Selasa, 19 Juni 2012

.....Kampanye pemakaian alat kontrasepsi kondom yang hendak digalakkan Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi kepada seluruh kalangan termasuk kepada remaja yang belum menikah, menurut Ketua Umum DPP Front Pembela Islam (FPI) sebagai bukti Menkes seorang penganut faham liberalisme yang melegalkan pornoaksi. "Menkes RI yang baru, Nafsiah Mboi, adalah menteri cabul liberal, karena baru saja jadi menteri sudah bikin heboh dengan kampanye kondom bagi remaja yang belum menikah, dengan dalih untuk cegah AIDS dan cegah kehamilan di luar nikah,” kata Habib Rizieq Syihab kepada arrahmah.com, Jakarta, Senin malam (18/6). Lanjut Habib Rizieq, kampanye yang hendak digalakkan oleh Menkes tak lebih sebagai upaya perusakan generasi bangsa, dan tindakan yang bertentangan dengan hukum. “Ini adalah kampanye penyesatan karena merupakan propaganda zina di kalangan remaja. Juga merupakan kampanye pembangkangan karena melanggar undang-undang yang melarang pemberian alat kontrasepsi kepada yang belum menikah,” ujarnya.....>>...Menkes yang baru sudah resmi dilantik oleh presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Masa kerjanya memang tak lama, hanya 2,5 tahun. Namun bukan berarti masa bakti yang singkat itu menghalangi Menkes untuk membuat suatu perubahan yang signifikan demi tercapainya kondisi kesehatan masyarakat yang lebih baik. Dalam jumpa pers yang digelar di Ruang Leimena kantor Kementerian Kesehatan, Kamis (14/6/2012) kemarin, Menkes memang masih belum dapat mengemukakan program-program kerja seperti apa yang akan dilaksanakan secara konkrit. "Saya sudah menandatangani kontrak kinerja dengan presiden. Yang bagus adalah, di dalam kontrak kinerja ada targetnya, misalnya memastikan pencapaian target kemenkes 2014. Jadi, saya bersama teman di kemenkes tinggal memonitor program-program yang ada agar selesai sesuai target yang ditetapkan bersama. Saya tidak bikin target baru dalam kontrak kinerja yang juga sudah ditandatangani Bu Endang (Alm.) ini," kata Menkes.>>...Disindir mengenai permasalahan HIV/AIDS yang telah menjadi isu yang akrab ditangani selama beberapa tahun terakhir, Menkes yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Eksekutif Komite Penanggulangan AIDS (KPA) Nasional ini berharap dapat melakukan gebrakan. Yaitu mengusulkan agar remaja dipermudah aksesnya untuk mendapat kondom. "Kita berharap bisa meningkatkan kesadaran mengenai kesehatan reproduksi untuk remaja. Dalam Undang-Undang, yang belum menikah tidak boleh diberi kontrasepsi. Namun kami menganlisis data dan itu ternyata berbahaya jika tidak melihat kenyataan. Sebanyak 2,3 juta remaja melakukan aborsi setiap tahunnya menurut data dari BKKBN," kata Menkes.>>.. Dari data yang dihimpun kemenkes per 30 Juni 2011, ada 26.483 kasus AIDS dan 66.693 kasus HIV. Total ada 93.176 kasus atau 50% dari estimasi nasional (data ODHA 2011 diprediksi mencapai 210 ribu orang). Data tersebut dihimpun dari 32 provinsi dan 30 kabupaten dan kota di Indonesia. Menkes menyatakan dalam 20 tahun setelah upaya penanggulangan HIV digulirkan di Indonesia, pemerintah masih menghadapi masalah yang sama, dan belum terjadi perubahan signifikan. (bilal/arrahmah.com)..>>...Baru saja dilantik, menteri kesehatan (menkes) baru, Dr. Nafsiah Mboi, SpA, MPH membuat sebuah gebrakan di awal masa kerjanya dengan rencana akan lebih meningkatkan kampanye penggunaan kondom untuk kelompok seks berisiko, termasuk kepada remaja dan masyarakat untuk mencegah kehamilan beresiko juga menurunkan angka aborsi pada 2,3 juta remaja setiap tahunnya menurut data dari BKKBN. Menurutnya, kampanye penggunaan kondom selaras dengan MDGs poin 6, yaitu memerangi HIV/AIDS. “Kami sangat menyesalkan statemen ibu menkes yang mengatakan akan membuat gebrakan menggalakan penggunaan kondom untuk kelompok seks beresiko termasuk kepada remaja dan masyarakat. Justru dengan itu pemerintah melegalkan sex bebas (zina) dengan alasan mensosialisasikan penggunaan kondom,” ujar anggota Komisi IX Herlini Amran di Gedung DPR seperti dalam pers rilisnya, Selasa (19/06). Lebih lanjut, menurut legislator Partai Keadilan Sejahtera ini, “Mestinya pemerintah lebih meningkatkan penyuluhan pengetahuan komprehensif terkait program kesehatan reproduksi wanita bagi remaja usia di bawah 15 tahun, karena masih jauh dari target yang dicanangkan sebesar 65%, hanya tercapai 11,4% pada tahun 2011,” desaknya.....Empat modus kaum kafir merusak akidah umat Islam...>>...[1] Pertama, menurutnya adalah At-Tanshir atau kristenisasi, yang sekarang ini sangat marak sekali dan terjadi di mana-mana. "Bahkan sebuah daerah yang berpenduduk mayoritas Muslim pun, berani mereka garap untuk meng-goal-kan tujuan mereka agar pada tahun 2020 Indonesia bisa menjadi basis Kristen," kata Ustadz Fanani saat mengisi acara tersebut di Masjid Al Huda, Klaten, Jawa Tengah, Senin (18/6). [2] Kedua, ialah Al-Istisyroq atau orientalisme, yang menurut Ustadz Fanani, hal itu sudah ada dan terjadi sejak zaman Nabi Muhammad SAW tatkala beliau mengutus utusannya untuk mengirimkan surat-surat kepada para pembesar-besar kaum kafir dan musyrikin agar mereka memeluk Islam sebagai Dien penyelamat di dunia dan akhirat. Yang mana setelah Rasulullah SAW mengutus para utusannya untuk menyeru para pembesar atau raja-raja kafir, mereka malah mengutus mata-matanya untuk mengawasi kota Mekkah dan Madinah serta negeri-negeri yang dikuasai oleh kaum Muslimin. "Tapi memang, pergerakan orientalis ini baru dirasakan oleh kaum Muslimin beratus abad setelah Nabi Muhammad SAW wafat. Contoh yang paling nyata dari orientalis ini yaitu Galilea Galileo dan Columbus. Mereka adalah para orientalis yang sangat mahir dan menguasai bahasa Arab," ujarnya. [3] Cara yang ketiga ialah, At-Taghrib atau westernisasi. Terkait hal ini, Ustadz Fanani menjelaskan, bahwasanya sasaran westernisasi yang paling nyata dilakukan oleh orang-orang kafir adalah terhadap para wanita, khususnya para Muslimah. Dengaa dalih HAM (Hak Asasi Manusia), mereka menghasut para Muslimah agar tidak begitu saja mau menuruti apa perkataan laki-laki atau suaminya. Atau degan dalih bahwa wanita itu juga bisa melakukan apa yang dilakukan oleh pria. Laki-laki bisa jadi direktur, maka wanita-pun mestinya bisa. Jadi jangan mau seorang wanita hanya mengurusi urusan sumur, dapur dan kasur. Kalau seperti itu, maka wanita hanya menjadi "budak" bagi kaum Pria. “Inilah kata-kata busuk para pengusung kebebasan atau liberalisme,” tuturnya. [4] Dan yang terakhir cara kaum kafir merusak akidah umat melalui Al-Ilmaniyyah atau sekulerisme. Ustadz fanani menerangkan bahwa pokok dan inti dari ajaran ini adalah mereka (orang-orang kafir) ingin memisahkan urusan agama dengan negara, atau memisahkan urusan agama dengan urusan dunia. “Padahal kedua-duanya tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lainnya,” imbuhnya....>>....UU mengenai perlindungan anak menyatakan bahwa setiap anak mempunya hak mulai dari dikandung sampai dilahirkan dan tumbuh besar. Atas landasan tersebut maka Menteri Kesehatan akan mengajukan usulan agar remaja dapat dengan mudah mendapatkan kondom untuk mengurangi tingkat aborsi. Nampaknya, Menteri Kesehatan yang baru ini, lebih memberikan kesempatankepada para pelaku sek bebas, dan memberikan fasilitas, serta jaminan yang agar mereka tidak mengalami resiko, akibat pergaulan bebas, cukup dengan : "Sepotong kondom". Seharusnya, Menteri Kesehatan Nafsiah Mboy, sebagai abdi pemerintah, mengajak pemerintahan SBY, mencegah agar tidak terjadi pergaulan bebas, yang memiliki dampak negatif, seperti hamil sebelum menikah, bahkan melakukan aborsi.....>>> YANG MENGHERANKAN PEMILIHAN MENKES...YANG BARU SEPERTINYA ADA PERMAINAN POLITIK JAHAT DIBELAKANG KEKUASAAN SBY.....???? MAKA DISUSUPAKLAH ORANG2 YANG LEMAH IMAN DAN TIDAK MEMILIKI EPNDIRIAN UNTUK MENJAGA MORAL ANAK2 BANGSA....??? KITA RAKYAT TIDAK TAHU SIAPA DIBELAKANG SBY... ATAU DEMOKRAT YANG KONON SANGAT DILINDUNGI AS-DAN KONCO2 BARATNYA...YANG MENCEKOKI MEREKA...DENGAN UMPAN2 JAHAT DAN MENJERUMUSKAN BANGSA INDONESIA KEDALAM CENGKERAMAN KAUM NEOLOIS-NEOKOS-DAN REGIME KRIMINAL INTERASIONAL.....PARA PENJAJAH...DAN KUM SUPERKAYA PARA IMPERIALIS...??? >>> KARENA APA ...??? PADAHAL KEBOBROKAN DAN PERMAINAN JAHAT DAN DUSTA.... REGIME....SBY & BUDIONO SEJAK KASUS CENTURY-HINGGA KASUS2 LAIN YANG MELIBATKAN APARAT-DAN PARA DEDENGKOT PARTAI-ANGGOTA DPR DAN MALAHAN PARA KOMENATATOR LIBERAL BARBAR... DAN PARA MASSMEDIANYA..YANG SELALU SEKONGKOL...ITU... TIDAK LEPAS DARI PERMAINAN POLITIK DUSTA...DAN MANIPULASI PENCITRAAN DAN PERMAINAN PEMBOHONGAN PUBLIK....???? >>> KONON PERAN TV DAN MASSMEDIA MAINTREAM ITU SANGAT KUAT MEMPENGARUHI PUBLIK.... DAN PERMAINAN MAFIA POLITIK JAHAT DAN KRIMINAL.... DIBANGUN DENGAN MEMBANGUN BERBAGAI CITRA MELALUI MASS MEDIA..TV DAN LAIN2NNYA...>>> PENDUKUNGNYA SEPERTINYA DENGAN DUKUNGAN MODAL KUAT SUDAH DIJARING MELALUI SISTEM TWITER DAN FACEBOOKER DAN TV DAN KOMENTAR2 ABSURD... MELALUI BERBAGAI LSM JAHAT... DAN FORUM2...ANTI ISLAM TERSELUBUNG... YANG MENGATASNAMAKAN KEBANGSAAN DAN PERDAMAIAN...DLL....DUSTA..DAN PENUH TIPU MUSLIHAT...DAN PERMAINAN MASSMEDIA MAINSTREAM..??? BERSATULAH UMMAT ISLAM... DAN TERUS BERJIHAD...SECARA KAFFAH... DENGAN IKHLASH UNTUK KEBENARAN ALLAH DAN SUNNAH RASULULLAH DEMI KEJAYAAN UMAT DAN BANGSA... YANG "BALDATUN THAYYIBATUN WARABBUN GHAFUUR....".>>> AAMIIN...

 

Empat modus kaum kafir merusak akidah umat Islam

Bilal
Selasa, 19 Juni 2012 16:25:32
http://arrahmah.com/read/2012/06/19/21066-empat-modus-kaum-kafir-merusak-akidah-umat-islam.html
KLATEN (Arrahmah.com) -
Maraknya serangan terhadap Islam baik melalui pemikiran, budaya, dan pendekatan sosial di Indonesia menjadi bahan kajian menarik yang dilakukan pemuda Islam untuk menguatkan aqidahnya. Setidaknya begitulah yang diinginkan dari kajian rutin Senin malam (18/6/2012) yang diisi oleh  Ustad Fanani bertajuk "Arus permusuhan dari luar terhadap Islam"

Ustadz Fanani berpendapat bahwa arus dari luar, khususnya kafir Barat dalam permusuhannya kepada Islam yang ada di Indonesia mempunyai empat modus atau cara.

[1] Pertama, menurutnya adalah At-Tanshir atau kristenisasi, yang sekarang ini sangat marak sekali dan terjadi di mana-mana. "Bahkan sebuah daerah yang berpenduduk mayoritas Muslim pun, berani mereka garap untuk meng-goal-kan tujuan mereka agar pada tahun 2020 Indonesia bisa menjadi basis Kristen," kata Ustadz Fanani saat mengisi acara tersebut di Masjid Al Huda, Klaten, Jawa Tengah, Senin (18/6).

[2] Kedua, ialah Al-Istisyroq atau orientalisme, yang menurut Ustadz Fanani, hal itu sudah ada dan terjadi sejak zaman Nabi Muhammad SAW tatkala beliau mengutus utusannya untuk mengirimkan surat-surat kepada para pembesar-besar kaum kafir dan musyrikin agar mereka memeluk Islam sebagai Dien penyelamat di dunia dan akhirat. Yang mana setelah Rasulullah SAW mengutus para utusannya untuk menyeru para pembesar atau raja-raja kafir, mereka malah mengutus mata-matanya untuk mengawasi kota Mekkah dan Madinah serta negeri-negeri yang dikuasai oleh kaum Muslimin.
"Tapi memang, pergerakan orientalis ini baru dirasakan oleh kaum Muslimin beratus abad setelah Nabi Muhammad SAW wafat. Contoh yang paling nyata dari orientalis ini yaitu Galilea Galileo dan Columbus. Mereka adalah para orientalis yang sangat mahir dan menguasai bahasa Arab," ujarnya.

[3] Cara yang ketiga ialah, At-Taghrib atau westernisasi. Terkait hal ini, Ustadz Fanani menjelaskan, bahwasanya sasaran westernisasi  yang paling nyata dilakukan oleh orang-orang kafir adalah terhadap para wanita, khususnya para Muslimah. Dengaa dalih HAM (Hak Asasi Manusia), mereka menghasut para Muslimah agar tidak begitu saja mau menuruti apa perkataan laki-laki atau suaminya. Atau degan dalih bahwa wanita itu juga bisa melakukan apa yang dilakukan oleh pria.
Laki-laki bisa jadi direktur, maka wanita-pun mestinya bisa. Jadi jangan mau seorang wanita hanya mengurusi urusan sumur, dapur dan kasur. Kalau seperti itu, maka wanita hanya menjadi "budak" bagi kaum Pria. “Inilah kata-kata busuk para pengusung kebebasan atau liberalisme,” tuturnya.

[4] Dan yang terakhir cara kaum kafir merusak akidah umat melalui Al-Ilmaniyyah atau sekulerisme. Ustadz fanani menerangkan bahwa pokok dan inti dari ajaran ini adalah mereka (orang-orang kafir) ingin memisahkan urusan agama dengan negara, atau memisahkan urusan agama dengan urusan dunia. “Padahal kedua-duanya tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lainnya,” imbuhnya.
Sambungnya, permusuhan orang-orang kafir kepada umat Islam melalui empat modus di atas hanya bisa dilawan dengan kekuatan bersama dari umat Islam. Dan kekuatan umat Islam tidak akan wujud kecuali dengan eratnya ukhuwah Islamiyah.
Jika kita ingin menguatkan ukhuwah Islamiyah maka satu-satunya cara yakni berfikirlah dalam melakukan sesuatu itu dengan pola fikir dan cara Islam, serta yang paling penting adalah jauhi pola pikir atau pemikiran barat sekuler yang sekarang dipraktekkan oleh orang-orang liberal,” pungkasnya. (bilal/fai/arrahmah.com)

F-PKS sesalkan pernyataan Menkes baru kampanyekan pemakaian kondom

Bilal
Selasa, 19 Juni 2012 16:54:06
JAKARTA (Arrahmah.com) -
Baru saja dilantik, menteri kesehatan (menkes) baru, Dr. Nafsiah Mboi, SpA, MPH membuat sebuah gebrakan di awal masa kerjanya dengan rencana akan lebih meningkatkan kampanye penggunaan kondom untuk kelompok seks berisiko, termasuk kepada remaja dan masyarakat untuk mencegah kehamilan beresiko juga menurunkan angka aborsi pada 2,3 juta remaja setiap tahunnya menurut data dari BKKBN. Menurutnya, kampanye penggunaan kondom selaras dengan MDGs poin 6, yaitu memerangi HIV/AIDS.
“Kami sangat menyesalkan statemen ibu menkes yang mengatakan akan membuat gebrakan menggalakan penggunaan kondom untuk kelompok seks beresiko termasuk kepada remaja dan masyarakat. Justru dengan itu pemerintah melegalkan sex bebas (zina) dengan alasan mensosialisasikan penggunaan kondom,” ujar anggota Komisi IX Herlini Amran di Gedung DPR seperti dalam pers rilisnya, Selasa (19/06).
Lebih lanjut, menurut legislator Partai Keadilan Sejahtera ini, “Mestinya pemerintah lebih meningkatkan penyuluhan pengetahuan komprehensif terkait program kesehatan reproduksi wanita bagi remaja usia di bawah 15 tahun, karena masih jauh dari target yang dicanangkan sebesar 65%, hanya tercapai 11,4% pada tahun 2011,” desaknya.
Menurutnya, hal lain yang perlu diperhatikan pemerintah adalah meningkatkan pengkhususan sosialisasi kepada komunitas beresiko/rentan. “Karena berdasarkan hasil survei perubahan perilaku yang dirilis Kemenkes, malah 55% dari keseluruhan infeksi baru HIV dan kasus AIDS disebabkan oleh hubungan seks heteroseksual, atau naik dua persen dibandingkan lima tahun lalu,” ujarnya.
Herlini mengatakan bahwa justru yang terpenting itu kemenkes harus lebih mendorong penyusunan regulasi tentang pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di seluruh daerah, dan penyuluhan penggunaan kondom di berbagai lokasi yang beresiko terjadinya penularan seperti kafe, lokalisasi, lembaga pemasyarakatan dan tempat kerja di lepas pantai, pertambangan, dan kawasan hutan.
Kunci menurunkan angka aborsi pada 2,3 juta remaja setiap tahunnya menurut anggota DPR Dapil Kepulauan Riau ini bukan dengan memudahkan penggunaan kondom kepada remaja. Justru yang perlu ditingkatkan adalah sosialisasi program kesehatan reproduksi kepada remaja dan mengkampanyekan larangan sex bebas di luar nikah selain pemerintah juga harus dapat bekerjasama lintas sektor berbagai lembaga pemerintah (Kemenkes, Kemendikbud, Kemenag, BKKBN). "Walau bagaimana pun peran utama agama menjadi hal yang tidak bisa diabaikan, sehingga masalah ini dapat terselesaikan dari hulu sampai hilirnya," pungkasnya.
Dari data yang dihimpun kemenkes per 30 Juni 2011, ada 26.483 kasus AIDS dan 66.693 kasus HIV. Total ada 93.176 kasus atau 50% dari estimasi nasional (data ODHA 2011 diprediksi mencapai 210 ribu orang). Data tersebut dihimpun dari 32 provinsi dan 30 kabupaten dan kota di Indonesia. Menkes menyatakan dalam 20 tahun setelah upaya penanggulangan HIV digulirkan di Indonesia, pemerintah masih menghadapi masalah yang sama, dan belum terjadi perubahan signifikan. (bilal/arrahmah.com)

Hadiah Sepotong Kondom Ibu Menteri?

Jakarta (voa-islam.com) Baru dilantik menjadi Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboy sudah membuat langkah yang mengejutkan.
Banyak kalangan yang mengereyitkan dahinya. Mengapa berbagai kalangan sangat takut dengan langkah yang akan diambil Menteri Kesehatan Nafsiah Mboy?
Langkah yang diambil oleh Menteri Kesehatan itu, sepertinya akan membuka ajang kebebasan seks dikalangan remaja. Menteri Kesehatan menyatakan, bahwa akses kondom akan dipermudah bagi remaja??
Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi yang baru saja di lantik oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beberapa waktu lalu akan menjalani tugasnya selama 2,5 tahun, itu sudah mengawali masa jabatannya sebagai menteri dengan sebuah kontroversi.
Nafsiah yang menggantikan Endang Sri Sediangingsih Rahayu, yang meninggal karena kanker paru-paru, dan dikenal dekat dengan Amerika Serikat itu, digantikan tokoh yang tak kalah dengan pendahulunya, Nafsiah Mboy, yang akan membagi-bagikan kondom kepada remaja. Nafsiah Mboy yang kelahiran Makassar itu, sudah lama berkecimpung di LSM Perlindungan Anak.
Memang, sepertinya tak pernah sepi dari polemik pemerintahan SBY ini. Satu masalah belum selesai muncul masalah baru. Seperti susul-menyusul masalah yang timbul. Selalu muncul. Rakyat menjadi berpikir negatif terhadap SBY. Mengapa selalu muncul masalah baru? Apakah SBY memang sengaja memproduk masalah, yang membuat rakyat bingung, sehingga lupa masalah esensi yang dihadapinya?
Menteri Kesehatan yang baru Nafsiah baru diangkat SBY, belum apa-apa sudah membuat kegaduhan. Timbul kontroversi di tengah-tengah masyarakat dengan langkah yang diambilnya, salah satunya adalah akan memberikan akses yang mudah bagi remaja dalam hal mendapatkan kondom. Nafsiah akan membagi-bagikan kondom kepada remaja, sebagai langkah preventif terhadap penyakit HIV.
Alasannya, Nafsiah sangat menghawatirkannya kondisi kesehatan masyarakat Indonesia, terutama remaja yang banyak terjangkit Virus HIV/AIDS.
Menurut data yang ada di Indonesia, setiap tahun ada sekitar 2.3 juta remaja yang melakukan aborsi. Akibat berlangsungnya kebebasan sek.
Kebebasan dikalangan remaja Indonesia sudah sangat luas. Jumlah presentase remaja yang melakukan hubungan sek, jumlahnya sudah sangat tinggi, lebih dari 60 persen remaja yang melakukan hubungan sek sebelum nikah.
Namun, kebijakan Menteri Kesehatan Nafsiah Mboy itu, hanyalah akan mendorong meningkatnya kebebasan sek dikalangan remaja di Indonesia. Pemberian kondom itu, sama halnya dengan mempromosikan sek bebas dikalangan remaja.
Langkah Menteri Kesehatan Nafsiah itu, bukan solusi. Bukan langkah yang tepat menghentikan sek bebas dikalangan remaja. Ini hanya seperti pengobatan yang tidak permanen bagi sebuah "sympton" di masyarakat. Seperti mengajak dan mendorong masyarakat melakukan sek bebas, asal menggunakan alat pengaman yang bernama : "kondom".
Kita berharap bisa meningkatkan kesadaran mengenai kesehatan reproduksi untuk remaja. Dalam Undang-Undang, yang belum menikah tidak boleh diberi kontrasepsi. Namun kami menganlisis data dan itu ternyata berbahaya jika tidak melihat kenyataan. Sebanyak 2,3 juta remaja melakukan aborsi setiap tahunnya menurut data dari BKKBN,” ungkap Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi.
“Kita akan membahas bagaimana hak-hak anak dalam kandungan ini dapat terpenuhi. Kampanye kondom difokuskan untuk seks yang berisiko. Untuk mempercepat pencapaian goal MDGs, maka kampanye kondom merupakan suatu kewajiban. Setiap hubungan seks yang berisiko menularkan penyakit atau kehamilan yang tak diinginkan adalah hubungan seks yang berisiko,” tambahnya lagi saat jumpa pers di Kantor Kementerian Kesehatan kemarin (14/6/2012).
Menteri Kesehatan berpendapat kondisi remaja saat ini sudah sangat memprihatinkan. Tingkat kehamilan remaja sebelum nikah sudah sangat tinggi. Sehingga banyak diantara mereka yang memilih melakukan aborsi.
Bayangkan saja, data remaja yang aborsi saja setiap tahun udah mencapai 2,3juta kasus. Bagaimana yang tidak aborsi, yang mereka tidak mengalami kehamilan. Pasti jumlah remaja yang seks bebas jumlahnya lebih besar dari itu?
UU mengenai perlindungan anak menyatakan bahwa setiap anak mempunya hak mulai dari dikandung sampai dilahirkan dan tumbuh besar. Atas landasan tersebut maka Menteri Kesehatan akan mengajukan usulan agar remaja dapat dengan mudah mendapatkan kondom untuk mengurangi tingkat aborsi.
Nampaknya, Menteri Kesehatan yang baru ini, lebih memberikan kesempatankepada para pelaku sek bebas, dan memberikan fasilitas, serta jaminan yang agar mereka tidak mengalami resiko, akibat pergaulan bebas, cukup dengan : "Sepotong kondom".
Seharusnya, Menteri Kesehatan Nafsiah Mboy, sebagai abdi pemerintah, mengajak pemerintahan SBY, mencegah agar tidak terjadi pergaulan bebas, yang memiliki dampak negatif, seperti hamil sebelum menikah, bahkan melakukan aborsi.
Menteri Kesehatan Nafsiah Mboy, selaku wakil pemerintah, meminta pemerintah SBY, melakukan tindakan preventif, kemungkinan akan timbulnya gerakan sek bebas dikalangan remaja.
Meminimalisir semua sarana, dan fasilitas, termasuk melakukan tindakan prenventif, yang melarang segala aktivitas yang dapat mendorong terjadinya sek bebas dikalangan remaja. Bukan dengan cara mengobral : "Sepotong Kondom", yang kemudian dibagi-bagikan kepada remaja.
Pernyataan dan kebijakan Menteri Kesehatan itu, artinya melegalisasi sek bebas, yang akan menghancurkan masa depan bangsa. Jadi kalau Menteri Kesehatan Nafsiah Mboy, memiliki keprihatinan terhadap dampak dengan adana sek bebas, caranya bukan membagikan gratis kondom. Tetapi, pemerintah bersama dengan seluruh elemen masyarakat, melakukan tindakan bersama mencegah kemungkinan timbulnya sek bebas.
Kalau hanya dibagi-bagiakan kondom kepada remaja, maka akan semakin banyak remaja yang melakukan hubungan sek bebas, dan tidak ada jaminan itu, tidak terjadi kehamilan. Tidak ada jaminan remaja tidak melakukan aborsi. Tidak ada jaminan remaja tidak terkena HIV.
Mengapa pemerintahan SBY ini, selalu menciptakan masalah baru dalam kehidupan masyarakat luas, khususnya para pembantunya. Apa memang pemerintahan SBY bagian dari masalah? Bukan bagian yang menyelesaikan masalah rakyat dan bangsa. Wallahu'alam.mi

Gebrakan Menkes Baru: Bagi-Bagi Kondom untuk Remaja?

Editor | Jumat, 15 Juni 2012 - 10:29:09 WIB | dibaca: 6938 pembaca
http://www.eramuslim.com/berita-gebrakan-menkes-baru-bagibagi-kondom-untuk-remaja.html 


Eramuslim.com | Media Islam Rujukan, Menkes yang baru sudah resmi dilantik oleh presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Masa kerjanya memang tak lama, hanya 2,5 tahun. Namun bukan berarti masa bakti yang singkat itu menghalangi Menkes untuk membuat suatu perubahan yang signifikan demi tercapainya kondisi kesehatan masyarakat yang lebih baik.

Dalam jumpa pers yang digelar di Ruang Leimena kantor Kementerian Kesehatan, Kamis (14/6/2012) kemarin, Menkes memang masih belum dapat mengemukakan program-program kerja seperti apa yang akan dilaksanakan secara konkrit.

"Saya sudah menandatangani kontrak kinerja dengan presiden. Yang bagus adalah, di dalam kontrak kinerja ada targetnya, misalnya memastikan pencapaian target kemenkes 2014. Jadi, saya bersama teman di kemenkes tinggal memonitor program-program yang ada agar selesai sesuai target yang ditetapkan bersama. Saya tidak bikin target baru dalam kontrak kinerja yang juga sudah ditandatangani Bu Endang (Alm.) ini," kata Menkes.

Rencananya, Menkes bersama jajaran mulai besok pagi akan membahas secara intensif tantangan apa yang akan dihadapi oleh Kementerian Kesehatan untuk beberapa tahun mendatang. Namun secara eksternal, Menkes mengaku tantangannya adalah wilayah Indonesia yang sangat luas dan memiliki masalah kesehatan yang berbeda-beda.

"Untuk pastinya, silakan tanya saya lagi satu bulan dari sekarang," demikian kata Menkes.

Disindir mengenai permasalahan HIV/AIDS yang telah menjadi isu yang akrab ditangani selama beberapa tahun terakhir, Menkes yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Eksekutif Komite Penanggulangan AIDS (KPA) Nasional ini berharap dapat melakukan gebrakan. Yaitu mengusulkan agar remaja dipermudah aksesnya untuk mendapat kondom.

"Kita berharap bisa meningkatkan kesadaran mengenai kesehatan reproduksi untuk remaja. Dalam Undang-Undang, yang belum menikah tidak boleh diberi kontrasepsi. Namun kami menganlisis data dan itu ternyata berbahaya jika tidak melihat kenyataan. Sebanyak 2,3 juta remaja melakukan aborsi setiap tahunnya menurut data dari BKKBN," kata Menkes.

Menkes melihat, angka sebanyak itu menunjukkan bahwa banyak remaja mengalami kehamilan yang tidak diinginkan. Ia menegaskan, Undang-Undang perlindungan anak menyatakan bahwa setiap anak yang dikandung sampai dilahirkan harus diberikan haknya sesuai UU Perlindungan Anak. Maka, mempermudah akses remaja untuk mendapatkan kondom diharapkan dapat menekan angka aborsi dan kehamilan yang tak diinginkan.

Tentu saja hal ini mungkin akan mendapat pertentangan dari kelompok-kelompok tertentu yang menganggap pemberian kondom kepada remaja dapat memicu seks bebas. Tapi Menkes berpendapat, jika pemahaman remaja mengenai kesehatan reproduksi sudah cukup baik, tidak perlu ada kekhawatiran idenya ini akan memicu seks bebas.

"Kita akan membahas bagaimana hak-hak anak dalam kandungan ini dapat terpenuhi. Kampanye kondom difokuskan untuk seks yang berisiko. Untuk mempercepat pencapaian goal MDGs, maka kampanye kondom merupakan suatu kewajiban. Setiap hubungan seks yang berisiko menularkan penyakit atau kehamilan yang tak diinginkan adalah hubungan seks yang berisiko," tegas Menkes.(fq/detik) 

Habib Rizieq : Menkes baru itu menteri cabul liberal

Bilal
Selasa, 19 Juni 2012 09:34:17
JAKARTA (Arrahmah.com) -
http://arrahmah.com/read/2012/06/19/21061-habib-rizieq-menkes-baru-itu-menteri-cabul-liberal.html
Kampanye pemakaian alat kontrasepsi kondom yang hendak digalakkan Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi kepada seluruh kalangan termasuk kepada remaja yang belum menikah, menurut Ketua Umum DPP Front Pembela Islam (FPI) sebagai bukti Menkes seorang penganut faham liberalisme yang melegalkan pornoaksi.
"Menkes RI yang baru, Nafsiah Mboi, adalah menteri cabul liberal, karena baru saja jadi menteri sudah bikin heboh dengan kampanye kondom bagi remaja yang belum menikah, dengan dalih untuk cegah AIDS dan cegah kehamilan di luar nikah,” kata Habib Rizieq Syihab kepada arrahmah.com, Jakarta, Senin malam (18/6).
Lanjut Habib Rizieq, kampanye yang hendak digalakkan oleh Menkes tak lebih sebagai upaya perusakan generasi bangsa, dan tindakan yang bertentangan dengan hukum.
“Ini adalah kampanye penyesatan karena merupakan propaganda zina di kalangan remaja. Juga merupakan kampanye pembangkangan karena melanggar undang-undang yang melarang pemberian alat kontrasepsi  kepada yang belum menikah,” ujarnya.
 Sekaligus, menurut Habib Rizieq, kampanye tersebut  merupakan kampanye pembodohan karena ukuran virus HIV penyebab AIDS jauh lebih kecil dari pada ukuran pori-pori kondom. “Apalagi saat kondom meregang, sehingga kondom tidak akan bisa mencegah virus HIV / AIDS,” bebernya
Habib Rizieq menjelaskan, bahwa cara yang benar dan tepat mencegah kehamilan dini di kalangan remaja dan mencegah penyebaran virus HIV/AIDS bukanlah dengan memfasilitasi keamanan perzinahan tersebut. Akan tetapi, dengan cara meninggalkan kemaksiatan tersebut.
"Jalan yang benar dan tepat serta jitu sekaligus berkah untuk cegah AIDS dan kehamilan di luar nikah adalah stop zina, stop pelacuran, stop sex bebas, stop sodomi, stop homosex, stop lesbianisme dan segala bentuk penyimpangan sex," pungkasnya. (bilal/arrahmah.com)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar