Senin, 20 Februari 2012

Grand Imam Sunni Iran Imam Maulana Maulawi Madani, menyambangi kantor MUI

Ulama "plat merah" Sunni Iran kunjungi MUI

Bilal. http://arrahmah.com/read/2012/02/20/18238-ulama-plat-merah-sunni-iran-kunjungi-mui.html
Senin, 20 Februari 2012 22:10:33
JAKARTA (Arrahmah.com) – 
Grand Imam Sunni Iran Imam Maulana Maulawi Madani, menyambangi kantor MUI pusat di Jl. Proklamasi Jakarta, Senin (20/2). Dalam kunjungannya itu, Imam Maulawi menjadi duta pemerintah Iran untuk menjelaskan kondisi umat Islam di Iran.
Dengan menggunakan bahasa Arab, Imam Maulawi menjelaskan kondisi umat Islam di bawah Rezim Ahmadinejad, yang menurutnya baik, sekaligus ia membantah kabar bahwa umat Islam Ahlus sunnah ditindas di Iran.
Pernyataan tersebut, tak pelak mengundang komentar dari beberapa ulama dan asatidz di MUI.  Salah satu asatidz yang mengunjugi acara tersebut dan sempat mengajukan sejumlah pertanyaan, yaitu Ustadz Farid Ahmad Okbah memberikan tanggapannya kepada arrahmah.com.
Menurut ustadz yang sekaligus peneliti Syi’ah ini, dalam merespon keterangan Grand Imam Sunni Iran tersebut, perlu dikonfirmasi kembali, karena Imam tersebut merupakan utusan resmi pemerintah Iran.
“Kita perlu konfirmasi ulang tentang kondisi ahlus sunnah di Iran, dari sumber lain supaya objektif,” kata Ustadz Farid kepada arrahmah.com di kantor MUI Pusat Jl. Proklamasi, Jakarta, Senin(20/2).
Ustadz Farid menjelaskan, bahwa apa yang terjadi di Iran terhadap kondisi  ulama-ulama Ahlu sunnah, berbeda sekali dengan apa yang dipaparkan oleh Imam Sunni utusan pemerintah Iran. Dalam data-data yang beliau dapat mereka mengalami kondisi yang  menyulitkan. Seperti adanya penyiksaan, pemenjaraan, dan penindasan.
“Kita mempunyai data-data dari ulama-ulama sunni Iran non pemerintah yang menunjukkan data-data yang berbeda dengan yang disampaikankan tadi,” ujar pengasuh Islamic Center di Pondok Gede ini.
Bahkan beliau, sempat menunjukkan kepada Imam Maulawi buku seorang ulama Syi’ah Iran yang menjadi sunni dan mengalami penindasan di sana.
“Salah satu ulama Syi’ah yang masuk menjadi sunni dan  mendapat tekanan, yaitu Ayatullah Udzma Burqawi setingkat Khameini,” beber Ustadz Farid sembari menunjukkan buku.
Dalam acara tersebut, Ustadz Farid pun sempat memberikan pandangan terhadap upaya taqrib (penyatuan) antara Sunni dan Syi’ah. Menurutnya, boleh saja mereka berniat melakukan persatuan. Akan tetapi harus dengan dua syarat yang harus dipenuhi oleh Syi’ah.
Syarat pertama, Syi’ah tidak boleh melakukan pencelaan terhadap para Sahabat, yang biasa mereka lakukan selama ini, tak terkecuali di Indonesia.
“Tadi saya kasih bukti bahwa Syi’ah di sini melakukan pencelaan terhadap Sahabat dalam acara resmi mereka,” terangnya.
Syarat kedua, Syi’ah tidak boleh melakukan Syi’ahnisasi terhadap ahlus sunah, dengan mengajak masyarakat Sunni masuk ke dalam syi’ah.
“Kalau mereka ingin bersatu boleh saja. Tetapi jangan mengajak ahlus sunnah kepada syi’ah, atas nama ahlul bait mereka membawa ahlus sunnah kepada syi’ah,” lontar ustadz farid.
Lebih dari itu, beliau meminta Syi’ah dapat bersikap jujur dalam membangun upaya penyatuan antara sunni dan syi’ah. Jangan selalu berbeda antara perbuatan dengan apa yang dikatakan.
“Jadi kita fair-fair saja lah, kalau mereka ingi menjadi syi’ah ya sudah, jangan menyakiti kita, jangan mengajak-ajak kita menjadi syi’ah, kalau mereka ingin menjadi syiah, ya urusan merekalah nanti dengan Allah,” tutur beliau.
Adapun menanggapi sosok imam besar Sunni Iran tersebut, Ustad Farid menganggap Imam tersebut belum bersikap objektif dalam pemaparannya terhadap kondisi masyarakat Sunni di Iran, dikarenakan Imam tersebut adalah penasihat Kepresidenan di Iran.
“Kalau inikan ulama plat merah, makanya tidak objektif. Saya melihat tadi, ulama mengaku ahlus sunnah tetapi melakukan pembenaran terhadap mut’ah, memaklumi versi Syi’ah. Dia memberikan jawaban ganda,” pungkasnya. (bilal/arrahmah.com)

rizal maliki 1 comment collapsed Collapse Expand
biasa plat merah harus pro pemerintah yang berkuasa, banyak bukti kalo syi'ah menindas sunni di iran
Umarov 1 comment collapsed Collapse Expand
Katanya sih Sunni...Katanya...tapi kok membenarkan mut'ah, jangan2 sedang taqiyah
Zainal Ariefin 1 comment collapsed Collapse Expand
arifin :
saya muslim menganjurkan ... dan mengajak..semuanya .. jangan terlalu berperasangka buruk Sdr2... kita kan sunny juga... Sy gak paham apa sih yg dibencikan sesama muslim.. ??? Kok semuanya seperti selalu salah... ini.. salah itu...
Saya khawatir... kita kehilangan pokok ajaran dan rahmat Allah SWT yakni bersatu - bersaudara sesama muslim.. bersilaturahim... Kalau perlu dan mampu saling berkunjunglah... kesemua .. sdr2 muslim.. yang Sunni yang syiah... agar persatuan dan ilmu dan ajaran gama itu bisa benar2 difahami.. dan ambil ruh Islam- Api Islam-Jiwa kekuatan Islam.. Membangun Kejayaan Umat Islam dan agama Islam... Membangun Kedaulatan Islam dengan amal syariahnya.. yang utuh dan komprehensif..
Bukan untuk terus mengobarkan perselisihan sesama muslim..  dari abad keabad.. gak pernah ada solusi ... Ilmu Islam kan terbuka... kalau mampu pelajari seutuhnya seluruhnya... Insya Allah umat kita menjadipinter2.. dan semoga dalam cahaya Kebenaran Allah SWT.. Semoga menjadi muslim yang mumpuni dan diberkahi..
Awas dan hati2 politik devide et impera kaum kafirin-munafikin-fasikin.. yang selalu meng-obok2 umat Islam.. Kuatkan persaudaraan dan persatuan Umat Islam dengan silaturahim yang tulus.. Aamiin.
Zainal Ariefin 1 comment collapsed Collapse Expand
Sdr2 muslim Syiah-Sunny.. bersatulah.. dan galilah semua ajaran2 Islam yang agung serta ruh dan api Islam yang penuh cahatya rahmat...  dengan semua amal dan perbuatan serta aplikasi ajaran agung itu... agar kita2 ini umat awam merasakan rahmatnya.mulianya. dari keutuhan para ulama2-zuama-umara dan semua lapisan umat Islam yang berjiwa Islam dan beragama Islam secara benar...dan komprehensif..
Ketaatan kepada ajaran Islam yakni al QurĂ¡n dan Sunnah Rasulullah adalah ajaran2 yang sangat terbuka..dan demikian banyak hasil karya2 Ulama2 Haq dan Imam2 shalihin.. yang berhasil mencerahkan... Umat,,
Hayyo kita bersatulah Sdr2 ku dengan ikhlas.. untuk kejayaan dan kemuliaan Agama Islam dan Umat Islam...
Semoga kita bisa menjauhkan pertikaian dan perselisihan.. diantara muslim dengan cara2 agama..dan akhlak Rasulullah SAW...
Kita wjib menghormati dan memuliakan tamu ulama2 yang berkunjung kenegeri kita.. Terlebih ini utusan Umat suatu bangsa... yang muslim..
Bahkan terhadap non muslim pun.. tetap kita wajib menghormati.. dan melindunginya.. selama kita menjadi tuan rumahnya...
Adapun.. sesuatu yang kita tidak paham dengan mereka.. seyogianya silaturahim dan dikounikasikan dengan cara2 akhlakulkarimah... Wassalam

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar