Selasa, 25 Oktober 2011

Adalah sangat tidak Bermoral NTC dan Pendukung Pemberontak Libya itu.. dalam memperlakukan Jenazah ..Ghadafi -Anaknya Mutassim dan Mantan Pembantunya.......>>> Dewan Nasional Transisi Libya mengatakan bahwa Muammar Gaddafi telah dimakamkan, begitu juga dengan anaknya Mutassim dan mantan pembantunya. Pemakaman tersebut dilakukan di sebuah lokasi rahasia di gurun pada waktu subuh. Suku Qaddafa meminta agar jenazah Gaddafi dikirimkan kepada mereka dan akan dimakamkan di kampung halamannya di Sirte, namun permintaan tersebut ditolak....>> Perlakuan oleh NTC dan Pendukungnya itu menunjukan jauh dari moralitas sebagai orang2 Beriman...>>> Menunjukkan perlakuan kufur dan tak berperikemanusiaan...>>> Mereka para Pemimpin NTC itu sangat layak untuk dibawa ke Mahkamah Internasional..dan dihukum secara semestinya...>>> Konon.. “NTC tidak menginginkan kuburan tersebut dijadikan tempat suci, sehingga anggota suku diizinkan untuk mendoakan jenazah sebelum dikuburkan, dan kemudian komandan NTC mengambil jenazah tersebut ke lokasi yang tidak dikenal di padang pasir dan menguburkannya,” katanya. Dikatakan pemakaman dilakukan pada pukul 5:00 pagi waktu setempat (03:00 GMT)..... >>> ..Istri Gaddafi meminta PBB untuk menyelidiki kematian Muammar dan Mo’tassim, lansir televisi Arrai dalam headline beritanya...>>


Gaddafi dimakamkan di Gurun dengan lokasi yang dirahasiakan

Rasul Arasy
Selasa, 25 Oktober 2011 17:46:34
Hits: 1656
MISRATA (Arrahmah.com) –
Dewan Nasional Transisi Libya mengatakan bahwa Muammar Gaddafi telah dimakamkan, begitu juga dengan anaknya Mutassim dan mantan pembantunya.  Pemakaman tersebut dilakukan di sebuah lokasi rahasia di gurun pada waktu subuh.
Suku Qaddafa meminta agar jenazah Gaddafi dikirimkan kepada mereka dan akan dimakamkan di kampung halamannya di Sirte, namun permintaan tersebut ditolak.
“NTC tidak menginginkan kuburan tersebut dijadikan tempat suci, sehingga anggota suku diizinkan untuk mendoakan jenazah sebelum dikuburkan, dan kemudian komandan NTC mengambil jenazah tersebut ke lokasi yang tidak dikenal di padang pasir dan menguburkannya,” katanya.
Dikatakan pemakaman dilakukan pada pukul 5:00 pagi waktu setempat (03:00 GMT).
Hamid juga mengatakan bahwa setelah empat hari dipamerkan di ruang freezer di sebuah mall, jenazah Gaddafi harus segera dipindahkan.
Salah satu alasan adalah proses pembusukan yang tidak bisa melambat sebagai akibat dari terus-menerusnya pintu ruangan freezer dibuka sebagai akibat banyaknya masyarakat yang ingin melihat jenazah Gaddafi tersebut.

Sementara itu kelompok hak asasi yang berkantor di New York, Human Rights Watch (HRW), memperingatkan adanya sebuah “tren pembunuhan, penjarahan dan pelanggaran lainnya” yang dilakukan oleh mereka yang telah berjuang melawan Gaddafi.
HRW mengatakan telah menemukan 53 mayat membusuk, yang tampaknya loyalis Gaddafi, di Sirte, dan bahwa ada indikasi mereka mungkin telah dieksekusi oleh pasukan revolusioner.
Mayat ditemukan di halaman hotel Mahari yang telah ditinggalkan, dan beberapa mayat tersebut dalam keadaan tangan terikat.
Peter Bouckaert, seorang peneliti untuk HRW, mengatakan hotel itu berada di bawah kendali pejuang NTC dari Misrata sebelum pembunuhan terjadi.
Berdasarkan kondisi mayat, kemungkinan para pria telah dibunuh antara 15 Oktober dan 19 Oktober, kata Bouckaert. Dari noda darah di rumput menunjukkan bahwa beberapa diantaranya ditembak dan tewas di tempat mereka ditemukan.
“Ini pembantaian terbaru, yang tampaknya merupakan bagian dari tren pembunuhan, penjarahan, dan pelanggaran lainnya yang dilakukan oleh pasukan bersenjata anti-Gaddafi yang menganggap mereka berada di atas hukum,” Bouckaert mengatakan dalam sebuah pernyataan.
Belum ada komentar atau pernyataan resmi dari pejuang NTC di Misrata.
Selain itu, Gene Cretz, duta besar AS untuk Libya, meminta Dewan Transisi Nasional untuk melakukan penyelidikan penuh, demikian kata juru bicara Departemen Luar Negeri.
Sebelumnya, NTC telah memerintahkan penyelidikan atas kematian Gaddafi setelah tekanan internasional untuk menyelidikan penyebab kematian mantan penguasa Libya tersbeut.
Sebuah komisi penyelidikan telah dibentuk untuk menyelidiki pembunuhan Gaddafi, yang ditangkap oleh para pejuang NTC luar Sirte pada hari Kamis. Gaddafi ditembak dan tak lama kemudian meninggal ketika dalam perjalanan ke Misrata.
“Sebagai tanggapan terhadap panggilan internasional, kita harus mulai untuk membentuk sebuah komisi yang bertugas menyelidiki keadaan kematian Muammar Gaddafi dalam bentrokan dalam proses penangkapannya,” kata Mustafa Abdel Jalil, kepala NTC, di Bengazi pada hari Senin (24/10). (rasularasy/arrahmah.com)

Belum dimakamkan, jenazah Gaddafi diletakkan di ruang freezer sebuah mall

Rasul Arasy
Ahad, 23 Oktober 2011 16:20:41
Hits: 4206
MISRATA (Arrahmah.com) – 
Jenazah Muammar Gaddafi disimpan dalam freezer di sebuah pusat perbelanjaan (mall) di kota pesisir Misrata.
Jenazah Gaddafi ditelanjangi hingga ke pinggang dan mengenakan celana panjang krem, diletakkan di atas kasur berlumuran darah di lantai ruang freezer agar tetap tahan lama.  Sebuah lubang peluru terlihat di sisi kiri kepalanya dan di tengah dada, dan garis-garis darah kering di lengan dan kepala.
Di luar pusat perbelanjaan, ratusan warga sipil dari Misrata berdesakan untuk masuk ke dalam agar bisa mengintip jenazah tersebut. Mereka berteriak “Allahu Akbar” dan “Kami ingin melihat anjing”.
Ketentuan darurat tersebut mencerminkan disorganisasi dan kebingungan atas kematian Gaddafi. Penguburannya telah direncanakan pada Jumat, dimana sesuai dengan tradisi Islam yang menyerukan dilakukan pemakaman cepat, tapi pemerintah sementara menunda pemakaman dan mengatakan tempat pemakamannya masih harus ditentukan.
Menteri Informasi Mahmoud Shammam juga mengatakan pihak berwenang “sedang memperdebatkan dimana tempat terbaik untuk mengubur Gaddafi”.
Gaddafi ditangkap dalam keadaan masih hidup namun terluka parah, dan banyak kabar beredar tentang bagaimana ia menerima luka fatal – menimbulkan pertanyaan apakah ia ditembak ketika dalam tahanan, sesuatu yang dibantah oleh pejabat Libya.
Sebuah video muncul menunjukkan Gaddafi yang berusia 69 tahun diejek dan dipukuli oleh para pejuang yang menangkapnya. Pada saat video itu diambil, Gaddafi sudah menderita luka-luka yang akan membunuhnya sekitar 30 menit kemudian – tembakan ke kepala, dada dan perut.
Dalam video tersebut, ada darah di kepala Gaddafi, tetapi tidak terlihat pada dada atau perut, dan ia masih mampu berbicara dan berdiri. (rasularasy/arrahmah.com)

Istri Gaddafi minta PBB investigasi kematian suaminya

Althaf
Sabtu, 22 Oktober 2011 08:35:58
Hits: 3088
DAMASKUS (Arrahmah.com) – 
Salah satu statsiun televisi yang berbasis di Suriah yang mendukung Muammar Gaddafi melaporkan pada hari Jumat (21/10/2011) bahwa istri pemimpin Libya yang dibunuh itu meminta PBB melakukan penyelidikan atas kematian suaminya.
Istri Gaddafi meminta PBB untuk menyelidiki kematian Muammar dan Mo’tassim, lansir televisi Arrai dalam headline beritanya.
Selain itu, Arrai juga melaporkan bahwa sang istri merasa bangga atas keberanian suami dan putranya. Menurut Safiya Gaddafi, mereka berdua adalah para syuhada. (althaf/arrahmah.com)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar