Sabtu, 08 September 2012

Ketua Mahkamah Konstitusi RI Mahfud MD...>>...“Sebenarnya kita adalah orang yang baik, dengan adanya idul fitri kita kembali ke kebaikan,” ..>>...Memberikan Ceramah di Kompas Gramedia....???!!!>>>...Ketua Mahkamah Konstitusi Moh. Mahfud MD memberikan ceramah (tausiyah) dihadapan ratusan karyawan Kompas Gramedia, dalam sebuah acara halal bi halal yang diselenggarakan oleh Kompas Gramedia, Kamis (6/9), di Halaman Utama Kompas TV, Jakarta. Presiden Kompas Gramedia Jacob Oetama, beserta para pimpinan sejumlah media masa yang berada dalam naungan Kompas Gramedia juga hadir dalam acara tersebut......>>>...Mahfud mengawali dengan menjelaskan terkait idul fitri. Menurutnya, keberadaan hari raya idul fitri dimaksudkan supaya setiap orang islam yang ada di dunia ini bisa menjadi fitri (suci) kembali. Sehingga dengan kesucian tersebut, manusia bisa melangkah lebih baik dengan kesuciannya, dan tidak melangkah dengan segala noda yang melekat pada dirinya. Dalam hal ini, Mahfud memperkuat penjelasannya dengan menyitir ayat dari Al-Quran yaitu Tuhan menciptkan manusia dari gumpalan tanah, dan akhirnya akan kembali ke tanah. Kemudian, pada ayat beikutnya, kata dia, setelah tanah terbentuk tubuh, Tuhan meniupkan ruh pada tanah tersebut. “Setelah Tuhan meniupkan ruh pada tanah tersebut, maka menjadi mulialah manusia ini, kemudian seluruh mahluk hidup tunduk kecuali iblis,” tutur Mahfud MD....>>....Mahfud mengatakan lagi, dalam tubuh manusia juga ada 2 (dua) unsur, yaitu tanah dan ruh. Unsur tanah melambangkan nafsu, yang selalu mengajak setiap orang untuk melakukan perbuatan jelek. Kalau anda menusia pasti suatu saat akan melakukan perbuatan jelek. kalau anda tidak pernah melakukan perbuatan jelek, maka anda bukan manusia, tetapi malaikat. Sebaliknya, unsur ruh melambangkan kebaikan. Setiap orang seberapapun jeleknya pasti mempunyai sifat yang baik atau ingin berbuat baik, disebabkan ada unsur ruh yang didapatkan dari Allah SWT. “Kalau tidak ingin berbuat jelek berarti bukan manusia tetapi malaikat, namun kalau tidak ingin berbuat baik pasti setan. Jadi manusia itu ada unsur berbuat baik, ada unsur berbuat jelek,” urai Guru Besar Universitas Islam Indonesia ini....>>...Kini Mahfud pun heran, kenapa ada konflik Syiah dan Sunni di Madura. Saking rukunnya, warga Sunni pun saat bersalawat juga menyebut ahlul bayt (keluarga Nabi Muhammad SAW) yang selama ini dipercaya oleh Syiah sebagai penerus kekhalifahan. "Saya orang Madura, sejak bayi hingga umur 16 tahun saya hidup dan besar di Madura. Dari dulu tidak ada konflik Sunni dan Syiah. Itu baru muncul 2010. Di Madura tidak pernah dipermasalahkan aliran-aliran itu. Semuanya hidup berdampingan secara damai. Di Madura juga ada gereja, kelenteng. Dari dulu orang Madura berbeda-beda agama dan aliran, tapi tidak ada apa-apa," ujar Mahfud MD saat memberi ceramah dalam acara Halal Bihalal Karyawan Kompas Gramedia di Halaman Gedung Oranye Kompas Gramedia, Jakarta, Kamis (6/9/2012)....>>>...Seperti diketahui, kaum Sunni mengakui bahwa khulafur rasyidin atau empat khalifah yakni Abu Bakar, Umar Bin Khatab, Ustman Bin Affan dan Ali Bin Abi Thalib. Sedangkang kaum Syiah hanya mengakui Ali Bin Abi Thalib sebagai khalifah. Kaum Syiah menganggap, penerus sah kepemimpinan Muhammad SAW adalah Ali dan lalu diteruskan imam yang suci dari kalangan Ahlul Bayt (keluarga Nabi Muhammad SAW). (*)...>>....Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Dien Syamsudin tak sepakat jika penganut syiah di Sampang, Madura dikatakan sebagai aliran sesat. Sebab, belakangan ini banyak tokoh ulama yang mengeluarkan fatwa bagi kelompoknya sendiri bahwa syiah sesat.....>>> Syiah dan Sunny adalah mazhab shahih...dan diakui secara legitimate... dalam Konfrensi... Mazhab Islam Sedunia..yang diselenggarakan di Jordania.... Wakil dar Republik Indonesia juga ada ada..yang dipimpin oleh KH Muzadi...>>> TIDAK BENAR SYIAH SESAT....DAN SEJAK ZAMAN DAHULU SYIAH ITU ADA... BAHKAN YANG NGAKU2 SUNNY ITU ADALAH KONON TERKESAN BELAKANGAN SAJA...SETELAH ADA PERISTIWA PEREBUTAN KEKUASAAN OLEH MUAWIYAH DENGAN CARA2 YANG KONON TIDAK TERPUJI... YAKNI MENIPU KELOMPOK ALI DI DALAM PERUNDINGAN...YANG MEMANG DISIAPKAN UNTUK CULAS... [anehnya... kelompok yang culas ini.. konon banyak pendukungnya..sehingga Ali tersingkir..?? apa benar seperti itu...??? dan konon Muawiyah ini sangat dibela-bela oleh yang mengaku Sunny..?? bahkan sebagian sangat mengagungkannya..??? Entahlah kebanyakan awam gak ngerti..???]>>> SUNNY DAN SYIAH ITU HANYA PERSEPSI SEGELINTIR ALIRAN DI SUNNY YANG TERPROVOKASI.. SEJAK KEKALAHAN SYAH REZA PAHLEVI OLEH KHOMAINI..DI IRAN...>>> NAH SEJARAH KONTRA2AN.. MULAI DIHEMBUS-HEMBUSKAN..DAN TIMBUL BEBERAPA PERGOLAKAN..YANG TERUTAMA TERKESAN ANTI KHOMAINI KARENA TIDAK TUNDUK KEPADA AS.DKK...YANG TERKESAM MEMBELA SYAH REZA ....>>> KONON TEMAN2 SYAH REZA DI ARAB SAUDI ITU DAN MUNGKIN JUGA DAERAH TELUK..ITU IKUT SOLIDER SAJA...>>> MAKA KESEMPATAN PERSETERUAN INI... DIBESAR-BESARKAN DAN TERJADILAH APA YANG DISEBUT PERANG IRAQ-IRAN SELAMA 8 TAHUN...DIMANA IRAQ SECARA SEPIHAK MEMBATALKAN PERJANJIAN DAMAI YANG DAHULU DISEPAKATI DENGAN SYAH REZA...>>> KEKUATAN IRAQ YANG DIDUKUNG KUAT BAIK SENJATA-DANA-DAN DUKUNGAN POLITIK OLEH AS-RUSIA-ARAB SAUDI DAN NEGARA2 TELUK... MENYERANG IARN YANG SEDANG BEREVOLUSI MELAWAN PASUKAN SYAH REZA DAN PARA PENDUKUNGNYA DIDALAM NEGERI IRAN SENDIRI...>>> NAH DALAM KEADAAN LEMAH ITULAH IRAN DIOBRAK ABRIK OLEH IRAQ YANG LAGI JAYA...>>> TAPI TERNYATA IRAN BERTAHAN DAN BISA MENANG..SETELAH 8 TAHUN BERPERANG DENGAN IRAQ..>> NAH SEJAK ITU ISSUE SUNNY SYIAH TERUS DI-PROVOKASI..DAN POLITIK ADU DOMBA UMAT ISLAM DEGELAR SECARA SITIMATIS..DAN INTENSIF...>> AKHIR2 INI.. ISSUE TERORIS..MELALUI ALQAEDA..DAN KASUS 911WTC...YANG MENGHEBOHKAN DUNIA.. DIMANA AS DANINGGRIS DAN SEKUTU LANGSUNG TERJUN PERANG KE AFGHANISTAN DAN IRAQ...UNTUK MENGGULUNG IMAM OMAR-TALIBAN DAN SADDAN HUSEN..>> NAH KEMUDIAN TERSEBAR KESEANTERO BELAHAN DUNIA TERMASUK DI INDONESIA HINGGA SEKARANG...>>> ADA APA INI..??? BENARKAH INI PERMAINAN POLITIK..ATAU MEMANG AJARAN AGAMA YANG KONON KEDUANYA BAIK SUNNY AMUPUN SYIAH ADALAH SHOHEH....???? HAYYOOO PAK MAHFUZH ... GIMANA TUH...???



Ketua MK Memberikan Ceramah di Kompas Gramedia
Jumat, 07 September 2012 | 17:07 WIB
Dibaca: 15
Jakarta, 7/9 - HALAL BI HALAL KOMPAS GRAMEDIA. 
http://portal.mahkamahkonstitusi.go.id/webmk/index.php?page=web.Berita&id=7455
Ketua Mahkamah Konstitusi RI Mahfud MD menerima cindera mata dari Presiden Komisaris Kompas Gramedia Jacob Oetama seusai memberikan tausiah dalam acara halal bi halal bersama karyawan Kompas Gramedia di halaman Studio 21 Orange Kompas TV. Foto Humas/Ilham. 
Ketua Mahkamah Konstitusi Moh. Mahfud MD memberikan ceramah (tausiyah) dihadapan ratusan karyawan Kompas Gramedia, dalam sebuah acara halal bi halal yang diselenggarakan oleh Kompas Gramedia, Kamis (6/9), di Halaman Utama Kompas TV, Jakarta. Presiden Kompas Gramedia Jacob Oetama, beserta para pimpinan sejumlah media masa yang berada dalam naungan Kompas Gramedia juga hadir dalam acara tersebut.

Dalam tausiyahnya, Mahfud mengawali dengan menjelaskan terkait idul fitri. Menurutnya, keberadaan hari raya idul fitri dimaksudkan supaya setiap orang islam yang ada di dunia ini bisa menjadi fitri (suci) kembali. Sehingga dengan kesucian tersebut, manusia bisa melangkah lebih baik dengan kesuciannya, dan tidak melangkah dengan segala noda yang melekat pada dirinya.

Dalam hal ini, Mahfud memperkuat penjelasannya dengan menyitir ayat dari Al-Quran yaitu Tuhan menciptkan manusia dari gumpalan tanah, dan akhirnya akan kembali ke tanah. Kemudian, pada ayat beikutnya, kata dia, setelah tanah terbentuk tubuh, Tuhan meniupkan ruh pada tanah tersebut. “Setelah Tuhan meniupkan ruh pada tanah tersebut, maka menjadi mulialah manusia ini, kemudian seluruh mahluk hidup tunduk kecuali iblis,” tutur Mahfud MD.

Selanjutnya, Mahfud mengatakan lagi, dalam tubuh manusia juga ada 2 (dua) unsur,  yaitu tanah dan ruh. Unsur tanah melambangkan nafsu, yang selalu mengajak setiap orang untuk melakukan perbuatan jelek. Kalau anda menusia pasti suatu saat akan melakukan perbuatan jelek. kalau anda tidak pernah melakukan perbuatan jelek, maka anda bukan manusia, tetapi malaikat.

Sebaliknya, unsur ruh melambangkan kebaikan. Setiap orang seberapapun jeleknya pasti mempunyai sifat yang baik atau ingin berbuat baik, disebabkan ada unsur ruh yang didapatkan dari Allah SWT. “Kalau tidak ingin berbuat jelek berarti bukan manusia tetapi malaikat, namun kalau tidak ingin berbuat baik pasti setan. Jadi manusia itu ada unsur berbuat baik, ada unsur berbuat jelek,” urai Guru Besar Universitas Islam Indonesia ini.

Disini timbul sebuah pertanyaan, untuk apa idul fitri. Menurut Mahfud, idul fitri adalah kembali suci. “Sebenarnya kita adalah orang yang baik, dengan adanya idul fitri kita kembali ke kebaikan,” terangnya.

Diskrimnasi Melanggar Fitrah

Disamping menjelaskan berkaitan dengan asal-usul manusia, Mahfud juga menjelaskan lebih luas lagi, yakni hubungan fitrah manusia dengan fitrah sebuah bangsa atau negara. Menurutnya, fitrah setiap orang akan mempengaruhi fitrah suatu bangsa. Sebab, fitrah adalah asal kejadian yang membentuk manusia. Kemudian, negara pastinya juga mempunyai asal kejadian yakni fitrahnya kembali ke ideologinya, kembali ke konstitusi yang benar. “Itu negara yang fitrah,” ucap Ketua MK tersebut.

Oleh karena itu, kata Mahfud, bernegara merupakan fitrah bagi manusia. Dimana setiap hidup di dunia ini tidak bisa hidup tanpa adanya negara. Sehingga manusia harus bertanggung jawab terhadap kelangsungan bangsanya. “Kita merasa bertanggung jawab atas kelangsung dan keselamatan bernegara, karena fitrah kita sendiri perlu kepada fitrahnya negara,” jelasnya.

Lebih penting lagi, kata Mahfud, masyarakat Indonesia sebenarnya sadar hidup di negaranya, dan sadar sepenuhnya hidup dengan perbedaan dan keberagaman. “Dan itu adalah fitrah dari bangsa indonesia,” ucapnya. “Sehingga tidak mungkin kita memaksakan orang itu menjadi sama. Kalau kita memaksakan menjadi sama, fitrahnya hancur, dan negara juga hancur,” tambahnya.

Oleh karena itu, Mahfud melanjutkan mengatakan tidak boleh ada perilaku diskriminasi pada suatu kelompok, etnis, maupun kelompok agama. Sebab, hal demikian melanggar fitrah, baik fitrah manusia maupun negara, dan melakukan diskriminasi terhadap kelompok agama. (Shohibul Umam/mh)

Saat Bersalawat Orang Sunni Akui Kekhalifahan Syiah
Tribun Jogja - Kamis, 6 September 2012 22:25 WIB
MAHFUD-MD-TERIMA-CEDERA-MATA-DARI-JAKOB-OETAMA.jpg
TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO
MAHFUD MD TERIMA CEDERA MATA DARI JAKOB OETAMA - Ketua Mahkamah Konstitusi RI Mohammad Mahfud MD menerima cedera mata dari Presiden Komisaris Kompas Gramedia Jakob Oetama usai memberikan tausiah dalam acara halal bihalal bersama karyawan Kompas Gramedia, Kamis (6/9/2012) yang berlangsung di halaman Studio 21 Orange Kompas TV, Jakarta. (TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO)
TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Ketua 
http://jogja.tribunnews.com/2012/09/06/saat-bersalawat-orang-sunni-akui-kekhalifahan-syiah
Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD lahir dan dan besar di pondok pesantren di Madura. Sejak kecil hingga dirinya kini menjadi tokoh nasional, tak pernah ada konflik Sunni dan Syiah di Madura.

Kini Mahfud pun heran, kenapa ada konflik Syiah dan Sunni di Madura. Saking rukunnya, warga Sunni pun saat bersalawat juga menyebut ahlul bayt (keluarga Nabi Muhammad SAW) yang selama ini dipercaya oleh Syiah sebagai penerus kekhalifahan.

"Saya orang Madura, sejak bayi hingga umur 16 tahun saya hidup dan besar di Madura. Dari dulu tidak ada konflik Sunni dan Syiah. Itu baru muncul 2010. Di Madura tidak pernah dipermasalahkan aliran-aliran itu. Semuanya hidup berdampingan secara damai. Di Madura juga ada gereja, kelenteng. Dari dulu orang Madura berbeda-beda agama dan aliran, tapi tidak ada apa-apa," ujar Mahfud MD saat memberi ceramah dalam acara Halal Bihalal Karyawan Kompas Gramedia di Halaman Gedung Oranye Kompas Gramedia, Jakarta, Kamis (6/9/2012).

Ditambahkan Mahfud, orang Madura baru marah jika istrinya digoda orang lain. "Selama ini tidak ada apa-apa. Yang masalah, kalau istri diganggu orang," ujar Mahfud sambil tersenyum.

Menurut Mahfud, konflik Syiah dan Sunni di Madura itu terjadi baru belakangan ini. Mahfud yang besar di pondok pesantren, menceriterakan hidup rukunnya Syiah dan Sunni yang sampai digunakan dalam salawat.

"Saat bersalawat, orang Sunni juga mengakui (kekhalifahan) Syiah. Contohnya ahlul bayt itu kerap disebut dalam salawat. Dan selama ini enggak apa-apa," jelas Mahfud.

Bahkan dalam doa warga Sunni di Madura juga menyebut detail keturunan Nabi Muhammad yang dipercaya menjadi khalifah. "Itu enggak apa-apa, tidak ada masalah selama ini," lanjut Mahfud.

Seperti diketahui, kaum Sunni mengakui bahwa khulafur rasyidin atau empat khalifah yakni Abu Bakar, Umar Bin Khatab, Ustman Bin Affan dan Ali Bin Abi Thalib. Sedangkang kaum Syiah hanya mengakui Ali Bin Abi Thalib sebagai khalifah. Kaum Syiah menganggap, penerus sah kepemimpinan Muhammad SAW adalah Ali dan lalu diteruskan imam yang suci dari kalangan Ahlul Bayt (keluarga Nabi Muhammad SAW).  (*)

Editor : M Iwan Al Khasni SIP     ||     Sumber : Tribunnews
Akses Tribunjogja.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunjogja.com
Kasus Sampang Bermula dari Kalah Pamor
Tribun Jogja - Senin, 27 Agustus 2012 14:22 WIB
http://jogja.tribunnews.com/2012/08/27/kasus-sampang-bermula-dari-kalah-pamor 
TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Peristiwa penyerangan terhadap komunitas Muslim Syiah di Dusun Nangkernang, Desa Karang Gayam, Kabupaten Sampang, Madura, pada 26 Agustus 2012, tak serta merta terjadi. Ada muasal peristiwa itu sampai jatuh korban tewas bernama Hamama (50).

"Alasan primordial adalah kecemburuan para ulama setempat kepada Ustadz Tajul Muluk yang mendapat simpati warga," ujar Koordinator Aliansi Solidaritas Kasus Sampang, Hertasning Ichlas dalam konferensi pers bersama di LBH Jakarta, Senin (27/8/2012).

Menurut Hertasning, kecemburuan itu kemudian dimanfaatkan saudara dari Tajul Muluk untuk mengambil momen ini. Mereka yang kadung membenci pengaruh Tajul akhirnya bergabung dengan Badan Silaturahmi Ulama Madura (Basra) yang ikut kalah pamornya.

Mulanya, mereka ingin memberi pelajaran kepada Tajul dengan mengusirnya keluar Sampang. Tapi itu tidak cukup. Mereka lalu mengkriminalisasinya dengan hukuman penjara dua tahun dengan dalil penodaan agama.

Iklil, kakak kandung Tajul, mengatakan massa pelaku yang melakukan penyerangan, sama dan pernah membakar serta meneror mereka pada 29 Desember 2011. Ancaman penyerangan yang direncanakan usai lebaran sudah disampaikan kepada mereka sebelum dan saat Ramadhan tiba.

Para peneror itu mengancam akan menghabisi warga Syiah jika tetap berada di lokasi yang mereka tinggali sekarang usai Ramadhan. "Kita akan dibuat habis," begitu ucap Iklil. Upaya ke arah sana nyata. Tiga hari sebelum peristiwa Minggu kelabu, mereka melakukan sweeping warga Syiah.

Sekitar pukul 09.00 WIB, Iklil menelpon Polsek Omben dan Polres Sampang, menginformasikan eskalasi massa yang mencekam di kampungnya. Laporan itu disahut polisi dengan janji akan mengirimkan anggota ke TKP. Namun, jumlah mereka terlalu kecil, sekitar lima orang, untuk menghadipi 500 sampai 1000 orang. (*)

Editor : Hanan Wiyoko     ||     Sumber : Tribunnews
Akses Tribunjogja.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunjogja.com
Dien Syamsudin Minta Ulama Tak Keluarkan Fatwa Sesat Syiah
http://jogja.tribunnews.com/2012/08/29/dien-syamsudin-minta-ulama-tak-keluarkan-fatwa-sesat-syiah
Tribun Jogja - Rabu, 29 Agustus 2012 16:25 WIB
Ketua-Umum-Pimpinan-Pusat-PP-Muhammadiyah-Dien-Syamsudin.jpg
internet
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Dien Syamsudin
Laporan Reporter Tribun Jogja, Ikrob Didik Irawan
TRIBUNJOGJA.COM, SOLO - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Dien Syamsudin tak sepakat jika penganut syiah di Sampang, Madura dikatakan sebagai aliran sesat. Sebab, belakangan ini banyak tokoh ulama yang mengeluarkan fatwa bagi kelompoknya sendiri bahwa syiah sesat. Ada penolakan dari kelompok masyakat ini menunjukkan masih adanya sikap intoleransi di Tanah Air.

"Saya tak setuju dengan fatwa beberapa ulama yang mengatakan syiah aliran sesat. Fatwa yang diperuntukkan bagi kelompok mereka sendiri itu malah bisa memicu kerawanan di tengah masyarakat," kata Dien saat ditemui usai mengisi ceramah Massa Taaruf (Masta) mahasiswa baru di kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Rabu (29/8/2012).

Dari pengamatan pria yang juga menjabat sebagai wakil ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini, di sejumlah daerah di Tanah Air masih banyak ulama yang mengatas namakan organisasi ataupun pribadi mengeluarkan fatwa yang memicu persoalan. Kelompok ini menganggap golongan mereka paling benar lalu menganggap sesat kelompok lain sesat karena berbeda paham.

“Saya sudah mempelajari tentang syiah maupun suni, semua muncul setelah wafatnya Nabi Muhammad. Masing-masing ada baik buruknya, ada benar salahnya. Tapi yang perlu ditekankan adalah keduanya Islam,” ujar Dien.

Adanya peristiwa bentrok yang sampai mengakibatkan dua orang tewas kemarin adalah cermin dari sikap masyarakat yang masih sulit menerima perbedaan ketika datang kelompok baru. (*)

Penulis : Ikrob Didik Irawan     ||     Editor : Hanan Wiyoko
Akses Tribunjogja.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunjogja.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar