Senin, 25 Juni 2012

Menara Sufyani di Jantung Mekah!.....??? Umat Islam seyogianya bersatu dan segeralah membangun silaturahim dan persudaraan sesama Muslim...>>> Adanya berbagai kemungkinan penyusupan terselubung dibalik para pelaku yang memang anti Islam...selalu bisa terjadi...>> Karena konon Makkah dan Madinnah sudah beberapa kali didatangi orang2 yang bukan muslim dengan cara mereka menyamarkan diri.. dan menggunakan identitas muslim secara palsu...??? Penyususpan fisik dan pemikiran ...bahkan mungkin juga ada.... penyusupan...pesan2 terselubung melalui berbagai konsep Bangunan dan konsep Perencanaan suatu kota dan tata ruang bangunan dan tata ruang pembangunan suatu kota atau resort... >>> Para cendekaiawan Muslim harus lah bahu membahu bersama para ulama dan saling memberikan perhatian dan peringatatan agar umat Islam tidak kecolongan....>>> Sesuatu yang telah terjadi bisa jadi sangat sulit melakukan koreksi atau renovasinya.. atau dengan biaya dan ongkos2 yang yang besar... >>> Waspadalah dan gunakan akal sehat serta pedoman keilmuan kita sebagai Umat yang di beri hidayah..>>> Jauhkan permusuhan sesama muslim... dan kuatkan silaturahim dan saling berpesan kebaikan dan dengan kesabaran...>>> Semoga Allah SWT mencurahkan Cahaya HidayahNya kepada kita sekalian..>>> Aamiin..


Menara Sufyani di Jantung Mekah! (Part 2)

Dalam kesempatan singkat ini, tentu sulit untuk memaparkan secara menyeluruh tema-tema Zionisme seperti yang diminta. Selama ini mayoritas umat Muslim (khususnya) telah salah kaprah di dalam menyoroti Zionisme dan bisa dibilangsalbut atau tumpang tindih tema-temanya, seperti antara mengkaji Zionisme secara Universal yang menjadi sebab dan Zionisme secara Partikular yang bersifat sektoral-temporal—dan merupakan akibat dari Zionisme Profetik. Tidak pahamnya para pengkaji seputar tema dasar zionisme ini pada akhirnya justru telah membiaskan pandangan zionisme di masyarakat awam. Namun pada dasarnya bisa dijelaskan sesederhana mungkin bahwa pemahaman Zionisme sangat erat dengan tema dasar pemahaman Mesianologi Ibrahimik itu sendiri.
Ada beberapa hal menarik untuk ditinjau secara seksama. Artinya, setelah memantau sisi arsitektur gedung Mecca Tower yang sangat akrab dengan simbol-simbol Suyfanisme (baca: Zionisme) maka selain bentuk besar gedung itu seperti pengacungan jari kotor ala zionis atau F.U.C.K. Dan seperti yang ditambahkan juga oleh seorang kawan dalam diskusi kecil kami bahwa F.U.C.K atau Fornication Under Consent of the King atau arti harfiahnya “percabulan/perzinahan atas sepengetahuan raja” pada dasarnya memiliki akar budaya dan sejarah tersendiri yang tidak mungkin dibahas dalam kesempatan ini dan tentu saja dari sisi lain memiliki kaitan erat dengan wacana-wacana yang tertuang di dalam tema-tema Mesianologi Ibrahimik.
Terlepas dari poros tema utamanya, yakni Sufyanisme atau Zionisme tapi yang perlu diketahui bahwa selain bangunan Menara Setan Sufyani ini menghadap tepat ke Masjidil haram dan Kabah, maka bila kita meninjau melalui google map, bahkan secara awam sekalipun, bisa diketahui secara mudah bahwa bangunan ini ternyata bertengger secara arogan menghadap tepat ke kota Madinah.
Pemetaan Sufyanisme
Saya tidak akan mencoba tebak-tebakan ke arah mana di kota Madinah menara iblis ini mengarahkan acungan jari kotornya. Wa iyazubillah!
Untuk gambar yang lebih besar dari peta di atas, silahkan klik tautan ini
The All Seeing Eyes
Selain penempatan beberapa simbol-simbol yang mengakar dari Zionisme. Penodaan nilai-nilai kesucian Islam lainnya dari menara iblis sufyani ini adalah penempatan Nama-Nama Suci Allah Swt, Muhammad saww dan kalimat Tauhid di bagian puncak sebuah bangunan menara yang sebenarnya bukan menara masjid, melainkan hotel berbintang tujuh. Lalu lebih parahnya di sisi samping dituliskan nama sang raja sebagai pemberi wakaf. Jujur saja, kalau ada yang mau dibilang wakaf bida’ah dan haram, maka saya kira ini merupakan salah satu contoh monumen bid’ah dan haram terbesar dalam sejarah Mesianologi Ibrahimik.
(Bersambung…)

Menara Sufyani di Jantung Mekah! (Part 1)

Saya sungguh takjub atau mungkin tepatnya heran ketika melihat sebagian muslim yang terkagum dengan Mekah Tower a.k.a Sufyani Tower di sisi Kabah, tepat di jantung kota Mekah Al-Mukaramah. Selain keberadaan gedung ini layak dinilai sebagai penghinaan terhadap bangunan Ka’bah yang suci dan Masjidil Haram, maka bentuk gedung ini pun jika diperhatikan secara seksama dari sudut yang sejajar tanah dari kedua sisi arahnya akan mirip sekali dengan pengacungan jari kotor ala zionis. Disamping itu, bangunan yang merupakan hotel berbintang 7 ini untuk sementara masih menjadi surga para peziarah Kabah ala borjuis.
“If You Can’t Destroy Kabah the Way You Want it too, So ‘Built’ it the Way You Want it”
Pada dasarnya, bangunan ini merupakan simbol arogansi dan pertanda materialisme telah menguasai kota yang penuh dengan nuansa spiritual seperti Mekah al-Mukaramah. Ia seolah-olah menjadi tonggak yang ingin menyatakan dirinya bahwa imperialis-kapitalis telah masuk ke jantung kota kaum Muslimin yang selama beberapa dekade belakangan ini telah dikuasai oleh Rezim Tanduk Iblis dari Najed. Mekah sedang disulap menjadi kota Babel, sebuah strategi iblis paling mutakhir setelah mereka gagal menghancurkannya +/-1400 tahun silam. Barangkali, ketimbang iblis mesti sibuk menyiapkan pasukannya dari kalangan jin dan manusia untuk menghancurkan Kabah secara terang-terangan, namun kali kini mereka malah semakin membangun daerah disekitarnya dan berharap kelak Tuhan sendirilah yang akan memusnahkan kota Mekah sebagaimana Babel pernah dibinasakan.
Apabila kita perhatikan sisi arsitekturnya secara keseluruhan, maka menara ini bisa dianalisa dari simbol-simbolnya yang bagi setiap pengamat nubuat Akhir Zaman dalam ranah Mesianologi Ibrahimik, mungkin akan melihatnya menjadi salah satu pertanda kemunculan Sufyanisme dan tentunya berujung kepada pribadi Sufyani itu sendiri seperti yang telah dinubuatkan oleh Nabi Muhammad saww.
Lafaz "Allah" di atas jam sengaja saya hapus karena tidak layak ditempatkan di atas tanduk bermata satu ini
Tanduk Iblis Di Puncak Bangunan!
Tanduk Setan
The Devils Horn
Setiap pemerhati manapun akan tahu bahwa bentuk bulan sabit yang sesungguhnya tidak akan pernah seperti itu. Disini, terlepas pembahasan tentang asal-muasal kesesatan merasuknya simbolisasi “bulan sabit” dan “bintang bersiku 5″ ke dalam Islam yang dicanangkan oleh para penguasa terkutuk—yang mengatasnamakan Islam—beberapa abad silam, terutama dari Dinasti Abbasiyah, maka versi terbaru Iblis kali ini bahkan sudah bisa dibilang sangat berterang-terangan di dalam memajang simbol-simbol kegelapannya. Diantaranya dengan memajang simbol tanduk yang posisinya mencakar lelangit kota Mekah dan yang elevasinya jauh lebih tinggi menjulang di atas Kabah.
Si Mata Satu Yang Melihat Semua a.k.a The All Seeing Eyes
The All Seeing Eyes
Dengan dikemas hiasan Nama-nama Tuhan yang seakan-akan mewakili kalimat-kalimat Tauhid, tapi pada kenyataannya semua mukmin berakal manapun akan tahu bahwa iblis memang tidak pernah menafikan bahwa Allah adalah pencipta dirinya dan Muhammad adalah utusan Yang Maha Kuasa kepada segenap umat manusia. Untuk itu, tulisan-tulisan di atas menara itu tidak menambahkan kejelasan apapun, kecuali semakin nyata dan lengkapnya penghinaan terhadap Allah Swt, Muhammad saww dan Islam.
Disamping itu, setiap pengamat nubuat yang mengikuti berita penghancuran situs-situs suci bersejarah di sekitar Mekah teruatam Masjidil Haram belakangan ini termasuk diantaranya rumah Nabi saww dan Sayyidah Khadijah as sendiri, sudah cukup menjadi tambahan bukti bahwa peninggian lafaz-lafaz suci di atas menara setan itu tak lebih hanya kosmetik bagi setiap mata anak Adam yang hatinya hampa dari pemahaman  Nama-nama Suci tersebut, kecuali sebatas kaligrafi dan senandung bunyian. Tema seputar topik ini pernah saya sampaikan beberapakali dan di dalam beberapa kesempatan dalam kajian kristologi maupun zionologi, yang dalam kesempatan singkat ini tidak mungkin bisa diapaprkan semuanya.
(Bersambung…)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar