Jumat, 07 Oktober 2011

...para pemimpin politik Irak menolak untuk memberikan hak impunitas kepada pasukan AS, yang tinggal melebihi batas waktu......>>> Dasar Penjajah Kriminal ....tanpa malu sedikitpun.. para politisi AS...di Washington ngotot untuk membuat Baghdad memberi izin pada 5.000 pasukannya untuk tinggal di luar batas waktu yang telah disepakati dengan dalih untuk melatih pasukan lokal...>>..“Saya bisa mengatakan secara jelas bahwa kehadiran AS dalam bentuk apapun di Irak harus juga dijamin bahwa kami memperoleh perlindungan dan kekebalan hukum bagi pasukan kamu,” Menteri Pertahanan AS, Leon Panetta, menyatakan dalam konferensi pers di Brussels kemarin (6/10/2011), dikutip AP....>>> Inilah fakta nyata... betapa .. sombong dan ... degilnya AS itu...sebagai Dedengkot Penjajah Kriminal Internasional... yang konon sangat disembah-sembah oleh para antek2 keji penjajah dan penjahat dunia...>>> Konon AS adalah Negara dan Bangsa Super Segalanya...berpendidikan tinggi dan bermoral..??....Hmmh... padahal gambaran nyatanya tercermin dari politik negaranya yang penuh jiwa2 hanya keserakahan materialistik belaka... >> ...Nyatanya adalah machluk hina yang tidak punya martabat moral bangsa beradab...Bahkan secara faktual sangat keji terhadap bangsa lain dan bahkan bangsanya sendiri sering ditipunya... oleh para politisi jahat dan kolaborator para Dedengkot kapitalis Super Kaya yang memperbudak mereka..>> ... Paneta..?? Konon sangat berpendidikan tinggi-terhormat-dan sangat berilmu sebagai Negarawan yang patut..dibanggakan..??? ..Kok...masa dia minta2 kekebalan dan impunitas hukum ..>>... Konon mereka bermoral dan menghormati hukum..?? ...lalu... kok demikian...Emangnya dia merasa makhluk super apaan...>> Dasar jiwa dan moral penjajah... selalu saja merasa sombong dan sangat zhalim...>> Sesungguhnya kalau saja para Pemimpin bangsa2 di dunia itu tidak tolol..dan serakah... atau sangat tolol ketakutan terhadap bangsa sombong seperti itu..>> Saatnyalah... Kini ....saatnya untuk benar2 sadar... dan untuk segera bersatu seluruh dunia dan menentang dan mengusir AS itu dari keberadaannya..... dinegeri2 mereka.. >> Ya di Jepang-di Saudi Arabia-di Kuwait-di Iraq-di Afghanistan-di Korea Selatan-di Philipina-dan dimanapun agar mereka para serdadu Penjajah Keji itu segera pulang kenegeri asalnya AS... >> Karena mereka itu... hanyalah menjajah... dan berbuat keji... dimanapun mereka berada..>> Sayang memang kewarasan itu masih dikalahkan oleh jiwa2 serakah dan ketololan yang menindas bangsanya sendiri...>>> Alangkah kuat dan akan terhormat bila Kore Selatan bergabung dengan Korea Utara dan mengusir tentara AS disana...>> kembalilah bangsa Korea menjadi bangsa yang satu.. >> jangan terbododhkan oleh sistem kapitalis atau komunis...Kuburlah ego ideologi yang merusak akal sehat itu...>> Gunakan akal sehat dan pakailah sistem sendiri dan cara bangsa Korea sendiri untuk membangun bangsa dan negara... tanpa mau dibodohi oleh isme2 yang konyol dan hanya utopia belaka...??>> Juga bangsa jepang sudah bersatu.. namun para politisiny belum menyatu untuk menguatkan kekuatan bangsa Jepang sendiri dalam kedaulatan yang utuh dan menyatu... >> Diantaranya masih ada yang amenjadi antek2 AS- Penjajah Kriminal itu.. dengan berbagai dalih dan kedustaan..>> Juga di indonesia- di Arab- di Timur -Tengah..dll>> Marilah kita menyadarkan diri untuk membangun bangsa sendiri dengan tidak terlalu bergantung dengan bangsa lain... khususnya para Penjahat Penjajah Kriminal Internasional itu...>>> Fakta2 sejarah dan kasat mata jelas gamblang.. apa yang terjadi di Palestina-Iraq-Afghanistan-Jepang-Philipina-Korea-Arab Saudi-Kuwait dll...dimana nongkrong para serdadu Penjajah Kriminal Internasional itu.. dengan menggunakan dalih berbagai issu politik dan tekanan..>>> Itulah Penjajah...

Panetta: Tentara AS harus punya kekebalan hukum di Irak



BRUSSELS (Arrahmah.com) – Amerika Serikat menyatakan bahwa pasukannya harus dijamin memiliki kekebalan hukum dari tuntutan hukum setempat dan beberapa dari mereka harus tetap diizinkan untuk menetap di Irak di luar batas waktu penarikan.

“Saya bisa mengatakan secara jelas bahwa kehadiran AS dalam bentuk apapun di Irak harus juga dijamin bahwa kami memperoleh perlindungan dan kekebalan hukum bagi pasukan kamu,” Menteri Pertahanan AS, Leon Panetta, menyatakan dalam konferensi pers di Brussels kemarin (6/10/2011), dikutip AP.
Hingga saat ini terdapat 43.500 pasukan Amerika yang disebar di Irak. Di bawah perjanjian keamanan bilateral tahun 2008 yang dikenal dengan naman Status of Forces Agreement (SOFA), seluruh pasukan harus meninggalkan Irak akhir tahun ini.
Sebelumnya pada hari Selasa, para pemimpin politik Irak menolak untuk memberikan hak impunitas kepada pasukan AS, yang tinggal melebihi batas waktu.
Washington ngotot untuk membuat Baghdad memberi izin pada 5.000 pasukannya untuk tinggal di luar batas waktu yang telah disepakati dengan dalih untuk melatih pasukan lokal. (althaf/arrahmah.com)

Leon Panetta - Profile of Leon Panetta, CIA Director

From Amy Zalman, Ph.D., former About.com Guide
See More About:

Position:


Director of the Central Intelligence Agency
The CIA director used to be the head of the entire body of intelligence agencies. Since 2005, when the intelligence community of the U.S. was reorganized, the director of the CIA has reported the Director of National Intelligence. The CIA is probably the most widely known of the 16 intelligence agencies that make up the U.S. intelligence community. It is home to the national clandestine service and the agency out of which covert operations originate.

Professional Background:

Panetta was scrutinized in the press when he was nominated for his lack of an intelligence background. Rather, he has had several influential posts in politics and public service.
Panetta, 70 years old, was trained as a lawyer in his home state of California and served in the army in the mid-1960s. He has had a varied career since then, composed of intermittent stints in Washington in various government administrative posts, private law firm practice and work as a California representative in Congress from 1977 to 1993.
He served as the Director of the Office of Management and Budget before becoming the White House Chief of Staff under Bill Clinton.
When he was tapped for the CIA position, he was running the Panetta Institute, which he founded in 1997 with his wife Sylvia. The Institute is housed by California State University and is dedicated to the study of public policy.

Positions:

Panetta's views on controversial CIA practices in the war on terror during the Bush administration played an important part in his selection and confirmation by Congress. He has indicated that the U.S. should always operate within the limits of established law.
At his hearing, Panetta established several clear priorities. These included improving intelligence on Al Qaeda, Iran's nuclear intentions and relationship to terrorism, Afghanistan, North Korea, Iraq and potential cyber threats against U.S. communications infrastructure.
He also suggested that whereas others might see the subordination of the CIA to the new Directorate of Intelligence, he viewed it as freeing the Agency to concentrate on its essential functions, human intelligence gathering and covert actions.
Finally, Panetta promised to reinvigorate the relationship with Congress, implying that under the previous administration, the CIA had elided Congressional oversight of its activities.

Challenges:

Although he was successfully confirmed, Panetta may face challenges from within the various bureacracies in which he must function because of his lack of prior intelligence experience.
A second challenge lies in the much reduced reputation of the CIA after the September 11, 2001 attacks; mistaken estimates about WMD in Iraq before 2003; and practices such as torture and rendition. Panetta indicated in his answers to pre-confirmation questions that he would encourage more transparency and more specificity in the evidence and conclusions brought before Congress, and foster an atmosphere where respect of outlying opinions would override potential groupthink.
Further Reading - Obama's National Security Team
·                        Dennis C. Blair, Director of National Intelligence
·                        Eric Holder, Attorney General
·                        Jim Jones, National Security Advisor
Further Reading - the CIA
·                        CIA Uses Wiki Technology to Share Information
·                        National Intelligence Estimate - What Is It?
·                        About the Central Intelligence Agency (CIA)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar