Senin, 18 November 2013

PETUNJUK UNTUK BERSATU BAGI UMMAT ISLAM ITU SUDAH ADA SEJAK DAHULU... KARENA DASAR ISLAM ADALAH.. FURQON+SUNNAH SEBAGAI BAGIAN DARI ALKITABULLAH.... DAN ADALAH AHLUL BAYT - SHAHABAT2 NABI - IMAM2 SHAHIH DAN ULAMA2 HAQ YANG MENUNTUN UMMAT UNTUK MENYATUKAN DIRI DALAM BERBAGAI PANDANGAN KEILMUAN AGAMA YANG MEMILIKI FILOSOFI TINGGI SEPERTI DIANUT PARA AHLI TASAUF... >>> FIQH ITU ADALAH APLIKASI SYARIAH SESUAI DASAR MASALAH.... DAN SETIAP KASUS ADA DASAR2.. NAS..DAN DALIL2...NAQLI DAN AQLI... DAN PENELITIAN2 RIIL DALAM BERBAGAI SEGI UNTUK MEYAKINKAN SESUATU DALIL...>> KARENA UPAYA DAN PENELITIAN EMPIRIS... DARI MASING2.. PARA ULAMA DAN IMAM2 SHAHIH ITU.. TENTU BERMACAM-MACAM.. SESUAI ZAMAN.. DAN TEKNOLOGI.. DAN KONDISI ALAM SEKITAR... DAN JUGA... LINGKUNGANNYA.... MAKA HASIL KAJIANNYA.. BISA ADA PERBEDAAN DALAM MEMAHAMI SUATU NAS... YANG KEMUDIAN MENJADI FATWA2.... ULAMA..>>> NAMUN DASAR DAN DALIL UKHUWAH ITU SEHARUSNYA TERUS DIKEMBANGKAN SESUAI DENGAN TUMBUHNYA BERBAGAI UPAYA KEILMUAN DAN TEMUAN2... DAN TEKNOLOGI..>>> NAMUN .. AHLI2 YANG BENAR2.. MENGUASAI DALIL DASAR.. ITU TERNYATA SEMAKIN BERKURANG.. DISEBABKAN OLEH ADANYA PEMBODOHAN2 DAN FAHAM2 POLITIK PECAH BELAH..DAN ADU DOMBA DARI PARA PENJAJAH... YANG SEMPAT MENGUASAI NEGERI2 MUSLIM.. ITU.. SEHINGGA .. TIMBUL MAZHAB2.. YANG SANGAT DIPENGARUHI OLEH SEJARAH PENJAJAHAN ...YANG TENTU ADA UNSUR ANTI AJARAN ISLAMNYA... SEBAB MEREKA BERASAL DARI LUAR ISLAM.. >>> KOLABORASI PARA PENJAJAH DENGAN PARA ANTEK2.. YANG SANGAT HAUS KEKUASAAN.. DAN BAHKAN TAK MEMILIKI ILMU KEAGAMAAN... DAN MENGEMBANGKAN FANATIK KEMAZHABAN... SEHINGGA BERBENTURAN DENGAN MAZHAB LAIN SESAMA MUSLIMIN.. DAN MAKIN MELEMAHKAN KEKUATAN DAN PERSATUAN ISLAM..>>> KESEMPATAN ITU TAK DI SIA2KAN.. OLEH PARA AHLI STRATEGI PENJAJAH UNTUK MENGEKALKAN PENJAJAHAN MEREKA... DENGAN TERUS MENERUS.. MENGEMBANGKAN POLITIK ADU DOMBA SESAMA MUSLIMIN... DAN BAHKAN MEMBANGUN MAZHAB2 BARU YANG SEJALAN DENGAN KONSEP PENGKEKALAN PENJAJAHAN DALAM BERBAGAI SEGI KEHIDUPAN YANG MENJADI DASAR KEKUATAN ISLAM...>>> TUJUAN UTAMA PARA PENJAJAH ADALAH MENGUASAI WILAYAH - SUMBER2 EKONOMI - KEPEMIMPINAN NEGARA - KEBERFIHAKAN POLITIK - EKONOMI - KEBUDAYAAN DAN IDEOLOGI...>>> MAKA DIBUATLAH NEGARA2 BONEKA.. DAN PIMPINAN2 BONEKA.. DAN TERUS MENERUS DIHASUT DAN DIPECAH BELAH....>>> SEYOGIANYA.. PARA PEMIMPIN POLITIK - PEMIMPIN AGAMA ISLAM -DAN ULAMA2.. SERTA PARA EKONOM2.. MUSLIM.. AHLI2 HUKUM...DAN TATANEGARA MUSLIM ITU... KEMBALI KEPADA AJARAN ISLAM.. YANG BENAR.. SESUAI ARAHAN RASULULLAH SAW.. YANG SPESIFIK... DAN MEMPERKUAT- SILATURAHIM-PERSATUAN- PERSAUDRAAN.. SERTA SOLIDARITAS.. SESAMA UMMAT ISLAM.. >>> MEMBANGUN PENDIDIKAN DAN KEILMUAN-TEKNOLOGI-DAN..JARINGAN PERDAGANGAN DENGAN SESAMA NEGARA2 MUSLIM DAN MENGEMBANGKAN ILMU - TEKNOLOGI - PENDIDIKAN - AKHLAK - INFRA STRUKTUR - BERBAGAI SIKAP DAN PANDANGAN POLITIK YANG MEMAJUKAN SESAMA NEGARA2 MUSLIM DENGAN UTUH BERSATU.. >>> PERBEDAAN FAHAM DALAM APLIKASI.. FOQH... DAPAT DI MUSYAWARAHKAN DAN DIRUJUK KEPADA DASAR2.. AJARAN YANG SUDAH PASTI.. YAKNI FURQON DAN SELURUH SUNNAH2.. DENGAN LEBIH CERMAT DAN KOMPREHENSIF..>>> SEMOGA PERTIKAIAN YANG SUDAH SANGAT LAMA TERJADI.. ITU... MENYADARKAN GENERASI UMMAT ISLAM MENJADI LEBIH DEWASA.. DAN MATANG DALAM BERFIKIR.. DAN IKHLAS KEMBALI KEPADA AJARAN DASAR ASLI... DAN MENGHIMPUN SEMUA AJARAN SUNNAH.. DENGAN LEBIH KOMPREHENSIF.. DARI SEMUA MAZHAB.. DENGAN LEBIH CERMAT.. DAN DIKAJI LEBIH MENDALAM... OLEH PARA AHLI2 DAN JIWA2 DAN DIRI2 YANG BERDAULAT.. MERDEKA.. DAN TIDAK DI KENDALIKAN OLEH TANGAN2.. ASING DAN PENJAJAH YANG TERKENAL SANGAT SERAKAH-KEJI DAN JAHAT SELAMA INI...>>> SEMOGA FUTUH - TAUFIQ-HIDAYAH -INAYAH- MAUNAH-MA'RIFAH..TERCURAH KEPADA KITA SEMUA.. DAN UMMAT ISLAM SEMAKIN SADAR AKAN ADANYA... TANGAN2 ASING DAN PENJAJAH.. DAN SEGERA JIWA2 INI TRELEPAS DARI IKATAN2 DAN BISISKAN2 SYAITHAN YANG MENJERUMUSKAN DAN JAHAT2..ITU... >>>> SYATHAN2 ITU BERUPA JIN DAN MANUSIA2..YANG JIWANYA SELALU MERUSAK- JAHAT-SERAKAH- DAN MENGANDUNG HAL2 YANG RIBAWI - MAKSIAT - DUSTA2 - FITNAH - DAN ADU DOMBA - MEMECAH BELAH UMMAT..>>> WASPADALAH... WASPADALAH... WASPADALAH.... >>> KITA DUKUNG PERUNDINGAN GENEVA.. UNTUK PERSATUAN DAN PERDAMAIAN DAN PERSATUAN DI SURIAH... DAN NEGARA2 MUSLIM LAINNYA.. >>> JUGA KITA DUKUNG PALESTINA UNTUK SEGERA MENGENYAHKAN ISRAEL... NEGARA JADI2-AN BUATAN PARA PENJAJAH..DENGAN DUSTA2 TERSELUBUNG... YANG MENGGUNAKAN DALIH2 POLITIK DAN KEDUSTAAN... HOLOCAUST.. 911 WTC- NWO-...DLL...>>> SEMOGA UMMAT MANUSIA SEMUANYA DIBUKAKAN HATINYA DAN JIWANYA... AGAR MELIHAT KEBENARAN ALLAH SWT.. DAN ..SEGERA DILENYAPKAN KEDUSTAAN2.. YANG DIBUAT-BUAT ITU.. OLEH PARA PENJAJAH KRIMINAL INTERNASIONAL.. ...>>> . ..The Saudis reminded the U.S. Secretary of State of their huge and determined role in contributing to collapsing the Soviet Union, either through financing and mobilizing the Muslims in the war against the Red Army in Afghanistan, or through the American-Saudi agreement to flood the world market with oil, which was concluded during King Fahd bin Abdul Aziz’s visit to Washington in early 1985. Saudi Arabia fully implemented the agreement, directly causing the fall of the Soviet Union economically and thus it collapsed. Therefore, the Saudis expressed their surprise that the United States is entering into agreements with the enemies of the Kingdom at the expense of Saudi Arabia...>>> ... Dunia Muslim terkenal dengan slogan ilahiah, yang mempunyai dimensi kesakralan dan keabadian, untuk menunjukkan solidaritas sosial bernama 'Ukhuwah Islamiah'. Namun, dalam prakteknya, perbedaan metodologi cara pandang memahami ajaran Islam terpecah menjadi paling tidak beberapa mazhab, sehingga ukhuwah itu kadang kala tinggal menjadi slogan saja. ..>>> Perbedaan itu terlihat dari klasifikasi pemikiran fikih, mulai dari mainstream Maliki, Hanafi, Syafii, Hanbali, Ja'fari dan lain sebagainya. Ada juga beberapa mazhab kecil lainnya,di antaranya sudah punah seperti Mazhab Zahiri, yang diasaskan kepada ulama Eropa, Ibn Hazm al-Zahiri yang lahir di Cordova, Spanyol, pada Rabu 7 November 994 M...>> "Negara ini milik kita bersama. Para leluhur kita, sama seperti pendahulu mereka, telah tinggal bersama di sini. Oleh karena itu, semua keberhasilan hanya dapat dicapai jika kita selalu memperlakukan orang lain dengan penghormatan, cinta dan berdialog," kata Presiden Abdullah Gül saat mengunjungi sebuah cemevi, istilah untuk gedung majelis taklim kalangan Syiah Alawiyah di Erzincan Jumat (15/11)....>>> Ajakan ini bertepatan dengan momen penghormatan umat Islam terhadap kesucian bulan Muharam yang dihormati karena pada bulan ini banyak mengandung poin sejarah seperti kesahidan Imam Husein RA serta mengenang saat-saat penyelamatan bangsa Yahudi, yang dipimpin Nabi Musa AS saat dulu, oleh Allah SWT dari perbudakan pemerintahan Fir'aun di Mesir. Dilaporkan Hurriyet Daily News, kunjungan Gül itu juga bertepatan dengan keresahan komunitas Alawiyah kepada pemerintah yang belum mengakui cemevi sebagai tempat suci resmi Syiah selain masjid dan lain-lain. Hal itu berkaitan khususnya dengan paket demokratisasi di negara itu, yang di antaranya berhasil mengakhiri diskriminasi negara terhadap kalangan wanita yang berjilbab...>> ..keputusan Amerika untuk menyelesaikan konflik Syria dengan perundingan melalui Perundingan Genewa II yang tanggalnya masih belum ditetapkan, telah terjadi perubahan politik yang sangat signifikan dalam konflik tersebut di mana semua kekuatan internasional yang terlibat dalam konflik tersebut menyambut positif rencana perundingan tersebut. ..>>> Turki, misalnya, yang terlibat sangat aktif dalam konflik tersebut kini telah menghentikan sebagian besar dukungannya kepada para pemberontak Syria yang pada akhirnya itu semua memberikan keuntungan besar bagi pemerintah Syria di medan perang dengan direbutnya sebagian besar wilayah yang tadinya di bawah kontrol pemberontak, terutama di sekitar Damaskus dan Aleppo. ..>> Demikian pula Jordania yang mulai meninggalkan kebijakan pro-pemberontakan Syria. Pada tgl 21 Oktober lalu misalnya, inteligen Yordania membantu militer Syria menyergap para komandan Free Syrian Army di kota Tafas hingga menewaskan Yasser Aboud dan 4 komandan Free Syrian Army lainnya. ...>>> Ada 2 negara "tidak rasional" yang justru menginginkan perundingan itu gagal dan tetap berkeingingan agar regim Bashar al Assad diturunkan dengan kekuatan senjata. Negara pertama tentu saja Israel, dan yang kedua adalah Saudi Wahabiah. Menurut sumber-sumber pemberontak Syria, pemerintah Saudi telah meminta kepada kelompok-kelompok pemberontak yang setia kepadanya untuk meningkatkan intensitas pertempuran demi menggagalkan rencana Perundingan Genewa II. Dalam perhitungan Saudi, jika pertempuran terus berkecamuk maka pada akhirnya Amerika akan melakukan intervensi...>>

Kerry to Saudis: We Heard the Same Position in “Israel” - By Nidal Hamadeh, Al-Manar

http://vista.sahafi.jo/art.php?id=bd33f779a1c76f3941f0880af5e69314510c6f20
 
As a direct expression of the fear felt by the ruling family in the Kingdom because of the new American tendencies in the region, Saudi officials told the U.S. Secretary of State John Kerry- who visited Riyadh earlier this week- that “Geneva II” and the negotiation with Iran will be at their expense.
 
Kerry, Faisal Kerry told the Saudis that “we have heard this position also in Israel,” and that the US can postpone “Geneva II” conference so as to pave the way for the Syrian opposition to agree on a unified delegation to go to negotiate with the regime. As for negotiating with Iran, this matter cannot be stopped and is related to the P5+1countries who are negotiating with Iran over its nuclear program.
 
The Saudis reminded the U.S. Secretary of State of their huge and determined role in contributing to collapsing the Soviet Union, either through financing and mobilizing the Muslims in the war against the Red Army in Afghanistan, or through the American-Saudi agreement to flood the world market with oil, which was concluded during King Fahd bin Abdul Aziz’s visit to Washington in early 1985. Saudi Arabia fully implemented the agreement, directly causing the fall of the Soviet Union economically and thus it collapsed. Therefore, the Saudis expressed their surprise that the United States is entering into agreements with the enemies of the Kingdom at the expense of Saudi Arabia.
 
Kerry responded saying that the United States is fully committed to the security of Saudi Arabia and the Gulf states, and that the agreement with Iran will lift the risk of allowing Tehran to acquire nuclear weapons facing these states. He added that America wants from Tehran not to undertake any military activities in its nuclear program.
 
On the other hand, Syrian opposition sources said that the Saudis informed the opposition coalition and the loyal groups in the Syrian opposition of the U.S. administration’s decision to enter into agreement with Russia. Moreover, they also informed them that they thus must work to frustrate the Russian-American agreement, because America, according to the Saudi opinion, will be forced in the end to intervene militarily in Syria if the Syrian war continued and if no political agreement has been reached. Hence, the opposition has to reject any form of negotiation with the regime and to impede the holding of the “Geneva II” conference, which is considered the fruit of an American-Russian consensus, based upon which Russia imposed its conditions, primarily preserving the current regime in Syria. This opinion is also adopted by Syrian opposition sides that are still hoping that the U.S. will interfere militarily and will overthrow the regime in Damascus.
 
The Syrian opposition sources added that Saudi Arabia is trying to circumvent the Russian - American agreement and to hold the “Geneva II” conference to impose a new fait accompli on the ground by trying to unite the armed factions in the north and in the Damascus countryside under one leadership and one united operations room for each of the two areas.
 
According to two sources in the Syrian opposition, Damascus has threatened late September to bomb the Jordanian capital Amman, if Jordan fulfilled the Saudi desire to make the border area between the two countries similar to the Turkish-Syrian border through enabling Saudi Arabia to supply and equip thousands of militants on the border between Jordan and Syria.
 
The two sources emphasize that the Jordanian intelligence dealt seriously with this Syrian threat, and provided security assistance to the Syrian army in the towns of Daraa countryside, what led to the killing of “Yasser Aboud”, the commander of the operations room of the southern region of the Free Syrian Army. He was tightly ambushed and killed in the city of Tafas southern Syria on 21 October, and four top leaders of the armed groups were also killed as well. The opposition sources indicate that these leaders do not usually meet but only in the event of planning to launch a major military operation, and it seems that the goal of this meeting was to prepare for an attack on a Syrian army positions in the strategic al-Harra hill southern Syria.

 

TURKI DAN JORDANIA MULAI RASIONAL, SAUDI MAKIN TIDAK RASIONAL

 http://cahyono-adi.blogspot.com/2013/11/turki-dan-jordania-mulai-rasional-saudi.html#more

 
Menyusul keputusan Amerika untuk menyelesaikan konflik Syria dengan perundingan melalui Perundingan Genewa II yang tanggalnya masih belum ditetapkan, telah terjadi perubahan politik yang sangat signifikan dalam konflik tersebut di mana semua kekuatan internasional yang terlibat dalam konflik tersebut menyambut positif rencana perundingan tersebut.

Turki, misalnya, yang terlibat sangat aktif dalam konflik tersebut kini telah menghentikan sebagian besar dukungannya kepada para pemberontak Syria yang pada akhirnya itu semua memberikan keuntungan besar bagi pemerintah Syria di medan perang dengan direbutnya sebagian besar wilayah yang tadinya di bawah kontrol pemberontak, terutama di sekitar Damaskus dan Aleppo. 
 
Demikian pula Jordania yang mulai meninggalkan kebijakan pro-pemberontakan Syria. Pada tgl 21 Oktober lalu misalnya, inteligen Yordania membantu militer Syria menyergap para komandan Free Syrian Army di kota Tafas hingga menewaskan Yasser Aboud dan 4 komandan Free Syrian Army lainnya.

Akibat "mundurnya" Amerika dari rencana intervensi maka di medan perang pun terjadi perpecahan di antara faksi-faksi pemberontak, utamanya antara faksi Free Syrian Army yang terdiri dari unsur-unsur kelompok Ikhwanul Muslimin dan kelompok sekuler melawan faksi Al Qaida yang didukung Saudi, yaitu kelompok Al Nusra Front dan ISIS. Dalam perkembangannya kelompok Al Nusa Front memisahkan diri dari ISIS dan cenderung mengikuti rencana Amerika, sementara ISIS cenderung mengikuti Saudi.

Ada 2 negara "tidak rasional" yang justru menginginkan perundingan itu gagal dan tetap berkeingingan agar regim Bashar al Assad diturunkan dengan kekuatan senjata. Negara pertama tentu saja Israel, dan yang kedua adalah Saudi Wahabiah. Menurut sumber-sumber pemberontak Syria, pemerintah Saudi telah meminta kepada kelompok-kelompok pemberontak yang setia kepadanya untuk meningkatkan intensitas pertempuran demi menggagalkan rencana Perundingan Genewa II. Dalam perhitungan Saudi, jika pertempuran terus berkecamuk maka pada akhirnya Amerika akan melakukan intervensi.

Berbaliknya Amerika dalam konflik Syria sangat memukul Saudi. Tidak mengherankan ketika dalam kunjungannya ke Saudi baru-baru ini Menlu Amerika John Kerry harus menerima "keluh kesah" dan "rengekan" Saudi. Kepada Kerry para pejabat Saudi mengingatkan Amerika tentang "jasa-jasa" yang telah diberikan Saudi kepada Amerika. Misalnya saja peran Saudi dalam menggalang gerakan mujahidin di Afghanistan yang berhasil mengusir pasukan Uni Sovyet dari Afghanistan. Selain itu kesepakatan Saudi-Amerika untuk menggelontorkan minyak Saudi ke pasar dunia tahun 1985 telah memukul ekonomi Sovyet hingga akhirnya menumbangkannya. Itulah sebabnya Saudi merasa "sakit hati" karena Amerika telah melakukan pendekatan terhadap musuh (Iran) sembari mengabaikan "aspirasi" Saudi.

"Kami mendapat keluhan serupa di Israel," kata Kerry kepada para pejabat Saudi di sela-sela kunjungannye ke Saudi baru-baru ini.

Untuk menepis kekecewaan Saudi, Kerry pun menjelaskan bahwa Amerika akan menunda Perundingan Genewa II hingga dicapai kesepakatan di antara kelompok-kelompok pemberontak Syria untuk menghadiri perundingan dengan satu aspirasi. Namun tentang perundingan nuklir Iran Kerry menjelaskan bahwa Amerika tidak dalam posisi menentukan karena semuanya ditentukan oleh negara-negara anggota tetap DK PBB dan Jerman. Kerry juga meyakinkan Saudi bahwa perundingan dengan Iran akan menggagalkan ambisi Iran untuk mendapatkan senjata nuklir.

Sementara itu sumber-sumber di pemerintah maupun pemberontak Syria menyebutkan bahwa Syria telah mengancam Jordania akan membom ibukota Jordania, Amman, jika Jordania mengikuti rencana Saudi untuk meningkatkan kekuatan militer pemberontak di perbatasan Jordania-Syria. Ditambah ketidak sukaan Jordania dengan kehadiran kelompok-kelompok militan di negaranya yang mengancam keamanan internal, ancaman itulah yang menjadi sebab inteligen Yordania mengkhianati Saudi dengan melakukan kerjasama dengan inteligen Syria yang berbuntut pada serangan mematikan terhadap para pemimpin kelompok Free Syrian Army.


REF:
"Kerry to Saudis: We Heard the Same Position in “Israel”"; Nidal Hamadeh; ALMANAR.COM; 9 November 2013

Turki Praktekkan Toleransi Antar Mazhab, Begini Caranya

Minggu, 17 November 2013, 00:02 WIB
Hurriyet Daily News 
 
Presiden Abdullah Gül saat mengunjungi sebuah cemevi, istilah untuk gedung majelis taklim kalangan Syiah Alawiyah di Erzincan Jumat (15/11)
Presiden Abdullah Gül saat mengunjungi sebuah cemevi, istilah untuk gedung majelis taklim kalangan Syiah Alawiyah di Erzincan Jumat (15/11)
 

REPUBLIKA.CO.ID, ERZINCAN -- 

Dunia Muslim terkenal dengan slogan ilahiah, yang mempunyai dimensi kesakralan dan keabadian, untuk menunjukkan solidaritas sosial bernama 'Ukhuwah Islamiah'.

Namun, dalam prakteknya, perbedaan metodologi cara pandang memahami ajaran Islam terpecah menjadi paling tidak beberapa mazhab, sehingga ukhuwah itu kadang kala tinggal menjadi slogan saja.

Perbedaan itu terlihat dari klasifikasi pemikiran fikih, mulai dari mainstream Maliki, Hanafi, Syafii, Hanbali, Ja'fari dan lain sebagainya. Ada juga beberapa mazhab kecil lainnya,di antaranya sudah punah seperti Mazhab Zahiri, yang diasaskan kepada ulama Eropa, Ibn Hazm al-Zahiri yang lahir di Cordova, Spanyol, pada Rabu 7 November 994 M.

Ada lagi Mazhab Alawzai, Althawri, Mazhab Allaith, Mazhab Tabari dan lain sebagainya. Belum lagi mazhab tauhid seperti Almaturidi dan Alash'ariah. Semuanya dalam tahap tertentu membingungkan kalangan yang mempunyai kedangkalan dalam pemahaman filosofi beragama sehingga, kalau tidak hati-hati, terjebak menjadi apatisme bermazhab alias Alla mazhabiyah.

Untuk menciptakan kerukunan antar mazhab di negaranya, pemerintah Turki selalu merangkul semua pihak dan mengingatkan para pemeluk agama dan pengikut mazhab, bagaimana kedamaian antar umat manusia di negara itu pernah terwujud sebelum munculnya inovasi mazhab dan pemikiran.

"Negara ini milik kita bersama. Para leluhur kita, sama seperti pendahulu mereka, telah tinggal bersama di sini. Oleh karena itu, semua keberhasilan hanya dapat dicapai jika kita selalu memperlakukan orang lain dengan penghormatan, cinta dan berdialog," kata Presiden Abdullah Gül saat mengunjungi sebuah cemevi, istilah untuk gedung majelis taklim kalangan Syiah Alawiyah di Erzincan Jumat (15/11).

Ajakan ini bertepatan dengan momen penghormatan umat Islam terhadap kesucian bulan Muharam yang dihormati karena pada bulan ini banyak mengandung poin sejarah seperti kesahidan Imam Husein RA serta mengenang saat-saat penyelamatan bangsa Yahudi, yang dipimpin Nabi Musa AS saat dulu, oleh Allah SWT dari perbudakan pemerintahan Fir'aun di Mesir.

Dilaporkan Hurriyet Daily News, kunjungan Gül itu juga bertepatan dengan keresahan komunitas Alawiyah kepada pemerintah yang belum mengakui cemevi sebagai tempat suci resmi Syiah selain masjid dan lain-lain. Hal itu berkaitan khususnya dengan paket demokratisasi di negara itu, yang di antaranya berhasil mengakhiri diskriminasi negara terhadap kalangan wanita yang berjilbab.

Gül, yang juga politisi Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP), saat itu sangat berbahagia dengan peningkatan kesadaran dan pemahaman politisi negara itu ke nilai luhur sekularisme yang sebenarnya sesuai pemahaman Mazhab Anglo-Saxon dan tidak lagi mengadopsi kedangkalan Mazhab Sekuler Restriktif. Ketegangan pun mereda antara kelompok nasionalis dengan sekuler yang anti-jilbab.

Dalam memahami kasus Alawiyah ini, petinggi AKP masih mencermati beberapa pertimbangan. Menteri Perburuhan Faruk Çelik lebih menyetujui adanya pengakuan kepada lembaga-lembaga cemevi, dan meminta hal itu jangan dibenturkan dengan masalah 'ketidaksetujuan teologis dan hukum'.

Gül yang disambut oleh pimpinan organisasi masyarakat Hacı Bektaş Veli Foundation, mengatakan, sebuah langkah kesadaran terus mendapatkan momentumnya di Turki dan beberapa kemajuan sudah dicapai, walaupun harus bergerak selangkah demi selangkah.

"Bukan saja kepada warga Alawiyah kita, juga terhadap masalah yang menimpa warga Sunni, yang ada di Barat (Turki) dan di Timur negara semuanya mempunyai problematika dan permintaan masing-masing. Apa yang penting bagi kita adalah kesediaan untuk meminjamkan telinga untuk mendengar semua [tuntutan] ini dan berusaha untuk menyelesaikannya," katanya.

Redaktur : Julkifli Marbun
Sumber : Hurriyet Daily News

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar