Jumat, 28 September 2012

......Ada Mafia Bisnis di Balik Tawuran Pelajar...???!!!...>>>....Dikalangan para ortu pelajar... sudah lama mencurigai adanya tangan2 tersembunyi dibalik tawuran pelajar di Jakarta-Tangerang-Bekasi-Depok...??? ..Pertama karena peristiwa ini sudah lama dan semakin ganas...dan tidak ada penyelesaian tuntas...???... Konon daerah2 tempat berlangsungnya tawuran adalah tempat2 yang cukup strategis..dan dekat2 dengan pusat2 perbelanjaan..atau pasar..??? >>> Namun tentu para ortu bukan ahli dan tidak memiliki kemampuan menyeleidiki dan menginvestigasi... siapa2 dibalik permainan tawuran2 tersebut... yang merata pada semua SMU-SMK-bahkan konon anak2 SMP...?? ... BENARKAH...ADA TANGAN2 MAFIA DAN KELOMPOK2 PREMAN2 YANG DIATUR DAN DIGULIRKAN MELALUI SISTEM MAFIA....???!!>>.MUNGKIN BAGI YANG MEMAHAMI LOKASI2 SECARA BISNIS ATAU TUJUAN2 LAINNYA.... BIASANYA ADA... MAKNA2...TERSEMBUNYI...YANG SELALU ADA ARTI2 MISTERI... SEPERTI MENGANDUNG...KEPALA NAGA...ATAU MACAN...ATAU..MAKNA LAINNYA YNG DIHUBUNGKAN SECARA MISTIS..ATAU SEMACAM KEPERCAYAAN..??? ..Hal senada juga disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhamamd Nuh yang curiga adanya pihak yang bermain terkait maraknya aksi tawuran antarpelajar akhir-akhir ini. Nuh meyakini ada mafia yang membuat tawuran antarpelajar kian marak. "Kita tidak boleh putus asa. Kita bongkar siapa mafianya!" kata Mendikbud Mohammad Nuh di Gedung Kemdikbud Jakarta, Jumat (28/9). Saat ini, Kemdikbud dan pihak sekolah masih membicarakan solusi atas tawuran antarpelajar. Nuh mengingatkan kepada sekolah untuk mendisiplinkan siswa-siswanya. "Tegakan disiplin di setiap sekolah kalau ada anak sekolah yang melakukan pelanggaran harus out. Siapapun orang tuanya," tegasnya....>>>..."Rata-rata terjadi pada siang hingga sore hari antara pukul 12.00-14.00 WIB dan 16.00-18.00 WIB," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto kepada wartawan di kantornya, Jakarta,..>>> ..37 titik rawan aksi tawuran pelajar di wilayah Jakarta, Bekasi, Tangerang dan Depok. Aksi kekerasan pelajar itu kerap dilakukan pada siang hingga sore hari atau jam-jam pulang sekolah...>>...I. Jakarta Pusat 1. Jl Petojo, Gambir 2. Jl Kramat Jaya Senen 3. Jl Garuda, Senen 4. Jl Letjen Suprapto, Cempaka Putih II. Jakarta Utara: 1. Jl Yos Sudarso depan Pos Giro 2. Jl RE Martadinata jembatan goyang, Tanjung Priok 3. Samping lapangan golf Kemayoran III. Jakarta Barat 1. Depan season city tambora/jembatan besi 2. Jl Ratu Menten, Tanjung Duren 3. Jl Daan Mogot, Depan indosiar 4. Jl Daan Mogot Taman Kota Cengkareng 5. Jl Baru Palmerah IV. Jakarta Selatan 1. Kawasan Bulungan 2. Jl Buncit Raya 3. Jl bukit Duri 4. Jl Minangkabau, Manggarai 5. jl Ir H Juanda, Ciputat, depan kampus UIN. V. Jakarta Timur: 1. Jl matraman raya, 2. jl otista raya, 3. jl pahlawan revolusi pondok bambu 4.jl DI Panjaitan Cawang 5. Jl Raya Cakung VI Depok: 1. Jl raya sawangan 2. jl Merdeka VII. Bekasi Kota 1. Jl Ahyadi Sekitar gor 2. jl Joyo Martono, Bulak kapal. VIII. Bekasi Kabupaten: 1. pertigaan kawasan Hyundai, Cikarang Selatan 2. Jembatan flyover Cikarang Kota 3. jembatan perbatasan kedung waringin IX. Tangerang Kota: 1. Jl MH Thamrin Cipondoh 2. flyover Jl jenderal Sudirman 3. flyover cikokol 4. jl Daan mogot batu ceper 5. jl r patah sudimara selatan ciledug X. Tangerang Kabupaten: 1. jl serang depan citra raya cikupa 2. jl serang pasar Balaraha 3. Jl raya serpong Tangsel...>>...Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Selatan, Ajun Komisaris Besar Hermawan, mengatakan penyerangan sejumlah siswa SMA Negeri 70 terhadap siswa SMA Negeri 6, Senin lalu, 24 September 2012, dilakukan secara tidak terencana. Berdasarkan informasi penyidik, kata Hermawan, tersangka FR dan sejumlah rekannya menyerang secara spontan. "Begitu melihat pelajar lain langsung terjadi perkelahian," kata Hermawan, Jumat, 28 September 2012. Dari keterangan saksi, kata dia, FR membolos dari ujian agama di SMA 70.


Polisi:Tersangka FR Spontan Serang Siswa SMA 6 

 

foto
Siswa SMA Negeri 70 Jakarta FT alias Doyok, tersangka pembacokan siswa SMAN 6 Alawy Yusianto Putra, dikawal petugas kepolisian memasuki Mapolres Metro Jakarta Selatan, Kamis (27/9). ANTARA/Dhoni Setiawan

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Selatan, Ajun Komisaris Besar Hermawan, mengatakan penyerangan sejumlah siswa SMA Negeri 70 terhadap siswa SMA Negeri 6, Senin lalu, 24 September 2012, dilakukan secara tidak terencana. Berdasarkan informasi penyidik, kata Hermawan, tersangka FR dan sejumlah rekannya menyerang secara spontan. 

"Begitu melihat pelajar lain langsung terjadi perkelahian," kata Hermawan, Jumat, 28 September 2012. Dari keterangan saksi, kata dia, FR membolos dari ujian agama di SMA 70.

Hasil pemeriksaan sementara, polisi menemukan kecocokan antara darah korban dan darah yang melekat di celurit yang disita sebagai barang bukti. "Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa darah di baju korban identik dengan darah yang melekat di celurit," ujarnya. 

Berdasarkan keterangan saksi, kata dia, celurit ini yang diduga dipakai oleh tersangka FR untuk menebas Alawy, siswa SMA 6. Saat penyerangan ini terjadi, seorang saksi mencoba merebut celurit yang dipegang oleh tersangka FR.

Pergumulan pun terjadi di antara mereka. Celurit dari tangan tersangka berhasil diamankan. "Kami belum tahu dari mana asal senjatanya," ucap Hermawan.

Saat ini tersangka FR masih diperiksa. Pengacara FR, Nazarudin Lubis, mengatakan pemeriksaan belum sampai kepada isi materi. FR mengaku terkejut terkait dengan tindakan kriminalnya Senin lalu. "Dia tidak menyangka akan seperti ini," kata Lubis. Menurut Lubis, tersangka FR menyerang sebagai bentuk solidaritas antarteman. 

Sebelumnya, sejumlah siswa SMA Negeri 70 menyerang SMA Negeri 6, Senin, 24 September 2012. Siswa di kedua sekolah ini sudah sering terlibat tawuran. Dalam kasus yang terakhir itu, dua pelajar terluka dan satu pelajar tewas. Pelajar yang tewas itu adalah Alawy Yusianto Putra, kelas X SMA 6. 

ADITYA BUDIMAN

Gawat! Ada Mafia Bisnis di Balik Tawuran Pelajar

JAKARTA (voa-islam.com) - http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2012/09/27/20873/pelaku-pembacokan-tawuran-pelajar-mengaku-puas/
 Kasus tawuran antara SMA 6 dan SMA 70 Bulungan, Jakarta Selatan, sudah berlangsung cukup lama, ada dugaan hal ini ditunggangi pihak ketiga yang punya kepentingan. Guru-guru SMA 6 menduga ada pihak ketiga yang mengincar lokasi sekolah karena letak atau wilayahnya tergolong strategis dan tidak jauh dari pusat perbelanjaan.
”Ada pihak ketiga yang menginginkan sekolah SMA 6 atau SMA 70 karena di sini daerahnya sangat strategis. Kami belum tahu itu perusahaan atau apa, tapi yang jelas mereka salah satu penyebab tawuran,” ucap Guru SMA 6 Agustin Suwartini, saat dikunjungi Komite III DPD RI di SMA 6 Jakarta, Jakarta, Kamis (27/9/2012).
Untuk itu, tegasnya, pihak sekolah menolak untuk direlokasikan ke tempat lain. Bagaimanapun, gedung SMA 6 banyak menyimpan sejarah. “Kami tidak mau sekolah dipindahkan, karena banyak sejarah di sekolah ini,” lontar staf Kurikulum SMA 6 itu.
...Ada pihak ketiga yang menginginkan sekolah SMA 6 atau SMA 70 karena di sini daerahnya sangat strategis. Kami belum tahu itu perusahaan atau apa, tapi yang jelas mereka salah satu penyebab tawuran
Selain itu, pihaknya juga menolak untuk dilakukan merger atau penggabungan antara SMA 6 dan SMA 70. Dirinya menilai, hal tersebut tidak tepat karena siswa dan siswi SMA 70 jumlahnya sangat banyak sehingga tidak efisien dalam belajar. “Jika dimerger apa jadinya sekolahnya nanti dengan jumlah siswa yang banyak,” terang Agustin.
Sementara itu, Ketua Komite II DPD RI Hardi Selamat Hood menambahkan oknum yang menginginkan adanya relokasi SMA 6 yang terletak di dekat Blok M Plaza perlu diantisipasi. “Ada oknum yang mendekati pihak SMA 6, ini yang harus diselidiki jangan sampai dimanfaatkan oleh pihak luar,” tutur dia.
Dengan demikian, lanjutnya, perlu koordinasi dan kerjasama dengan kepolisian dalam rangka deteksi dini dan pencegah agar tidak terjadi tawuran pelajar lagi. Pencegahan itu bisa saja dengan cara sosialisasi dan advokasi atas dampak negatif tawruan pelajar. “Kita perlu melakukan kerjasama dengan kepolisian agar tidak ada tawuran pelajar,” harap Anggota DPD RI asal Kepulauan Riau itu.
Selain itu, perlu juga melakukan cara ekstrim untuk menghilangkan tradisi tawuran. Salah satunya, mengeluarkan siswa yang terlibat tawuran, memindahkan sekolah, dan menggabungkan sekolah. “Mungkin cara ini bisa memutuskan rantai masalah tawuran pelajar selama ini,” ulas Hardi.
...Kita tidak boleh putus asa. Kita bongkar siapa mafianya!
Bongkar Mafia di Balik Tawuran Pelajar
Hal senada juga disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhamamd Nuh yang curiga adanya pihak yang bermain terkait maraknya aksi tawuran antarpelajar akhir-akhir ini. Nuh meyakini ada mafia yang membuat tawuran antarpelajar kian marak.
"Kita tidak boleh putus asa. Kita bongkar siapa mafianya!" kata Mendikbud Mohammad Nuh di Gedung Kemdikbud Jakarta, Jumat (28/9).
Saat ini, Kemdikbud dan pihak sekolah masih membicarakan solusi atas tawuran antarpelajar. Nuh mengingatkan kepada sekolah untuk mendisiplinkan siswa-siswanya.
"Tegakan disiplin di setiap sekolah kalau ada anak sekolah yang melakukan pelanggaran harus out. Siapapun orang tuanya," tegasnya. [Widad/jpnn]


Pelaku Pembacokan Tawuran Pelajar Mengaku Puas!

JAKARTA (voa-islam.com) - Belum usai kasus tawuran pelajar antara SMAN 6 dan SMAN 70 yang menewaskan Alawy Yusianto Putra, tawuran pelajar kembali terjadi.
Kali ini, tawuran pelajar SMA Yayasan Karya 66 (Yake) dan pelajar SMK Kartika Zeni (Kaze) juga memakan korban jiwa. Deny Januar (17), siswa kelas III SMA Yake tewas dengan luka bacok di perut, dalam aksi tawuran Rabu (26/9/2012) siang itu.

Menurut aparat kedua sekolah memang sering terlibat tawuran. Sehingga aksi Rabu siang tersebut adalah aksi lanjutan.

"SMK Kartika Zeni dan SMA Yayasan Karya 66 kan berada di wilayah Jakarta Timur nah mereka (saksi) menyampaikan pertengkaran sudah sejak lama terjadi di sana. Jadi ini peristiwa lanjutan. Kebetulan rumah mereka di Saharjo, Manggarai sekitarnya. Jadi tadi saat turun angkot ke rumah masing-masing mereka  berpapasan dan terjadilah tawuran," papar Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Hermawan, Rabu (26/9/2012).

Dalam aksi tawuran tersebut, pihak aparat kepolisian akhirnya menangkap seorang terduga pelaku pembacokan dari SMA Kaze dengan inisial AD.

Prihatin dengan aksi tawuran yang terjadi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhammad Nuh mengunjungi AD alias Jarot, di Mapolres Jakarta Selatan.
Saya agak surprise, syok. Saya sempat tanya, puas mas membunuh korban? 'Saya puas pak'

M Nuh sempat syok saat berbincang dengan pembunuh Deny tersebut. "Saya agak surprise, syok. Saya sempat tanya, puas mas membunuh korban? 'Saya puas pak'," kata Nuh dengan mata berkaca-kaca kepada wartawan, Rabu (26/9/2012) malam.

Menegaskan apa yang didengarnya, Nuh kembali bertanya kepada pelajar kelas XI SMK Kartika Zeni itu.

"Puas pak, tapi agak menyesal," ungkap Nuh menirukan perkataan AD.



Lebih lanjut Nuh menuturkan, mendidik anak seperti tersangka memang berat. Ia menilai dari cara berbicara, gerak tubuh dan penampilannya, tak ada tanda penyesalan dalam diri AD.
"Ada beban sosial yang dibawanya. Bukan lagi masalah pendidikan atau sekolah biasa," tambahnya. [Widad/trb, jpn]

Empat Hari, Tiga Tawuran Pelajar di Jakarta

http://id.berita.yahoo.com/empat-hari-tiga-tawuran-pelajar-di-jakarta-082924416.html
TEMPO.CO, Jakarta - Selama empat hari terakhir, Kepolisian Daerah Metro Jaya mencatat ada tiga aksi tawuran antarpelajar di DKI Jakarta. Bentrokan pertama terjadi saat sejumlah pelajar SMAN 70 menyerang para pelajar SMAN 6 di Bulungan, Jakarta Selatan. Aksi yang terjadi Senin, 24 September 2012, pecah pada pukul 12.10.
Dalam bentrokan ini dua pelajar SMAN 6 mengalami luka-luka. Sedang satu pelajar tewas, yaitu Alawi Yusianto. Polisi sudah menangkap satu pelaku utama berinisial FR, pelajar kelas XI SMAN 70.
Selang dua hari, tawuran kembali terjadi di Jalan Minangkabau, Manggarai, Jakarta Selatan. Kali ini melibatkan para pelajar dari SMA Yayasan Karya 66 (Yake) dan SMK Kartika Zeni. Kembali satu pelajar tewas dengan luka bacok di perut atas nama Deni Yanuar, siswa kelas XII SMA Yayasan Karya 66 (Yake). Tak lama usai bentrok, polisi meringkus pembacok dari SMK Kartika Zeni berinisial AD.
Masih di hari yang sama namun di tempat terpisah, bentrok antarpelajar pecah di Jalan Komodor, Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur. Susilo, 15 tahun, murid kelas X SMK Mahardhika, diserang dua pelajar SMK. Kendati terkena sabetan celurit, nyawa Susilo bisa diselamatkan saat dibawa ke Rumah Sakit UKI, Cawang.
Juru bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, menegaskan polisi akan menindak tegas pelaku tawuran. Bila pelaku di bawah umur, polisi tetap akan memproses. "Perlakuannya saja yang berbeda kalau pelaku masih di bawah umur," kata dia di Mapolda, Kamis, 27 September 2012.
Berdasarkan data dari Polda Metro Jaya, dari Januari hingga September 2012, tercatat ada sembilan kasus tawuran yang melibatkan pelajar. Sebanyak empat kasus terjadi di Jakarta Selatan, dua kasus di Jakarta Timur, dan satu kasus masing-masing terjadi di Jakarta Pusat, Depok, dan Bekasi.
ADITYA BUDIMAN
Berita Lainnya:
Keluarga Korban Tawuran Tak Punya Dana Pengobatan
Polisi: Tersangka FR Spontan Serang Siswa SMA 6
Empat Pelindung FR Terancam Pidana
Psikolog: Traning Solusi Tawuran SMA 6 dan SMA 70
Jl Benjamin Sueb-Jl RE Marthadinata Rawan Tawuran
Enam Pelajar Tersangka Tawuran di Kemayoran 

Jumat, 28/09/2012 18:31 WIB

Ini Lokasi dan Waktu Rawan Tawuran Pelajar di Jakarta

E Mei Amelia R - detikNews
http://news.detik.com/read/2012/09/28/183151/2044444/10/ini-lokasi-dan-waktu-rawan-tawuran-pelajar-di-jakarta?n991102605

Jakarta 
Polisi telah memetakan 37 titik rawan aksi tawuran pelajar di wilayah Jakarta, Bekasi, Tangerang dan Depok. Aksi kekerasan pelajar itu kerap dilakukan pada siang hingga sore hari atau jam-jam pulang sekolah.

"Rata-rata terjadi pada siang hingga sore hari antara pukul 12.00-14.00 WIB dan 16.00-18.00 WIB," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Jumat (28/9/2012).

Berikut lokasi rawan tawuran berdasarkan data dari Humas Polda Metro Jaya.

I. Jakarta Pusat
1. Jl Petojo, Gambir
2. Jl Kramat Jaya Senen
3. Jl Garuda, Senen
4. Jl Letjen Suprapto, Cempaka Putih

II. Jakarta Utara:
1. Jl Yos Sudarso depan Pos Giro
2. Jl RE Martadinata jembatan goyang, Tanjung Priok
3. Samping lapangan golf Kemayoran

III. Jakarta Barat
1. Depan season city tambora/jembatan besi
2. Jl Ratumenten, Tanjung Duren
3. Jl Daan Mogot, Depan indosiar
4. Jl Daan Mogot Taman Kota Cengkareng
5. Jl Baru Palmerah

IV. Jakarta Selatan

1. Kawasan Bulungan
2. Jl Buncit Raya
3. Jl bukit Duri
4. Jl Minangkabau, Manggarai
5. jl Ir H Juanda, Ciputat, depan kampus UIN.


V. Jakarta Timur:
1. Jl matraman raya,
2. jl otista raya,
3. jl pahlawan revolusi pondok bambu
4.jl DI Panjaitan Cawang
5. Jl Raya Cakung


VI Depok:
1. Jl raya sawangan
2. jl Merdeka


VII. Bekasi Kota
1. Jl Ahyadi Sekitar gor
2. jl Joyo Martono, Bulak kapal.


VIII. Bekasi Kabupaten:
1. pertigaan kawasan Hyundai, Cikarang Selatan
2. Jembatan flyover Cikarang Kota
3. jembatan perbatasan kedung waringin


IX. Tangerang Kota:
1. Jl MH Thamrin Cipondoh
2. flyover Jl jenderal Sudirman
3. flyover cikokol
4. jl Daan mogot batu ceper
5. jl r patah sudimara selatan ciledug

X. Tangerang Kabupaten:
1. jl serang depan citra raya cikupa
2. jl serang pasar Balaraha
3. Jl raya serpong Tangsel

"Semua polres/polsek pantau titik rawan. Hanya kalau ada polisi, mereka bisa geser ke tempat lain," kata Rikwanto lagi.

(mei/mad)  

Jumat, 28/09/2012 17:58 WIB

16 Siswa SMAN 70 Dipanggil Terkait Tewasnya Alawy

E Mei Amelia R - detikNews
http://news.detik.com/read/2012/09/28/175836/2044310/10/16-siswa-sman-70-dipanggil-terkait-tewasnya-alawy?nd771108bcj


Jakarta Aparat polisi terus mendalami kasus tewasnya Alawy Yusianto Putra (15), siswa Kelas XI SMAN 6 dalam tawuran bersama siswa SMAN 70. Setelah menangkap pelaku utama, Fitrah Ramadani alias Doyok, polisi juga akan memanggil 16 siswa SMAN 70 yang ikut tawuran bersama Doyok.

"Hari ini kita melayangkan pemanggilan ke 16 temannya ke alamat masing-masing. Mereka yang disebut-sebut ikut dalam tawuran," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto kepada wartawan di Jakarta, Jumat (28/9/2012).

Rikwanto belum bisa memastikan apakah 16 siswa SMAN 70 itu bisa dijerat pidana yang sama dengan Doyok atau tidak.

"Nanti kita lihat dalam pemeriksaan, peran-peran satu persatu apa. Apakah ikut menganiaya atau hanya sebagai penggembira," kata Rikwanto.

Seperti diketahui, siswa SMAN 6 dan SMAN 70 terlibat dalam aksi tawuran di Bulungan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Senin (24/9) siang lalu. Peristiwa itu mengakibatkan Alawy meninggal dunia akibat sabetan arit di dadanya.

Polisi kemudian berhasil menangkap pelakunya, Doyok di tempat persembunyiannya di Sleman, Yogyakarta. Doyok kemudian dijerat pasal berlapis yakni pasal 170 ayat (2) KUHP jo Pasal 351 ayat (3) KUHP jo Pasal 338 KUHP tentang pengeroyokan yang mengakibatkan orang meninggal dunia dan atau penganiayaan yang mengakibatkan seseorang meninggal dunia dan atau pembunuhan.

Atas perbuatannya itu, Doyok terancam hukuman tertinggi yakni 15 tahun penjara karena telah menghilangkan nyawa seseorang dengan sengaja.

Proses hukum tegas yang diterapkan polisi tidak hanya diberlakukan bagi Doyok. Polisi juga menjerat Adi, orang yang menyembunyikan Doyok di Yogyakarta dengan pasal 221 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman 9 bulan penjara.

(mei/mad)  



Jumat, 28/09/2012 17:43 WIB

Setelah Kemendikbud, DPRD & Pemprov DKI Juga Bentuk Tim Anti Tawuran

Ray Jordan - detikNews
http://news.detik.com/read/2012/09/28/174358/2044235/10/setelah-kemendikbud-dprd-pemprov-dki-juga-bentuk-tim-anti-tawuran?nd771108bcj


Jakarta Setelah Kemendikbud, kini Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI da Pemprov DKI juga membentuk tim untuk mengatasi tawuran pelajar. Tim bakal terdiri dari beberapa unsur.

Anggota Komisi E DPRD DKI, Dwi Rio Sambodo mengatakan, tim khusus tersebut terdiri dari pihak eksekutif, legislatif, dan beberapa unsur terkait lainnya.

"DPRD akan membentuk tim khusus yang terdiri dari beberapa perwakilan Komisi E dengan instansi terkait, termasuk pihak eksekutif," kata Rio di gedung DPRD DKI Jakarta, jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (28/9/2012).

Selain membentuk tim khusus, Rio juga meminta agar Kepala Dinas Pendidikan dan kepala sekolah terkait untuk bertanggung jawab atas peristiwa tawuran yang terjadi. Terlebih aksi tawuran yang terjadi belakangan ini sampai merenggut nyawa seorang pelajar.

"Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Sekolah diminta bertanggung jawab," tegasnya.

Dia pun berharap agar tradisi kekerasan di lingkungan sekolah, seperti masa orientasi siswa (MOS) dan hubungan dengan alumni dihentikan. Apalagi menurutnya, kasus tawuran seperti yang terjadi antara SMA 6 vs SMA 70 dan SMK Kartika Zeni vs SMA Yayasan Karya 66 (Yake) hingga merenggut nyawa pelajar.

"Menghentikan tradisi kekerasan di lingkusangan sekolah, seperti MOS, hubungan alumni dan lainnya. Karena tawuran pelajar dalam beberapa hari ini sebagai fenomena gunung es, dimana selain kasus ini, banyak kasus serupa yang tidak terungkap,"

Rio mengatakan, aksi tawuran pelajar tersebut sebagai akibat dari sebab, karena ada persoalan besar lainnya. "Diantaranya sistem belajar mengajar, wadah perhimpunan sebagai ekspresi pelajar sebagai remaja yang minim, pendidikan budi pekerti atau kebangsaan yang gagal dan lainnya," jelas Rio.

Seperti diketahui, pada Senin (24/9) kemarin seorang siswa SMA 6 Alawy Yusianto Putra (15) tewas akibat diserang oleh siswa SMA 70. Kedua sekolah ini memang mempunyai catatan panjang mengenai aksi tawuran.

Selang dua hari kejadian tersebut, aksi tawuran kembali terjadi di kawasan Jl Saharjo, Manggarai, Jakarta Selatan. Aksi ini menewaskan Deni Januar (17) siswa SMA Yayasan Karya 66, Rabu (26/9) lalu.

(jor/mad)  


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar