Kamis, 21 Juni 2012

.....Pemimpin Revolusi Islam Iran Ayatollah Seyyed Ali Khamenei mengatakan, musuh-musuh Iran harus belajar dari kegagalan masa lalu mereka. Ia juga menyerukan pada seluruh umat Islam baik Syiah maupun Sunni untuk bersatu, agar tak mudah diadu oleh musuh-musuh Islam....>>> ....a juga memperingatkan para musuh-musuh Islam untuk tak mengadu domba antara Syiah dan Sunni. Ia pun menyerukan pada semua umat Islam di seluruh dunia, untuk bersatu. ....>>>....Menteri Intelijen Iran Heidar Moslehi mengatakan setidaknya 20 orang yang terlibat dalam pembunuhan ilmuwan nuklir Iran telah ditangkap Moslehi mengatakan, Ahad (17/6), penangkapan itu dilakukan setelah pemerintah mengidentifikasi dua kelompok teroris seperti dilaporkan IRNA Dia menambahkan kementerian akan segera mengumumkkan dimana para tersangka saat ini ditahan Pada tanggal 14 Juni silam, Kementerian Intelijen juga mengumumkan penangkapan aktor utama dibalik pembunuhan pakar nuklir Iran....>>.... Sebelumnya, kepala misi pengawas PBB di Suriah, Mayor Jenderal Robert Mood, merilis statemen bahwa tim pengawas "menangguhkan kegiatannya" di Suriah menyusul eskalasi kekerasan bersenjata seraya menambahkan, "Telah terjadi peningkatan aksi kekerasan bersenjata di Suriah dalam 10 hari terakhir. " Prakarsa damai enam poin oleh utusan khusus PBB-Liga Arab, Kofi Annan, efektif berlaku mulai pertengahan April yang menyerukan gencatan senjata antara pasukan pemerintah dan kelompok bersenjata dan juga ditekankan agar tim bantuan kemanusiaan harus diizinkan mengakses wilayah yang dilanda instabilitas untuk menyalurkan bantuan kepada warga, pembebasan para tahanan, dan pelaksanaan dialog. Kerusuhan di Suriah dimulai pada Maret 2011, menyusul demonstrasi yang digelar baik oleh kelompok pro maupun anti-pemerintah Assad.>>...Sumber-sumber resmi AS menyatakan bahwa Amerika Serikat merencanakan intervensi militer ke Suriah dan masalahnya hanya waktu. Situs DEBKAfile Israel yang diyakini memiliki hubungan dekat dengan badan intelijen Israel mengutip keterangan sebuah sumber yang menolak menyebutkan namanya Sabtu (16/6) menulis, "Intervensi akan terjadi. Ini bukan lagi tentang 'jika' melainkan ‘kapan'.">>>


Wawancara Duber RI untuk Iran dengan 
Situs IRIB
Wawancara Duber RI untuk Iran dengn Situs IRIB
IRIB Indonesia: Pak Dubes, sekarang kita akan coba mengulas tujuan kedua penugasan Bapak di Tehran tentang people to people. Untuk memperkenalkan Indonesia secara luas kepada rakyat Iran, tentu saja pihak KBRI Tehran tidak dapat melakukannya sendiri. KBRI Tehran membutuhkan bantuan dan sosialisasi dari warga Indonesia dari berbagai kalangan yang tinggal di Iran. Nah, kira-kira apa program dan harapan Bapak dari warga Indonesia yang ada ini untuk menyukseskan program ini, yang pada intinya merupakan amanat dari NKRI di pundak seluruh bangsa Indonesia di manapun saja berada? http://www.darut-taqrib.org/berita/2012/03/22/bila-syiah-sunni-bersatu-islam-akan-menjadi-kekuatan-besar-di-dunia/#.T-LHoxfKCSo
Dubes RI: Benar. Seperti yang sudah saya katakan tadi, people to people contact ini sangat luas mencakup sosial, budaya, pendidikan dan olahraga semua masuk dalam cakupan people to people contact. Saya melihat semua itu peluang. Coba sekarang kita melihat bidang pendidikan. Marilah kita belajar dari negara lain, khususnya negara tetangga kita. Kalau negara Malaysia bisa mendatangkan 140 ribu turis ke Malaysia, mengapa kita hanya 20 ribu, atau kurang dari itu? Bila Malaysia mampu mendatangkan 15 ribu mahasiswa Iran, mengapa kita hanya segelintir? Padahal Islam kita diakui sebagai Islam yang lebih berwarna, lebih beragam, lebih moderat dan Islam yang penuh senyum.
Kenyataan ini sebenarnya menjadi tantangan buat kita mengapa mereka berhenti di Malaysia? Pasti ada sesuatu.
Beberapa waktu belakangan ini kami berusaha mencari tahu ketika saya ke Jakarta. Karena itu saya bertemu juga dengan pelbagai pihak di Jakarta, khususnya di kalangan pendidikan tinggi, termasuk universitas Islam kita. Dalam hal ini universitas Islam yang ada di Jakarta.
Sebetulnya kita bisa berbuat banyak juga. Coba perhatikan! Malaysia memberikan sarana yang lebih lengkap. Sebagai contoh, masalah visa. Malaysia berani memberikan visa yang multiple entry untuk jangka 10 tahun.
Masalah-masalah pengembangan budaya ini tidak hanya terkait dengan bidang bersangkutan, tapi terkait dengan bidang-bidang lainnya. Jadi kitapun harus mulai menyiapkan diri untuk melakukan koordinasi antarlembaga di Indonesia. Koordinasi ini harus ditingkatkan dan bukan hanya terfokus pada departemen pendidikan, tapi juga harus terkait dengan Bappenas. Terkait juga dengan bidang hukum, karena menyangkut masalah keimigrasian dan sebagainya.
Di bidang pendidikan juga masih bisa dikembangkan. Bila mahasiswa Indonesia diberi beasiswa dari pemerintah Iran atau kalangan non-pemerintah, kita juga punya program-program yang bisa dikembangkan untuk merangkul mahasiswa Iran datang ke Indonesia.
Tapi selama ini rupanya ada persepsi yang salah. Ada berbagai kasus yang sangat tidak kondusif untuk hubungan ini. Misalnya, masalah di Madura. Kelompok kecil Syiah yang katanya diserang oleh kelompok yang lebih besar. Nah, hal-hal yang seperti ini menciptakan persepsi yang salah dari masyarakat Iran untuk datang ke Indonesia. Padahal yang terjadi di lapangan adalah bukan pertentangan antara Syiah dan Sunni, tapi lebih ke masalah-masalah yang sebenarnya tidak ada kaitannya dengan pemerintah Iran dan Indonesia. Karena itu sebenarnya masalah keluarga yang kemudian dieksploitir dan dikembangkan sehingga memunculkan persepsi yang sala
Hal-hal yang seperti ini tidak dapat diselesaikan sendiri oleh KBRI atau departeman agama, tapi harus menyangkut bidang-bidang lain seperti departemen dalam negeri, pemerintah daerah dan sebagainya.
Selama persepsi-persepsi yang seperti ini masih ada memang akan menjadi ekstra sulit bagi kami untuk bisa mengembangkan people to people. Tapi bagaimanapun juga kita harus memulai langkah ini. Kalau tidak, kapan lagi akan kita lakukan? Oleh karena itu, ke depannya salah satu bentuk yang akan kita lakukan, program yang akan dilakukan oleh KBRI antara lain; memajukan upaya dialog antarkepercayaan dan antaragama. Buat saya, dialog semacam ini sangat penting. Karena untuk memberikan keyakinan di masyarakat kedua belah pihak, bahwa namanya Syiah-Sunni itu bukan satu pertentangan. Bukan sesuatu yang harus dipertentangkan. Apalagi yang bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak lain untuk dipertentangkan. Justru kalau kita bisa merangkul, saling berjabat tangan untuk bekerjasama, Islam akan menjadi kekuatan besar. Yang tadi saya katakan, bukan hanya secara bilateral, tapi di kawasan dan juga di dunia.
Banyak tantangan, termasuk juga olahraga. Indonesia adalah negara yang masih jauh tertinggal dalam cabang olahraga. Di lain pihak, Iran punya cabang olahraga yang dominan seperti bola voli, angkat besi dan gulat. Ketika saya di Jakarta, saya sudah bertemu dengan ketua KONI yang baru. Mereka sangat berminat untuk mengembangkan hubungan olahraga ini. Selama ini badminton sudah jalan. Tapi mengapa hanya badminton? Kita perlu mengembangkan cabang olahraga yang lain. Langkah ke arah sana sudah mulai kita lakukan.
Banyak hal yang bisa digarap.
IRIB Indonesia: Pak Dubes, Iran baru-baru ini menyelenggarakan Pekan Budaya di Indonesia pada 7-13 Maret. Masih dalam kerangka people to people contact, apakah ada rencana Indonesia akan menyelenggarakan Pekan Budaya di Iran, apa lagi Menteri Kebudayaan dan Bimbingan Islam Iran telah menawarkan bahwa Tehran siap menjadi tuan rumah bagi Pekan Budaya Indonesia di Tehran?. 
Dubes RI: Betul, betul sekali. Minggu lalu ada Iran Week di Indonesia. Kegiatannya kultur dan kebudayaan mencakup berbagai bidang termasuk film dan pameran yang dibuka secara resmi di Museum Nasional. Sebagai informasi, tahun ini kita juga akan mengadakan Pekan Budaya di Tehran sekitar bulan September. Kita akan mengadakan Indonesian Week dan dalam kaitan ini, saya sudah bicara dengan departemen pariwisata dan ekonomi kreatif dan mereka mendukung sepenuhnya acara ini yang akan diselenggarakan di bulan September nanti. Temanya Indonesian Week dan kita akan memperkenalkan kebudayaan Indonesia bukan hanya musik, tapi juga, insya Allah, tari-tarian dan juga kita akan coba seperti yang dilakukan Iran di Indonesia yaitu mengenalkan film-film Indonesia yang mulai berprestasi di tingkat internasional.
Pekan Budaya ini sudah masuk dalam program kita dan akan dilaksanakan pada bulan September.
IRIB Indonesia: Terima kasih atas kesediaan Bapak Dubes berbincang-bincang dengan kami. Sebagai penutup, karena Iran saat ini tengah memasuki tahun baru Hijriah Syamsiah yang dikenal dengan tradisi Nouruz. Mungkin Bapak Dubes punya pesan kepada bangsa Iran, ataukah punya kesan tersendiri mengenai tradisi Nouruz ini, silahkan.
Dubes RI: Tadi pagi ketika saya menyerahkan Credential kepada Bapak Presiden Mahmoud Ahmadinejad, pesan pertama yang saya ucapkan adalah ucapan selamat tahun baru buat Presiden Iran, baik dari saya selaku Duta Besar yang baru dan ucapan yang sama dari Bapak Presiden Indonesia kepada Presiden Republik Islam Iran. Selamat Tahun Baru.
Harapan kami dan juga harapan Bapak Presiden Indonesia serta harapan KBRI Tehran, semoga tahun baru buat masyarakat Iran ini dapat menambah kesejahteraan dan kebahagiaan bagi rakyat Iran. Saya percaya bahwa tahun baru selalu membawa hal-hal yang baru. Mudah-mudahan dengan doa kita bersama, Iran juga akan menghadapi masa depan baru yang lebih baik dari yang sebelumnya. Kami bangsa Indonesia sebagaimana yang saya sampaikan kepada Bapak Mahmoud Ahmadinejad senantiasa akan bekerjasama bersama rakyat Iran membawa kemakmuran bersama bagi kedua negara. Itulah yang saya sampaikan kepada beliau dan lewat beliau kepada seluruh rakyat Iran. (DarutTaqrib/IRIB/adrikna!)

AS Siap Serang Suriah, Hanya Soal 
Waktu

Senin, 18 Juni 2012, 06:01 WIB
AS Siap Serang Suriah, Hanya Soal Waktu

Militer AS/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, 
Sumber-sumber resmi AS menyatakan bahwa Amerika Serikat merencanakan intervensi militer ke Suriah dan masalahnya hanya waktu.
Situs DEBKAfile Israel yang diyakini memiliki hubungan dekat dengan badan intelijen Israel mengutip keterangan sebuah sumber yang menolak menyebutkan namanya Sabtu (16/6) menulis, "Intervensi akan terjadi. Ini bukan lagi tentang 'jika' melainkan ‘kapan'."
Laporan itu menyebutkan bahwa saat ini sebuah delegasi dari kelompok militan anti-pemerintah Suriah berada di Washington untuk membicarakan senjata berat untuk mereka dari pemerintah AS.
Dalam pertemuan mereka dengan Duta Besar AS untuk Suriah Robert Ford dan pakar Suriah di Departemen Luar Negeri AS, Fred Hof, pemimpin delegasi tersebut menyerahkan dua daftar untuk disetujui AS yang mencakup berbagai jenis senjata berat dalam menghadapi angkatan bersenjata Presiden Suriah Bashar al-Assad dan menyerang target yang telah dipilih guna mengguncang pemerintah Suriah.
Sumber itu menambahkan bahwa sebagian besar senjata telah dibeli oleh Arab Saudi dan Qatar dan siap untuk dikirim.
Sebelumnya, kepala misi pengawas PBB di Suriah, Mayor Jenderal Robert Mood, merilis statemen bahwa tim pengawas "menangguhkan kegiatannya" di Suriah menyusul eskalasi kekerasan bersenjata seraya menambahkan, "Telah terjadi peningkatan aksi kekerasan bersenjata di Suriah dalam 10 hari terakhir. "
Prakarsa damai enam poin oleh utusan khusus PBB-Liga Arab, Kofi Annan, efektif berlaku mulai pertengahan April yang menyerukan gencatan senjata antara pasukan pemerintah dan kelompok bersenjata dan juga ditekankan agar tim bantuan kemanusiaan harus diizinkan mengakses wilayah yang dilanda instabilitas untuk menyalurkan bantuan kepada warga, pembebasan para tahanan, dan pelaksanaan dialog.
Kerusuhan di Suriah dimulai pada Maret 2011, menyusul demonstrasi yang digelar baik oleh kelompok pro maupun anti-pemerintah Assad.
Barat dan oposisi Suriah menuding pemerintah membunuh para demonstran, namun Damaskus balik menuding kelompok teroris dan geng bersenjata mendalangi kerusuhan berdarah yang disetir dari luar negeri.  Redaktur: Endah Hapsari. Sumber: IRIB/IRNA

Media Israel: AS Ancang-ancang Serang Suriah

Senin, 18 Juni 2012, 00:07 WIB


REPUBLIKA.CO.ID, 
Sumber-sumber resmi di Amerika Srikat (AS) menyatakan bahwa negeri paman Sam tersebut tengah mengambil posisi untuk merencanakan intervensi militer ke Suriah. Karena itu, persoalannya sekarang hanyalah tinggal waktu.



Demikian diungkapkan situs DEBKAfile Israel, seperti dikutip Fars News Agency, Ahad (17/6). Situs yang diyakini memiliki hubungan dekat dengan badan intelijen Israel itu mengutip keterangan sebuah sumber yang menolak menyebutkan namanya Sabtu (16/6). 

"Intervensi akan terjadi. Ini bukan lagi tentang 'jika' melainkan 'kapan'," katanya seraya menegaskan.

Dalam laporan itu disebutkan bahwa saat ini sebuah delegasi dari kelompok militan anti-pemerintah Suriah berada di Washington untuk membicarakan senjata berat untuk mereka dari pemerintah AS.

Saat pertemuan dengan Duta Besar AS untuk Suriah, Robert Ford dan pakar Suriah di Departemen Luar Negeri AS, Fred Hof, pemimpin delegasi itu menyerahkan semacam dua daftar untuk disetujui AS. Di mana daftar tersebut memuat berbagai jenis senjata berat dalam menghadapi angkatan bersenjata Presiden Suriah Bashar al-Assad dan penentuan targt yang akan diserang guna menggulingkan pemerintah Suriah.

Sumber itu menambahkan bahwa sebagian besar senjata telah dibeli Arab Saudi dan Qatar dan siap untuk dikirim.

Sebelumnya, kepala misi pengawas PBB di Suriah, Mayor Jenderal Robert Mood, menyatakan bahwa tim pengawas "menangguhkan kegiatannya" di Suriah menyusul eskalasi kekerasan bersenjata. "Telah terjadi peningkatan aksi kekerasan bersenjata di Suriah dalam 10 hari terakhir," tuturnya.

Prakarsa damai enam poin oleh utusan khusus PBB-Liga Arab, Kofi Annan, efektif berlaku mulai pertengahan April yang menyerukan gencatan senjata antara pasukan pemerintah dan kelompok bersenjata. 

Selain itu juga ditekankan agar tim bantuan kemanusiaan harus diizinkan mengakses wilayah yang dilanda instabilitas untuk menyalurkan bantuan kepada warga, pembebasan para tahanan, dan pelaksanaan dialog.

Kerusuhan di Suriah dimulai pada Maret 2011, menyusul demonstrasi yang digelar baik kelompok pro maupun anti-pemerintah Assad.

Barat dan oposisi Suriah menuding pemerintah membunuh para demonstran, namun Damaskus balik menuding kelompok teroris dan geng bersenjata mendalangi kerusuhan berdarah yang disetir dari luar negeri. Redaktur: Djibril Muhammad

Khamenei Ajak Sunni-Syiah Bersatu Lawan Musuh Islam

Selasa, 19 Juni 2012, 10:12 WIB. 

Khamenei Ajak Sunni-Syiah Bersatu Lawan Musuh Islam
Ayatollah Seyyed Ali Khamenei


REPUBLIKA.CO.ID,TEHERAN-- 
Pemimpin Revolusi Islam Iran Ayatollah Seyyed Ali Khamenei mengatakan, musuh-musuh Iran harus belajar dari kegagalan masa lalu mereka. Ia juga menyerukan pada seluruh umat Islam baik Syiah maupun Sunni untuk bersatu, agar tak mudah diadu oleh musuh-musuh Islam.


Dalam pertemuan dengan pejabat senior Iran dan duta besar dari negara-negara Islam, Ayatollah Khamenei memperingatkan musuh-musuh Islam. Menurutnya, musuh-musuh harus tahu keseombongan dan harapan tak masuk akal mereka pada Iran tak akan terwujud.



"Selama 33 tahun terakhir, bangsa kita terus menjadi subjek konspirasi global. Mereka bertujuan mencegah resistensi dan kemajuan Iran, serta mencegah Iran menjadi panutan bagi bangsa lain," kata pemimpin Iran tersebut, seperti dilansirPress Tv, Selasa (19/6).



Namun, Ayatollah Khamenei mengatakan, upaya kekuatan hegemoni asing mendorong Iran keluar dari perpolitikan dunia pasti akan gagal. Seperti halnya saat ini, upaya mereka memojokan Iran pun gagal dilakukan.


Ia juga memperingatkan para musuh-musuh Islam untuk tak mengadu domba antara Syiah dan Sunni. Ia pun menyerukan pada semua umat Islam di seluruh dunia, untuk bersatu. Redaktur: Hafidz Muftisany. Reporter: Gita Amanda

20 Pembunuh Ilmuwan Nuklir Iran Tertangkap

Senin, 18 Juni 2012, 09:31 WIB. 
20 Pembunuh Ilmuwan Nuklir Iran Tertangkap

Menteri Intelijen Iran Heidar Moslehi


REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Menteri Intelijen Iran Heidar Moslehi mengatakan setidaknya 20 orang yang terlibat dalam pembunuhan ilmuwan nuklir Iran telah ditangkap


Moslehi mengatakan, Ahad (17/6), penangkapan itu dilakukan setelah pemerintah mengidentifikasi dua kelompok teroris seperti dilaporkan IRNA



Dia menambahkan kementerian akan segera mengumumkkan dimana para tersangka saat ini ditahan



Pada tanggal 14 Juni silam, Kementerian Intelijen juga mengumumkan penangkapan aktor utama dibalik pembunuhan pakar nuklir Iran



"Para aktor utama dari pembunuhaan Majid Shahriari, Mostafa Ahmadi Roshan dan seorang pengemudi telah ditangkap dan diamankan aparat," kata kementerian dalam sebuah pernyataan.



Ilmuwan nuklir Iran Mostafa Ahmadi Roshan ditemukan tewas setelah seorang pengendara motor yang tak dikenal melemparkan sebuah bom magnetik ke dalam mobilnya di dekat Univesitas Teheran.



Iran mencurigai ini sebagai operasi intelijen AS dan Israel dimana sebelumnya beberapa calon presiden AS pada November 2011 menyerukan operasi rahasia terhadap Iran untuk menghentikan program nuklirnya. Redaktur: Hafidz Muftisany. Sumber: presstv

Menyikapi Sepak Terjang Wahabi

Selasa, 19 Juni 2012, 09:09 WIB. 
Menyikapi Sepak Terjang Wahabi

Sampul depan buku Bersikap Adil kepada Wahabi.

REPUBLIKA.CO.ID, Perbincangan tentang sepak terjang kelompok yang dituduh sebagai Wahabi saat ini semakin santer terdengar. 


Meski kelompok yang dituduh tidak pernah mengklaim bahwa gerakan dakwah mereka bernama “Wahabi”, namun kelompok yang anti terhadap dakwah Wahabi menggunakan istilah tersebut untuk memudahkan stigmatisasi kepada mereka yang terpengaruh oleh dakwah yang dibawa oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab tersebut. 



Stigmatisasi tersebut tidak jarang disertai dengan tudingan yang membabi buta dan fitnah yang tidak berdasar.



Buku yang ditulis oleh AM Waskito ini—yang tak pernah menyebut dirinya Wahabi atau bagian dari kelompok Wahabi—mengajak para pembaca dan kaum Muslimin untuk bersikap adil dan moderat kepada kelompok Wahabi.



Seperti diakui penulisnya, buku ini merupakan jawaban terhadap trilogi buku propaganda terhadap Wahabi yang ditulis oleh seorang yang menyebut dirinya Syaikh Idahram. Ketiga buku tersebut adalah Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi, Mereka Memalsukan Kitab-kitab Karya Ulama Klasik, dan Ulama Sejagad Menggugat Salafi Wahabi.



Penulis menegaskan, sebagai manusia biasa, Syekh Muhammad bin Abdul Wahab tentu tak lepas dari dosa dan khilaf. Sebagai gerakan dakwah, Wahabi bukanlah tempat berkumpulnya para malaikat yang terjaga dari dosa. Mereka seperti lazimnya manusia, tidak lepas dari kesalahan, kekeliruan, atau jatuh dalam perbuatan ghuluw (melampaui batas).



Mengkritik, menasihati, atau meluruskan sesama Muslim ke arah kebenaran adalah amanah syariat yang harus ditunaikan. Namun, cara meluruskan atau mengkritik mereka haruslah dengan cara-cara yang adil, objektif, berlandaskan niat baik, berada dalam koridor syariat Islam, serta dituangkan dengan cara sebijaksana mungkin.



Penulis mengutip ayat Alquran Surah Al-Maidah ayat 8, yang artinya, 

“Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum membuat kamu berlaku tidak adil; bersikap adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan takutlah kepada Allah, sesungguhnya Allah Mengetahui apa yang kamu perbuat.”



Penulis membagi bukunya menjadi sembilan bab. Bab pertama bertajuk ‘karya ilmiah atau propaganda hitam’. Bab kedua mengupas kecurangan buku Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi (SBSSW), baik referensinya, memaknai teks, maupun berdusta atas nama Rasulullah. Bab ketiga memaparkan bahaya buku SBSSW.



Pada bab IV, penulis mengajak para pembaca untuk memahami dakwah Syekh Muhammad bin Abdul Wahab. Bab V mengupas tentang Wahabi dan situs sejarah Islam. Bab ini berusaha menjawab tuduhan bahwa Wahabi merusak situs sejarah Islam, benda bersejarah, dan warisan sejarah. Kemudian dilanjutkan dengan bab VI yang berusaha meluruskan perspektif sejarah.



Pada bab VII, penulis berusaha menjawab tuduhan soal pemalsuan kitab. Bab berikutnya merespons buku Ulama Sejagad Menggugat Wahabi. Bab IX yang merupakan pemuncak buku ini yang menegaskan untuk tegakkan tauhid, berapa pun harganya. Pada kalam akhir, penulis juga tak lupa menyampaikan kritik membangun kepada gerakan dakwah Wahabi. 


Judul         : Bersikap Adil kepada Wahabi
Penulis     : A M Waskito
Penerbit  : Pustaka Al-Kautsar
Cetakan   : II, Januari 2012
Tebal        : xxvi+416 hlm.  
Redaktur: Chairul Akhmad. Reporter: Irwan Kelana

'Konspirasi Musuh Gagal Rusak Keamanan Nasional Iran'

Selasa, 19 Juni 2012, 06:03 WIB
'Konspirasi Musuh Gagal Rusak Keamanan Nasional Iran'
Mobil Peogeot 405 yang ditumpangi ilmuwan Iran, Mostafa Ahmadi Roshan, yang tewas dalam serangan bom

REPUBLIKA.CO.ID, Seorang anggota parlemen Iran mengatakan penangkapan agen teroris di balik pembunuhan ilmuwan nuklir Iran baru-baru ini membuktikan kekuatan pemerintah Islam dalam melawan plot konspirasi negara arogan dunia.
"Keberhasilan Kementerian Intelijen Iran ini menunjukkan bahwa setiap tindakan musuh terhadap keamanan nasional akan sia-sia belaka," kata Mohammad Esmaeili. "Segala upaya musuh untuk merusak keamanan nasional Iran selalu kandas," tegasnya.
Anggota parlemen Iran ini mencatat bahwa musuh berulang kali gagal melancarkan konspirasi terhadap Republik Islam setelah kemenangan Revolusi Islam.
Sebelumnya, Departemen Intelijen Iran mengumumkan penangkapan elemen utama di balik pembunuhan para pakar nuklir Iran.
"Para pelaku utama pembunuhan Majid Shahriari, Mostafa Ahmadi Roshan (dua dari ilmuwan nuklir dibunuh), dan Reza Qashqaei (pengemudi) berhasil diidentifikasi dalam serangkaian operasi terpadu,'' kata kementerian intelejen dalam sebuah pernyataan pada hari yang sama.
Pernyataan itu menyinggung operasi luas intelijen Iran setelah pembunuhan pertama ilmuwan nuklirnya di tahun 2010. Penyelidikan menunjukkan identifikasi sejumlah petugas intelijen Israel dan tentara bayaran mereka.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar