Jumat, 15 Juni 2012

Kisah Dibalik Kapal Selam Jerman ke-6 untuk Israel...>>...Kapal selam kelas Dolphin di awal-awal harus selalu naik ke permukaan setiap beberapa hari untuk menyetel ulang mesin disel dan mengisi ulang daya baterai untuk melanjutkan perjalanan bawah air. Sistem propulsi baru ini, yang tak membutuhkan jeda ke permukaan, memperbesar peningkatan kegunaan kapal selam. Mereka bakal mampu bergerak di bawah air hingga empat kali lebih lama ketimbang versi Dolphin lama. Sel bahan bakar juga memungkinkan untuk terus di bawah air paling sedikit 18 hari sekali waktu. Terpenting, Teluk Persia di lepas pantai Iran tidak lagi di luar jangkauan rentang operasi armada perang Israel, semuanya berterima kasih kepada kualitas insinyur dan pakar dari Jerman.>>Israel Terima Kapal Selam Ke-4 Berkemampuan Nuklir....???>>>.. Israel menerima kapal selam keempat yang dipesan dari Jerman. Serah terima kapal selam kelas Dolphin yang mampu membawa hulu ledak nuklir ini dilakukan di kota Kiel, Jerman, Kamis (3/5/2012). Kapal yang diberi nama Tanin (berarti buaya dalam bahasa Ibrani) ini dijadwalkan mulai dioperasikan pada 2013 setelah semua uji coba selesai dilakukan. Proyek pembelian kapal tersebut menjadi salah satu proyek pengadaan senjata paling mahal dalam sejarah Israel, dengan biaya satu kapal diperkirakan mencapai 500 juta dollar AS (Rp 4,6 triliun). Pemerintah Jerman menyubsidi sepertiga dari harga tersebut. "Angkatan laut dan armada kapal selam ini memberikan kemampuan deterrent, perlindungan, dan strategis bagi angkatan bersenjata Israel dan negara Israel," ungkap Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak saat upacara serah terima, seperti dikabarkan kantor berita RIA Novosti.??? ....Punya Nuklir dan Kapal Selam Canggih, Israel Ancam Keamanan Global ..??>>...Israel has successfully tested a system that intercepts and destroys rockets such as those fired by militants from the Gaza Strip or from south Lebanon, the defense ministry said July 15. The "Iron Dome" system developed by public armaments firm Rafael was tested successfully in recent days and destroyed an unspecified number of incoming rockets, the ministry said in a statement. More tests are expected in the next few months before the defense system is deployed in southern Israel to counteract rockets fired by Palestinian militants based in the Hamas-ruled Gaza Strip. ...???>>...In Picture: Jerman Pasok Israel Kapal Selam Nuklir....>>>...BISA KITA SIMAK DENGAN HATI BENING DAN AKAL SEHAT...SDR2 MUSLIMIN DISELURUH DUNIA....BAHWA NEGARA KECIL ISRAEL SAJA PUNYA NUKLIR...DAN SENJATA NUKLIR....>> MAKANYA UMAT ISLAM HARUSLAH SADAR.. BETAPA PENTINGNYA MEMILIKI KEMAJUAN DALAM ERA NUKLIR INI...>>> KITA SEMUA NEGARA ISLAM HARUS JUGA PUNYA NUKLIR... UNTUK KEMAJUAN...DAN MUNGKIN DALAM PERTAHANAN JUGA....>>> JANGAN BODOH..DAN MAU DI-OBOK2 OLEH PARA PEMIKIR..YANG LEMAH...>>> SEMUA NEGARA NON MUSLIM PUNYA NUKLIR...>>> AS-RUSIA-INGGRIS-JERMAN-PRANCIS-ARGENTINA- CINA-KOREA-JEPANG-AUSTRALIA-BELGIA-INDIA-ITALIA-CANADA-AFRIKA SELATAN, DLL...BAIK TERANG2AN MAUPUN SEMBUNYI2....>>> JADI JANGAN ALERGI DENGAN NUKLIR....>>> NYATANYA MEREKA NYAMAN2 SAJA....DAN GAK ADA APA2...>>> SOAL CERNOBYL..??THREE ISLANDS... FUKUSHIMA...??? ADA YANG MEMANG KEBETULAN ADA MUSIBAH ALAM-ADA SABOTASE-ADA JUGA MEMANGKESALAHAN TEKNIS....??? ITULAH YANG HARUS MENINGKATKAN KEMAMPUAN BANGSA...DISIPLIN-BERILMU DAN BERTANGGUNG JAWAB...SEMUA BISA ASALKAN ADA KESUNGGUHAN....>>> COBA BARU IRAN SAJA PUNYA NUKLIR... ITU PERS DAN PARA POLITISI BARAT DAN ISRAEL SUDAH KOWAR2 DAN KETAKUTAN...??? MENGAPA...?? MEREKA PUNYALEBIH BANYAK-LEBIH CANGGIH..DAN SUDAH SANGAT AHLI... ???>> KOK RIBUT..??? INILAH MEMPENGARUHI MENTAL ORANGISLAM..YANG BODOH DAN PENAKUT.. TERUTAMA.. PEMIMPIN2 YANG MEMANG MEREKA ITU TOLOL..... CONTOH DI SAUDI ARABIA-KUWAIT-INDONESIA-MALAYSIA DLL YANG SANGAT TAKUT PUNYA NUKLIR...???.. DOBODOHI DAN DILECEHKAN OLEH PARA PEMIKIR BARAT DAN ISRAEL...???>>> JELASNYA DIGOBLOG-GOBLIGIN... JADI PENAKUT DAN SANGAT TOLOL...???>>> NAK INDINESIA KALU INGIN MAJU YA HARUS MAJU DENGAN TAK TERBATAS.. JUGA DENGAN MEMILIKI NUKLIR..??? >>> HAYYOOO PARA PEMIMPIN MASA DEPAN BANGSA MENJADILAH BANGSA YANG BESAR DAN KUAT... KUASAI SEMUA ILMU PENGETAHUAN DAN SEGALA BIDANG TEKNOLOGI... HINGGA KITA MEMILIKI ROKET KERUANG ANGKASA...DAN BISA MEMBUAT SATELIT2.. DIJAGAT RAYA....>>> HAYOO MAJULAH BANGSAKU INDONESIA...DAN JANGAN DIBODOHI..OLEH AS-DAB KOALISI BARAT DAN ISRAEL.. ITU....>>> HAYYOO UMAT ISLAM BANGKIT DAN BERBUATLAH MERDEKA..DAN BERDAULAT...>>> KITA SAH-LEGAL-LEGITIMATE UNTUK MEMILIKI NUKLIR... >>>JUGA BANSA IRAN-ARAB--JORDANIA-TURKI-MESIR-LIBYA-ALGERIA-TUNISIA-LEBANON-INDONESIA-IRAQ-AFGHANISTAN-MALAYSIA-BRUNEI-PAKISTAN DLL.....>>> hAYYOOO BANGUNKAN JIWANYA-ILMUNYA-KEPINTARANNYA-AKALBUSINYA-DAN SEMUA KEMAMPUAN KEMANUSIAAN DAN AKHLAK KARIM DAN PERILAKU HALIM....>>> jADILAH MANUSIA SEUTUHNYA... INSAN KAMIL......!!!! MERDEKA...!!!! ALLAHU AKBAR...!!!! ALLAHUMMA AFRIGH ALAINA SHABRAN WATSABBIT AQDAMANA WANSHURNA ALALQOUMILKAFIRIN.... AAMIIN...-



Angkatan Laut
Israel Terima Kapal Selam Ke-4 Berkemampuan Nuklir
military-today.com Kapal selam kelas Dolphin milik AL Israel
TEL AVIV, KOMPAS.com — 
http://internasional.kompas.com/read/2012/05/04/11093158/Israel.Terima.Kapal.Selam.Ke-4.Berkemampuan.Nuklir
Israel menerima kapal selam keempat yang dipesan dari Jerman. Serah terima kapal selam kelas Dolphin yang mampu membawa hulu ledak nuklir ini dilakukan di kota Kiel, Jerman, Kamis (3/5/2012).
Kapal yang diberi nama Tanin (berarti buaya dalam bahasa Ibrani) ini dijadwalkan mulai dioperasikan pada 2013 setelah semua uji coba selesai dilakukan. Proyek pembelian kapal tersebut menjadi salah satu proyek pengadaan senjata paling mahal dalam sejarah Israel, dengan biaya satu kapal diperkirakan mencapai 500 juta dollar AS (Rp 4,6 triliun). Pemerintah Jerman menyubsidi sepertiga dari harga tersebut.
"Angkatan laut dan armada kapal selam ini memberikan kemampuan deterrent, perlindungan, dan strategis bagi angkatan bersenjata Israel dan negara Israel," ungkap Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak saat upacara serah terima, seperti dikabarkan kantor berita RIA Novosti.
Dengan kedatangan Tanin, Israel sudah memiliki empat kapal selam kelas Dolphin, kapal selam bertenaga konvensional yang dikembangkan dari kapal selam kelas 209 Jerman. Kapal selam tersebut dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan Israel, ditambah kemampuan meluncurkan rudal jelajah (SLCM) yang bisa membawa hulu ledak konvensional ataupun hulu ledak nuklir seberat 200 kilogram.
Kapal selam kelima saat ini sedang dalam tahap penyelesaian dan dijadwalkan dioperasikan menyusul Tanin pada 2014. Dua bulan lalu, Israel dan Jerman juga menandatangani perjanjian pembelian kapal selam keenam, yang akan selesai pada 2017.
Selain menambah armada kapal selamnya, Israel juga dikabarkan sedang menjajaki kemungkinan menambah empat lagi kapal perang permukaan tipe korvet. Majalah pertahanan Jane's Defence Weekly menyebutkan, AL Israel sedang mencari kapal korvet yang jauh lebih besar daripada kapal kelas Saar 5 miliknya saat ini.
Kapal-kapal baru ini disyaratkan bisa mengakomodasi radar terbaru, helikopter S-70 Seahawk, dan sistem peluncuran rudal vertikal Mk 41 yang mampu menembakkan rudal-rudal pertahanan udara jarak jauh atau rudal permukaan-ke-permukaan. Besar kemungkinan Israel akan menyewa biro desain kapal dari AS, kemudian membangun sendiri kapal-kapal korvet itu, atau memesannya ke galangan kapal Korea Selatan.
Penguatan angkatan laut Israel ini dikabarkan terkait ambisinya memperluas operasi pengeboran minyak lepas pantai.

Punya Nuklir dan Kapal Selam Canggih, Israel Ancam Keamanan Global

Thursday, 05 April 2012, 06:00 WIB. http://www.republika.co.id/berita/internasional/palestina-israel/12/04/05/m1z98j-punya-nuklir-dan-kapal-selam-canggih-israel-ancam-keamanan-global
Punya Nuklir dan Kapal Selam Canggih, Israel Ancam Keamanan Global
Kapal selam, ilustrasi
REPUBLIKA.CO.ID, Untuk memperkuat ketahanan militernya, Israel terus menerus menambah pasokan senjata dan peranti perangnya. Disebutkan belum lama ini, armada kapal selam Israel kian canggih saja.
Sebelumnya, tiga kapal selam model kapal selam Dolphin telah dikirim ke Israel antara tahun 1998 dan 2000. Pada tahun 2006, Tel Aviv kembali memesan generasi keempat dan kelima untuk dua kapal selam yang lebih canggih.
Kapal keempat dijadwalkan akan dikirim pada tahun 2013 dan yang kelima dan keenam telah dipesan supaya dikirim secara berurut pada tahun 2014 dan 2016.
Tak hanya itu, Israel adalah satu-satunya pemilik senjata nuklir di Timur Tengah dan tidak pernah mengizinkan fasilitas nuklirnya untuk diperiksa inspektur Badan Energi Atom Internsional (IAEA) serta tidak bersedia bergabung dengan Perjanjian Non-Proliferasi (NPT).
Menurut survei pada tahun 2011 yang dilakukan oleh Yayasan Friedrich Ebert bermarkas di Berlin, lebih dari 50 persen masyarakat Eropa percaya bahwa Israel adalah ancaman paling serius terhadap keamanan global.
Redaktur: Endah Hapsari
Sumber: IRIB/IRNA

Israel Tests Anti-Rocket System

16 Juli 2009http://defense-studies.blogspot.com/2009/07/israel-tests-anti-rocket-system.html

Iron Dome-anti rocket system (image : Rafael)
JERUSALEM, - Israel has successfully tested a system that intercepts and destroys rockets such as those fired by militants from the Gaza Strip or from south Lebanon, the defense ministry said July 15.
The "Iron Dome" system developed by public armaments firm Rafael was tested successfully in recent days and destroyed an unspecified number of incoming rockets, the ministry said in a statement.

More tests are expected in the next few months before the defense system is deployed in southern Israel to counteract rockets fired by Palestinian militants based in the Hamas-ruled Gaza Strip.
A model of the Iron Dome missile launcher, containing 20 Tamir missiles ready to launch. The missiles are stored ready to launch in the container-launcher, and are elevated to a nearly vertical position uponthe first alert of an imminent attack. (photo: Rafael)
The military commentator of private television Channel 10 said meanwhile the defense ministry wants to deploy the system near the southern Israeli border town of Sderot by the beginning of 2010.
Iron Dome is expected to be able to intercept rockets with a range from four kilometers to 70 kilometers (2.5 to 44 miles).

"This system is a new defense element against rockets and will allow the Israeli army to better carry out its supreme duty which is to protect, in the best way, our civilian population," Defense Minister Ehud Barak said.

Iron Dome system include the Multi-Mode Radar (MMR) system, Tamir missile interceptors with live warheads, and battle management system (photo : Defense-Update)

The Israeli military says militants have fired more than 200 rockets and mortar rounds at Israel since the January 18 end of the Jewish state's 22-day military offensive against Gaza.

Israeli areas near the Palestinian enclave have been the target of homemade Qassam rockets fired by Palestinian militants since the start of the intifada in September 2000.

The militant Shiite group Hezbollah fired more than 4,000 Katyusha rockets at Israel during the 2006 summer war between the two sides, forcing one million residents to flee homes in north Israel or hide in shelters.

(Defense News)

In Picture: Jerman Pasok Israel Kapal Selam Nuklir

Senin, 11 Juni 2012, 06:54 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, Akhirnya terungkap bahwa Jerman memasok kapal selam berkemampuan nuklir untuk Israel.
Proyek pembuatan pun tak murni dari uang Israel, ada donasi uang Jerman yang diambil dari pajak warga negeri Panser itu.
Dua tokoh yang mengawali kerja sama kapal selam ialah kanselor Jerman saat itu, Helmut Kohl dan Menteri Pertahanan Israel, Yitzhak Rabin.
Kesepakatan terus berlanjut hingga era PM Benyamin Netanyahu dan Kanselor Angela Merkel.
Dalam tatap muka langsung dengan Merkel, Netanyahu menyampaikan permintaan tambahan tiga unit lagi kapal selam kelas Dolphin. Sehingga, jumlah kapal selam yang akan dikirim Jerman ke Israel menjadi enam unit.
Redaktur: Ajeng Ritzki Pitakasari

Kanselor Jerman Angela Merkel dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu di Yerusalem pada awal 2011.
Kanselor Jerman Angela Merkel dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu di Yerusalem pada awal 2011.

Presiden Israel, Shimon Peres bersama dengan Presiden Jerman, Joachim Gauck, akhir Mei lalu di museum peringatan Holocaus, Yad Vasem. Mantan pejabat tinggi Jerman mengatakan mereka selalu memiliki asumsi  bahwa ekspor kapal selam Jerman  ke Israel dilengka
Presiden Israel, Shimon Peres bersama dengan Presiden Jerman, Joachim Gauck, akhir Mei lalu di museum peringatan Holocaus, Yad Vasem. Mantan pejabat tinggi Jerman mengatakan mereka selalu memiliki asumsi bahwa ekspor kapal selam Jerman ke Israel dilengka

Pelaut Israel di atas satu koleksi kapal selam kelas Dolphin dari Jerman, di Pelabuhan Haifa.
Pelaut Israel di atas satu koleksi kapal selam kelas Dolphin dari Jerman, di Pelabuhan Haifa.

Jerman padahal mengajukan syarat dalam kesepakatan bantuan kapal selam untuk Israel, salah satunya penghentian pembangunan pemukiman Yahudi.
Jerman padahal mengajukan syarat dalam kesepakatan bantuan kapal selam untuk Israel, salah satunya penghentian pembangunan pemukiman Yahudi.

 Pelaut berada di atas Tekuma (yang diproduksi di Jerman) di lepas pantai Haifa pada 1 Juni
Pelaut berada di atas Tekuma (yang diproduksi di Jerman) di lepas pantai Haifa pada 1 Juni

Kapal Selam kelas Dolphin dibuat di galangan kapal di Kiel, kota di utara Jerman. Fakta bahwa militer Israel mempersenjatai kapal itu dengan misil berhulu ledak nuklir tetap rahasia hingga kini.
Kapal Selam kelas Dolphin dibuat di galangan kapal di Kiel, kota di utara Jerman. Fakta bahwa militer Israel mempersenjatai kapal itu dengan misil berhulu ledak nuklir tetap rahasia hingga kini. 

PM Yitzhak Rabin dan Kanselor Jerman Helmut Kohl pada 1995. Keduanya pengawal kebijakan dalam moderenisasi armada kapal selam Israel
PM Yitzhak Rabin dan Kanselor Jerman Helmut Kohl pada 1995. Keduanya pengawal kebijakan dalam moderenisasi armada kapal selam Israel

Jerman, menurut Spiegel, selalu menganggap dirinya bertanggung jawab moral memastikan keberlangsungan hidup Israel. Terlihat asap di atas kota Tel Aviv setelah kota itu dihantam oleh rudak Irak, Scud, awal 1991 tepat permulaan Perang Teluk
Jerman, menurut Spiegel, selalu menganggap dirinya bertanggung jawab moral memastikan keberlangsungan hidup Israel. Terlihat asap di atas kota Tel Aviv setelah kota itu dihantam oleh rudak Irak, Scud, awal 1991 tepat permulaan Perang Teluk
Skema pertahanan Israel
Skema pertahanan Israel

Kisah Dibalik Kapal Selam Jerman ke-6 untuk Israel

Senin, 11 Juni 2012, 07:03 WIB
Kisah Dibalik Kapal Selam Jerman ke-6 untuk Israel
Kapal Selam kelas Dolphin milik Israel
http://www.republika.co.id/berita/internasional/timur-tengah/12/06/11/m5fcnm-kisah-dibalik-kapal-selam-jerman-ke6-untuk-israel
REPUBLIKA.CO.ID, Pada Agustus, 2009,  Benyamin Netanyahu, yang baru saja terpilih kembali menjadi perdana menteri sekaliugs kepala partai konservatif, Likud,  datang ke Berling. Netanyahu menjelaskan kepada Merkel, pentingnya kapal selam bagi Israel.

Ia menjelaskan belum ada strategi pertahanan khusus, kawasan udara dan laur sebagai zona buffer. "Kami butuh enam kapal," ujar salah satu delegasi menirukan pernyataan Netanyahu kepada Merkel dalam kunjungannya ke Berlin. Israel juga meminta donasi Jerman dalam kapal selam itu, seperti yang telah dilakukan sebelumya.

Saat itu Merkel merespon dengan tiga syarat sebagai pertukaran. Pertama, Israel harus menghentikan kebijakan pengembangan pemukiman, kedua pemerintah harus melepas aset pajak milik otoritas Palestina yang dibekukan Israel. Terakhir, Israel harus mengizinkan konstruksi manajemen air limbah dan buangan di Jalur Gaza yang bakal didanai pula oleh Jerman.

Faktor kritis, imbuh Kanselor, ialah mutlak kerahasiaan. Jika ada detil yang bocor, kesepakatan batal karena penolakan dari Bundestag--julukan untuk parlemen Jerman--bisa terlampau besar untuk diatasi.

Dua pemimpin itu sepakat pula, menunjuk diplomat Jerman, Cristoph Heusgen dan penasihan keamanan Israel, Uzi Arad, bertanggung jawab membahas detil-detil yang diperlukan.

Kontrakpun diteken pada 20 Maret 2012, di kediaman duta besar Israel di Berlin. Menteri Pertahanan, Ehud Barak, terbang khusus untuk bertemu dengan sekretaris negara dari Kementrian Pertahanan Federal Jerman, RĂ¼diger Wolf, yang menandatangani atas nama pemerintah Jerman.

Sekali lagi, karena Israel memiliki masalah keuangan, Jerman membuat konsesi lebih jauh, menyepakati donasi sebesar 170 juta dolar, sepertiga dari ongkos pembuatan kapal selam. Israel dibolehkan mencicil hingga 2015. Keputusan itu mendorong Netanyahu merasa wajib mengekspresikan rasa terima kasih lewat surat resmi yang ditulisnya tangannya sendiri.

Namun, kekecewaan di dalam pemerintahan Jerman meningkat, karena Netanyahu dengan enteng mengabaikan permintaan-permintaan Merkel. Kebijakan konstruksi pemukiman jalan terus dan tak ada kelanjutan kabar seputar proyek fasilitas pengolahan limbah di Jalur Gaza.

Pemerintah Israel hanya mencairkan uang pajak milik Palestina. Merkel tiba pada kesimpulan tak ada guna berkata apa pun kepada Netanyahu, karena ia pasti tak mau mendengar apa pun juga.

Alasan itu dibuat untuk menghentikan produksi kapal selam? Tidak juga. Bila langkah itu diambil Israel akan mendapat sinyal bahwa dukungan Jerman sarat muatan. Tak hanya itu, menurut Spiegel, penghentian bisa membuat Jerman terlihat kurang memiliki rasa solidaritas, sesuatu yang tak diinginkan Merkel.

Menurut analisa majalah Jerman itu, sang Kanselor kehilangan satu dari sedikit sumber daya pemerintahannya untuk memasukkan pengaruh ke pemerintah Israel yang selama ini menjajah Palestina. Konstruksi terus berlanjut. Kapal selam keempat, dinamai Tanin, dirilis awal Mei dan akan dikirimkan awal 2013. Kapal Selam nomor lima menyusul pada 2014 dan yang terakhir nomor enam pada 2017.

Kapal selam ini penting terutama bagi Israel, karena mereka dilengkapi dengan revolusi teknologi, yakni propulsi sel bahan bakar yang memungkinkan kapal bekerja lebih diam-diam dan dalam periode waktu lebih lama.

Kapal selam kelas Dolphin di awal-awal harus selalu naik ke permukaan setiap beberapa hari untuk menyetel ulang mesin disel dan mengisi ulang daya baterai untuk melanjutkan perjalanan bawah air. Sistem propulsi baru ini, yang tak membutuhkan jeda ke permukaan, memperbesar peningkatan kegunaan kapal selam.

Mereka bakal mampu bergerak di bawah air hingga empat kali lebih lama ketimbang versi Dolphin lama. Sel bahan bakar juga memungkinkan untuk terus di bawah air paling sedikit 18 hari sekali waktu. Terpenting, Teluk Persia di lepas pantai Iran tidak lagi di luar jangkauan rentang operasi armada perang Israel, semuanya berterima kasih kepada kualitas insinyur dan pakar dari Jerman.
Redaktur: Ajeng Ritzki Pitakasari
Sumber: Der Spiegel

PANAH dan LUMBA-LUMBA Senjata Baru Israel

http://cakra401.blogspot.com/2009_11_29_archive.html 

Dengan mengandalkan sistem anti-misil “Arrow” dan dua kapal selam terbaru yang bisa mengusung senjata nuklir, Israel sedang mempersiapkan sistem persenjataan generasi baru yang didesain untuk mempertahankan negaranya dari kemungkinan serangan Iran.

Israel berupaya mengembangkan teknologi sistem pertahanan tercanggih. Sistem ini bisa melepaskan “awan metalik” untuk menghancurkan serangan rudal dan roket di udara. Sistem ini sudah berhasil diuji-coba dan akan segera diterapkan pada tahun depan. Angkatan Perang Israel mengembangkan generasi baru dari sistem pertahanan Arrow untuk menembak jatuh misil jarak jauh sejenis Shihab milik Iran, langsung di luar atmosfer Bumi.
Sistem pertahanan ini akan melibatkan lima kapal selam kelas Dolphin buatan Jerman. Armada kapal selam ini dilaporkan bisa dilengkapi dengan senjata nuklir yang akan berpatroli dan melakukan stasioner di perbatasan perairan Israel.
Israel agaknya sudah belajar banyak dari pengalaman pahit serangan roket-roket Hamas (2008) dan Hisbullah (2006), sehingga mereka kini memusatkan perhatian pada sistem pertahanan anti rudal, roket, dan rudal. Israel yakin Iran berada di balik serangan kedua kelompok militan bersenjata tersebut. Selain itu Israel juga mewaspadai perkembangan proyek nuklir Iran dan mulai mengantsipasinya sejak dini. * (AP/Yahoo/BS)
Skema desain kapal selam Kelas Dolphin

Israeli confronts new military threats with submarines and cutting-edge anti-missile systems

http://cakra401.blogspot.com/2009_11_29_archive.html 


With cutting-edge anti-missile systems and two new submarines that can carry nuclear weapons, Israel is readying a new generation of armaments designed to defend itself against distant Iran as well as Tehran's proxy armies on its borders.

Having failed to crush Hamas' firepower in its Gaza offensive last winter, or Hezbollah's in its 2006 war in Lebanon, Israel is turning to an increasingly sophisticated mix of defensive technology.

A system that can unleash a metallic cloud to shoot down incoming rockets in the skies over Gaza or Lebanon has already been successfully tested, according to its maker, and is expected to be deployed next year. The army is developing a new generation of its Arrow defense system designed to shoot down Iran's long-range Shihab missiles outside the Earth's atmosphere.

It has three German-made Dolphin submarines and is buying two more. They can be equipped with nuclear-tipped missiles which analysts say could be stationed off the coast of Iran. Israel says Iran, despite its denials, is trying to acquire atomic weapons. It has never confirmed its Dolphin fleet has nuclear capabilities, but senior officials acknowledge that commanders are fast at work devising a strike plan in case diplomacy fails.

The missile projects have their critics in Israel, who question their effectiveness and say they are too costly. And many Israelis would probably agree with U.S. former President Bill Clinton's recent warning to an Israeli audience that the country could achieve true security only by making peace with its enemies, who he said would always be able to improve their ability to attack.

"The trajectory of technology is not your friend," he said. "You need to get this done."

Under their overarching fear of nuclear annihilation by Iran, whose regime has repeatedly called for Israel's extinction, the more immediate threat is seen as coming from Iranian-backed Hezbollah and Hamas.

Israel's military believes Hezbollah has tripled its prewar arsenal to more than 40,000 rockets, some of which can strike virtually anywhere in Israel — a dramatic improvement over the short-range missiles fired in 2006.

Hamas has also increased its rocket arsenal since last winter's fighting, said a senior military official who spoke on condition of anonymity in accordance with army regulations. Hamas recently test-fired a rocket that can travel up to 60 kilometers (40 miles), putting the Tel Aviv area within range for the first time, according to Maj. Gen. Amos Yadlin, Israel's military intelligence chief.

Israel's defense industry says it is close to deploying Iron Dome, a system that will use cameras and radar to track incoming rockets and shoot them down within seconds of their launch. The system is so sophisticated that it can almost instantly predict where a rocket will land, changing its calculations to account for wind, sun and other conditions in fractions of a second.

Shooting down a missile is a bit like stopping a bullet with a bullet. But Eyal Ron, one of Iron Dome's developers, said his system will fire an interceptor that explodes into a cloud of small pieces which make it unnecessary to score a direct hit.

"It's a great advantage because to bring an interceptor to a target flying at incredible speed to an exact point is very hard," said Ron, a specialist at mPrest Systems Ltd., an Israeli software firm developing the system along with local arms giant Rafael.

He said recent tests in Israel's southern desert were successful, and a final dress rehearsal is expected in December before the system goes live next year.

While Israelis who have endured years of rocket fire from Gaza are sure to welcome Iron Dome, the system does not have wall-to-wall support.

"Maybe it will be good during times like this when you have 10 rockets, but not for a war. If you invest in such a system, I think you're going to go bankrupt," said Gabriel Saboni, the head of the military research program at Israel's Institute for National Security Studies.

Iron Dome is one part of a larger strategy that includes more tanks and dozens of new armored personnel carriers equipped with technology to repel anti-tank missiles.

The ultimate trump card is a nuclear arsenal Israel refuses to acknowledge but which no one doubts exists.

The strategy that became obvious in the Lebanon and Gaza wars was simply one of overwhelming force to deter further attack.

This policy appears to have bought Israel a fragile calm on both its northern and southern borders, but it has come at a heavy price.

The military brass are deeply concerned that international criticism of Israel's conduct of the Gaza war, including allegations of war crimes contained in a high-profile U.N. report, will tie their hands in the future.

Military officials speaking on condition of anonymity said large resources are going into developing increasingly accurate weapons, such as bombs that cause damage over a smaller area and noisemaking explosions that scare away civilians before real bombs are dropped.

Few expect the current quiet to last indefinitely, and muscle-flexing on all sides attests to the elusiveness of a peaceful Middle East.

Iran is conducting large-scale air defense war games this week designed to protect its nuclear facilities from attack. Israel recently moved warships through the Red Sea toward Iran, and three weeks ago the Israeli navy captured a ship, the Francop, that it said was carrying a huge cache of Iranian weapons bound for Hezbollah.

Last week Netanyahu boarded a Dolphin submarine and then the missile ship that led the capture of the Francop. He thanked crew members for seizing the haul and told them that Israel is Iran's first target, "but not the last" — reflecting his contention that Iranian ambitions are not just an Israeli problem. (@dailypress)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar