Senin, 20 Februari 2012

...Menyatukan Sunni-Syiah...???!! Awas dan hati2-lah KH Tengku Zulkarnain... jangan kebelinger yah...>>> Kami Umat mengharapkan para Ulama semakin sadar.. agar Umat Bersatu...>> Seharusnya Syiah-Suny bisa.dan harus..... untuk bersatu... asal ada niyat ikhlas dari para tokoh ulama dan pemimpin Umat Islam dari semua pihak...>>> Niyat ibadah kepada Allah dan untuk kemaslahatan dan kejayaan Umat Islam dan agama Islam...>>karena masih sesama muslim ..>> .dan perbaharui paradigma dan pola pikirnya semua ... bahwa mazdhab bukanlah menjadi alat perpecahan tetapi sebagai bagian . dari keragaman tafsir dan sumber2 keilmuan...>>> seyogianya umat Islam zaman akhir ini mempelajari kesemua sumber ilmu.. dan menjadikan referensi2 untuk lebih meningkatkan Ruh Islam..dan Api Islam.. agar semakin kuat dan bercahaya... serta menjadikan Umat Islam berdaulat secara real...!!!! Tegakan syariah secara kaffah dan utuh menyeluruh.. serta membangun masyarakat Muslim yang kuat dan bersatu serta berilmu secara komprehensif...>>> hayyo kuatkan persatuan Ummat Islam dengan benar-totalitas.. dan lurus kepada Allah dan Rasulullah SAW..>> Jangan lagi bertikai sesama muslim... >>> Jangan lagi terperangkap isue2 dan ajaran2 devide et impera... oleh para Munafikin-Kafirin-dan Fasikin... kaum penjajah-dan para inteligen iahat anti Islam.. yang menyusup dan membujuk-bujuk. untuk perpecahan... sesama muslim.. yang selalu merajalela dan saling bekerjasama..dengan para Penjajah dan antek2nya...>>...Dalam diskusi tersebut, dari kalangan Sunni hadir antara lain: KH. Mahyidin Junaidi (MUI), Ustadz Rasmin Zaitun (Wahdah Islamiyah), Ustadz Fariq Uqbah (Al Islam), Ustadz Ahmad Satori (IKADI), KH. Hamdan Rasyid (Ketua MUI DKI), KH. Syaifudin Amsir (Syuriah PP PBNU), KH. Muhammad Al Khaththath (FUI), Anwar Abas (Muhammdiyah), KH. Tengku Zulkarnain (MUI). Sedangkan, dari kalangan Syiah dihadiri oleh: Umar Syihab (MUI), Dr.Mahmoud Farazandeh (Dubes Republik Islam Iran), dan beberama tokoh Syiah lainnya.>>> Kita Umat Islam Indonesia harus mendukung dan menunjukkan sikap berakhlakul karimah..dan memuliakan tetamu Muslim kita......>> Terlebih ini Utusan Negara Muslim dari Iran.. dan dengan jiwa besar telah memberikan upaya dan niyat baiknya.. dalam menguatkan persatuan Umat Islam....dan silaturahim...>>> Adalah menyedihkan jika konon tokoh2 Islam di Indonesia .. sudah secara dini.. penuh syakwasangka... dan niyat setengah-setengah.. dalam menjalin kekuatan Islam dan muslimin .. >>> Terlebih saat ini Umat Islam dimanapun sedang dihujat dan dideskreditkan.. oleh para Regime... Penjajah Kriminal Internasional... dan para antek2nya dan juga media2 mainstream... Penjajah dan antek2nya diseluruh dunia... >>> Lihatlah kondisi Umat Islam Afrika... seluruh dunia Islam disana di-obok2- dan dan dinista..nya.. dan Umat disana sedang bercakar-cakaran.. karena kejumudan dan kebelingerannya...hasil adu domba media-dana-dan politik Barat..dan Non muslim..serta antek2nya..para kekuasaan boneka....>> Juga di Timur-Tengah- dari Lebanon hingga ke Afghanistan...>> semua pola adu domba dan intervensi Regime Penjajah Kriminal Internasional .. turut mencarut-marutkannya... seperti zaman abad 19 dan 20 yang lalu.. dimana dalam sejarah telah tercatat.. akhirnya Kekaisaran Islam Ustmani ber-keping-keping..dan menjadi negara2 kecil yang dihuni dan dikuasai oleh pemimpin2 sekuler dan anti dan fobia terhadap Islam dan ajaran Islam...dan juga para penguasa boneka2 Penjajah.. yang jiwa2 mereka telah takluk...tak berdaya..>>> Sadarlah MUI...dan semua tokoh2 Muslim dan Islam...>>> Hayyoo perbaharui sikap dan niyat Sdr2.. untuk lebih baik-bersilaturahim-dan bersatu sesama Muslim.. serta solidaritas secara utuh-komprehensif dan menyeluruh..>>> Merdeka dan Berdaulat sebagai Muslim yang kaffah-komperhensif dan menyatu..lurus dan berdaulat secara sebenarnya- nyata dan realistis...>>> Bukan kekuatan Islam yang semu.dan menjadi kuda tunggangan serta antek2 para Penjajah dan umat lain non.muslim.. dan diperlakukan sebagai antek2 dan budak2 jajahan..terselubung...???!!! Waspadalah Sdr2 muslim dengan pemikiran..terpecah belah..dan ego-jumawa-hanya untuk gagah2an dan mengharapkan pujian para Penjajah Kriminal Internasional yang dikuasai AS-Eropa-Israel-dan para anti Islam dan Fobia Islam...>> Hayyooo Bersatulah para Muslimin seluruhnya.. dengan ikhlas.. dan meluruskannya kepada Allah dan Rasulullah SAW...>>> Aamiin. ......>>> Awas dan waspadalah dengan penyusupan JIL di MUI oleh agen2 politik berkuasa... yang konon selalu enggak dan menolak adanya dasar2 Syariah diaplikasikan secara legitimate.. seperti pada PERDA....>>> Salah satu ideologi Dunia Barat yang saat ini dipropagandakan kepada umat Islam adalah pemikiran liberal (liberalism). Liberal bisa diartikam “bebas dari batasan” atau “bebas tanpa batas”. Konsep ini tentunya sangat tidak cocok digunakan oleh orang yang mengaku muslim, karena liberalism menawarkan konsep kehipan yang bebas dari pengawasan. Liberalisme Islam berarti membebaskan manusia dari dogma, norma, dan ajaran Islam. Sedangkan inti dari Islam adalah ajarannya itu sendiri....>>> ...JIL, Agen Barat Yang Mau Menjauhkan Kaum Muslimin dari Ajaran Islam ..>> Dan bukan tidak mungkin sudah disusupkan dengan berbagai cara dan loby.. melalui kekuatan politik kekuasaan ... untuk memandulak kekuatan MUI yang seharusnya menjadi Kekuatan dan Imam Umat Islam Indonesia.. >>> Waspadalah Umat Islam.. dan Kuatkan Persatuan-Silaturahim-Persaudaraan dan Solidaritas Muslimin Indonesia dan Muslimin Dunia.. untuk Membangun Kedaulatan-Kemerdekaan-Kebenaran-Keadilan-Kemakmuran-dan Kemanan dan Kesejahteraan Umat dan Kemanusiaan...Seutuhnya.. Seluruhnya...>>> Aamiin.>>"Ada baiknya Anda kroscek sekaligus silaturrahim ke FPI, jangan kata orang. Setahu saya setelah banyak berinteraksi orang2 FPI, pengurus FPI itu sangat tegas kepada anggotanya yang bermasalah. Pernah ada lasykar FPI yang dipecat gara-gara berpacaran. Bahkan belum lama ini FPI tidak menghalang-halangi anggotanya yang terlibat pengrusakan kantor Mendagri untuk diproses hukum. Saran saya silaturrahim aja dulu, Pak!"...>> Satpol PP Hentikan Pungli Setelah Ditulis ''Kandang Ini Milik FPI''...>> semoga tidak jadi jumawa... ikhlas saja.. hai Sdr2 FPI...>> Teruskan Perjuanganmu dan jihadmu.... >>> Merdeka... !!! Allahu Akbar..!!! Allahu Akbar...!!!. Dalam diskusi tersebut, dari kalangan Sunni hadir antara lain: KH. Mahyidin Junaidi (MUI), Ustadz Rasmin Zaitun (Wahdah Islamiyah), Ustadz Fariq Uqbah (Al Islam), Ustadz Ahmad Satori (IKADI), KH. Hamdan Rasyid (Ketua MUI DKI), KH. Syaifudin Amsir (Syuriah PP PBNU), KH. Muhammad Al Khaththath (FUI), Anwar Abas (Muhammdiyah), KH. Tengku Zulkarnain (MUI). Sedangkan, dari kalangan Syiah dihadiri oleh: Umar Syihab (MUI), Dr.Mahmoud Farazandeh (Dubes Republik Islam Iran), dan beberama tokoh Syiah lainnya. Dalam diskusi tersebut, dari kalangan Sunni hadir antara lain: KH. Mahyidin Junaidi (MUI), Ustadz Rasmin Zaitun (Wahdah Islamiyah), Ustadz Fariq Uqbah (Al Islam), Ustadz Ahmad Satori (IKADI), KH. Hamdan Rasyid (Ketua MUI DKI), KH. Syaifudin Amsir (Syuriah PP PBNU), KH. Muhammad Al Khaththath (FUI), Anwar Abas (Muhammdiyah), KH. Tengku Zulkarnain (MUI). Sedangkan, dari kalangan Syiah dihadiri oleh: Umar Syihab (MUI), Dr.Mahmoud Farazandeh (Dubes Republik Islam Iran), dan beberama tokoh Syiah lainnya.

Selasa, 21 Feb 2012

KH. Tengku Zulkarnaen: Mimpi Jika Menyatukan Sunni-Syiah

JAKARTA (VoA-Islam) – 
Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Tengku Zulkarnain menegaskan, dalam rapat pimpinan MUI yang diadakan tiga bulan lalu, telah disepakati, bahwa MUI tidak akan bekerjasama dengan Pemerintah Syiah Iran, kecuali dalam hal ekonomi dan keuangan syariah.

“Kerjasama tingkat dunia antara Sunni-Syiah itu sama halnya dengan bermimpi,” kata KH. Tengku Zulkarnain saat dijumpai Voa-Islam, usai diskusi tentang Kaum Sunni di Iran oleh Grand Imam Sunni Iran, Maulana Maulawi Madani.

Dalam diskusi tersebut, dari kalangan Sunni hadir antara lain: KH. Mahyidin Junaidi (MUI), Ustadz Rasmin Zaitun (Wahdah Islamiyah), Ustadz Fariq Uqbah (Al Islam), Ustadz Ahmad Satori (IKADI), KH. Hamdan Rasyid (Ketua MUI DKI), KH. Syaifudin Amsir (Syuriah PP PBNU), KH. Muhammad Al Khaththath (FUI), Anwar Abas (Muhammdiyah), KH. Tengku Zulkarnain (MUI).

Sedangkan, dari kalangan Syiah dihadiri oleh: Umar Syihab (MUI), Dr.Mahmoud Farazandeh (Dubes Republik Islam Iran), dan beberama tokoh Syiah lainnya.

Saat diskusi, KH. Tengku Zulkarnain yang juga Wakil Ketua Komisi Fatwa Mathlaul Anwar , mempertanyakan kenapa di Irak tidak ada dari kalangan Sunni yang menjadi Menteri maupun gubernur. Sedangkan di Indonesia, kaum Syiah bisa menjadi Menteri.

Soal kenapa Syiah mencaci maki sahabat Nabi, tak terkecuali istri Nabi (Aisyah)? Lalu dengan diplomatis, ulama Syiah itu mengatakan, mereka adalah pengikut Syiah yang bodoh. 

“Jika begitu, berarti  Jalaluddin Rahmat alias Kang Jalal itu bodoh, karena telah membuat puisi berjudul Fatimah dalam bukunya, yang menyebut sahabat Nabi Abu Bakar Shiddiq sebagai perampas. Khalifah Abu Bakar juga disebut telah merampas Ali. Jadi orang Syiah yang mencela sahabat Nabi itu bodoh,” kata Tengku.
Terkait nikah mut’ah, madzhab Syiah terang-terangan telah membolehkan. Dari sini sudah jelas, tidak mungkin mempersatukan antara Sunni-Syiah, karena dari awal sudah berbeda, terutama dalam hal-hal pokok agama (ikhtilaf usul). Jadi sekali lagi, mimpi jika menyatukan Sunni-Syiah. “Jika orang Syiah anggap Sunni itu sesat, maka begitu juga Sunni menilai Syiah itu sesat. Jadi kesimpulannya dalam pertemuan tersebut, biarlah Sunni-Syiah jalan masing-masing. Hubungan Sunni-Syiah hanya sebatas wawasan pemikiran dan politik, bukan madzhab.”
MUI sendiri telah mengimbau kepada umat Islam agar mewaspadai gerakan Syiah di Indonesia. Ketika ditanya, bagaimana dengan Umar Syihab yang dituding sebagai Syi’i? Tengku Zulkarnain mengatakan, kita sudah tanya pada saudara Umar Syihab tentang apakah anda seorang Syiah? Tapi tetap saja Umar Syihab tidak pernah mau mengakui dirinya sebagai Syi’i. “Asal tahu saja, diskusi ini, sesungguhnya adalah atas prakarsa Umar Syihab,” kata KH. Tengku. (Desastian)

JIL, Agen Barat Yang Mau Menjauhkan Kaum Muslimin dari Ajaran Islam


Pemikiran liberal mulai muncul di peradaban Barat, bukan dari Islam. Tercatat, mulai pada awal abad pertama Masehi yang pada saat itu kekuasaan dunia berada di bawah Imperium Romawi.

Perkembangannya terus berlanjut pada abad pertengahan. Ketika itu terjadi gerakan Reformasi Gereja disertai dengan munculnya para pemikir yang menentang dominasi Gereja, menghendaki disingkirkannya agama dari kehidupan dan menuntut kebebasan.

Pada abad-abad selanjutnya, pemikira itu mulai berubah menjadi seruan untuk memisahkan agama dari kehidupan. Revolusi Perancis tahun 1789 dianggap sebagai puncak penentangan terhadap gereja yang akhirnya memisahkan dari masyarakat, negara, dan politik. Sejak itulah lahir sekularisme-liberalisme yang menjadi dasar bagi seluruh konsep ideology dan peradaban Barat.

Salah satu ideologi Dunia Barat yang saat ini dipropagandakan kepada umat Islam adalah pemikiran liberal (liberalism). Liberal bisa diartikam “bebas dari batasan” atau “bebas tanpa batas”. Konsep ini tentunya sangat tidak cocok digunakan oleh orang yang mengaku muslim, karena liberalism menawarkan konsep kehipan yang bebas dari pengawasan. Liberalisme Islam berarti membebaskan manusia dari dogma, norma, dan ajaran Islam. Sedangkan inti dari Islam adalah ajarannya itu sendiri.

Sejarah mencatat, ada beberapa tokoh penting yang melahirkan dan meneruskan gagasan liberalisme, diantaranya Syah Waliyullah dari India (1703-1762), Aqa Muhammad Bihbihani dari Iran (1790), Rifa’ah Rafi al-Tahtawi dari Mesir (1801-1873), Shihabuddin Marjani dari Rusia (1818-1889), Ahmad Makhdun dari Bukhara (1827-1897).

Kemudian di India muncul Sir Sayyid Ahmad Khan (1817-1825) dan Amir Ali (1879-1928) serta Asat Ali Asghar Fyzee (1889-1981). Lalu muncul Qasim Amin dari Mesir (1865-1908), Ali Abd. Raziq (1888-1966). Dan dilanjutkan oleh Muhammad Khalafullah (1926-1997). Di Al-Jazair, muncul nama Muhammad Arkoun (1928). Di Pakistan, ada nama Fazlur Rahman. Di Indonesia muncul Nurcholis Madjid (murid Fazlur Rahman di Chicago) yang memelopori firqah liberal bersama Djohan Effendi, Ahmad Wahib, dan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

Sudah menjadi rahasia umum, bahwa penjajahan yang terjadi di Indonesia selama berabad-abad lamanya, membawa berbagai misi dan kepentingan. Salah satunya adalah penanaman pemikiran-pemikiran sekuler sebagai akar liberalisme yang dilakukan oleh Pemerintah Belanda melalui politik etisnya.

Indonesia merupakan lahan subur untuk tumbuhnya berbagai bentuk pemikiran, termasuk diantaraya pemikiran liberal. Liberalisasi pun merambat ke berbagai sendi, mulai dari politik, ekonomi, dan yang paling penting adalah liberalisasi agama. Dalam bidang agama, faham liberal terwujud dalam konsep pembaharuan (modernism). Konsep ini memandang bahwa ajaran agama harus tunduk di bawah nilai-nilai peradaban Barat.

Khusus dalam Islam, liberalisasi terjadi pada berbagai segi, mulai dari liberalisasi aqidah, melalui penyebaran faham pluralism agama, liberalisasi syariah, melalui perubahan metedelogi ijtihad, dan liberalisasi konsep wahyu, melalui dekonstruksi terhadap Al-Qur’an.

Gerakan pemikiran Islam baru yang disebut Islam Liberal memiliki konsep penyelerasan norma Islam dengan faham liberal yang berusaha mengembangkan gagasan keislaman yang bersifat toleran, terbuka, dan progresif, serta tidak menaruh kecurigaan terhadap segala sesuatu yang berasal dari Barat atau dari luar Islam.
Konsep-konsep pengusung Islam liberal cenderung lebih kepada penghancuran norma-norma Islam melalui faham liberal dengan berusaha menjauhkan umat Islam dari ajaran agamanya sendiri. Desastian

Satpol PP Hentikan Pungli Setelah Ditulis ''Kandang Ini Milik FPI''

JAKARTA (VoA-Indonesia) – Siapa bilang Front Pembela Islam (FPI) dihujani oleh hujatan para pengusung sepilis (sekulerisme, pluralism dan liberalism). Di jejaring Facebook, ternyata dukungan terhadap FPI terus mengalir pada ormas pimpinan Habib Rizieq Syihab ini. Inilah Status Jamaah Facebook Pembela FPI yang terekam oleh Voa-Islam.
Sebut saja, akun FB milik Syaiful, seorang mahasiswa asal Jakarta yang menulis statusnya di FB: "Ingin bubarkan FPI ? Gampang dan sangat gampang. Caranya: hapuskan segala maksiat, FPI akan bubar dengan sendirinya, dan anda tidak perlu koar-koar untuk bubarkan FPI."
Status menarik dan lucu datang dari akun milik Adi Prianda. Ia mengisahkan pengalamannya sewaktu Idul Adha di masjid dekat rumahnya. Dengan bahasa gaul, ia menulis dalam status FB nya: “Masjid gue dagang kambing..kandang kambing gue dipajakin ama oknum PP (Pamong Praja). Padahal udah dikasih tau kalo hasil jualannye untuk biaya pembangunan masjid...Pas gue kasih tulisan kandang ini milik FPI...kagak ada yang majekin lagi tuh. Ha..hahaa..haa”.
Kemudian A. Satria, seorang  pegawai swasta yang menulis statusnya di FB: “Berpihaklah pada kebenaran, meski kebenaran itu belum dilakukan secara sempurna. Segala kekurangan dapat kita perbaiki. Kita tak mau berbaris dalam shaf kaum fasik yang tak suka. Setidaknya diam, jika tak jelas dengan yang kita tuduhkan. Pro kontra itu biasa, tapi sikapilah sesuatu secara proporsional."
Dukungan terhadap FPI juga datang dari seorang bapak bernama Hendy Hidayat. Ia menulis dalam statusnya: "Dalam kondisi Indonesia yang carut marut, tidak  karu-karuan  begini, hukum nggak jalan, penguasa tumpul, aparat-aparat hukum cuma bisa jadi calo-calo dan makelar-makelar, FPI masih sangat dibutuhkan. Ada grand design untuk membungkam FPI dengan segala cara. Fitnah itu bertubi-tubi dilakukan oleh kaum fasiq dan munafiq. "
“Harapannya, semoga FPI tetap Istiqamah, membantu dan membela umat.  Saya lihat, policy FPI sudah lebih baik, ada tim advokasi, bantuan hukum, sisi kemanusiaan yang lebih dominan. Maju terusss FPI, umat akan membela anda,” kata Pak Hendy bersemangat.
Ketika FPI dikritik oleh mereka yang tidak suka, maka akun milik Hidayat Sarifudin membela FPI dengan statusnya: “Harus diakui ada laskar sumbu pendek (tak berpikir panjang), selalu ada oknum, dan kita harus membersihkan setiap oknum dimanapun berada, mulai dari internal, mentarbiyahkan kembali oknumnya, bila perlu dipecat. Kita ingin FPI lebih baik lagi. Kita harus bersihkan setiap noda yang mencemarkan nama baik ormas Islam ini. Saya yakin banyak aktivis FPI yang ikhlas. Dan saya menyesalkan jika kemurnian perjuangan FPI dinodai oleh segelintir oknum. Karena nila setitik rusak sebelanga.”
Pembelaan terhadap FPI juga datang dari akun Ibnu Syafaatketika ada seseorang yang menginginkan FPI bubar."Ada baiknya Anda kroscek sekaligus silaturrahim ke FPI, jangan kata orang. Setahu saya setelah banyak berinteraksi orang2 FPI, pengurus FPI itu sangat tegas kepada anggotanya yang bermasalah. Pernah ada lasykar FPI yang dipecat gara-gara berpacaran. Bahkan belum lama ini FPI tidak menghalang-halangi anggotanya yang terlibat pengrusakan kantor Mendagri untuk diproses hukum. Saran saya silaturrahim aja dulu, Pak!"  http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2012/02/20/17826/satpol-pp-hentikan-pungli-setelah-ditulis-kandang-ini-milik-fpi/...Desastian


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar