Kamis, 09 Agustus 2012

Mengutangi IMF, demi Siapa ??..>>..Jika bangsa ini mandiri, tidak akan tunduk pada kepentingan asing yang jelas-jelas tidak menguntungkan rakyat sedikitpun. Bangsa ini tidak akan menjadi bangsa yang besar, maju, dan mandiri selama membebek pada pihak asing. ..>>.......Balas Budi, RI Bantu Suntik IMF Rp9,4 Triliun ...>>>..Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengungkapkan, pemerintah Indonesia hanya menganggarkan dana maksimal sebesar US$1 miliar (Rp9,4 triliun) guna menyehatkan likuidasi modal Dana Moneter Internasional (IMF)....>>>...sungguh ironis, melimpahnya kekayaan alam tersebut tidak membuat penduduk negeri ini hidup makmur dan sejahtera. Sebaliknya, masih banyak di antara mereka hidupnya di bawah garis kemiskinan. Bangsa ini sudah sarat dengan berbagai masalah yang tak kunjung usai, termasuk permasalahan beban hutang yang besar dan terus meningkat jumlahnya setiap tahunnya...>>>..Indonesia adalah negara penghutang dengan jumlah ribuan triliun, dengan jumlah hutang yang besar seperti itu, malah memberikan pinjaman pada IMF. Bank Indonesia bersama Pemerintah telah melakukan koordinasi kerjasama dengan Dana Moneter Internasional (IMF) dengan memberikan pinjaman senilai U$S 1 Miliar dengan alasan guna menyehatkan likuiditas IMF. ..>>..Pemberian pinjaman pada IMF sangat ironis, sungguh kontradiksi dengan kondisi ekonomi bangsa ini. Pemerintah begitu perhitungan/pelit mengaku kekurangan dana kalau untuk urusan mensubsidi kebutuhan rakyatnya, sehingga dengan teganya mencabut segala macam subsidi demi penghematan devisa. Minimnya pembangunan infrastruktur, minimnya lapangan pekerjaan sehingga semakin banyaknya pengangguran...>>..1] Sistem ekonomi yang diterapkan pada bangsa ini belum memberikan keadilan bagi semua. 2] Kekayaan alam hanya dinikmati oleh segelintir orang yang notabene adalah orang-orang kaya di Indonesia. 3] Keberhasilan ekonomi yang selama ini didengungkan hanya ekonomi makro berupa angka-angka. 4] Yang anehnya rakyat tidak paham pencapaian ekonomi yang diinginkan pemerintah. 5] Mengingat rakyat masih merasakan kepahitan hidup dan kesulitan ekonomi. Padahal Sumber Daya Alam yang ada di Indonesia sedemikian melimpah. Baik Sumber Daya Alam yang terkandung di daratan maupan di perairan.>>.... Indonesia adalah negeri yang kaya raya. Kekayaan alamnya melimpah ruah. Tanahnya subur dipenuhi aneka hayati, demikian pula lautnya. Di dalam perutnya tersimpan berbagai barang tambang berharga, seperti minyak, gas, perak, emas, tembaga, nikel, batu bara, dan lain-lain. Bahkan tambang emas di Papua merupakan tambang terbesar di dunia. Terbesar luas areanya, dan terbesar pula produksi per tahunnya...>>> LALU SIAPA DAN BANGSA MANA YANG SEBENARNYA MENIKMATI KEKAYAAN NEGARA DAN BANGSA INDONESIA?????....>>> MENGAPA PRES-WAPRES DAN MENTERINYA KOK PADA TOLOL DAN KEBELINGER..??? >>> KENAPA?? JUTAAN RAKYAT MENYABUNG NYAWA DAN MENDERITA JADI KULI TKI...DINEGERI ORANG DENGAN PENUH KEHINAAN.>>>..MENGAPA...TIDAK SEGERA DIHENTIKAN DAN MEMBANGUN INFRA STRIUKTUR DAN PUSAT2 INDUSTRI PERTANIAN-KELAUTAN-DIRGANTARA-DAN KELOLA HUTAN DAN MINERAL DAYA ALAM ..DI INDONESIA...???

Mengutangi IMF, demi Siapa ?


Oleh : Henny (Ummu Ghiyas Faris)
Bilal, Jum'at, 13 Juli 2012 09:52:30
http://arrahmah.com/read/2012/07/13/21601-mengutangi-imf-demi-siapa.html

Indonesia adalah negeri yang kaya raya. Kekayaan alamnya melimpah ruah. Tanahnya subur dipenuhi aneka hayati, demikian pula lautnya. Di dalam perutnya tersimpan berbagai barang tambang berharga, seperti minyak, gas, perak, emas, tembaga, nikel, batu bara, dan lain-lain. Bahkan tambang emas di Papua merupakan tambang terbesar di dunia. Terbesar luas areanya, dan terbesar pula produksi per tahunnya.

Namun sungguh ironis, melimpahnya kekayaan alam tersebut tidak membuat penduduk negeri ini hidup makmur dan sejahtera. Sebaliknya, masih banyak di antara mereka hidupnya di bawah garis kemiskinan. Bangsa ini sudah sarat dengan berbagai masalah yang tak kunjung usai, termasuk permasalahan beban hutang yang besar dan terus meningkat jumlahnya setiap tahunnya.

Indonesia adalah negara penghutang dengan jumlah ribuan triliun, dengan jumlah hutang yang besar seperti itu, malah memberikan pinjaman pada IMF. Bank Indonesia bersama Pemerintah telah melakukan koordinasi kerjasama dengan Dana Moneter Internasional (IMF) dengan memberikan pinjaman senilai U$S 1 Miliar dengan alasan guna menyehatkan likuiditas IMF.

Pemberian pinjaman pada IMF sangat ironis, sungguh kontradiksi dengan kondisi ekonomi bangsa ini. Pemerintah begitu perhitungan/pelit mengaku kekurangan dana kalau untuk urusan mensubsidi kebutuhan rakyatnya, sehingga dengan teganya mencabut segala macam subsidi demi penghematan devisa. Minimnya pembangunan infrastruktur, minimnya lapangan pekerjaan sehingga semakin banyaknya pengangguran.

1] Sistem ekonomi yang diterapkan pada bangsa ini belum memberikan keadilan bagi semua. 
2] Kekayaan alam hanya dinikmati oleh segelintir orang yang notabene adalah orang-orang kaya di Indonesia. 
3] Keberhasilan ekonomi yang selama ini didengungkan hanya ekonomi makro berupa angka-angka. 
4] Yang anehnya rakyat tidak paham pencapaian ekonomi yang diinginkan pemerintah. 
5] Mengingat rakyat masih merasakan kepahitan hidup dan kesulitan ekonomi. Padahal Sumber Daya Alam yang ada di Indonesia sedemikian melimpah. Baik Sumber Daya Alam yang terkandung di daratan maupan di perairan.

Jika bangsa ini mandiri, tidak akan tunduk pada kepentingan asing yang jelas-jelas tidak menguntungkan rakyat sedikitpun. Bangsa ini tidak akan menjadi bangsa yang besar, maju, dan mandiri selama membebek pada pihak asing. 

Kondisi ini tidak akan terjadi jika bangsa ini memiliki kekuatan independen, baik dari sisi idiologi, politik, ekonomi, keamanan, dll.

Sebagai bangsa yang mayoritas muslim wajar jika warganya menerapkan Idiologi Islam yang dijadikan landasan dalam membangun bangsa yang besar dan mandiri sehingga rakyatnya sejahtera di segala aspek kehidupan. Wallahu'Alam bis Showab
 (arrahmah.com)

Indonesia utang IMF (HOT)



Balas Budi, RI Bantu Suntik IMF Rp9,4 Triliun

VIVAnews -http://new-kaskus.blogspot.com/2012/06/indonesia-utang-imf-hot.html  
Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengungkapkan, pemerintah Indonesia hanya menganggarkan dana maksimal sebesar US$1 miliar (Rp9,4 triliun) guna menyehatkan likuidasi modal Dana Moneter Internasional (IMF).

Komitmin tersebut menurut Agus dilakukan sebagai bentuk kepedulian Indonesia akan pemulihan krisis global khususnya yang terjadi di kawasan Eropa saat ini.

"Proses pinjaman internasional ke IMF, bertujuan sebagai kekuatan ekonomi dunia, supaya jangan memburuk dan malah membahayakan semua," ujar Agus di Gedung DPR, Jakarta, Kamis 28 Juni 2012.

Seperti diketahui, IMF membutuhkan suntikan dana sebesar US$430 miliar guna memperkuat permodalannya. Karenan itu Agus berharap, selain fokus pada pemulihan krisis, IMF juga dapat memerhatikan negara-negara berkembang lainnya yang masih memiliki kesulitan finansial.

Kemudian, dengan suntikan dana ini, posisi Indonesia dalam IMF akan lebih kuat. Dari awalnya sebagai negara kreditur, menjadi negara yang berpartisipasi dalam menyehatkan lembaga keuangan internasional tersebut.

"Karena Indonesia juga pernah pinjam IMF di 2006 kita sudah kembalikan. Dan kalau sekarang kita bisa berikan pinjaman ke IMF, kita sedang ada di posisi yang lebih baik," ujarnya.

Sebagai informasi, dalam pertemuan negara G-20 yang dilakukan pekan lalu, telah menyepakati untuk menyelesaikan seluruh komitmen suntikan dana ke-14 tersebut paling lambat saat pelaksanaan pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia
2012 pada oktober mendatang di Tokyo, Jepang. (sj)

gimana menurut agan?????


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar