Kamis, 09 Agustus 2012

.SURIAH DAN PERANG TERSELUBUNG ANTARA AS+ISRAEL+SAUDIA+KUWAIT+TURKI MELAWAN SURIAH+IRAN....>>> INI ADALAH GAMIC ..PERMAINAN POLITIK JAHATNYA AS+ZIONIS UNTUK MENG-OBOK2 UMAT ISLAM.. >>> INI ADALAH REKAYASA AS+ZIONIS UNTUK MENGUASAI SELURUH TANAH ARAB DAN TIMUR TENGAH YANG STRATEGIS DAN KAYA DENGAN SUMBER ALAM YANG LUAR BIASA...>> DARI SATELIT..SUDAH DIKETAHUI KEKAYAAN ALAM DIBUMI INI...TERMASUK JALUR2 SUTERA... KAWASAN TIMUR TENGAH-AFRIKA UTARA-MESIR-LIBYA-TUNISIA-ALZAJAIR-MAROKO DAN AFRIKA TENGAH..>>> IRAQ DAN AFGHANISTAN DAN IRAN... SEMUA NEGARA2 MUSLIM KAYA AKAN MINERAL2 BERHARGA..UNTUK PENGEMBANGAN TEKNOLOGI TINGGI...DAN SANGAT PENTING DAN BERHARGA DIMASA YANG AKAN DATANG...>>> INI PEREBUTAN HEGEMONI...DUNIA/GLOBAL....>>> HARUSNYA UMAT ISLAM SADAR..AGAR JANGAN TERPERANGKAP KONSEP AS+ZIONIS...???>> SAYANGNYA RAJA2 SAUDI YANG SUDAH BIASA..MANJA DENGAN HARTA...SANGAT MUDAH DIBUJUK AS+ZIONIS...DAN RAJA2 ARAB ITU SUDAH GAK PUNYA JIWA PERJUANGAN ISLAM MELAWAN KAFIRIN AS+ZIONIS...MAKANYA MEREKA MANUT2 SAJA ...KETAKUTAN..AKAN HARTANYA DAN FOYA2NYA...>>> WASPADALAH UMAT ISLAM...DAN BERSATULAH...>>> SUNY DAN SYIAH BERSATULAH...>>> MASALAH SURIAH ADALAH KEJAHATAN YANG DICIPTAKAN OLEH KELOMPOK2 OPORTUNIS DAN PARA KAUM PENJAJAH KRIMINAL INTERNASIONAL AS+ZIONIS+NATO... YG JUGA MENJAJAH IRAQ DAN AFGHANISTAN..DENGAN ALASA TERORIS... KARENA CASE 911WTC..???.>>> KINI UMAT DAN RAKYAT DISANA BERJUANG MENGUSIR KAUM PENJAJAH JAHAT ITU DARI TANAH AIR MEREKA..>>> NAH RAKYAT SURIAH PUN HARUS BERSATU.. DAN MENGUSIR "PEMBERONTAK CIPTAAN SAUDI+AS+ZIONIS" ITU DARI TANAH AIR SURIAH...>>> BUKAN PERANG SUNNY SYIAH... >> AWAS DAN WASPADALAH UMAT ISLAM..>>> ........‘Syria: NATO's Next Humanitarian War', Chossudovsky mengkompilasi data-data yang dia dapatkan dari sumber-sumber Barat sendiri, yang membuktikan bahwa kerusuhan di Syria (yang disebut media Barat sebagai ‘gerakan protes damai') adalah sebuah rekyasa yang dilaksanakan sejak lama oleh aliansi AS-NATO- Israel (apa tujuannya, bisa dibaca di tulisan saya sebelumnya "Syria: Prahara di Negeri Pengungsi"). Menurut Chossudovsky, aksi ‘protes' di Syria tidak lahir dari perpecahan politik internal sebagaimana dideskripsikan oleh media mainstream media. Memang benar, Syria bukan negara surga di mana semua rakyatnya berada di satu kubu. Namun, kekuatan oposisi tidaklah mengakar luas di tengah rakyat sampai-sampai mampu memicu kerusuhan besar-besaran. Sejak awalnya, ini adalah hasil dari sebuah operasi rahasia intelijen AS dan NATO yang bertujuan untuk memicu kekacauan sosial dan mendestabilisasi Syria....>>.....mengapa kaum muslimin tidak keluar dari pengotak-kotakan seperti ini? Konflik di Syria sangat jelas, bukan konflik antarmazhab. Lalu mengapa publik harus berpihak pada salah satu pihak dengan landasan mazhab? Situasi perpecahan seperti inilah yang justru menjadi bonus buat Barat. Mereka ingin menggulingkan Assad demi kepentingan mereka. Namun, kekuatan propaganda mereka telah memberi keuntungan lain: semakin terpecahnya umat Islam. Alih-alih berdiri di barisan yang sama untuk menentang satu musuh bersama: aliansi AS-Israel-NATO, umat Islam malah saling tuduh....>>>..KASUS DI SURIAH ADALAH JELAS BUKAN PERMUSUHAN MAZHAB SUNY DENGAN SYIAH....!!! >>

BISUL itu akhirnya pecah! Wakil Menteri Perminyakan dan Sumber Daya Mineral Suriah Abdo Hussameldin Kamis malam, 8 Maret 2012 mengumumkan dia meninggalkan pemerintahan Bashar al Assad, serta Partai berkuasa Baath untuk bergabung dengan oposisi.
 
Pernyataan Hussameldin mengudara lewat video pernyataan resmi yang diposting di website YouTube oleh para aktivis.
 
"Aku, insinyur Abdo Hussameldin, wakil menteri minyak ... mengumumkan pembelotan saya dari rezim dan pengunduran diri saya. Saya bergabung dengan revolusi rakyat yang menolak ketidakadilan dan kampanye brutal rezim, yang berusaha menghancurkan permintaan rakyat untuk kebebasan dan martabat," tegasnya.
 
Alasan utama pengunduran itu lantaran dirinya telah bertugas di pemerintah Suriah selama 33 tahun dan tidak ingin mengakhiri hidupnya dengan "melayani sebuah rezim kriminal."
 
Jika postingan tersebut asli, maka Abdo Hussameldin menjadi pejabat besar pertama yang meninggalkan pemerintah Assad dan bergabung dengan pemberontak yang telah berlangsung selama setahun.
 
Sudah bukan rahasia lagi. Suriah kuat bertahan karena ditopang Rusia sebagai negara pemilik hak veto. Tentu Rusia punya hitung-hitungan politis yang sangat masuk akal. Salah satunya, jika Bashar al Assad maka revolusi ke Iran segera terjadi.
 
Mengutip analisis Sir Andrew Green, mantan dubes Inggris untuk Suriah (1991-1994) dan Arab Saudi (1996-2000) yang ditulis untuk The Guardian, sudah jadi fakta Assad yang berpaham Syiah adalah bapak angkat bagi milisi Syiah Hizbullah yang menjadi kerikil bagi Israel.
 
Soal senjata ke pemberontak? Damaskus tentu sudah sadar, Arab Saudi punya kepentingan atas kelangsungan mayoritas Sunni yang tertindas. Seperti dikutip dari World Socialist Website, Riyadh disokong Amerika Serikat merestui penyelundupan senjata yang dilakukan melalui mantan Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri.
 
Saad Hariri merupakan mantan Perdana Menteri Lebanon antara 2009 dan 2011. Koalisi pemerintahan Hariri yang terbentuk memang berhaluan anti Syria. Pada 2011 Hizbullah berhasil melengserkan pemerintahan Hariri.
 
Belum lagi bara dendam keluarga Hariri atas kematian mantan Perdana Menteri Lebanon Rafik Hariri pada 2005 yang mengarahpada keterlibatan Suriah dalam pembunuhan tersebut.
 
AS melalui Duta Besar AS untuk Suriah Robert Ford seperti dikutip dari kantor berita ANI bersama Turki getol mempersiapkan kebijakan untuk menghadapi perang saudara yang mungkin akan pecah antara kaum Syiah Alawiyah, Druze, Sunni, dan Kristen.
 
Munculnya tokoh
JIKA sebelumnya pengamat politik internasional Universitas Paramadina, Dinna Wisnu menyatakan aksi kudeta tidak akan dilakukan Amerika Serikat dan kroninya sebelum muncul tokoh oposisi yang kuat, kini Abdo Hussameldin bisa menjadi pilihan itu.
 
Hussameldin sebagai sosok penting bisa menjadi pemimpin bagi koalisi tokoh oposisi atas Damaskus yang terdiri dari beragam agama dan keahlian yang telah mempersiapkan diri cukup lama.
 
Sebut saja Michel Kilo yang menyusun draft Deklarasi Damaskus. Penulis sekaligus aktivis pro-demokrasi ini lahir di pesisir Latakia pada 1940. Jebolan ilmu jurnalisme di Mesir dan Jerman ini adalah penulis kolom opini bagi harian Annahar (Libanon) dan Al-Quds Al-Arabi (London)
 
Penganut Kristen ini pertama kali dibui pada awal 1980, bebas dari penjara dia mengungsi ke Prancis dan kembali ke Suriah pada 1991. Pada 2005, dia menyusun Deklarasi Damaskus yang merupakan pernyataan koalisi oposisi untuk melakukan reformasi politik.
 
Untuk tindakannya itu, Kilo dibui tiga tahun pada 2006 setelah menandatangani Deklarasi Beirut-Damaskus yang berisi permintaan normalisasi hubungan Libanon-Suriah.
 
Kemudian Aref Dalila, satu dari empat aktivis yang bertemu penasehat Assad pada April 2011 untuk menggelar dialog nasional. Setelah pertemuan, kelompok tersebut menyatakan tidak akan digelar pertemuan sampai tentara menghentikan membunuhi dan memenjarakan demonstran.
 
Pemilik gelar doktor ekonomi dari Universitas Moskow ini sekampung dengan Kilo, Latakila. Aref pernah dibui selama satu dekade dengan tuduhan menyebarkan kabar bohong.
 
Dia sempat bekerja di Kuwait pada era 1980-an, lalu kembali ke Suriah dan menjadi dekan fakultas ekonomi di Universitas Damaskus hingga dilarang mengajar pada 1998 gara-gara mengkritik kebijakan ekonomi pemerintah.
 
Bersama 9 tokoh oposisi, Aref ditangkap karena terlibat dalam revolusi musim semi Damaskus pada Juni 2000, ditangkap, dibui dan baru lepas atas bantuan Amnesti Internasional atas perintah Assad pada Agustus 2008.
 
Ada pula Anwar al-Bunni, pengacara Kristen keturunan Kurdi yang kiri sejak masih tinggal di Hama pada 1959. Dia kemudian tinggal di Eropa untuk kemudian mendirikan pusat HAM di Damaskus yang kemudian ditutup pemerintah pada 2006.
 
Bersama Kilo, Anwar ditangkap setelah menandatangani Deklarasi Beirut-Damaskus. Atas aksinya dia ditahan lima tahun dan baru dibebaskan pada Mei 2011.
 
Barisan penulis
SEMENTARA dari penulis terdapat Loay Hussein yang pernah dipenjara pada 1984-1991. Sehari setelah menggerakkan unjuk rasa di Deraa, Maret lalu, Loay kembali ditahan dengan bonus sejumlah bogem mentah.
 
Begitu juga Fayez Sara, penulis dan jurnalis berusia 61 tahun yang kenyang di penjara. Pendiri Committee for the Revival of the Civil Society ini juga menjadi anggota Pusat HAM Damaskus.

Pada April 2011, Sara ditangkap di Damaskus dan dipenjara selama dua setengah tahun dengan tuduhan mengobarkan kebencian umum
 
Ada juga Mazen Darwish yang merupakan direktur Pusat Media dan Kebebasan Berekspresi yang kemudian ditutup pemerintah pada 2009.
 
Namun untuk semua gerakan oposisi ini terdapat sosok besar Riad Seif. Dia adalah aktivis sekaligus industrialis. Politisi kelahiran 25 November 1946 ini adalah mantan anggota Parlemen Suriah (1994-1998). Pendiri Forum Dialog Nasional ini adalah pebisnis sepatu, pemilik merek Adidas di Damaskus.
 
Perlawanan Riad muncul pasca kematian Hafez al Assad pada Juni 2000, selain menggalang aksi anti pemerintah, dia juga membuat kuping pemerintah memerah karena mengkritik monopoli bisnis telepon selular yang digenggam istri Hafez al Assad, Anissa Makhlouf.
 
Setelah menggalang ratusan aktivis di ajang Forum Dialog Nasional pada 5 September 2001, Riad Seif ditangkap dan baru dibebaskan atas intervensi Amnesti Internasional pada akhir Agustus 2007 untuk menjalani pengobatan kanker prostat.
 
Hanya saja, Riad kembali ditangkap pada awal 2008 dengan tudingan makar setelah mencetuskan Deklarasi Damaskus. Bebas sejenak dari penjara Adra pada 2010, Riad Seif kembali ditangkap pada 6 Mei 2011 di Damaskus. (Bsi) (algooth.putranto@bisnis.co.id)

RUSUH SURIAH: Italia tutup kedubes di Damaskus

ROMA
 http://www.bisnis.com/articles/rusuh-suriah-italia-tutup-kedubes-di-damaskus
Pemerintah Italia, Rabu, mengatakan telah menutup Kedutaan Besar di Damaskus dan memulangkan beberapa staf perwakilan sebagai bentuk protes atas tindakan keras "tidak dapat diterima" yang dilakukan Suriah terhadap kelompok oposisi.

"Italia hari ini menghentikan kegiatan kedutaan besarnya di Damaskus dan memulangkan beberapa personil," kata Kementerian Luar Negeri dalam sebuah pernyataan.


"Mengingat kondisi keamanan yang serius, kami menegaskan kembali kecaman keras kami atas aksi penanganan keras yang tidak dapat diterima yang dilakukan oleh rezim Suriah terhadap warga negaranya, "katanya.


Kementerian itu mengatakan Italia akan "terus mendukung rakyat Suriah dan bekerja bersama mencari solusi damai atas krisis, untuk menjamin hak fundanental dan ambisi demokratis yang sah. " "Kami sepenuhnya mendukung upaya utusan khusus PBB dan Liga Arab Kofi Annan untuk menghentikan secara total segala aksi kekerasan dan memungkinkan akses atas pekerja kemanusiaan dan dimulainya dialog politik," kata pernyataan itu.


Mediator internasional Kofi Annan bertemu dengan Presiden Suriah Bashar al-Assad di Damaskus selama akhir pekan dan mengusulkan proposal "konkret" tentang cara-cara untuk menghentikan krisis yang telah berlangsung selama 12 bulan dan menewaskan lebih dari 8.500 orang menurut aktivis.


Amnesti Internasional, Rabu, mengemukakan dugaan para pembangkan yang ditangkap rezim terancam "mimpi buruk penyiksaan sistematis." Inggris, Perancis, Spanyol dan Amerika Serikat juga telah menutup Kedutaan Besar mereka di Damaskus sejak awal kekerasan terjadi. (Antara/AFP/arh)

Muslim Amerika Rencanakan Solidaritas untuk Suriah

 


Rabu, 08 Agustus 2012 
http://hidayatullah.com/read/24223/08/08/2012/muslim-amerika-rencanakan-solidaritas-untuk-suriah.html

Hidayatullah.com-- 
Sekitar puluhan masjid dan pusat Islam di seluruh Amerika Serikat (AS) akan bergandengan tangan untuk merencanakan sebuah protes solidaritas dengan rakyat Suriah pada hari Jumat tanggal 10 Agustus.

Protes solidaritas tersebut diadakan untuk meningkatkan kesadaran tentang bencana kemanusiaan yang sedang berlangsung di Suriah.

Koalisi organisasi Muslim “the Save Syria” dan organisasi-organisasi masyarakat Suriah-Amerika meminta para imam masjid mendedikasikan khutbah-khutbah mereka selama shalat jumat untuk mendesak dukungan bagi orang-orang Suriah dan keinginan mereka untuk bebas, kata sebuah koalisi kelompok Islam-Amerika seperti yang dikutip dari OnIslam.net.
Sedangkan khutbah Jumatnya sendiri berfokus pada bencana kemanusiaan yang sedang berlangsung di Suriah, selain itu para Imam dalam khutbahnya dihimbau mendesak Muslim Amerika untuk menghubungi perwakilan mereka, dengan begitu mereka bisa menghentikan serangan pemerintah Suriah terhadap warga sipilnya.

Kemudian para jamaah akan diberikan informasi tentang organisasi-organisasi bantuan terpercaya, organisasi bantuan tersebut rencananya akan melayani warga sipil yang menderita di tangan rezim suriah.

Acara solidaritas tersebut disponsori oleh kelompok-kelompok Muslim Amerika, termasuk Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR), Lingkaran Islam Amerika Utara (ICNA) dan Masyarakat Islam Amerika Utara (ISNA). Termasuk juga sponsor dari Islamic Relief USA, Muslim Without Borders, Muslim American Society (MAS) serta  solidaritas kelompok koalisi orang Suriah-Amerika.

Acara lain akan direncanakan kemudian pada hari Sabtu, 8 September, di mana ribuan orang akan mengambil bagian dalam "Walk for the Children of Syria" di lokasi tersebut dalam skala lebih besar.

Kedua acara tersebut memang dirancang untuk menghasilkan dana penting bagi korban anak-anak yang menderita di bawah rezim Suriah Assad dan untuk meningkatkan kesadaran tentang meningkatnya bencana kemanusiaan sebagai akibat dari operasi keamanan anti-rezim.*
Rep: Sarah Mantovani
Red: Cholis Akbar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar