Jumat, 21 September 2012

.KERAJAAN SAUDI..?? WAHABIAH- SUNNY-SYIAH...???.....Latar Belakang Berdirinya Kerajaan Saudi Arabia Dan Paham Wahabi..???>> ....Britain and the Rise of Wahhabism and the House of Saud menyajikan tinjauan ulang tentang sejarah Wahabisme, peran Pemerintah Inggeris di dalam perkembangannya, dan hubungannya dengan peran keluarga kerajaan Saudi. “Salah satu sekte Islam yang paling kaku dan paling reaksioner saat ini adalah Wahabi,” demikian tulis Dr. Abdullah Mohammad Sindi dalam pembukaan artikelnya tersebut. Dan kita tahu bahwa Wahabi adalah ajaran resmi Kerajaaan Saudi Arabia, tambahnya. Wahabisme dan keluarga Kerajaan Saudi telah menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan sejak kelahiran keduanya. Wahabisme-lah yang telah menciptakan kerajaan Saudi, dan sebaliknya keluarga Saud membalas jasa itu dengan menyebarkan paham Wahabi ke seluruh penjuru dunia. One could not have existed without the other – Sesuatu tidak dapat terwujud tanpa bantuan sesuatu yang lainnya. Wahhabisme memberi legitimasi bagi Istana Saud, dan Istana Saud memberi perlindungan dan mempromosikan Wahabisme ke seluruh penjuru dunia. Keduanya tak terpisahkan, karena keduanya saling mendukung satu dengan yang lain dan kelangsungan hidup keduanya bergantung padanya. ???...>>>..ungguh Nabi SAW telah memberitakan akan datangnya Faham Wahabi ini dalam beberapa hadits, ini merupakan tanda kenabian beliau SAW dalam memberitakan sesuatu yang belum terjadi. Seluruh hadits-hadits ini adalah shahih, sebagaimana terdapat dalam kitab shahih Bukhari & Muslim dan lainnya”. Di antaranya: الْفِتْنَةُ مِنْ هَا هُنَا الْفِتْنَةُ مِنْ هَا هُنَا وَأَشَارَ إِلَى الْمَشْرِق Fitnah itu datangnya dari sana, fitnah itu datangnya dari arah sana, sambil menunjuk ke arah timur (Nejed). HR. Muslim dalam Kitabul Fitan يَخْرُجُ نَاسٌ مِنَ الْمَشْرِقِ يَقْرَأُوْنَ الْقُرْآنَ لاَ يُجَاوِزُ تَرَاقِيَهُمْ يَمْرُقُوْنَ مِنَ الدِّيْنِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنَ الرَّمِيَّةِ لاَ يَعُوْدُوْنَ فِيْهِ حَتَّى يَعُوْدَ السَّهْمُ إِلَى فَوْقِهِ سِيْمَاهُمْ التَّحْلِيْقُ. رواه البخاري Akan keluar dari arah timur segolongan manusia yang membaca Al Qur’an namun tidak sampai melewati kerongkongan mereka (tidak sampai ke hati), mereka keluar dari agama seperti anak anah keluar dari busurnya, mereka tidak akan bisa kembali seperti anak panah yang tak akan kembali ke tempatnya, tanda-tanda mereka ialah bercukur. HR. Bukhari no 7123, Juz 6 hal 20748. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Ahmad, Ibnu Majah, Abu Dawud dan Ibnu Hibban. Nabi SAW pernah berdoa اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ شَامِنَا, اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ يَمَنِنَا Ya Alloh, berikanlah kami berkah dalam negara Syam dan Yaman. Para sahabat bertanya: Dan dari Nejed wahai Rasulullah, beliau berdoa: Ya Alloh, berikanlah kami berkah dalam negara Syam dan Yaman, dan pada yang ketiga kalinya beliau SAW bersabda: هُنَاكَ الزَّلاَزِلُ وَالْفِتَنُ وَبِهَا يَطْلَعُ قَرْنُ الشَّيْطَانِ وَفِيْ رِوَايَةٍ قَرْنَا الشَّيْطَان Di sana (Nejed) akan ada keguncangan fitnah serta di sana pula akan muncul tanduk Syetan. Dalam riwayat lain: Dua tanduk Syetan. Bani Hanifah adalah kaum nabi palsu Musailamah Al-Kadzdzab dan Muhammad bin Su’ud. Kemudian dalam kitab tersebut Sayyid Alwi menyebutkan bahwa orang yang tertipu ini tiada lain ialah Muhammad bin Abdul Wahhab…”. Dalam hadits-hadits tersebut dijelaskan, bahwa tanda-tanda mereka adalah bercukur (gundul). Dan ini adalah merupakan nash yang jelas ditujukan kepada para penganut Muhammad bin Abdul Wahab, karena dia telah memerintahkan setiap pengikutnya mencukur rambut kepalanya hingga mereka yang mengikuti tidak diperbolehkan berpaling dari majlisnya sebelum bercukur gundul. Hal seperti ini tidak pernah terjadi pada aliran-aliran sesat lain sebelumnya seperti yang dikatakan oleh Sayyid Abdur Rahman al-Ahdal: “Tidak perlu kita menulis buku untuk menolak Muhammad bin Abdul Wahhab, karena sudah cukup ditolak oleh hadits-hadits Rasulullah SAW itu sendiri yang telah menegaskan bahwa tanda-tanda mereka adalah bercukur (gundul), karena ahli bid’ah sebelumnya tidak pernah berbuat demikian”. Al Allamah Sayyid Alwi bin Ahmad bin Hasan bin Al-Quthub Abdullah Al-Haddad menyebutkan dalam kitabnya “Jala’udz Dzolam” sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abbas bin Abdul Muthalib dari Nabi SAW: سَيَخْرُجُ فِيْ ثَانِيْ عَشَرَ قَرْنًا فِيْ وَادِيْ بَنِيْ حَنِيْفَةَ رَجُلٌ كَهَيْئَةِ الثَّوْرِ لاَيَزَالُُ يَلْعَقُ بَرَاطِمَهُ يَكْثُرُ فِيْ زَمَانِهِ الْهَرَجُ وَالْمَرَجُ يَسْتَحِلُّوْنَ أَمْوَالَ الْمُسْلِمِيْنَ وَيَتَّخِذُوْنَهَا بَيْنَهُمْ مَتْجَرًا وَيَسْتَحِلُّوْنَ دِمَاءَ الْمُسْلِمِيْنَ Akan keluar di abad kedua belas nanti di lembah Bani Hanifah seorang lelaki, yang tingkahnya bagaikan sapi jantan (sombong), lidahnya selalu menjilat bibirnya yang besar, pada zaman itu banyak terjadi kekacauan, mereka menghalalkan harta kaum muslimin, diambil untuk berdagang dan menghalalkan darah kaum muslimin”. Al-Hadits...>>.. BERDASARKAN BUKTI-BUKTI KEZALIMAN WAHABI.. Kekejian-kekejiannya wahabi dan kemungkaran-kemungkaran yang dilakukannya berupa: 1. Mengkafirkan ummat muslimin sebelumnya selama 600 tahun lebih (yakni 600 tahun sebelum masa Ibnu Taimiyah dan sampai masa Wahabi, jadi sepanjang 12 abad lebih- pen). 2. Membakar kitab-kitab yang relatif amat banyak (termasuk Ihya’ karya Al-Ghazali)3. Membunuh para ulama, orang-orang tertentu & masyarakat umum. 4. Menghalalkan darah dan harta mereka (karena dianggap kafir – pen) 5. Melahirkan jisim bagi Dzat Allah SWT. 6. Mengurangi keagungan Nabi Muhammad s a w, para Nabi & Rasul a s serta para Wali r a 7. Membongkar makam mereka dan menjadikan sebagai tempat membuang kotoran (toilet). 8. Melarang orang membaca kitab “DALAA’ILUL KHAIRAT”, kitab Ratib dan dzikir-dzikir, kitab-kitab maulid Dziba’. 9. Melarang membaca Shalawat Nabi s a w diatas menara-menara setelah melakukan adzan, bahkan telah membunuh siapa yang telah melakukannya. 10. Menyuap orang-orang bodoh dengan doktrin pengakuan dirinya sebagai nabi dan memberi pengertian kepada mereka tentang kenabian dirinya dengan tutur kata yang manis. 11. Melarang orang-orang berdo’a setelah selesai menunaikan sholat. 12. Membagi zakat menurut kemauan hawa nafsunya sendiri. 13. Dia mempunyai i’tikad bahwa Islam itu sempit. 14. Semua makhluk adalah syirik. 15. Dalam setiap khutbah dia berkata bahwa bertawasul dengan para Nabi, Malaikat dan para Wali adalah kufur. 16. Dia mengkafirkan orang yang mengucapkan lafadz: “maulana atau sayyidina” terhadap seseorang tanpa memperhatikan firman Allah yang berbunyi: “Wasayyidan” dan sabda Nabi s a w kepada kaum Anshar: “Quumuu li sayyidikum”, kata sayyid didalam hadits ini adalah shahabat Sa’ad bin Mu’adz. 17. Dia juga melarang orang ziarah ke makam Nabi s a w dan menganggap Nabi s a w itu seperti orang mati lainnya. 18. Mengingkari ilmu Nahwu, lughat dan fiqih, bahkan melarang orang untuk mempelajarinya karena ilmu-ilmu tsb dianggap bid’ah. Dari ucapan dan perbuatan-perbuatannya itu jelas bagi kita untuk menyakini bahwa dia telah keluar dari kaidah-kaidah Islamiyah, karena dia telah menghalalkan harta kaum muslimin yang sudah menjadi ijma’ para ulama salafushsholeh tentang keharamannya atas dasar apa yang telah diketahui dari agama, mengurangi keagungan para Nabi dan Rasul, para wali dan orang-orang sholeh, dimana menurut ijma’ ulama’ keempat mazhab Ahlissunnah wal jama’ah / mazhab Salafushsholeh (yang asli – pen) bahwa mengurangi keagungan seperti itu dengan sengaja adalah kufur, demikian kata sayyid Alwi Al-Haddad”. Dia berusia 95 tahun ketika mati dengan mempunyai beberapa orang anak yaitu Abdullah, Hasan, Husain dan Ali mereka disebut dengan AULADUSY SYEIKH atau PUTRA-PUTRA MAHA GURU AGUNG (menurut terminologi yang mereka punyai ini adalah bentuk pengkultusan-individu, mengurangi kemuliaan para Nabi dan Rasul tapi memuliakan dirinya sendiri – dimana kejujurannya? – pen). Mereka ini mempunyai anak cucu yang banyak dan kesemuanya itu dinamakan AULADUSY SYEIKH sampai sekarang. Catatan: Kalau melihat 18 point doktrin Wahabi diatas maka jelaslah bahwa Muhammad bin Abdul Wahhab adalah seorang preman dan petualang akidah serta sama sekali tidak dapat digolongkan bermazhab Ahlissunnah Wal Jama’ah atau mazhab Salafush-Sholeh. Ada lagi doktrin yang tidak disebutkan oleh penulis diatas yaitu: 1. Melarang penggunaan alat pengeras untuk adzan atau dakwa atau apapun. 2. Melarang penggunaan telpon. 3. Melarang mendengarkan radio dan TV 4. Melarang melagukan adzan. 5. Melarang melagukan / membaca qasidah 6. Melarang melagukan Al Qur’an seperti para qori’ dan qari’ah yakni yang seperti dilagukan oleh para fuqoha 7. Melarang pembacaan Burdah karya imam Busiri rahimahullah 8. Melarang mengaji “sifat 20″ sebagai yang tertulis dalam kitab Kifatayul Awam, Matan Jauharatut Tauhid, Sanusi dan kitab-kitab Tauhid Asy’ari / kitab-kitab Ahlussunnah Wal Jama’ah, karena tauhid kaum Wahabi berkisar Tauhid “Rububiyah & uluhiyah” saja. 9. Imam Masjidil Haram hanya seorang yang ditunjuk oleh institusi kaum Wahabi saja, sedang sebelum Wahabi datang imam masjidil Haram ada 4 yaitu terdiri dari ke 4 madzhab Ahlussunnah yaitu Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hanbali. Inilah, apakah benar kaum Wahabi sebagai madzhab Ahlissunnah yang melarang madzhab Ahlussunnah?. Tepatnya, Wahabi adalah: “MADZHAB YANG MENGHARAMKAN MADZHAB”. 10. Melarang perayaan Maulid Nabi pada setiap bulan Rabiul Awal. 11. Melarang perayaan Isra’ Mi’raj yang biasa dilaksanakan setiap malam 27 Rajab, jadi peraktis tidak ada hari-hari besar Islam, jadi agama apa ini kok kering banget? 12. Semua tarekat sufi dilarang tanpa kecuali. 13. Membaca dzikir “La Ilaaha Illallah” bersama-sama setelah shalat dilarang 14. Imam dilarang membaca Bismillah pada permulaan Fatihah dan melarang pembacaan Qunut pada shalat subuh. Doktrin-doktrin Wahabi ini tidak lain berasal dari gurunya Muhammad bin Abdul Wahhab yakni seorang orientalis Inggris bernama Hempher yang bekerja sebagai mata-mata Inggris di Timur Tengah guna mengadu domba kaum muslimin. Imprealisme / Kolonialisme Inggris memang telah berhasil mendirikan sekte-sekte bahkan agama baru ditengah ummat Islam seperti Ahmadiyah dan Baha’i. Jadi Wahabiisme ini sebenarnya bagian dari program kerja kaum kolonial. Balas 2 03 2011 yufi (15:19:11) : Mungkin pembaca menjadi tercenggang kalau melihat nama-nama putra-putra Muhammad bin Abdul Wahhab yaitu Abdullah, Hasan, Husain dan Ali dimana adalah nama-nama yang tekait dekat dengan nama tokoh-tokoh ahlilbait, hal ini tidak lain putra-putranya itu lahir sewaktu dia belum menjadi rusak karena fahamnya itu dan boleh jadi nama-nama itu diberikan oleh ayah dari Muhammad bin Abdul Wahhab yang adalah seorang sunni yang baik dan sangat menentang putranya setelah putranya rusak fahamnya dan demikian pula saudara kandungnya yang bernama Sulaiman bin Abdul Wahhab sangat menentangnya dan menulis buku tentangan kepadanya yang berjudul :”ASH-SHAWA’IQUL ILAHIYAH FIRRADDI ALA WAHABIYAH”. Nama-nama itu diberikan oleh ayahnya tidak lain untuk bertabaruk kepada para tokoh suci dari para ahlilbait Nabi s a w. Kemudian nama-nama itu tidak muncul lagi dalam nama-nama orang yang sekarang disebut-sebut atau digelari Auladusy Syaikh tsb. Diantara kekejaman dan kejahilan kaum Wahabi adalah meruntuhkan kubah-kubah diatas makam sahabat-sahabat Nabi s a w yang berada di Mu’ala (Makkah), di Baqi’ & Uhud (Madinah) semuanya diruntuhkan dan diratakan dengan tanah dengan mengunakan dinamit penghancur. Demikian juga kubah diatas tanah dimana Nabi s aw dilahirkan, yaitu di Suq al Leil di ratakan dengan tanah dengan menggunakan dinamit dan dijadikan tempat parkir onta. Saat ini karena gencarnya desakan kaum muslimin international maka kabarnya dibangun perpustakaan. Benar-benar kaum Wahabi itu golongan paling jahil diatas muka bumi ini. Tidak pernah menghargai peninggalan sejarah dan menghormati nilai-nilai luhur Islam Semula Alkubbatul Khadra atau kubah hijau dimana Nabi Muhammad s a w dimakamkan juga akan didinamit dan diratakan dengan tanah tapi karena ancaman international maka orang-orang biadab itu menjadi takut dan mengurungkan niatnya.


Latar Belakang Berdirinya Kerajaan Saudi Arabia Dan Paham Wahabi (Bag. I)

22 12 2007
Latar Belakang Berdirinya Kerajaan Saudi Arabia Dan Paham Wahabi
(Bagian I)
http://kommabogor.wordpress.com/2007/12/22/latar-belakang-berdirinya-kerajaan-saudi-arabia-dan-paham-wahabi-bag-i/

Dr. Abdullah Mohammad Sindi *], di dalam sebuah artikelnya yang berjudul : Britain and the Rise of Wahhabism and the House of Saud menyajikan tinjauan ulang tentang sejarah Wahabisme, peran Pemerintah Inggeris di dalam perkembangannya, dan hubungannya dengan peran keluarga kerajaan Saudi. “Salah satu sekte Islam yang paling kaku dan paling reaksioner saat ini adalah Wahabi,” demikian tulis Dr. Abdullah Mohammad Sindi dalam pembukaan artikelnya tersebut. Dan kita tahu bahwa Wahabi adalah ajaran resmi Kerajaaan Saudi Arabia, tambahnya.
Wahabisme dan keluarga Kerajaan Saudi telah menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan sejak kelahiran keduanya. Wahabisme-lah yang telah menciptakan kerajaan Saudi, dan sebaliknya keluarga Saud membalas jasa itu dengan menyebarkan paham Wahabi ke seluruh penjuru dunia. One could not have existed without the other – Sesuatu tidak dapat terwujud tanpa bantuan sesuatu yang lainnya.

Wahhabisme memberi legitimasi bagi Istana Saud, dan Istana Saud memberi perlindungan dan mempromosikan Wahabisme ke seluruh penjuru dunia. Keduanya tak terpisahkan, karena keduanya saling mendukung satu dengan yang lain dan kelangsungan hidup keduanya bergantung padanya.

Tidak seperti negeri-negeri Muslim lainnya, Wahabisme memperlakukan perempuan sebagai warga kelas tiga, membatasi hak-hak mereka seperti : menyetir mobil, bahkan pada dekade lalu membatasi pendidikan mereka.

Juga tidak seperti di negeri-negeri Muslim lainnya, Wahabisme :
  • - melarang perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw
  • - melarang kebebasan berpolitik dan secara konstan mewajibkan rakyat untuk patuh secara mutlak kepada pemimpin-pemimpin mereka.
  • - melarang mendirikan bioskop sama sekali.
  • - menerapkan hukum Islam hanya atas rakyat jelata, dan membebaskan hukum atas kaum bangsawan, kecuali karena alasan politis.
  • - mengizinkan perbudakan sampai tahun ’60-an.
Mereka juga menyebarkan mata-mata atau agen rahasia yang selama 24 jam memonitor demi mencegah munculnya gerakan anti-kerajaan.
Wahabisme juga sangat tidak toleran terhadap paham Islam lainnya, seperti terhadap Syi’ah dan Sufisme (Tasawuf). Wahabisme juga menumbuhkan rasialisme Arab pada pengikut mereka. 1] Tentu saja rasialisme bertentangan dengan konsep Ummah Wahidah di dalam Islam.
Wahhabisme juga memproklamirkan bahwa hanya dia saja-lah ajaran yang paling benar dari semua ajaran-ajaran Islam yang ada, dan siapapun yang menentang Wahabisme dianggap telah melakukan BID’AH dan KAFIR! 

LAHIRNYA AJARAN WAHABI:

Wahhabisme atau ajaran Wahabi muncul pada pertengahan abad 18 di Dir’iyyah sebuah dusun terpencil di Jazirah Arab, di daerah Najd.
 
Kata Wahabi sendiri diambil dari nama pendirinya, Muhammad Ibn Abdul-Wahhab (1703-92). Laki-laki ini lahir di Najd, di sebuah dusun kecil Uyayna. Ibn Abdul-Wahhab adalah seorang mubaligh yang fanatik, dan telah menikahi lebih dari 20 wanita (tidak lebih dari 4 pada waktu bersamaan) dan mempunyai 18 orang anak. 2]

Sebelum menjadi seorang mubaligh, Ibn Abdul-Wahhab secara ekstensif mengadakan perjalanan untuk keperluan bisnis, pelesiran, dan memperdalam agama ke Hijaz, Mesir, Siria, Irak, Iran, dan India.

Walaupun Ibn Abdul-Wahhab dianggap sebagai Bapak Wahabisme, namun aktualnya Kerajaan Inggeris-lah yang membidani kelahirannya dengan gagasan-gagasan Wahabisme dan merekayasa Ibn Abdul-Wahhab sebagai Imam dan Pendiri Wahabisme, untuk tujuan menghancurkan Islam dari dalam dan meruntuhkan Daulah Utsmaniyyah yang berpusat di Turki. Seluk-beluk dan rincian tentang konspirasi Inggeris dengan Ibn Abdul-Wahhab ini dapat Anda temukan di dalam memoar Mr. Hempher : “Confessions of a British Spy3]

Selagi di Basra, Iraq, Ibn Abdul-Wahhab muda jatuh dalam pengaruh dan kendali seorang mata-mata Inggeris yang dipanggil dengan nama Hempher yang sedang menyamar (undercover), salah seorang mata-mata yang dikirim London untuk negeri-negeri Muslim (di Timur Tengah) dengan tujuan menggoyang Kekhalifahan Utsmaniyyah dan menciptakan konflik di antara sesama kaum Muslim. Hempher pura-pura menjadi seorang Muslim, dan memakai nama Muhammad, dan dengan cara yang licik, ia melakukan pendekatan dan persahabatan dengan Ibn Abdul-Wahhab dalam waktu yang relatif lama. 

Hempher, yang memberikan Ibn Abdul-Wahhab uang dan hadiah-hadiah lainnya, mencuci-otak Ibn Abdul-Wahhab dengan meyakinkannya bahwa : Orang-orang Islam mesti dibunuh, karena mereka telah melakukan penyimpangan yang berbahaya , mereka – kaum Muslim – telah keluar dari prinsip-prinsip Islam yang mendasar, mereka semua telah melakukan perbuatan-perbuatan bid’ah dan syirik. 

Hempher juga membuat-buat sebuah mimpi liar (wild dream) dan mengatakan bahwa dia bermimpi Nabi Muhammad Saw mencium kening (di antara kedua mata) Ibn Abdul-Wahhab, dan mengatakan kepada Ibn Abdul-Wahhab, bahwa dia akan jadi orang besar, dan meminta kepadanya untuk menjadi orang yang dapat menyelamatkan Islam dari berbagai bid’ah dan takhayul.

Setelah mendengar mimpi liar Hempher, Ibn Abdul-Wahhab jadi ge-er (wild with joy) dan menjadi terobsesi, merasa bertanggung jawab untuk melahirkan suatu aliran baru di dalam Islam yang bertujuan memurnikan dan mereformasi Islam.
Di dalam memoarnya, Hempher menggambarkan Ibn Abdul-Wahhab sebagai orang yang berjiwa “sangat tidak stabil” (extremely unstable), “sangat kasar” (extremely rude), berakhlak bejat (morally depraved), selalu gelisah (nervous), congkak (arrogant), dan dungu (ignorant).

Mata-mata Inggeris ini, yang memandang Ibn Abdul-Wahhab sebagai seorang yang bertipikal bebal (typical fool), juga mengatur pernikahan mut’ah bagi Ibn Abdul Wahhab dengan 2 wanita Inggeris yang juga mata-mata yang sedang menyamar.

Wanita pertama adalah seorang wanita beragama Kristen dengan panggilan Safiyya. Wanita ini tinggal bersama Ibn Abdul Wahhab di Basra. Wanita satunya lagi adalah seorang wanita Yahudi yang punya nama panggilan Asiya. Mereka menikah di Shiraz, Iran. 4]

KERAJAAN SAUDI-WAHHABI PERTAMA : 1744-1818
Setelah kembali ke Najd dari perjalanannya, Ibn Abdul-Wahhab mulai “berdakwah” dengan gagasan-gagasan liarnya di Uyayna. Bagaimana pun, karena “dakwah”-nya yang keras dan kaku, dia diusir dari tempat kelahirannya. Dia kemudian pergi berdakwah di dekat Dir’iyyah, di mana sahabat karibnya, Hempher dan beberapa mata-mata Inggeris lainnya yang berada dalam penyamaran ikut bergabung dengannya. 5]
 
Dia juga tanpa ampun membunuh seorang pezina penduduk setempat di hadapan orang banyak dengan cara yang sangat brutal, menghajar kepala pezina dengan batu besar 6]
 
Padahal, hukum Islam tidak mengajarkan hal seperti itu, beberapa hadis menunjukkan cukup dengan batu-batu kecil. Para ulama Islam (Ahlus Sunnah) tidak membenarkan tindakan Ibn Abdul-Wahhab yang sangat berlebihan seperti itu.

Walaupun banyak orang yang menentang ajaran Ibn Abdul-Wahhab yang keras dan kaku serta tindakan-tindakannya, termasuk ayah kandungnya sendiri dan saudaranya Sulaiman Ibn Abdul-Wahhab, – keduanya adalah orang-orang yang benar-benar memahami ajaran Islam -, dengan uang, mata-mata Inggeris telah berhasil membujuk Syeikh Dir’iyyah, Muhammad Saud untuk mendukung Ibn Abdul-Wahhab. 7]
 
Pada 1744, al-Saud menggabungkan kekuatan dengan Ibn Abdul-Wahhab dengan membangun sebuah aliansi politik, agama dan perkawinan. Dengan aliansi ini, antara keluarga Saud dan Ibn Abdul-Wahhab, yang hingga saat ini masih eksis, Wahhabisme sebagai sebuah “agama” dan gerakan politik telah lahir!
Dengan penggabungan ini setiap kepala keluarga al-Saud beranggapan bahwa mereka menduduki posisi Imam Wahhabi (pemimpin agama), sementara itu setiap kepala keluarga Wahhabi memperoleh wewenang untuk mengontrol ketat setiap penafsiran agama (religious interpretation). 

Mereka adalah orang-orang bodoh, yang melakukan kekerasan, menumpahkan darah, dan teror untuk menyebarkan paham Wahabi (Wahhabism) di Jazirah Arab. Sebagai hasil aliansi Saudi-Wahhabi pada 1774, sebuah kekuatan angkatan perang kecil yang terdiri dari orang-orang Arab Badui terbentuk melalui bantuan para mata-mata Inggeris yang melengkapi mereka dengan uang dan persenjataan. 8]
 
Sampai pada waktunya, angkatan perang ini pun berkembang menjadi sebuah ancaman besar yang pada akhirnya melakukan teror di seluruh Jazirah Arab sampai ke Damaskus (Suriah), dan menjadi penyebab munculnya Fitnah Terburuk di dalam Sejarah Islam (Pembantaian atas Orang-orang Sipil dalam jumlah yang besar).
Dengan cara ini, angkatan perang ini dengan kejam telah mampu menaklukkan hampir seluruh Jazirah Arab untuk menciptakan Negara Saudi-Wahhabi yang pertama.

Sebagai contoh, untuk memperjuangkan apa yang mereka sebut sebagai syirik dan bid’ah yang dilakukan oleh kaum Muslim, Saudi-Wahhabi telah mengejutkan seluruh dunia Islam pada 1801, dengan tindakan brutal menghancurkan dan menodai kesucian makam Imam Husein bin Ali (cucu Nabi Muhammad Saw) di Karbala, Irak. Mereka juga tanpa ampun membantai lebih dari 4.000 orang di Karbala dan merampok lebih dari 4.000 unta yang mereka bawa sebagai harta rampasan. 9]

Sekali lagi, pada 1810, mereka, kaum Wahabi dengan kejam membunuh penduduk tak berdosa di sepanjang Jazirah Arab. Mereka menggasak dan menjarah banyak kafilah peziarah dan sebagian besar di kota-kota Hijaz, termasuk 2 kota suci Makkah dan Madinah. 

Di Makkah, mereka membubarkan para peziarah, dan di Madinah, mereka menyerang dan menodai Masjid Nabawi, membongkar makam Nabi, dan menjual serta membagi-bagikan peninggalan bersejarah dan permata-permata yang mahal. 

Para teroris Saudi-Wahhabi ini telah melakukan tindak kejahatan yang menimbulkan kemarahan kaum Muslim di seluruh dunia, termasuk Kekhalifahan Utsmaniyyah di Istanbul. 

Sebagai penguasa yang bertanggung jawab atas keamanan Jazirah Arab dan penjaga masjid-masjid suci Islam, Khalifah Mahmud II memerintahkan sebuah angkatan perang Mesir dikirim ke Jazirah Arab untuk menghukum klan Saudi-Wahhabi.

Pada 1818, angkatan perang Mesir yang dipimpin Ibrahim Pasha (putra penguasa Mesir) menghancurkan Saudi-Wahhabi dan meratakan dengan tanah ibu kota Dir’iyyah . 

Imam kaum Wahhabi saat itu, Abdullah al-Saud dan 2 pengikutnya dikirim ke Istanbul dengan dirantai dan di hadapan orang banyak, mereka dihukum pancung. Sisa klan Saudi-Wahhabi ditangkap di Mesir.
(Bersambung)

________________________________________
* Dr. Abdullah Mohammad Sindi adalah seorang profesor Hubungan Internasional (professor of International Relations) berkebangsaan campuran Saudi-Amerika. Dia memperoleh titel BA dan MA nya di California State University, Sacramento, dan titel Ph.D. nya di the University of Southern California. Dia juga seorang profesor di King Abdulaziz University di Jeddah, Saudi Arabia. Dia juga mengajar di beberapa universitas dan college Amerika termasuk di : the University of California di Irvine, Cal Poly Pomona, Cerritos College, and Fullerton College. Dia penulis banyak artikel dalam bahasa Arab maupun bahasa Inggeris. Bukunya antara lain : The Arabs and the West: The Contributions and the Inflictions.

Catatan Kaki :
  1. [1] Banyak orang-orang yang belajar Wahabisme (seperti di Jakarta di LIPIA) yang menjadi para pemuja syekh-syekh Arab, menganggap bangsa Arab lebih unggul dari bangsa lain. Mereka (walaupun bukan Arab) mengikuti tradisi ke-Araban atau lebih tepatnya Kebaduian (bukan ajaran Islam), seperti memakai jubah panjang, menggunakan kafyeh, bertindak dan berbicara dengan gaya orang-orang Saudi.
  2. [2] Alexei Vassiliev, Ta’reekh Al-Arabiya Al-Saudiya [History of Saudi Arabia], yang diterjemahkan dari bahasa Russia ke bahasa Arab oleh Khairi al-Dhamin dan Jalal al-Maashta (Moscow: Dar Attagaddom, 1986), hlm. 108.
  3. [3] Untuk lebih detailnya Anda bisa mendownload “Confessions of a British Spy” : http://www.ummah.net/Al_adaab/spy1-7.htmlCara ini juga dilakukan Imperialis Belanda ketika mereka menaklukkan kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia lewat Snouck Hurgronje yang telah belajar lama di Saudi Arabia dan mengirinmnya ke Indonesia. Usaha Snouck berhasil gemilang, seluruh kerajaan Islam jatuh di tangan Kolonial Belanda, kecuali Kerajaan Islam Aceh. Salah satu provokasi Snouck yang menyamar sebagai seorang ulama Saudi adalah menyebarkan keyakinan bahwa hadis Cinta pada Tanah Air adalah lemah! (Hubbul Wathan minal Iman). Dengan penanaman keyakinan ini diharapkan Nasionalisme bangsa Indonesia hancur, dan memang akhirnya banyak pengkhianat bangsa bermunculan.
  4. [4] Memoirs Of Hempher, The British Spy To The Middle East, page 13.
  5. [5] Lihat “The Beginning and Spreading of Wahhabism”, http://www.ummah.net/Al_adaab/wah-36.html
  6. [6] William Powell, Saudi Arabia and Its Royal Family (Secaucus, N.J.: Lyle Stuart Inc., 1982), p. 205.
  7. [7] Confessions of a British Spy.
  8. [8] Ibid.
  9. [9] Vassiliev, Ta’reekh, p. 117.
  10.  
  11.  
  12. 32 tanggapan

    26 09 2008
    ivan_fals
    OOo begitu toch critana…ya…ya…ya….
    6 11 2008
    jaka
    waduh…..bener g ya artikelini…..???
    tp juga bisa benar atau salah sih. jangan 2 ini tulisan dari korban pembantaian yaitu “syiah” terutama yg mampu diposisikan terdzolimi wah………g benar nie
    24 02 2009
    dinov
    LIPIA –> Wahabisme
    Benarkah ???
    Mudah2an artikel ini bukan propaganda, harus di compare dengan sumber yg lain.
    27 02 2009
    kommabogor
    Tak ada sedikit pun maksud tulisan ini untuk membuat propaganda kepada sebuah golongan. KOMMA hanya ingin membuka mata umat Islam mengenai sejarah berdirinya kerajaan Saudi Arabia.
    28 02 2009
    antiza
    jalan cerita di atas terlalu ringkas,sehingga “kesannya” bagi sebagian pembaca “kayak ada” disebagian ceritanya mengada-ada.Wallohu a’lam.Saya juga beberapa kali di beberapa website membaca soal saudi dan wahabi dan intinya sama.LIPIA memang bentukan pemerintah saudi,tapi tidak semua alumni LIPIA berhaluan wahabi,seperti temen ane juga alumni LIPIA tapi dia tetep tak berubah sama sekali soal amalan maupun manhajnya.SEbelum ke LIPIA dia sempet satu pesantren dengan ane dulu dipesantren “KEMPEK” ciwaringin cirebon. Terus dia juga pesantren di “Daar Attauhid” arjawinangun cirebon yang di asuh oleh KH.Ibnu Ubaidillah Syathori salah seorang alumni dan murid senior Abuya Sayyid Muhammad Alwi Al maliky Al makky.
    Mungkin bagi mereka yang sebelumnya sudah pernah pesantren dan faham tentang ajaran2 islam dengan baik,tidak mudah terbawa oleh faham wahabi yang di tebarkan kemana-mana. Justru mereka makin terbuka dan yakin akan kebenaran ajaran2 yang pernah ia pelajari sebelumnya.Karena yang ane lihat sendiri di sekitar tempat ane (tim-teng) sekarang,hampir semua mereka yang fanatik buta pada wahabi adalah orang2 yang ternyata juga buta sekali pada pemahaman agama, baik soal fiqh/syariat, baca Alqur’an juga mayoritas mereka masih jauh dari “benar”,  malas sholat berjamaah dll..mereka tergolong awam soal agama.
    Mereka ikut2an mudah menbid’ah2kan saudaranya,menyesatkan, mentakfir dll. Hati mereka banyak dipenuhi kebencian2 kepada sesama muslim yang tidak sefaham dengan mereka.WAHABI memang sulit menerima wujudnya perbedaan ditengah2 kaum muslimin. Sehingga siapapun yang berseberangan dengan pendapat dan keyakinan mereka maka mudah bagi mereka memberi stempel bid’ah, khurafat, syirik dll.Ini mungkin kejumudan mereka dan pola pikir yang sempit dalam beragama. Ini juga harus dirubah jika Islam ingin bersatu dan kuat.Hati mereka tak satu dengan yang lain. Ini yang sulit.
    Imam Ali Bin Abi Tholib Rodhiyallohu ‘anhu wa ardhoohu berkata:”Laa Faaidata likatsroti ‘adadikum liqillatijtima”i quluubikum”..Tak ada artinya jumlah kalian yang banyak tanpa bersatunya hati kalian.
    1 03 2009
    kommabogor
    KOMMA tidak menuduh semua lulusan LIPIA adalah berideologi wahhabi. Namun, yang kami singgung ialah LIPIA sebagai lembaga pendidikan yang menjadi medium Wahhabiyyun dalam menyuntikkan pemikiran-pemikiran mereka.
    Syukur kalau ada mahasiswa yang tidak terpengaruh oleh pemahaman wahhabi, karena basic keagamaannya sudah kuta. Namun, tidak sedikit juga mahasiswa yang terbawa pemikiran mereka.
    7 03 2009
    nanda
    Assalamu’alikum Wr Wb.
    Mengomentari bung Jaka & bung Dinov.
    Saya rasa artikel ini bukanlah artikel yang bertujuan menjelek-jelekan suatu institusi atau apa pun. Artikel ini jelas hanya menguak kebenaran. Bisa dilihat dari sumber-sumber artikel itu sendiri. Sumber nya jelas. Referensi nya dengan mudah bisa di periksa kembali kebenarannya.
    Itu makanya akhirnya Allah SWT mengizinkan Putri Sultana (salah satu cucu Raja Abdul Aziz – Raja Pertama Kerajaan Al Sa’ud) untuk membeberkan kisah tragis hidupnya dan hidup kaum perempuan di Arab Saudi dalam bentuk Novel, yang kini sudah jadi Best Seller di hampir seluruh negara.
    Bahkan bukan cuma penindasan terhadap kaum perempuan saja yang di ungkapakan oleh Putri Sultana. Tapi juga bagaimana warga Arab Saudi (termasuk anggota keluarga Kerajaan Al Sa’ud) menjalankan ajaran-ajaran Agama Islam.
    Ia menceritakan bagaimana mereka hanya mau menjalankan ajaran yang dianggap menguntungkan mereka saja (apalagi jika ajaran itu adalah urusan pernikahan, poligami, poliandri & mut’ah). Dan dengan keilmuan nya yang sangat dangkal tentang Kasih Sayang terhadap sesama makhluk Tuhan, mereka dengan mudahnya saja menghukum mati siapa saja yang dianggap telah menyimpang dari keyakinan mereka, sekali lagi digaris bawahi “menyimpang dari keyakinan mereka” , (dan terkadang hanya karena masalah kehormatan, derajat, harkat & malu terhadap orang lain). Mereka juga meyakini bahwa kaum wanita hanya lah sebuah -maaf- alat pelampiasan nafsu sex belaka. Bahkan jika dalam satu keluarga lahir seorang anak perempuan, mereka menganggapnya itu sebuah kutukan Tuhan kepada keluarganya.
    Padahal, andaikan mereka tahu, bahwa jenis kelamin anak yang lahir dari rahim-rahim wanita yang telah mereka nikmati itu ditentukan oleh Gen Sperma ayahnya. Apakah Gen X atau Gen Y sperma ayah yang bertemu dengan sel telur ibu.
    Jika Gen X yang bertemu dengan sel telur, maka akan lahir anak perempuan. dan jika Gen Y yang bertemu dengan sel telur, makan akan lahir anak laki-laki.
    Nah, kalau sudah begini, maka sebenarnya siapa yang patut di “kutuk”??
    (Jika mereka merasa di “kutuk” Allah SWT).
    Lagipun, sebaiknya mereka sadar bahwa Allah SWT tidak memberikan anak laki-laki yang berumur panjang kepada Rasul Muhammad. Hanya anak perempuan. Anak laki-laki Rasul Muhammad adalah hasil dari pernikahan Rasul Muhammad dengan Mariyah al-Qibthiyyah, Sayyid Ibrahim namanya, wafat di usia satu setengah tahun. Jika mereka mau sedikit merenung kenapa Allah SWT berkehendak seperti itu, mungkin akan lebih baik ajaran Wahabi jadinya. Tidak lain itu semua karena Allah SWT menginginkan kita untuk bisa lebih bijaksana dalam hidup. Untuk bisa menyadari bahwa anak perempuan ataupun laki-laki adalah sama berkah nya di mata Sang Khalik.
    Beralih kemasalah asal muasal Kerajaan Arab Saudi. Jika di telisik lebih dalam, justru di tanah Arab sejak dahulu pemimpin negri nya bukannlah seorang Raja. Pemimpin negri di berikan kepada Khulafaul Rasyiddin. Para Khalifah ini memimpin negri atas penunjukkan dan pengangkatan rakyat nya.
    Lebih lanjut, atas pembeberan Putri Sultana mengenai bagaimana gaya hidup keluarga Kerajaan Arab Saudi, saya jadi tidak heran lagi mengapa waktu penggempuran Israel ke tanah Palestina terjadi di awal tahun 2009 negara Arab Saudi seperti bergeming. Tak acuh. Karena gaya hidup mereka yang terlalu duniawi. Bahkan, beberapa anggota kelurganya banyak menghabiskan waktu di meja-meja perjudian Negara barat. Mereka banyak merayakan pesta pesta yang berakhir mabuk dan pesta –maaf- sex belaka. Jadi, sangatlah tidak baik jika ada orang yang memprovokasi pemerintah Indonesia agar tidak usah terlalu peduli pada keadaan Palestina, dengan alasan, “Arab Saudi saja tenang-tenang saja kok,, jadi ngapain kita repot?? ” , karena sifat-sifat buruk tidak sepatutunya di tiru.
    Mereka yang memiliki pikiran semacam itu, sebagian adalah orang yang sudah terlanjur menganggap Arab Saudi adalah Islam. Jadi, perkataan “Kalau mau belajar tentang Islam, lihatlah Arab SAudi” , Itu salah besar!!
    Yang benar adalah: “Rasul Muhammad adalah Islam. Jadi, kalau mau belajar tentang Islam, lihatlah Rasul Muhammad secara utuh” . Itu Benar!!
    Wassalamu’alaikum Wr Wb.
    8 03 2009
    kommabogor
    Terima kasih atas komentarnya. Ternyata dari sebagian pengunjung blog KOMMA, ada pula yang sepakat dengan sejarah Wahhabi, ini. Kami sepakat dengan anda, bung Nanda.
    10 03 2009
    Azhari
    perbanyak membaca dong bos…., apalah artinya mengkritik dan pempermasalahkan aliran tertentu. berdakwahlah dengan sabar…., masih banyak penduduk yg ngaku muslim tidak melaksanakan syariat agama.gimana kita ngurus banyak aliran dalam islam,sementara masih banyak orang islam gak menjalankan agamanya.
    di atas dunia ini, semakin lama bukannya wahabi, JI, ikhwanul muslimin, dsb yang bertambah pengaruhnya namun yg semakin banyak berkembang dan pertumbuhannya semakin pesat sekarang adalah “orang-orang munafik”. orang2 yg ngaku islam, berdalih membela Islam dan berjuang katanya atas dasar islam.., mengkritik ini benar,  itu salah. padahal orang2 inilah yg akan membuat umat Islam semakin terpecah belah.
    belum tentu pendapat dari tulisan ini benar, bisa2 kesombongan penulis mengakinatkan iblis leluasa mempengaruhi pemikiran dalam memahami suatu permasalhan.
    Ajaran yg dibawa oleh Syeikh Abdul Wahab, bisa jadi benar saat itu…,kita gak tau sebenarnya keadaan saat itu. pendapat penulis menganggap ajaran wahabi di pengaruhi oleh pemerintahan inggris. tidak beralasan!!!. bisa jadi pendapat dari penulis referensi yg di baca penulis di blog ini yang dipengaruhi pemerintah inggris.
    kerajaan saudi sekarang tidak bisa direpresentasikan dg ajaran yg di bawa oleh syekh abdul wahab. kalo di negara kita ini, kita tidak bisa menyamakan antara paham pemikiran soekarno dg pemikiran megawati atau orang yg mengatakan menganut aliran bung karno.
    menurut saya pemahaman penulis di blog ini sangat lemah sekali. saya anjurkan supaya banyak membaca, menulislah apa yang mampu jgn memaksakan kehendak.., sesuatu yg dipaksakan itu adalah perbuatan syetan….
    terima kasih
    14 03 2009
    antiza
    “orang2 yg ngaku islam, berdalih membela Islam dan berjuang katanya atas dasar islam..,mengkritik ini benar, itu salah. padahal orang2 inilah yg akan membuat umat Islam semakin terpecah belah.”…
    akhi azhari…sekarang mah bukan lagi mengkritik ini benar, ini salah dan “akan”membuat umat islam semakin terpecah belah. Justru yang marak sekarang orang teh rajin NUDUH dan mengklaim ini benar itu salah, itu bid’ah, ini khurafat, itu syirik, ini sesat…dan eksesnya bukan lagi “akan” tapi lihatlah umat islam memang “sudah” semakin terpecah belah.Padahal sih kalau menurut ane perbedaan sudut pandang mereka yang berselisih hampir dalam tataran yang tidak prinsip.
    Coba lihat saja sekarang perpecahan umat bukan hanya dalam pergaulan tapi juga ibadah,majlis2 dan keluarga.Jika tidak sefaham mereka bisa saling acuh sesama muslim,tidak mau bergaul bahkan terkesan menjauhi.Beginilah kalau sudah ego yang didahulukan.Merasa pendapatnya sendiri yang paling benar,yang lain salah semua.
    Contoh yang nyata nih,ane kan punya beberapa teman yang menganggap peringatan maulid nabi SAW itu adalah sesat,dzikir berjamaah hbs sholat fardlu itu sesat,qunut itu bid’ah dll…nah ternyata mereka tidak berhenti hanya sampai disitu,kemana-mana mereka selalu mengatakan kepada siapapun yang tidak sefaham adalah ahlul bid’ah,ahlul hawa dan calon neraka.Ini nyata loh….bahkan ada diantara mereka yang tidak memperbolehkan memberi salam kepada mereka yang dianggap ahlul bid’ah dan jangan mempergauli mereka.Nah coba lihat…inikah yang namanya orang yang senantiasa “tegak berdiri diatas alqur’an dan sunnah” sebagaimana klaim dan slogan mereka !!..
    Mereka yang “kaku” ini sulit untuk tasamuh dan toleran karena ego dan perasaan yang paling benar sendiri dan lebih baik serta lebih “nyunnah” dari yang lain.Bahkan bukan hanya orang2 awam yang tuduh dan dianggap sesat tapi ulama2 salaf dan kholaf yang sudah masyhur dan banyak menjadi rujukan para ulamapun tak luput dari tuduhan2 mereka.Syekh Ibnu Hajar Al Asqolany,Imam Nawawi,Imam Suyuthi dll juga tak luput dari tuduhan dan anggapan mereka bahwa ulama-ulama ini pemikirannya (khususnya dalam hal aqidah),karangan2 kitabnya juga fatwa2nya banyak yang menyimpang dari Alqur’an dan sunnah. Ane katakan seperti ini karena ane melihat ada kitab “attahdzir’ nya “sebagian ulama’ pada kitab fathul bary.Trus ane juga pernah baca bahwa Imam Nawawi rohimahulloh adalah seorang sufi, sehingga menurut mereka imam nawawi aqidahnya sesat.
    Lah kalau sudah begini kan kacau.Ulama yang terkenal dan masyhur dengan ilmu dan ketaqwaanya saja mereka anggap sesat,apalagi pada yang awam.Ya itulah tadi mereka merasa paling bener sendiri siiiih jadi susah.Mereka ga bisa menerima wujudnya perbedaan.Padahal itu kan konsekuensi logis lah jika manusia itu berbeda pandangan. Dari zaman sahabat juga yang namanya perbedaan pendapat mah dah banyak.
    Ane punya temen orang bekasi, cerita sama ane, dia pernah mau hadir dalam acara dzikir akbar bersama Ust Arifin Ilham. Ditengah jalan menuju majlis itu distop oleh beberapa orang berjenggot dengan celana ngantung.ditanya mau kemana?…temen ane jawab”mau dzikir bareng” Ust Arifin Ilham.Terus mereka ngomong bahwa dzikir macam itu sesat, dan kamu ga usah kesana.Tmn ane pinter juga ngejawabnya”ya udah ane mau mau lihat Ust Arifinnya aja deh…masa lihat Ust Arifin Ilham dianggap sesat !!…hehehehe…Tmn ane orang bekasi itu sekarang jd tetangga ane.rumahnya deket.
    ya udahlah gitu aja…maaf yah bahasanya ngoboy…
    20 03 2009
    maya
    hahaha…
    cerita terakhirnya lucu juga ^_^
    btw…di tunggu bagian ke 2 ceritanya :)
    25 08 2009
    Mortezaimami70
    Wahabi=kwarij zaman sekarang, yang telah dihancurkan imam Ali pada zaman beliau jd khalifa, insyah Allah wahabi dan semacamnya akan dihancurkan oleh Imam Mahdi di saat kemunculannya
    15 10 2009
    Maulana Fadhilah Khan
    Tenang aja ALLAH S.W.T Akan Selalu menjaga kemurnian Al Qur’an Dan sunnah Nabi Muhammad S.A.W serta ijtihad Al-Khulafa’ Ar-Rasyidin .Amiin.. Amiin.. Ya Rabbal ‘alamin
    8 11 2009
    Nasrul
    Ass..menurut ane sejarah itu kt jadikan pelajaran tuk masa kini, dan yg kita tahu skrng negara nyang paling aman dan yng menerafkan hukum islam dngn benar adalah saudi, walaupun tidak ada nyang sempurna klecuali allah,……
    28 06 2010
    kommabogor
    Aman karena ada Baitullah, bukan karena Wahhabi-nya.
    19 11 2009
    Abi
    Assalamualaikum w.w.
    Kelompok wahabi sepertinya pada nggak nyambung ya, Di indonesia mereka melarang utk berpolitik misalnya, tapi di arab saudi mereka sendiri yg jadi bapak politiknya, yg lebih ironis pemerintahannya berbentuk kerajaan… Gak nyunah dan lagi2 gk nyambung, utk pemilik blog ini terima kasih … Dan maju terus pantang mundur…Allahu Akbar, wassalam
    12 01 2010
    peace
    Keruntuhan suatu kekholifahan itu sebabnya adalah : sudah lepasnya ajaran syari’ah yg murni dari kepemimpinannya atau ada perselisihan politis di antara pembesar kekholifahan tsb. Keruntuhan kekholifahan Ustmani karena sudah tidak terjaganya kemurnian syari’ah, dan pengagungan kuburan sudah membudaya. Dan para habaib yang di dalam tubuhnya mengalir darah keluarga Nabi yang mulia juga larut dalam budaya ini. Kajian terhadap ilmu hadits hampir total ditinggalkan tetapi dengan segala daya mencari pembenaran tentang tawasulan kepada ahli kubur.
    Wahabi banyak merekrut orang badui dan bersifat puritan, dan sangat kurang dalam masalah hubungan harmoni sosial. Tapi kesuksesan membidani negara Saudi yang berdasarkan syariat islam (walaupun implementasinya tidak bebas dr oknum yang melanggar) adalah bukti bahwa ini kerajaan islam yang masih dalam haq nya. Kalo sudah menyeleweng dari syariah secara nyata maka nasibnya akan sama dengan kerajaan Islam turki yang runtuh di gantikan sytem sekuler.
    28 06 2010
    kommabogor
    Sebaiknya anda lihat saja bagaimana sikap Saudi Arabia terhadap nasib umat Islam di berbagai negara. Apakah benar sikap keislaman yang anda sebnutkan di atas? Orang masih mau datang ke sana pun lantaran ada Makkah dan Madinah. Tapi sayang segelintir orang datang dengan sok puritan.
    14 03 2010
    Firman Kaimun
    Aneh juga seumber tulisannya, sy coba telusuri, dan tidak ada professor Jeddah yg dimaksud, Ngarang nih!!
    28 06 2010
    kommabogor
    Wah berarti penelusuran anda terbatas. Makanya jangan mudah membid’ahkan.
    17 03 2010
    banialkahfi
    muhammad bin abdul wahab itu bisa berbeda sekali dengan ibnu saud, walaupun ajaran wahabi telah dijadikan spirit pembentukan kerajaan arab saudi, setuju atau tidak setuju dengan paham/ pemikiran muhammad bin abdul wahab tapi beliau tetap seorang ulama, dan fitnah keji kepada beliau penting ditabayyunkan, kalau seandainya benar pendapat dan tulisan beliau tak ada yang membolehkan nikah mut`ah, apalagi berzina.
    seluruh ulama yang bermaksud mengembalikan islam kepada alqur`an dan sunnah pasti mendapat tantangan yang amat besar.
    saya bukanlah pengikut wahabi tapi saya mengambil juga pendapat muhammad bin abdul wahab sebagaimana saya juga mengambil pendapat imam ghozali..
    al qur`an dan hadits itu yang tsawabit (mutlak) selain itu mutaghoyiroh(relatif)
    28 06 2010
    kommabogor
    Mungkin tepatnya ulama su’. Mana mungkin ada ulama yang mudah menganggap sesat ulama lain. Hal ini terbukti dengan pernyataan pengikut Wahhabi, Muhammad bin Soleh Al-Utsaimien menyatakan apabila ditanya mengenai Syeikh Imam Nawawi (Pengarang kitab Syarah Sohih Muslim) dan Amirul Mu’minien Fil Hadith Syeikh Imam Ibnu Hajar Al-Asqolany (Pengarang Fathul Bari Syarah Sohih Bukhari) lantas dia menjawab: “Mengenai pegangan Nawawi dan Ibnu Hajar dalam Asma’ Was Sifat (yakni akidah) mereka berdua bukan dikalangan Ahlus Sunnah Wal Jama’ah”. Rujuk kitabnya Liqa’ Al-Babil Maftuh m/s 42-43 soal-jawab ke 373 cetakan Darul Watan Lin-Nasyr.
    28 03 2010
    tommylee
    aku melakukan bid’ah hasanah
    2 03 2011
    yufi
    DASAR HUKUM MENOLAK PAHAM SESAT WAHABI PEMUJA FATWA RAJA ZALIM
    Sungguh Nabi SAW telah memberitakan akan datangnya Faham Wahabi ini dalam beberapa hadits, ini merupakan tanda kenabian beliau SAW dalam memberitakan sesuatu yang belum terjadi. Seluruh hadits-hadits ini adalah shahih, sebagaimana terdapat dalam kitab shahih Bukhari & Muslim dan lainnya”. Di antaranya:

    الْفِتْنَةُ مِنْ هَا هُنَا الْفِتْنَةُ مِنْ هَا هُنَا وَأَشَارَ إِلَى الْمَشْرِق

    Fitnah itu datangnya dari sana, fitnah itu datangnya dari arah sana, sambil menunjuk ke arah timur (Nejed). HR. Muslim dalam Kitabul Fitan

    يَخْرُجُ نَاسٌ مِنَ الْمَشْرِقِ يَقْرَأُوْنَ الْقُرْآنَ لاَ يُجَاوِزُ تَرَاقِيَهُمْ يَمْرُقُوْنَ مِنَ الدِّيْنِ
     كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنَ الرَّمِيَّةِ لاَ يَعُوْدُوْنَ فِيْهِ 

    حَتَّى يَعُوْدَ السَّهْمُ إِلَى فَوْقِهِ سِيْمَاهُمْ التَّحْلِيْقُ. رواه البخاري


    Akan keluar dari arah timur segolongan manusia yang membaca Al Qur’an namun tidak sampai melewati kerongkongan mereka (tidak sampai ke hati), mereka keluar dari agama seperti anak anah keluar dari busurnya, mereka tidak akan bisa kembali seperti anak panah yang tak akan kembali ke tempatnya, tanda-tanda mereka ialah bercukur. HR. Bukhari no 7123, Juz 6 hal 20748. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Ahmad, Ibnu Majah, Abu Dawud dan Ibnu Hibban.
    Nabi SAW pernah berdoa

    اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ شَامِنَا, اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ يَمَنِنَا

    Ya Alloh, berikanlah kami berkah dalam negara Syam dan Yaman.
    Para sahabat bertanya: Dan dari Nejed wahai Rasulullah, beliau berdoa: Ya Alloh, berikanlah kami berkah dalam negara Syam dan Yaman, dan pada yang ketiga kalinya beliau SAW bersabda:

    هُنَاكَ الزَّلاَزِلُ وَالْفِتَنُ وَبِهَا يَطْلَعُ قَرْنُ الشَّيْطَانِ وَفِيْ رِوَايَةٍ قَرْنَا الشَّيْطَان

    Di sana (Nejed) akan ada keguncangan fitnah serta di sana pula akan muncul tanduk Syetan. Dalam riwayat lain: Dua tanduk Syetan.
    Bani Hanifah adalah kaum nabi palsu Musailamah Al-Kadzdzab dan Muhammad bin Su’ud. Kemudian dalam kitab tersebut Sayyid Alwi menyebutkan bahwa orang yang tertipu ini tiada lain ialah Muhammad bin Abdul Wahhab…”.
    Dalam hadits-hadits tersebut dijelaskan, bahwa tanda-tanda mereka adalah bercukur (gundul). Dan ini adalah merupakan nash yang jelas ditujukan kepada para penganut Muhammad bin Abdul Wahab, karena dia telah memerintahkan setiap pengikutnya mencukur rambut kepalanya hingga mereka yang mengikuti tidak diperbolehkan berpaling dari majlisnya sebelum bercukur gundul. Hal seperti ini tidak pernah terjadi pada aliran-aliran sesat lain sebelumnya seperti yang dikatakan oleh Sayyid Abdur Rahman al-Ahdal: “Tidak perlu kita menulis buku untuk menolak Muhammad bin Abdul Wahhab, karena sudah cukup ditolak oleh hadits-hadits Rasulullah SAW itu sendiri yang telah menegaskan bahwa tanda-tanda mereka adalah bercukur (gundul), karena ahli bid’ah sebelumnya tidak pernah berbuat demikian”.
    Al Allamah Sayyid Alwi bin Ahmad bin Hasan bin Al-Quthub Abdullah Al-Haddad menyebutkan dalam kitabnya “Jala’udz Dzolam” sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abbas bin Abdul Muthalib dari Nabi SAW:

    سَيَخْرُجُ فِيْ ثَانِيْ عَشَرَ قَرْنًا فِيْ وَادِيْ بَنِيْ حَنِيْفَةَ رَجُلٌ كَهَيْئَةِ الثَّوْرِ لاَيَزَالُُ يَلْعَقُ بَرَاطِمَهُ يَكْثُرُ
     فِيْ زَمَانِهِ الْهَرَجُ وَالْمَرَجُ

    يَسْتَحِلُّوْنَ أَمْوَالَ الْمُسْلِمِيْنَ وَيَتَّخِذُوْنَهَا بَيْنَهُمْ مَتْجَرًا وَيَسْتَحِلُّوْنَ دِمَاءَ الْمُسْلِمِيْنَ


    Akan keluar di abad kedua belas nanti di lembah Bani Hanifah seorang lelaki, yang tingkahnya bagaikan sapi jantan (sombong), lidahnya selalu menjilat bibirnya yang besar, pada zaman itu banyak terjadi kekacauan, mereka menghalalkan harta kaum muslimin, diambil untuk berdagang dan menghalalkan darah kaum muslimin”. Al-Hadits
    22 08 2012
    mohammad tayyib
    berdasr hadis2 shaheh sdh sngt jls bhwa wahabi/salafi adlh aliran yg tlh keluar dr islam,mereka sesat dn ahlul bid’ah.mereka adlh neo khawarij. kt hrs waspada sbgmn jg trhdp syiah.
    2 03 2011
    yufi
    Ber hati2lah jamaah-haji-umrah-dan-proses- wahabisasi.dgn kitab2 palsu.klikk..link
    http://www.pcnujaksel.com/index.php?option=com_content&view=article&id=53%3Ajamaah-haji-umrah-dan-proses-wahabisasi
    300 kitab di palsu wahaby..Tradisi tahrif ala Wahhabi terhadap kitab-kitab Ahlussunnah Wal-Jama’ah yang mereka warisi dari pendahulunya, kaum Mujassimah itu, juga berlangsung hingga dewasa ini dalam skala yang cukup signifikan. Menurut sebagian ulama, terdapat sekitar 300 kitab yang isinya telah mengalami tahrif dari tangan-tangan jahil orang-orang Wahabi. Di antaranya adalah kitab al-Ibanah ‘an Ushul al-Diyanah karya al-Imam Abu al-Hasan al-Asy’ari. Kitab al-Ibanah yang diterbitkan di Saudi Arabia, Beirut dan India disepakati telah mengalami tahrif dari kaum Wahhabi. Hal ini bisa dilihat dengan membandingkan isi kitab al-Ibanah tersebut dengan al-Ibanah edisi terbitan Mesir yang di-tahqiq oleh Fauqiyah Husain Nashr. Tafsir Ruh al-Ma’ani karya al-Imam Mahmud al-Alusi juga mengalami nasib yang sama dengan al-Ibanah. Kitab tafsir setebal tiga puluh dua jilid ini telah di-tahrif oleh putra pengarangnya, Syaikh Nu’man al-Alusi yang terpengaruh ajaran Wahabi. Menurut Syaikh Muhammad Nuri al-Daitsuri, seandainya tafsir Ruh al-Ma’ani ini tidak mengalami tahrif, tentu akan menjadi tafsir terbaik di zaman ini. Tafsir al-Kasysyaf, karya al-Imam al-Zamakhsyari juga mengalami nasib yang sama. Dalam edisi terbitan Maktabah al-Ubaikan, Riyadh, Wahabi melakukan banyak tahrif terhadap kitab tersebut, antara lain ayat 22 dan 23 Surat al-Qiyamah, yang di-tahrif dan disesuaikan dengan ideologi Wahabi. Sehingga tafsir ini bukan lagi Tafsir al-Zamakhsyari, namun telah berubah menjadi tafsir Wahabi. Hasyiyah al-Shawi ‘ala Tafsir al-Jalalain yang populer dengan Tafsir al-Shawi, mengalami nasib serupa. Tafsir al-Shawi yang beredar dewasa ini baik edisi terbitan Dar al-Fikr maupun Dar al-Kutub al-’Ilmiyah juga mengalami tahrif dari tangan-tangan jahil Wahabi, yakni penafsiran al-Shawi terhadap surat al-Baqarah ayat 230 dan surat Fathir ayat 7. Kitab al-Mughni karya Ibn Qudamah al-Maqdisi al-Hanbali, kitab fiqih terbaik dalam madzhab Hanbali, juga tidak lepas dari tahrif mereka. Wahabi telah membuang bahasan tentang istighatsah dalam kitab tersebut, karena tidak sejalan dengan ideologi mereka. Kitab al-Adzkar al-Nawawiyyah karya al-Imam al-Nawawi pernah mengalami nasib yang sama. Kitab al-Adzkar dalam edisi terbitan Darul Huda, 1409 H, Riyadh Saudi Arabia, yang di-tahqiq oleh Abdul Qadir al-Arna’uth dan di bawah bimbingan Direktorat Kajian Ilmiah dan Fatwa Saudi Arabia, telah di-tahrif sebagian judul babnya dan sebagian isinya dibuang. Yaitu Bab Ziyarat Qabr Rasulillah SAW diganti dengan Bab Ziyarat Masjid Rasulillah SAW dan isinya yang berkaitan dengan kisah al-’Utbi ketika ber-tawasul dan ber-istighatsah dengan Rasulullah saw, juga dibuang. Demikianlah beberapa kitab yang telah ditahrif oleh orang-orang Wahabi. Tentu saja tulisan ini tidak mengupas berbagai cara tahrif dan perusakan Wahhabi terhadap kitab-kitab Ahlussunnah Wal Jama’ah peninggalan para ulama kita. Namun setidaknya, yang sedikit ini menjadi pelajaran bagi kita agar selalu berhati-hati dalam membaca atau membeli kitab-kitab terbitan baru..waspada2

    SYAIKH WAHABI PENYEBAR FITNAH, TAMPA SANAD PEMUJA FATWA RAJA ZALAIM,,BER HATI HATILAH..
    Syaikh Abdul Aziz bin Baz
    Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
    Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab
    Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani
    Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan
    Syaikh Abdurahman bin Nashir As-Sa’di
    Syaikh Muqbil bin Hady Al-Wadi’i
    Syaikh Muslim Abu Ishaq Al-Atsari
    Syaikh Abul A’ala Maududi
    Syaikh Abdul ‘Aziz Bin Abdullah Ar-Rajihi
    Syaikh Syihabuddin Mahmud Al-Baghdadi Al-Alusi
    Syaikh Muhammad Taqiuddin Al-Nabhani
    Syaikh Muhammad al-Amin Asy-Syinqithi
    Syaikh Abdurrahman As-Sudais
    Syaikh Abdul Muhsin bin Hammad Al-Abbad
    Syaikh Abdur Razaq bin Abdul Muhsin al-Abbad
    Syaikh Ibrahim bin Muhammad Alu
    Syaikh Hamud bin ‘Abdullah At-Tuwaijiri
    Syaikh Shalih bin Abdul Aziz As-Sindi
    Syaikh Muhammad Abduh bin Hasan
    Syaikh Sayyid Muhammad Rasyid Ridha
    Syaikh Ahmad Musthafa Al-Maraghi
    Syaikh Muhammad Al-Fadlil ibn ‘Asyur
    Syaikh Sayid Jamaluddin Al-Afghani
    Syaikh Muhammad bin Ibrahim
    Syaikh Abdullah bin Abdurrahman al-Ghaits
    Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu
    Syaikh Muhammad Umar As-Sewed
    Syaikh Abu Ishaq Al-Huwaini
    Syaikh Ahmad bin Muhammad bin Manshur Al-‘Udaini
    Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali
    Syaikh Sayyid Qutb
    Syaikh Hasan Al-Banna
    Syaikh ‘Abdullah bin Shalfiq Al-Qasimi Azh-Zhafiri
    Syaikh ‘Ali bin Yahya bin ‘Ali bin Muhammad Al-’Amiri Al-HaddadiUstadz Abdul Hakim bin Amir Abdat
    Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
    Ustadz Abu ‘Amr AhmadUstadz Abu ‘Abdillah Muhammad Syarbini
    Ustadz Dzulqarnain Al Makassariy
    Ustadz ‘Abdul Mu’thi Al-Maidani
    Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal
    Ustadz Luqman Ba’abduh
    Ustadz Muhammad Umar As-SewedUstadz Abu Mundzir Dzul AkmalUstadz Jafar Salih
    Ustadz Idral Harits
    Ustadz Abu Hamzah Yusuf Al Atsary
    Ustadz Abdurrahman Lombok
    Ustadz Abu Umar IbrohimUstadz Adib
    Ustadz Nashrullah Abdul Karim Lc.
    Ustadz MukhtarUstadz Agus Suady
    Ustadz Abdul Haq
    Ustadz Abdul Jabbar Al-BantuliUstadz Abu Abdillah Muhammad Higa
    Ustadz Abu Abdil Muhsin Firanda Andirja, Lc.
    Ustadz Abu ‘AliUstadz Zaid Susanto, Lc.Ustadz Arifin Ridin, Lc
    2 03 2011
    yufi
    BERDASARKAN BUKTI-BUKTI KEZALIMAN WAHABI..
    Kekejian-kekejiannya wahabi dan kemungkaran-kemungkaran yang dilakukannya berupa:
    1. Mengkafirkan ummat muslimin sebelumnya selama 600 tahun lebih (yakni 600 tahun sebelum masa Ibnu Taimiyah dan sampai masa Wahabi, jadi sepanjang 12 abad lebih- pen).
    2. Membakar kitab-kitab yang relatif amat banyak (termasuk Ihya’ karya Al-Ghazali)3. Membunuh para ulama, orang-orang tertentu & masyarakat umum.
    4. Menghalalkan darah dan harta mereka (karena dianggap kafir – pen)
    5. Melahirkan jisim bagi Dzat Allah SWT.
    6. Mengurangi keagungan Nabi Muhammad s a w, para Nabi & Rasul a s serta para Wali r a
    7. Membongkar makam mereka dan menjadikan sebagai tempat membuang kotoran (toilet).
    8. Melarang orang membaca kitab “DALAA’ILUL KHAIRAT”, kitab Ratib dan dzikir-dzikir, kitab-kitab maulid Dziba’.
    9. Melarang membaca Shalawat Nabi s a w diatas menara-menara setelah melakukan adzan, bahkan telah membunuh siapa yang telah melakukannya.
    10. Menyuap orang-orang bodoh dengan doktrin pengakuan dirinya sebagai nabi dan memberi pengertian kepada mereka tentang kenabian dirinya dengan tutur kata yang manis.
    11. Melarang orang-orang berdo’a setelah selesai menunaikan sholat.
    12. Membagi zakat menurut kemauan hawa nafsunya sendiri.
    13. Dia mempunyai i’tikad bahwa Islam itu sempit.
    14. Semua makhluk adalah syirik.
    15. Dalam setiap khutbah dia berkata bahwa bertawasul dengan para Nabi, Malaikat dan para Wali adalah kufur.
    16. Dia mengkafirkan orang yang mengucapkan lafadz: “maulana atau sayyidina” terhadap seseorang tanpa memperhatikan firman Allah yang berbunyi: “Wasayyidan” dan sabda Nabi s a w kepada kaum Anshar: “Quumuu li sayyidikum”, kata sayyid didalam hadits ini adalah shahabat Sa’ad bin Mu’adz.
    17. Dia juga melarang orang ziarah ke makam Nabi s a w dan menganggap Nabi s a w itu seperti orang mati lainnya.
    18. Mengingkari ilmu Nahwu, lughat dan fiqih, bahkan melarang orang untuk mempelajarinya karena ilmu-ilmu tsb dianggap bid’ah.
    Dari ucapan dan perbuatan-perbuatannya itu jelas bagi kita untuk menyakini bahwa dia telah keluar dari kaidah-kaidah Islamiyah, karena dia telah menghalalkan harta kaum muslimin yang sudah menjadi ijma’ para ulama salafushsholeh tentang keharamannya atas dasar apa yang telah diketahui dari agama, mengurangi keagungan para Nabi dan Rasul, para wali dan orang-orang sholeh, dimana menurut ijma’ ulama’ keempat mazhab Ahlissunnah wal jama’ah / mazhab Salafushsholeh (yang asli – pen) bahwa mengurangi keagungan seperti itu dengan sengaja adalah kufur, demikian kata sayyid Alwi Al-Haddad”.
    Dia berusia 95 tahun ketika mati dengan mempunyai beberapa orang anak yaitu Abdullah, Hasan, Husain dan Ali mereka disebut dengan AULADUSY SYEIKH atau PUTRA-PUTRA MAHA GURU AGUNG (menurut terminologi yang mereka punyai ini adalah bentuk pengkultusan-individu, mengurangi kemuliaan para Nabi dan Rasul tapi memuliakan dirinya sendiri – dimana kejujurannya? – pen). Mereka ini mempunyai anak cucu yang banyak dan kesemuanya itu dinamakan AULADUSY SYEIKH sampai sekarang.
    Catatan: Kalau melihat 18 point doktrin Wahabi diatas maka jelaslah bahwa Muhammad bin Abdul Wahhab adalah seorang preman dan petualang akidah serta sama sekali tidak dapat digolongkan bermazhab Ahlissunnah Wal Jama’ah atau mazhab Salafush-Sholeh.
    Ada lagi doktrin yang tidak disebutkan oleh penulis diatas yaitu:
    1. Melarang penggunaan alat pengeras untuk adzan atau dakwa atau apapun.
    2. Melarang penggunaan telpon.
    3. Melarang mendengarkan radio dan TV
    4. Melarang melagukan adzan.
    5. Melarang melagukan / membaca qasidah
    6. Melarang melagukan Al Qur’an seperti para qori’ dan qari’ah yakni yang seperti dilagukan oleh para fuqoha
    7. Melarang pembacaan Burdah karya imam Busiri rahimahullah
    8. Melarang mengaji “sifat 20″ sebagai yang tertulis dalam kitab Kifatayul Awam, Matan Jauharatut Tauhid, Sanusi dan kitab-kitab Tauhid Asy’ari / kitab-kitab Ahlussunnah Wal Jama’ah, karena tauhid kaum Wahabi berkisar Tauhid “Rububiyah & uluhiyah” saja.
    9. Imam Masjidil Haram hanya seorang yang ditunjuk oleh institusi kaum Wahabi saja, sedang sebelum Wahabi datang imam masjidil Haram ada 4 yaitu terdiri dari ke 4 madzhab Ahlussunnah yaitu Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hanbali. Inilah, apakah benar kaum Wahabi sebagai madzhab Ahlissunnah yang melarang madzhab Ahlussunnah?. Tepatnya, Wahabi adalah: “MADZHAB YANG MENGHARAMKAN MADZHAB”.
    10. Melarang perayaan Maulid Nabi pada setiap bulan Rabiul Awal.
    11. Melarang perayaan Isra’ Mi’raj yang biasa dilaksanakan setiap malam 27 Rajab, jadi peraktis tidak ada hari-hari besar Islam, jadi agama apa ini kok kering banget?
    12. Semua tarekat sufi dilarang tanpa kecuali.
    13. Membaca dzikir “La Ilaaha Illallah” bersama-sama setelah shalat dilarang
    14. Imam dilarang membaca Bismillah pada permulaan Fatihah dan melarang pembacaan Qunut pada shalat subuh.
    Doktrin-doktrin Wahabi ini tidak lain berasal dari gurunya Muhammad bin Abdul Wahhab yakni seorang orientalis Inggris bernama Hempher yang bekerja sebagai mata-mata Inggris di Timur Tengah guna mengadu domba kaum muslimin. Imprealisme / Kolonialisme Inggris memang telah berhasil mendirikan sekte-sekte bahkan agama baru ditengah ummat Islam seperti Ahmadiyah dan Baha’i. Jadi Wahabiisme ini sebenarnya bagian dari program kerja kaum kolonial.
    2 03 2011
    yufi
    Mungkin pembaca menjadi tercenggang kalau melihat nama-nama putra-putra Muhammad bin Abdul Wahhab yaitu Abdullah, Hasan, Husain dan Ali dimana adalah nama-nama yang tekait dekat dengan nama tokoh-tokoh ahlilbait, hal ini tidak lain putra-putranya itu lahir sewaktu dia belum menjadi rusak karena fahamnya itu dan boleh jadi nama-nama itu diberikan oleh ayah dari Muhammad bin Abdul Wahhab yang adalah seorang sunni yang baik dan sangat menentang putranya setelah putranya rusak fahamnya dan demikian pula saudara kandungnya yang bernama Sulaiman bin Abdul Wahhab sangat menentangnya dan menulis buku tentangan kepadanya yang berjudul :”ASH-SHAWA’IQUL ILAHIYAH FIRRADDI ALA WAHABIYAH”. Nama-nama itu diberikan oleh ayahnya tidak lain untuk bertabaruk kepada para tokoh suci dari para ahlilbait Nabi s a w. Kemudian nama-nama itu tidak muncul lagi dalam nama-nama orang yang sekarang disebut-sebut atau digelari Auladusy Syaikh tsb.

    Diantara kekejaman dan kejahilan kaum Wahabi adalah meruntuhkan kubah-kubah diatas makam sahabat-sahabat Nabi s a w yang berada di Mu’ala (Makkah), di Baqi’ & Uhud (Madinah) semuanya diruntuhkan dan diratakan dengan tanah dengan mengunakan dinamit penghancur. Demikian juga kubah diatas tanah dimana Nabi s aw dilahirkan, yaitu di Suq al Leil di ratakan dengan tanah dengan menggunakan dinamit dan dijadikan tempat parkir onta. Saat ini karena gencarnya desakan kaum muslimin international maka kabarnya dibangun perpustakaan. Benar-benar kaum Wahabi itu golongan paling jahil diatas muka bumi ini. Tidak pernah menghargai peninggalan sejarah dan menghormati nilai-nilai luhur Islam Semula Alkubbatul Khadra atau kubah hijau dimana Nabi Muhammad s a w dimakamkan juga akan didinamit dan diratakan dengan tanah tapi karena ancaman international maka orang-orang biadab itu menjadi takut dan mengurungkan niatnya.

    Semula seluruh yang menjadi manasik haji itu akan dimodifikasi termasuk maqom Ibrahim akan digeser tapi karena banyak yang menentang termasuk Sayyid Almutawalli Syakrawi dari Mesir maka diurungkannya.

    Setelah saya memposting tentang Wahabi ini seorang ikhwan mengirim email ke saya melalui Japri dan mengatakan kepada saya bahwa pengkatagorian Wahabi sebagai kelompok Khawarij itu kurang lengkap, karena Wahabi tidak anti Bani Umaiyah bahkan terhadap Yazid bin Muawiyah pun membelanya. Dia memberi difinisi kepada saya bahwa Wahabi adalah gabungan sekte-sekte yang telah menyesatkan ummat Islam, terdiri dari gabungan Khawarij, Bani Umaiyah, Murji’ah, Mujassimah, Musyabbihah dan Hasyawiyah. Teman itu melanjutkan jika anda bertanya kepada kaum Wahabi mana yang lebih kamu cintai kekhalifahan Bani Umaiyah atau Abbasiyah, mereka pasti akan mengatakan lebih mencintai Bani Umaiyah dengan berbagai macam alasan yang dibuat-buat yang pada intinya meskipun Bani Abbas tidak suka juga pada kaum alawi tapi masih ada ikatan yang lebih dekat dibanding Bani Umaiyah, dan Bani Umaiyah lebih dahsyat kebenciannya kepada kaum alawi, itulah alasannya.

    Wahai saudaraku yang budiman, waspadalah terhadap gerakan Wahabiyah ini mereka akan melenyapkan semua mazhab baik Sunni (Ahlussunnah Wal Jama’ah) maupun Syi’ah, mereka akan senantiasa mengadu domba kedua mazhab besar. Sekali lagi waspadalah dan waspadalah gerakan ini benar-benar berbahaya dan jika kalian lengah, kalian akan terjengkang dan terkejut kelak. Gerakan ini dimotori oleh juru dakwa – juru dakwa yang radikal dan ekstrim, yang menebarkan kebencian dan permusuhan dimana-mana yang didukung oleh keuangan yang cukup besar (petro-dollar).

    Kesukaan mereka menuduh golongan Islam yang tak sejalan dengan mereka dengan tuduhan kafir, syirik dan ahlil bid’ah, itulah ucapan yang didengung-dengungkan disetiap mimbar dan setiap kesempatan, mereka tak pernah mengakui jasa para ulama Islam manapun kecuali kelompok mereka sendiri.

    Di negeri kita ini mereka menaruh dendam dan kebencian mendalam kepada para Wali Songo yang menyebarkan dan meng Islam kan penduduk negeri ini. Diantaranya timbulnya fitnah perang padri yang penuh kekejian dan kebiadaban persis seperti ketika Ibnu Sa’ud dan Ibnu Abdul Wahab beserta kaumnya menyerang haramain.

    Mereka mengatakan ajaran para wali itu masih tercampur kemusyrikan Hindu dan Budha, padahal para Wali itu jasanya telah meng Islam kan 90 % penduduk negeri ini. Mampukah wahabi-wahabi itu meng Islam kan yang 10 % sisanya? Mempertahankan yang 90 % dari terkapan orang kafir saja tak bakal mampu, apalagi mau menambah 10 % sisanya. Jika bukan karena Rahmat Allah yang mentakdirkan para Wali Songo untuk berdakwa ke negeri kita ini tentu orang-orang yang asal bunyi dan menjadi corong bicara kaum wahabi itu masih berada dalam kepercayaan animisme, penyembah berhala atau masih kafir lainnya (Naudzu Billah min Dzalik).

    Klaim Wahabi bahwa mereka penganut As-Salaf, As-Salafushsholeh dan Ahlussunnah wal Jama’ah serta sangat setia pada keteladanan sahabat dan tabi’in adalah omong kosong dan suatu bentuk penyerobotan HAK PATEN SUATU MAZHAB. Mereka bertanggung jawab terhadap hancurnya peninggalan-pininggalan Islam sejak masa Rasul suci Muhammad s a w, masa para sahabatnya r a dan masa-masa setelah itu. Meraka menghancurkan semua nilai-nilai peninggalan luhur Islam dan mendatangkan arkeolog-arkeolog (ahli-ahli purbakala) dari seluruh dunia dengan biaya ratusan juta dollar untuk menggali peninggalan-peninggalan pra Islam baik yang dari kaum jahiliyah maupun sebelumnya dengan dalih obyek wisata dsb. Mereka dengan bangga setelah itu menunjukkan bahwa zaman pra Islam telah menunjukkan kemajuan yang luar biasa, maka jelaslah penghancuran nilai-nilai luhur peninggalan Islam tidak dapat diragukan lagi merupakan pelenyapan bukti sejarah hingga timbul suatu keraguan dikemudian hari.Oleh karena itu janganlah dipercaya kalau mereka mengaku-ngaku sebagai faham yang hanya berpegang pada Al Qur’an dan As-Sunnah serta keteladanan Salafushsholeh apalagi mengaku sebagai GOLONGAN YANG SELAMAT DSB, itu semua omong kosong dan kedok untuk menjual barang dagangan berupa akidah palsu yang disembunyikan. Sejarah hitam mereka dengan membantai ribuan kaum muslimin di Makkah dan Madinah serta daerah lain di wilayah Hijaz (yang sekarang di namakan Saudi, suatu nama bid’ah karena nama negeri Rasulullah s a w diganti dengan nama satu keluarga kerajaan yaitu As-Sa’ud). Yang terbantai itu terdiri dari para ulama-ulama yang sholeh dan alim, anak-anak yang masih balita bahkan dibantai dihadapan ibunya..

    FATWA MAJLIS ULAMA INDONESIA (MUI)
    TENTANG PENDANGKALAN AGAMA DAN PENYALAHGUNAAN DALIL-DALIL

    Bismillaahirrahmaanirrahiim
    Majelis Ulama Indonesia dalam Musyawarah Nasional II tanggal 11 – 17 Rajab 1400 H. bertepatan dengan tanggal 26 Mei – 1 Juni 1980 M.

    MEMUTUSKAN
    Memfatwakan :

    Setiap usaha pendangkalan agama dan penyalahgunaan dalil-dalil adalah merusak kemurnian dan kemantapan hidup beragama. Oleh karena itu, Majelis Ulama Indonesia bertekad menanganinya secara serius dan terus menerus.

    Jakarta, 17 Rajab 1400 H
    1 Juni 1980 M
    DEWAN PIMPINAN/MUSYAWARAH NASIONAL II MAJELIS ULAMA INDONESIA
    Ketua,                                                                    Sekretaris,
    ttd.                                                                         ttd.
    Prof. DR. HAMKA                                                Drs.H. KAFRAWI

    Ilmu merupakan harta abstrak titipan Allah Subhanahu wata’ala kepada seluruh manusia yang
    akan bertambah bila diamalkan, salah satu pengamalannya adalah dengan membagi- bagikan ilmu itu kepada yang membutuhkan. Janganlah sombong dengan ilmu yang sedikit, karena jika Allah Subhanahu wata’ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap, beritahulah orang
    yang tidak tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk, amalkanlah ilmu itu sebatas yang engkau
    mampu..
    2 03 2011
    yufi
    FATWA MAJLIS ULAMA INDONESIA (MUI)
    TENTANG PENDANGKALAN AGAMA SEPERTI PAHAM WAHABI DAN PENYALAHGUNAAN DALIL-DALIL


    Bismillaahirrahmaanirrahiim
    Majelis Ulama Indonesia dalam Musyawarah Nasional II tanggal 11 – 17 Rajab 1400 H. bertepatan dengan tanggal 26 Mei – 1 Juni 1980 M.

    MEMUTUSKAN
    Memfatwakan :

    Setiap usaha pendangkalan agama dan penyalahgunaan dalil-dalil adalah merusak kemurnian dan  kemantapan  hidup  beragama.  Oleh karena  itu,  Majelis  Ulama  Indonesia  bertekad
    menanganinya secara serius dan terus menerus.

    Jakarta, 17 Rajab 1400 H
    1 Juni 1980 M


    DEWAN PIMPINAN/MUSYAWARAH NASIONAL II MAJELIS ULAMA INDONESIA
    Ketua,                                                               Sekretaris,
    ttd.                                                                    ttd.
    Prof. DR. HAMKA                                        Drs.H. KAFRAWI

    Ilmu merupakan harta abstrak titipan Allah Subhanahu wata’ala kepada seluruh  manusia yang
    akan bertambah bila diamalkan, salah satu pengamalannya adalah dengan  membagi - bagikan ilmu itu kepada yang membutuhkan. Janganlah sombong dengan ilmu yang sedikit,  karena jika Allah Subhanahu wata’ala berkehendak ilmu itu akan sirna  dalam sekejap,  beritahulah  orang
    yang tidak tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk, amalkanlah ilmu itu sebatas yang engkau
    mampu..
    5 06 2012
    Albert
    Tolong di bahas juga melalui forum ini tentang sejarah berdirinya Nahdatul Ulama ( NU ) di Indonesia. Sebabg menurut informasi, seorang wartawan Indonesia, BM Diah, pernah menemukan dokumen di Belanda, yang menyatakan bahwa berdirinya NU itu karena bikinan penjajah Belanda untuk menghadapi paham puritan yang ada ketika itu. Sehingga NU dulu disingkat NO Nederlands Organisatie. Tolong hal ini juga dipublikasikan di sini
    17 09 2012
    Huda
    Kalau yg baca sejarah masih ragu, yg jelas Saudi saudaranya Yahudi-Inggris & Amerika. Saudi tak pernah ngecam musuh2 Islam tsb malah ulama’nya menghalalkan negeri2 kafir menghancurkan umat Islam dimana2 : Iraq – Afghanistan – Syiria – dll – termasuk dulu saat Iraq menyerang Iran. Alhamdulillah Iran krn dipimpin org2 tak kedunyan sampai sekarang tetap nyaman & makmur, maaf saya bukan Syiah & tak tahu banyak tentang syiah, tapi saya appreciate Iran atas sikap2nya. Saat ini kaum salafi membuat kekacauan di Libya, Tunisia, Mali, dll, apa kurang jelas bagi pengikuti paham Badui ini. Inti agama adalah arrahman-arrahiim, bukan ngebom makam dimana2 hanya karena dituduh syirik, nyembelih orang gara2 mendengar musik, beberapa waktu lalu di Mali juga ada pasangan yg hidup di semak-semak & sudah punya anak, tapi karena dikatakan blm nikah, sama orang2 kasar ini dirajam sampai mati !!!. Salafi di Indonesia apa lebih toleran ? tak akan ngebom makam2 wali, dst, wallahu’alam bisshowab, anyway walau salafi tetap saudara kita, semoga kita semua dijadikan Allah menjadi hamba2nya yang diridhoi sesuai tujuan untuk apa agama ini dilahirkan, yaitu rahmatal lil alamiin, bukan untuk kasar2an.
    16 05 2012
    Yat
    Baru ternyata gaya pemeritahan krjaan saudi di pengaruhi inggris
     

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar