Sabtu, 16 Juni 2012

Pangeran Nayif bin Abdul Aziz Alu Su’ud, hari Sabtu (16/6/2012) ini. Ia diumumkan meninggal saat menjalani perawatan medis di luar negeri.???>>Nayif dikenal luas sebagai salah satu tokoh sentral pertemuan rutin para mentri dalam negeri negara-negara Arab. Reputasi dan spesialisasinya dalam menindas rakyat dan memberangus hak-hak rakyat demi mempertahankan kekuasaan rezim Arab Saudi sangat dikenal oleh dunia internasional. Selama masa jabatannya sebagai mentri dalam negeri Arab Saudi, Nayif telah menjebloskan ke dalam penjara lebih dari sepuluh ribu ulama, juru dakwah, mujahid, dosen dan mahasiswa meski mereka tidak melakukan tindak kejahatan apapun. Para tahanan tersebut ‘hanya’ mengkritik atau tidak menyetujui berbagai kebijakan pemerintah Arab Saudi yang zalim. Para tahanan tersebut mendekam di penjara-penjara khusus departemen dalam negeri selama rentang waktu yang sangat panjang, tanpa proses peradilan yang fair, dan mendapatkan siksaan yang sangat biadab. Banyak di antara mereka meninggal, buta, lumpuh atau cacat akibat beratnya siksaan dan lamanya penahanan. Begitu lamanya masa penahanan mereka sehingga banyak di antara mereka berusia lebih dari 80 tahun. Reputasi dan spesialisasi Nayif lainnya adalah bekerja sama secara aktif dengan FBI dan CIA dalam memburu dan memerangi mujahidin Arab Saudi, atas nama perang melawan terorisme. Tidak hanya dalam negeri Arab Saudi, Nayif juga mendalangi pengirimian pesawat-pesawat militer Arab Saudi yang membombardir mujahidin Anshar Al-Sharia di propinsi Abyan, Yaman Selatan. Pasca serangan 11 September 2011, Nayif menutup dan melarang yayasan-yayasan sosial Arab Saudi yang memberikan bantuan dana untuk orang-orang fakir, miskin, program pendidikan dan dakwah di negara-negara Afrika, Asia Tenggara, dan tempat-tempat lain yang membutuhkan bantuan.....>>..Menteri Pertahanan Pangeran Salman, 76, nampaknya akan menggantikan Pangeran Nayef. Salman dipandang paling pantas menggantikan Nayef, karena diantara putera mahkota yang paling senior adalah Pangeran Salman. Raja Abdullah, Nayef, dan Salman adalah salah satu dari 40 anak pendiri Kerajaan Arab Saudi, Abdulaziz bin Saud. Kerajaan Arab Saudi didirikan oleh Saud pada tahun 1935.>>


Putra mahkota Arab Saudi dan tangan kanan AS itu meninggal di RS Jenewa

Muhib Al-Majdi
Sabtu, 16 Juni 2012 21:07:58
http://arrahmah.com/read/2012/06/16/21002-alhamdulillah-wallahu-akbar-putra-mahkota-arab-saudi-dan-tangan-kanan-as-itu-meninggal-di-rs-jenewa.html
(Arrahmah.com) – Kerajaan Arab Saudi secara resmi mengumumkan meninggalnya putra mahkota sekaligus mentri dalam negeri, pangeran Nayif bin Abdul Aziz Alu Su’ud, hari Sabtu (16/6/2012) ini. Ia diumumkan meninggal saat menjalani perawatan medis di luar negeri.
Nayif bin Abdul Aziz secara rezmi diangkat menjadi putra mahkota Arab Saudi pada bulan Oktober 2011, menggantikan saudaranya Sultan bin Abdul Aziz yang meninggal saat menjalani perawatan medis di New York.
Nayif bin Abdul Aziz merupakan mentri dalam negeri Arab Saudi seumur hidup, sejak ia diangkat pada 1975 M sampai saat ia meninggal hari ini, 2012. Hampir 40 tahun ia memegang jabatan tersebut.
Nayif dikenal luas sebagai salah satu tokoh sentral pertemuan rutin para mentri dalam negeri negara-negara Arab. Reputasi dan spesialisasinya dalam menindas rakyat dan memberangus hak-hak rakyat demi mempertahankan kekuasaan rezim Arab Saudi sangat dikenal oleh dunia internasional.
Selama masa jabatannya sebagai mentri dalam negeri Arab Saudi, Nayif telah menjebloskan ke dalam penjara lebih dari sepuluh ribu ulama, juru dakwah, mujahid, dosen dan mahasiswa meski mereka tidak melakukan tindak kejahatan apapun. Para tahanan tersebut ‘hanya’ mengkritik atau tidak menyetujui berbagai kebijakan pemerintah Arab Saudi yang zalim.
Para tahanan tersebut mendekam di penjara-penjara khusus departemen dalam negeri selama rentang waktu yang sangat panjang, tanpa proses peradilan yang fair, dan mendapatkan siksaan yang sangat biadab. Banyak di antara mereka meninggal, buta, lumpuh atau cacat akibat beratnya siksaan dan lamanya penahanan. Begitu lamanya masa penahanan mereka sehingga banyak di antara mereka berusia lebih dari 80 tahun.
Reputasi dan spesialisasi Nayif lainnya adalah bekerja sama secara aktif dengan FBI dan CIA dalam memburu dan memerangi mujahidin Arab Saudi, atas nama perang melawan terorisme. Tidak hanya dalam negeri Arab Saudi, Nayif juga mendalangi pengirimian pesawat-pesawat militer Arab Saudi yang membombardir mujahidin Anshar Al-Sharia di propinsi Abyan, Yaman Selatan.
Pasca serangan 11 September 2011, Nayif menutup dan melarang yayasan-yayasan sosial Arab Saudi yang memberikan bantuan dana untuk orang-orang fakir, miskin, program pendidikan dan dakwah di negara-negara Afrika, Asia Tenggara, dan tempat-tempat lain yang membutuhkan bantuan.
Aliansi penjajah salibis AS dan Barat beruntung memiliki sekutu, boneka setia dan jagal haus darah seperti Nayif. Kejahatan dan pengkhianatan Nayif terhadap umat Islam membuatnya dijuluki Khainul Haramain, sang pengkhianat dua tanah suci. Beberapa kali mujahidin Arab Saudi menargetkannya dalam beberapa operasi bom syahid, namun ia selalu lolos dari maut.
Stasiun TV Arab Saudi, Al-Ikhbariyah, melaporkan bahwa Nayif meninggal saat menjalani perawatan medis di sebuah rumah sakit di Jenewa, Swiss. Al-Ikhbariyah juga melaporkan bahwa Nayif meninggalkan Arab Saudi sejak tanggal 26 Mei untuk pemeriksaan medis. Ia menjalani pemeriksaan dan perawatan medis di Cleveland, AS.
Setelah merasakan kesehatannya pulih, Nayif menjalani liburan di Aljazair. Ia kembali menjalani perawatan medis di Swiss pasca liburan. Akhirnya nyawanya tidak tertolong. Sang musuh Islam dan sekutu aliansi salibis internasional itu akhirnya meninggal di Swiss. Jenazahnya akan dishalatkan di Masjidil Haram setelah shalat Magrib pada hari Ahad (17/6/2012).
(muhib almajdi/arrahmah.com)

 Akibat Tidak Bermadzab : Fatwa-fatwa ‘Aneh’ Ulama Wahabi Saudi Membingungkan Rakyat 
Posted onJuly 2, 2010by salafytobat
http://www.scribd.com/doc/54414874/materi-ceramah
Fatwa-fatwa ‘Aneh’ Ulama Saudi Membingungkan Rakyat 
Debat panas menyapu lingkarankeagamaan Saudi sewaktu salah satu ulama menyatakan bahwa musik sesuatu yang tidak terlarang dalamIslam dan ikhtilat diperbolehkan apabila seorang pria dewasa disusui oleh wanita yang bukan mahramnya.Intelektual agama, hakim dan ulama dari garis keras dan kamp-kamp progresif di Arab Saudi mengatakanbeberapa minggu terakhir tentang pengaturan aturan-aturan yang diterapkan di kerajaan Saudi harus sesuaidengan hukum Islam. 
Sebagian besar perdebatan ini difokuskan pada sebuah fatwa yang dikeluarkan oleh Syaikh Adil al-Kalbani,seorang ulama dari Riyadh, yang menyatakan bahwa Islam tidak melarang musik atau bernyanyi.Kalbani, imam kulit hitam pertama dari Masjidil Haram Mekkah, menyatakan bahwa tidak jauh berbeda antara resonansi suaranya dalam membaca Al-Quran dengan alunan musik. 
 “Tidak ada teks yang jelas atau tegas dalam Islam bahwa menyanyi dan musik dilarang,” kata Kalbani. 
Semua jenis musik – dengan pengecualian musik rakyat dan dalam kesempatan tertentu – dilarang di ArabSaudi. Kalangan Ulama Konservatif berpendapat bahwa musik dan nyanyian dilarang dalam Islam dan bahwa ini tidak hanya berlaku untuk pertunjukan publik, tetapi bahkan di dalam rumah. 
Kalbani mempertahankan pendapatnya dengan mengatakan bahwa jenis musik yang ia dukung mendukungadalah mutlak dengan syarat tanpa ada perbuatan tercela yang mungkin melanggar hukum Islam dalamsyair maupun musik tersebut. 
“Saya berbicara nyanyian yang layak, didengar yang berisi kata-kata yang bagus, dan mendukungmoralitas,” katanya kepada surat kabar online Sabq.org.Kalbani mengatakan dia bersedia untuk membahas masalah tersebut, namun mengeluh bahwa beberapaorang ulama tidak menerima untuk terlibat dalam perdebatan dalam kasus ini. 
Dua fatwa yang juga telah memicu kemarahan di kalangan garis keras ulama Saudi dikeluarkan oleh SyaikhAbdul Muhsin al-Ubaikan, penasehat agama di istana Raja Abdullah bin Abdulaziz.Pada fatwa pertama, Ubaikan mengatakan seorang dewasa dianggap anak jika seorang wanitamenyusuinya. Jadi, pencampuran gender diperbolehkan dalam Islam jika wanita itu menyusui orangtersebut untuk menciptakan lingkungan seperti keluarga dan meminimalkan kemungkinan hubunganseksual yang tidak sah.

Pangeran Nayef bin Abdul Aziz al-Saud Meninggal di Swiss

Jakarta (voa-islam.com) Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Nayef bin Abdulaziz al-Saud  meninggal di Jenewa, ungkap televisi negara Saudi, Sabtu. Nayef baru beberapa waktu diangkat menjadi putera mahkota, sejak meninggalnya putera mahkota Pangeran Sultan, yang meninggal di Amerika Serikat.Pangeran Nayef menjadi  menteri dalam negeri sejak tahun 1975, diangkat sebagai pewaris tahta, dan akan menggantikan Raja Saudi Abdullah, dan baru dinobatkan sebagai putera mahkota pada bulan Oktober,  setelah kematian kakaknya, putera mahkota Pangeran Sultan.
Pemakaman putera mahkota  Pangeran Nayef bin Abdulaziz al-Saud akan diselenggarakan Ahad, sore menjelang matahari terbenarm, ungkap seorang pejabat Saudi.
Televisi Al Arabiya melaporkan bahwa Pangeran Nayef akan disholatkan Masjidil Haram,  Mekkah. Pangeran Najef meninggal dunia di usia 78 tahun.Dengan kematain Pangeran Nayef, berarti Raja Abdullah yang sudah berususia  89 tahun, harus memilih pewaris baru kedua kalinya hanya dalam waktu sembilan bulan.Menteri Pertahanan Pangeran Salman, 76,  nampaknya akan menggantikan Pangeran Nayef. Salman dipandang  paling pantas menggantikan Nayef, karena diantara putera mahkota yang paling senior adalah Pangeran Salman.Raja Abdullah, Nayef, dan Salman adalah salah satu dari 40 anak pendiri Kerajaan Arab Saudi, Abdulaziz bin Saud. Kerajaan Arab Saudi didirikan oleh Saud pada tahun 1935.Salman diangkat menjadi menteri pertahanan pada November lalu, sesudah Pangeran Sultan meningggal,  dan sebelumnya Salman menjabat sebagai gebernur  Riyadh selama lima dekade.
Nayef  yang menjabat menteri dalam negeri dan kepala intelijen Arab Saudi, berperan besar dalam memberangus dan menumpas, apa  yang disebut kaum radikal dan fundamentalis Arab Saudi.
Bahkan, seorang tokoh al-Qaidah Semenanjung Arab (AQAB), mengancam akan membunuhnya, bila masih melanjutkan tindakan yang keras terhadap kelompok fundamentalis, dan tidak menegakkan hukum Allah di Arab Saudi.mi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar