Jumat, 14 Oktober 2011

Membongkar Kejanggalan-Kejanggalan Bom Solo, Bukti Rekayasa Intelijen.....>>>gereja tersebut ada CCTV yang aktif terus dan pengebom bunuh diri terekam dalam gambar. Kenapa CCTV itu tidak pernah diputar dan diperlihatkan ke publik? Dalam kasus bom Mariott televisi berulangkali menayangkan rekaman CCTV per adegan, sedangkan dalam kasus ini tak pernah diputar. Ada apa? Berikut pernyataan Ketua FPI Surakarta, H Chorul RS, "ketika bombernya masuk dan memencet remote-nya sampai tiga kali, tidak meledak. Tapi setelah jamaah itu tidak banyak, tiba-tiba saja bom itu meledak sendiri. Artinya, ada pemicu dari luar."...>>...Ahmad Yosepa Hayat (pelaku bom bunuh diri) dinyatakan DPO karena terlibat kasus Bom Cirebon. Faktanya dia bebas berkeliaran, bahkan sempat pulang ke rumah. Logika orang awam menyatakan: Bagaimana mungkin seorang DPO bisa bebas berkeliaran, pulang ke rumah, bahkan bisa mondar-mandir di depan gereja dan berkeliaran di wilayah yang menurut laporan intelijen akan terjadi ledakkan? Apakah polisi dan intelijen kita bodoh? Atau Ahmad Yosepa Hayat ini sengaja dipelihara?...>>...Hanya hitungan jam, Presiden SBY sudah berani menyatakan bahwa pelaku adalah bagian dari kelompok teroris Cirebon? Kok, bisa secepat itu menyimpulkan, padahal tes DNA, uji forensik, dan penyelidikan belum dilakukan? Sedangkan untuk kasus tukang ojek Muslim yang dibunuh di Ambon, sudah belasan hari polisi tak pernah mengumumkan siapa pelakunya dan tidak bisa menangkap pelakunya? Apakah presiden sudah mengetahui sebelumnya bahwa akan ada kelompok Cirebon yang mengebom gereja?...>>....Sebelum bom terjadi di Solo, Kementerian Luar Negeri Inggris sudah merilis pernyataan, bahwa akan ada bom di Semarang, Surabaya dan Solo? "Kami yakin serangan selanjutnya akan dilakukan di beberapa lokasi di Jawa, termasuk Semarang, Surabaya, dan Surakarta (Solo)," kata Kemlu Inggris. Kenapa mereka lebih dulu tahu, sedangkan intelijen kita kebobolan? Ada apa?..>>> "Per tanggal 21 September (jauh hari sebelum bom Solo) itu sudah ada informasi intelijen, yang akan menjadikan Solo sebagai Ambon berikutnya," kata Ketua Komisi I Mahfudz Siddiq. Logikanya, kalau intelijen sudah tahu akan ada bom di Solo, mengapa intelijen tidak bisa memantau pergerakan DPO yang masuk ke kota Solo? Mengapa pelaku bom yang merupakan DPO bisa bebas berkeliaran. Ada apa? ...>>>..Presiden SBY langsung menyebut, bahwa pelakunya adalah jaringan Cirebon. Dalam aturan informasi, berita yang masuk ke Presiden harus A1, bukan dusta..>>>.. Dalam peristiwa politik yang ternyata langsung yang bereaksi itu adalah tokoh2 politik ...seperti SBY dan Kemlu Inggris.... ini dapat dipastikan memang sudah di pre-design oleh para inteligen2 dan agen2 kepercayaan Penguasa...>> Dalam peristiwa politik tidak ada ÿang Kebetulan"atau surprice accident....>>> Inilah Kekejaman Pengiasa Anti Islam terhadap Umat Islam... untuk membuat black campaign atau malicious campaign terhadap Umat Islam dengan membuat stigma rancangan yang benar2 diatur oleh para agen2 Penguasa....??? Quo Vadis SBY dan aparat Negaranya.. sepertinya....sudah dikendalikan oleh bandit jahat Antek2 Penjajah Kriminal Internasional yang Anti Islam....dan Anti Syareat Islam...>>> Waspadalah Umat Islam.... dan Kuatkan Persatuan dan Kesatuan Umat Islam ...>> Hayyooo Bangkitkan ... Solidaritas dan Persaudaraan Umat Islam secara kokoh.. dan jangan tergoda oleh iming2 jahat para kolaborator Asing dan Antek2 Penjajah Kriminal Internasional.. dalam segala bentuk dan manifestasinya....>>> Lihat apa yang terjadi di Ambon 1998-- dan 2005 .. dan 2011... >>> Juga apa yang terjadi di Poso ... dan Apa yang terjadi di Bekasi....dengan Krestenisasi terselubung oleh agen2... jahat Penjajah Kriminal Internasional...>>> Kepada Yth Ibu Any Yudoyono... diminta harus segera membersihkan program Mobil Pintar itu dari oknum2 dan agen2 jahat para Misionaris... Culas.. dan konon dapat bantuan dana Asing... dan sponsor2 para Antek2 Kolonialis Kriminal Internasional....>>> Waspadalah Umat Islam...>>> Umat Islam Ambon itu... adalah Umat Islam yang moderat.. Namun para Kresten Antek2 Penjajah itu membantainya juga....>> Juga Kresten Solo itu moderat tetapi oleh agen2 Penguasa telah dijadikan sasaran melalui stigma menjelekan Umat Islam... melalui "bom bunuh diri yang dikendalikan dari luar alat pemicu bomnya..." hehe..>>> Benar2... sadis para Penguasa Indonesia menggunakan para agen2 aparat inteligen.. dengan mengorbankan pemuda Islam... dan membunuh para Kresten moderat Solo...>>> Ini permainan jahat para agen2 aparat Penguasa ... untuk mengambil keuntungan politik...dan tentu saja dana2 dan fasilitas negara...[yang selalu menjadi penggoda utama hawa syahwat nafsu serakah mereka]... dengan memanfaatkan dan memelintir terhadap kelemahan pribadi SBY yang mudah sensitif dan cengeng terhadap dirinya...>>> Sayang seorang Jendral..terpintar.. DR Pertanian.. terpandai.. memiliki perilaku santun dan flamboyan..itu.. Namun jiwanya lemah terhadap para agen2 Asing yang menyelinap atau malahan sengaja dimasukan dengan sepengetahuan dan persetujuan oknum besar di Pemerintahan....Sehingga kini Indonesia menjadi exportir hasil2 Pertanian terbesar....[Lihatlah mulai beras -buah2an-kacang2an-bijian-dan bahan2 jadi seperti tepung-minuman2-dlll.... Sangat ironis memang...!!!..hehe...>>... Ini memang Kebelinger tenannn.....> Konon ada Laboratorium2 asing di RI yang konon tak bisa dipantau kegiatannya.. secara detail... >> bahkan Laboratorium itu... sangat erat dengan kondisi Negara dan Rakyat Indonesia..>> Hayoo ganti itu Menteri Kesehatan.. dan masuklah orang2 yang benar cinta Bangsa dan Negara RI ini...>> Janganlah memiliki menteri2 yang konon malahan adalah agen2 dari para Penjajah Kriminal Internasional itu...>>> Jangan menbiarkan para Penjahat Internasional dan jaringan agen2 mereka mengaiaya Rakyat Indonesia dan Umat Islam Indonesia... >> Sungguh sangatlah kejam dan zholim.. bilamana Presiden SBY membiarkan Lembaga2 zhalim dan agen2 jahatnya berada di Indonesia dan menzholimi Umat Islam Indonesia...yang pada umunya lugu dan sangat terbuka...>>> Hayyooo ..... Ulama2 dan para Mahasiswa Islam dimanapun anda berada... Selamatkan Umat Islam Indonesia dari perbuatan Culas Para Agen2 Jahat Penjajah Kriminal Internasional.. yang bencokol didalam tubuh aparat2 Negara kita dan Pemerintahan kita...>> Hayoo cerdaskan dan kuatkan Persatuan Umat Islam dan Konsolidasi total.....>>> Jangan..bingung dan jangan bengong... Cerdaskan segera....Bangsa dan Umat Islam...seluruhnya..>> Bersatulah...!!! Umat Islam Indonesia..... Merdeka...!!! Bebaskan Indonesia dari kendali dan upaya jahat Penjajahan Kriminal Internasional.. yang kini menjajah dengan melalui agen2 mereka di Negara Indonesia...>> Mereka menyebarkan dengan berbagai cara ....Anti Islam dan Anti Syareat Islam...>> Hayyoo....... kita kuatkan Persatuan dan wujudkan secara UU Syareat Islam... Anti MOLIMO [maling-madat-maen-mabok-madon] -Anti Gharar-Riba-Maisir-dan juga UU makanan dan usaha2 halal ... dan UU makanan dan barang2 tidak halal yang dilarang untuk melibatkan orang2 Islam...>>> Tegakan makanan dan barang2 dan usaha halal untukUmat Islam dan juga semua anak2 bangsa pada umunya....agar kita segera mewujudkan secara nyata baldatun thayyibatun warabbun ghafur... negara aman adil dan makmur dengan penuh rahmat ampunan Allah SWT...yaitu Negara dan Masyarakat ini mendapatkan Keberkahan dan Rahmat dari Allah SWT secara berlimpah dan maslahat..zhahir-batin...dunia akhirat...>>

Membongkar Kejanggalan-Kejanggalan Bom Solo, Bukti Rekayasa Intelijen

Jakarta (voa-islam) – Dalam sebuah grup di jejaring social Facebook, tengah ramai membincangkan seputar kejanggalan-kejanggalan Bom Solo. Setidaknya, ada lima kejanggalan yang terdapat dalam insiden ledakan bom di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton, Jebres, Solo. Berikut kejanggalan-kejanggalannya:

1). Katanya di gereja tersebut ada CCTV yang aktif terus dan pengebom bunuh diri terekam dalam gambar. Kenapa CCTV itu tidak pernah diputar dan diperlihatkan ke publik? Dalam kasus bom Mariott televisi berulangkali menayangkan rekaman CCTV per adegan, sedangkan dalam kasus ini tak pernah diputar. Ada apa?
Berikut pernyataan Ketua FPI Surakarta, H Chorul RS, "ketika bombernya masuk dan memencet remote-nya sampai tiga kali, tidak meledak. Tapi setelah jamaah itu tidak banyak, tiba-tiba saja bom itu meledak sendiri. Artinya, ada pemicu dari luar."

2) Ahmad Yosepa Hayat (pelaku bom bunuh diri) dinyatakan DPO karena terlibat kasus Bom Cirebon. Faktanya dia bebas berkeliaran, bahkan sempat pulang ke rumah. Logika orang awam menyatakan: Bagaimana mungkin seorang DPO bisa bebas berkeliaran, pulang ke rumah, bahkan bisa mondar-mandir di depan gereja dan berkeliaran di wilayah yang menurut laporan intelijen akan terjadi ledakkan? Apakah polisi dan intelijen kita bodoh? Atau Ahmad Yosepa Hayat ini sengaja dipelihara?

3). Hanya hitungan jam, Presiden SBY sudah berani menyatakan bahwa pelaku adalah bagian dari kelompok teroris Cirebon? Kok, bisa secepat itu menyimpulkan, padahal tes DNA, uji forensik, dan penyelidikan belum dilakukan? Sedangkan untuk kasus tukang ojek Muslim yang dibunuh di Ambon, sudah belasan hari polisi tak pernah mengumumkan siapa pelakunya dan tidak bisa menangkap pelakunya? Apakah presiden sudah mengetahui sebelumnya bahwa akan ada kelompok Cirebon yang mengebom gereja?

4). Sebelum bom terjadi di Solo, Kementerian Luar Negeri Inggris sudah merilis pernyataan, bahwa akan ada bom di Semarang, Surabaya dan Solo? "Kami yakin serangan selanjutnya akan dilakukan di beberapa lokasi di Jawa, termasuk Semarang, Surabaya, dan Surakarta (Solo)," kata Kemlu Inggris. Kenapa mereka lebih dulu tahu, sedangkan intelijen kita kebobolan? Ada apa?

5) "Per tanggal 21 September (jauh hari sebelum bom Solo) itu sudah ada informasi intelijen, yang akan menjadikan Solo sebagai Ambon berikutnya," kata Ketua Komisi I Mahfudz Siddiq. Logikanya, kalau intelijen sudah tahu akan ada bom di Solo, mengapa intelijen tidak bisa memantau pergerakan DPO yang masuk ke kota Solo? Mengapa pelaku bom yang merupakan DPO bisa bebas berkeliaran. Ada apa? 

Jubir JAT Center Son Hadi pernah mendengar ucapan sepihak yang menyebut, bahwa pelaku pengeboman bisa dipastikan orang Islam. Orang itu beralasan, karena yang berani melakukan itu hanya orang Islam. “Saya kira, terlalu sederhana tuduhan semacam itu.”

Son Hadi merasa aneh, pasca Bom Solo, Presiden SBY langsung menyebut, bahwa pelakunya adalah jaringan Cirebon. Dalam aturan informasi, berita yang masuk ke Presiden harus A1, bukan dusta. Dari informasi itu, kemudian menganalisa TKP. Bukan tidak mungkin, ada pengkondisian untuk mengalihkan perhatian masyarakat dari isu yang sedang dihadapi penguasa.  Tentu saja, ada pengaruh asing di dalamnya. (Desastian)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar