Rabu, 08 Februari 2012

Rasulullah saw. bersabda: Seandainya agama itu berada pada gugusan bintang yang bernama Tsuraya niscaya salah seorang dari Persia atau dari putra-putra Persia akan pergi ke sana untuk mendapatkannya. (Shahih Muslim No.4618)...>>> Makna apakah ini...??..... >> Saat ini marak konflik antara AS dan Israel melawan Iran. Ibaratnya konflik di ambang perang. Di saat yang sama, para Ulama Salafi Wahabi yang sebagian besar digaji/didanai pemerintah Arab Saudi gencar mempropagandakan Syi’ah itu kafir dan musuh Islam sehingga harus dilawan. Padahal saat Iran di zaman Syah Iran Reza Pahlevi yang sekuler, isyu Syi’ah kafir tidak semarak ini meski dari dulu hingga sekarang Iran itu Syi’ah....>>> ...Dalam Surat Al Fatihah yang setiap hari kita baca di dalam sholat Allah mengingatkan kita agar tidak mengikuti kaum yang dimurkai Allah (Al Maghdub/Yahudi) dan kaum yang sesat (Adl Dlolliin/Nasrani). Ada celaan Allah terhadap kaum Yahudi dan Nasrani, namun tidak ada celaan terhadap Syi’ah di situ. Boleh dikata Israel itu Yahudi. Dan AS itu 95% lebih adalah Nasrani. Sedang Iran, meski Syi’ah, namun mereka itu adalah Islam. Tuhannya masih Allah, Al Qur’an masih sama, dan Nabi mereka masih Nabi Muhammad SAW. Kita berhaji dan sholat bersama mereka di tanah suci Mekkah. Mereka menamakan negaranya sejak Revolusi Iran di tahun 1979 sebagai REPUBLIK ISLAM IRAN.>> ....Banyak fitnah oleh media Salafi Wahabi bahwa peluru/senjata Iran tidak pernah menyentuh Israel. Padahal senjata Iran seperti roket dan rudal sudah ribuan kali jatuh di tanah Israel melalui milisi Hizbullah di Lebanon dan Hamas di Palestina. Jarak Iran-Israel itu 1500 km. Peluru senapan jangkauan kurang dari 1 km. Sementara mayoritas rudal Iran jangkauannya di bawah 1500 km. Jika pun sekarang ada rudal Shahab yang bisa menjangkau Israel, itu baru diujicoba tahun 2008 dan sebetulnya bisa dihadang pasukan2 AS yang ada di Iraq dan Arab Saudi. Nabi dalam Nubuwatnya menyatakan bahwa ummat Islam akan memerangi kaum Yahudi hingga habis:..>>> Sebaliknya kaum Salafi Wahabi yang menista ummat Islam di Iran sebagai kafir, ternyata didirikan Muhammad bin Abdul Wahab yang lahir di Najd di dekat Riyadh (Ibukota Arab Saudi). Satu tempat yang digambarkan Nabi sebagai tempat kaum Khawarij yang menebar fitnah...>> 1] Bukan hanya Syi’ah yang jadi korban lisan, tulisan, bahkan pedang mereka, tapi juga kaum Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, Sufi, dsb. Bahkan kelompok Wahabi sendiri dari Hizbut Tahrir dan Ikhwanul Muslimin sempat mereka umpat karena masalah demonstrasi dan politik: 2] Sulit memang dipercaya. Tapi jika kita pelajari sejarah, Ibnu Suud dengan dibantu Muhammad bin Abdul Wahab dibantu persenjataannya oleh penjajah Inggris untuk memberontak/bughot melawan penguasa Mekkah dan Madinah yang saat itu di bawah perlindungan Kekhalifahan Islam Turki Usmani. Ini menyebabkan Kekhalifahan Turki Usmani lemah dan akhirnya Palestina jatuh ke tangan Inggris guna diserahkan ke Israel yang Yahudi. Jadi dari awal memang sudah bekerjasama dengan kaum Yahudi dan Nasrani memerangi sesama Muslim. 3] Sekarang pun mereka menyediakan pangkalan militer dan dana bagi AS yang kafir harbi guna membantai ummat Islam di Iraq. Menurut firman Allah dalam ayat Al Qur’an di atas, hanya orang yang punya penyakit hati/munafik yang mendekat kepada kaum Yahudi dan Nasrani...4] Ibnu Umar berkata, “Nabi berdoa, ‘Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Syam dan Yaman kami.’ Mereka berkata, Terhadap Najd kami.’ Beliau berdoa, ‘Ya Allah, berkahilah Syam dan Yaman kami.’ Mereka berkata, ‘Dan Najd kami.’ Beliau berdoa, ‘Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Syam. Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Yaman.’ Maka, saya mengira beliau bersabda pada kali yang ketiga, ‘Di sana terdapat kegoncangan-kegoncangan (gempa bumi), fitnah-fitnah, dan di sana pula munculnya tanduk setan.’” [HR Bukhari]..>>.

Apakah Syi’ah Kafir? Rasulullah saw. bersabda: Seandainya agama itu berada pada gugusan bintang yang bernama Tsuraya niscaya salah seorang dari Persia atau dari putra-putra Persia akan pergi ke sana untuk mendapatkannya. (Shahih Muslim No.4618)

http://aburamiza.wordpress.com/2011/12/06/apakah-syiah-kafir/
tanya: Bismillah,Ustadz, apakah semua golongan syiah (Kaisaniyyah, Rafidhah, Zaidiyyah, Ghulat, dan Isma’iliyyah) merupakan kafiruun?
.
Dijawab Oleh: al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi Al Wahabi : “Bismillah, Sekte Syi’ah ada yang dikafirkan oleh para ulama,  tidak diragukan oleh seorang muslim akan kekafirannya. Di antara kelompok Syiah ada yang tidak dikafirkan, seperti kelompok Syiah Zaidiyah yang lebih mengutamakan Ali radhiyallahu anhu di atas Usman radhiyallahu anhu”
.
Lagi :
Ass..Pak Ustadz Abu, menurut pandangan pak Ustadz golongan Syiah itu termasuk kategori muslim atau kafir ? Salma R  Surabaya  085288xxxx
Jawaban wahabi  : “maka tentu saja sudah keluar dari jalur seorang muslim sebagaimana mestinya”  (http://ghazi.abatasa.com/post/detail/11472/syiah-kafir-atau-muslim)
Apakah Syiah mengkafirkan Ahli Sunnah Wal-Jamaah ??
itu cuma fitnahan Salafi yang mengutip hadis hadis dha’if syiah, tidak semua hadis syiah adalah shahih dan tidak semua ucapan ulama syiah zaman dulu adalah benar !!

Syi’ah ikut ijtihad TERBARU karena dalam syi’ah pintu ijtihad selalu terbuka
JAWABAN KAMi :
ilustrasi

Mungkin perdebatan tentang paham Syiah masih pro-kontra. Syiah sendiri banyak kelompok atau sekte-sektenya. Berbicara tentang sekte-sekte Syiah maka sudah barang tentu kita harus melihat sejarah dan usia Syiah itu sendiri. Syiah termasuk sangat tua, hampir setua usia sejarah Islam, dan sejarah perkembangan sekte-sekte Syiah sangatlah panjang.Sekte-sekte dalam mazhab Sunni memiliki lebih dari seratus sekte, dan dari masing-masing sekte sangat berbeda dalam doktrin dan pemahamannya.
Saat ini marak konflik antara AS dan Israel melawan Iran. Ibaratnya konflik di ambang perang. Di saat yang sama, para Ulama Salafi Wahabi yang sebagian besar digaji/didanai pemerintah Arab Saudi gencar mempropagandakan Syi’ah itu kafir dan musuh Islam sehingga harus dilawan. Padahal saat Iran di zaman Syah Iran Reza Pahlevi yang sekuler, isyu Syi’ah kafir tidak semarak ini meski dari dulu hingga sekarang Iran itu Syi’ah.
Sebagian ummat Islam bingung. Mau membela AS dan Israel yang jelas-jelas kafir harbi atau Iran yang dituding Salafi Wahabi sebagai Syi’ah yang kafir dan memusuhi Islam.
Agar tidak bingung dan tidak sesat, hendaknya kita kaji Al Qur’an dan Hadits tentang itu.
Dalam Surat Al Fatihah yang setiap hari kita baca di dalam sholat Allah mengingatkan kita agar tidak mengikuti kaum yang dimurkai Allah (Al Maghdub/Yahudi) dan kaum yang sesat (Adl Dlolliin/Nasrani). Ada celaan Allah terhadap kaum Yahudi dan Nasrani, namun tidak ada celaan terhadap Syi’ah di situ.
Boleh dikata Israel itu Yahudi. Dan AS itu 95% lebih adalah Nasrani. Sedang Iran, meski Syi’ah, namun mereka itu adalah Islam. Tuhannya masih Allah, Al Qur’an masih sama, dan Nabi mereka masih Nabi Muhammad SAW. Kita berhaji dan sholat bersama mereka di tanah suci Mekkah. Mereka menamakan negaranya sejak Revolusi Iran di tahun 1979 sebagai REPUBLIK ISLAM IRAN.
Banyak fitnah oleh media Salafi Wahabi bahwa peluru/senjata Iran tidak pernah menyentuh Israel. Padahal senjata Iran seperti roket dan rudal sudah ribuan kali jatuh di tanah Israel melalui milisi Hizbullah di Lebanon dan Hamas di Palestina. Jarak Iran-Israel itu 1500 km. Peluru senapan jangkauan kurang dari 1 km. Sementara mayoritas rudal Iran jangkauannya di bawah 1500 km. Jika pun sekarang ada rudal Shahab yang bisa menjangkau Israel, itu baru diujicoba tahun 2008 dan sebetulnya bisa dihadang pasukan2 AS yang ada di Iraq dan Arab Saudi.
Nabi dalam Nubuwatnya menyatakan bahwa ummat Islam akan memerangi kaum Yahudi hingga habis:
Dari Abu Hurairah ra, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda : “Kiamat tidak akan terjadi sehingga kaum Muslimin memerangi Yahudi, lalu kaum Muslimin akan membunuh mereka sampai-sampai setiap orang Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon, tetapi batu dan pohon itu berkata, ‘Wahai Muslim, wahai hamba Allah, ada orang Yahudi di belakangku, kemarilah dan bunuhlah dia.’ Kecuali (pohon) gharqad karena ia adalah pohon Yahudi.” [HR Muslim no. 2922, Imam Ahmad no. 27502 dan 10476,  Bukhari no. 2926]
Sesuai hadits di atas, yang memerangi kaum Yahudi adalah ummat Islam. Jadi seandainya Republik Islam Iran yang menyerang Israel, itulah ummat Islam yang memerangi Yahudi.
Apalagi ada hadits Nabi yang menyebut Keutamaan Persia (Iran)
.

Rasulullah saw. bersabda: Seandainya agama itu berada pada gugusan bintang yang bernama Tsuraya niscaya salah seorang dari Persia atau dari putra-putra Persia akan pergi ke sana untuk mendapatkannya. (Shahih Muslim No.4618)
Sebaliknya kaum Salafi Wahabi yang menista ummat Islam di Iran sebagai kafir, ternyata didirikan Muhammad bin Abdul Wahab yang lahir di Najd di dekat Riyadh (Ibukota Arab Saudi). Satu tempat yang digambarkan Nabi sebagai tempat kaum Khawarij yang menebar fitnah.
1] Bukan hanya Syi’ah yang jadi korban lisan, tulisan, bahkan pedang mereka, tapi juga kaum Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, Sufi, dsb. Bahkan kelompok Wahabi sendiri dari Hizbut Tahrir dan Ikhwanul Muslimin sempat mereka umpat karena masalah demonstrasi dan politik:
2] Sulit memang dipercaya. Tapi jika kita pelajari sejarah, Ibnu Suud dengan dibantu Muhammad bin Abdul Wahab dibantu persenjataannya oleh penjajah Inggris untuk memberontak/bughot melawan penguasa Mekkah dan Madinah yang saat itu di bawah perlindungan Kekhalifahan Islam Turki Usmani. Ini menyebabkan Kekhalifahan Turki Usmani lemah dan akhirnya Palestina jatuh ke tangan Inggris guna diserahkan ke Israel yang Yahudi. Jadi dari awal memang sudah bekerjasama dengan kaum Yahudi dan Nasrani memerangi sesama Muslim.
3] Sekarang pun mereka menyediakan pangkalan militer dan dana bagi AS yang kafir harbi guna membantai ummat Islam di Iraq. Menurut firman Allah dalam ayat Al Qur’an di atas, hanya orang yang punya penyakit hati/munafik yang mendekat kepada kaum Yahudi dan Nasrani.
Ada khilafiyah tentang kota Najd yang disebut Nabi sebagai tempat Khawarij/timbulnya Fitnah. Adakah di Najd (dekat Riyadh) atau di Iraq
.
4] Ibnu Umar berkata, “Nabi berdoa, ‘Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Syam dan Yaman kami.’ Mereka berkata, Terhadap Najd kami.’ Beliau berdoa, ‘Ya Allah, berkahilah Syam dan Yaman kami.’ Mereka berkata, ‘Dan Najd kami.’ Beliau berdoa, ‘Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Syam. Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Yaman.’ Maka, saya mengira beliau bersabda pada kali yang ketiga, ‘Di sana terdapat kegoncangan-kegoncangan (gempa bumi), fitnah-fitnah, dan di sana pula munculnya tanduk setan.’” [HR Bukhari]
.
Hadis riwayat Ibnu Umar ra.:
Bahwa ia mendengar Rasulullah saw. bersabda sambil menghadap ke arah timur: Ketahuilah, sesungguhnya fitnah akan terjadi di sana! Ketahuilah, sesungguhnya fitnah akan terjadi di sana. Yaitu tempat muncul tanduk setan. (Shahih Muslim No.5167)

حدثنا عبد الله ثنا أبي ثنا أبو سعيد مولى بنى هاشم ثنا عقبة بن أبي الصهباء ثنا سالم عن عبد الله بن عمر قال صلى رسول الله صلى الله عليه و سلم الفجر ثم سلم فاستقبل مطلع الشمس فقال ألا ان الفتنة ههنا ألا ان الفتنة ههنا حيث يطلع قرن الشيطان

Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah yang menceritakan kepada kami ayahku yang berkata telah menceritakan kepada kami Abu Sa’id mawla bani hasyim yang berkata telah menceritakan kepada kami Uqbah bin Abi Shahba’ yang berkata telah menceritakan kepada kami Salim dari ‘Abdullah bin Umar yang berkata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengerjakan shalat fajar kemudian mengucapkan salam dan menghadap kearah matahari terbit seraya bersabda “fitnah datang dari sini, fitnah datang dari sini dari arah munculnya tanduk setan” [Musnad Ahmad 2/72 no 5410 dengan sanad shahih]
.
Berbagai hadits di atas tentang Najd sesungguhnya menunjukkan Najd itu adalah Najd yang dikenal umum baik di zaman Nabi mau pun sekarang. Bukan tempat lainnya sebagaimana ditafsirkan Ibnu Taimiyyah ada di Kufah. Apalagi Najd yang dikenal di zaman Nabi di hadits tersebut disebut ada di TIMUR kota Madinah dan tempat terbitnya matahari. Tak mungkin penduduk Madinah melihat matahari terbit dari arah Kufah. Najd sekarang pun memang selain di Timur Madinah juga merupakan dataran Tinggi (762 hingga 1.525 meter di atas permukaan laut)

Ada pernyataan kelompok Salafi Wahabi mengenai celaan terhadap kota Najd yang merupakan tempat kelahiran pendiri paham Wahabi: Muhammad bin Abdul Wahab. “Apa salahnya jika lahir di Najd? Apakah otomatis akan jadi Khawarij/Sesat?”
.
Tidak salah memang. Apalagi jika memang orang tersebut memurnikan ajaran Islam dengan memurnikan Tauhid dan menghidupkan Sunnah. Yang jadi masalah adalah jika cara dakwahnya akhirnya menganggap sesat/kafir sesama Muslim bahkan ulama apalagi sampai membunuh sesama Muslim sehingga timbul Fitnah. 
Jika itu sampai terjadi, tentu orang tersebut merupakan Khawarij pembuat Fitnah yang disebut Nabi berasal dari Najd di sebelah timur kota Madinah (arah tempat terbitnya matahari di kota Madinah).

PERIHALYahudiNasraniSyi’ah
Menghina Allah
V
V
X
Menghina Al Qur’an
V
V
X
Menghina Nabi Muhammad
V
V
X
Bantai Muslim di Palestina
V
V
X
Bantai Muslim di Iraq,Afghanistan,Pakistan
V
V
X
Bela Hizbullah (Syi’ah) dan HAMAS (Suni)
X
X
V

Saya buat matriks perbandingan di atas agar ummat Islam bisa lebih jernih dalam berpikir.
Ciri-ciri ummat Islam adalah bersikap lemah lembut terhadap sesama Muslim. Yaitu orang-orang yang mengakui Allah sebagai satu-satunya Tuhan, Malaikat, Kitab Suci Al Qur’an, Nabi Muhammad sebagai Nabi yang terakhir, dan Hari akhir ;
“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.” [Ali 'Imran 159]
Ummat Islam itu berkasih sayang terhadap sesama, namun keras terhadap orang-orang kafir:
Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka...” [Al Fath 29]
“..kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir...” [Al Maa-idah 54]
Karena itu pernyataan kaum Salafi Wahabi yang mengatakan lebih baik berteman dengan kaum Yahudi dan Nasrani ketimbang kaum Syi’ah sebetulnya bertentangan dengan ajaran Islam. Sebab kaum Yahudi dan Nasrani itu bukan cuma mengingkari sahabat, namun juga Allah, Kitab Al Qur’an, dan Nabi Muhammad.
Orang-orang yang beriman tidak akan mengambil kaum Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin:
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. [Al Maa-idah 51]
Hanya orang munafik yang dekat dengan kaum Yahudi dan Nasrani yang saat ini tengah memusuhi Islam dan membantai ummat Islam:
“Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: “Kami takut akan mendapat bencana.” Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka.” [Al Maa-idah 52]
Contoh berita di bawah menyalahkan Iran yang tidak membela Iraq dan Afghanistan ketika diserang AS:
Kenapa dia tidak menyalahkan Arab Saudi yang jelas-jelas menyediakan pangkalan militer dan juga dana bagi pasukan AS guna menyerang Iraq? Apalagi Iraq yang dibantu negara2 Arab, AS, dan Eropa sebelumnya menyerang Iran di perang Iran-Iraq di tahun 1980-1988.
Kenapa dia tidak menyalahkan Pakistan yang menyediakan pangkalan militer bagi pasukan AS guna menyerang Afghanistan?
Pangkalan-pangkalan militer AS ada di negara-negara Arab, Turki, dan Pakistan. Bukan Iran
Silahkan lihat negara-negara berwarna ungu yang menyediakan pangkalan militer bagi AS:
Berbagai Pangkalan Militer AS (Warna Ungu) di Negara2 Islam Mengepung Iran

Sebaliknya di situs itu juga penulis menyalahkan Suriah yang anti AS dan Israel sebagai membantai rakyatnya.
Padahal yang disebut “rakyat” itu adalah pemberontak yang didukung AS dan Israel dengan senjata sebagaimana di Libya. Buktinya para pemberontak tersebut membunuh ratusan milisi Hizbullah yang membela pemerintah Suriah.
Dari hadits di bawah, insya Allah Suriah (Syam) termasuk negeri yang diberkahi Allah:
Ibnu Umar berkata, “Nabi berdoa, ‘Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Syam dan Yaman kami.’ Mereka berkata, Terhadap Najd kami.’ Beliau berdoa, ‘Ya Allah, berkahilah Syam dan Yaman kami.’ Mereka berkata, ‘Dan Najd kami.’ Beliau berdoa, ‘Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Syam. Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Yaman.’ Maka, saya mengira beliau bersabda pada kali yang ketiga, ‘Di sana terdapat kegoncangan-kegoncangan (gempa bumi), fitnah-fitnah, dan di sana pula munculnya tanduk setan.’” [HR Bukhari]
Tapi pada dasarnya akan muncul Imam Mahdi. Menurut Nabi namanya sama dengan beliau begitu pula nama bapaknya yaitu Muhammad bin Abdullah. Imam Mahdi merupakan keturunan Nabi Muhammad/Ahli Bait. Insya Allah Imam Mahdi ini memimpin ummat Islam memerangi Dajjal. Di sinilah mungkin titik temu Sunni dan Syi’ah karena literatur hadits keduanya mengakui adanya Imam Mahdi meski ada beberapa perbedaan.

عَنْ عَبْدِ اللهِ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: لَوْ لَمْ يَبْقَ مِنَ الدُّنْيَا إِلاَّ يَوْمٌ – قَالَ زَائِدَةُ فِى حَدِيْثِهِ – لَطَوَّلَ اللهُ ذَلِكَ اليَوْمَ ثُمَّ اتَّفَقُوا حَتىَّ يَبْعَثَ فِيْهِ رَجُلاً مِنِّي – أَوْ مِنْ أَهْلِ بَيْتِي- يُوَاطِئُ اسْمُهُ اسْمِي وَاسْمُ أَبِيْهِ اسْمَ أَبِى. زَادَ فِي حَدِيْثِ فِطْرٍ: يَمْلأُ اْلأَرْضَ قِسْطًا وَعَدْلاً كَمَا مُلِئَتْ ظُلْمًا وَجَوْرًا. وَقَالَ فِى حَدِيْثِ سُفْيَانَ: لاَ تَذْهَبُ أَوْ لاَ تَنْقَضِى الدُّنْيَا حَتَّى يَمْلِكَ الْعَرَبَ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ بَيْتِي يُوَاطِئُ اسْمُهُ اسْمِي. قاَلَ أَبُوْ دَاوُدَ: لَفْظُ عُمَرَ وَأَبِى بَكْرٍ بِمَعْنىَ سُفْيَانَ وَلَمْ يَقُلْ أَبُوْ بَكْرٍ: الْعَرَبَ

Dari Abdullah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Kalau saja tdk tersisa dari dunia ini kecuali sehari saja sungguh Allah akan memanjangkan hari tersebut sampai Allah mengutus kepada seorang laki2 dari keturunanku atau dari keluargaku. Namanya sesuai dgn namaku dan nama ayahnya sama dgn nama ayahku.” [Al-Imam Abu Dawud rahimahullahu no. 4282]

Ada Nubuwah yang saya dengar (saya lupa sumbernya) yaitu ummat Islam akan berjaya selama 7 abad, tenggelam selama 7 abad, dan bangkit lagi selama 7 abad. Kejayaan Islam yang pertama selama 7 abad telah terbukti sehingga Islam menyebar dari Indonesia hingga Spanyol dan Portugis. Tenggelamnya Islam selama 7 abad pun telah terbukti dengan dijajahnya negara-negara Islam sehingga Palestina pun jatuh ke tangan Israel. Nah di abad ke 14 Hijriyah inilah ummat Islam akan bangkit kembali.
Saat ini tahun 1433 Hijriyah. Hanya ada 2 negara Islam yang jelas memakai nama Islam: Republik Islam Pakistan dan Republik Islam Iran. Pakistan memakai sistem sekuler dan menyediakan pangkalan militernya ke AS guna menyerang ummat Islam di Afghanistan. Iran meski Islam Syi’ah memakai Al Qur’an sebagai sumber hukumnya dan Ulama sebagai pucuk pimpinannya.
Dari Al Qur’an dan hadits-hadits di atas insya Allah kita tahu mana yang haq dan mana yang batil.
Muhammad bin Abdul Wahab dalam berdakwah memakai pedang atau senjata senapan. Sayangnya senapannya dari Penjajah Inggris dan yang dia tembak adalah sesama Muslim yang dia anggap musyrik. Di antaranya penduduk Mekkah dan Madinah:
Merekalah yang meneruskan perjuangan al-maghfurlah Syeikh Muhammad bin `Abdul Wahab yang dibantu oleh para muridnya dan pendukung-pendukung ajarannya. Demikianlah perjuangan Syeikh yang berawal dengan lisan, lalu dengan pena dan seterusnya dengan senjata, telah didukung sepenuhnya oleh Amir Muhammad bin Saud, penguasa Dar’iyah.
Beliau pertama kali yang mengumandangkan jihadnya dengan pedang pada tahun 1158 H. Sebagaimana kita ketahui bahwa seorang da’i ilallah, apabila tidak didukung oleh kekuatan yang mantap, pasti dakwahnya akan surut, meskipun pada tahap pertama mengalami kemajuan. Namun pada akhirnya orang akan jemu dan secara beransur-ansur dakwah itu akan ditinggalkan oleh para pendukungnya.
Oleh karena itu, maka kekuatan yang paling ampuh untuk mempertahankan dakwah dan pendukungnya, tidak lain harus didukung oleh senjata. Karena masyarakat yang dijadikan sebagai objek daripada dakwah kadangkala tidak mampan dengan lisan mahupun tulisan, akan tetapi mereka harus diiring dengan senjata, maka waktu itulah perlunya memainkan peranan senjata.
Alangkah benarnya firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: ” Sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul-rasul Kami, dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al-Kitab dan Mizan/neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan pelbagai manfaat bagi umat manusia, dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan RasulNya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat dan Maha Perkasa.” (al-Hadid:25)
Ayat di atas menerangkan bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala mengutus para RasulNya dengan disertai bukti-bukti yang nyata untuk menumpaskan kebatilan dan menegakkan kebenaran. Di samping itu pula, mereka dibekalkan dengan Kitab yang di dalamnya terdapat pelbagai macam hukum dan undang-undang, keterangan dan penjelasan. Juga Allah menciptakan neraca (mizan) keadilan, baik dan buruk serta haq dan batil, demi tertegaknya kebenaran dan keadilan di tengah-tengah umat manusia.
Namun semua itu tidak mungkin berjalan dengan lancar dan stabil tanpa ditunjang oleh kekuatan besi (senjata) yang menurut keterangan al-Qur’an al-Hadid fihi basun syadid yaitu, besi baja yang mempunyai kekuatan dahsyat. yaitu berupa senjata tajam, senjata api, peluru, senapan, meriam, kapal perang, nuklir dan lain-lain lagi yang pembuatannya mesti menggunakan unsur besi
.
Ngomong sama orang-orang Wahabi kok benar2 tak ada nyambung ya? Mungkin dasar keilmuan yg berbeda, kalau Wahabi itu ilmunya dari syetan makanya hawanya panas karena memancarkan api. Lihat dan buktikan sendiri muka-muka/wajah orang Wahabi tak ada yg menyejukkan kalau dipandang, maklum hawanya panas memancarkan api di raut wajahnya
.
wahabi slogannya kembali ke Al Qur’an dan Sunnah tapi dalil dan sunnah diputarbalikkan supaya sesuai dengan paham menyimpang wahabi serta untuk menghantam dan mengkafirkan fihak2 yang tidak sefaham dengan mereka, syaik2nya lebih diikuti dan dimuliyakan ketimbang Nabi Muhammad SAW. apa itu yang dinamakan Salafy yang mengikuti salafus shalih dan me-ngaku2 ASWAJA

.
Memang para pengikut Wahabi itu seperti kerbau dicucuk hidungnya, terlalu taqlid buta kepada Syaikh Albani dan kroco-kroconya. Seharusnya yg diikuti itu adalah AlQur’an dan AlSunnah, tetapi kalau Wahabi yg diikuti Syaikh-syaikhnya yg rata-rata jahil masalah agama. Makanya para pngikutnya juga rata-rata jahil, ngomong asal ngomong sehingga saya p[un ikut-ikutan gaya jahil Wahabi. Yah, buat ngimbangi kejahilan mereka , kwk kwk kwk kwk …
wahabi adalah mazhab resmi diarab saudi, orang2 wahabi di indonesia pun sangat taqlid buta terhadap arab saudi, orang goblok pun tau bahwa arab saudi adalah sahabat terdekat dari amerika yang dikendalikan yahudi, sudah jelaslah disini bahwa dibelakang wahabi/salafi bercokol yahudi
.

Ibnu Taimiyah Dalam Karyanya Mengatakan Bahwa Dari Arah Timur Akan Muncul FITNAH BESAR Dan PANGKAL KEKUFURAN

يقول المجسم ابن تيمية في كتابه المسمى (بيان تلبيس الجهمية) ج1 /ص 17 : و قد (تواتر) عن النبي صلى الله عليه و سلم إخباره بأن الفتنة و رأس الكفر من المشرق , الذي هو (مشرق مدينته كنجد) . انتهى. ابن تيمية مرجع الوهابية يسمي بلد محمد بن عبد الوهاب مطلعا للفتنة و رأسا للكفر قبل أن يأتي أذنابه بمئات من السنين
Terjemah “Bebas” :
al Mujassim Ibnu Taimiyah dalam kitab karyanya berjudul Bayan Talbis al Jahmiyyah, j. 1, h. 17 menuliskan sebagai berikut:
“Dan telah datang berita secara mutawatir dari Rasulullah yang memberitahukan bahwa  FITNAH BESAR dan PANGKAL KEKUFURAN akan muncul dari arah timur”.
Arah timur yang dimaksud oleh Rasulullah adalah arah timur dari tempat tinggal Rasulullah sendiri, yaitu arah timur kota Madinah. Dan yang dimaksud adalah Nejd. Lihat peta di atas ——————–>> Nejd adalah wilayah timur dari Kota Madinah.
Ibnu Taimiyah adalah “imam besar” dan “referensi yang tidak dapat diganggu gugat” bagi kaum Wahabi.

Ibnu Taimiyah  menamakan Nejd; –wilayah tempat munculnya ajaran sesat wahabi yang dirintis oleh Muhammad bin Abdil Wahhab– sebagai tempat kedatangan FITNAH BESAR dan tempat PANGKAL KEKUFURAN.

Ibnu Taimiyah telah menuliskan hal itu dalam karyanya di atas ratusan tahun sebelum kedatangan gerakan sesat Wahabi itu sendiri. Ironisnya, aqidah tasybih dan tajsim Ibnu Taimiyah kini menjadi “primadona tanpa tanding yang dipeluk erat” oleh kaum Wahabi.
catatan:
Ahmad ibn Taimiyah meninggal tahun 728 H.
Muhammad bin Abdul Wahhab meninggal tahun 1206 H
.

Mereka Menghapus pusaka dan warisan Islam yang masih tersisa agar kaum Muslim terputus dari sejarah Islam

Penghancuran di pemakaman Baqi’
Dengan alasan pemurnian tauhid dari bentuk kesyirikan, pemakaman Baqi’ menjadi korban penghancuran oleh kaum wahhabi salafi. Dengan alasan dangkal dan tidak masuk akal tersebut, mereka dengan bangga membongkar dan merusak peninggalan-peninggalan Nabi Muhammad Saw, rumahnya, kamarnya bahkan berencana ingin memindahkan makam dan menghancurkan kubahnya (Inna lillahi, kebodohan yang memuncak). Pemakaman para sahabat Nabi Saw di Baqi’ pun juga ikut diratakan dan dihancurkan kubah-kubahnya oleh mereka
.
Rabu 8 Syawal 1345 Hijriah bertepatan dengan 21 April 1925 mausoleum (kuburan besar yang amat indah) di Jannatul al-Baqi di Madinah diratakan dengan tanah atas perintah Raja Ibnu Saud. Di tahun yang sama pula Raja Ibnu Saud yang Wahabi itu menghancurkan makam orang-orang yang disayangi Rasulullah Saw (ibunda, istri, kakek dan keluarganya) di Jannat al-Ma’la (Mekah). Meskipun ada bantahan keras dari ulama-ulama di seluruh dunia waktu itu, mereka tetap tidak mengindahkannya
.
Penghancuran situs bersejarah dan mulia itu oleh Keluarga al-Saud yang Wahabi itu terus berlanjut hingga sekarang. Menurut beberapa ulama apa yang terjadi di tanah Arabia itu adalah bentuk nyata konspirasi Yahudi melawan Islam, di bawah kedok Tauhid. Sebenarnya, tujuan utamanya adalah secara sistematis ingin menghapus pusaka dan warisan Islam yang masih tersisa agar Kaum Muslim terputus dari sejarah Islam.
.
Generasi yang akan datang tidak akan mendapatkan bukti sejarah. Anak cucu kita, generasi mendatang tidak akan pernah dapat menyaksikan prasasti-prasasti, bukti-bukti, dan saksi-saksi bisu perjuangan para sahabat ra. Bahkan generasi sekarang (termasuk penulis) sudah tidak dapat menyaksikannya, kecuali dari buku-buku. Sedangkan buku-buku sejarah mudah sekali dimanipulasi. Jika buku-buku pun sudah ada yang dimanipulasi.. maka musnahlah sudah bukti sejarah semuanya.
.
Wahaby sudah melakukannya untuk kitab-kitab klasik.
Alasan dan argumentasi mereka meratakan dan menghancurkan pemakaman di Baqi’ adalah bahwa sebagian orang menjadikan tempat-tempat tersebut sebagai lokasi perayaan dan mempersekutukan Allah dengan menyembahnya, mengelilinginya, mengikat tali, menaburkan dedaunan atau menyembelih binatang sebagai persembahan kepadanya
.
Maka kita jawab ; bahwa semua tindakan tersebut tidak kami restui dan tidak kami setujui. Justru kami melarang aktivitas tersebut dan memperingatkan orang agar menjauhi hal tersebut. Praktek-praktek tersebut adalah termasuk kebodohan yang wajib diperangi. Sebab mereka yang melakukannya adalah orang-orang yang beriman kepada Allah, mengakui keesaan-Nya, dan bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Dia. Hanya saja mereka melakukan perbuatan yang salah dan tidak mengetahuai cara yang benar. Maka adalah sebuah kewajiban mengajarkan dan membimbing mereka. Hanya saja semua praktek-praktek keliru tersebut tidak membuat tempat-tempat itu ditelantarkan, dilenyapkan dan dihapus eksistensinya.
Berargumentasi dengan praktek-praktek menyimpang di atas adalah argumentasi tabu dan alasan yang lemah yang tidak bisa diterima di mata kalangan ulama dan cendikiawan. Karena hal itu bisa dihilangkan dengan larangan, pengawasan, amar ma`ruf nahi munkar, dan dakwah karena Allah dengan cara yang bijak, tutur kata yang baik dan perilaku terpuji dengan tetap mempertahankan jejak-jejak peninggalan kita, melestarikannya, dan memberikan perhatian kepadanya semata-mata untuk menjaga orisinalitas ummat, menunaikan hak sejarah dan melaksanakan amanah yang dibebankan kepada kita dan yang tidak lain adalah bagian orisinil dari sejarah kita yang agung dan sejaran Nabi Muhammad Saw
.
PERHATIAN AL-QURAN TERHADAP PENINGGALAN-PENINGGALAN PARA NABI DAN ORANG-ORANG SHOLIH

Dalam Al-Quran Allah menyebutkan kisah tabut bani Israil yang Dia jadikan pertanda
akan keabsahan Thalut sebagai raja mereka :
وَقَالَ لَهُمْ نِبِيُّهُمْ إِنَّ آيَةَ مُلْكِهِ أَن يَأْتِيَكُمُ التَّابُوتُ فِيهِ سَكِينَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَبَقِيَّةٌ مِّمَّا تَرَكَ آلُ مُوسَى وَآلُ هَارُونَ تَحْمِلُهُ
الْمَلآئِكَةُ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَةً لَّكُمْ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ
“Dan Nabi mereka mengatakan kepada mereka : “Sesungguhnya tanda ia akan menjadi raja, ialah kembalinya tabut kepadamu, di dalamnya terdapat ketenangan dari Tuhanmu dan sisa dari peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun ; tabut itu dibawa oleh malaikat….”
Tabut ini memiliki kedudukan yang tinggi dan status yang mulia. Ia berada di tangan mereka dan ditempatkan di depan saat mereka mengadakan peperangan. Dengan keberkahan tawassul kepada Allah dengannya dan dengan isinya mereka mendapat kemenangan. Mereka selalau membawa tabut saat memerangi musuh manapun
.
Baqiyyah ini adalah harta peninggalan Nabi Harun yaitu tongkat Nabi Musa, tongkat dan pakaian Nabi Harun, sepasang sandal dan dua papan Taurat. Demikian informasi yang bersumber dari tafsir Ibnu Katsir jilid I hlm. 313. Dalam tabut itu juga terdapat mangkok emas yang fungsinya untuk membasuh dada para nabi sebagaimana dikutip dari Al-Bidayah wan-Nihayah jilid 2 hlm. 8
.
Berkat peninggalan-peninggalan agung yang dinisbatkan kepada para hamba Allah terpilih ini, Allah meninggikan status tabut, meluhurkan derajatnya, menjaga dan merawatnya secara khusus saat bani Israil kalah akibat kemaksiatan dan pelanggaran yang mereka lakukan. Kekalahan ini karena mereka tidak mementingkan menjaga tabut.
Maka Allah menghukum mereka dengan mencabut tabut dari tangan mereka lalu Dia menjaga dan mengembalikan kembali kepada mereka agar menjadi bukti keabsahan Thalut sebagai raja mereka. Allah telah mengembalikan tabut kepada mereka dengan penuh kemuliaan dan penghargaan saat ia datan dibawa para malaikat. Adakah perhatian yang lebih besar melebihi perhatian terhadap peninggalan tersebut, pelestarian terhadapnya dan mengingatkan akal terhadap urgensi perkara tersebut, keagungan dan nilai kesejarahan, keagamaan dan peradabannya
.
Allah Swt berfirman :
وَكَذَلِكَ أعْثَرْنَا عَلَيْهِمْ لِيَعْلَمُوا أنَّ وَعْدَ اللّهِ حَقٌّ وَأنَّ السّاعَةَ لاَ رَيبَ فيها إذْ يَتنازَعُونَ بَيْنَهُم أمْرَهُم فَقَالُوا ابْنُوا عَلَيْهِم بُنْيَاناً رَبُّهُم أعْلَمُ بِهِم قَالَ الّذينَ غَلَبُوا عَلَى أمْرِهِم لَنَتَّخِذَنّ عَلَيْهِم مَسْجداً
“ Dan demikianlah Kami perlihatkan (manusia) dengan mereka agar mereka tahu bahwa janji Allah benar dan bahwa hari kiamat tidak ada keraguan padanya. Ketika mereka berselisih tentang urusan mereka, maka mereka berkata “ Dirikanlah sebuah bangunan di atas (gua) mereka “. Orang yang berkuasa atas urusan mereka berkata “ Kami pasti akan mendirikan masjid di atas kuburan mereka “. (Al-Kahfi : 21)
Ayat ini jelas menceritakan dua kaum yang sedang berselisih mengenai makam ashabul kahfi. Kaum pertama berpendapat agar menjadikan sebuah rumah di atas kuburan mereka. Sedangkan kaum kedua berpendapat agar menjadikan masjid di atas kuburan mereka.
Kedua kaum tersebut bermaksud menghormati sejarah dan jejak mereka menurut manhajnya masing-masing. Para ulama Ahli Tafsir mengatakan bahwa kaum yang pertama adalah orang-orang msuyrik dan kaum yang kedua adalah orang-orang muslim yang mengesakan Allah Swt
.
Lihat bagaimana Allah Swt mengabadikan tindakan para pecinta Ashabul Kahfi dan menjaga sejarah tersebut dengan membangunkan masjid di goa Kahfi tersebut ??
.
Allah tidak menegor atau mencelanya dan menjelaskan larangan tindakan tersebut padahal al-Quran adalah sebagai petunjuk dan penjelas kebenaran dari kebatilan, itu artinya Allah merekomendasikan tindakan mereka yang pertama membangun masjid di atas goa ashabul akhfi dan kedua tindakan mereka di dalam melestaraikan dan menjaga sejarah penting dan mulia tersebut agar menjadi pelajaran bagi umat muslim dan bukti akan kekuasaan Allah Swt.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar