Selasa, 23 Oktober 2012

AWAS ADU DOMBA OLEH FIHAK YANG TIDAK SUKA DENGAN PERSATUAN UMAT ISLAM....... ADA FITNAH2 DI ISUE-KAN TANPA DIALOG DAN SILATURAHIM...DAN TANPA SALING BERTEMU DAN SALING KLARIFIKASI...SECARA CUKUP....??!!! INI PERMAINAN DEVIDE ET IMPERA ALA AJARAN SOUCK HURGRONJE... ATAU VAN DER PLAS...ATAU LAWRENCE OF ARABIA..DLL.... YANG MENGHANCURKAN KERAJAAN2 ISLAM DI JAWA DAN INDONESIA...DAN JUGA DI KAWASAN TIMUR TENGAH-TURKI DAN AFRIKA...??!! >>> WASPADALAH UMAT ISLAM INDONESIA... !!! >>> ADA YANG MEMBAWA FAHAM DAN MENGGUNAKAN SEGALA CARA UNTUK MENGUASAI NEGERI INI... TERMASUK MEMBAWA AJARAN2 ISLAM YANG DIPUTAR BALIK DAN DISELEWENGKAN....??!! >>> AJARAN ISLAM SEKTARIAN...[MAZHAB2 BARU-WAHABI-AHMADIYAH-BAHAIYAH DLL]...YANG AWALNYA DAN BERDIRINYA DIDANAI DAN DIARAHKAN...OLEH PARA AHLI2 AGAMA ISLAM [ORIENTALIS2] PENJAJAH KRIMINAL INTERNASIONAL...??!!...>>> WAHABIYAH-BAHAIYAH DAN AHMADIYAH...SESUAI PARA PENDIRI DAN TUJUANNYA ADALAH MELEMAHKAN DAN MENGHANCURKAN KEKUATAN PERSATUAN DAN PERJUANGAN UMAT ISLAM MELAWAN PARA PENJAJAH.... BAIK DI INDIA-ARABIA-TURKI-IRAK-YAMAN-DAN IRAN....JUGA DI INDONESIA...>>> WASPADALAH DAN SELALU WASPADA....>>> INI CONTOH FITNAH YANG DISEBAR DIBLOG MEREKA... SEBAGAI BUKTI ADANYA... KEHADIRAN MEREKA YANG MEMANG TIDAK SUKA DENGAN PERSATUAN UMAT ISLAM DAN TEGAKNYA AJARAN ALLAH YANG LURUS...>>> AWASLAH DAN WASPADALAH... !!!>>>.... ALLAHUMMA AFRIGH ALAINA SHABRAN WATSABBIT AQDAMANA WANSHURNA ALAQOUMILKAFIRIN.... ALLAHUMMAGHFIRLANA ZDUNUBANA WA ISHRAFANA NIE AMRINA WATSABBIT AQDAMANA WANSHURNA ALALQOUMILKAFIRIN...AAMIIN...


Habib Riziq Shihab dan Syiah Rafidhah ???!!!

(Lihat...Edited version-TULISAN ABISYAKIR...).

NOTICE:

BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIEM,

SDR-KU UMAT MUSLIMIN....DALAM MEMBACA  TULISAN DARI SDR ABISYAKIR DAN JUGA SDR USTADZ ABDUL QADIR  JAWWAS..... MEMANG KITA HARUSLAH BER-HATI2..... KARENA SANGAT BANYAK HAL2 YANG PENUH SYAKWASANGKA DAN TUDUHAN2 TERHADAP SESAMA MUSLIM YANG TIDAK SEJALAN DAN SEALIRAN DENGAN BELIAU2....YANG KONON BER-ALIRAN WAHABI -"SALAFI"?

CONTOH TULISAN DIBAWAH INI.... DIMANA BELIAU2 [SDR ABISYAKIR-DKK] ITU SANGAT MEN-DESKREDITKAN DAN MEMPROVOKASI...Y.M. HABIB RIZIQ SHIHAB... .YANG MANA BELIAU INI SANGATLAH BERPENGETAHUAN LUAS BAIK KEILMUAN SYIAH MAUPUN SUNNY.....[AHLUSSUNNAH WALJAMAAH SECARA KOMPREHENSIF]...

MAKA PATUTLAH UMMAT ISLAM INDONESIA WASPADA AKAN UPAYA2 PERMAINAN ADU DOMBA -"DEVIDE ET IMPERA" PARA KAKI RANGAN ZIONIS DAN KAUM PENJAJAH KRIMINAL INTERNASIONAL YANG SEKARANG MERAJALELA DISELURUH DUNIA...DENGAN KONSEP "NEW WORLD ORDER" ATAU "NOVUS ORDO SECLORUM".....DAN INI DIMANIFESTASIKAN DENGAN BERBAGAI PERGERAKAN... TERMASUK WTO [WORLD TRADE ORGANIZATION]-PERSERIKATAN BANGSA2- "UNITED NATIONS"...DIMANA PERAN SECURITY COUNCIL ADALAH SEJATINYA KEKUASAAN YANG DIKENDALIKAN PARA ZIONIS2 DAN PARA PENJAJAH KRIMINAL INTERNASIONAL... SESUAI TUJUAN2 YANG DIINGINKAN MEREKA..TERUTAMA PARA PEMEGANG HAK VETO YANG MEMPUNYAI KEISTIMEWAAN PIMPINAN AMERIKA SERIKAT DAN INGGRIS...YANG PADA HAKIKATNYA DIDALAMNYA ADALAH PARA TOKOH2 YANG SUDAH TAKLUK DENGAN KONSEP ZIONIS2 ITU... ATAU MENJADI ORANG YANG DIPERBUDAK ISRAEL ZIONIS...

PERSETERUAN SYIAH-DAN SUNNY WAHABI INI... SANGAT MARAK TERUTAMA DIAWALI SETELAH PENGGULINGAN SYAH REZA PHAHLEVI -IRAN OLEH KHOMAINI... DIMANA KEKUASAAN AS DAN PARA KAPITALIS YAHUDI-ZIONIS HARUS HENGKANG DARI IRAN... DAN TIDAK BISA MENGUASAI MIGAS DAN KEKAYAAN ALAM DI IRAN..

SEJAK ITULAH PERSETERUAN SYIAH vs SUNNY WAHABI DIEXPOSE DAN MALAHAN SAUDI ARABIA Cs - MESIR [HUSNI MUBARAK] DAN AS-ISRAEL DENGAN LIHAI MENGGUNAKAN DAN MENDORONG PRESIDEN SADAM HUSEIN DARI IRAQ UNTUK MENYERANG IRAN PADA AWAL KEKUASAAN KHOMAINI..  DAN MEMBATALKAN SEPIHAK PERJANJIAN DAMAI IRAQ-IRAN PADA ZAMAN SYAH REZA... PERANG IRAQ vs IRAN INI BERLANGSUNG 8 TAHUN DENGAN KORBAN KEDUA PIHAK SANGAT BANYAK... 

PADAHAL PADA ZAMAN SYAH REZA - SYIAH RAN DAN WAHABI-SUNNY SAUDI SANGATLAH BERSAHABAT... DAN PARA RAJA2 ASUDI-DAN PEMIMPIN ARAB SANGAT AKRAB DENGAN SYAH REZA PHAHLEVI DAN MEREKA SALING BERSILATURAHIM DENGAN INTENS... MENGAPA..??!!

NAH UMAT ISLAM HARUS WASPADA DAN BER-HATI2... BAHWA PERSETERUAN SYIAH vs SUNNY WAHABI INI... SESUNGGUHNYA... SANGAT BOLEH JADI KARENA PERMAINAN PARA ZIONIS2 ISRAEL-AS-EROPA DAN JUGA RAJA2 ARAB SAUDI DAN SEKITAR TELUK... YANG DIPERALAT MEREKA.. DAN SENGAJA MENGADU DOMBA UMAT ISLAM... [DEVIDE ET IMPERA]..

SEMUA ITU KARENA KEKECEWAAN PARA KAPITALIS YAHUDI-ZIONIS AS DAN EROPA... YANG GIGIT JARI TERHADAP KONTROL MIGAS DAN KEKAYAAN ALAM DI IRAN.. OLEH KARENA KHOMAINI TIDAK MAU TUNDUK KEPADA AS-ISRAEL ZIONIS ITU...??!!

KARENA ITU TIDAKLAH HERAN PARA JARINGAN DAN STELSEL2 WAHABI-ITU DIJADIKAN ALAT DIMANAPUN UNTK MEMPROVOKASI DAN MEMFITNAH UMAT ISLAM DENGAN BERBAGAI TUDUHAN DAN CARA2 AGAR MEMUSUHI UMAT ISLAM SYIAH DIMANAPUN...SEAKAN MEREKA ITU DIASUMSIKAN SEBAGAI PENDUKUNG KHOMAINI-IRAN..??!!... MAKANYA PARA WAHABI ITU DENGAN SANGAT CEPAT MENUDUH Y.M. HABIB RIZIQ ITU SEBAGI SYIAH...ATAU SIAPAPUN..YANG MENCELA ATAU MENGKRITISI AJARAN2 WAHABI..YANG MEMANG SANGAT ANEH..DAN CENDERUNG MENGKAFIRKAN DAN MEMUSUSHI UMAT ISLAM LAIN YANG TIDAK SEJALAN DENGAN PARA WAHABI YANG DIKENDALIKAN TOKOH2 POLITIK ARAB SAUDI- YANG DIBELAKANG MEREKA ADA KEPENTINGAN AS-ISRAEL-ZIONIS..


COBALAH SIMAK BAGAIMANA PARA WAHABI INI MEMBERIKAN TULISAN DAN KOMENTAR KEPADA YM HABIB RIZIQ [TOKOH FPI]

Habib Riziq Shihab dan Syiah Rafidhah

(Edited version).
http://abisyakir.wordpress.com/2012/04/08/habib-riziq-shihab-dan-syiah-rafidhah/#more-4489
Bismillahirrahmaanirrahiim.
Seorang Ahlus Sunnah memiliki keutamaan, salah satunya tidak gentar kepada siapapun, selain kepada Allah Ta’ala. Hal ini sesuai ayat, “Wa lam yakhsya illallah” (dia tidak takut, selain kepada Allah). Dalam menjalani hidupnya, Ahlus Sunnah akan senantiasa mengangkat kebenaran dan memunculkannya, dengan segala resiko yang mesti dihadapi.
Terkait sikap emosional Habib Riziq Shihab dalam menanggapi buku karya Ustadz Abdul Qadir Jawwas yang berjudul “Mulia dengan Manhaj Salaf”, kita perlu memberikan catatan serius. Bukan bermaksud memperlebar masalah, atau merasa pro dengan sikap Ustadz Yazid, tetapi untuk menunjukkan sikap proporsional yang mestinya diambil oleh siapa saja yang mengaku sebagai Ahlus Sunnah. Perlu dipahami, bahwa Ahlus Sunnah tidak memberi toleransi kepada sikap berdekat-dekat, kelembutan, atau kerjasama dengan Syiah Rafidhah (kaum penghujat isteri-isteri Nabi dan para Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum ajma’in). Siapapun pelakunya, jika menunjukkan sikap ramah, toleran, dan lapang kepada Syiah Rafidhah, perlu dikoreksi. Apalagi jika sikap toleran itu ditambah dengan sikap ANTIPATI kepada kepada komunitas yang kerap dijuluki “Wahabi”. Tentu merupakan gambaran aneh, kepada Rafidhah bersikap lapang, sedang kepada “Wahabi” justru antipati. Padahal seburuk-buruknya “Wahabi”, mereka tidak pernah keluar dari lingkaran Ahlus Sunnah. Sedangkan Rafidhah, banyak ulama yang menyesatkan mereka, bahkan menganggap mereka telah “kharij ‘anil millah” (keluar dari millah Islam).
Sangat disayangkan ketika dalam hal ini Habib Riziq memperluas serangan ke komunitas Wahabi secara umum? Padahal di antara mereka tidak sedkit yang bersikap jujur, moderat, dan adil. Bahkan mereka banyak menolong FPI secara langsung atau tidak. Ketika terdengar isu pembubaran FPI, banyak kalangan “Wahabi” bersuara menolong posisi FPI. Tapi, dalam sebagian pernyataan Habib Riziq seolah “Wahabi” buruk semua, tercela semua. Nas’alullah al ‘afiyah.
Di bawah ini sebuah artikel dari nahimunkar.com, tanpa ada perubahan redaksi sedikit pun:
HABIB “RS” CENDERUNG SYIAH
Pada hari Selasa, tanggal 27 Maret 2012, sejumlah tokoh MIUMI (Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia) bersilaturrahim ke kantor MUI (Majelis Ulama Indonesia) Pusat, yang terletak di jalan Proklamasi nomor 51, Jakarta Pusat. Pada kesempatan itu, Farid Ahmad Okbah pakar syi’ah dari MIUMI membeberkan bukti-bukti kesesatan syi’ah, setidaknya yang terjadi di Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, salah seorang pengurus MUI Pusat KH Anwar Abbas yang turut hadir mengatakan, sejauh ini memang ada upaya penjinakkan yang dilakukan pemerintah Iran kepada tokoh-tokoh Islam Indonesia dengan cara mengundang mereka datang ke Iran. Penjinakkan yang dimaksud, tentunya berkenaan dengan sikap tegas umat Islam yang memposisikan paham sesat syi’ah sebagai induk kesesatan, apapun jenis sektenya.

Upaya penjinakkan itu, seperti mendapat pembenaran dari Habib RS, yang pada 08 Mei 2006 lalu pernah diundang ke Iran oleh Ayatullah Taskhiri (Taqrib bainal Mazahib). Saat itu Habib RS tidak sendiri, ia bersama sejumlah ‘tokoh’ Islam seperti Dr Jose Rizal (Ketua MER-C), Dr Abdul Mukti (saat itu Ketua Pemuda Muhammadiyah), Ir M Iqbal (saat itu Wakil Sekjen Nahdlatul Ulama), penyanyi Hadad Alwi, ustadz Ustman Syahab Lc, dan Hasan Dalil Lc.
Pembenaran dimaksud, dapat ditemukan pada materi jawaban Habib RS saat diwawancarai oleh majalah SYIAR, Mei 2009, sebagai berikut:

“Ada beberapa kesan yang saya dapat dari kunjungan saya ke Iran. Sebagai Sunni Syafi’i, tentu kita punya pandangan sendiri tentang Syiah. Namun demikian, antara memandang Syiah dari jauh dengan memandang Syiah dari dekat itu beda. Dari jauh, Syiah itu begini dan begitu. Sedangkan bila dilihat dari dekat, ternyata tidak seperti itu. Setidaknya, kunjungan saya (ke Iran -red) itu akan melunturkan kebekuan. Tadinya mungkin kaku dan anti-dialog. Tapi setelah kunjungan itu, agak sedikit lebih cair dan terbuka. Yang kemarin tidak mau mendengar sekarang jadi mau mendengar. Yang kemarin mau menyerang kini mengajak dialog.”
Meski jawaban Habib RS (2009) atas pertanyaan yang diajukan majalah SYIAR tidak dimaksudkan sebagai ‘pembenaran’ terhadap dugaan yang dikhawatirkan KH Anwar Abbas (2012),  namun begitulah faktanya. Artinya, dugaan dan kekhawatiran KH Anwar Abbas sesungguhnya merupakan kenyataan yang sedang berlangsung. Dengan kata lain, upaya penjinakkan itu memang benar-benar terjadi.

Cenderung Syi’ah
Melalui berbagai pernyataannya yang pernah dipublikasikan berbagai media massa, tentunya bekenaan dengan syi’ah, sikap Habib RS bisa dinilai cenderung kepada syi’ah. Misalnya, ketika Habib RS diwawancarai oleh M. Turkan dari Islam Alternatif (Islat). Wawancara berlangsung di sela-sela silaturrahim dan seminar bertema Pergerakan Islam di Indonesia yang berlangsung di Kampus Universitas Imam Khomeini Qom, Iran, Mei 2006.

Ketika M. Turkan dari Islam Alternatif bertanya tentang kaitan konsep amar ma’ruf yang menjadi dasar bertindak FPI dengan tindakan penghantaman terhadap paham sesat Ahmadiyah, ketika itu Habib RS menjawab: “Kalau Ahmadiyyah itu memang kita harus bedakan, karena ada perbedaan dan ada penyimpangan. Kalau antara mazahib-mazahib Islamiyyah seperti Syafi’i, Maliki, Hambali, Hanafi, termasuk Ja’fari, dan lain sebagainya, ini kita anggap termasuk di dalam lingkar perbedaan yang kita harus tenggang rasa juga berdialog…”

Jawaban Habib RS seperti itu, jelas khas jawaban para penganut syi’ah yang masih belum mau berterus terang dengan ke-SYI’AH-annya. Pertama, mereka memposisikan paham sesat syi’ah sebagai salah satu madzhab dalam Islam, yaitu madzhab Ja’fari. Kedua, perbedaan Islam (ahlussunnah wal jama’ah) dengan syi’ah (madzhab Ja’fari) masih bisa diselesaikan dengan dialog.

Padahal, kesesatan Ahmadiyah juga sebanding saja dengan kesesatan syi’ah. Ahmadiyah (Qadyan) selain menjadikan Mirza Ghulam Ahmad sebagai Nabi setelah Nabi Muhammad SAW dan menjadikan TAZKIRAH sebagai kitab suci, tidak ada menjelek-jelekkan sahabat, memaki-maki sahabat, mengkafirkan sahabat, mengatakan malaikat Jibril salah alamat ketika memberikan wahyu yang seharusnya kepada Ali bin Abi Thalib, tetapi kesasar kepada Muhammad bin Abdullah SAW.

Dalam kasus Ahmadiyah, Habib RS (sikapnya) sebagaimana Rabithah Alam Islami (Liga Muslim Sedunia), tidak perlu repot-repot membedakan antara Qadiyani dan Lahore yang ‘hanya’ menjadikan Mirza Ghulam Ahmad sebagai mujadid semata. Pokoknya, Ahmadiyah itu sesuatu yang berada di luar Islam. Begitu juga dengan Inkarussunnah, Islam Jama’ah, dan sebagainya dinyatakan sudah keluar dari Islam.

Namun ketika membahas soal syi’ah, standard yang digunakan Habib RS berbeda: “…kita tidak bisa menggeneralisasi semua Syiah sesat atau semua Syiah tidak sesat…”

Perlu difahami, kalimat seperti yang dilontarkan Habib RS  ini, sering digunakan oleh kalangan pendukung syi’ah yang masih enggan mengakui ke-SYI’AH-annya, misalnya sebagaimana disampaikan oleh ustadz Husein Alatas (salah satu narasumber Radio Silaturahim/ Rasil) kepada jama’ahnya.

Di Radio Silaturahim (Rasil) selain ada ustadz Husein Alatas yang enggan disebut syi’ah, juga ada ustadz Zein Al-Hadi, salah satu ustadz syi’ah yang berkawan baik dengan Habib RS (menurut pengakuan RS sendiri): “…Ini sebagai gambaran umum dari apa yang saya terima dari Ustadz Hassan Daliel, Ustadz Othman Shihab, Ustadz Agus Abubakar, Ustadz Husein Shahab, Ustadz Zein Alhadi, dan banyak lagi ustadz-ustadz Syiah yang tidak perlu saya sebutkan satu persatu…” (wawancara dengan SYIAR).

Rasil sendiri dalam rangka menepis dugaan sebagian kalangan bahwa radio tersebut pro syi’ah, menyebutkan sejumlah tokoh yang dianggapnya dapat meyakinkan umat bahwa Rasil tidak pro syi’ah. Antara lain disebutkan Habib RS dan Jose Rizal Mer-C, sebagai narasumber mereka. Upaya itu jelas sia-sia. Karena, umat sudah sejak lama menduga kedua tokoh tadi cenderung kepada syi’ah. Jadi, penyebutan nama-nama tadi hanya memperkuat dugaan umat bahwa

Rasil memang benar-benar pro syi’ah.
Adanya dugaan sebagian kalangan terhadap Habib RS yang dikatakan cenderung kepada syi’ah, sudah ada sejak beberapa tahun belakangan. Bahkan, dugaan itu sudah muncul sejak 1998, ketika Habib RS namanya mencuat ke angkasa tinggi berkat kiprahnya yang melaksanakan ‘amar ma’ruf nahimunkar.

Pada tahun 2010, di situs resmi FPI, pernah dipublikasikan penjelasan bahwa FPI adalah organisasi amar ma’ruf nahimunkar yang berasaskan Islam dan ber-aqidah ahlussunnah wal jama’ah serta bermadzhab fiqih Syafi’i,  bukan syi’ah atau wahabi.

Dalam pandangan FPI, syi’ah ada tiga golongan, yaitu Ghulat, Rafidhoh, dan Mu’tadilah. Menurut FPI, syi’ah Ghulat tergolong kafir dan wajib diperangi. Karena, keyakinannya sudah menyimpang dari ushuluddin yang disepakati semua madzhab Islam. Misalnya, menjadikan Ali bin Abi Thalib RA sebagai nabi, bahkan Tuhan. Juga, meyakini bahwa Al-Qur’an sudah dirubah-ditambah-dikurangi (Tahrif).
Sedangkan syi’ah Rafidhoh, menurut FPI, meski tidak mempunyai keyakinan yang sama dengan syi’ah Ghulat, namun golongan ini cenderung melakukan penghinaan, penistaan, pelecehan secara terbuka baik lisan atau pun tulisan terhadap para Sahabat Nabi SAW seperti Abu Bakar RA dan Umar RA atau terhadap para isteri Nabi SAW seperti ‘Aisyah RA dan Hafshah RA. Syi’ah golongan ini menurut FPI hanya diberi label sesat (bukan kafir), namun wajib dilawan dan diluruskan.

Golongan syi’ah yang ketiga, menurut FPI, adalah syi’ah mu’tadilah yang hanya mengutamakan Ali bin Abi Thalib ra di atas para Shahabat Nabi lainnya (Abu Bakar ra, Umar Ibnul Khattab ra, Utsman bin Affan ra), dan lebih mengedepankan hadits riwayat ahlul bait daripada perawi hadits lainnya. Meski begitu, golongan syi’ah ketiga ini tidak segan-segan mengajukan kritik terhadap sejumlah sahabat secara ilmiah dan elegan, begitu menurut FPI. Nah, syi’ah mu’tadilah inilah yang disebut sebagai salah satu madzhab dalam Islam (madzhab Ja’afari) yang konon juga diakui eksistensinya oleh Prof. DR. Yusuf Qardhawi. Kelompok syi’ah ini menurut FPI sebaiknya dihadapi dengan da’wah dan dialog, bukan dimusuhi.

Bila dari penjelasan FPI soal syi’ah yang begitu akomodatif, kemudian ada sekelompok orang yang membanding-bandingkannya dengan sikap FPI terhadap Ahmadiyah, kemudian mereka merasakan adanya standard ganda yang diterapkan FPI di dalam menyikapi kedua paham sesat tadi, maka jangan heran dari situ lahir cibiran atau tudingan bahwa FPI tebang pilih.

Penggolongan syi’ah sebagaimana teruraikan di atas, (disengaja ataupun tidak) justru menguntungkan penjaja paham sesat syi’ah. Karena, dua golongan di atas (Ghulat dan Rafidhoh) bisa saja mengaku-ngaku sebagai syi’ah mu’tadilah. Apalagi di dalam keimanan syi’ah konsep taqiyah merupakan ibadah. Akibatnya, umat Islam bakalan dikibulin terus oleh syi’ah jika tanpa waspada mau menerima syi’ah mu’tadilah (madzahab Ja’fari, menurut pembagian bikinan ini) sebagai bagian dari Islam.

Buktinya, Jalaluddin Rakhmat yang mengaku bukan syi’ah tetapi Su-Syi, dan merupakan tokoh utama Ijabi (ahlul bait), ternyata dalam pemahaman dan sikapnya tak bisa melepaskan diri dari berkeyakinan Ghulat dan bersikap Rafidhah. Hingga buku karangan Jalaluddin Rakhmat  pun dilarang di Malaysia, yakni berjudul “Tafsir Sufi Al-fatihah Mukadimah” terbitan PT remaja Rosdakarya, Bandung. (Tiga Buku Syiah Terbitan Indonesia Dilarang di Malaysia, 20 March 2012 | Filed under: Aliran Sesat,Dunia Islam,Featured,Syi’ah | Posted by: nahimunkar.com http://nahimunkar.com/11729/tiga-buku-syiah-terbitan-indonesia-dilarang-di-malaysia/)

Penjelasan dan penggolongan syi’ah sebagaimana tersebut di atas hanya memperkuat dugaan bahwa Habib RS memang cenderung kepada syi’ah. Kesesatan syi’ah yang sedemikian dahsyatnya masih bisa ia tolerir, sementara itu, kesesatan Ahmadiyah dan lain-lainnya (yang menurut pemahaman umat Islam sebanding dengan kesesatan syi’ah) disikapi begitu gegap gempita. (Ini sama sekali bukan karena membela Ahmadiyah dan lainnya, tetapi untuk membandingkan saja. Di samping sikap yang tebang pilih dalam menghadapi aliran sesat, masih pula perlu dipertahnyakan: Mana mungkin orang yang tidak cenderung kepada kesesatan (syiah) berkarib-karib dengan pentolan-pentolan syiah. Dari situ saja sebenarnya sudah jelas dan terang).

Penggolongan syi’ah tersebut di atas bagi sebagian kalangan justru akan ditafsirkan sebagai strategi dagang para penjaja paham sesat syi’ah. Mula-mula ditawarkan syi’ah yang mu’tadilah. Kelak kalau sudah berhasil, dinaikkan peringkatnya untuk menerima Rafidhoh. Terus ditingkatkan lagi hingga bisa menerima Ghulat. Dan bagaimanapun, syiah yang di sini jelas-jelas dari Iran yang di sana para ulama sunni (ahlus sunnah) dibunuhi, masjid-masjidnya dihancurkan dan madrasah-madrasahnya ditutup. KH Athian Ali da’I dari Bandung yang pernah ke Iran mengatakan, pihak kedutaan Indonesia di Teheran mau mengadakan shalat Jum’at saja dihalang-halangi di sana. Hingga hanya dapat dilaksanakan sekitar 20-an orang di dalam kedutaan itu, karena memang dihalangi.

Lagi pula, bila syi’ah (mu’tadilah) itu sama saja dengan Islam, mengapa mereka harus mengutamakan Ali bin Abi Thalib ra dibanding Khulafaur Rasyidin lainnya? Mengapa pula mereka lebih mengutamakan hadits riwayat ahlul bait ketimbang perawi hadits lainnya. Lantas, yang mereka maksud dengan ahlul bait itu apakah termasuk ‘Aisyah ra istri Rasulullah? Dalam pemahaman umat Islam yang belum terkontaminasi paham sesat syi’ah laknatullah, ahlul bait adalah keluarga Nabi Muhammad SAW, yang terdiri dari Nabi Muhammad itu sendiri, istri-istri beliau, dan anak-anak beliau dan kerabat beliau. Istilah Ahlul Bait adalah istilah syar’i dan bermakna istri dan kerabat dekat beliau dari keluarga Ali, keluarga Aqil, keluarga Ja’far, dan keluarga Abbas yang merupakan keluarga bani Hasyim. Berikut  ini kutipan dari sebuah uraian tentang Ahlul Bait.

SIAPAKAH AHLUL BAIT ITU ?

Sebelum kita membahas tentang Ahlul bait secara detail dan yang memusuhi meraka, sepantasnyalah kita mengenal terlebih dahulu siapakah sebenarnya Ahlul bait itu ?
Secara bahasa, kata الأَهْل berasal dari أَهْلاً وَ أُهُوْلاً أَهِلَ – يَأهَلُ = seperti أَهْلُ المْكَاَن berarti menghuni di suatu tempat [1] . أَهْلُ jamaknya adalah أَهْلُوْنَ وَ أَهْلاَتُ وَ أَهَاِلي misal أَهْلُ الإِسْلاَم artinya pemeluk islam, أَهْلُ مَكَّة artinya penduduk Mekah. أَهْلُ الْبَيْت berarti penghuni rumah [2]. Dan أَهْلُ بَيْتِ النَّبي artinya keluarga Nabi yaitu para isrti, anak perempuan Nabi serta kerabatnya yaitu Ali dan istrinya.[3]
Sedangkan menurut istilah, para ulama Ahlus Sunnah telah sepakat tentang Ahlul Bait bahwa mereka adalah keluarga Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diharamkan memakan shadaqah [4]. Mereka terdiri dari : keluarga Ali, keluarga Ja’far, keluarga Aqil, keluarga Abbas [5], keluarga bani Harist bin Abdul Muthalib, serta para istri beliau dan anak anak mereka.[6]
Memang ada perselisihan, apakah para istri Nabi termasuk Ahlul Bait atau bukan ? Dan yang jelas bahwa arti Ahlu menurut bahasa (etimologi) tidak mengeluarkan para istri nabi untuk masuk ke Ahlul Bait, demikian juga penggunaan kata Ahlu di dalam Al-Qur’an dan hadits tidak mengeluarkan mereka dari lingkup istilah tersebut, yaitu Ahlul Bait.
Allah berfirman :
وَأَطِعْنَ اللهَ وَرَسُولَهُ إِنَّمَا يُرِيدُ اللهُ لِيُذْهِبَ عَنكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا
Dan taatlah kalian kepada Allah dan rasulNya,sesungguhnya Allah bermaksud menghilangkan rijs dari kalian wahai ahlul bait dan memberbersihkan kalian sebersih-bersihnya. [Al-ahzab : 33]
Ayat ini menunjukan para istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam termasuk Ahlul Bait. Jika tidak, maka tak ada faidahnya mereka disebutkan dalam ucapan itu (ayat ini) dan karena semua istri Nabi adalah termasuk Ahlul Bait sesuai dengan nash Al Quran maka mereka mempunyai hak yang sama dengan hak-hak Ahlul Bait yang lain. [7]
Berkata Ibnu Katsir: “Orang yang memahami Al Quran tidak ragu lagi bahwa para istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam masuk ke dalam Ahlul Bait [8]” dan ini merupakan pendapat Imam Al-Qurtuby, Ibnu Hajar, Ibnu Qayim dan yang lainnya. [9]
Ibnu Taimiyah berkata: “Yang benar (dalam masalah ini) bahwa para istri Nabi adalah termasuk Alul Bait. Karena telah ada dalam hadits yang diriwayatkan di shahihaini yang menjelaskan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajari lafadz bershalawat kepadanya dengan:
الَلَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ أَزْوَاجِهِ وَ ذُرِّيَتِهِ (صحيح البخارى)
Ya Allah berilah keselamatan atas muhammad dan istri-istrinya serta anak keturunannya. [Diriwayatkan Imam Bukhari]
Demikian juga istri Nabi Ibrahim adalah termasuk keluarganya (Ahlu Baitnya) dan istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam Luth juga termasuk keluarganya sebagaimana yang telah di tunjukkan oleh Al Quran. Maka bagaimana istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam [2] bukan termasuk keluarga beliau ? !
Ada pula sebagian ulama yang berpendapat bahwa keluarga Nabi adalah para pengikutnya dan orang-orang yang bertaqwa dari umatnya, akan tetapi pendapat ini adalah pendapat yang lemah dan telah di bantah oleh Imam Ibnu Qoyyim dengan pernyataan beliau bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menyatakan bahwa Ahlul Bait adalah mereka yang di haramkan shadaqah.
PERBEDAAN AHLUL BAIT DALAM ISTILAH SYAR’I DENGAN VERSI SYIAH ?
Setelah kita mengetahui siapa sebenarnya Ahlul Bait itu, perlu kita pahami bahwa istilah Ahlu Bait merupakan istilah syar’i yang dipakai dalam Al Quran maupun As Sunnah dan bukan merupakan istilah bid’ah. Allah berfirman tentang para istri Nabi :
وَأَطِعْنَ اللهَ وَرَسُولَهُ إِنَّمَا يُرِيدُ اللهُ لِيُذْهِبَ عَنكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا
Dan taaitlah kalian kepada Allah dan RasulNya, sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan memberbersihkan kamu sebersih-bersihnya. [Al-Ahzab : 33]
Berkata syaikh Abdurrahman As Sa’di : Makna rijs adalah (Ahlul bait di jauhkan) segala macam gangguan, kejelekan dan perbutan keji.[13]
Allah berfirman memerintah para istri Nabi :
وَاذْكُرْنَ مَايُتْلَى فِي بُيُوتِكُنَّ مِنْ ءَايَاتِ اللهِ وَالْحِكْمَةِ
Dan ingatlah apa yang di bacakan di rumahmu dari ayat Allah dan hikmah (Sunnah Nabimu). [Al Ahzab : 34]
Ibnu Katsir berkata: “yaitu kerjakanlah dengan apa yang di turunkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada Rasulnya berupa Al Quran dan As sunnah di rumah-rumah kalian.
Berkata Qotadah dan yang lainnya “dan ingatlah dengan nikmat yang di khususkan kepada kalian dari sekalian manusia yaitu berupa wahyu yang turun ke rumah-rumah kalian tanpa yang lain. [14]
Dalam sebuah hadis juga di jelaskan :
عَنْ زَيْدِ بْنِ أَرْقَمَ قاَلَ قاَمَ رَسُوْلُ اللهِ صلىالله عليه و سلم يَوْمًا خَطِيْبًا (فَقَالَ): أَذْكُرُكُمُ اللهَ فيِ أَهْلِ بَيْتيِ –ثلاثا- فَقَالَ حُصَيْنُ بْنُ سَبْرَةَ وَمَنْ أَهْلُ بَيْتِهِ يَا زَْيدُ أَلَيْسَ نِسَاؤُهُ مِنْ أَهْلِ بَيْتِهِ قَالَ: إِنَّ نِسَاءَهُ مِنْ أَهْلِ بَيْتِهِ وَلَكِنْ أَهْلُ بَيْتِهِ مَنْ حَرُمَ الصَّدَقَةَ بَعْدَهُ قاَلَ وَمَنْ هُمْ قَالَ هُمْ آَلُ عَلِيْ و آَلُ عُقَيْلٍ وَ آلُ الْعَبَاسِ قَالَ أَكُلُّ هَؤُلاَءِ حَرُمَ الصَّدَقَة ؟ قَالَ: نَعَمْ (صحيح مسلم 7/122-123)
Dari Zaid bin Arqom bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam suatu hari berkhutbah: Aku ingatkan kalian kepada Allah tentang Ahlul Baitku (sampai tiga kali) maka Husain bin Sibroh (perawi hadits) bertanya kepada Zaid “Siapakah Ahlul Bait beliau wahai Zaid bukankah istri-istri beliau termasuk ahlil baitnya? Zaid menjawab para istri Nabi memang termasuk Ahlul Bait akan tetapi yang di maksud di sini, orang yang di haramkan sedekah setelah wafatnya beliau. Lalu Husain berkata: siapakah mereka, beliau menjawab: “Mereka adalah keluarga Ali, keluarga Aqil, keluarga Ja’far, dan keluarga Abbas.  Husain bertanya kembali Apakah mereka semuanya di haramkan zakat ? Zaid menjawab Ya… [Shahih muslim 7/122-123]
Dari sini jelas penggunaan istilah Ahlul Bait adalah istilah syar’i dan bermakna istri dan kerabat dekat beliau dari keluarga Ali, keluarga Aqil, keluarga Ja’far, dan keluarga Abbas yang merupakan keluarga bani Hasyim
Sedangkan Ahlul Bait menurut orang Syiah hanyalah sahabat Ali, kemudian anaknya, Hasan-Husein bin Ali dan putrinya yaitu Fatimah, mereka dengan terang-terangan mengatakan bahwa semua pemimpin kaum muslimin selain Ali dan Hasan adalah thogut walaupun mereka menyeru kepada kebenaran. Orang Syiah menganggap bahwa Khulafaur rasyidin adalah para perampas kekuasaan Ahlul Bait sehingga mereka mengkafirkan semua Khalifah, bahkan semua pemimpin kaum muslimin [15]. Tidak di ragukan lagi, bahwa mereka telah menyimpang dari Aqidah yang lurus, yaitu Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jamaah.
Maka kita katakan bahwa membatasi Ahlul bait itu hanya terbatas pada Ali, Hasan- Husein bin Ali serta Fatimah, yang keduanya adalah anak Sahabat Ali adalah merupakan batasan yang tidak ada sandaran yang benar baik dari Al-Quran maupun As sunnah. Sesungguhnya pembatasan ini adalah merupakan perkara bid’ah yang tidak di kenal oleh ulama salaf sebelumnya.
Anggapan ini sebenarnya hanyalah muncul dari hawa nafsu orang-orang Syiah karena dendam kesumat serta kedengkian mereka terhadap Islam dan Ahlul Bait Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sehingga orang- orang Syiah sejak zaman sahabat tidak menginginkan kejayaan Islam dam kaum muslimin, dan di kenal sebagai firqoh yang ingin merongrong Islam dan ingin menghancurkannya dengan segala cara dan salah satu cara mereka adalah berlindung di balik slogan cinta ahli bait Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam walaupun secara hakikat sebenarnya merekalah yang membenci dan memusuhi mereka.[i]
***
Indikasi lain yang menunjukkan bahwa Habib RS cenderung kepada syi’ah bisa ditemukan dari pernyataan dia ketika diwawancarai oleh Islam Alternatif: “…antum perlu tahu bahwa Imam Syafi’i ra dulu saking cintanya kepada Ahlilbayt dituduh Rafidhi, lalu apa jawaban Imam Syafi’i: ‘Jika mencintai keluarga Muhammad adalah Rafidhi (Syiah), maka saksikanlah wahai ats-Tsaqolaan (jin dan manusia) bahwa aku adalah Rofidhi’…”
Menangapi hal itu, perlu diketahui, penggalan kalimat di atas (‘Jika mencintai keluarga Muhammad adalah Rafidhi (Syiah), maka saksikanlah wahai ats-Tsaqolaan (jin dan manusia) bahwa aku adalah Rofidhi’) sering digunakan kalangan penganut syi’ah untuk meyakinkan umat Islam bahwa Imam As-Syafi’i rahmatullahi ‘alaihi saja, berpaham syi’ah rafidhoh. Sedang oleh orang yang cenderung syiah dan berkarib-karib dengan para pentolan syiah namun dirinya tidak mengaku syiah, kalimat itu dimaksudkan sebagai tameng di depan kaum ahlus sunnah apalagi syafi’iyyah. Jadi agar kedekatannya dengan syiah tidak dianggap apa-apa.
Itu sebagaimana perkataan orang khawarij Haruriyah yang mengatakan laa hukma illaa lillaah, tiada hukum kecuali bagi Allah, lalu diucapi oleh Ali bin Abi Thalib: kalimatu haqqin uriida bihaa bathilun (perkataan benar tetapi yang dimaksudkan dengannya adalah kebatilan).[ii]
Kenapa ucapan Imam syafi’I ketika dikutip oleh orang itu kemudian dikomentarai seperti ini? Ya tidak lain karena sikapnya yang tebang pilih terhadap aliran sesat, dan akrabnya dengan para pentolan syiah itu tadi, bahkan memasukkan apa yang dia sebut mazhab Ja’fari (padahal dikatakannya di Iran), syiah digolongkan sebagai mazhab belaka sebagaimana mazhab hanafi, maliki, Sya;fi’I, dan Hanbali. Padahal dalam aqidah maupun pelaksanaan nyata, syiah Iran walau dia sebut Ja’fari, sebegitu dendamnya terhadap Islam. Hingga Abu Lu’lu’ah orang majusi yang membunuh Khalifah Umar bin Khatthab ra justru oleh syiah Iran dijuluki Baba Syuja’uddin (bapak pahlawan agama yang pemberani) yang julukan itu ditulis jelas di pintu gerbang kuburannya, dan kuburannya itu dikeramatkan di sana.
Jadi dengan berbagai indikasi itu maka tepatlah perkataan Ali bin Abi Thalib: kalimatu haqqin uriida bihaa bathilun di sini disematkan kepada pengutip perkataan Imam Syafi’I tersebut.
Bagaimana Sebenarnya syair Imam Syafi’I itu?
Penggalan kalimat itu, merupakan penggalan syair Imam As-Syafi’i rahmatullahi ‘alaihi yang persisnya sebagai berikut:
إن كان رفضاً حبُّ آلِ محمدٍ … فليشهدِ الثقلانِ أَني رافضي
Jika benar Syi’ah Rafidhah itu adalah cinta keluarga Muhammad…
maka hendaklah jin dan manusia bersaksi bahwa aku adalah orang Syi’ah Rafidhoh.
Kalangan syi’ah (rafidhoh) menyangka bahwa Imam As-Syafi’i mendukung mereka, padahal syair itu justru merupakan ledekan Imam As-Syafi’i rahmatullahi ‘alaihi kepada kalangan syi’ah yang suka berdusta dan tidak benar-benar mencintai keluarga Muhammad SAW.
Sejatinya, gaya bahasa dengan menggunakan untaian kata “jika benar” (إن كان) merupakan penolakan bukan kesaksian, antara lain sebagaimana bisa dilihat pada QS Az-Zukhruf ayat 81:
قُلْ إِنْ كَانَ لِلرَّحْمَنِ وَلَدٌ فَأَنَا أَوَّلُ الْعَابِدِينَ(81)
Katakanlah, jika benar Tuhan Yang Maha Pemurah mempunyai anak, maka akulah (Muhammad) orang yang mula-mula memuliakan (anak itu).
Gaya bahasa seperti itulah yang digunakan dalam syair Imam As-Syafi’i rahmatullahi ‘alaihi. Dalam surat Az-Zukhruf ayat 81 di atas, untaian kata “jika benar” digunakan untuk menunjukkan bahwa Tuhan Yang Maha Pemurah itu justru tidak mempunyai anak. Begitu juga dengan untaian kata pada syair Imam As-Syafi’i rahmatullahi ‘alaihi, justru untuk menunjukkan bahwa syi’ah (rafidhoh) tidak benar-benar mencintai keluarga Muhammad SAW. (lihat tulisan berjudul Ente Syi’ah? di nahimunkar.com http://nahimunkar.com/71/ente-syi%E2%80%99ah/)
Selama ini umat Islam memang serba salah menyikapi sosok Habib RS yang sudah terlanjur diposisikan sebagai pembela Islam. Seolah-olah bila berhadapan dengan Habib RS, sama dengan melawan pembela Islam. Padahal, Habib RS hanyalah manusia biasa yang bisa salah, bukan hanya kesalahan ‘teknis’ menerapkan standard ganda untuk kasus kejahatan seksual dan sebagainya, tetapi boleh jadi kesalahan itu menghunjam ke jantung akidah. Ini perlu diluruskan. Sesungguhnya, mereka yang TAKUT kepada ALLAH tidak akan pernah takut kepada MANUSIA. Sedangkan mereka yang masih TAKUT kepada MANUSIA, boleh jadi bila menggantikan ketakutannya kepada Allah maka dikhawatirkan jurusannya mengarah ke dalam lembah kemusyrikan. Apalagi manusia saja manusia syiah Iran yang dendam pada Islam. Na’udzubillahi min dzalik!  (haji/tede/nahimunkar.com)
***

[i] Oleh Ahmad Hamidin As-Sidawy
[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 12/Tahun V/1422H/2001M Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 08121533647, 08157579296]
_______
Footnote
[1]. Lihat kamus mu’jamul wasit hal : 31.
[2]. Lihat kamus lisanul arab 1/253.
[3]. Lihat kamus muhit : 1245
[4} Sebagaimana di riwayatkan oleh imam muslim dari zaid bin arqom ketika hushain bin sibrah bertanya kepadanya tentang Ahlul bait Nabi Shalal (lihat shahih muslim 7/122-223)
[5]. Lihat kitab taqrib baina Ahlus sunnah was syiah oleh Dr. Nashir bin Abdillah bin Ali Al-qafary 1/102 dan syarah Aqidah washitiyah oleh kholid bin Abdillah Al- muslikh hal. 189.Majmu’ fatawa 28/492
[6]. Lihat minhajus sunnah An-nabawiyah 7/395
[7]. Lihat majmu fatawa 17/506.
[8]. Lihat tafsir Al Qur ‘an Al-Adzim 3/506
[9]. Seperti di nukil oleh Dr. nashir bin Abdillah bin Ali Al-qofari dalam kitabnya masalatu taqrib bainas sunnah wa syiah.1/ 103-105.
[10] Lihat syarah fathhul bari 6/408
[11],Lihat Syarah Aqidah wasyityah oleh syeikh kholid bin Abdillah Al-muslikh hal : 190.
[12]. Lihat jala’ Al-afham hal : 126
[13]. Lihat tafsir karimir rahman .2/916
[14]. Lihat tafsir Al Quran Al-Adzim 3/635.
[15]. Lihat Ushul madhab Syiah karya Dr. nahir bin Abdillah bin Ali Al-qafary : 1/735-758
 مجموع الفتاوى – (ج 28 / ص 495)
 وَفِي مُسْلِمٍ أَيْضًا ” عَنْ عُبَيدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي رَافِعٍ كَاتِبِ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ الحرورية لَمَّا خَرَجَتْ وَهُوَ مَعَ عَلِيٍّ قَالُوا : لَا حُكْمَ إلَّا لِلَّهِ . فَقَالَ عَلِيٌّ : كَلِمَةُ حَقٍّ أُرِيدَ بِهَا بَاطِلٌ .  [ii]
_________________________________________________________________________
Hakikat kesesatan dan kekufuran Syiah Rafidhah ada dalam caci-maki, celaan, penghinaan, serta kutukan mereka kepada Isteri-isteri Nabi Shallallah ‘Alaihi Wasallam dan para Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum ajmain. Pusat kesesatan mereka ada disini. Isteri-isteri Nabi dan para Shahabat sudah diridhai oleh Allah (At Taubah 100), tetapi oleh Syiah Rafidhah keridhaan Allah itu dibalasi dengan: penghinaan, caci-maki, celaan, kedustaan, kutukan, dan seterusnya. Hal itulah yang membuat mereka sesat, durhaka, dan kufur dari jalan Islam.

Maka setiap Ahlus Sunnah membantah, menentang, atau melawan Syiah Rafidhah (tidak berlunak-lunak kata dengan Syiah Rafidhah); maka hal itu merupakan upaya MENJAGA KEHORMATAN ISTERI-ISTERI NABI DAN PARA SHAHABAT Radhiyallahu ‘Anhum. Apalah artinya manusia di zaman kita ini, sehebat apapun dirinya, dibandingkan kemuliaan Isteri Nabi dan para Shahabat? Apakah Anda rela mendukung seorang tokoh terkenal, dengan pengorbanan membiarkan para Isteri Nabi dan para Shahabat dihinakan kehormatannya oleh Syiah Rafidhah? Na’udzbulillah wa na’udzubillah min dzalik.

Ada 2 esensi mendasar dari pembelaan Ahlus Sunnah dari segala kesesatan/kekufuran Syiah Rafidhah: Pertama, adalah demi menyelamatkan Syariat Islam. Kalau kita berlunak-lunak kata dengan Syiah Rafidhah, otomatis kita akan mentoleransi kesesatan dan hujatan mereka kepada Isteri-isteri Nabi dan para Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum. Jika kita biarkan hal ini, maka Syariat Islam akan runtuh dari dasar-dasarnya.  
Kedua, upaya ini adalah langkah paling rasional untuk menyelamatkan jiwa-jiwa Ahlus Sunnah dan anak-keturunan mereka dari ancaman dan kesadisan kaum Syiah Rafidhah. Sejarah sudah terlalu banyak memberi kita pelajaran, bahwa Syiah Rafidhah lebih ganas dari orang-orang kafir dalam kesadisan dan kekejamannya.

Apa Ahlus Sunnah tidak bisa dialog secara damai dengan Syiah Rafidhah?
Mau dialog apa? Apakah baru kita yang pertama kali bicara soal dialog ini? Tidak adakah sejarah para ulama selama ribuan tahun yang mencoba dialog dengan Rafidhah dan hasilnya tidak ada? Bagaimana kita akan berdialog dengan orang-orang yang meyakini kehinaan, kedustaan, dan kesesatan Isteri-isteri Nabi dan para Shahabat? Bagaimana kita akan berdialog dengan kaum yang menjadikan istilah “Ahlul Bait” untuk melegalkan kezhaliman, kekufuran, penindasan, keharaman, kebohongan, dan sebagainya? Apakah kita lebih pintar dari para ulama Ahlus Sunnah yang telah lebih dulu melakukan dialog, dan hasilnya mereka menetapkan bahwa Syiah Rafidhah itu sangat sesat dari jalan Islam? Hingga istilah Sunni adalah lawan dari Syiah (Rafidhah) ini.

Kalau saya disuruh memilih, antara kehormatan Isteri-isteri Nabi dan para Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum, dengan pemimpin sebuah ormas Islam (misalnya FPI), jelas saya akan memilih pilihan PERTAMA. Kalau saya disuruh memilih antara mendukung “Wahabi” atau bersikap lembut kepada Syiah Rafidhah, maka saya juga akan memilih pilihan PERTAMA. Kedua pilihan itu saling berkaitan.
Nasehat yang perlu disampaikan disini adalah seperti sabda Sayyidul Mursalin Shallalah ‘Alaihi Wasallam: “Qul amantu billahi, tsummas taqim” (katakanlah, aku beriman kepada Allah, lalu istiqamahlah). Siapapun yang bersikap lunak kepada Syiah Rafidhah, tidak layak kita dukung. Sebab pada dasarnya, hal itu bermakna: kelak Syiah Rafidhah akan membabat Syariat Islam dan menumpas kaum Muslimin (Ahlus Sunnah, tidak peduli apakah dia “Wahabi” atau ‘Asyariyun-Maturidiyun).
Alhamdulillahi Rabbil ‘alamiin. Wal ‘izzatu lillahi, wa li Rasulihi, wa lil mu’miniin.
(Abinya Syakir).

abisyakir mengatakan:
@ Al Akh Syuaib bin Shaleh…
Syukran jazakumullah khair Akhi atas komentar Antum. Mohon maafkan bila ada sedikit/banyak isi artikel yang tidak berkenan di hati Antum.
Ckckckck, kalo dikit2 menuduh ini itu gara2 pemikiran yang tidak sejalan bisa males juga lama2 ni ummat dari kewajiban dakwah. Padahal artikel2 sebelumnya pak abisyakir ini begitu gigihnya membela fpi, tapi di artikel ini malah menjelek2an. Cuma gara2 fpi punya pendapat yang sedikit berbeda dari mainstream. Lihatlah dalam artikel nahimunkar itu Habib RS mengakui sendiri kalo dia sunni syafi’i, mengenai pendapatnya mengenai syiah kenapa tidak kita berhusnudzon aja bahwa beliau memiliki pendapat beda.

Respon: Sebenarnya Akhi, bahaya Syiah Rafidhah itu lebih besar dari Ahmadiyyah dan Liberal. Ahmadiyyah orangnya tidak terlalu banyak, tidak didukung suatu negara, sejarahnya juga masih baru. Sedang Liberal, asal-usulnya dari orientalisme Barat. Pemikiran-pemikiran mereka memang menyengat, tapi hal ini lebih mudah dihadapi dengan konsep “lakum dinukum wa liya din”. Tetapi Syiah Rafidhah itu kaum kufur yang mengaku Islam. Kata Khalifah Umar Ra, lebih sulit menghadapi orang munafik daripada orang kafir sekalian. Mengherankan, mengapa Habib Riziq begitu sensi ke Ahmadiyyah dan Liberal, tetapi berlunak-lunak kata dengan Syiah Rafidhah? Nah, itu yang kita pertanyakan.
Kalo menyangka dia sedang bertakiyah, emang kita bisa liat isi hatinya, ingat kita cuma bisa menilai dari yang dzahir saja. Sedangkan dzahirnya dia mengaku kalo sunni kan. Urusan dia bertakiyah atau tidak kita tidak tau kan. Kalo dikit2 menuduh pihak2 yang lunak ama syiah sebagai syiah yang sedang bertakiyah, apakah kita juga menuduh Hamas itu syiah juga karena deket sama Iran dan Hizbullah? Enggak kan? Tapi g tau kalo tiba2 pak abisyakir nanti menulis tentang kesyiahan Hamas, lalu di artikel lain mengelu2kan Hamas. Dahulukan husnudzan lah, perkara takiyah itu urusan hati.

Respon: Afwan sebelumnya. Kita tidak menuduh Habib Riziq Syiah lho. Dalam artikel itu kan disebut “CENDERUNG” ke Syiah. Jadi ini semacam mendukung atau bersikap lunak. Begitulah. Belum sampai menetapkan, bahwa beliau Syiah. Tidak sampai seperti itu (sebelum ada bukti-bukti yang valid). Adapun soal Hamas, memang sangat disayangkan sikap Hamas yang mau kerjasama dengan Teheran. Sangat sangat disayangkan. Padahal banyak kaum Muslimin Palestina di Irak yang dibunuhi oleh milisi Al Shadr (Syiah). Sangat disayangkan mengapa demikian? Sikap Hamas ini seperti mengingkari fakta sejarah, bahwa: “Pembebasan Jerusalem oleh Shalahuddin Al Ayyubi terlaksana, setelah beliau membersihkan anasir-anasir Syiah dari barisan pasukannya.” Kerjasama dengan Teheran sama dengan kerjasama dengan manusia yang saban hari menghujat Isteri-isteri Nabi dan para Sahabat Ra. Apakah Allah akan meridhai perbuatan itu? Sama sekali tidak. 

Banyak tokoh2 sunni yang lunak kepada syiah, atau setidaknya mentolerir. Apakah mereka harus dituduh syiah juga? Coba liat Republika, yang berita2nya mnyanjung2 Iran dalam masalah krisis selat hormuz, apakah mau dituduh syiah juga? 

Respon: Ya di Republika memang banyak jurnalis yang Syiah, pro Syiah, atau simpati ke mereka. Itu sudah dikenal oleh para aktivis Islam.
Mungkin kita perlu menggali pendapat pihak lain, misalnya media2 Islam seperti Arrahmah, VOA Islam, Eramuslim, mereka dikenal begitu keras terhadap syiah sekaligus dengan gigih menyatakan bahwa FPI bersama Habib RS berada di barisan Al-Haq, coba tanyakan pendapat mereka mengenai masalah ini (mengenai Habib RS cenderung syiah) coba bagaimana pendapat mereka, karena sampai saat ini mereka belum menyinggung masalah ini. Kemungkinan syok karena baru tahu, atau mereka sedang menutup2i bahwa Habib RS syiah yang artinya media2 itu sedang bertakiyah juga, atau memang tidak tau sama sekali,atau tau tapi takut akan menimbulkan kontroversi? coba tanya dulu. 

Respon: Ya nanti saya coba akses informasi sebisanya dari kawan-kawan media. Sejauhmana tanggapan mereka soal artikel yang dimuat di nahimunkar.com itu. Insya Allah akan ditanyakan.
Ngomong2 mengenai wahabi, bukannya pak abisyakir dulu juga terkenal vokal kekritisannya mengenai wahabi/ salafi ekstrem, bahkan dengan tega menyebut mereka khawarij berbaju salafi? Kok sekarang jadi pembela mereka ya? Kalo anda berargumen bahwa untuk menciptakan keadilan yang objektif mengenai pandangan tentang salafi, inget lho, anda sudah memvonis mereka khawarij, yang artinya anda sudah memvonis mereka keluar dari Islam bagai anak panah keluar dari busurnya. Apanya yang objektif? lalu sekarang mereka dibela untuk membuktikan sifat “keadilan” anda. Orang khwarij kok dibela. Beda misalnya kalo anda memang bener2 objektif, setidak2nya anda tidak menyebut mereka khawarij dulu, baru bisa diacungi jempol sifat “keadilan” anda.

Respon: Kalau boleh dikatakan, “Wahabi” itu komunitas yang besar. Di dalamnya ada yang bertipe Salafi, Jihadi, Haraki, Ma’hadi, Siyasi, Jum’iyyah, dan lain-lain. Bahkan ada yang terpengaruh pada beberapa pemikiran, seperti Muhammadiyyah, Persis, Al Irsyad. Memang ada perbedaan saya dengan kawan-kawan Salafi, dalam beberapa hal tertentu. Namun kalau bicara komunitas “Wahabi” skupnya luas. Ini yang sangat berbahaya. Kalau ada serangan opini secara zhalim, yang terkena akan sangat banyak. Nah, itulah mengapa disini ada pembelaan terhadap komunitas “Wahabi”. 

Ngomong2 mengenai khawarij,menurut saya kok nahimungkar itu kok malah menjadi situs penyebar permusuhan gitu ya? Apa2 dihujat, dicaci, disebar keburukan dan celanya sehingga secara tidak langsung memberikan akses gratis kepada musuh2 Islam untuk tau kelemahan2 dakwah. Kok rasanya pernah baca ungkapan ini ya? oh ya, inikan salah satu inti tulisan anda mengenai keekstriman salafi dulu ya, masih ingat? Kalo menurut saya nahimungkar ini cocok sekali dengan ciri2 media salafi ekstrem yang pernah anda sebutkan dulu? Bahkan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir pun dituduh khawarij oleh nahimungkar ini. Astaghfirullah. Lalu apakah anda juga mau mengatakan ustadz Ba’asyir ini Syiah juga karena menggunakan sistem imamah seperti yang dituduhkan Ustadz Muhammad Thalib (amir MMI) dulu? Padahal sistem imamah memang sistem sah kepemimpinan dalam Islam, cuma diompleng ama syiah aja sehingga menjadi merk aqidah mereka. Lalu apakah orang/pihak yang menyerukan kembali ke sistem Jamaah wal Imamah/Khilafah lalu dituduh syiah? Demikian halnya dengan HT, hanya karena Khilafah menjadi merk perjuangan mereka, lalu setiap orang yang menyerukan Khilafah disebut anggota HT? Padahal kan Khilafah memang milik Islam bukan milik HT saja. 

Respon: Intinya, tidak semua artikel disana saya setuju atau mendukung. Pada artikel-artikel tertentu yang saya pandang benar dan penting, ya didukung dengan segala keterbatasan yang ada. Mungkin itulah disana dinamakan “nahi munkar” yaitu berperan melakukan “nahi munkar” secara opini. Sama seperti kawan-kawan FPI melakukan “nahi munkar” dengan tindakan di lapangan. Hanya beda konteksnya.
Betul, dalam Islam ada ajaran tentang “imamah”. Misalnya dalam shalat, safar, jihad, dan kepemimpinan politik. Bedanya, kalau “imamah” dalam Ahlus Sunnah bersifat TEKNIS/OPERASIONAL. Kalau dalam Syiah, ia dianggap sebagai RUKUN AGAMA. Bahkan mereka meyakini, orang yang tidak mempercayai “12 imam” disebut kufur. Na’udzubillah tsumma na’udzubillah. Bahkan “imamah” dalam Ahlus Sunnah juga dikenal dalam otoritas keilmuwan. Kita mengenal imam-imam Ahlus Sunnah, seperti Abu Hanifah, Malik, As-Syafi’i, Ahmad, Imam Bukhari, Imam Muslim, dan lainnya dari ulama-ulama yang lurus. Jadi “imamah” ini bukan ajaran Syiah, sebab Ahlus Sunnah punya konsep imamah.
Sedikit nasehat lah untuk saya sendiri dan untuk orang2 yang mau membaca, nasehat dari Rasulullah shalallahu alaihi wassalam mengenai bagaimana sikap seorang muslim menyikapi zaman fitnah ini, zaman di mana Jamaah dan Daulah Islamiyyah telah lama hilang dan lenyap, “Bagaimana kalau sudah tidak ada lagi jama’ah Islamiah dan imamahnya?” Saya terus bertanya. Rasulullah menjawab, “Tinggalkan golongan-golongan itu semua, walaupun kamu akan menggigit sebatang pohon kayu, sampai kamu mati dalam keadaan demikian.”
Yapz, tinggalkan sikap menisbatkan diri kepada golongan tertentu, kecuali golongan itu memiliki tujuan menegakkan kembali Jamaah dan Daulah Islamiyyah. Tapi bila aktifitas tujuannya g jelas, cuma untuk memecahbelah ummat sebaiknya tinggalkan saja, walau kita akan menggigit kayu sampai mati atau bersembunyi dalam gua sambil membaca surat Al-Kahfi saat Dajjal datang. Saya kira jika FPI memang syiah saatnya orang2 beriman ngungsi ke Gua, walaupun g ada yang dakwah tapi demi menyelamatkan aqidah kita karena hebatnya fitnah akhir zaman ini, bener2 bagai menggenggam bara api. Saking hebatnya fitnah ni sampai2 kita bener2 menyangka Dajjal sudah datang. Yuk kita ke gua!!!

Respon: Perlu dipahami dengan jelas: (1) Saya tidak pernah menuduh Habib Riziq atau FPI menganut paham Syiah. Tidak ya Akhi. Belum ada bukti-bukti valid yang menunjukkan hal itu. (2) Kalau kita menulis/mendukung artikel “Habib RS Cenderung Syiah” ialah karena MENGKHAWATIRKAN BAHAYA BESAR BAGI UMMAT ISLAM INDONESIA jika Habib Riziq dikekang oleh Habib-habib Syiah di sekitarnya. Sejarah sudah banyak bicara, bahwa kaum Syiah Rafidhah lebih kejam dari orang-orang kafir itu sendiri. (3) Saya sangat keberatan ketika Habib Riziq marah kepada Ustadz Yazid Jawwas, lalu kemarahannya dia arahkan ke komunitas “Wahabi” secara keseluruhan. Ini sangat berbahaya. Tidak berbeda jauh dengan tindakan Said Aqil Siradj dan Idahram.

Satu hal ingin diingatkan kepada Habib Riziq. Ketika beliau baru pulang dari Teheran, langsung bersikap simpati kepada Syiah. Sementara setelah beliau tinggal bertahun-tahun di Saudi, kok tidak tampak rasa simpatinya kepada Wahabi? Ke Iran sebentar langsung simpati; ke Saudi bertahun-tahun, tetap saja anti Wahabi. Kenapa begini, wahai Habib Riziq???
Mohon dimaafkan atas segala salah dan kekurangan. Wal ‘afwu minkum katsira zhahira wa bathina, wa astaghfirullaha li wa lakum.
AMW.
  1. abisyakir mengatakan:
    @ Lukmah Mubarok…

    “Gimana kitanya mau jadi memenuhi kriteria sebagai ahlussunnah waljamaah yang sebenar-benarnya ya?”

    Respon:
    Syukran jazakumullah khairan ya Akhi. Pertanyaan Antum ini sederhana, tetapi masya Allah tidak mudah menjawabnya dengan bahasa yang ringkas dan jelas. Coba disini saya jawab dengan bahasa yang lebih praksis:
    Kriteria Ahlus Sunnah -setahu saya, wallahu a’lam bisshawaab- adalah “jalan pertengahan”. Kalau dalam Al Qur’an disebut dengan istilah “Ummatan Wasathan”, yaitu Ummat yang adil, pertengahan, dan lurus. Kira-kira kriterianya sebagai berikut:
    [1]. Tidak bersikap ta’ashub dan taqlid seperti kaum Shufi; tetapi juga tidak semena-mena menafsirkan Syariat seperti kaum Liberal.
    [2]. Tidak bermudah-mudah mengkafirkan Muslim lain seperti kalangan LDII, NII, dan semisalnya; tetapi juga tidak bersikap bebas seperti sebagian kalangan NU yang mentolelir kekufuran.
    [3]. Tidak menjadikan Islam sebagai “syariat perang” seperti pandangan kalangan Jihadis; tetapi juga tidak takut mendukung dan membela para Mujahidin yang berjihad Fi Sabilillah membela kaum Muslimin dan negeri-negeri Islam.
    [4]. Tidak menjadikan Ahlul Bait sebagai sesembahan, sehingga mereka diyakini berhak membuat Syariat, setelah Allah dan Rasul-Nya menetapkan Syariat atas manusia; tetapi juga mencintai Ahlul Bait (menurut versi Ahlus Sunnah) sebagai bagian dari cinta kepada Rasulullah Saw.
    [5]. Tidak menolak atau mengingkari seluruh yang datang dari pemerintah sekuler, termasuk hal-hal yang baik dan bermanfaat bagi kehidupan kaum Muslimin; tetapi juga tidak lantas menerima pemerintahan sekuler sebagai perkara yang halal dan benar.
    [6]. Tidak menolak untuk membela rakyat (kaum Muslimin) dengan niatan menolong dan belas-kasihan atas nasib mereka yang malang; tetapi juga tidak menjadikan kebangsaan atau nasionalisme sebagai urusan yang lebih tinggi dari Syariat. Istilahnya, “Kita ini orang Indonesia, tetapi Muslim.” Bukan dibalik, “Kita ini Muslim, tapi orang Indonesia.”
    [7]. Tidak menolak konsep organisasi/lembaga/manajemen selama hal itu diniatkan untuk mewujudkan urusan-urusan yang ihsan; tetapi juga tidak menjadikan organisasi/lembaga/manajemen sebagai pemecah-belah kesatuan Islam.
    [8]. Tidak menyatakan bahwa semua orang yang tidak berhukum dengan syariat Islam otomatis kafir; tetapi juga memperingatkan Ummat (dan diri sendiri) bahwa salah satu pembatal keislaman ialah mengingkari hukum Allah, setelah datang kepadanya ilmu.
    [9]. Tidak menolak kerjasama dengan sesama Muslim dalam rangka “ta’awun ‘alal birri wat taqwa”, tidak serta-merta menuduh Muslim lain sebagai ahli bid’ah, keluar dari Ahlus Sunnah, dan tuduhan lain; tetapi juga bersikap tegas kepada kelompok-kelompok tertentu (seperti Rafidhah, Zionis, Freemasonry, Barat, dll) yang menampakkan permusuhan kepada Islam (Ahlus Sunnah) secara keyakinan, ucapan, atau perbuatan.
    [10]. Tidak ghuluw dalam masalah politik, sehingga merelakan diri menjadi “budak-budak siyasah”, lalu menganggap siyasah sebagai segala-galanya; tetapi juga tidak menafikan pentingnya perjuangan politik dan mengambil manfaat darinya, demi kebaikan Ummat.
    Demikian kurang lebih. Intinya, jalan pertengahan (moderat). Semoga bermanfaat.
    Wallahu a’lam bisshawab.
    AMW.
  2. habib lutfianto mengatakan:
    yang jelas FPI jauh lebih baik daripada yang punya blog ini dan juga krunya (HTI, red)…FPI ada tindakan nyata…yang punya blog ini dari dulu hingga sekarang bisanya cuma ngomonmg aja…bekoar-bekoar…aja bisanya ..njelekin saudara dll…lihat aja tulisannya hampir semuanya provokatif…
  3. DEXTER mengatakan:
    untuk saya .untuk memurnikan itu berpuasa.ukirlah alqur’an nurkarim dng ihklas lillahita’ala ,di hatimu.
    sudh jelas “klo kita mengakui,menyayangi,berarti …… ,jalankanlh hak dan kewjibanmu sebagai manusia yg pasti mati.jadikanlh alqur’an sebagai tongkatmu,genggam seerateratnya.lengkapilah hidupmu dngn kefahaman akan hr pembalasan.”
    mohon mf yg sebesarbesarny.
    semoga ALLAH SWT menuntun kita ke jalan yg benar,jln yg d ridhoi tongkat petunjuk.
  4. syamil mengatakan:
    hahahahahaha……inilah sekenario bin…untuk menghancurkan islam…gak usah ngikutin blok ini…tabayun!!!!!!
  5. rijal mengatakan:
    nuduh nuduh khowarij udah tidak laku sekarang ganti nuduh syiah,besok nuduh jabariah,kodariah,,,apalagi…..??????apakah pembuat blok ini udah ketmu langsung habib?bicara 4 mata?apakah jawas juga sudah ketemu 4 mata dengan habib?apakah semua pembaca blog ini udah ketemu para ustad yang di fui,fpi,dan laskar laskar lainya?klu cuma bantahan bantahan sampe kiamat gak rampung rampung!!!!!
  6. @syamil
    hahahahahaha……inilah sekenario bin…untuk menghancurkan islam…gak usah ngikutin blok ini…tabayun!!!!!!
    Apa iya tRmasuk skenario bin.??
    btw, kayak gmn sih skenario bin itu.??
    salam..^_^..

Cecep mengatakan:
http://abisyakir.wordpress.com/2012/04/08/habib-riziq-shihab-dan-syiah-rafidhah/#more-4489 
Assalamu’alaikum Pak Abisyakir,
Saya orang awam jadi bingung dengan fenomena sekarang ini, saling tuduh menuduh syiah, kafir, munafik diantara ustadz2, ada apa sebenarnya ini? Apakah karena saking pinternya seseorang mendalami agama Islam, akan menjadi seperti in yah??
Kalo bapak sudah sangat mendalami agama islam dan bacaan kitab2nya sudah banyak, apakah benar dengan apa yang dituliskan dibawah ini, karena saya tidak mengerti, terlalu banyak kitab yang dibahas…
Hatur Nuhun..
—————————————————————–

1. Hei Wahabi ! Habib Rizieq TUJUH HARI di Iran ente tuduh SYI’AH. Tapi Habib Rizieq TUJUH TAHUN di Saudi ente enggak tuduh WAHABI ???!!!

2. Hei Wahabi ! Sikap Habib Rizieq JELAS yaitu perangi SYIAH RAFIDHOH yg suka kafirkan SHAHABAT dan WAHABI TAKFIRI yg suka kafirkan sesama muslim !!! Ada pun Syiah yg tdk kafirkan Shahabat dan Wahabi yg tdk kafirkan sesama muslim WAJIB dihormati dan diajak Dialog.

3. Hei Wahabi ! Ente KAFIRKAN Madzhab Asy’ari, lalu Habib Rizieq bangkit bela Asy’ari sbg Madzhab Ahlus Sunnah. Kenape ente dongkol ???!!!

4. Hei Wahabi ! Kalau Madzhab Asy’ari KAFIR, maka Para Imam : Daraquthni, Juwaini, Mawardi, Syirazi, Baihaqi, Ghazali, Ruyani, Baghowi, Fakhrurrozi, Ibnu ‘Asakir, Ibnu Sholah, Ibnu Abdis Salam, Rofi’i, Nawawi, Qolyubi, Burmuki, Asqolani, Haitami, Subki, Dimyathi, Suyuthi, dan RIBUAN ULAMA BESAR lainnya, semuanya jadi KAFIR krn mereka semua ASY’ARI. Apa Wahabi doang yang Islam ???!!!

5. Hei Wahabi ! Habib Rizieq itu FOKUS utk bela ASY’ARI, tdk keliru ! Ente KAFIRKAN ASY’ARI, ente keliru !!! Sudah salah ngaku bener, eh pake nyalahin Habib Rizieq ???!!! Dasar Antek Yahudi…!!!

6. Hei Wahabi ! Madzhab FIQIH Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hanbali itu Ahlus Sunnah. Begitu juga Madzhab AQIDAH Asy’ari, Ma’turidi dan Hanbali itu semua Ahlus Sunnah. Fuqoha Hanafi ikut Ma’turidi. Fuqoha Maliki dan Syafi’i ikut Asy’ari. Fuqoha Hanbali punya aliran sendiri. Wahabi ikut siapa ???!!!

7. Hei Wahabi ! Indonesia Negeri Asy’ari. Kalau tidak suka, ente ke Nejed saja tempat lahirnya Musailamah Al-Kadzdzab !!! Jangan pecah belah umat Islam di Indonesia !!!

8. Hei Wahabi ! Enaknye lu ngaku SALAFI !!! Lu Pikir Madzhab Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hanbali enggak ikut SALAF ???!!! Pale lu bau menyan !!!

9. Hei Wahabi ! Orang kritik Wahabi langsung ente tuduh Syiah / Yahudi / Sesat / Ahli Bid’ah / Jahil / Kafir ! Lu pikir lu doang yg Islam ???!!! Lu mesti tahu bhw HADITS menyatakan bhw orang yg suka mengkafirkan MUSLIM sesungguhnya dia yg KAFIR !!! Dasar Wahabi GOBLOK !!!

10. Hei Wahabi ! Lu bilang Allah SWT DUDUK di Singgasana spt duduknye PANTATLU di kursi. Dasar MUJASSIM yg menyerupakan Allah SWT dg Makhluq. Ape enggak KAFIR tuh ???!!!

11. Hei Wahabi ! Lu bilang HARAM melawan Pemerintah walau mereka berbuat DOSA BESAR. Dasar PENJILAT ! Wahabi MADZHAB BUDAK Pemerintah Zolim ! Pantes DUIT Lu banyak buat BELI iman orang awam ???!!!

12. Hei Wahabi ! Lu tau enggak bhw Rapat Kafir Quraisy di Darun Nadwah utk BUNUH NABI SAW dihadiri IBLIS yg menyerupai SYEIKH DARI NEJED tempat lahirnya Wahabi. Lu lihat tuh, IBLIS cinta sama WAHABI Nejed ???!!

13. Hei Wahabi ! Soal melafalkan niat sholat Lu kafirin. Soal Qunut Shubuh Lu Kafirin. Soal Maulidan Lu Kafirin. Soal Talqin dan Tahlilan Lu Kafirin. Lalu Lu sendiri bilang Allah SWT punya tangan dan kaki serta wajah kemudian duduk di atas Singgasana. Lu anggap Allah SWT spt manusia. Ape Lu pikir enggak KAFIR menyuarakan Allah SWT spt Makhluq ???!!!

14. Hei Wahabi ! Jidat Lu item bagus, tp sayang hati Lu lebih item lagi. Ngaku cinta Nabi SAW, tp Ahlul Bait Nabi SAW Lu musuhin. Sayyidina Husein RA cucu dan SHAHABAT NABI SAW Lu salahin. Yazid La’natullaah ‘alaih yg bantai Ahlul Bait Lu puji-puji. Dasar NAWASHIB Lu !!

15. Hei Wahabi ! Semua jejak peninggalan Nabi SAW Lu hancurin dg dalih agar tdk dikeramatkan. Enggak sekalian Lu hancurin Mekkah dan Madinah berikut KUBUR NABI nya ???!!!

16. Hei Wahabi ! Lu bilang istilah TASHAWWUF itu bid’ah, krn tdk ada dlm Al-Qur’an dan As-Sunnah. Tp istilah AQIDAH Lu getol pake, padahal Bid’ah juga, krn tdk ada dlm Al-Qur’an dan As-Sunnah. Ooi…malu dong !!!

17. Hei Wahabi ! Guru imam Syafi’i yg bernama Ibrahim b Abi Yahya seorang MU’TAZILAH, tp dipercaya dan dihormati oleh imam Syafi’i. Dan Guru Imam Ahmad yg bernama Abdul Majid b Abdul Aziz b Abi Ruwwad seorang MURJI-AH, tp dipercaya dan riwayatnya diterima oleh Imam Ahmad. Selain itu, Perawi Bukhari dan Muslim banyak yg TASYAYYU’, tp riwayatnya diterima oleh para Ahli Hadits. Lihat dong, SALAF tdk sembarangan KAFIRKAN orang. Eh….ente, sok lebih pinter dari SALAF, seenaknya KAFIRKAN Mu’tazilah, Murji-ah dan Tasyayyu’ ???!!!

18. Hei Wahabi ! Orang cinta Ahlul Bait Nabi SAW ente tuduh SYIAH, langsung ente KAFIRKAN. Lalu kenapa yg benci Ahlul Bait Nabi SAW tdk ente sebut NAWASHIB dan ente KAFIRKAN juga dong ???!!!

19. Hei Wahabi ! Ente bilang merendahkan SHAHABAT Nabi SAW yg mana pun adl KEKAFIRAN. Lalu bgmn dg IBNU TAIMIYYAH yg dlm kitabnya MINHAJUS SUNNAH yg telah merendahkan ALI RA dkk dari Muhajirin dan Anshor dg tuduhan cari dunia. Kok Ente enggak KAFIRKAN Ibnu TAIMIYYAH ???!!! Adil dong Muke Gile !!!

20. Hei Wahabi ! Ente minta diperlakukan dg ADIL, tp Ente sendiri TIDAK ADIL ???!!! Ente KAFIRKAN ASY’ARI, JAMA’AH TABLIGH, IKHWANUL MUSLIMIN, HIZBUT TAHRIR dan muslimin lainnya. Lalu Habib Rizieq ente fitnah SYI’AH, dan Ust.Abu Bakar Ba’asyir ente fitnah KHAWARIJ, serta Ust.Abu Jibril ente fitnah TERORIS. Ente bajingan penjahat Aqidah dan TUKANG FITNAH !!!

21. Hei Wahabi ! Ente ngakunya ANTI BID’AH, nyatanya Ente BIKIN BID’AH juga. TAUHID itu satu, tp Ente bagi TIGA. Allah SWT Maha Suci tdk ada yg SEPERTINYA, tp Ente serupakan Allah SWT dg MAKHLUQ.. Itu artinya Ente nyuci TAI dg AIR KENCING. Dasar Wahabi NAJIS !!!

22. Hei Wahabi ! Taubatlah kepada Allah SWT dari TIGA KEKAFIRAN : 1. Dari AQIDAH TAJSIM dan TASYBIH yg menyerupakan Allah SWT dg MAKHLUQ . 2. Dari AQIDAH TABDI’ dan TAKFIR yg suka BID’AHKAN dan KAFIRKAN kaum muslimin. 3. Dari AQIDAH NAWASHIB yg membenci AHLUL BAIT NABI SAW. Taubat sebelum sekarat !!!

23. Hei Wahabi ! Musuh Islam banyak, ada Zionisme Yahudi dan Misionaris Salibis. Kenape Ente serang umat Islam ??? Ente kurang kerjaan !!!

24. Hei Wahabi ! Di Yaman, Ente diserang dan dibunuh oleh SYIAH ZAIDIYYAH krn bacot Ente yg suka KAFIRKAN orang lain. Di Indonesia, kalau BACOT ente enggak dijaga, tinggal tunggu waktunye Ente di penggal dan dihabisi !!! Dasar Pemecah Belah Umat !!!

25. Hei Wahabi ! BOS Ente Saudi jadi BUDAK AS dan ISRAEL. Kenape Ente enggak KAFIRKAN ??? Ente takut enggak dapat setoran lagi ye ???!!! Dasar HAMBA FULUS !! !

26. Hei Wahabi ! Lu caci-maki Habib Rizieq yg se Indonesia tahu perjuangannye. Guru Lu si YAZID JAWAS dulu diusir orang kampung dari BOGOR gara-gara BEDUK !!! Malu-maluin Wahabi aje !!! Ooi…Urat Malu Lu udah putus yee ???!!!

27. Hei Wahabi ! Ikhwan SALAFI aje enggak suka sama Ente ! Apalagi Ikhwan SALAFIYAH !!! Kite semua udah ngebelenek sama Ente, tinggal dimuntahin aje. Emang Ente mesti segera dibasmi ! Ente ngotor-ngotorin Islam aje !!!

28. Hei Wahabi ! Kerja Lu ape ??? Ahmadiyah Lu biarin. Ma’siat Lu Tonton. Kezaliman penguasa Lu banggain. Khianat Saudi thd Palestina Lu dukung. Orang ARAB SAUDI pada Zina di Puncak Lu diam. Eh….Habib Rizieq yg sdg berjuang mati-matian lawan itu semua Lu musuhin. Dasar BIANG BID’AH !!

29. Hei Wahabi ! Ente ngaku-ngaku udah bantuin FPI agar tdk dibubarkan. Ente BOHONG BESAR !!! Dimane-mane Ente jelek-jelekin FPI !!! Jangan kate bantuin FPI, Ente tengok aje enggak pernah !!! Dasar tidak punya malu !! !

30. Hei Wahabi ! Lu ngaku ikut IMAM AHMAD, padahal enggak ! Lu ngaku ikut IBNU TAIMIYAH, padahal enggak ! Lu ngaku ikut SYEIKH MUHAMMAD B ABDUL WAHHAB, padahal enggak ! Mereka ULAMA BESAR yg tdk KAFIRKAN umat Islam, tp Lu KAFIRKAN semua umat Islam ! Lu ikut IBLIS !!!

31. Hei Wahabi ! Kitab-Kitab Klasik yg Ente cetak, Ente ubah seenaknye. Pasal-Pasal yg Ente enggak suka, Ente hapus semuanye. Dasar penipu ! Tukang Ngibul !! Pengkhianat !!!

32. Hei Wahabi ! Dalam kitab Ente AD-DURAR AS-SANIYYAH jilid 1 hal 228 diperintahkan utk memusnahkan / menghilangkan sebagian isi Kitab-Kitab karya Ulama jika TIDAK SESUAI dg AQIDAH WAHABI. Madzhab apa ini yg memerintahkan PENIPUAN ???!!!

33. Hei Wahabi ! Kitab Riyadhus Sholihin karya Imam Nawawi rhm memuat judul DOA PASAL ZIARAH KUBUR NABI SAW, Ente ubah jadi PASAL ZIARAH MASJID NABI SAW, krn WAHABI Anti Ziarah Kubur. Ente Bajingan Tukang Tipu !!!

34. Hei Wahabi ! Perkataan Imam As-Subki yg dinukilkan Imam Abul ‘Izz dalam Syarh Aqidah Thohawiyah dari kitab Mu’id An-Ni’am hal 62 Ente ubah habis-habisan ! Yg semula disebut ASY’ARI sbg isi Aqidah Thohawiyah dihilangkan sama sekali. Yg semula disebut sebagian HANBALI ikut TAJSIM dihilangkan juga. Dasar Bajingan Tengik ! Pengkhianat !!

35. Hei Wahabi ! Kitab Aqidah As-Salaf Ashhabul Hadits karya Syeikh Islam Abu Utsman Ismail Ash-Shobuni hal 6 aslinya tertulis ZIARAH KUBUR NABI SAW tp Ente ubah jadi ZIARAH MASJID NABI SAW. Dimane amanat ilmiahnye ??? Ente enggak amanat !!!

36. Hei Wahabi ! Kitab Hasyiyah Ash-Showi ‘ala Tafsir Al-Jalalain karya Syeikh Ahmad b Muhammad Ash-Showi Al-Maliki hal 78 aslinya tertulis bhw WAHABI adl JELMAAN KHAWARIJ yg telah merusak penafsiran Al-Qur’an dan As-Sunnah dan suka membunuh kaum muslimin, tp Ente hapus semuanye. Kenape ?! Rahasia Ente dibongkar, jadi Ente hapus !! Dasar Syetan Penipu !!

37. Hei Wahabi ! Kitab Tafsir Al-Kasysyaf karya Imam Az-Zamakhsyari dlm tafsir Surat Al-Qiyaamah ayat 22-23, penafsiran si pengarang yg Mu’tazilah diubah habis jadi penafsiran WAHABI. Dasar Maliiiing……Ente nyolong dan obok-obok karya orang lain !!!

38. Hei Wahabi ! Kitab Al-Ibanah karya Imam Abul Hasan Al-Asy’ari rhm yg terang-terangan menolak TAJSIM dan TASYBIH, Ente ubah habis-habisan jadi mendukung TAJSIM dan TASYBIH. Ente manipulasi kitab ! Ente korupsi pernyataan Ulama ! Dasar Koruptor Dalil !!!

39. Hei Wahabi ! Kitab Al-Fawaid Al-Muntakhobat karya Ibnu Jami Aziz-Zubairi di hal 207 menyatakan bhw Syeikh Muhammad b Abdul Wahhab adl THOGHUT BESAR, tp Ente hapus sama sekali. Kenape ? Malu Yee !!!

40. Hei Wahabi ! Semua cetakan kitab Diwan Imam Asy-Syafi’ di hal 47 ada bait berbunyi FAQIIHAN WA SHUUFIYYAN FAKUN LAISA WAAHIDAN artinya Jadilah Ahli Fiqih dan Shufi sekaligus, jgn hanya salah satunya. Tapi dlm cetakan WAHABI, termasuk versi elektronik (e-book) dg alamat http://www.almeshkat.net, bait tsb dibuang krn Wahabi MUSUH SHUFI. He…he…hee, lucu ! Wahabi lucu !! Katanye Wahabi jujur ???!!!

41. Hei Wahabi ! Kitab Shahih Bukhari Ente palsukan juga !! Imam Ibnu Hajar Al-Asqolani dlm Fathul Bari menjelaskan adanya Pasal Al-Ma’rifah dan Bab Al-Mazholim dlm Shahih Bukhari, tapi dlm Shahih Bukhari cetakan Wahabi saat ini Pasal dan Bab itu hilang !!! Ente kemanakan hei Wahabi ???!!!

42. Hei Wahabi ! Kitab Shahih Muslim Ente palsukan juga !! Gilee Lu !!! Hadits Fadhoil Maryam, Asiyah, Khadijah dan Fathimah Ente hapus dari Shahih Muslim yg Ente cetak, padahal Mustadrak Al-Hakim mencatat itu. Lucunya, Shahih Muslim cetakan Masykul jilid 7 hal 133 ada Bab Fadhoil Khadijah tapi isinya ttg Fadhoil Maryam, Asiyah dan Aisyah. Nekat betul Ente PALSUKAN Shahih Muslim, krn BENCI Khadijah dan Fathimah !!! Ente Dajjal Ma’jujeeeee….!!!

43. Hei Wahabi ! Ente ngaku cinta Imam Ahmad, tp Kitab Musnad Imam Ahmad Ente PERKOSA juga ! Dlm Musnad Imam Ahmad aslinya ada Hadits ttg Rasulullah SAW mempersaudarakan Muhajirin dan Anshor serta mempersaudarakan dirinya dg Ali RA. Tapi kini oleh Wahabi, Hadits tsb dibuang ke TONG SAMPAH, tdk ada dlm Musnad cetakan mereka. Wahabi Maliiiing…..Wahabi Rampooook…..Wahabi Begaaaal !!!

44. Hei Wahabi ! Kitab Ash-Showa’iq Al-Muhriqoh karya Ibnu Hajar Al-Haitami tdk luput dari kejahatan Ente ! Sejumlah Hadits ttg Ali RA dan Ahlul Bait Nabi SAW, Ente palsukan dg dihapus sebagian dan diubah. Dasar Pembenci Ahlul Bait Nabi SAW !! Ngaku cinta Nabi SAW, tp keluarga Nabi Lu musuhin !!! Cinta Lu PALSU !!!

45. Hei Wahabi ! Dalam kitab Hasyiah Ibnu ‘Abidin yg bermadzhab Hanafi ada PASAL KHUSUS ttg Wali, Abdal dan orang2 Sholeh serta Karomah. Tp kini oleh Wahabi satu pasal full DIMUSNAHKAN. Wahabi curaaaaang…..Wahabi jalaaaaaang !!!

46. Hei Wahabi ! Ucapan Syeikh As-Sakhawi ttg Imam Al-A’la Al-Bukhari yg menyatakan bhw Sang Imam SANGAT TAKUT dekat dg Penguasa, Ente ubah jadi SANGAT DEKAT dg Penguasa. Apa-apaan nih ??? Wahabi FATTAAAN ….TUKANG FITNAH yg berbahaya !!!

47. Hei Wahabi ! Kitab Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyah jilid ke-10 ttg ILMU SULUK dan TASHAWWUF pernah cukup lama tidak diterbitkan oleh Wahabi. Baru setelah diprotes banyak pihak, akhirnye Ente
sisipin lagi jilid tsb.
Gile Luu….Imam Lu sendiri Lu Kangkangin !! Wahabi kurang ajar !!! Wahabi tidak punya adab !!!

48. Hei Wahabi ! Kitab Nihayatul Qoul Al-Mufid karya Syeikh Muhammad Makki Nashr Al-Juraisi yg menulis bhw dirinya Madzhab Syafi’i dg THORIQOH SYADZALI, tp Ente buang Thoriqohnya. Kenape ?! Benci Thoriqoh nih ?! Benci sih benci, tapi ADIL dong !!!

49. Hei Wahabi ! Dalam kitab Al-Mughni karya Imam Ibnu Qudamah Al-Hanbali ada BAB ISTIGHOTSAH, tapi dlm cetakan ulang Wahabi dibuang sama sekali. Wah…wah….wah…Imam sendiri Lu BERAKIN !!! Dasar KADAL GURUN !!!

50. Hei Wahabi ! Kitab Tarikh Al-Ya’qubi jilid 2 hal 37 aslinya menyebut “Nash” buat Ali RA di “Ghadir Khum”, tp dlm cetakan Wahabi kata “Nash” dan “Ghadir Khum” dilenyapkan. Kenape ? Ente takut dijadikan dalil oleh kalangan Syiah ?? Hei BAHLUL, Sunni Sejati hadapi Syiah dg ILMU, bukan dg KEBOHONGAN !! Dasar SUNNI GADUNGAN !!!

51. Hei Wahabi ! As-Syeikh Al-Muhaddits Ahmad b Muhammad b Shiddiq Al-Ghumari dlm kitabnya “Al-Burhan Al-Jaliy” mencatat PEMALSUAN WAHABI thd Kitab Ahwal Al-Qubur karya Ibnu Rajab Al-Hanbali dan Kitab Tafsir Al-Bahr Al-Muhith karya Abu Hayyan, serta sebuah kitab lainnya yg berjudul “Iqtidho Ash-Shiroth Al-Mustaqim”. Edan Lu ! Berape kitab lagi yg Lu mau obok-obok ?!

52. Hei Wahabi ! Lu Edan ! Lu Gila ! Kitab-Kitab Ulama Besar Lu berani PALSUIN !! Lu pikir enggak bakal ketahuan !!! Sekarang terbukti Lu PALSUIN kitab-kitab : Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Jami’ Tirmidzi, Musnad Imam Ahmad, Tasir Al-Bahr Al-Muhith, Al-Ibanah, Thabaqot Ibnu Sa’ad, Tarikh Thabari, Al-Aghani, dll. Ternyata Wahabi PEMALSU HADITS DAN KITAB !!!

53. Hei Wahabi ! Pendiri Wahabi dlm kitab Muallafaat Muhammad b Abdul Wahhab hal 186-187 menyatakan bhw hanya dia yg paham makna “Laa ilaaha illallaah”, SEMUA ULAMA dari zaman Nabi SAW s/d zamannya adl SESAT krn tdk tahu makna “Laa ilaaha illallaah”. Weis sombongnya !! Takabbur spt IBLIS !!!

54. Hei Wahabi ! Putra Pendiri Wahabi Syeikh Abdullah b Muhammad b Abdul Wahhab dlm kitab Ad-Durar As-Saniyyah fi Al-Ajwibah An-Najdiyyah jilid 1 hal 224 menyatakan bhw orang yg BERTAWASSUL adl MUSYRIK dan HALAL dibunuh dan dijarah. Wah…Gawat, padahal TAWASSUL dan TABARRUK adl masalah FURU’ AQIDAH yg diperselisihkan Ulama Ahlus Sunnah. Kok mudah betul MENGKAFIRKAN dan menghalalkan pembunuhan dan penjarahan ??!! Wahabi Pembunuh….Wahabi Penjarah !!

55. Hei Wahabi ! Syeikh Ibn Baz dlm kitab Fatawa fil Aqidah hal 13 menyatakan bhw ISTIGHOTSAH dan TAWASSUL dg para Nabi dan Auliya adalah MUSYRIK KAFIR. Ha…Haa…Haaa…ternyata Para Syeikh Wahabi SETALI TIGA UANG. Semuanye sama : TUKANG KAFIRIN MUSLIM !!!
56. Hei Wahabi ! Syeikh Abu Bakar AL-Jazairi dlm kitab Aqidatul Mu’min hal 144 menyatakan bhw TAWASSUL adl SYIRIK dan pelakunya KEKAL DI NERAKA. Nah, nih satu lagi Syeikh Wahabi yg pegang KUNCI PINTU NERAKA !! iiiih……sereeeeeemmm !!!

57. Hei Wahabi ! Syeikh Muhammad b Soleh Utsaimin dlm kitab Liqo Al-Bab Al-Maftuh hal 42 menyatakan bhw Imam Nawawi rhm dan Imam Ibnu Hajar Al-Asqolani rhm BUKAN Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Nah Lu, satu lagi Syeikh Wahabi SOK ASWAJA sendirian. Padahal ilmu dan jasa SI WAHABI ini thd Islam dan umatnya tdk seujung kuku Nawawi dan Ibnu Hajar. Dasar sombong ! Sok pinter Lu !! Sok suci Lu !!!

58. Hei Wahabi ! Syeikh Al-Qonuji dlm kitab Ad-Din Al-Kholish jilid 1 hal 140 mengikuti jejak Cucu Pendiri Wahabi Abdurrahman b Hasan b Muhammad b Abdul Wahhab dlm kitab Fathul Majid Syarh Kitab At-Tauhid hal 217, sama-sama menyatakan bhw TAQLID kpd Madzhab adl bagian dari SYIRIK. Wahabi mulutnya BAU, krn selalu keluar kata SYIRIK buat umat Islam sendiri. Bau Kentut Mulut Lu ! Bau Tai Bacot Lu ! ! Bau Bangke Cecongoran Lu !!!

59. Hei Wahabi ! Syeikh Nashiruddin Al-Albani dlm kitab Silsilah Al-Ahadits Ash-Shohihah jus 6 hal 676 menyatakan bhw MUSUH SUNNAH adl orang yg bermadzhab dan Asy’ariyyah serta Para Shufi dan lainnya. Nih catat satu lagi Syeikh Wahabi yg KAFIRKAN Asy’ari dan semua orang bermadzhab termasuk para ULAMA BESAR SEMUA MADZHAB. Jadi, cuma Wahabi yg Islam, sdg yg lain kafir semuanya ???!!! Dasar Kutu Onta !!!

60. Hei Wahabi ! Cucu pendiri Wahabi Syeikh Abdurrahman b Hasan b Muhammad b Abdul Wahhab dlm dua kitabnya : Qurrah ‘uyun Al-Muwahhidiin hal 47 dan Fathul Majid hal 191-192 tegas MENGGENERALISIR PENGKAFIRAN thd Muslimin di Mesir, Yaman, Iraq, Oman, Syam dan Hijaz. Ha…ha…haaaa… Apa yang Muslim cuma orang NEJED doang ??? Dasar WAHABI BAHLUL !!!

61. Hei Wahabi ! Pemerintah SAUDI mendoktrin anak-anak sekolah di Saudi via buku pelajaran sekolah SLTA terbitan Kementerian Pendidikan dlm buku pelajaran AT-TAUHID kelas 1 SLTA hal 67 bhw MUSYRIKUN adl Salafnya Jahmiyyah, Mu’tazilah dan ASY’ARIYYAH. Nih, kenalilah SAUDI sbg BANDOT WAHABI !!!

62. Hei Wahabi ! Ada kabar LUCU : Abdulkarim b Soleh Al-Wahabi dlm kitabnya Hidayatul Hairan fi Mas-alatid Dauran MENOLAK Bumi Berputar, krn Allah SWT menurut Wahabi turun dg DZATNYA ke Bumi setiap sepertiga malam terakhir, shg jika Bumi Berputar maka Allah SWT tdk naik-naik ke ‘Arsy. Makanya belajar dg ASWAJA yg meyakini bhw yg turun adl RAHMAT Allah SWT bukan DZAT Allah SWT. Maha Suci Allah SWT dari tuduhan keji Wahabi ! Emang Wahabi itu Bodoh, Bego, Tolol, Goblok, Pandir, Idiot, Bahluuuuuul !!!

63. Hei Wahabi ! Ente bilang Allah SWT punya tangan dan kaki serta wajah, lalu duduk di atas Singgasana dan turun naik antara Langit dan Bumi. Itu artinya Wahabi MUJASSIM yg menjasmanikan Allah SWT, dan MUSYABBIH yg menyerupakan Allah SWT dg makhluq. Imam Ahmad rhm berkata : “Barangsiapa yg berkata bhw Allah adl JISIM tdk spt JISIM-JISIM maka ia telah KAFIR.” Ooii…. Ternyata Wahabi itu KAFIR dlm pandangan Imam Ahmad ! Kaciaan deh Luuu…!!

64. Hei Wahabi ! Masih soal BUMI BERPUTAR : Syeikh Ibn Baz dlm kitab Al-Adillah An-Naqliyyah wal Hissiyyah ‘ala Jiryan Asy-Syams wa Sukun Al-Ardh hal 17, 23 dan 72, serta kitab Fatawa Ibn Baz jilid 9 hal 160 yg dimuat dlm Fatwa Kerajaan Saudi No.1 / 2925 tertgl 22/7/1397 H menyatakan bhw pendapat bumi berputar adl pendapat yg sangat keji dan munkar, serta yg berpendapat tsb adl telah KAFIR dan SESAT, shg WAJIB dituntut bertaubat, jika tdk mau Taubat maka harus DIHUKUM MATI sbg KAFIR MURTAD dan hartanya disita buat Kas Negara. Wow….WAHABI SADIS !!! Lu lihat tuh….Begonya Wahabi !!!

65. Hei Wahabi ! Masih soal BUMI BERPUTAR : Syeikh Ibnu Sholeh Al-’Utsaimin menyarankan via Majmu Fatawa wa Rasail Fadhilah Asy-Syeikh Muhammad Ibnu Sholeh Al-’Utsaimin jilid 3 Fatwa No. 428 hal 153, agar soal BUMI BERPUTAR jgn diajarkan di sekolah-sekolah. Kompakkan KUPERNYA WAHABI ?! Wahabi MADZHAB PRIMITIF !!

66. Hei Wahabi ! Masih soal BUMI BERPUTAR : Ulama sepakat bhw SALAF itu adl RASULULLAH SAW dan SHAHABAT serta TABI’IIN dan TABI’IT TABI’IN. Tp Syeikh Ibnu Baz dlm kitab Al-Adillah An-Naqliyyah wal Hissiyyah menyatakan bhw telah jadi IJMA’ SALAF spt IBNU TAIMIYYAH, IBNU KATSIR dan IBNUL QOYYIM bhw BUMI TIDAK BERPUTAR. Aneh, mereka BUKAN SALAF, kok disebut SALAF ?! Dan SALAF tdk ada yg bicara soal BUMI BERPUTAR atau TIDAK BERPUTAR, kok disebut sdh IJMA’ ?! Wahabi memang Tukang Tipu !! Sangat menjijikkan !!!

67. Hei Wahabi ! Dlm kitab Thabaqat Hanabilah karya Ibnu Abi Ya’la jilid 2 hal 39 ada sebuah Hadits Buatan Wahabi menyatakan bhw Allah SWT berupa seorang pemuda berambut ikal bergelombang mengenakan pakaian merah. Apa ini Bukan TAJSIM Dan TASYBIH ??? !!! Ini AQIDAH SESAT MENYESATKAN !!! Ternyata Wahabi BIANG BID’AH !!!

68. Hei Wahabi ! Dlm kitab At-Tauhid wa Itsbat Shifat Ar-Rabb karya Ibnu Khuzaimah saat belum TAUBAT dan masih MUJASSIM, di hal 198 menyatakan bhw Rasulullah SAW melihat Allah SWT sdh DUDUK di TAMAN HIJAU di atas KURSI EMAS di bawahnya PERMADANI EMAS yg dipikul oleh EMPAT MALAIKAT yg berupa SEORANG LELAKI, dan BANTENG, dan BURUNG ELANG, serta SINGA. Nah, dg karya spt ini Ibnu Khuzaimah dipuji oleh Ibnu TAIMIYYAH dlm Majmu’ Fatawa jilid 3 hal 192, sbg “Imamnya para Imam”. Jadi jelas sudah bhw AQIDAH WAHABI : NGAWUR dan KEBLINGER…..!!!

69. Hei Wahabi ! Dlm kitab Thabaqat Hanabilah karya Ibnu Abi Ya’la jilid 2 hal 39 dan kitab At-Tauhid wa Itsbat Shifat Ar-Rabb karya Ibnu Khuzaimah hal 198, merangkumkan AQIDAH WAHABI bhw Allah SWT berupa SEORANG PEMUDA BERAMBUT IKAL BERGELOMBANG dg PAKAIAN MERAH yg sdg DUDUK di TAMAN HIJAU di atas KURSI EMAS di bawahnya PERMADANI EMAS yg dipikul oleh EMPAT MALAIKAT yg berupa SEORANG LELAKI, dan BANTENG, dan BURUNG ELANG, serta SINGA. Ternyata ada sebuah LUKISAN NASHRANI yg menggambarkan YESUS sbg TUHAN dg ciri sama persis dg AQIDAH WAHABI tsb. Nah Lu, kok bisa SAMA gambaran TUHAN NASHRANI dg TUHAN WAHABI ???!!! Jangan-jangan SATU SUMBER nih ???!!!

70. Hei Wahabi ! Ente HARAMKAN sebut Rasulullah SAW dg SAYYIDINA, krn dianggap berlebihan. Tp Ente sebut IBNU TAIMIYYAH dan IBNU ABDUL WAHHAB dg SEGUDANG GELAR : Syeikhul Islam, Al-’Alim Ar-Rabbani, Auhadul Ulama, Awra’uz Zuhhad, Sayyidul Ulama, Khotimul Mujtahidin, Imamul Aimmah, dsb. Ape tuh gelar semuanye tdk berlebihan ??? Hei Wahabi, Adil Dong !!!

71. Hei Wahabi ! Kitab Ihya ‘Ulumid Din karya Imam Al-Ghazali rhm Ente cerca dan hina dg dalih isinya ada Hadits Palsu dan Lemah. Tp kitab Ar-Radd ‘ala Al-Jahmiyyah karya Ad-Darimi Al-Mujassim Ente puji setinggi langit, padahal isinya banyak Hadits Palsu dan Lemah. Dasar Curang… Culas…!! Wahabi CACING PASIR !!!

72. Hei Wahabi ! Katanye Ente ANTI KHUROFAT ?! Nih lihat halaman berikut dlm kitab MANAQIB AHMAD karya Ibnul Jauzi ttg DERAJAT Imam Ahmad Ibnu Hanbal : (188) Khidir AS dan Musa AS memuji Imam Ahmad. (189) Kubur Imam Ahmad menjaga Baghdad dari segala Bala’. (197) Melihat Ahmad lebih baik drpd ibadah setahun. (370) Pena Ahmad memberkahi pohon kurma yg tdk berbuah jadi berbuah. (513) Jin mengabarkan kematian Imam Ahmad sebelum wafatnya 40 hari. (549) Imam Ahmad menghardik Munkar Nakir krn tdk pantas menanyakannya “Man Robbuka?”, shg Munkar Nakir mina maaf. (550) Allah SWT tiap tahun ziarah ke Kubur Imam Ahmad. Bgmn nih ?? Khurofat bukan ?? !! Ternyata KHUROFAT WAHABI lebih gile !!!

73.Hei Wahabi ! Katanye Ente ANTI KHUROFAT ?! Nih lihat halaman berikut dlm kitab MANAQIB AHMAD karya Ibnul Jauzi ttg DERAJAT Imam Ahmad Ibnu Hanbal : (188) Khidir AS dan Musa AS memuji Imam Ahmad. (189) Kubur Imam Ahmad menjaga Baghdad dari segala Bala’. (197) Melihat Ahmad lebih baik drpd ibadah setahun. (370) Pena Ahmad memberkahi pohon kurma yg tdk berbuah jadi berbuah. (513) Jin mengabarkan kematian Imam Ahmad sebelum wafatnya 40 hari. (549) Imam Ahmad menghardik Munkar Nakir krn tdk pantas menanyakannya “Man Robbuka?”, shg Munkar Nakir mina maaf. (550) Allah SWT tiap tahun ziarah ke Kubur Imam Ahmad. Bgmn nih ?? Khurofat bukan ?? !! Ternyata KHUROFAT WAHABI lebih gile !!!

74. Hei Wahabi ! Masih soal KHUROFAT WAHABI. Dlm kitab MANAQIB AHMAD karya Ibnul Jauzi hal : (555) Imam Ahmad melihat dlm mimpi dirinya membai’at Allah SWT. (557) Lalu Allah SWT membanggakan Imam Ahmad depan para Malaikatnya. (562) Lalu Imam Ahmad menziarahi Allah SWT dan disediakan aneka hidangan. (563) Lalu Allah SWT berfirman bhw siapa yg tdk ikut Imam Ahmad maka diazab. (563) Allah SWT memerintahkan penduduk Langit dan para Syuhada menghadiri pengurusan jenazah Imam Ahmad. (564) Semua penduduk Langit dari pertama s/d ketujuh sibuk menyambut kedatangan Imam Ahmad. (567) Imam Ahmad sdh masuk surga dan sering ziarah kpd Allah SWT. (580) Barangsiapa sempit rizqinya lalu ziarah kubur Imam Ahmad di hari Rabu maka rizqinya diluaskan Allah SWT. (580) Allah SWT melihat ke kubur Imam Ahmad 70 ribu kali, shg siapa yg menziarahinya diampuni. (584) Barangsiapa dikuburkan di pemakaman Imam Ahmad maka diampuni dg berkahnya Imam Ahmad. Nah, nih KHUROFAT atau bukan ??? Kenape aneka KHUROFAT ini tdk Ente umumkan kpd umat Islam agar TIDAK TERSESAT !!!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar