plot kita dan menggagalkan semua itu. Terlepas dari kenyataan bahwa kedua negara sudah cukup lemah, kita tetap tidak merasa pasti karena mereka memiliki pemerintah pusat dengan properti, persenjataan, dan kekuasaan.
4- Kami sangat gelisah berkenaan dengan para ulama Islam. Mengenai para ulama Istanbul dan Al-Azh-har, para ulama Iraq dan Damasqus merupakan hambatan yang tak dapat diatasi di depan tujuan kita. Karena mereka adalah tipe orang yang tidak akan pernah mengkompromikan prinsip-prinsip mereka ke tingkat terkecil karena mereka telah berbalik melawan kesenangan sementara dan perhiasan dunia dan memalingkan mata mereka kepada surga yang dijanjikan oleh al-Qur’an al-Karim. Ummat mengikuti mereka. Bahkan Sultan menyegani mereka. Kepatuhan Sunni terhadap ulama tak sekuat Syi’ah. Adapun Syi’ah tidak membaca buku, mereka hanya mengakui ulama, dan tidak menunjukkan hormat kepada Sultan. Sunni, sebaliknya, mereka membaca buku, dan menghormati ulama dan Sultan.
Karena itu kami menyiapkan serangkaian konferensi. Namun setiap kali kami mencoba, kami melihat dengan kekecewaan bahwa jalan itu ditutup bagi kami. Laporan yang kami terima dari mata-mata kami selalu membuat frustrasi, dan konferensi-konferensi menjadi sia-sia. Meski demikian, kami tidak putus harapan. Karena kami adalah tipe orang yang telah mengembangkan kebiasaan untuk mengambil napas dalam-dalam dan bersabar.
Menteri sendiri, pendeta agung ordo-ordo, dan beberapa pakar menghadiri salah satu konferensi kami. Ada dua puluh dari kami. Konferensi kami berlangsung selama tiga jam, dan sesi terakhir ditutup tanpa mencapai kesimpulan yang bermanfaat. Namun pendeta berkata, “Jangan khawatir! Karena Kristus dan murid-muridnya mendapat wewenang hanya setelah penganiayaan yang berlangsung tiga ratus tahun. Diharapkan, dari dunia yang tidak diketahui, ia akan melemparkan satu mata pada kita dan memberikan kita keberuntungan berupa penggusuran orang-orang kafir (maksudnya kaum Muslimin), dari pusat mereka, baik itu tiga ratus tahun kemudian. Dengan keyakinan yang kuat dan kesabaran jangka panjang, kita harus mempersenjatai diri kita! Dalam rangka untuk memperoleh kekuasaan, kita harus menguasai segala macam media, mencoba semua metode yang mungkin. Kita harus berusaha untuk menyebarkan agama Kristen di kalangan umat Islam. Ini akan baik bagi kita untuk mewujudkan tujuan kita, bahkan jika itu akan terwujud setelah berabad-abad. Karena para ayah bekerja untuk anak-anak mereka.”
Sebuah konferensi diadakan, diplomat dan para agamawan dari Rusia dan Perancis serta dari Inggris hadir. Saya sangat beruntung. Aku juga hadir, karena aku dan Menteri berada dalam hubungan yang sangat baik. Dalam konferensi tersebut, rencana memecah belah Muslim ke dalam kelompok-kelompok dan membuat mereka mengabaikan iman mereka dan membawa mereka kepada iman Kristen (mengkristenisasi mereka) seperti telah dibahas di Spanyol. Namun kesimpulan yang dicapai tidak seperti yang telah diharapkan. Saya telah menulis semua pembicaraan yang diadakan di konferensi itu di buku saya “Menuju Kerajaan Kristus”.
Sulit untuk menumbangkan secara tiba-tiba sebuah pohon yang telah mengirim akarnya ke kedalaman bumi. Tetapi kita harus membuat kesulitan menjadi mudah dan mengalahkan mereka. Kekristenan datang untuk menyebar. Tuhan kita, Kristus, menjanjikan hal ini kepada kita. Kondisi buruk yang timur dan barat berada di dalamnya, yaitu membela dan membantu Muhammad. Kondisi tersebut menjadi hilang, telah membawa pergi gangguan-gangguan (maksudnya Islam) yang menyertai mereka. Kami mengamati dengan senang hari ini bahwa situasinya telah berubah sepenuhnya. Sebagai hasil dari karya-karya besar dan upaya pelayanan kami dan pemerintah Kristen lainnya, Muslim sedang mengalami penurunan sekarang. Kristen, di sisi lain, yang memperoleh kekuasaan. Sudah saatnya kita merebut kembali tempat yang lepas dari kita selama berabad-abad. Negara Inggris yang kuat menjadi pionir atas tugas yang diberkati ini [yaitu penghapusan Islam dari muka bumi].

Memoar Mr. Hempher (2)

Pada tahun 1122 H, atau 1710 M, Menteri Koloni mengirimku ke Mesir, Irak, Hijaz dan Istanbul untuk bertindak sebagai mata-mata dan untuk memperoleh informasi yang diperlukan dan cukup untuk memecah belah umat Islam. Kementerian menunjuk sembilan orang lagi yang penuh kelincahan dan keberanian, untuk misi yang sama pada waktu yang sama. Selain informasi, uang dan peta yang kami butuhkan, kami diberi daftar berisi nama-nama negarawan, cendekiawan, dan kepala suku. Aku tidak pernah bisa lupa! Ketika aku ucapkan selamat jalan kepada sekretaris itu, ia berkata, “Masa depan negara kita tergantung pada keberhasilan Anda. Oleh karena itu Anda harus mengerahkan energi terbaik Anda.”
Aku berangkat dalam suatu perjalanan ke Istanbul, pusat kekhalifahan Islam. Selain tugas utamaku, aku mempelajari bahasa Turki dengan sangat baik, bahasa asli kaum muslimin yang berada di sana. Aku sudah belajar di London sebagian besar bahasa Turki, Arab (bahasa Al-Qur’an) dan Persia, bahasa Iran. Namun mempelajari bahasa sangat berbeda dari mengucapkannya dengan logat seperti penutur asli. Sementara keterampilan seperti itu dapat diperoleh dalam hitungan beberapa tahun, setidaknya memerlukan durasi waktu beberapa kali dari yang diberikan padaku. Aku harus belajar bahasa Turki dengan segala seluk-beluknya supaya orang tidak mencurigaiku.
Saya tidak cemas bahwa mereka akan mencurigai saya. Karena umat Islam itu toleran, lapang dada, baik hati, sebagaimana yang telah mereka pelajari dari Nabi mereka Muhammad ‘alaihis salaam. Mereka tidak skeptis seperti kita. Selain itu, pada waktu itu pemerintah Turki tidak memiliki organisasi untuk menangkap mata-mata.
Setelah perjalanan yang sangat melelahkan aku tiba di Istanbul. Aku menyebut namaku adalah Muhammad dan mulai pergi ke Masjid, kuil umat Islam. Saya menyukai cara Muslimin dalam memperhatikan disiplin, kebersihan dan ketaatan. Sesaat aku berkata kepada diriku sendiri: Mengapa kita memerangi orang-orang yang tidak bersalah? Apakah ini yang Tuhan Kristus ajarkan kepada kita? Tapi aku segera sadar dari fikiran jahat ini, dan memutuskan untuk melaksanakan tugasku dengan cara terbaik.
Di Istanbul saya bertemu dengan seorang ulama tua bernama “Ahmed Efendi.” Dengan sikap yang elegan, terbuka, sifat gembira, sifat terang rohani, dan kebajikan, tidak ada agamawan kita yang saya lihat bisa setara dengan dia. Orang ini berusaha siang dan malam untuk membuat dirinya seperti Nabi Muhammad. Menurut dia, Muhammad adalah yang paling sempurna, manusia tertinggi. Setiap kali ia menyebutkan namanya matanya akan menjadi basah. Saya pasti sangat beruntung, karena ia bahkan tidak bertanya siapa saya atau dari mana saya berasal. Dia hendak menyebut saya sebagai ‘Muhammad Efendi’. Dia akan menjawab pertanyaan saya dan memperlakukan saya dengan kelembutan dan dengan belas kasihan. Karena ia menganggap saya seorang tamu yang datang ke Istanbul untuk bekerja di Turki dan untuk hidup dalam bayangan Khalifah, wakil dari Nabi Muhammad. Memang, ini adalah alasan yang saya pakai untuk tinggal di Istanbul.
Suatu hari aku berkata kepada Ahmed Efendi: “Orang tua saya sudah meninggal. Saya tidak memiliki saudara atau saudari, dan aku tidak diwarisi harta apapun. Saya datang ke pusat Islam untuk bekerja untuk penghidupan, dan untuk belajar al Qur’an al Karim dan Sunnah, yaitu, untuk memperoleh kebutuhan duniawi saya dan kehidupan saya di akhirat.” Dia sangat senang dengan kata-kata saya, dan berkata, “Anda layak dihormati karena tiga alasan.” Saya menuliskan persis apa yang dia katakan:
“1- Anda adalah seorang Muslim. Semua Muslim itu bersaudara.
2- Anda seorang tamu. Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam menyatakan: ‘mulyakan tamu anda!’
3- Anda ingin bekerja. Ada hadits syarif menyatakan bahwa ‘orang yang bekerja adalah kekasih Allah.’ “
Kata-kata ini sangat menyenangkan saya. Aku berkata kepada diriku sendiri, “Seandainya ada juga kebenaran yang terang seperti ini dalam Kekristenan! Adalah memalukan bahwa hal ini tidak ada dalam Kekristenan.” Apa yang mengejutkan saya adalah fakta bahwa Islam, agama semulia itu, sedang merosot di tangan orang-orang sombong yang cukup menyadari apa yang tengah terjadi dalam kehidupan.
Aku berkata kepada Ahmed Efendi bahwa saya ingin belajar al Qur’an al-Karim. Ia menjawab bahwa ia akan mengajari saya dengan senang hati, dan mulai mengajar saya surat Fatihah. Dia akan menjelaskan makna yang kami baca. Saya mengalami kesulitan untuk mengucapkan beberapa kata. Dalam waktu dua tahun saya membaca seluruh al-Qur’an al-Karim. Setiap akan memulai pelajaran, ia berwudhu dan juga menyuruhku untuk berwudhu. Dia akan duduk ke arah kiblat (Ka’bah) dan kemudian mulai mengajar.
Apa yang disebut wudhu oleh Muslimin terdiri dari serangkaian pembasuhan, sebagai berikut:
1) Mencuci wajah;
2) Mencuci lengan kanan dari jari ke siku;
3) Mencuci lengan kiri dari jari ke siku;
4) Melakukan masah (membasahi kedua tangan dan mengusapkan kedua tangan yang basah itu dengan lembut) ke kepala, belakang telinga, dan (belakang) leher;
5) Mencuci kedua kaki.
Harus menggunakan siwak sangat menjengkelkan saya. “Siwak” adalah ranting yang dengannya Muslimin membersihkan mulut dan gigi mereka. Menurut saya ini adalah sepotong kayu berbahaya untuk mulut dan gigi. Kadang-kadang akan menyakiti mulut saya dan menyebabkan berdarah. Namun saya harus menggunakannya. Sebab, menurut mereka, menggunakan “siwak” adalah sunnah muakkad Nabi. Mereka mengatakan bahwa kayu ini sangat berguna. Memang benar, pendarahan gigi saya berakhir. Dan napas busuk yang aku miliki sampai waktu itu, dan yang kebanyakan orang Inggris alami, sudah hilang.
Selama saya tinggal di Istanbul, saya menghabiskan malam di kamar yang saya sewa dari orang yang bertanggung jawab atas pelayanan dalam Masjid (marbot). Nama marbot ini adalah “Marwaan Efendi”. Marwan adalah nama dari salah satu Shahabat Nabi Muhammad. Marbot itu orang yang sangat gugup. Ia akan membual tentang namanya dan mengatakan bahwa saya harus punya anak di masa yang akan datang, saya harus “namai dia Marwan, karena Marwaan merupakan salah satu pejuang Islam terbesar.”
“Marwaan Efendi” akan menyiapkan makan malam. Aku tidak akan pergi bekerja pada hari Jumat, hari libur bagi Muslim. Pada hari-hari lain dalam seminggu saya bekerja untuk seorang tukang kayu bernama Khaalid, dibayar setiap minggu. Karena saya bekerja paruh waktu, dari pagi sampai siang, maka ia akan memberi saya setengah upah dari yang ia berikan kepada karyawan lain. Tukang kayu ini akan menghabiskan banyak waktu luangnya dengan bercerita tentang kebajikan “Khalid bin Walid.” Khalid bin Walid adalah salah satu Shahabat Nabi Muhammad, seorang Mujahid besar (seorang pejuang bagi Islam). Dia menyelesaikan berbagai penaklukan Islam. Namun pemecatan Khalid bin Walid dari jabatannya oleh ‘Umar bin Khattab ketika menjadi khalifah membuat kesal hati si tukang kayu.
“Khaalid”, si tukang kayu yang kepadanya aku bekerja, adalah orang yang tidak bermoral dan sangat “saraf”. Entah kenapa ia begitu mempercayai saya. Aku tidak tahu mengapa, tapi mungkin itu karena aku selalu patuh kepadanya. Dia mengabaikan Syari’at (aturan-aturan Islam) dalam sikap tersembunyinya. Namun ketika ia bersama teman-temannya, ia akan menampilkan ketaatan pada perintah-perintah Syari’at tersebut. Dia akan menghadiri shalat Jumat, tapi saya tidak yakin mengenai sholat-sholat (harian) lainnya (apakah dikerjakan ataukah tidak -admin).
Saya akan sarapan di toko. Setelah bekerja, saya akan pergi ke Masjid untuk shalat siang (zhuhur) dan akan tinggal di sana sampai shalat sore (ashar). Setelah shalat ashar saya akan pergi ke tempat Ahmed Efendi, di mana ia akan mengajari saya beberapa pelajaran seperti (membaca) Al-Qur’an al-Karim, bahasa Arab dan bahasa Turki selama dua jam. Setiap Jumat, aku akan memberinya penghasilan mingguan saya, karena dia mengajarkan saya sangat baik. Memang, dia mengajar saya sangat baik cara membaca Al-Qur’an al-Karim, ketentuan agama Islam dan seluk-beluk bahasa Arab dan bahasa Turki.
Ketika “Ahmed Efendi” tahu bahwa aku masih lajang, ia ingin menikahkan saya dengan salah satu putrinya. Aku menolak tawarannya. Tapi dia bersikeras, mengatakan bahwa pernikahan adalah suatu sunnah Nabi dan Nabi telah menyatakan bahwa “Seseorang yang berpaling dari sunnahku tidak bersama saya.” Melihat bahwa hal ini mungkin mengakhiri hubungan kami, saya harus membohonginya, dengan mengatakan bahwa saya tidak memiliki kekuatan seksual. Maka saya pun telah memastikan kelanjutan dari perkenalan dan persahabatan kami.
Ketika masa tinggal saya selama dua tahun di Istanbul selesai, Saya berkata kepada “Ahmed Efendi” bahwa saya ingin pulang. Dia berkata, “Tidak, jangan pergi. Kenapa kau pergi? Anda dapat menemukan sesuatu yang mungkin Anda cari di Istanbul. Allaahu ta’aalaa telah berikan baik agama dan dunia pada saat yang sama di kota ini. Anda mengatakan bahwa orang tua Anda meninggal dan Anda tidak memiliki saudara atau saudari. Mengapa Anda tidak menetap di Istanbul?” Ahmed Efendi telah membentuk ketergantungan kompulsif pada pertemanan saya. Untuk alasan inilah dia tidak mau berpisah dengan saya dan bersikeras bahwa saya harus membuat rumah saya di Istanbul. Tapi rasa patriotik saya terhadap tugas memaksa saya untuk kembali ke London, untuk memberikan laporan rinci mengenai pusat kekhalifahan, dan untuk mengambil perintah baru.
Sepanjang saya tinggal di Istanbul saya mengirim laporan pengamatan saya setiap bulan kepada Menteri Koloni. Saya ingat bahwa saya pernah bertanya di salah satu laporan saya tentang apa yang harus saya lakukan kepada orang, yang saya bekerja padanya, yang meminta saya untuk melakukan sodomi dengan dia. Jawabannya adalah: Anda dapat melakukannya jika itu akan membantu Anda mencapai tujuan Anda. Saya sangat marah atas jawaban ini. Saya merasa seolah-olah seluruh dunia telah jatuh di atas kepalaku. Aku sudah tahu bahwa ini perbuatan setan yang sangat umum di Inggris. Namun tak pernah terpikir olehku bahwa aku akan diperintah atasanku untuk melakukan itu. Apa yang bisa aku lakukan? Aku tidak punya cara lain selain untuk mengosongkan obat ke ampas (‘to empty the drug to the dregs’ sepertinya merupakan ungkapan sastra Inggris, dan belum saya pahami maknanya -admin). Jadi aku diam dan terus menjalankan tugasku.
Ketika aku mengucapkan selamat tinggal kepada “Ahmed Efendi”, matanya menjadi basah dan ia berkata kepadaku, “Anakku! Semoga Allaahu ta’aalaa bersamamu! Jika kamu datang kembali ke Istanbul dan melihat aku telah mati, kenanglah aku. Bacakan Fatihah untuk ruhku! Kita akan bertemu pada Hari Kiamat di depan ‘Rasulullah’” Memang, aku juga merasa sangat sedih; begitu sedih sehingga aku menitikkan air mata hangat. Namun, rasa tanggung-jawabku terhadap tugas secara alami lebih kuat.

Memoar Mr. Hempher (3)

Tn. Hempher berkata: Teman-temanku telah kembali ke London sebelum aku dan mereka telah menerima perintah baru dari Kementerian. Aku juga diberi perintah baru setelah kembali. Sayangnya, hanya enam dari kami yang kembali.
Salah satu dari empat orang lainnya, kata sekretaris itu, telah menjadi seorang Muslim dan menetap di Mesir. Namun sekretaris itu masih senang karena, katanya, dia (orang yang tetap tinggal di Mesir) tidak membocorkan rahasia apa pun. Yang kedua telah pergi ke Rusia dan tinggal di sana. Dia memang asal Rusia. Sekretaris Kementrian Koloni itu sangat menyesal tentang dia, bukan karena ia telah kembali ke tanah airnya, tetapi karena mungkin ia telah memata-matai Kementerian Koloni untuk Rusia dan sudah kembali pulang karena misinya telah berakhir. Yang ketiga, sambung sekretaris itu, meninggal karena wabah di sebuah kota bernama “Imara” di suatu lingkungan di Baghdaad. Orang yang keempat telah ditelusuri oleh Departemen sampai ke kota Shon’aa di Yaman dan mereka telah menerima laporannya selama satu tahun, dan sesudah reportasenya telah berakhir, dan tidak ada jejaknya yang dapat ditemukan walaupun segala macam upaya telah dilakukan. Departemen menganggap hilangnya keempat agen tersebut sebagai bencana. Karena kami adalah bangsa dengan tugas yang besar dibandingkan jumlah penduduk yang kecil. Oleh karena itu kami sangat memperhitungkan setiap agen.
Setelah beberapa laporan saya, sang sekretaris mengadakan pertemuan untuk meneliti laporan yang diberikan oleh kami berempat. Ketika teman-teman saya menyampaikan laporan mereka yang berkaitan dengan tugas-tugas mereka, saya juga menyampaikan laporan saya. Mereka mengambil beberapa catatan dari laporan saya. Menteri, sekretaris, dan beberapa orang yang hadir memuji pekerjaan saya. Namun aku adalah terbaik ketiga. Tingkat pertama dimenangkan oleh teman saya “George Belcoude”, dan “Henry Fanse” adalah terbaik kedua.
Aku sudah tidak diragukan lagi telah sangat berhasil dalam mempelajari bahasa Turki dan Arab, Qur’an dan Syari’at. Namun aku tidak berhasil untuk mempersiapkan laporan ke Kementerian untuk mengungkapkan aspek kelemahan dari Kekaisaran Utsmani. Setelah pertemuan dua jam, sekretaris menanyakan alasan kegagalanku. Aku berkata, “tugas pentingku adalah untuk mempelajari bahasa, Qur’an, dan Syari’at. Aku tidak bisa meluangkan waktu untuk apa pun di samping itu. Tapi aku akan memuaskan Anda kali ini jika Anda mempercayaiku.” Sekretaris itu bilang bahwa aku telah sangat sukses, tetapi ia berharap aku dapat memenangkan tingkat pertama. (Dan ia melanjutkan):
“Hei Hempher, misimu berikutnya terdiri dari dua tugas:
1- Untuk menemukan titik lemah umat Islam dan melalui titik mana kita bisa masuk ke tubuh mereka dan memisahkan anggota badan mereka. Memang, ini adalah cara untuk mengalahkan musuh.
2- Saat Anda telah mendeteksi titik-titik ini dan melakukan apa yang telah aku beritahu kepadamu, [dengan kata lain, ketika Anda berhasil menabur perselisihan di kalangan umat Islam dan meletakkan mereka dalam kondisi berselisih satu sama lain], Anda akan menjadi agen yang paling sukses dan mendapatkan medali dari Menteri.”
Aku tinggal di London selama enam bulan. Aku menikahi sepupuku, “Maria Shvay”. Pada waktu itu aku berusia 22 tahun, dan ia 23. Maria Shvay adalah seorang gadis yang sangat cantik, dengan kecerdasan rata-rata dan latar belakang budaya yang biasa saja. Hari-hari yang paling membahagiakanku dan paling menceriakan dalam hidupku adalah hari-hari yang aku habiskan bersamanya. Istriku sedang mengandung. Kami mengharapkan tamu baru kami, ketika aku menerima pesan yang berisi perintah bahwa aku harus berangkat ke Irak.
Menerima perintah ini pada saat aku sedang menunggu kelahiran anakku membuatku sedih. Bagaimana pun, yang terpenting aku setia pada negaraku, dua kali lipat dari ambisiku untuk mencapai ketenaran dengan terpilih menjadi yang terbaik di antara rekan-rekanku, berada di atas perasaanku sebagai suami dan sebagai ayah. Maka aku menerima tugas itu tanpa ragu-ragu. Istriku ingin supaya aku menunda misi sampai setelah kelahiran anakku. Namun aku mengabaikan apa yang dikatakannya. Kami berdua menangis ketika kami mengucapkan perpisahan satu sama lain. Istriku berkata, “Jangan berhenti menulis kepadaku! Aku akan menulis surat padamu tentang rumah baru kita, yang sama berharganya seperti emas.” Kata-katanya bergejolak bagai badai di hatiku. Aku hampir membatalkan perjalanan. Namun aku berhasil mengendalikan perasaanku. Memperpanjang perpisahan dengannya, aku pergi ke kementrian untuk menerima instruksi akhir.
Enam bulan kemudian aku menemukan diriku berada di kota Bashroh, Iraq. Penduduk kota itu sebagian Sunni dan sebagian Syi’ah. Bashroh adalah kota dari suku-suku dengan penduduk campuran Arab, Persia dan sejumlah kecil orang Kristen. Ini adalah pertama kalinya dalam hidupku bahwa aku bertemu dengan orang Persia. Ngomong-ngomong, biarkan aku menyinggung tentang Syi’ah dan Sunni.
Orang Syiah mengatakan bahwa mereka mengikuti Ali bin Abu Thalib Radhiallahu ‘anhu, yang merupakan suami dari Fathimah puteri Muhammad ‘alaihis salaam dan pada saat yang sama merupakan sepupu Muhammad alaihis salaam. Mereka mengatakan bahwa Muhammad ‘alaihis- salaam’, menunjuk Ali dan dua belas imam, keturunan Ali, untuk menggantikannya sebagai Khalifah.
Menurut pendapatku, orang syi’ah benar dalam masalah ini berkaitan dengan kekhalifahan Ali, Hasan, dan Husayn. Karena, sejauh yang saya pahami dari sejarah Islam, Ali adalah orang dengan kualifikasi tinggi yang diperlukan untuk menjadi khalifah. Saya juga tidak merasa aneh, jika Muhammad ‘alaihs-salam’ telah menunjuk Hasan dan Husayn sebagai Khalifah. Apa yang membuat saya curiga, bagaimanapun, adalah Muhammad alaihis-salaam menunjuk putera Husayn dan delapan cucu-cucunya sebagai Khalifah. Karena Husayn masih anak-anak pada saat kematian Muhammad ‘alaihis-salaam’. Bagaimana dia tahu dia akan memiliki delapan cucu. Jika Muhammad ‘alaihis-salaam’ benar-benar seorang Nabi, adalah mungkin baginya untuk mengetahui masa depan dengan diinformasikan oleh Allaahu ta’aalaa, sebagaimana Kristus telah meramalkan tentang masa depan. Namun kenabian Muhammad ‘alaihis-salaam’ adalah hal yang meraguan bagi kami orang Kristen.
Muslim mengatakan bahwa “Ada banyak bukti kenabian Muhammad ‘alaihis- salaam’. Salah satunya adalah Al Qur’an.” Saya telah membaca Qur’an. Memang, ini adalah buku yang sangat luhur. Bahkan lebih luhur dari Torah (Taurat) dan Alkitab. Karena Qur’an berisi prinsip-prinsip, peraturan, aturan moral, dll.
Hal yang mengherankan bagiku adalah bagaimana orang buta huruf seperti Muhammad ‘alaihis-salaam’ bisa membawa sebuah buku yang luhur seperti itu, dan bagaimana ia bisa memiliki semua kualifikasi moral, intelektual dan pribadi yang tidak dapat dimiliki bahkan oleh seorang laki-laki yang telah membaca dan bepergian sangat banyak. Aku ingin tahu apakah fakta-fakta ini adalah bukti-bukti kenabian Muhammad ‘alaihis-salaam’?
Saya selalu melakukan observasi dan penelitian untuk memperoleh kebenaran tentang kenabian Muhammad ‘alaihis-salaam’. Setelah saya beritahukan minat saya itu kepada seorang pendeta di London. Jawabannya terlihat fanatik dan keras kepala, dan tidak meyakinkan sama sekali. Aku pernah bertanya kepada Ahmed Efendi beberapa kali ketika saya berada di Turki, namun saya tidak menerima jawaban yang memuaskan dari dia. Terus terang, aku menghindari bertanya kepada Ahmed Efendi secara langsung mengenai masalah tersebut agar mereka tidak mencurigai spionase saya.
Saya sangat sering berfikir tentang Muhammad ‘alaihis-salaam’. Tidak diragukan lagi, ia adalah salah satu nabi Allah yang kita baca dalam kitab-kitab. Namun, sebagai Kristian, saya belum mempercayai kenabiannya. Tak diragukan lagi bahwa ia sangat unggul dalam hal kejeniusan.
Kaum Sunni, di lain sisi, mengatakan bahwa “Setelah Nabi meninggal, Muslim menganggap Abu Bakr dan ‘Umar dan ‘Utsman dan ‘Ali cocok untuk menjadi khalifah.”
Kontroversi semacam ini ada di semua agama, lebih-lebih lagi dalam kekristenan. Karena baik ‘Umar dan ‘Ali sudah wafat, maka mempertahankan kontroversi seperti ini tidak akan menghasilkan tujuan yang bermanfaat. Bagi saya, jika umat Islam dapat berfikir, mereka harusnya berpikir tentang hari ini, bukan mengenai hari-hari yang sangat lampau.
Suatu hari di Departemen Koloni, aku membuat referensi untuk perbedaan antara Sunni dan Syi’ah, berkata, “Jika Muslim tahu sesuatu tentang kehidupan, mereka akan menyelesaikan perbedaan Syiah-Sunni di antara mereka sendiri dan menjadi bersatu-padu.” Seseorang menyela saya dan membantah, “tugas Anda adalah untuk memprovokasi perbedaan ini, bukan memikirkan bagaimana menjadikan Muslimin bersatu-padu.”
Sebelum saya berangkat untuk perjalanan saya ke Irak, sang sekretaris berkata, “Hei Hempher, Anda harus tahu bahwa telah ada perbedaan alami di antara manusia sejak Allah menciptakan Habil dan Qabil. Kontroversi ini akan berlanjut sampai kembalinya Kristus. Begitu juga halnya dengan kontroversi ras, suku, wilayah, bangsa, dan agama.” Tugas Anda saat ini adalah untuk mendiagnosis kontroversi ini dengan baik dan melaporkan kepada kementrian. Semakin sukses Anda dalam memperparah perbedaan di kalangan umat Islam akan menjadi pengabdianmu yang lebih besar untuk Inggris.
“Kita, orang-orang Inggris, harus membuat kerusakan dan menimbulkan perpecahan dalam semua koloni kita agar kita bisa hidup dalam kesejahteraan dan kemewahan. Hanya dengan cara menghasut itulah kita akan bisa menghancurkan Kekaisaran Utsmani. Jika tidak, bagaimana mungkin sebuah bangsa dengan populasi kecil membawa bangsa lain dengan populasi yang lebih besar di bawah kekuasaannya? Carilah mulut jurang dengan segenap kekuatanmu, dan masuklah begitu Anda menemukannya. Anda harus tahu bahwa Kekaisaran Utsmani dan Iran telah mencapai nadir kehidupan mereka. Oleh karena itu, tugas pertama Anda adalah untuk menghasut rakyat melawan pemerintah! Sejarah telah menunjukkan bahwa “Sumber dari segala macam revolusi adalah pemberontakan umum.’ Ketika kesatuan umat Islam rusak dan simpati umum di antara mereka terganggu, kekuatan mereka akan larut dan dengan demikian kita akan dengan mudah menghancurkan mereka.”
(Chaos di berbagai negara, termasuk di Indonesia ’98, dan Mesir saat ini merupakan rekayasa masonic. Di satu sisi, mereka membuat pemerintahan yang rusak, di lain sisi, mereka membentuk prgerakan-pergerakan untuk memberontak melawan pemerintahan. Boleh dibilang, pemilihan di berbagai negara telah dicampuri tangan-tangan masonic. -Admin)

Politik Inggris di wilayah jajahan sering menciptakan aliran yang menyimpang, hal ini dilakukan dalam rangka memecah-belah dan menaklukan, seperti membidani revolusi Wahabi di Arabia pada abad 18, pembentukkan sekte Islam Ahmadiyyah di India dalam abad ke-19.

Ahmad Jawdat Pasha, dan Ayyub Sabri Pasha (w.1308 H /1890 M), juru bicara dan laksamana muda pada kekhilafahan Utsmani ke-34 (dimasa Sultan Abdul Hamid di Turki), keduanya sempat menulis buku sejarah gerakan Wahabi, yaitu pada Bab ke-7 Tarih-i Osmani bab ke-3 dari 5 bab Mirat al-Haramain (h. 99. Turkish, the Library of Sulaimaniyya). 

Diantara isinya adalah dokumen berupa memoar laporan pertanggungjawaban misi seorang mata-mata Inggris bernama Hempher kepada pemerintah Inggris, yang telah menugaskannya ke Timur Tengah untuk menemukan cara-cara bagaimana meruntuhkan Khilafah Turki Ottoman. Diantara rencana jahat Inggris yang diprogramkan Hempher adalah menghasut Muhamad Bin Abdul Wahab An Najd untuk mendirikan mazhab baru dan memaksakan mazhab barunya dengan kekerasan, mendorong revolusi politik menguasai Arabia bekerja sama dengan Klan Saud, mengatasnamakaman kepada gerakan agama penyebaran mazhab wahabi dan melepaskan diri dari Khilafah Turki Ottoman.
 

Memoar Mr. Hempher -Mata-Mata Inggris di Timur Tengah- adalah judul sebuah dokumen yang dipublikasikan berseri pada koran Jerman –Spiegel- kemudian dimuat di koran ternama Perancis. Seorang Doktor berkebangsaan Libanon menerjemahkan dokumen tersebut kedalam bahasa Arab yang berdasarkan terjemahan bahasa Arab diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan berbagai bahasa lainnya. Waqf Ikhlas Publication mendistribusikan dokumen tersebut dalam bahasa Inggris dalam bentuk hard copy dan elektronik dibawah judul : Pengakuan Seorang Mata-Mata Inggris dan Perseteruan Inggris Terhadap Islam. 

Berikut ini terjemahan versi ringkasannya :
=========================================================================================

HEMPHER Berkata :

Inggris Raya kita sangat luas. Matahari terbit diatas lautannya, dan tenggelam kembali dibawah lautannya. Negara kita masih relatif lemah di koloninya di India, China dan Timur Tengah. Negara-negara tersebut tidak sepenuhnya dibawah dominasi kita. Bagaimanapun kita telah membawanya pada politik yang aktif dan sukses di negara-negara tersebut. Kita berharap sepenuhnya menguasai mereka dalam waktu dekat. Dua hal yang sangat penting :
1. Berusaha mempertahankan tanah yang telah kita peroleh.
2. Berusaha menguasai tempat yang belum kita peroleh.

Kementerian Tanah Jajahan menugaskan sebuah komisi dari masing-masing koloni untuk melaksanakan dua tugas tersebut. Segera setelah saya memasuki kementerian Tanah Jajahan, Menteri menaruh kepercayaan kepada saya dan menunjuk saya sebagai administrator Perusahaan di India Timur. Tampak luarnya sebagai Perusahaan Perdagangan. Tetapi tugas sebenarnya untuk mencari jalan mengontrol tanah India yang luas.

Pemerintah kita tidak terlalu khawatir tentang India. India adalah negara yang penduduknya terdiri dari berbagai macam kebangsaan, mempunyai bahasa yang berbeda-beda dan mempunyai perbedaan kepentingan untuk hidup bersatu. Kita juga tidak khawatir dengan China. Dengan alasan agama yang dominan di China adalah Budha dan Kong Hu Cu, keduanya bukan ancaman yang serius. Keduanya adalah agama yang mati yang melembagakan tidak perduli kepada hidup dan tidak lebih dari sekedar sebutan. Karena alasan ini, masyarakat yang hidup di kedua bangsa ini sepertinya hampir tidak mempunyai rasa patriotisme. Kedua bangsa ini tidak tidak mengkhawatirkan kita. Karena itu, kita telah mendesign istilah yang rencana jangka panjang untuk membiayai perselisihan, kebodohan, kemiskinan dan bahkan penyakit di bangsa ini. Kita telah memalsukan adat dan tradisi pada kedua bangas ini. Jadi dengan mudah menyembunyikan maksud niatan kita.

Apa yang membuat tegang syaraf kita yang terutama adalah Wilayah Islam. Kita telah membuat beberapa kesepakatan dengan Imperium Ottoman yang semuanya menguntungkan kita. Pejabat-pejabat berpengalaman Kementrian Tanah Jajahan memperkirakan bahwa Imperium Ottoman akan segera tamat. Sebagai tambahan, kita telah membuat beberapa kesepakatan rahasia dengan Pemerintah Iran dan menempatkan di kedua negara ini Pejabat yang kita setir, seperti korupsi dengan suap, administrasi yang tidak kompeten dan pendidikan agama yang tidak cukup, yang pada gilirannya disibukkan dengan perempuan cantik dan konsekuensinya menterlantarkan tugas, merusak tulang punggung kedua negara ini. Yang membuat masygul dari semua ini, kita cemas bila aktifitas kita tidak membuahkan seperti yang kita inginkan.

Pada tahun 1222 H (1710 M), Kementerian Tanah Jajahan mengirim saya ke Irak, Hijaz dan Istambul sebagai mata-mata dan untuk memperoleh informasi yang diperlukan dan cukup untuk menghancurkan Islam. Kementerian Tanah Jajahan menunjuk sembilan orang yang cakap dan berani untuk misi yang sama di saat yang sama. Kami diberikan daftar yang berisi : nama pejabat, ulama dan kepala suku.

Saya mengadakan perjalanan ke Istambul, pusat Khilafah Islam. Disamping tugas utama saya, saya juga belajar dengan baik bahasa Turki. Sebelumnya saya telah mempelajarinya di London bahasa Turki, Arab dan Persia. Saya mempelajari bahasa Turki untuk mengurangi kecurigaan orang terhadap saya.

Saya tidak terlalu khawatir mereka akan muncurigai saya, karena Muslim itu toleran dan terbuka sebagaimana yang diajarkan agamanya, disamping itu pemerintah Turki tidak punya lembaga kontra spionase.

Di Istambul saya mengaku bernama Muhammad, saya bertemu dengan ulama bernama “Ahmad Efendi” dia memanggil saya “Muhammad Efendi” dan saya belajar kepadanya.

Selama tinggal di Istambul saya tinggal di kamar yang saya sewa kepada seorang marbot Masjid bernama “Marwan Efendi”. Saya bekerja menjadi pegawai seorang tukang kayu bernama Khaalid.

Setelah dua tahun di Istambul saya kembali ke London, saya tinggal di London selama dua tahun. Saya menikah dengan sepupu saya, saat itu usia saya 22 tahun dan isteri saya 23 tahun.

Kemudian saya ditugaskan untuk berangkat ke Irak. Enam bulan kemudian saya tiba di kota Basrah Irak. Saya tinggal di Masjid. Imam Masjdinya seorang Sunni keturunan Arab bernama Syeh Umar Tai. “Saya dari Turki, propinsi Igdir, murid Syeh Ahmad Effendi Al Istambuli, saya karyawan seorang tukang kayu bernama Khalid”. Saya berusaha memberinya informasi tentang Turki. Saya mengucapkan beberapa kalimat bahas Turki. Belakangan saya mengetahui bahwa ada perselisihan antara sang Imam dengan Gubernur Turki Ottoman.

Selama di Basrah saya menyewa kamar milik Murshid Efendi dan Saya bekerja sebagai asisten tukang kayu bernama Abdul Ridha seorang Syiah dari Khurasan. Dia mengira saya berasal dari Azerbaijan sebab saya bicara bahasa Turki.

Suatu saat ada pemuda terpelajar yang sedang mempelajari science, dia mengerti bahasa Arab, Persia dan Turki. Namanya Muhammad bin Abdul Wahab An Najd. Pemuda ini sangat kasar dan berangasan. Sangat membenci pemerintah Turki Ottoman, dia tidak pernah mencela pemerintah Iran. 

Muhammad Najd adalah luarnya adalah Sunni, Walaupun Sunni umumnya mencela Syiah, Muhammad Najd tidak pernah mencela Syiah. Menurut Muhammad Najd tidak ada alasan bagi Sunni untuk mengambil salah satu dari empat mazhab, dia berkata, “Kitab Allah tidak menyebutkan satu bukti pun yang menyinggung mazhab”. 

Anak muda yang congkak, Muhammad Najd mengikuti hawa nafsu dalam memahami Al Qur’an dan Sunnah. Dia mengabaikan pendapat para ulama, tidak hanya para ulama yang sejaman dan para imam Mazhab, tapi juga para Sahabat seperti Abu Bakar dan Umar. Ketika merujuk ayat Al Qur’an dengan pendapatnya yang bertentangan dengan pendapat para ulama, dia akan berkata, “Nabi bersabda : Saya tinggalkan Qur’an dan Sunnah untukmu, Nabi tidak berkata, Saya tinggalkan Qur’an, Sunnah, Sahabat dan para imam Mazhab”. Karena itu yang diwajibkan adalah mengikuti Qur’an dan Sunnah tidak masalah walaupun bertentangan dengan pendapat imam Mazhab, Sahabat dan Mayoritas Ulama”.

Muhamad Najd banyak menyangkal Imam Abu Hanifah, dia berkata “Saya lebih banyak tahu daripada Abu Hanifah”. Dia juga pernah menyatakan separuh dari kitab Sahih Bukhari adalah salah.

Saya menjalin persahabatan yang erat dengan Muhammad Najd. Saya melancarkan kampanye untuk memuji dia dimana-mana. Suatu hari saya berkata kepadanya : “Kamu lebih hebat dari Umar dan Ali. Jika Nabi hidup sekarang, dia akan menunjuk kamu sebagai Khalifah penggantinya. Saya berharap Islam diperbaharui dan diperbaiki melalui tanganmu. Kamu satu-satunya ulama yang akan menyebarkan Islam ke seluruh dunia”.

Muhamad Bin Abdul Wahab dan saya memutuskan untuk membuat penafsiran baru terhdap Al Qur’an, penafsiran baru ini sebagai titik awal untuk menyelisihi pemahaman para Sahabat, para imam Mazhab dan para Mufassirin. Kami membahas ayat-ayat Al Qur’an untuk menyesatkan Muhamad Najd. Setelah itu dia memposisikan dirinya sebagai seorang mujadid dan menerima pendapat saya dengan senang hati.

Suatu ketika saya berkata kepadanya “Jihad itu tidak diperintahkan”.

Dia protes, “Mengapa demikian, bukankah itu perintah Allah, ‘Perangilah orang-orang 
Kafir’ ?”

Saya berkata, “Lalu mengapa Nabi tidak memerangi orang-orang Munafik, walaupun Allah memerintahkan, ‘Perangilah orang-orang Kafir dan Munafik’ (At Tahrim : 9)”.

Dia berkata : “Nabi memerangi mereka dengan ucapan”.

Saya berkata : “Apakah Jihad yang diperintahkan, hanya dilakukan dengan ucapan ?”

Dia berkata : “Rasulullah memerangi orang-orang Kafir”.

Saya berkata : “Nabi memerangi orang Kafir untuk mempertahankan diri dari niat orang Kafir yang ingin membunuhnya”.

Saat yang lain, saya berkata kepadanya, “Nikah Mut’ah itu halal”.

Dia keberatan, “Tidak, itu tidak halal”

Saya berkata : “Allah menyatakan, Kepada wanita-wanita yang diceraikan (hendaklah diberikan oleh suaminya) mut'ah” (Al Baqarah : 241).

Dia berkata : “Umar melarang dua contoh praktek Nikah Mut’ah pada jamannya dan berkata dia akan menghukum siapa saja yang mempraktekkannya”.

Saya berkata : “Mengapa kamu meninggalkan perkataan Rasulullah dan mengikuti perkataan Umar ?”

Saya membuat Muhamad Najd tertarik pada seorang wanita yang masih single. Saya katakan padanya, “Ayo lah, mari kita cari wanita untuk dinikah Mu’tah”. Akhirnya dia terbujuk. Ini kesempatan bagus bagi saya, maka saya menjanjikan wanita yang menarik.

Saya mendapat kiriman gadis Kristen yang dikirim oleh Kementerian Tanah Jajahan dengan tugas untuk merayu pemuda Islam. Saya membuat kesepakatan dengan gadis itu untuk menjaga rahasia dan memberinya nama Safiyah. Saya antarkan Muhammad Najd ke rumahnya. Safiyah sendirian dirumahnya. Kami membuat kontrak kawin Mu’tah selama seminggu antara Safiyah dengan Muhamad Najd, kami memberi mahar berupa emas.

Kemudian kami mulai menyesatkan Muhamad Najd, Safiyah dari dalam, saya dari luar. Muhamad Najd benar benar dalam genggaman Safiyah sekarang. Bersamanya dia bersenang-senang melanggar ketentuan syariat dengan dalih atas nama kebebasan Ijtihad.

Hari ketiga masa nikah Mut’ah, saya berdebat dengan dia tentang keharaman Khamr. Meskipun dia mengutip beberapa ayat dan hadisyang menunjukkan keharaman khmar, saya membantahnya dan akhirnya berkata, “Faktanya Yazid dan para Khalifah Umayah dan Abbasyah minum khamr. 
   
Saya ceritakan kepada Safiyah perdebatan tentang hukum Khamr, saya perintahkan dia untuk membuatnya minum khamr. Setelah itu, Safiyah berkata, “Saya telah melaksanakan perintahmu dan saya telah membuatnya minum khamr. Dia menari dan bergumul dengan saya beberapa kali malam itu”. Dari sebab itu ditangan Safiyah dan saya sempurnalah mengambil kontrol terhadap Muhamad Najd. 

Saya mengirim laporan bulanan kepada Menteri Tanah Jajahan di London. Jawaban yang saya terima sangat mendukung dan mendorong saya. Muhamad Najd telah mengikuti jalur yang telah saya buat untuknya.  

Suatu hari saya membual dengan mimpi bohong, saya katakan kepada Muhamad Najd : “Tadi malam saya bermimpi bertemu Nabi. Saya memakaikan jubah seperti yang pelajari dari para Hoja. Beliau duduk diatas mimbar. Disekelilingnya adalah para ulama yang tidak saya kenal. Kamu masuk. Wajahmu secerah bulan purnama. Kamu berjalan menuju Nabi, dan ketika sudah dekat, Nabi mencium keningmu. Beliau bersabda, ‘Kamu adalah penerusku, pewaris ilmuku, utusanu pada dunia dan agama, Kamu berkata, ‘Wahai Rasulullah, Saya takut mendakwahkan pengetahuanku kepada khalayak. ‘Kamu yang paling agung, jangan khawatir,’ Jawab Nabi”.

Muhamad bin Abdul Wahab menjadi liar dengan kegembiraan ketika dia mendengar mimpi bualan saya. Dia menanyakan kepada saya berkali-kali apakah saya tidak bohong dan saya berikan jawaban positip kepadanya setiap kali dia menanyakan. Akhirnya dia yakin bahwa mimpi yang saya ceritakan adalah benar. Setelah itu dia berketetapan hati mendeklarasikan idea yang selalu saya hembuskan kepadanya yaitu mendirikan mazhab baru.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar