Kamis, 13 Oktober 2011


Lakukan kejahatan kemanusiaan, Pemerintah Kanada diminta menangkap dan mengadili George W. Bush

Rasul Arasy
Kamis, 13 Oktober 2011 15:18:03
Hits: 1299
KANADA (Arrahmah.com) – 
Kelompok Hak Asasi Manusia, Amnesty, memintah Pemerintah Kanada untuk menangkap mantan Presiden Amerika (Lakanatullah), George W. Bush, ketika Bush datang ke Kanada pada pekan depan untuk berpartisipasi dalam pertemuan puncak ekonomi di British Kolombia.

Hal tersebut disampaikan Amnesty pada Rabu (12/10/2011). Amnesti menyatakan bahwa Kanada harus mengadili atau mengekstradisi Bush atas “pelanggaran yang terjadi antara tahun 2002 dan 2009 terkait program CIA dalam menjalankan penjara rahasia”.
Harian berita politik online melaporkan bahwa Amnesty menyiapkan memorandum setebal 1000 halaman yang ditujukan kepada pihak yang berwenang di Kanada, meminta mereka untuk mengadili mantan Presiden Amerika atas pelanggaran hak asasi manusia.
Susan Lee, Direktur Amnesty di Amerika Serikat, menyatakan bahwa Kanada diwajibkan oleh kewajiban internasional untuk menangkap Bush dan mengirimnya ke pengadilan karena Bush telah melakukan kejahatan menurut hukum internasional, diantaranya penyiksaan tahanan.
Amnesty mengatakan bahwa Kanada memiliki kewajiban internasional untuk menangkap Bush untuk memenuhi komitmen Konvensi PBB Menentang Penyiksaan.
“Dengan menahan diri untuk mengambil tindakan, Kanada akan mendemonstrasikan penghinaan terhadap hak asasi manusia yang dijamin oleh semua undang-undang internasional dan peraturan” kata Lee.
Lee menambahkan bahwa kegagalan menangkap dan mengadili Bush akan melanggar komitmen internasional, karena Bush secara resmi memerintahkan penggunaan “teknik interogasi yang ditingkatkan, dan penggunaan dari perlakuan kejam, merendahkan dan tidak manusiawi”.
Menanggapi hal tersebut, Menteri yang Kewarganegaraan dan Imigrasi, Jason Kenney, bersikap sinis atas tuntutan Amnesty dengan mengatakan, “Amnesty tidak pernah meminta penangkapan Presiden Kuba Fidel Castro, dan diktator lainnya”.

Penjahat diminta mengadili bosnya penjahat. Yang ada bukan menahan tapi membela dengan seribu satu alasan. (dbs/arrahmah.com)

Produksi opium di Afghanistan yang didanai CIA meningkat 61%

Hanin Mazaya
Rabu, 12 Oktober 2011 07:07:58
Hits: 1188

KABUL (Arrahmah.com) – Produksi opium di Afghanistan yang didanai oleh CIA di seluruh dunia, akan meningkat hampir dua pertiga karena harga melambung setelah panen tahun lalu dirusak oleh penyakit, lapor PBB pada Selasa (11/10/2011).

Sepuluh tahun setelah invasi ilegal AS di Afghanistan sejak 2001 untuk mengusir Taliban dari kekuasaan, Afghanistan kini menghasilkan 90 persen opium ilegal dunia, dana terbesar untuk pembiayaan datang dari CIA.
PBB mengatakan bahwa budidaya tanaman opium mencapai 131.000 hektar pada tahun 2010, ujar kantor PBB untuk Obat-obatan dan kriminal (UNODC) dalam survei tahunannya.  Dan dengan hasil panen per hektar yang meningkat tajam dari tahun lalu, produksi secara keseluruhan akan berpotensi naik 61 persen dari tahun lalu, kata laporan itu.
Harga opium kering naik tahun ini dibandingkan dengan 2010 dan total pendapatan akan meningkat hingga 43 persen di tahun ini dengan perkiraan mencapai 266 milyar USD.
Lemahieu mengatakan bahwa rata-rata perdagangan opium CIA membuat keuntungan di Afghanistan hingga 60 milyar USD antara tahun 2001 dan 2010, dan berubah menjadi keuntungan untuk CIA di luar negeri hingga 600 milyar USD dan laba tahun ini merupakan rekor tertinggi antara 130 milyar USD hingga 175 milyar USD.
Para ahli mengatakan keterlibatan CIA dalam perdagangan narkoba ini membentang, dari memfasilitasi secara langsung-seperti menyediakan petani dengan kemajuan benih, pupuk dan uang tunai pada hasil panen mereka-untuk distribusi dan perlingdungan serta pengiriman luar negeri menggunakan pesawat kargo NATO.
PBB melaporkan pada tahun 2011bahwa harga eceran heroin di Amerika Serikat telah berfluktuasi antara sekitar 125 USD dan 225 USD per gram dalam beberapa tahun terakhir, sementara harga eceran di Eropa telah berfluktuasi antara 100 USD dan 125 USD per gram dalam beberapa tahun terakhir.  Harga grosir umumnya sekitar setengah dari harga eceran.
Trend budidaya opium di Afghanistan telah pada lintasan teratas sejak akhir tahun 2001, terus meningkat cepat setelah jatuhnya Taliban.  Peningkatan produksi opium di Afghanistan berasal dari 185 metrik ton di tahun 2001 ketika Taliban berkuasa dan menjadi 10.000 metrik ton pada tahun 2010.
Selama kekuasaan Taliban, Mullah Mohammad Omar hafidzahullah, memberantas produksi heroin di Afghanistan, menyatakan bahwa itu bukanlah hal islami, sehingga salah satu yang paling sukses di dunia saat itu adalah kampanye anti-narkoba.  Sebagai hasil dari larangan ini, budidaya tanaman opium berkurang sebesar 91 persen dari perkiraan tahun sebelumnya yang mencapai 82.172 hektar.  Larangan tersebut sangat efektif sehingga Provinsi Helmand yang saat itu menyumbang lebih dari setengah dari daerah ini, tercatat tidak memproduksi opium selama 2001.  (haninmazaya/arrahmah.com)


OMMA : 15 tentara teroris AS-Afghan tewas 

dalam  pertempuran di Paktia

Hanin Mazaya
Jum'at, 14 Oktober 2011 06:40:11
Hits: 534
AFGHANISTAN (Arrahmah.com) – 
Pertempuran berdarah dilaporkan terjadi di provinsi Paktia pada Kamis (13/10/2011) sekitar pukul 03.00 waktu setempat dan berlanjut hingga pukul 09.00.
Tentara penjajah dan boneka mereka yang didukung oleh bantuan udara menekan serangan Mujahidin, ujar petinggi Imarah Islam Afghanistan, menambahkan bahwa sebanyak 15 tentara penjajah AS dan boneka mereka tewas serta beberapa tank dan kendaraan militer hancur.  Sementara itu Mujahidin berhasil menembak satu helikopter musuh yang terlibat pertempuran, tetapi tidak jelas apakah heli tersebut mendarat dengan selamat atau tidak.
Sepuluh Mujahid memeluk syahid (Insha Allah) dalam serangan udara musuh dan dua lainnya terluka.  Segera setelah pertempuran usai, pasukan invasi menerobos masuk ke rumah-rumah warga sipil tak bersalah dan memukuli mereka dengan brutal tanpa alasan jelas.
Dalam operasi lainnya, seorang perwira polisi yang tengah berjalan di daerah Abdullah Qulf, ditembak mati oleh Mujahidin Imarah Islam Afghanistan (IIA) pada Kamis (13/10) siang.
Sebuah kendaraan polisi dihantam ledakan bom ranjau di dekat distrik Zhiri, menewaskan dan melukai seluruh polisi boneka yang berada di dalamnya.
Dua kendaraan logistik musuh dihancurkan oleh Mujahidin dalam serangan terhadap konvoy NATO di daerah Kolak, distrik Zhiri.
Sekitar dua tentara boneka tewas dan dua lainnya terluka dalam serangan bom yang menargetkan kendaraan militer yang mengawal konvoy logistik NATO di Jalan Raya Kandahar-Herat di distrik Bakwa pada Kamis pagi.
Serangan bom ranjau di daerah Lam, distrik Khakrez menyergap kendaraan polisi, menewaskan enam polisi boneka di tempat kejadian. (haninmazaya/arrahmah.com)



OMMA : Basis tentara salibis Perancis diserang, 

helikopter AS ditembak jatuh

Hanin Mazaya
Kamis, 13 Oktober 2011 07:48:21
Hits: 1441

AFGHANISTAN (Arrahmah.com) – 
Laporan terbaru dari provinsi Kapisa menyatakan bahwa Mujahidin Imarah Islam Afghanistan (IIA) di distrik Tagab menyerang basis militer tentara salibis Perancis pada Rabu (12/10/2011) sore.  Menurut laporan, basis tersebut telah diserang sekitar 30 menit ketika helikopter tentara penjajah AS tiba di lokasi kejadian dan mulai membombardir daerah tersebut. Sementara itu, Mujahidin IIA berhasil menembak jatuh helikopter yang terbang rendah dan berusaha masuk ke pangkalan tersebut saat pertempuran kian sengit.  Seluruh tentara salibis AS dan NATO yang berada dalam heli naas itu tewas di tempat.  Saksi mengatakan reruntuhan helikopter telah dibawa pergi dari lokasi pertempuran menggunakan truk besar.

Dalam operasi lainnya, Mujahidin IIA menembak tank AS dengan menggunakan roket, menewaskan dan melukai seluruh tentara salibis AS di tempat kejadian.
Belasan tentara boneka Afghan tewas dan terluka pada Rabu.  Menurut laporan, Mujahidin IIA menyerang pos militer mereka di distrik Manugi, provinsi Kunar yang menyebabkan kerugian besar di pihak musuh.  Fasilitas di pos tersebut rusak dan hancur akibat serangan Mujahidin.
Mujahidin IIA pada Rabu sore menyerang konvoy suplai tentara salibis AS yang tengah menuju daerah Sultan Khel, distrik Sayedabad, provinsi Wardag.  Serangan tersebut akhirnya meletuskan pertempuran selama satu jam dengan hasil 10 truk suplai AS hancur dan beberapa tentara pengawal suplai tewas.
Dalam peristiwa lain, Laporan dari distrik Gerimsir, provinsi Helmand mengatakan bahwa tentara brutal AS menangkap 50 sipil tak bersalah dari wilayah Hassanabad pada Selasa sore setelah Mujahidin meledakkan bom ranjau yang menghancurkan satu tank AS, menewaskan dan melukai seluruh tentara salibis di dalamnya.  Saksi mata mengatakan bahwa sipil yang ditangkap tidak terkait dengan ledakan bom ranjau.  Diketahui bahwa mereka yang ditangkap kemudian diserahkan oleh AS ke departemen interlijen Afghan setelah melalui penyiksaan dan kemudian mereka dilepaskan setelah keluarga mereka membayarkan sejumlah besar uang kepada agen boneka Afghan.  (haninmazaya/arrahmah.com)
OMMA : Belasan tentara teroris NATO-Afghan tewas dalam serangan terpisah di provinsi Logar
Hanin Mazaya
Rabu, 12 Oktober 2011 09:48:38
Hits: 1376

AFGHANISTAN (Arrahmah.com) – Sedikitnya empat tentara penjajah NATO dan boneka mereka tewas dalam serangan terpisah di provinsi Logar, lapor Mujahidin seperti yang ditulis dalam situs resminya.  Sejumlah besar tentara penjajah NATO dan Afghan juga tewas dalam serangan bom ketika mereka berpatroli di distrik Charkh, provinsi Logar pada Selasa (11/10/2011) sore.  Juga di hari yang sama, sedikitnya empat tentara boneka tewas dalam serangan granat yang dilemparkan oleh seorang Mujahid ketika musuh berpatroli di distrik yang sama.

Dalam peristiwa lainnya, beberapa misil yang ditembakkan oleh Mujahidin menghantam basis militer tentara salibis Perancis di distrik Tagab, provinsi Kapisa pada selasa, namun tidak diketahui dengan pasti jumlah kerugian yang dialami musuh.
Sedikitnya empat polisi boneka tewas dan beberapa terluka dalam serangan di markas kepolisian distrik di distrik Yahiya Khel, provinsi Paktika pada Selasa.
Seorang agen intelijen boneka Afghan tewas di provinsi Laghman pada Selasa.  Abdusmad, yang bekerja sebagai agen mata-mata untuk tentara penjajah AS juga seorang agen di tubuh NDS, tewas dalam serangan bom di ibukota provinsi Laghman.
Setidaknya dua tentara boneka tewas dan dua terluka dalam serangan bom ranjau yang menargetkan kendaraan musuh di distrik Asmar, provinsi Kunar pada Selasa.  Mujahidin IIA dalam serangan terpisah menargetkan pos militer musuh di distrik Manugi, provinsi yang sama pada Selasa pagi.  Sebanyak 15 mortir dan misil menghantam pos tersebut.  Selain kerusakan parah yang dialami pos tersebut, tiga tentara boneka dilaporkan tewas dan terluka dalam serangan ini.
Sekitar dua tentara penjajah AS tewas dan empat lainnya terluka saat tank mereka dihantam ledakan bom ranjau di kota Poli alam, ibukota provinsi Logar.
Lebih dari empat polisi boneka tewas dan tiga lainnya terluka di provinsi Logar.  Polisi boneka tengah melakukan patroli berjalan kaki saat ledakan bom ranjau menghantam mereka. (haninmazaya/arrahmah.com)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar