Kamis, 07 April 2011

Semua Indah Dalam Rambu-Nya.>>>>Pasukan Israel Tangkap 100 Wanita Palestina di Tepi Barat>>>Serangan Darat, Laut dan Udara Israel Tewaskan 5 Warga Gaza>>AS Terlibat Langsung Pembantaian Yaman>>>Takut "Bumerang", AS Curi Dokumen Rahasia Timur Tengah>>>Penindasan Kejam Israel Beralih ke "Sasaran Lunak>>>Kita renungkan... Medan Palestina...yang dahsyat karena dalam penjajahan Israel...dan tentu dibantu Sekutunya yi AS-NATO....!!! Umat Islam harus bangkit untuk meningkatkan Persatuan dan solidaritas umat Islam, dan berjuang dan berjihad untuk mengusir para Penjajah dan antek2 nya...itu... Insya allh umat Islam akan menang dan jaya......Amin....

Semua Indah Dalam Rambu-Nya.

Jumat, 08/04/2011 10:10 WIB. http://www.eramuslim.com/kisah/semua-indah-dalam-rambu-nya.htm | email | cetak

Senyumku jadi mengecut, pakaian terusan (gamis) kesayanganku, si coklat berbunga gelap itu malah terus-menerus jadi perhatian orang sekitar. Awal spring identik dengan baju terusan, tapi bukan yang menutup aurat, biasanya yang ‘lagi in’ adalah baju terusan berbunga dengan bahan ketat dan tanpa lengan alias bagian ketiak terlihat, githu lho.
Oke, please, nurani…bisikku, tetaplah husnudzon, anggaplah memang orang-orang kafir sekitar sini kebetulan memang tak pernah melihat muslimah, tak punya uang untuk jalan-jalan sampai bisa mengunjungi Indonesia dan negara bersiram mentari lainnya. Namun bukan itu yang membuatku kesal, hari ini sudah hampir sore dan diriku belum makan siang padahal sedang hamil tujuh bulan, dan ingin bergegas mampir membeli roti di kedai, namun aduuuh, tiba-tiba selangkah sebelum memasuki kedai, ada dua petugas berbaju ‘sok sexy’ (yang perempuan) dan ‘sok macho’ (yang laki-laki) mendekatiku, dengan memandangku curiga mereka bermaksud memeriksa kartu identitasku. Sedih juga, Ya Robbi, rezeki makan siangku dan anak-anak tertunda lama, bisik hatiku lagi.
Beberapa kali suamiku mengingatkan, “Tetap ceria, donk sayang… kan udah lama di luar negeri, udah tau lah kamu banyak hal seperti ini. Kadang-kadang memang nyebelin kalau di kota kecil macam Krakow saat berjumpa petugas imigrasi yang memeriksa, system ngeceknya masih manual, yah mengganggu jadwal waktu aktivitas orang lain, namun kan tetap ada sisi baiknya, mereka meriksanya resmi dan gak pakai cara-cara minta uang rokok kayak di negeri antah berantah, hehehe, apalagi sekarang kan makin banyak petugas yang jadi kenal kamu, bahwa ada seorang muslimah Indonesia dan yang paling sering beredarnya di wilayah old town sini…”, hibur pangeran hatiku tersebut.
Sipitnya mataku memang dengan mudah dikenali, ciri paling berbeda dengan orang lokal sini. Tambah lagi, dua hari lalu aku jatuh terpeleset, lebam-lebam di tubuhku termasuk bagian muka di kelopak mata kananku. Si dua petugas itu terlihat makin curiga, lekat-lekat menatapku, apalagi di lembar-lembar passport dan kartu identitasku memang tak ada foto yang menampakkan rambut dan telinga (seperti aturan kuno biasanya), semua pas foto yang terpasang selalu kelihatan muka doang. Setelah mendengar pembicaraan mereka dengan bahasa Polish tentang kecurigaan kepada umat muslim (yang merupakan saudara-saudariku, yang difitnah sebagai teroris dalam media-media barat), apalagi system kuno mereka dalam mengkonfirmasi kartu identitas harus menanti lebih dari 30 menit—menelepon ke sana-sini, maka keramahan memudar dari wajahku. Sosok kafirin di hadapanku itu adalah contoh nyata kaum yang melakukan diskriminasi, terutama terhadap busana kaum muslimah.
Seraya mengingat-ingat, sister kita di sebuah kota kecil, di Amerika, pernah pula akhirnya memutuskan untuk membuka hijabnya, atas izin suaminya, (astaghfirrulloh…) sebab ada tekanan lahir bathin yang teramat keras dari kaum kafir sekitar mereka, akhirnya setelah ribuan kali berpikir ulang, maka dilepasnyalah identitas kemuslimahannya tersebut. Yah, sebetulnya itulah tujuan kaum islamofobia atau sosok-sosok yang memerangi umat Islam lainnya, sasaran paling mujarab adalah para muslimah berhijab, akan selalu dibuat tidak tenang, tidak nyaman, diremehkan, direndahkan, dibuat sakit hati yang dikaitkan dengan penampilan ‘menutup aurat’ tersebut, agar sikap istiqomah menjadi goyah, agar mau bertekuk lutut di hadapan mereka. Agar mau sama hinanya dengan penampilan mengumbar aurat yang mereka katakan sebagai bentuk rasa percaya diri yang tinggi, ‘explore penampilan’ se-eksotik mungkin. Naudzubillahi minzaliik.
Dan di era yang makin maju ini, ternyata tetap banyak muslimah yang tertipu daya, tak sadar akan tingginya kemuliaan diri dalam Islam, sehingga tak menyadari pula saat terbawa oleh buaian manis ‘kesuksesan berkarir’ yang dielu-elukan sebagai kampanye para pengikut setan tersebut, antara lain kesuksesan wanita mereka ukur dari keahlian menggoda pria, tampilan zahir menonjol dan lekuk-lekuk yang harus dipertontonkan, kecantikan fisik menjadi kriteria utama, kesempurnaan dandanan dengan kosmetika bermerk terkenal, perawatan kuku dan mewarnainya sesuai warna busana (kalau di Krakow, nenek-nenek pun hobi mewarnai kuku, juga pakai glitter lho…) dan sejenis itu, bahkan ada acara televisi (di Eropa ini), yang mana acara tersebut adalah wanita-wanita dan lelaki yang telanjang, dan dinilai oleh jurinya “siapakah yang paling bagus bentuk tubuhnya?” dan siapakah yang punya tubuh paling menggoda? (Waktu itu saya sedang mencoba lihat channel-channel televisi ketika baru pindah, dan seumur hidup, baru kali ini Saya melihat wajah-wajah paling bodoh memproduksi acara tak bermutu seperti itu). Yang saya lihat adalah saat acara hampir berakhir dan juri memutuskan pemenangnya, yang kalah malah jejeritan menangis, kata si wanita yang menangis itu, karena perutnya kurang rata, makanya dia sedih sekali ketika kalah. Astaghfirrulloh!
Jelas saya sangat bersyukur, kita muslimah memang berbeda dengan mereka, Allah ta’ala mengucuri hidayahNYA, mengalirkan kecerdasan kepada kita, melimpahi hikmah dan ilmu-Nya setiap waktu, walaupun terkadang kadar keimanan kita sedang goyah atau turun, Allah SWT tetap menjaga dan melindungi kita, mendidik karakter jiwa ini, dan dengan segala skenarioNya, kita dibimbing umtuk selalu optimis dan bersyukur. Karena dunia ini cuma tempat singgah sesaat saja.
Kembali pada peristiwa sore itu. Benar-benar menyakitkan hati, detik itu perutku lapar sekali, (jadi teringat ada teman India pernah bercerita, tiba-tiba diperiksa saat kebelet pipis mau masuk WC umum di mall, terbayang khan bagaimana sulitnya menahan pipis selama satu jam?!), kesabaran diuji kembali, hampir sejam dicek-cek si kartu identitas itu. Mereka cuek saja melihat bayiku yang sudah bosan dan mulai rewel, hingga akhirnya suamiku membawakan sebungkus kentang goreng agar saya bisa menunggui pemeriksaan itu sambil mengganjal perut. Alhamdulillah, masih ada sosok-sosok pangeran di sampingku yang terus menghibur, kegiatan menanti sejam itu kami isi dengan do’a-do’a, kami untai beragam kata dengan percaya diri, bahwa Allah ta’ala pasti membalas kezhaliman mereka.
Terkenang akan kebersamaan dengan saudara-saudari seiman, dalam tautan aqidah yang sama, kita tidak pernah dibedakan berdasarkan karakteristik suku, antar golongan, jenis kelamin, atau ras. Kita diajarkan untuk menghargai sesama manusia, menjaga hubungan dengan Allah ta’ala serta hubungan dengan setiap insan, beraktivitas sehari-hari dengan diniatkan beramal shalih. Subhanalloh, alangkah indah semuanya dalam rambu-rambu agamaMU, ya Allah.
Bahkan tentang perbedaan bentuk fisik yang diciptakanNYA, Allah ta’ala mengungkapkan, “Wahai manusia! sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti.” (QS. Al-Hujurat [49] : 13)
Ada hal lain lagi, yang paling gemar dibicarakan kaum wanita tentang penampilan fisik, dikampanyekan ‘harus’ memamerkan rambut indah, kulit putih bersinar dan bentuk tubuh berkelok-kelok alias mempertontonkan lekuk-lekuk jasmani buat “cuci mata” para lawan jenis di sekitarnya. Bahkan yang sudah menutup aurat pun, masih tergoda untuk dielu-elukan sebagai sosok yang modis dan seksi dengan tetap berpakaian ‘islami’. Duhai saudaraku, tercengang diri ini melihat produk-produk ‘kecantikan semu’ yang ditawarkan media barat untukmu. Bayangkan, tak hanya produk bedak berjenis warna, ada pemutih kulit, ada penyedot lemak, ada pula produk bulu mata palsu dan berbagai jenis lensa kontak supaya tampilan mata tidak terlalu sipit atau tak terlalu besar. Ada produk untuk menambahi pembesaran buah dada bahkan untuk menipu diri di alat vital alias produk ‘kembali perawan’, astaghfirrulloh.
Sudah puluhan kali sahabat lama yang berjumpa saat on-line bertanya padaku, “Pakai produk perawatan apa sih, jeng…? Tampaknya tambah putih aja kamu yah, nitip donk produknya kalo’ mudik…”, dan kalimat lain sejenis itu. Lhooo, kalian lupakah bahwa kulit putih ini malah membuatku dibeda-bedakan oleh pak guru, aku diawasi ketat saat upacara bendera semasa sekolah gara-gara pak guru tersayang itu ketakutan kalau aku pingsan, lupakah akan hal itu? Lupakah kalian kalau pigmen kulit yang sangat pucat ini malah merupakan tanda daya tahan tubuh yang kurang kuat? Dan bahkan si kulit putih malah lebih cepat imbas bertotol coklat tatkala terserang sinar UV mentari dari pada yang berkulit gelap. Serta kumpulan minyaknya malah makin lebih kentara dibandingkan si kulit gelap. Jawabanku selalu sama, duhai saudari-saudariku nan sholihat, menutup aurat dan bersiram air wudhu adalah “kosmetika alami” sepanjang zaman, insya Allah.
Apalagi sudah ada kisah teman dekat yang nyaris diperkosa gara-gara tersibak betis putihnya di bus antar-kota yang ditumpangi. Juga makin majunya tekhnologi dan tuntutan modernisasi, para wanita berkulit putih makin memoles diri agar kecantikan fisik dieksploitasi sebesar-besarnya, semua lekukan tubuh ditonjolkan dengan maksud menggoda iman, juga dengan niat menipu serta berbuat kejahatan lain. Maka yang berkulit gelap pun jadi tak mau kalah, warna-warna bedak makin beragam dan polesan merata di wajah serta tubuh agar setidaknya tampak ‘imut si hitam manis’, plus bersandang gelar sexy juga. Di minggu-minggu ini, publik disodori berita-berita tentang ‘penipu-penipu cantik’, yang konon sudah sangat sukses meraup beragam harta kekayaan hasil ‘kerja haram’ tersebut.
Jangan lupa, efek-efek operasi plastik, penggunaan ragam kosmetika berbahaya dan terbakarnya kulit yang diumbar di bawah ultra-violet sudah banyak memakan korban. Tak hanya derita kanker kulit atau penyakit lainnya, namun para wanita yang ‘sukses’ memperbarui penampilan diri itu ada juga yang mengakhiri hidup dengan bunuh diri, atau dibunuh saingannya, ada yang jiwanya makin terganggu hingga kehilangan ingatan, dll. Rasa syukur ternyata amat mahal harganya.
Saudara-saudariku, sipit atau tidak mata kita, putih maupun gelap kulit kita, tinggi atau pendeknya raga kita, kurus maupun gemuk badan kita, semuanya adalah kurnia Ilahi nan sempurna, jika memang tidak suka, silakan complain denganNYA kalau berani. Yang paling penting adalah tujuan hidup kita terarah, kampung akhirat menjadi cita-cita, kehalalan nafkah terpelihara. Jika bukan kita sendiri yang percaya diri dan bangga akan status kemusliman yang disandang, akan keberagaman bangsa yang ada, akan nilai ketaqwaan yang jadi penilaian sejati di hadapanNya, maka makin hancurlah generasi muda islam.
Setiap masa yang kita lewati pastilah memiliki pelajaran dan hikmah yang merupakan didikanNya. Abangku yang ilmuwan, nan tengah meneliti tentang kosmetika pernah mengingatkan bahwa tak ada kosmetika pemutih kulit kecuali campuran kimiawi berbahaya penyebab penyakit. Juga ia berujar, “Jangan tutupi penuaan yang terjadi padamu, guratan alami di kulit adalah tanda cinta Allah SWT, karena dengan sinyal itu mendudukkanmu pada tempat dan waktu yang tepat”. Kecintaan sejati dalam untaian ukhuwah islamiyah pun malah bertambah erat dengan iringan masa yang terus berlari. Menolehlah pula pada kekasih halal nan mendampingi, tatap lekat-lekat mukanya yang lelah, lihat gurat-gurat penat dan sisa keringat usai bekerja keras, bukankah engkau juga melihat sinyal cinta yang besar di matanya? Dan cinta sejati tak memandang fisik, tak berlandaskan ras, suku maupun warna kulit, ia datang dari jiwa yang bersih, kesucian nurani yang dieratkan oleh ikatan cintaNya, nan dikucuri hidayahNya dan hanya bisa dirasakan oleh hamba-hamba pilihanNya, insya Allah.
“Allahumma inni audzubika minal hammi wal hazan, Allahumma inni audzubika minal ajzi wal kasal, Allahuma inni audzubika minal jubn wal bukhl, Allahumma inni audzubika min gholabatiddayni wa qohrirrijal.” Wahai Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kegundahan dan kesedihan, dari rasa lemah dan kemalasan, dari kebakhilan dan sifat pengecut, dan dari beban utang dan tekanan orang-orang (jahat).
Wallahu ‘alam bisshowab.
By : bidadari_Azzam
(bidadariazzam.blogspot.com/ @Old Town Krakow yang banyak berhala, 7 april 2011)

Pasukan Israel Tangkap 100 Wanita Palestina di Tepi Barat

Jumat, 08/04/2011 08:32 WIB | email | print
Pasukan Israel menyerbu desa Awarta di Tepi Barat utara pada hari Kamis kemarin (7/4), menangkap lebih dari 100 perempuan ketika mereka memburu para pembunuh sebuah keluarga Israel, kata pejabat setempat.
Militer juga menggunakan buldoser untuk menghancurkan rumah-rumah Palestina di sebuah desa pertaniandi Tuba, suatu daerah di bawah kendali Israel, menurut pejabat keamanan Palestina.
Di Awarta, ratusan pasukan memasuki desa setelah tengah malam dan memberlakukan jam malam setelah mereka mulai mengumpulkan para wanita, dewan kepala daerah Tayis Awwad mengatakan kepada AFP.
Mereka melakukan pencarian dari rumah ke rumah sepanjang malam, katanya. Sumber-sumber keamanan Palestina membenarkan informasi yang sama.
Para wanita, beberapa di antaranya orang tua, ditempatkan di kamp dimana militer mengambil sidik jari dan sampel DNA sebelum sebagian besar dari mereka dibebaskan, kata sumber Palestina.
Otorita Palestina (PA) mengutuk tindakan Israel tersebut, jurubicara PA Ghassan Khatib menyebut kampanye Israel telah melakukan tindakan biadab terhadap rakyat Awarta."(fq/afp)
 

Serangan Darat, Laut dan Udara Israel Tewaskan 5 Warga Gaza

Jumat, 08/04/2011 07:10 WIB. http://www.eramuslim.com/berita/palestina/serangan-darat-laut-dan-udara-israel-tewaskan-5-warga-gaza.htm | email | print
Israel telah mengintensifkan serangannya di Jalur Gaza yang terkepung, menewaskan sedikitnya lima warga Palestina dan puluhan terluka dalam serangan terbaru, laporan mengatakan.
Tank-tank Israel, kapal perang dan jet tempur secara bersama-sama menyerang Jalur Gaza pada hari Kamis kemarin (7/4).
Dua warga Palestina tewas dan 25 orang lainnya mengalami luka-luka di Kota Gaza. Dua orang juga tewas dan 14 luka-luka di Rafah.
Sebuah helikopter tempur Israel terbang di atas Gaza menembak secara acak dan menewaskan seorang anak muda berusia 17 tahun, kata petugas medis.
Militer Israel telah mengkonfirmasi bahwa pesawat dan pasukan darat telah menyerang Jalur Gaza dan telah menewaskan lima warga Palestina.
Petugas medis Palestina mengatakan sedikitnya 30 orang terluka dalam tiga jam serangan yang dilakukan oleh pasukan Israel. Di antara yang terluka adalah seorang gadis Palestina berusia 4 tahun di Jalur Gaza.
Rezim Tel Aviv telah berulang kali membombardir Gaza sejak perang 22 hari di wilayah kantong miskin itu pada bulan Desember 2008 dan Januari 2009, yang menewaskan lebih dari 1.400 warga Palestina dan menimbulkan kerusakan sebesar 1,6 milyar dolar terhadap perekonomian daerah tersebut.
Serangan seringkali diluncurkan dengan dalih menanggapi penembakan roket dari Gaza.(fq/prtv)

AS Terlibat Langsung Pembantaian Yaman

TEHERAN (Berita SuaraMedia) – Direktur Istitut Urusan Teluk mengatakan bahwa Amerika Serikat terlibat secara langsung dalam menghabisi para pengunjuk rasa anti-pemerintahan di Yaman.
"Ada kaitan langsung antara bantuan Amerika Serikat untuk Yaman dengan pembunuhan ratusan orang pengunjuk rasa," kata Ali al-Ahmed kepada Press TV.
Merujuk pada upaya AS mempersenjatai rezim Yaman dan kehadiran pasukan AS di negara tersebut dengan dalih memerangi terorisme, Ahmed mengatakan bahwa AS turut bertanggung jawab atas tingginya angka kematian di antara para pengunjuk rasa di Yaman.
Ahmed menambahkan, meski pasukan yang dilatih oleh AS dan CIA tidak secara langsung menembak para pengunjuk rasa di Yaman, mereka berperan memberi landasan bagi pasukan lain untuk melakukan tindakan represif terhadap warga sipil tak bersenjata.
Analis politik itu menyarankan AS agar berfokus mendukung rakyat Yaman, bukannya mengirimkan senjata kepada rezim autokrat dari Presiden Ali Abdullah Saleh. Ia mengatakan, "Ini adalah cara yang terbaik bagi AS untuk meminimalkan ancaman dari al-Qaeda."
Ahmed menambahkan, "Saleh mendukung al Qaeda dan menggunakannya sebagai alat tawar dengan Arab Saudi dan AS. Jika Saleh sudah keluar dari istana (kepresidenan), maka ancaman al-Qaeda akan berkurang drastis."
Ratusan ribu orang turun dalam unjuk rasa reguler di berbagai kota di Yaman, termasuk di Sana’a, Aden, dan Taiz. Mereka mengeluhkan mengenai korupsi yang merajalela dan masalah pengangguran serta menuntut Saleh mundur dari jabatannya.
40 persen dari penduduk Yaman hidup dengan penghasilan di bawah $2 per hari atau bahkan kurang, sementara sepertiga penduduk Yaman kekurangan bahan makanan.
Para pengunjuk rasa dihadapkan dengan polisi antihuru-hara atau para pendukung Saleh yang dipersenjatai dengan pisau dan tongkat pemukul.
Saleh mengatakan bahwa dirinya tidak akan kembali mencalonkan diri pada 2013, namun ia bersumpah mempertahankan rezimnya "hingga titik darah yang terakhir."
Menurut pemberitaan yang beredar, angka kematian di Yaman sudah menembus 300 sejak unjuk rasa dimulai pada akhir Januari silam.
Bentrokan antara para demonstran di Yaman dan pasukan keamanan yang loyal pada rezim penguasa terus menghadirkan kekerasan berdarah.
Unjuk rasa di Yaman sebagiannya terinspirasi oleh kerusuhan lain yang melanda Timur Tengah.
Saat ribuan orang terus menuntut presiden Yaman mundur, posisi pemerintahan Obama terhadapYaman tampaknya mulai berubah. Pada hari Senin (4/4), New York Times melaporkan, "Amerika Serikat, yang dikenal merupakan pendukung presiden Yaman sejak lama kini diam-diam berubah haluan dan menyimpulkan bahwa (Saleh) tidak bisa menghadirkan reformasi yang diperlukan dan harus perlahan dikeluarkan dari kantornya."
Saleh merupakan sekutu penting AS dalam memerangi al-Qaeda, yang banyak anggota seniornya berada di Yaman.
Upaya pengeboman Natal 2009 dan bom cartridge printer tahun 2010 dalam pesawat menuju AS berasal dari Yaman. (dn/pv/npr) www.suaramedia.com


Takut "Bumerang", AS Curi Dokumen Rahasia Timur Tengah

TEHERAN (Berita SuaraMedia) – Seorang pejabat senior Angkatan Bersenjata Republik Iran mengatakan bahwa Amerika Serikat mencuri sejumlah dokumen rahasia dan pasokan logistik sensitif dari negara-negara Timur Tengah yang tengah berhadapan dengan kerusuhan.
"Karena takut dengan revolusi populer di negara-negara regional, Amerika mengambil dokumen rahasia dan pasokan logistik sensitif di negara-negara tersebut dan mengirimkannya ke Amerika Serikat," kata pejabat dinas intelijen yang merahasiakan namanya itu sebagaimana dikutip kantor berita IRNA, Rabu (6/4).
AS mengirimkan dokumen dan perlengkapan tersebut ke kapal-kapal perangnya yang dikerahkan di perairan dekat Timur Tengah dan kemudian dikirimkan ke Washington, tambah pejabat itu.
Pejabat itu mengingatkan bahwa AS melakukan hal tersebut guna mencegah agar benda-benda tersebut tidak menjadi "bumerang" alias dipergunakan oleh orang-orang dan pemerintahan independen yang terbentuk nantinya di negara-negara itu untuk menentang kepentingan Amerika.
Ia menambahkn, meski AS terlibat dalam mentransfer materi amat rahasia dari negara-negara lalim yang menghadapi revolusi, AS juga memberikan dukungan dan menutup mulut dalam aksi represif terhadap unjuk rasa dan revolusi populer di seluruh kawasan Timur Tengah.
Dalam beberapa bulan terakhir, gelombang revolusi dan kerusuhan menentang pemerintahan menyapu dunia Arab.
Januari lalu, revolusi di Tunisia mampu menumbangkan rezim mantan Presiden Zine El Abidine Ben Ali yang sebelumnya telah berkuasa selama 23 tahun.
Pada bulan Februari, revolusi Arab lainnya menggulingkan mantan Presiden Mesir Hosni Mubarak dan kekuasaan otoriternya selama tiga dekade.
Februari lalu, jalanan Iran dipenuhi pengunjuk rasa yang menentang pemerintahan. Meski Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengklaim mendukung para pengunjuk rasa di Mesir, tapi boleh jadi ia juga mengalami situasi yang mirip dengan Mubarak.
Wartawan investigasi Wayne Madsen menerangkan bahwa kubu oposisi di Iran arus berhati-hati dalam menuntut pemilu yang bebas dan pemerintahan demokratis.
"Iran berada di bawah embargo ekonomi dari AS dan PBB," kata Madsen. "Mereka punya pasukan di Afghanistan dan Irak, jadi rezim di sana bisa menunjuk fakta bahwa mereka dikepung dan ada di bawah ancaman serangan dari para politikus di Israel dan Amerika Serikat. Mereka bisa menyampaikan hal itu dan mengatakan bahwa rezim itu tidak bisa ditentang karena tengah dikepung."
Departemen Luar Negeri AS juga telah meluncurkan feed Twitter dalam bahasa Persia untuk menyampaikan informasi kepada para pengunjuk rasa Iran. Hal itu bisa dipergunakan Iran untuk mengklaim bahwa AS berada di balik unjuk rasa oposisi.
Revolusi juga melanda Libya, Yaman, dan Bahrain. Sementara itu, sejumlah kerusuhan menentang pemerintahan juga dikabarkan muncul di Arab Saudi, Yordania, Oman, Kuwait, Aljazair, dan Syiria.
Sementara itu, diperkirakan akan muncul hal serupa di negara-negara Arab lainnya.
"Ekonomi berperan penting dalam semua situasi ini," terang Madsen.
Saat unjuk rasa menyebar, para pemimpin yang didukung AS di Timur Tengah juga terancam. AS memberikan bantuan kepada Yaman dan pemerintahan-pemerintahan lain, kata Madsen. Ketidakstabilan di kawasan itu dirasa tidak baik bagi AS. (dn/pv/rt) www.suaramedia.com

Penindasan Kejam Israel Beralih ke "Sasaran Lunak"

http://www.suaramedia.com/berita-dunia/timur-tengah/42092-penindasan-kejam-israel-beralih-ke-qsasaran-lunakq.html
RAMALLAH (Berita SuaraMedia) – Sementara masyarakat internasional menjadi semakin kritis terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif Israel pada minorits Arab dan pendudukan brutal di Tepi Barat Palestina, pemerintah Israel melampiaskan kemarahan mereka terhadap sasaran lunak seperti anggota parlemen Arab - Israel dan aktivis perdamaian tanpa kekerasan Palestina dan Israel.
Mayoritas anggota Knesset baru-baru ini memberikan suara yang mendukung pelucutan  anggota  Israel - Arab Knesset Haneen Zoabi dari hak-hak istimewa parlemennya mengikuti partisipasinya dalam armada naas Mavi Marmara ke Gaza tahun lalu.
Armada tersebut berusaha memecahkan pengepungan Israel yang melumpuhkan Jalur Gaza. Sembilan orang ditembak mati, beberapa dari mereka pada jarak dekat oleh pasukan Israel setelah beberapa penumpang menolak komando mereka.
Zoabi ditangkap atas tuduhan awal mencoba menusuk seorang komando. "Itu konyol. Saya hanya tertawa ketika mereka membuat tuduhan tersebut. Saya bahkan tidak pernah mencoba melawan. Mereka tahu tuduhan itu palsu dan kemudian menarik diri mereka. Mereka hanya berusaha untuk menganiaya saya secara politik," kata Zoabi kepada IPS.
Sebuah pengadilan tinggi Israel akan segera memutuskan permohonan Zoabi untuk melawan pencabutan hak istimewa parlemennya. Ini termasuk penarikan paspor diplomatiknya, hak untuk bantuan keuangan, untuk bantuan hukum, dan hak untuk mengunjungi negara-negara dimana Israel tidak memiliki hubungan politik.
"Konsensus sayap kanan di Knesset sedang mencoba untuk menghukum saya dan mencegah kebebasan berekspresi saya," katanya ketika tiba di pengadilan pekan lalu.
Tindakan keras Israel pada perbedaan pendapat berlanjut ketika Knesset baru-baru ini menyetujui undang-undang yang akan memungkinkanMahkamah Agung Israel untuk mencabut kewarganegaraan dari orang yang dihukum karena spionase, pengkhianatan, atau membantu musuh selama perang.
Langkah ini mengikuti pemungutan suara Knesset, pada awal tahun, demi sebuah komisi legislatif penyelidikan untuk menginvestigasi sumber pendanaan dan kegiatan organisasi sayap kiri Israel yang mendukung kampanye Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS) melawan Israel, serta LSM kritis lainnya.
Aktivis Pro Israel - Palestina juga menjadi sasaran. Pihak berwenang Israel telah mengakui untuk membentuk unit polisi khusus untuk memantau pengunjuk rasa Israel di lingkungan Sheikh Jarrah Yerusalem Timur.
Setiap Jumat, selama beberapa tahun terakhir, ratusan aktivis perdamaian Israel telah dengan damai memprotes penggusuran warga Palestina dari rumah mereka untuk membuat jalan bagi pemukim ilegal Israel.
Badan intelijen domestik Israel, Shin Bet, juga menyadap panggilan telepon aktivis Israel dan memanggil beberapa dari mereka untuk diinterogasi secara ilegal.
Yonatan Shapira, seorang mantan pilot Angkatan Udara Israel (IAF) dan anggota dari organisasi Anarchists Against the Wall (AAW)-penghalang yang memisahkan Israel dari Tepi Barat tetapi menyimpang dari Jalur Hijau yang diakui secara internasional dan masuk ke wilayah Palestina - adalah salah satu dari mereka. Shapira turut menulis dalam Pilot's Letter pada tahun 2003.
Bersama dengan 30 pilot IAF lainnya, Shapira menandatangani surat, yang menyatakan: "Kami yang bertanda tangan di bawah tidak lagi bersedia menjadi bagian dari serangan sembarangan di Palestina, di daerah pendudukan. Kami menyatakan penolakan kami untuk berpartisipasi dalam apa yang kita yakini sebagai kegiatan ilegal dan tidak bermoral."
Anggota AAW lainnya, Yonatan Pollack, dijatuhi hukuman penjara tiga bulan pada awal tahun setelah ia mengambil bagian dalam protes terhadap Operasi Cast Lead Israel, perang di Gaza pada tahun 2008-2009. Ia hanya ikut demonstrasi yang menyebabkannya ditangkap dan dituntut.
Tapi Pollack telah menjadi duri dalam sisi pemerintah Israel untuk beberapa waktu sekarang. Sebagai juru bicara Komite Perlawanan Rakyat Palestina dan peserta reguler dalam protes Tepi Barat  terhadap tembok pemisah. Ia telah ditahan dan dipukuli pada berbagai kesempatan.
Sementara itu, di tanah di Tepi Barat yang diduduki militer Israel terus berusaha untuk menghancurkan perbedaan pendapat dan pemberontakan populer di beberapa desa Palestina di mana protes mingguan terhadap tembok pemisah dan aneksasi ilegal tanah Palestina oleh pemukim telah tumbuh.
Sabtu lalu, 19 aktivis perdamaian Israel ditangkap, beberapa dipukuli dan semua dipenjara semalaman ketika mereka mengadakan protes tanpa kekerasan mendadak di luar kota Beit Ummar, di utara Hebron, di Tepi Barat selatan.
Para aktivis memprotes pengepungan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) di desa, yang telah berlangsung beberapa minggu. Jalan masuk ke Beit Ummar ditutup dengan blok beton dan gerbang logamnya diawaki oleh tentara Israel. Penduduk desa itu tidak bisa meninggalkan atau masuk ke sekolah atau kerja atau untuk berbelanja.
IDF adalah menegakkan hukuman kolektif di kota kecil sebagai tanggapan atas serentetan batu dan molotov yang dilemparkan ke mobil pemukim ilegal Israel oleh pemuda Palestina. Serangan terjadi setelah salah satu pemukim menembaki sebuah prosesi pemakaman di Beit Ummar membunuh satu warga Palestina.
"Militer telah melewati garis merah lain," Micha Kurz, seorang aktivis perdamaian Yerusalem mengatakan kepada wartawan Israel - Amerika Joseph Dana "Para prajurit bertindak seolah-olah mereka memikirkan betapa mereka membenci orang Yahudi sayap kiri sebelum kami tiba dan kemudian mengeluarkan kemarahan pada kami," kenang Kurz. (iw/aw) www.suaramedia.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar