Rabu, 15 Februari 2012

Mengenal Perjuangan FPI 26 Juni 2008....>>> ...AMAR MA’RUF NAHI MUNKAR YANG MENJADI LATAR BELAKANG BERDIRINYA FPI...>>..Sikap Lembut Dalam Amar Ma’ruf Nahi Munkar Firman Allah SWT : “Serulah (manusia) ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya, dan Dia lah yang lebih mengetahui tentang orang-orang yang mendapat petunjuk” (Qs An-Nahl 125) “Maka disebabkan rahmat dari Allah maka kamu bersikap lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap kasar tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkan ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya” (Qs Ali Imran 159) Sikap Tegas Dalam Amar Ma’ruf Nahi Munkar “Muhammad itu adalah utusan Allah, dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka” (Qs Al-Fath 29) “Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir di sekitar (yang memusuhi) kamu, dan hendaklah mereka merasakan sikap tegas darimu, dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang yang bertaqwa (Qs A-Taubah 123)>>>...Sikap Lembut Dalam Amar Ma’ruf Nahi Munkar Firman Allah SWT : “Serulah (manusia) ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya, dan Dia lah yang lebih mengetahui tentang orang-orang yang mendapat petunjuk” (Qs An-Nahl 125) “Maka disebabkan rahmat dari Allah maka kamu bersikap lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap kasar tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkan ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya” (Qs Ali Imran 159) Sikap Tegas Dalam Amar Ma’ruf Nahi Munkar “Muhammad itu adalah utusan Allah, dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka” (Qs Al-Fath 29) “Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir di sekitar (yang memusuhi) kamu, dan hendaklah mereka merasakan sikap tegas darimu, dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang yang bertaqwa (Qs A-Taubah 123)...>>... Doktrin Perjuangan FPI 1. Diperlukan niat yang benar-benar ikhlas. Yaitu niat membela agama Allah karena untuk mencari keridhaan Allah SWT, semuanya karena Allah tidak menuntut balasan dan ganjaran di dunia, apalagi sampai mengharapkan pujian atau upah di dunia. “Sesungguhnya amal perbuatan itu harus dengan niat. Dan sesungguhnya (ganjaran) bagi setiap orang itu didasarkan niatnya” (Sabda Rasulullah dalam sebuah hadits) 2. Mulailah dari diri sendiri Rasulullah bersabda, “Mulailah dari diri sendiri”. Maksudnya sebelum kita melakukan amar ma’ruf nahi munkar, maka mulailah kita mengajak diri kita sendiri untuk mulai melakukan kebaikan-kebaikan. Ajaklah diri kita sendiri untuk belajar menghindarkan kemungkaran dan perbuatan buruk lainnya yang dilarang agama. Diperlukan NIAT dan USAHA yang tulus untuk memperbaiki diri sebelum kita mengajak orang lain kepada kebaikan. Namun bukan berarti orang yang belum baik tidak boleh melakukan amar ma’ruf nahi munkar, karena yang penting syaratnya ia telah tobat dan berjanji untuk memperbaiki diri. Perhatikan dengan baik firman Allah SWT dalam QS, As Shoff ayat 2 dan 3 : “Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan.” Atau firman Allah SWT (Al Quran, Al Baqarah, 44) : “Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab? Apakah engkau sekalian tidak berpikir?” 3. Berani Untuk Mengatakan Yang Benar Rasulullah SAW bersabda, “Katakanlah yang haq (kebenaran) walaupun pahit akibatnya”. (HR Ahmad). Kebathilan pasti akan sirna dari hadapan kita selama ada orang yang melawannya, dan jadilah kita sebagai orang yang terdepan (yang paling berani) mengatakan kebenaran. 4. Siap Mengorbankan Nyawa dan Harta Diperlukan keberanian dalam menegakkan kebenaran. Keberanian (yang tidak konyol) hanya ada bila kita telah memiliki niat yang ikhlas dan keyakinan yang sangat kuat bahwa Allah SWT pasti akan membantu kita. Ingatlah selalu firman Allah SWT setiap kali hati kita mulai was-was, yaitu : ‘Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu’ . (QS, Surat Muhammad ayat 7) Pengorbanan harta telah disinggung dalam beberapa hadits dan Qur’an, antara lain dalam Qur’an, Allah berfirman : “Allah meninggikan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk sebesar satu derajat” (QS, An-Nisa 4:95) Pengorbanan fisik dan bahkan nyawa merupakan resiko lain yang dihadapi. Namun ingatlah bahwa kematian pasti akan datang dengan cara dan waktu yang telah ditakdirkan oleh Allah SWT. Manusia tidak pernah tahu kapan ia mati, bisa saja ia mati ketika sedang tidur, sedang di kendaraan atau lagi berperang. Khalid bin Walid, salah seorang pejuang syahid yang memimpin banyak perang di zaman Rasulullah dan para sahabat selalu memimpikan agar ia bisa mati di medan perang untuk mati sebagai syuhada. Tapi Allah SWT telah menentukan rencana-Nya sendiri dan mewafatkan Khalid dengan tenang di tempat tidur di rumahnya sendiri. 5. Keyakinan Akan Datangnya Pertolongan Allah SWT Dalam menyerukan orang lain agar menjauhi perbuatan buruk (munkar) kita pasti akan menghadapi kesukaran dan resiko, misalnya penolakan keras dari musuh kita. Hal ini sering menimbulkan rasa takut dan was-was. Allah SWT berfirman : “Janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya mereka pun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari Allah apa yang tidak mereka harapkan. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. (QS, An-Nisa 104) Ayat ini mengisyaratkan bahwa bila kita memperjuangkan dan membela agama Allah, maka : - jika kita lelah melawan musuh, maka musuh juga akan dibuat lelah oleh Allah. - jika kita khawatir melawan musuh, maka Allah juga menanamkan rasa khawatir yang sama pada diri mereka. - Jika kita menghabiskan waktu dan uang untuk melawan musuh, maka musuhpun akan mengalami kerugian waktu dan uang yang sama derajatnya - Jika musuh men-teror, mengancam dan mengganggu kita, maka sebenarnya Allah juga telah menanamkan rasa tertekan dan takut yang sama pada diri musuh kita. Di surat An-Nisa ayat 76, Qur’an mempertegas lemahnya kondisi musuh Islam yang sedang kita perangi, yaitu, “Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut (jalan syeitan), sebab itu perangilah kawan-kawan setan itu, karena sesungguhnya tipu daya setan itu adalah lemah”. Kedua ayat diatas menunjukkan bahwa Allah akan menanamkan kesusahan, kelemahan dan rasa ketakutan (jiwa pengecut) yang luar biasa dalam diri musuh Islam, namun hal ini memerlukan persyaratan, yaitu : 1. perjuangan kita harus ikhlas (berjuang karena Allah) 2. memiliki keyakinan yang kuat bahwa Allah pasti akan membantu kita (ingat surat Muhammad ayat 7, ‘Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu’ . (QS, Surat Muhammad ayat 7) Namun harus diingat, sebaliknya pertolongan Allah tidak akan datang bila kita tidak ikhlas (misalnya marah membabibuta atau karena mengharap imbalan dunia) dan bila kita ragu-ragu dan kurang yakin akan pertolongan dari Allah (kurang beriman).>>> Dasar Hukum Perjuangan FPI Dasar hukum perjuangan FPI dalam menegakkan amar ma’ruf nahi munkar adalah tunduk pada syariat Islam. Sedangkan kepada hukum negara, FPI akan tunduk sepanjang tidak berbenturan dengan ajaran agama Islam. Bila menghadapi peraturan dan undang-undang negara yang bertolak belakang dengan syariat Islam, maka FPI dalam perjuangannya akan berusaha untuk menyiasatinya hingga terhindar dari jebakan melawan hukum negara, sambil terus berjuang merubah segala ketentuan hukum yang sesat lagi menyesatkan menuju ke arah yang lebih Islami. Ini adalah kewajiban. Manfaat Keberadaan FPI Di Tengah Masyarakat Muslim Indonesia 1. Sebagai dukungan dan dorongan pada aparat (pemerintah, kepolisian & hukum) dalam program dan pelaksanaan tugasnya yang berkaitan dengan amar ma’ruf nahi munkar. 2. Sebagai kontrol sosial agar aparat (pemerintah, kepolisian & hukum) bisa melaksanakan tugasnya dengan baik, tidak lalai dan tidak sewenang-wenang 3. Sebagai tekanan yang berpengaruh besar agar pelaku maksiat tidak bebas bergerak di Indonesia 4. Sebagai wakil dari masyarakat muslim yang peduli terhadap penegakan amar ma’ruf nahi munkar di Indonesia..>>

 logo.jpg
http://groups. yahoo.com/ group/Tauziyah/ message/12266 Mengenal Perjuangan FPI (bab 1 - dari 8 bab)
http://fpijakpus.blogdetik.com/2008/06/26/mengenal-perjuangan-fpi/
Bagian I dari 8 Bab, Tulisan Mengenai FPI
Sehubungan dengan banyaknya opini negatif selama ini mengenai Front Pembela Islam (FPI), maka secara bersambung kami akan tampilkan penjelasan mengenai FPI yang berisi ringkasan pokok dari buku “DIALOG FPI - Amar Ma’ruf Nahi Munkar” karangan Habib Muhammad Rizieq Syihab (Ketua Umum FPI). Tulisan ini terdiri dari 8 Bab. Mudah-mudahan tulisan singkat ini bisa memperjelas latar belakang, tujuan berdirinya, prosedur standar kerja FPI dan strategi umum operasionalnya. Siapa saja terbuka membaca tulisan ini, entah ia mukmin, muslim, non-muslim, munafiq ataupun seorang musuh Islam. Semoga kita semua diberi-Nya hidayah selalu. Amiin.

AMAR MA’RUF NAHI MUNKAR YANG MENJADI LATAR BELAKANG BERDIRINYA FPI
Apa Kata Al-Qur’an Mengenai Amar Ma’ruf Nahi Munkar ?
Amar Ma’ruf (mengajak kepada perbuatan baik) Nahi Munkar (mencegah perbuatan buruk) merupakan :

1. Cara untuk mendapat keberuntungan, dunia dan akhirat (QS Ali Imran 104)
Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.

2. Ciri umat manusia yang terbaik (QS Ali Imran 110)
Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.
3. Dasar-dasar pembangunan akhlak sholihah (Qs Ali Imran 114)
Mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan mereka menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar dan bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebajikan; mereka itu termasuk orang-orang yang saleh.

4. Tugas mulia para nabi sejak dulu (Qs Al-A’raf 157)
(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang umi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang makruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Qur’an), mereka itulah orang-orang yang beruntung.

5. Sebab-sebab turunnya rahmat (Qs At-Taubah 71)
Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang makruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
 
6. Sifat seorang mukmin sejati (Qs Al-Hajj 41)
(yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, niscaya mereka mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang makruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.
 
7. Kewajiban yang diperintahkan Allah SWT (Qs Luqman 17)
Hai anakku, dirikanlah salat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).
Apakah Wajib Melakukan Amar Ma’ruf Nahi Munkar ?
Amar Ma’ruf Nahi Munkar hukumnya fardhu kifayah, artinya bila sebagian umat sudah menegakkannya dengan jumlah dan kekuatan yang memadai untuk mengajak kepada kebajikan dan mencegah kemunkaran maka gugurlah kewajiban sebagian umat lainnya.

Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:
“Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung”. Qs.Ali Imran (3):104
“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang makruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan sholat, menunaikan zakat, dan mereka ta’at kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” Qs.At Taubah (9):71
“Mereka beriman kepada Allah dan hari akhirat, mereka menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari munkar, dan bersegera berbuat pelbagai kebajikan. Mereka termasuk orang-orang yang sholeh.” Qs. Al-A’raf 157
************ ********* ********* *******
 http://groups. yahoo.com group/Tauziyah/ message/12313
Mengenal Perjuangan FPI (bab 2 - dari 8 bab)
Bagian ke-2 dari 8 Bab, Tulisan Mengenai FPI
Sehubungan dengan banyaknya opini negatif selama ini mengenai Front Pembela Islam (FPI), maka secara bersambung kami akan tampilkan penjelasan mengenai FPI yang berisi ringkasan pokok dari buku “DIALOG FPI - Amar Ma’ruf Nahi Munkar” karangan Habib Muhammad Rizieq Syihab (Ketua Umum FPI). Tulisan ini terdiri dari 8 Bab. Mudah-mudahan tulisan singkat ini bisa memperjelas latar belakang, tujuan berdirinya, prosedur standar kerja FPI dan strategi umum operasionalnya. Siapa saja terbuka membaca tulisan ini, entah ia mukmin, muslim, non-muslim, munafiq ataupun seorang musuh Islam. Semoga kita semua diberi-Nya hidayah selalu. Amiin.

Apakah Wajib Melakukan Amar Ma’ruf Nahi Munkar ?
Amar Ma’ruf Nahi Munkar hukumnya fardhu kifayah, artinya bila sebagian umat sudah menegakkannya dengan jumlah dan kekuatan yang memadai untuk mengajak kepada kebajikan dan mencegah kemunkaran maka gugurlah kewajiban sebagian umat lainnya.
Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:
“Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung”. Qs.Ali Imran (3):104
“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang makruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan sholat, menunaikan zakat, dan mereka ta’at kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” Qs.At Taubah (9):71
“Mereka beriman kepada Allah dan hari akhirat, mereka menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari munkar, dan bersegera berbuat pelbagai kebajikan. Mereka termasuk orang-orang yang sholeh.” Qs. Al-A’raf 157
Bagaimana Kalau Tidak Peduli Terhadap Amar Ma’ruf Nahi Munkar ?
“Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu.” Qs. Al Maa’idah (5):79
Rasulullah SAW bersabda :
“Bukan dari golongan kami orang-orang yang tidak mengasihi yang muda dan tidak menghormati yang tua, serta tidak mengajak orang lain untuk berbuat baik dan melarang yang munkar.”
Kewajiban Mencegah Kemunkaran
Al-imam Abi Daud rhm meriwayatkan bahwa Abdullah Ibn Mas’ud r.a. mendengar Rasulullah SAW bersabda bahwa : “Sungguh demi Allah, hendaklah engkau benar-benar menyerukan yang ma’ruf dan benar-benar mencegah yang munkar, dan sungguh-sungguh menentang tangan-tangan yang zholim, dengan mengembalikannya kejalan yang benar, dan agar menjaganya selalu di jalan yang benar”

Dampak Bila Tidak Amar Ma’ruf Nahi Munkar
Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:
“Dan peliharalah dirimu dari siksa yang tidak saja akan menimpa orang yang zholim diantara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksanya.” (QS. Al-Anfal 25)
Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a. mendengar bahwa Rasulullah SAW bersabda :
“Sesungguhnya manusia jika mereka melihat orang yang berbuat zholim dan tidak mencegahnya, maka telah dekatlah azab Allah yang akan menimpa mereka seluruhnya” (HR At-Tirmidzi)
Aisyah r.a. berkata, “Rasulullah SAW. bersabda : “Penduduk sebuah desa yang berjumlah delapan belas ribu orang disiksa, padahal amal-amal mereka seperti amal para nabi. Para sahabat bertanya, ‘Ya Rasulullah, bagaimana hal itu bisa terjadi?’ Nabi SAW menjawab, ‘Mereka tidak pernah marah karena Allah Azza Wa Jalla, karena mereka tidak melakukan amar makruf dan nahi mungkar.”
Abu bakar Ash-Shiddiq r.a.: “Dan sesungguhnya aku mendengar Rasulullah SAW.bersabda (yang artinya): “Bila suatu kaum berbuat maksiat, sementara di antara mereka ada yang mampu menegur mereka, namun tidak dilakukannya, melainkan Allah akan menimpakan siksa-Nya secara merata atas mereka dari sisi-Nya.”
Firman Allah dan sabda Rasulullah tersebut diatas sering dikutip para ulama ketika menyikapi bencana alam Tsunami baru-baru ini di Aceh dan Nias. Dimana terbukti bahwa bencana itu menimpa semua orang secara merata baik orang mukmin ataupun tidak. Wallahu a’lam bis shawab.

Sikap Lembut Dalam Amar Ma’ruf Nahi Munkar
Firman Allah SWT :
“Serulah (manusia) ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya, dan Dia lah yang lebih mengetahui tentang orang-orang yang mendapat petunjuk” (Qs An-Nahl 125)
“Maka disebabkan rahmat dari Allah maka kamu bersikap lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap kasar tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkan ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya” (Qs Ali Imran 159)

Sikap Tegas Dalam Amar Ma’ruf Nahi Munkar
“Muhammad itu adalah utusan Allah, dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka” (Qs Al-Fath 29)
“Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir di sekitar (yang memusuhi) kamu, dan hendaklah mereka merasakan sikap tegas darimu, dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang yang bertaqwa (Qs A-Taubah 123)
************ ********* ********* *******


 http://groups. yahoo.com group/Tauziyah/ message/12378
Bagian ke-3 dari 8 Bab, Tulisan Mengenai FPI
Sehubungan dengan banyaknya opini negatif selama ini mengenai Front Pembela Islam (FPI), maka secara bersambung kami akan tampilkan penjelasan mengenai FPI yang berisi ringkasan pokok dari buku “DIALOG FPI - Amar Ma’ruf Nahi Munkar” karangan Habib Muhammad Rizieq Syihab (Ketua Umum FPI). Tulisan ini terdiri dari 8 Bab. Mudah-mudahan tulisan singkat ini bisa memperjelas latar belakang, tujuan berdirinya, prosedur standar kerja FPI dan strategi umum operasionalnya. Siapa saja terbuka membaca tulisan ini, entah ia mukmin, muslim, non-muslim, munafiq ataupun seorang musuh Islam. Semoga kita semua diberi-Nya hidayah selalu. Amiin.

Mengapa Islam Perlu Dibela ?
Islam perlu dibela, dengan dalil-dalil antara lain :
“Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong-penolong (agama)” (QS, As Shaff, 14)
“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu” . (QS, Surat Muhammad ayat 7)
“Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama) -Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa” (QS, Al Hajj,
40)
Sayyid Quthb, dalam tafsir Qur’an Fi-Zhilalil Quran berpendapat bahwa menolong Allah berarti menolong rasul Allah, agama Allah dan aturan Allah dalam kehidupan ini. Jadi menolong Allah maksudnya menolong dan membela agama-Nya, dengan cara menjalankan perintah-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya semata-mata untuk mencari ridho Allah SWT.

Sikap Lembut Dalam Amar Ma’ruf Nahi Munkar
Firman Allah SWT :
“Serulah (manusia) ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya, dan Dia lah yang lebih mengetahui tentang orang-orang yang mendapat petunjuk” (Qs An-Nahl 125)
“Maka disebabkan rahmat dari Allah maka kamu bersikap lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap kasar tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkan ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya” (Qs Ali Imran 159)

Sikap Tegas Dalam Amar Ma’ruf Nahi Munkar
“Muhammad itu adalah utusan Allah, dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka” (Qs Al-Fath 29)
“Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir di sekitar (yang memusuhi) kamu, dan hendaklah mereka merasakan sikap tegas darimu, dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang yang bertaqwa (Qs A-Taubah 123)
Maknanya :
Kebathilan pada prinsipnya lemah, tapi kalau diatur secara sistematis dan terorganisasi dengan baik, maka kebathilan akan muncul dalam bentuk yang kuat dan kokoh
Teknis perjuangan untuk menegakkan kebenaran (Haq) memerlukan organisasi yang rapi dan sistematis.
Bathil yang kokoh (sistematis dan terorganisasi) dapat dikalahkan oleh Haq (kebenaran) yang juga kokoh (sistematis dan terorganisasi) .
Haq (kebenaran) yang tidak terorganisasi akan mudah dikalahkan oleh kebathilan yang terorganisasi.
************ ********* ********* *******
 http://groups. yahoo.com group/Tauziyah/ message/12428
Mengenal perjuangan FPI Bab 4 dari 8 bab
Bagian ke-4 dari 8 Bab, Tulisan Mengenai FPI
Sehubungan dengan banyaknya opini negatif selama ini mengenai Front Pembela Islam (FPI), maka secara bersambung kami akan tampilkan penjelasan mengenai FPI yang berisi ringkasan pokok dari buku “DIALOG FPI - Amar Ma’ruf Nahi Munkar” karangan Habib Muhammad Rizieq Syihab (Ketua Umum FPI). Tulisan ini terdiri dari 8 Bab. Mudah-mudahan tulisan singkat ini bisa memperjelas latar belakang, tujuan berdirinya, prosedur standar kerja FPI dan strategi umum operasionalnya. Siapa saja terbuka membaca tulisan ini, entah ia mukmin, muslim, non-muslim, munafiq ataupun seorang musuh Islam. Semoga kita semua diberi-Nya hidayah selalu. Amiin.

Lima Doktrin Perjuangan FPI
1. Diperlukan niat yang benar-benar ikhlas.
Yaitu niat membela agama Allah karena untuk mencari keridhaan Allah SWT, semuanya karena Allah tidak menuntut balasan dan ganjaran di dunia, apalagi sampai mengharapkan pujian atau upah di dunia.
“Sesungguhnya amal perbuatan itu harus dengan niat. Dan sesungguhnya (ganjaran) bagi setiap orang itu didasarkan niatnya” (Sabda Rasulullah dalam sebuah hadits)

2. Mulailah dari diri sendiri
Rasulullah bersabda, “Mulailah dari diri sendiri”. Maksudnya sebelum kita melakukan amar ma’ruf nahi munkar, maka mulailah kita mengajak diri kita sendiri untuk mulai melakukan kebaikan-kebaikan. Ajaklah diri kita sendiri untuk belajar menghindarkan kemungkaran dan perbuatan buruk lainnya yang dilarang agama.
Diperlukan NIAT dan USAHA yang tulus untuk memperbaiki diri sebelum kita mengajak orang lain kepada kebaikan. Namun bukan berarti orang yang belum baik tidak boleh melakukan amar ma’ruf nahi munkar, karena yang penting syaratnya ia telah tobat dan berjanji untuk memperbaiki diri.
Perhatikan dengan baik firman Allah SWT dalam QS, As Shoff ayat 2 dan 3 : “Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan.”
Atau firman Allah SWT (Al Quran, Al Baqarah, 44) : “Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab? Apakah engkau sekalian tidak berpikir?”

3. Berani Untuk Mengatakan Yang Benar
Rasulullah SAW bersabda, “Katakanlah yang haq (kebenaran) walaupun pahit akibatnya”. (HR Ahmad).
Kebathilan pasti akan sirna dari hadapan kita selama ada orang yang melawannya, dan jadilah kita sebagai orang yang terdepan (yang paling berani) mengatakan kebenaran.

4. Siap Mengorbankan Nyawa dan Harta
Diperlukan keberanian dalam menegakkan kebenaran. Keberanian (yang tidak konyol) hanya ada bila kita telah memiliki niat yang ikhlas dan keyakinan yang sangat kuat bahwa Allah SWT pasti akan membantu kita. Ingatlah selalu firman Allah SWT setiap kali hati kita mulai was-was, yaitu : ‘Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu’ . (QS, Surat Muhammad ayat 7)
Pengorbanan harta telah disinggung dalam beberapa hadits dan Qur’an, antara lain dalam Qur’an, Allah berfirman : “Allah meninggikan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk sebesar satu derajat” (QS, An-Nisa 4:95)
Pengorbanan fisik dan bahkan nyawa merupakan resiko lain yang dihadapi. Namun ingatlah bahwa kematian pasti akan datang dengan cara dan waktu yang telah ditakdirkan oleh Allah SWT. Manusia tidak pernah tahu kapan ia mati, bisa saja ia mati ketika sedang tidur, sedang di kendaraan atau lagi berperang. Khalid bin Walid, salah seorang pejuang syahid yang memimpin banyak perang di zaman Rasulullah dan para sahabat selalu memimpikan agar ia bisa mati di medan perang untuk mati sebagai syuhada. Tapi Allah SWT telah menentukan rencana-Nya sendiri dan mewafatkan Khalid dengan tenang di tempat tidur di rumahnya sendiri.

5. Keyakinan Akan Datangnya Pertolongan Allah SWT
Dalam menyerukan orang lain agar menjauhi perbuatan buruk (munkar) kita pasti akan menghadapi kesukaran dan resiko, misalnya penolakan keras dari musuh kita. Hal ini sering menimbulkan rasa takut dan was-was. Allah SWT berfirman : “Janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya mereka pun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari Allah apa yang tidak mereka harapkan. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. (QS, An-Nisa 104)

Ayat ini mengisyaratkan bahwa bila kita memperjuangkan dan membela agama Allah, maka :
- jika kita lelah melawan musuh, maka musuh juga akan dibuat lelah oleh Allah.
- jika kita khawatir melawan musuh, maka Allah juga menanamkan rasa khawatir yang sama pada diri mereka.
- Jika kita menghabiskan waktu dan uang untuk melawan musuh, maka musuhpun akan mengalami kerugian waktu dan uang yang sama derajatnya
- Jika musuh men-teror, mengancam dan mengganggu kita, maka sebenarnya Allah juga telah menanamkan rasa tertekan dan takut yang sama pada diri musuh kita.

Di surat An-Nisa ayat 76, Qur’an mempertegas lemahnya kondisi musuh Islam yang sedang kita perangi, yaitu, “Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut (jalan syeitan), sebab itu perangilah kawan-kawan setan itu, karena sesungguhnya tipu daya setan itu adalah lemah”.

Kedua ayat diatas menunjukkan bahwa Allah akan menanamkan kesusahan, kelemahan dan rasa ketakutan (jiwa pengecut) yang luar biasa dalam diri musuh Islam, namun hal ini memerlukan persyaratan, yaitu :

1. perjuangan kita harus ikhlas (berjuang karena Allah)
2. memiliki keyakinan yang kuat bahwa Allah pasti akan membantu kita (ingat surat Muhammad ayat 7, ‘Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu’ . (QS, Surat Muhammad ayat 7)

Namun harus diingat, sebaliknya pertolongan Allah tidak akan datang bila kita tidak ikhlas (misalnya marah membabibuta atau karena mengharap imbalan dunia) dan bila kita ragu-ragu dan kurang yakin akan pertolongan dari Allah (kurang beriman).
************ ********* ********* *******
 http://groups. yahoo.com group/Tauziyah/ message/12442
Mengenal Perjuangan FPI Bab 5 dari 8 bab
Bagian ke-5 dari 8 Bab, Tulisan Mengenai FPI
Sehubungan dengan banyaknya opini negatif selama ini mengenai Front Pembela Islam (FPI), maka secara bersambung kami akan tampilkan penjelasan mengenai FPI yang berisi ringkasan pokok dari buku “DIALOG FPI - Amar Ma’ruf Nahi Munkar” karangan Habib Muhammad Rizieq Syihab (Ketua Umum FPI). Tulisan ini terdiri dari 8 Bab. Mudah-mudahan tulisan singkat ini bisa memperjelas latar belakang, tujuan berdirinya, prosedur standar kerja FPI dan strategi umum operasionalnya. Siapa saja terbuka membaca tulisan ini, entah ia mukmin, muslim, non-muslim, munafiq ataupun seorang musuh Islam. Semoga kita semua diberi-Nya hidayah selalu. Amiin.

Dasar Hukum Perjuangan FPI
Dasar hukum perjuangan FPI dalam menegakkan amar ma’ruf nahi munkar adalah tunduk pada syariat Islam. Sedangkan kepada hukum negara, FPI akan tunduk sepanjang tidak berbenturan dengan ajaran agama Islam.
Bila menghadapi peraturan dan undang-undang negara yang bertolak belakang dengan syariat Islam, maka FPI dalam perjuangannya akan berusaha untuk menyiasatinya hingga terhindar dari jebakan melawan hukum negara, sambil terus berjuang merubah segala ketentuan hukum yang sesat lagi menyesatkan menuju ke arah yang lebih Islami. Ini adalah kewajiban.

Manfaat Keberadaan FPI Di Tengah Masyarakat Muslim Indonesia

1. Sebagai dukungan dan dorongan pada aparat (pemerintah, kepolisian & hukum) dalam program dan pelaksanaan tugasnya yang berkaitan dengan amar ma’ruf nahi munkar.
2. Sebagai kontrol sosial agar aparat (pemerintah, kepolisian & hukum) bisa melaksanakan tugasnya dengan baik, tidak lalai dan tidak sewenang-wenang
3. Sebagai tekanan yang berpengaruh besar agar pelaku maksiat tidak bebas bergerak di Indonesia
4. Sebagai wakil dari masyarakat muslim yang peduli terhadap penegakan amar ma’ruf nahi munkar di Indonesia

Karakteristik Perjuangan FPI
Karakteristik perjuangan FPI tercermin dalam 7 sikap :

1. Berani dan Tegas
Berani dalam menyampaikan pendapat, mengoreksi kesalahan, memberi solusi dan melakukan aksi. Tegas dalam mengambil keputusan, memegang prinsip, melawan kezholiman dan memerangi kemungkaran.
Seperti sabda Rasulullah SAW, “Katakanlah yang haq (kebenaran) walaupun pahit akibatnya”. (HR Ahmad).
Allah SWT berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, barang siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki- Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS, Al Maidah, 54)

2. Semangat dan militan
Ciri seorang militan adalah berjuang dengan ikhlas tanpa keluh kesah, tidak mengharapkan bayaran di dunia, tidak mengeluh karena lapar, siap mengeluarkan uang pribadinya untuk perjuangan hingga siap mengorbankan nyawanya untuk perjuangan. Menurut Habib Rizieq dalam bukunya “Amar Ma’ruf Nahi Munkar” dikatakan bahwa kebanyakan anggota FPI berasal dari golongan akar rumput. Mereka kalangan lemah yang biasa hidup susah dan menderita, namun semangat juang untuk ama ma’ruf nahi munkar sungguh luar biasa. Sehubungan dengan itu beliau mengutip beberapa hadits sbb :
Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah akan memenangkan umat ini dengan golongan lemahnya, lewat doa, shalat dan keikhlasan mereka” (dari Sa’ad Ibn Abi Waqqa ra., HR. Imam as-Suyuthi)
Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah engkau sekalian dimenangkan dan diberi rezeki melainkan karena orang-orang lemah kalin” (HR. Bukhari)

3. Sabar dan Tabah
Menjadi anggota FPI berarti siap menghadapi berbagai kesulitan, mulai dari fitnah, ancaman teror, penganiayaan, bahkan penculikan dan pembunuhan. Namun nyatanya pengalaman ini tidak menyurutkan langkah para laskar, bahkan dari hari ke hari anggota FPI bertambah terus dari berbagai penjuru.
Rasulullah SAW bersabda, “Akan datang kepada manusia suatu zaman yang seorang penyabar diantara mereka terhadap urusan agamanya seperti orang yang menggenggam bara api” (HR. Tirmidzi)

4. Mandiri dan Independen
Kemandirian dan independensi dalam FPI tercermin dalam antara lain :
- Setiap anggota berjuang dengan biaya dan resiko masing-masing. Seseorang yang sedang berjuang menegakkan amar ma’ruf nahi munkar berarti ia melakukannya karena Allah SWT bukan karena perintah pimpinan atau keputusan organisasi FPI. Peran FPI hanya menertibkan dan membantu sedapat mungkin agar sepak terjang anggotanya berjalan sesuai aturan hukum negara dan agama. Setiap aktivis harus tahu bagaimana cara berjuang yang benar dan siap menanggung sendiri resiko atas apapun yang terjadi. Ia berjuang karena Allah SWT, bertanggungjawab kepada Allah SWT bukan kepada pimpinan dan organisasinya. Ketika seorang aktivis terjerat hukum maka ia harus siap menanggung sendiri tanggungjawab hukum dan moral atas apa yang ia lakukan, dengan tidak melibatkan aktivis lainnya, baik kawan atau pimpinan. Namun FPI membantu secara moril dan bantuan penasihat hukum (pengacara) secara gratis.
- Secara organisasional setiap cabang FPI bersifat mandiri, baik swadaya secara ekonomi, dan swabina dalam membina aktifitasnya cabangnya. DPP (Pusat) - FPI secara organisasional melakukan pemberdayaan dan pembinaan menyeluruh untuk memelihara kelancaran komunikasi organisasi. DPP-FPI akan turun tangan secara organisasional hanya bila ada penyimpangan fatal dari maksud dan tujuan organisasi yang tak terselesaikan di tingkat daerah.

5. Substansial Formalitas
Sikap ini dianut oleh FPI, dimana FPI memandang bahwa syariat Islam harus diikuti dan dijadikan pedoman secara kaffah (sempurna). Islam sebagai aqidah, syariat dan akhlak sudah bersifat syamil (universal) dan kamil (sempurna) dan tidak boleh dirubah atau disesuaikan dengan kondisi setempat atau kondisi masyarakat yang ada.

6. Kompromis Dialogis
FPI sangat menjunjung tinggi musyawarah, baik internal maupun eksternal, dalam pengambilan sikap dan keputusan. Tentunya itu semua selama tidak bertentangan dengan batas-batas syariat agama.

7. Tradisionalis Moderat
Loyalitas yang ingin dibangun FPI adalah loyalitas kepada Islam, bukan loyalitas kepada organisasi (FPI) atau figur. Artinya selama organisasi dan figur pimpinannya berjalan sesuai dengan syariat Islam maka wajib kita taati dan patuhi, tapi tidak sebaliknya.
Sebagai bagian dari masyarakat, aktivis FPI harus membaur dengan masyarakat sekitarnya, menghormati para ulama, pemimpin formal masyarakat dan tetangga, selama mereka tidak melanggar syariat Islam.
************ ********* ********* *******
 http://groups. yahoo.com group/Tauziyah/ message/12492
Mengenal Perjuangan FPI, Bab 6 dari 8 bab
Bagian ke-6 dari 8 Bab, Tulisan Mengenai FPI
Sehubungan dengan banyaknya opini negatif selama ini mengenai Front Pembela Islam (FPI), maka secara bersambung kami akan tampilkan penjelasan mengenai FPI yang berisi ringkasan pokok dari buku “DIALOG FPI - Amar Ma’ruf Nahi Munkar” karangan Habib Muhammad Rizieq Syihab (Ketua Umum FPI). Tulisan ini terdiri dari 8 Bab. Mudah-mudahan tulisan singkat ini bisa memperjelas latar belakang, tujuan berdirinya, prosedur standar kerja FPI dan strategi umum operasionalnya. Siapa saja terbuka membaca tulisan ini, entah ia mukmin, muslim, non-muslim, munafiq ataupun seorang musuh Islam. Semoga kita semua diberi-Nya hidayah selalu. Amiin.

Mekanisme Perjuangan FPI

Mekanisme yang disebutkan dibawah ini hanya ringkasan. Sumber aslinya yaitu buku “DIALOG FPI - Amar Ma’ruf Nahi Munkar” oleh Al-Habib Muhammad Rizieq, berisi penjabaran yang sangat rinci, yaitu dari halaman 242 hingga 329.

Pola juang FPI dalam menegakkan amar ma’ruf nahi munkar, hendaknya berpedoman pada mekanisme (langkah-langkah proses kerja) sbb :
1. Kasus amar ma’ruf anhi munkar yang akan diperjuangkan terlebih dahulu harus dikaji berdasarkan syariat Islam oleh para ahlinya.
2. Kasus diusahakan diselesaikan terlebih dahulu dengan menempuh prosedur hukum formal negara yang berlaku, melalui :
- Menghimpun fakta sebagai bukti hukum
- Menghimpun dukungan konkrit masyarakat sekitar
- Pelaporan dan tuntutan ke seluruh instansi negara yang berwenang
1. Penggunaan dan pemanfaatan kekuatan umat saat prosedur menemui jalan buntu
Bila prosedur hukum formal negara menemui jalan buntu dan bila penegakan ama ma’ruf nahi munkar sudah mesti ditegakkan, dan bila berbagai pertimbangan sudah dilakukan dengan cermat dan sesuai syariat, maka FPI akan mengambil tindakan tegas dengan melibatkan segenap komponen umat.
Pola Juang FPI Disesuaikan Dengan Kondisi Wilayah Setempat
Ada 2 macam jenis pengelompokan wilayah yang dibedakan berdasarkan sikap masyarakat setempat dalam menyikapi keberadaan maksiat atau kemungkaran di wilayahnya, yaitu :
1. Wilayah Aksi Amar Ma’ruf
Yaitu wilayah padat maksiat dan didukung oleh masyarakat sekitarnya, atau setidaknya masyarakat sekitar tidak merasa terganggu dengan kemaksiatan yang ada.
Aksi yang harus dilakukan di wilayah seperti ini adalah kegiatan dakwah dan menyadarkan umat terlebih dahulu.
Tertib Aksi Amar Ma’ruf antara lain berpedoman pada firman Allah SWT, “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk” (QS, An-Nahl, 16:125).
Dengan demikian dalam Tertib Aksi Amar Ma’ruf harus berdasarkan urutan :
Berdakwah dengan hikmah (ilmu dan amal)
Berdakwah dengan nasihat yang baik
Berdakwah dengan dialog dan diskusi

2. Wilayah Aksi Nahi Munkar

Yaitu wilayah padat maksiat dan ditolak oleh masyarakat setempat atau setidaknya masyarakat diresahkan dan merasa terganggu dengan keberadaan tempat maksiat tersebut.
Aksi yang harus dilakukan di wilayah semacam ini adalah mendorong dan membantu masyarakat setempat secara optimal untuk menindak tegas segala kemaksiatan yang ada. Peran FPI di wilayah semacam ini sebagai pelayan umat dalam melakukan nahi munkar.
Tertib Aksi Nahi Munkar yang digariskan FPI dijelaskan secara khusus dalam bab berikutnya.
************ ********* ********* *******
 http://groups. yahoo.com group/Tauziyah/ message/12629
Mengenal Perjuangan FPI (bab 7 dari 8 bab)

Bagian ke-7 dari 8 Bab, Tulisan Mengenai FPI

Sehubungan dengan banyaknya opini negatif selama ini mengenai Front Pembela Islam (FPI), maka secara bersambung kami akan tampilkan penjelasan mengenai FPI yang berisi ringkasan pokok dari buku “DIALOG FPI - Amar Ma’ruf Nahi Munkar” karangan Habib Muhammad Rizieq Syihab (Ketua Umum FPI). Tulisan ini terdiri dari 8 Bab. Mudah-mudahan tulisan singkat ini bisa memperjelas latar belakang, tujuan berdirinya, prosedur standar kerja FPI dan strategi umum operasionalnya. Siapa saja terbuka membaca tulisan ini, entah ia mukmin, muslim, non-muslim, munafiq ataupun seorang musuh Islam. Semoga kita semua diberi-Nya hidayah selalu. Amiin.

Tertib Aksi FPI Dalam Nahi Munkar

Tertib Aksi FPI dalam Nahi Munkar antara lain berpedoman pada hadits Rasulullah SAW,
“Barang siapa diantara kamu melihat suatu kemunkaran maka hendaklah ia merubahnya dengan tangannya, dan jika ia tak mampu maka dengan lisannya, dan jika ia tak mampu juga maka dengan hatinya, dan itulah selemah-lemah iman” (HR Muslim dan Ibn Majah)

Hadits tersebut mengandung pengertian bahwa :

1. Mencegah kemungkaran berlaku bagi setiap kaum muslimin, karenanya dalam hadits tsb disebutkan “Barang siapa”. 
Apalagi kemungkaran sangat banyak jenis dan tingkatannya serta banyak pelakunya, maka pencegahannya tidak mungkin hanya dilakukan oleh ulama atau aparat pemerintah saja. Sudah menjadi kewajiban setiap muslim yang beriman untuk ikut mencegah kemungkaran.
2. Mencegah kemungkaran bukanlah pilihan langkah (alternatif) tindakan, melainkan urutan langkah tindakan, karena jelas dikatakan “jika ia tak mampu” maka pindah ke langkah berikutnya. 
Jadi bukan pilihan antara menggunakan tangan, lisan atau hati. Untuk mencegah kemungkaran pertama-tama harus dimulai dengan menggunakan ‘tangan’nya, dan selama ia mampu maka ia tak boleh meninggalkan langkah pertama tersebut. Inilah yang disebut dengan istilah Tertib Langkah, dan bukan pilihan langkah.
Perlu dicatat, bahwa ketika seseorang siap menggunakan ‘tangan’nya maka sebenarnya hati dan lisannya sudah lebih dulu melakukan perlawanan (terhadap kemungkaran) . Penggunaan lisan dan hati sebelum turunnya ‘tangan’ merupakan semangat Islam dalam mengedepankan kelembutan (musyawarah) sebelum ketegasan.
3. Mencegah kemungkaran dengan ‘tangan’ adalah dalam makna hakiki, maksudnya adalah ‘tangan’ ulama, ‘tangan’ umara (aparat hukum), dan ‘tangan’ semua umat Islam. 
Artinya siapapun yang memiliki ‘tangan’ (pengaruh / tekanan / tenaga / kekuatan) untuk merubah kemungkaran maka ia harus menggunakannya. Pengertian ‘tangan’ tidak bisa diganti dengan ‘kekuasaan’ dalam arti kekuasaan / jabatan polisi terhadap rakyatnya atau pimpinan terhadap bawahannya atau orangtua terhadap anaknya. Pengertian ‘tangan’ juga jangan hanya diartikan ‘fisik’, yang berarti boleh segera menyerang secara fisik untuk suatu kemungkaran. Pengertian ‘tangan’ berarti pengaruh (wibawa, kharisma, kekuasaan, kekuatan hukum) yang bisa kita gunakan untuk menekan seseorang / sekelompok orang. Penggunaan ‘tangan’ sebagai tenaga dan kekuatan fisik yang kita miliki dapat kita gunakan bila musyawarah dan tekanan-tekanan yang sudah kita lakukan menemui jalan buntu, itupun ada prosedurnya.
Secara prosedur, maka Tertib Aksi Nahi Munkar FPI harus melalui tahapan aksi sbb :
1. Nahi Munkar dengan ‘tangan’ , yaitu berupa pengaruh dan tekanan yang mampu kita gunakan, kekuasaan, tenaga, dan / atau kekuatan fisik yang kita miliki untuk menjauhkan kemungkaran dari masyarakat. Seperti telah dijelaskan diatas, bahwa bila kita telah siap / berani untuk menggunakan ‘tangan’ berarti otomatis kita siap juga dengan ‘lisan’ dan ‘hati’ kita. Penggunaan ‘lisan’ (sebelum ‘tangan’ kita gunakan) adalah bagian dari semangat dari mengedepankan musyawarah. Bila penggunaan ‘lisan’ (musyawarah) menemui jalan buntu maka kita kembali menggunakan ‘tangan’ kita yang telah kita siapkan sejak awal.
2. Nahi Munkar dengan ‘lidah’ , yaitu berupa ucapan, nasihat, teguran, musyawarah dan pendekatan untuk mengajak masyarakat menjauhi kemungkaran
3. Nahi Munkar dengan ‘hati’ , yaitu berupa pernyataan hati atau pernyataan sikap internal FPI untuk menolak suatu kemungkaran. Sifat penolakan ‘hati’ ini kadangkala terpaksa harus kita ambil manakala kita menghadapi suatu dilema berat, dimana bila ‘tangan’ kita gunakan maka diperkirakan mafsadah (kerusakan) nya akan lebih besar daripada maslahat (kebaikan) yang bakal kita peroleh. Bab berikut dibawah ini pedoman yang akan memperjelas kapan penggunaan ‘tangan’ boleh dilakukan.

Persyaratan Yang Harus Dipenuhi Sebelum Sikap ‘Tegas’ Dilakukan

1. Kemungkaran yang ada disepakati sebagai sesuai yang haram
2. Kemungkaran yang ada harus jelas dan nyata, terlihat dan bisa dibuktikan
3. Kemungkaran tersebut tidak bisa lagi dihadapi dengan kelembutan (musyawarah)
4. Tindakan tegas dan keras terhadap kemungkaran tersebut tidak menimbulkan mudharat yang lebih besar dan mafsadah yang lebih parah.
************ ********* ********* *******
 http://groups. yahoo.com group/Tauziyah/ message/12668
Mengenal Perjuangan FPI (Bab 8 dari 8 bab)
Bagian ke-8 dari 8 Bab, Tulisan Mengenai FPI
Sehubungan dengan banyaknya opini negatif selama ini mengenai Front Pembela Islam (FPI), maka secara bersambung kami akan tampilkan penjelasan mengenai FPI yang berisi ringkasan pokok dari buku “DIALOG FPI - Amar Ma’ruf Nahi Munkar” karangan Habib Muhammad Rizieq Syihab (Ketua Umum FPI). Tulisan ini terdiri dari 8 Bab. Mudah-mudahan tulisan singkat ini bisa memperjelas latar belakang, tujuan berdirinya, prosedur standar kerja FPI dan strategi umum operasionalnya. Siapa saja terbuka membaca tulisan ini, entah ia mukmin, muslim, non-muslim, munafiq ataupun seorang musuh Islam. Semoga kita semua diberi-Nya hidayah selalu. Amiin.

Persyaratan Anggota FPI
Dalam menegakkan amar ma’ruf nahi munkar, Imam Ghozali berpendapat bahwa umat Islam manapun bisa melakukannya karena anjuran Rasulullah untuk itu ditujukan kepada umat Islam (muslimin). Namun untuk FPI, secara keorganisasian dan demi menjaga kemurnian perjuangan dan menghindari penyusupan, maka FPI mensyaratkan hal dibawah ini bagi calon anggotanya :
1. Seorang muslim yang baik
2. Baik iman dan taqwa nya
3. Baik moral dan akhlaknya
4. Baik niat dan amalnya
5. Baik pengetahuannya mengenai amar ma’ruf nahi munkar (termasuk ilmu halal dan haram)
6. Sepengetahuan dan seizin orang tuanya (sesuai dengan pesan Rasulullah SAW dalam sebuah hadits)
7. Memiliki pengetahuan umum yang cukup memadai

TANTANGAN Yang Dihadapi Dalam Menegakkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Menegakkan amar ma’ruf Nahi Munkar adalah ibadah agama yang berat tantangannya. Janji pahala yang Allah berikan sangat besar, tapi godaan syeitan juga sangat besar. Beberapa tantangan yang dihadapi seorang pejuang Amar Ma’ruf Nahi Munkar antara lain adalah :

1. Pengorbanan harta (uang) dan waktu (dari keluarga) untuk perjuangannya
2. Pengorbanan tenaga, fisik hingga (paling tinggi) nyawa kita
3. Seorang pembela agama Allah juga siap untuk menghadapi ancaman fisik dan teror dari pihak musuh.
4. Tingkat godaan syeitan yang dihadapinya juga semakin berat. Berbagai cara dilakukan syeitan untuk melemahkan semangat kita, seperti :
perasaan was-was (takut), misalnya takut lelah, takut terluka, takut mati, takut miskin (takut habis duit), takut diancam orang, dan sebagainya
perasaan ujub, sombong dan riya’, misalnya ingin dipuji sebagai pahlawan pembela Islam
perasaan tidak sabar, gampang marah dan emosional, sehingga kita terpedaya oleh syeitan seolah-olah kita sedang membela agama Allah padahal kita sedang emosi (marah), sedangkan marah adalah sahabat syeitan.

IKHLAS DAN SABAR Dalam Berjuang

Seorang salafus sholihin pernah menasihati anak-anaknya, “Apabila seseorang dari kalian hendak melakukan amar ma’ruf nahi munkar, hendaklah ia memantapkan diri untuk bersabar dan meyakini datangnya pahala (dan perlindungan) dari Allah. Sebab, barang siapa yakin akan pahala (dan perlindungan) dari Allah SWT, maka ia tidak akan pernah khawatir akan timbulnya gangguan atas dirinya”. (dikisahkan dalam buku Ihya Ulumuddin, Imam Ghozali)

Allah memuji orang yang sabar dalam menegakkan amar ma’ruf nahi munkar. Firman Allah SWT :
“Dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan (musibah), penderitaan (kesulitan ekonomi) dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa”. (QS Al Baqarah, 177)

Allah menjanjikan kemenangan bagi orang yang bersabar, Firman-Nya :
“Jika kamu bersabar dan bersiap siaga dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu Malaikat yang memakai tanda. (QS, Ali Imran, 125)
Luruskan niat dan bersabarlah dalam menegakkan amar ma’ruf nahi munkar, bersabarlah dengan segala cobaan dan sikap musuh kita, karena Allah telah memberikan janji-Nya bahwa Ia akan menguatkan kedudukan kita kalau kita ikhlas menegakkan amar ma’ruf nahi munkar.
Firman Allah SWT :
“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu” . (QS, Surat Muhammad ayat 7)
“Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama) -Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa” (QS, Al Hajj, 40)
Janji Allah SWT Bagi Yang Mendukung Seorang Pejuang Pembela Allah
fpi-banner.jpg
Dari Zaid Ibn Khalid r.a, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa mempersiapkan (membiayai / mendukung) orang yang berjuang di jalan Allah, maka ia sama dengan yang berjihad, dan barang siapa tidak bisa berangkat jihad karena harus menjaga keluarga orang yang sedang berjihad maka ia sama dengan berjihad” (HR Bukhari -Muslim)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar