Rabu, 15 Februari 2012

...Bramantyo Prijosusilo, secara dusta dan tidak beradab, telah memfitnah Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), dengan menyebarkan kebencian di kalangan anggota masyarakat, serta mengadu domba ormas Islam dengan Kesultanan Ngayogjokarto melalui siaran pers yang isinya antara lain: 1. Mendiskreditkan gerakan Islam yang konsisten terhadap amar ma’ruf nahi mungkar dan penegakan Syari’ah Islam sebagai pemecahbelah dan memicu konflik horizontal. 2. Menghina MMI sebagai institusi yang menentang dan merampas hak-hak Sultan Ngayogjokarto Hadiningrat. 3. Menuduh MMI dan Laskar Islam melakukan penekanan terhadap kelompok minoritas. 4. Menghina dan menistakan agama (Islam) sekaligus melakukan penyesatan dan menghina kaum muslim dengan melecehkan Kitabsuci Al-Qur’an (surat Al-Fatihah) dengan menyatakan bahwa: “Bila seseorang merasa yakin dirinya tidak sesat maka tidak perlu membaca Al-Fatihah. Membaca Al-Fatihah merupakan pengakuan setiap insan, setiap diri yang membutuhkan membacanya, senantiasa berpotensi sesat….”>>> Alangkah sesatnya pemikiran Bramantyo Prijosusilo... yang konon mengaku Budayawan-Cendekiawan-Anti Muslim...>> Dia telah membuat film Fitnah terhadap Umat Islam.. dengan Tanda Tanya?.... Tetapi isinya menista ajaran Islam...>>> Untuk kesekian kali Bramantyo menunjuk Umat Islam dan ajarannya sesat... karena Alfatihah...????? .... Mengapa..??? Apakah karena ada bacaan Ihdinashirathalmustaqiem...dst,... Ya Rabb tunjukilah kami jalan yang benar.. yakni Jalan2 sebagaimana orang2 yang mendapat anugerah nikmatMU..yakni cahaya iman Islam ie: [para anbiya-para sholihin].. bukan jalan orang2 yang Engkau murkai..[yakni seperti kaum Yahudi] dan bukan pula jalan2 orang sesat [yakni kaum nashrani]....>>> Mohon petunjuk kepada Allah Arrahman Arrahiem... kok dianggap salah...???!!!... Salah dimananya Sdr Bramantyo....??? Makna ayat Ihdinashirathal mustaqiem..dst itu menunjukkan sikap sebagai hamba Allah yang secara santun ingin melakukan permohonan dgn cara2 suatu kerendahan hati dan kelambutan jiwanya.. menhadap Dzat Maha Pencipta.. Dzat Maha Pemberi Petunjuk....yakni Allah SWT...>>> Karena sepandai apapun manusia..dan siapapun..dia terkecuali Rasul2 Allah... yang sudah dijamin Allah, maka manusia awam lainnya ... pada umumnya .... terkadang bisa hilaf-lupa-salah faham- dan selalu kekurangan ilmu...>>> Bukan jumawa -sombong2an ... atau benar2an... Tetapi semua mohon bimbingan Allah agar tidak seperti kaum Yahudi dan Nashrani.. >>> Ummat Yahudi pernah diberi Alkitab dari Allah melalui Rasulullah Musa AS.. yakni Taurat... >>> Namun mana yang aslinya... nah.. kan sempat hilang... bahkan Nabi Thalut As lah yang menemukan kembali..tabut yang konon adalah isinya shuhuf2 kitab Taurat....dan konon lalu berperang degan Jalut...[Goliat...dimana Rasulullah Daud AS dapat mengalahkannya...] >> Lalu Nashrani diberi Alkitab dari Allah melalui Rasulullah Isya AS.. yani Injil....>>> Namun yang aslinya yang konon sangat banyak kitab2nya yang sengaja dibakar oleh Umat Kresten sendiri.. yakni oleh Kaisar Konstantin dan dirusak... dan Tinggallah kitab2 Perjanjian Lama-dan Perjanjian Baru.. yang isinya.. ,menjadi perdebatan didalam ulama2 Kresten sendiri...????>> Contoh jelas itulah...adanya konsep2 dasar ajaran Islam tentang amar ma'ruf nahyi munkar.... dan juga adanya pengamalan dan pemahaman yang memaknai Alfatihah... dan kandungan dasar2nya... agar setiap individu Umat Islam tidak dimurkai dan sesat.... seperti Umat2 sebelumnya.. yang mengkhianati Rasul2 Allah AS.. itu...>>> Semoga saja... Sdr Bramantyo.. memang hanya lagi linglung dan keliru..saja... dan tidak bermaksud mempolitisir... dan mencela ajaran Islam... yang diyakini oleh Umatnya dengan kemurnian dan kebenaran...>>> ... janganlah mencela.. ayat2 Al Qurán.. yang terang dan utuh...>>> Kok kitab agama lain yang nyata2 banyak kekurangan kok Bramantyo adem ayem saja...>>> Ada misi apa dan atas perintah siapa... serta untuk kepentingan apa.dan siapa.....???>>> Kalau karya2 dia ditolak Umat Islam...>> Janganlah dia memfitnah dan menyerang ajaran Islam...>>> Tentu saja kami akan menolaknya...>>> Wajar sajalah... Bramantyo...!!! Kok kamu jadi kebelinger sih...hei orang Buadayawan kuminter...???!!!... Atau kalau kamu atheis... itu soalnya lain lagi... ???? !!! .. Konon kamu pancasialis-yang konon pancasialis itu tentu kamu beragama juga..???... Hmmmhhh... Bramantyo.... jadi keledai tunggangan siapa sih kamu itu...???? Katanya kamu itu pinter... kok kebelinger sih...???!!!

Bramantyo Prijosusilo, budayawan penista Agama digelandang ke kantor polisi

Ukasyah.
http://majelismujahidin.com/files/2012/02/tanda-tangan-lajnah.jpg
Rabu, 15 Februari 2012 12:00:07


YOGYAKARTA (Arrahmah.com) - Seniman Yogyakarta, Bramantyo Prijosusilo gagal menggelar aksi tunggal di depan Markas Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) di Kotagede Yogyakarta. Belum sempat memulai aksinya, Bramantyo sudah ditarik dan dilawan oleh puluhan anggota laskar MMI. Tarik-menarik dan saling dorong antara polisi dan laskar pun terjadi.

Aksi tunggal yang dilakukan Bramantyo itu bertema “Melawan Radikalisme Agama dengan Seni Atas Nama Pribadi”. Dia melakukan aksinya di depan markas MMI, Jalan Karanglo, Kotagede, Rabu (15/2/2012).

Pertunjukan seni yang akan dilakukan berjudul “Membanting Macan Kerah”.




Aksi diawali dari depan kompleks makam Kotagede yang berjarak sekitar 500-an meter dari kantor MMI. Dia mengenakan pakaian Jawa motif lurik warna coklat, ikat kepala/udheng serta membawa sebuah kendi berisi air bunga/kembang macan kerah. Brammantyo menaiki kereta kuda/andong menuju lokasi.
Sebelum aksi dimulai, 40-an anggota laskar Mujahidin sudah jaga-jaga di depan pintu gerbang. Sekitar 100-an anggota Polres Bantul juga ikut berjaga di sekitar Jalan Karanglo.
Saat tiba di depan markas MMI, Bramantyo yang hendak turun dari andong langsung ditarik oleh laskar. Anggota laskar berusaha menarik dan membawa menuju kantor.
Namun dihalangi aparat polisi. Akibatnya terjadi tarik-menarik dan saling dorong antara polisi yang akan mengamankan Bramantyo dengan laskar. Kendi berisi air dan kembang macam kerah itu juga tumpah di tengah jalan.

Polisi kemudian berhasil mengamankan Bram dengan memasukkan ke dalam truk Dalmas untuk dibawa menuju Polsek Banguntapan Bantul. 



Sekretaris MMI, Ust. M. Shabbarin Syakur kepada wartawan mengatakan pihaknya menolak upaya-upaya politisasi seni yang bernuansa SARA dan menuduh ormas agama melakukan penekanan terhadap minoritas. Oleh karena itu MMI meminta Kapolda DIY untuk menangkap Bramantyo untuk diadili dan mempertanggungjawabkan perbuatannya, karena bisa memicu amarah umat Islam.
“Kami menolak cara-cara seperti ini. Bagi kami siapapun bisa berdialog. Pertunjukan atas nama seni budaya tapi dengan cara menista agama dan membuat fitnah terhadap ormas agama, Majelis Mujahidin. Dia harus meminta maaf kepada semuanya,” kata Ust. Shabbarin.

Budayawan Penista Agama Wajib Ditangkap
Sebelumnya, kemarin Majelis Mujahidin telah mengirimkan laporan Penistaan Agama kepada Kapolda DIY berkaitan aksi yang dilakukan budayawan penista Agama tersebut, berikut isi laporan lengkap yang dikirimkan kepada Kapolda DIY pertanggal (14/2/2012) kemarin yang dimuat dalam situs resmi Majelis Mujahidin (majelismujahidin.com):
Nomor : 202/MM LT/III/1433
Lamp. : 1 berkas
Hal   : Laporan Penistaan Agama
Kepada Ykh.
Kapolda DIY
Di-Yogyakarta

Budayawan Penista Agama Wajib Ditangkap
Siaran Pers yang dilampirkan pada surat Pemberitahuan Pertunjukan Seni oleh Bramantyo Prijosusilo kepada Kapolsek Kotagede Yogyakarta, yang rencananya akan dilaksanakan pada jam 9 pagi hari Rabu, 15  Februari 2012 di depan Markaz Majelis Mujahidin Pusat di Jl. Karanglo No. 94 Kotagede Yogyakarta. Bahwa pertunjukan ini dilakukan atas nama seni budaya, tapi dengan cara menista agama dan memfitnah ormas agama, Majelis Mujahidin.

Bramantyo Prijosusilo, secara dusta dan tidak beradab, telah memfitnah Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), dengan menyebarkan kebencian di kalangan anggota masyarakat, serta mengadu domba ormas Islam dengan Kesultanan Ngayogjokarto melalui siaran pers yang isinya antara lain:
  1. Mendiskreditkan gerakan Islam yang konsisten terhadap amar ma’ruf nahi mungkar dan penegakan Syari’ah Islam sebagai pemecahbelah dan memicu konflik horizontal.
  2. Menghina MMI sebagai institusi yang menentang dan merampas hak-hak Sultan Ngayogjokarto Hadiningrat.
  3. Menuduh MMI dan Laskar Islam melakukan penekanan terhadap kelompok minoritas.
  4. Menghina dan menistakan agama (Islam) sekaligus melakukan penyesatan dan menghina kaum muslim dengan melecehkan Kitabsuci Al-Qur’an (surat Al-Fatihah) dengan menyatakan bahwa: “Bila seseorang merasa yakin dirinya tidak sesat maka tidak perlu membaca Al-Fatihah. Membaca Al-Fatihah merupakan pengakuan setiap insan, setiap diri yang membutuhkan membacanya, senantiasa berpotensi sesat….”
Berdasarkan tindakan dan siaran pers tersebut, maka Majelis Mujahidin menuntut tindakan yang adil dari pemerintah dan aparat keamanan, dengan Melaporkan Bramantyo Prijosusilo ke Kapolda DIY dan seluruh jajarannya supaya: pertama, menghalau pertunjukan Budayawan Penista Agama Bramantyo Prijosusilo yang melakukan kegiatan Seni bernuansa SARA tersebut di seluruh wilayah Indonesia, khususnyaYogyakarta. Kedua, menangkap yang bersangkutan karena penghinaannya terhadap Agama Islam, yang dikhawatirkan memicu amarah kaum Muslim dan Laskar Islam di Jogjakarta, sehingga mengancam keamanan yang bersangkutan. Ketiga,menuntut Bramantyo Prijosusilo meminta maaf kepada MMI dan kaum muslim. Jika menolak meminta maaf, maka seluruh Perwakilan Majelis Mujahidin akan mencari keberadaannya untuk dimintai pertanggungjawaban, dan menuntutnya hingga yaumul akhir.
Jogjakarta, 21 Rabi’ul Awal 1433 H/ 14 Februari 2011 M
Majelis Mujahidin Indonesia
Tembusan:
  • Kementerian Agama
  • Kementerian Dalam Negeri
  • Mabes Polri
  • DPR
  • Ormas dan Media Massa
(dtk/ukasyah/arrahmah.com)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar