Sabtu, 30 Agustus 2014

ISRAEL AKAN SEGERA LENYAP...?? KONON .. TULISAN DI KORAN AMERIKA SERIKAT...?? ... MASA... ADA BERITA SEPERTI ITU...??? >>>> ...... editor koran Amerika ini, Cindy Adams menegaskan bahwa statemen yang dimuat itu sudah akurat dan valid. Ia mengatakan, Kissinger menegaskannya dengan kata-kata “In 10 years, there will be no more Israel”....>>> INSYA ALLAH... PENJAJAH JAHAT DAN KRIMINAL.. ISRAEL AKAN SEGERA HANCUR.. DAN LENYAP DARI SELURUH BUMI PALESTINA.. ... AAMIIN.. >> DENGAN RAHMAT ALLAH DAN PERTOLONGAN ALLAH... INSYA ALLAH PEJUANG2 HAMAS- DAN PALESTINA.. AKAN SEGERA JAYA DAN DIGJAYA... DAN PENJAJAH KRIMINAL... ISRAEL AKAN SEGERA ENYAH DAN LENYAP DARI BUMI PALESTINA...>>> AAMIIN. .. >> PEJUANG HAMAS TIDAK MEMILIKI TENTARA ATAUPUN POLISI... KARENA MEREKA DALAM KEADAAN DI BLOKADE DAN DI TINDAS OLEH ISRAEL -AMERIKA SERIKAT-UNITED KINGDOM-INGGRIS-DAN JARINGAN2 EROPA DAN ARAB SAUDI-MESIR..DLL.. DAL LIHATLAH KONDISI KEKUATAN PERTAHANAN HAMAS DI GAZA YANG MEREKA KURUNG DENGAN TEMBOK2..?? .. Pasukan Israel dilaporkan memiliki lebih dari 3000 tank, termasuk 441 berjenis Merkava Mk-l, 455 Merkava Mk-ll, 454 Merkava Mk-III, 175 Merkava Mk-IV, dan 206 model Centurion. Israel juga memiliki kendaraan tempur berat sebanyak 9.436, senjata pelontar sebanyak 706, senjata artileri sebanyak 350, dan sistem peluncur roket sebanyak 88. >> Sedangkan Hamas dan para pejuang Palestina tidak memiliki satu jenis tank pun, di mana mereka hanya mengandalkan senapan model lama AK-47 di tambah kendaraan perang dan peluncur granat RPG-7, kendaraan patrol bersenjata BDRM-2, dan senjata anti pesawat tempur caliber 14,5 mm dan 12,7 mm, ketidakseimbangan ini belum termasuk peralatan laut dan udara milik Israel yang dibantu AS..... >> NAMUN HAMAS DAN PEJUANG PALESTINA BERSAMA ALLAH.. DAN INSYA ALLAH MENANG DAN JAYA DIGJAYA.. DENGAN TERHORMAT.. DAN ELEGAN.. .. INSYA ALLAH.. AAMIIN.... .




10 tank "Israel" dihancurkan Brigade Izzudiin Al-Qassam

Senin, 24 Ramadhan 1435 H / 21 Juli 2014 23:44

10 tank "Israel" dihancurkan Brigade Izzudiin Al-Qassam
Ilustrasi - 10 tank "Israel" dihancurkan Brigade Izzudiin Al-Qassam
GAZA (Arrahmah.com) – Sayap militer Hamas, Brigade Izzudiin Al-Qassam, Ahad (20/7/2014) pagi mengumumkan, para pejuang mereka berhasil meledakan sepuluh tank dan kendaraan pengangkut tentara dan rumah yang menjadi markaz mereka di kawasan Timur Gaza, dan Khan Younis dalam operasi penghadangan terhadap pasukan zionis, sebagaimana dilansir IP.
Dalam rilis resminya, Brigade Izzudiin Al-Qassam menegaskan, para mujahid mereka telah berhasil meledakan 6 tank jenis Merkava di Khan Younis Timur, dengan senjata jenis RPG.
Selain itu, 4 tank lainnya diledakan di Timur Gaza, dan sebuah rumah perlindungan pasukan zionis di Gaza Timur dengan granat dan senjata jenis Tandom.
Faksi Perlawanan Palestina melanjutkan serangan terhadap pasukan zionis di dua kawasan tersebut, diprediksi kerugian besar dialami pasukan zionis yang tak bisa bergerak leluasa di sana.
Brigade Al-Qassam menegaskan, para pejuang mereka telah bersiap untuk menyerang pasukan infantri zionis dan kendaraan angkut di Gaza Timur. Saat ini alhamdulillah telah menewaskan 14 orang di kalangan militer zionis.
Sejak awal agresi, Selasa (8/7) Gaza menjadi laboratorium pembunuhan “Israel”, ribuan serangan udara, darat dan laut telah mereka gencarkan. Warga Palestina yang gugur sudah mencapai lebih dari 500 orang Palestina, dan ribuan lainnya terluka. Agresi biadab ini menyisakan ribuan rumah hancur dan terjadinya pembantaian masal tanpa perikemanusiaan. Fanshurna yaa Robbi. (adibahasan/arrahmah.com)
Topik: , , , ,
- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2014/07/21/10-tank-israel-dihancurkan-brigade-izzudiin-al-qassam.html#sthash.SXpxadSH.dpuf

Al Qassam Tewaskan 110 Tentara Zionis Israel

Sayap militer Hamas
Sayap militer Hamas


REPUBLIKA.CO.ID, GAZA -- Brigade Izzuddin Al-Qassam, sayap militer gerakan perlawanan Hamas, menyatakan telah menewaskan setidaknya 110 perwira dan prajurit tentara penjajah Zionis Israel serta melukai ratusan lainnya sejak dimulai perang darat.

Dalam pernyataan resminya dikeluarkan Senin (28/7) sebagaimana diterima Mi’raj Islamic News Agency, Al Qassam menegaskan telah memberikan kerugian besar terhadap Zionis Israel.

Selain perwira dari pasukan yang mereka sebut sebagai satuan elite, sejumlah tank dan pesawat tempur tanpa awak (drone) milik militer Zionis Israel juga berhasil dihancurkan.

Jumlah tentara Zionis tewas yang disebutkan merupakan hasil hitungan langsung Al-Qassam di lapangan saat terjadi baku tembak langsung dengan tentara penjajah Zionis Israel. Jumlah tersebut belum termasuk yang tewas di dalam tank yang berhasil dihancurkan oleh para pejuang Palestina.

Pada hari ke-22 agresi Zioni Israel ke Gaza, Al Qassam berhasil menewaskan setidaknya dalam satu hari itu sejumlah 19 tentara penjajah Zioniz Israel.

Dua aksi heroik ditunjukkan oleh Al-Qassam pada Senin (28/7) pukul 18.45 waktu Gaza berhasil menyusup ke pertahanan musuh dan menyerang sejumlah besar pasukan penjajah Zionis Israel dari batalion Nahal Oz.
Pasukan khusus Al-Qassam berusaha menangkap hidup-hidup salah seorang prajurit penjajah Zionis Israel, namun karena kondisi di lapangan tidak memungkinkan sehingga upaya itu belum berhasil.

Dalam operasi itu, Al-Qassam berhasil menewaskan 10 tentara Zionis Israel dan merampas sebuah senjata api dari jenis senapan serbu Tavor bernomor 438522900×95 yang biasa digunakan oleh pasukan elite Zionis Israel. Setelah melakukan aksi tersebut, sembilan pejuang Al-Qassam berhasil kembali dengan selamat.
Sabtu, 6 Syawwal 1435 / 02 Agustus 2014
  Login   Register
  facebook   Twitter   Instagram


Abbas bantah Hamas di balik penculikan remaja Israel

Minggu, 22 Juni 2014 07:32 WIB |
Abbas bantah Hamas di balik penculikan remaja Israel
Mahmoud Abbas. (REUTERS/Max Rossi)
Ramallah (ANTARA News/Xinhua-OANA) - Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada Sabtu (21/6) mengatakan bahwa tidak ada bukti Gerakan Perlawanan Islam (HAMAS) berada di belakang penculikan tiga remaja Yahudi di Tepi Barat Sungai Jordan.

Abbas mengeluarkan pernyataan itu kepada wartawan setelah pertemuan dengan anggota Perhimpunan Wartawan Arab yang diselenggarakan dalam satu konferensi di Ramallah di Tepi Barat Sungai Jordan dan di Jalur Gaza sebagai solidaritas buat Jerusalem.


Ia juga memberitahu wartawan bahwa penculikan tiga remaja Yahudi di Tepi Barat Sungai Jordan dapat terjadi di mana saja,

"Tapi, hal itu tidak bisa dibenarkan dan tak bisa diterima baik," ujarnya.

 Ia menambahkan, rakyat Palestina berusaha sekuat mungkin untuk mengembalikan ketiga remaja Yahudi itu.

Tiga remaja Yahudi hilang di dekat Al-Khalil (Hebron) di bagian selatan Tepi Barat pada Kamis (12/6).

Israel menuduh HAMAS "terlibat dalam penculikan tersebut" sehingga militernya melancarkan operasi di Tepi Barat, dan menangkap lebih dari 400 orang Palestina, termasuk anggota parlemen, mantan tahanan dan pemimpin masyarakat.

Menurut Abbas, militer Israel menembak hingga tewas dua pemuda Palestina di Tepi Barat selama operasi militer satu-pekan di seluruh Tepi Barat untuk mencari ketiga orang Yahudi itu.
(Uu.C003)

Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © 2014


UPAYA MEMFITNAH HAMAS UNTUK MEMBENARKAN SERANGAN ISRAEL KE GAZA

LiputanIslam.com — Dalam beberapa hari terakhir ini, beberapa media-media Barat dan Israel, semisal Usatoday, The Guardian, Times of Israel, kompak menurunkan artikel terkait
penculikan tiga remaja Israel di Tepi Barat. Mereka mengutip pengakuan ‘tokoh’ Hamas bahwa pelaku penculikan adalah Hamas. Situs Islamtoleran.com juga ikut-ikutan melaporkan pernyataan tersebut.

Sebelumnya, Liputan Islam telah mengungkap bahwa penculikan itu dilakukan oleh kelompok militan Ansar al-Daulah al-Islamiyyah fi Bait al-Maqdis yang terindikasi berafiliasi dengan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS. (Baca: Inilah, Pelaku Penculikan Tiga Remaja Israel). Harap dicatat, bahwa militan ini telah mengakui bahwa mereka yang melakukan penculikan tersebut.

Nah jika kini tiba-tiba saja ada sosok yang ‘ujug-ujug’ mengaku sebagai pemimpin Hamas, dan menyatakan bahwa Hamas yang melakukan penculikan itu, seharusnya disikapi dengan kritis, bukan langsung ditelan mentah-mentah. Minimal, kita harus mempertanyakan, siapakah sosok yang mengaku diri sebagai ‘pemimpin Hamas’ tersebut?

Namanya, Saleh Arouri (SA), menetap di Turki. Uniknya, media-media ini tidak kompak dalam memberikan predikat kepadanya. The Guardian, menyebut SA sebagai ‘Veteran Hamas’, Times of Israel menyebutnya sebagai ‘deported terrorist’ sedangkan Daily Mail menyebutnya sebagai ‘a long-serving militant’. Bandingkan, dengan predikat yang diberikan kepada Khaleed Meshal, semua media pasti kompak menyebutnya sebagai Kepala Biro Politik Hamas.

Jadi, siapa SA sebenarnya?

Dari pernyataan media-media tersebut diatas, bisa disimpulkan bahwa SA adalah salah satu pejuang Hamas, namun telah meletakkan senjata, menetap di Turki, dan karenanya, ia disebut veteran Hamas.

Di Indonesia, kita menemukan banyak veteran, dan hal itu tidak terdengar aneh. Belanda dan Jepang, sudah enyah dari Indonesia, tidak ada lagi peperangan. Namun bagaimana dengan Palestina? Apakah perjuangan mengusir Zionis Israel sudah berakhir, sehingga harus meletakkan senjata dan memilih berleha-leha di Turki?

Bukankah selama ini kita kerap menemukan, bahwa pejuang-pejuang Hamas berperang hingga titik darah penghabisan, dan mereka gugur sebagai syuhada dalam membela tanah air tercinta?

Tentu, meletakkan senjata dan hidup tenang juga merupakan hak. Siapapun bisa melakukannya. Hanya saja, setelah cuci tangan dari perjuangan dan memilih meninggalkan Palestina, apakah ia masih layak disebut ‘Pemimpin Hamas’? Mikir dong !

Lebih aneh lagi, ia mengeluarkan pernyataan itu kepada media-media Barat corong Zionis, yang memang ‘bertugas’ membuat propaganda untuk mendeskreditkan perjuangan Hamas. Jika pejuang-pejuang Indonesia di jaman penjajahan menggunakan bambu runcing untuk melawan Belanda – dan kini kita mengenangnya sebagai pahlawan, lalu mengapa Hamas tidak boleh melawan Israel, yang juga menjajah negerinya? Mengapa kelompok yang membela negaranya harus disebut teroris? Mikir dong !

Ella Devianti, seorang jurnalis yang pernah meliput ke Gaza, juga mengungkapkan keprihatinannya atas artikel yang diangkat situs Islamtoleran.com, yang tak lebih dari perpanjangan propaganda Barat dan Israel. (Baca: Kisah Perjalanan ke Gaza)

“Pertama, saya sedih dengan website Islam Toleran ini. Judulnya toleran tapi isu-isu yang diangkat lebih sering provokatif dan memecah belah,” sesalnya.


“Kedua, saya pernah liputan ke Gaza dan bertemu dengan pasukan khususnya Hamas. Warga Gaza tidak pernah merasa takut atau benci dengan Hamas. Mereka semua cuma benci pada satu: Israel,” lanjutnya.

Ella menyebutkan, di Gaza terdapat banyak organisasi, seperti Jihad Islam, sayap militer Hamas Brigade Al Qassam, juga Ansar al-Daulah al-Islamiyyah fi Bait al-Maqdis. Friksi internal dalam kelompok tersebut juga cukup banyak.

“Jadi sekecil apapun wilayah Gaza, tetap membuka peluang adanya penyusup yang membawa paham ISIS dan menginfiltrasi salah satu organisasi militan yang sah di sana,” terangnya.


Tapi yang pasti, lanjut Ella, sesaat setelah insiden penculikan, langsung ada klaim dari Ansar al-Daulah al-Islamiyyah fi Bait al-Maqdis yang terindikasi berafiliasi dengan ISIS mengaku sebagai penculik tiga remaja Israel tersebut.

Jadi, mohon maaf bagi Islam Toleran. Islam memang seharusnya toleran, tetapi tidak untuk mentolerir penjajahan, kezaliman dan penindasan. Di hadapan itu semua, kita harus bangkit melawan. Demikian. (ba)

Mari share berita terpercaya, bukan hoax



Photo: UPAYA MEMFITNAH HAMAS UNTUK MEMBENARKAN SERANGAN ISRAEL KE GAZA

 LiputanIslam.com — Dalam beberapa hari terakhir ini, beberapa media-media Barat dan Israel, semisal Usatoday, The Guardian, Times of Israel, kompak menurunkan artikel terkait penculikan tiga remaja Israel di Tepi Barat. Mereka mengutip pengakuan ‘tokoh’ Hamas bahwa pelaku penculikan adalah Hamas. Situs Islamtoleran.com juga ikut-ikutan melaporkan pernyataan tersebut.

Sebelumnya, Liputan Islam telah mengungkap bahwa penculikan itu dilakukan oleh kelompok militan Ansar al-Daulah al-Islamiyyah fi Bait al-Maqdis yang terindikasi berafiliasi dengan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS. (Baca: Inilah, Pelaku Penculikan Tiga Remaja Israel). Harap dicatat, bahwa militan ini telah mengakui bahwa mereka yang melakukan penculikan tersebut.

Nah jika kini tiba-tiba saja ada sosok yang ‘ujug-ujug’ mengaku sebagai pemimpin Hamas, dan menyatakan bahwa Hamas yang melakukan penculikan itu, seharusnya disikapi dengan kritis, bukan langsung ditelan mentah-mentah. Minimal, kita harus mempertanyakan, siapakah sosok yang mengaku diri sebagai ‘pemimpin Hamas’ tersebut?

Namanya, Saleh Arouri (SA), menetap di Turki. Uniknya, media-media ini tidak kompak dalam memberikan predikat kepadanya. The Guardian, menyebut SA sebagai ‘Veteran Hamas’, Times of Israel menyebutnya sebagai ‘deported terrorist’ sedangkan Daily Mail menyebutnya sebagai ‘a long-serving militant’. Bandingkan, dengan predikat yang diberikan kepada Khaleed Meshal, semua media pasti kompak menyebutnya sebagai Kepala Biro Politik Hamas.

Jadi, siapa SA sebenarnya?

Dari pernyataan media-media tersebut diatas, bisa disimpulkan bahwa SA adalah salah satu pejuang Hamas, namun telah meletakkan senjata, menetap di Turki, dan karenanya, ia disebut veteran Hamas.

Di Indonesia, kita menemukan banyak veteran, dan hal itu tidak terdengar aneh. Belanda dan Jepang, sudah enyah dari Indonesia, tidak ada lagi peperangan. Namun bagaimana dengan Palestina? Apakah perjuangan mengusir Zionis Israel sudah berakhir, sehingga harus meletakkan senjata dan memilih berleha-leha di Turki?

Bukankah selama ini kita kerap menemukan, bahwa pejuang-pejuang Hamas berperang hingga titik darah penghabisan, dan mereka gugur sebagai syuhada dalam membela tanah air tercinta?

Tentu, meletakkan senjata dan hidup tenang juga merupakan hak. Siapapun bisa melakukannya. Hanya saja, setelah cuci tangan dari perjuangan dan memilih meninggalkan Palestina, apakah ia masih layak disebut ‘Pemimpin Hamas’? Mikir dong !

Lebih aneh lagi, ia mengeluarkan pernyataan itu kepada media-media Barat corong Zionis, yang memang ‘bertugas’ membuat propaganda untuk mendeskreditkan perjuangan Hamas. Jika pejuang-pejuang Indonesia di jaman penjajahan menggunakan bambu runcing untuk melawan Belanda – dan kini kita mengenangnya sebagai pahlawan, lalu mengapa Hamas tidak boleh melawan Israel, yang juga menjajah negerinya? Mengapa kelompok yang membela negaranya harus disebut teroris? Mikir dong !

Ella Devianti, seorang jurnalis yang pernah meliput ke Gaza, juga mengungkapkan keprihatinannya atas artikel yang diangkat situs Islamtoleran.com, yang tak lebih dari perpanjangan propaganda Barat dan Israel. (Baca: Kisah Perjalanan ke Gaza)

“Pertama, saya sedih dengan website Islam Toleran ini. Judulnya toleran tapi isu-isu yang diangkat lebih sering provokatif dan memecah belah,” sesalnya.

“Kedua, saya pernah liputan ke Gaza dan bertemu dengan pasukan khususnya Hamas. Warga Gaza tidak pernah merasa takut atau benci dengan Hamas. Mereka semua cuma benci pada satu: Israel,” lanjutnya.

Ella menyebutkan, di Gaza terdapat banyak organisasi, seperti Jihad Islam, sayap militer Hamas Brigade Al Qassam, juga Ansar al-Daulah al-Islamiyyah fi Bait al-Maqdis. Friksi internal dalam kelompok tersebut juga cukup banyak.

“Jadi sekecil apapun wilayah Gaza, tetap membuka peluang adanya penyusup yang membawa paham ISIS dan menginfiltrasi salah satu organisasi militan yang sah di sana,” terangnya.

Tapi yang pasti, lanjut Ella, sesaat setelah insiden penculikan, langsung ada klaim dari Ansar al-Daulah al-Islamiyyah fi Bait al-Maqdis yang terindikasi berafiliasi dengan ISIS mengaku sebagai penculik tiga remaja Israel tersebut.

Jadi, mohon maaf bagi Islam Toleran. Islam memang seharusnya toleran, tetapi tidak untuk mentolerir penjajahan, kezaliman dan penindasan. Di hadapan itu semua, kita harus bangkit melawan. Demikian. (ba)

Mari share berita terpercaya, bukan hoax

http://liputanislam.com/tabayun/jangan-fitnah-hamas-dong/

ISRAEL SERANG GAZA

http://www.soloposfm.com/2014/08/israel-serang-gaza-kongres-as-sepakat-berikan-bantuan-ke-israel-rp26-triliun/

Kongres AS Sepakat Berikan Bantuan ke Israel Rp2,6 Triliun



Solopos.com, SOLO – 

Kongres Amerika Serikat (AS) menyetujui bantuan dana kepada pemerintah Israel sebesar US$225 juta atau senilai Rp2,6 triliun. Keputusan tersebut dilandasi atas klaim Israel yang menyebutkan dua tentara mereka tewas di tangan Palestina di sebuah terowongan tersembunyi milik kelompok Hamas.

VOA, Sabtu (2/8/2014), melaporkan pemberian dana bantuan tersebut kini tengah dalam proses akhir yakni menunggu persetujuan dari Presiden AS Barrack Obama. Setelah mendapat tanda tangan dari Obama, dana tersebut akan segera diberikan kepada Israel untuk pembiayaan rudal pertahanan.

Sebelumnya pada Jumat (1/8/2014), Obama menegaskan dukungannya pada pemerintah Israel yang menurutnya memiliki hak untuk membela diri. Ia juga menyerukan pada kelompok Hamas untuk membebasan prajurit Israel yang diduga telah diculik oleh mereka.

Tentara Israel  yakni Letnan Hadar Goldin, 23, diduga mengalami penculikan oleh kelompok Hamas pada Jumat pukul 09.30 waktu setempat sekitar 90 menit setelah gencatan senjata kemanusiaan Israel dan Palestina dilakukan. Militer Israel melaporkan tengah mencari tentara mereka yang hilang dan mengirimkan pesan teks kepada warga untuk tetap berlindung di dalam rumah. 

Setidaknya 140 warga Palestina dan dua tentara Israel tewas pada hari Jumat (1/8/2014). Serangan udara dan darat terus menerus menggempur wilayah Palestina sehigga menewaskan banyak warga sipil.

Militer Zionis Terkepung, Al-Qassam:  

‘Gaza Akan 

Jadi Kuburan Massal Tentara Israel’



Gaza-kuburan massal bagi tentara israel-1-jpeg.image

GAZA CITY (SALAM-ONLINE): Tank-tank penjajah Yahudi sampai laporan ini dibuat tak berhasil merangsek Gaza, karena dihalangi oleh para pejuang Palestina di Gaza. Saat ini sedang terjadi perang, saling berhadapan di front, antara militer Yahudi  ‘Israel’ dengan pejuang Gaza.

Sepasukan pejuang Palestina berhasil mengelabui militer ‘Israel’. Dengan memasuki terowongan, mereka muncul (keluar) di belakang tank dan pasukan ‘Israel’ di Gaza tengah, sehingga saat ini militer ‘Israel’ sedang terkepung.

Perang sengit, dentuman tembakan tank, roket, bom dan RJP, diiringi suara letupan senjata dari kedua kubu. Dua tentara ‘Israel’ ditembak mati oleh sniper pejuang Gaza dan 4 luka kritis, dan tank-tank dihancurkan oleh ranjau anti tank.

Sementara sasaran tembak militer ‘Israel’ adalah anak-anak, wanita, lansia, warga sipil lainnya dan rumah-rumah penduduk. Sedang sasaran tembak pejuang Gaza adalah tentara Yahudi dan markas-markas militer Zionis.

“Jika pasukan ‘Israel’ nekat masuk Gaza, maka mereka tak kan dapat keluar, Gaza akan banjir darah dan jadi kuburan massal bagi tentara ‘Israel’,” tegas Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas.

Militer ‘Israel’ berperang perhari dibayar 200 USD (Rp 2 juta lebih dibekali pampers), sementara pejuang di Gaza berperang karena Allah untuk membebaskan Al-Aqsha. Mereka berbuka puasa dan sahur dengan kurma dan air putih, dan mereka pantang pulang dan mundur dari pertempuran.

Khusus hari ini, Sabtu (19/7) lebih dari 50 warga sipil Gaza gugur syahid, insya Allah. Rumah-rumah warga rata dengan tanah. Sebagian dari korban masih berada di reruntuhan.

Sebuah rumah sakit di Beit Haboun, Gaza utara, jadi sasaran roket ‘Israel’. Dengan terpaksa tim medis dan para pasien berhamburan keluar rumah sakit.

Mohon doakan selalu, saat ini Gaza butuh doa! Doa!
Walau Gaza dihujani roket oleh penjajah ‘Israel’, namun relawan asal Gaza tetap mendistribusikan bahan makanan, obat-obatan dan bantuan uang cash bagi pasien korban perang–karena mereka perlu bantuan. (Abdillah Onim, Jurnalis Indonesia di Gaza, Palestina)

- See more at: http://salam-online.com/2014/07/militer-zionis-terkepung


Militer Zionis Terkepung, Al-Qassam: ‘Gaza Akan Jadi Kuburan Massal Tentara Israel’


Gaza-kuburan massal bagi tentara israel-1-jpeg.imageGAZA CITY (SALAM-ONLINE): Tank-tank penjajah Yahudi sampai laporan ini dibuat tak berhasil merangsek Gaza, karena dihalangi oleh para pejuang Palestina di Gaza. Saat ini sedang terjadi perang, saling berhadapan di front, antara militer Yahudi  ‘Israel’ dengan pejuang Gaza.
Sepasukan pejuang Palestina berhasil mengelabui militer ‘Israel’. Dengan memasuki terowongan, mereka muncul (keluar) di belakang tank dan pasukan ‘Israel’ di Gaza tengah, sehingga saat ini militer ‘Israel’ sedang terkepung.
Perang sengit, dentuman tembakan tank, roket, bom dan RJP, diiringi suara letupan senjata dari kedua kubu. Dua tentara ‘Israel’ ditembak mati oleh sniper pejuang Gaza dan 4 luka kritis, dan tank-tank dihancurkan oleh ranjau anti tank.
Sementara sasaran tembak militer ‘Israel’ adalah anak-anak, wanita, lansia, warga sipil lainnya dan rumah-rumah penduduk. Sedang sasaran tembak pejuang Gaza adalah tentara Yahudi dan markas-markas militer Zionis.
“Jika pasukan ‘Israel’ nekat masuk Gaza, maka mereka tak kan dapat keluar, Gaza akan banjir darah dan jadi kuburan massal bagi tentara ‘Israel’,” tegas Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas.
Militer ‘Israel’ berperang perhari dibayar 200 USD (Rp 2 juta lebih dibekali pampers), sementara pejuang di Gaza berperang karena Allah untuk membebaskan Al-Aqsha. Mereka berbuka puasa dan sahur dengan kurma dan air putih, dan mereka pantang pulang dan mundur dari pertempuran.
Khusus hari ini, Sabtu (19/7) lebih dari 50 warga sipil Gaza gugur syahid, insya Allah. Rumah-rumah warga rata dengan tanah. Sebagian dari korban masih berada di reruntuhan.
Sebuah rumah sakit di Beit Haboun, Gaza utara, jadi sasaran roket ‘Israel’. Dengan terpaksa tim medis dan para pasien berhamburan keluar rumah sakit.
Mohon doakan selalu, saat ini Gaza butuh doa! Doa!
Walau Gaza dihujani roket oleh penjajah ‘Israel’, namun relawan asal Gaza tetap mendistribusikan bahan makanan, obat-obatan dan bantuan uang cash bagi pasien korban perang–karena mereka perlu bantuan. (Abdillah Onim, Jurnalis Indonesia di Gaza, Palestina)
- See more at: http://salam-online.com/2014/07/militer-zionis-terkepung-al-qassam-gaza-akan-jadi-kuburan-massal-bagi-tentara-israel.html#sthash.dIbM6JOc.dpuf


 10 tank "Israel" dihancurkan Brigade Izzudiin Al-Qassam


Senin, 24 Ramadhan 1435 H / 21 Juli 2014 23:44
http://www.arrahmah.com/news/2014/07/21/10-tank-israel-dihancurkan-brigade-izzudiin-al-qassam.html


10 tank "Israel" dihancurkan Brigade Izzudiin Al-Qassam
Ilustrasi - 10 tank "Israel" dihancurkan Brigade Izzudiin Al-Qassam

GAZA (Arrahmah.com) –  

Sayap militer Hamas, Brigade Izzudiin Al-Qassam, Ahad (20/7/2014) pagi mengumumkan, para pejuang mereka berhasil meledakan sepuluh tank dan kendaraan pengangkut tentara dan rumah yang menjadi markaz mereka di kawasan Timur Gaza, dan Khan Younis dalam operasi penghadangan terhadap pasukan zionis, sebagaimana dilansir IP.
Dalam rilis resminya, Brigade Izzudiin Al-Qassam menegaskan, para mujahid mereka telah berhasil meledakan 6 tank jenis Merkava di Khan Younis Timur, dengan senjata jenis RPG.
Selain itu, 4 tank lainnya diledakan di Timur Gaza, dan sebuah rumah perlindungan pasukan zionis di Gaza Timur dengan granat dan senjata jenis Tandom.
Faksi Perlawanan Palestina melanjutkan serangan terhadap pasukan zionis di dua kawasan tersebut, diprediksi kerugian besar dialami pasukan zionis yang tak bisa bergerak leluasa di sana.
Brigade Al-Qassam menegaskan, para pejuang mereka telah bersiap untuk menyerang pasukan infantri zionis dan kendaraan angkut di Gaza Timur. Saat ini alhamdulillah telah menewaskan 14 orang di kalangan militer zionis.
Sejak awal agresi, Selasa (8/7) Gaza menjadi laboratorium pembunuhan “Israel”, ribuan serangan udara, darat dan laut telah mereka gencarkan. Warga Palestina yang gugur sudah mencapai lebih dari 500 orang Palestina, dan ribuan lainnya terluka. Agresi biadab ini menyisakan ribuan rumah hancur dan terjadinya pembantaian masal tanpa perikemanusiaan. Fanshurna yaa Robbi. (adibahasan/arrahmah.com)
- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2014/07/21/10-tank-israel-dihancurkan-brigade-izzudiin-al-qassam.html#sthash.SXpxadSH.dpuf




-
In Picture: Solidaritas Warga Paris untuk Palestina
Kamis, 24 Juli 2014, 14:50 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Ratusan warga melakukan aksi unjuk rasa solidaritas untuk Palestina di Paris, Prancis, Rabu (23/7). Penderitaan warga Gaza di Palestina akibat agresi militer Israel, membuat warga dunia berempati dan menunjukkan solidaritas mereka di berbagai penjuru dunia.

Menurut data kementerian kesehatan Palestina, hingga hari ke-16 agresi militer Israel ke wilayah Gaza, jumlah korban tewas di pihak Palestina sudah melewati angka 640 orang. Dan korban luka-luka mencapai lebih dari 4 ribu oran, mayoritas korban adalah warga sipil. Sedangkan pihak militer Israel telah kehilangan 29 prajuritnya yang tewas sejak invasi darat selama enam hari.

Protes Internasional atas Proyek Perampasan Tanah Palestina oleh Israel 

http://indonesian.irib.ir/editorial/fokus/item/84682-protes-internasional-atas-proyek-perampasan-tanah-palestina-oleh-israel


Proyek rezim Zionis Israel terkait perampasan 400 hektar tanah di Tepi Barat Sungai Jordan memicu reaksi internasional dan regional.


Ban Ki-moon, Sekretaris Jenderal PBB menunjukkan kekhawatirannya atas masalah ini dan menyebutnya sebagai pendahuluan pembangunan distrik-distrik baru Zionis. Sekjen PBB mengumumkan bahwa pembangunan pemukiman-pemukiman baru Zionis di Tepi Barat bertentangan dengan aturan internasional. Ia meminta Tel Aviv untuk memperhatikan tuntutan-tuntutan dunia internasional dan berkomitmen atas perjanjian-perjanjian internasional.

Sebagian negara Barat yang mengambil sikap serupa dengan Ban Ki-moon, juga mendesak Israel untuk mengurungkan niatnya merampas tanah-tanah di Tepi Barat.

Menteri Luar Negeri Inggris menyesalkan proyek perampasan 400 hektar tanah di Selatan Bethlehem, Tepi Barat Sungai Jordan oleh Israel dan menyebutnya sebagai langkah ilegal. Phillip Hammond, Menlu Inggris menjelaskan, “Pembangunan pemukiman-pemukiman baru, bukan hanya melanggar aturan internasional, juga menjadi rintangan serius di jalan perundingan guna mencapai kesepakatan antara Israel dan Palestina.”

Ia menganggap aktivitas terpenting saat ini adalah upaya untuk memperkuat gencatan senjata di Gaza. “Kami dengan tegas meminta Israel untuk mengurungkan niatnya merampas tanah di Selatan Bethlehem (Baitul Maqdis),” katanya.

Tuntutan-tuntutan dunia internasional ini mencuat setelah Israel selama lebih dari enam dekade terus memperluas pembangunan distrik-distrik Zionis. Perampasan hektaran tanah milik warga Palestina, juga pemaksaan terhadap mereka untuk mengungsi dari wilayahnya, merupakan kebijakan Israel dalam rangka merubah demografi sosial wilayah-wilayah pemukiman warga Palestina dan mendirikan distrik-distrik Zionis.

Terkait langkah terbaru yang dilakukan Israel guna merampas 400 hektar tanah di Tepi Barat Sungai Jordan, Hizbullah, Lebanon dalam salah satu pernyataannya menilai langkah tersebut sebagai konspirasi untuk menyempurnakan proyek Yahudisasi Palestina.

Dalam pernyataan itu disebutkan, para petani Palestina mulai dari bapak, kakek dan para pendahulunya, bertahun-tahun lamanya berkebun pohon zaitun di wilayah itu, akan tetapi sekarang Israel ingin menggabungkan wilayah tersebut dengan wilayah-wilayah pendudukan lain dalam rangka menjalankan kebijakan konspiratifnya untuk merubah struktur masyarakat Tepi Barat Sungai Jordan.


Kementerian Luar Negeri Mesir juga mengecam langkah terbaru yang dilakukan Israel dan menilai perampasan tanah-tanah di Tepi Barat melanggar konvensi-konvensi internasional, juga keputusan segiempat internasional khusus untuk menyelesaikan masalah Palestina. Kemenlu Mesir mengumumkan, keputusan baru Israel adalah langkah negatif dalam proses yang disebut-sebut perdamaian Timur Tengah dan masalah ini dapat membawa dampak-dampak negatif di kemudian hari.

Sejumlah pengamat politik percaya bahwa dengan dicapainya kesepakatan gencatan senjata tanpa batas waktu antara Hamas dan Israel di Gaza, Israel berusaha menutupi kekalahannya di Gaza dengan menjalankan proyek perampasan 400 hektar tanah Tepi Barat Sungai Jordan.

Langkah tersebut pada dasarnya adalah langkah provokatif. Kelompok-kelompok perlawanan Palestina mengumumkan, “Balasan kami atas pelanggaran dan ketamakan Israel adalah perlawanan dan pembelaan terhadap bangsa Palestina.” (IRIB Indonesia/HS)


ENAM ALASAN PALESTINA MEMENANGKAN PERANG 2014



rudal 300x300 ENAM ALASAN PALESTINA MEMENANGKAN PERANG 2014
Seorang anak Palestina sedang bermain di atas reruntuhan gedung yang dirudal pesawat tempur Zionis Israel di Gaza. (Foto: MINA Gaza)
Oleh: Rina Asrina
wartawan bidang  Palestina dan Timur Tengah Mi’raj Islamic News Agency (MINA)
Pada 6 Juli 2014, pasukan penjajah Israel melancarkan serangan massif ke sebuah jalur yang besarnya  sepertiga Jakarta di salah satu bagian wilayah Palestina Jalur Gaza dalam operasi terbaru mereka yang  disebut “Protective Edge”.

Jalur Gaza telah menderita berbagai jenis penindasan yang dijalankan aggressor Israel dalam upaya pengklaiman negara ‘Zionis’ mereka.  Penindasan dari tahun ke tahun semakin diperburuk dengan pengepungan total atas Jalur Gaza pada 2007, saat Hamas (gerakan perlawanan di Jalur Gaza yang paling dibenci Israel) memenangkan pemilu Palestina saat itu mengalahkan Fatah yang berpusat di Tepi Barat.

Hamas memiliki perjuangan yang besar dalam menjaga Jalur Gaza agar  tidak dimasuki Israel dan telah berhasil sampai saat ini, meskipun dari perjuangan itu korban berjatuhan tidak bisa dielakkan, karena penjajah Israel  berusaha melakukan segala cara untuk bisa mencaplok area kecil yang didalamnya terdapat 1,7 rakyat Palestina.

Gerakan perlawanan  ini memiliki sayap militer yang dikenal baik dengan Brigade Izzudin Al-Qassam.  Brigade ini menjadi sangat terkenal dalam upaya-upaya terbaru mereka yang mengejutkan Israel dan kejutan ini telah menjadi poin kemenangan yang dimiliki para pejuang Palestina dalam upaya mempertahankan tanah mereka  dari penjajahan Israel.

Memasuki hari ke-17 dalam peperangan terbaru  tentara penjajah Israel-para pejuang Palestina, Al-Qassam serta gerakan perlawanan lainnya memberikan  hal-hal baru yang ‘menakutkan’ bagi  pemerintah penjajah termasuk para warganya, sampai-sampai pada 16 Juli 2014 penasehat keamanan nasional Israel Yaakov Amidror mengatakan kepada Channel 2 Israel dirinya terkejut akan kemajuan-kemajuan yang dicapai Hamas. Tidak hanya itu, media media israel menyatakan bahwa Hamas telah melakukan hal yang tidak pernah dilakukan oleh negara arab sekalipun.

Untuk mempermudah ingatan kita mengetahui alasan-alasan kemenangan itu, maka berikut hal-hal yang menjadi torehan sejarah bagi tentara Arab Palestina dalam melawan penjajahan  terhadap mereka:

  1. Bukan Lawan Imbang
Sebagai sekutu utama, sejak 2007 AS telah menginvestasikan lebih dari $ 1 miliar dalam program pertahanan rudal dan roket di Israel, menambah total bantuan mencapai lebih dari 115 miliar dolar AS (lebih dari 1058 triliyun rupiah) pada 2012.
AS memberikan dana itu sebagai hibah yang diambil dari miliaran dolar uang pembayar pajak Amerika setiap tahunnya dalam bentuk bantuan militer dan ekonomi. Secara hukum tindakan AS ini dibenarkan dengan dalih sebagai bagian dari paket bantuan luar negeri Pemerintah AS.

Menurut laporan yang diterbitkan oleh Layanan Penelitian Kongres, Israel telah menerima bantuan dari AS lebih dari 15 negara Eropa, untuk memulihkan dari kehancuran yang disebabkan selama Perang Dunia II.

Lebih dari 67 miliar dolar bantuan Washington untuk Israel selalu berupa  bantuan militer, seperti pesawat tempur F16 buatan AS, pesawat tanpa awak (drone) canggih, tank-tank yang beragam jenisnya, system penangkal rudal (Iron Dome) yang mengandalkan radar canggih, dan lain sebagainya.

Sedangkan para pejuang Palestina yang berada di jalur Gaza tidak memiliki bantuan luar negeri, kecuali desas-desus yang mengatakan para pejuang dilatih membuat roket oleh Iran, Suriah, dan bantuan dana Qatar.   Para pejuang yang hidup dalam pengepungan sejak 2007 dituduh mendapatkan selundupan senjata dari negara-negara musuh utama Israel, AS melalui terowongan-terowongan mereka yang kini 90% dari terowongan itu dihancurkan oleh Mesir menyusul penggulingan presiden Muhamad Mursi pada juli 2013.

Pasukan Israel dilaporkan memiliki lebih dari 3000 tank, termasuk 441 berjenis Merkava Mk-l, 455 Merkava Mk-ll, 454 Merkava Mk-III, 175 Merkava Mk-IV, dan 206 model Centurion. Israel juga memiliki  kendaraan tempur berat sebanyak 9.436, senjata pelontar sebanyak 706,  senjata artileri sebanyak 350, dan sistem peluncur roket sebanyak 88.

Sedangkan  Hamas dan para pejuang Palestina tidak memiliki satu jenis tank pun,  di mana mereka hanya mengandalkan senapan model lama AK-47 di tambah kendaraan perang dan peluncur granat RPG-7, kendaraan patrol bersenjata BDRM-2, dan senjata anti pesawat tempur  caliber 14,5 mm dan 12,7 mm, ketidakseimbangan ini belum termasuk peralatan laut dan udara milik Israel yang dibantu AS.

  1. Roket Baru Bersejarah Palestina

anti udara qassam1 300x167 ENAM ALASAN PALESTINA MEMENANGKAN PERANG 2014
Pejuang Al Qassam dengan roket anti pesawat. Foto : Al Qassam
Sejak dimulainya agresi Israel lima belas hari yang lalu terhadap Gaza, para pejuang Gaza sudah melontarkan setidaknya tiga ribu roket dari berbagai jenis.  Al-Qassam dan Brigade Al Quds, sayap militer gerakan perlawanan Jihad Islami adalah penyumbang terbesar dari ribuan roket yang ditembakkan ke Israel, ini masih belum seimbang dengan ratusan ribu rudal dengan system GPS yang ditembakkan Israel ke Gaza sejak awal peperangan terjadi.

Pejuang Palestina  sejak awal blokade hanya mampu menembakkan roket sejauh 25 km atau paling jauh 75 km dengan roket-roket rakitan mereka.  Namun kali ini, tahun ini, roket terbaru mereka yang berjenis R 160 mampu mencapai jarak terjauh  ke  Haifa, sekitar 165 km dari Jalur  Gaza, sebuah kemajuan yang  membuat kaget pemerintahan penjajah dan pemukim ilegalnya.  Roket M 75 mereka juga mampu menjangkau Tel Aviv.  Mereka  bahkan mendaratkan roket di dekat  bangunan program nuklir Israel di Dimona, menempatkan semua wilayah-wilayah yang dikuasai Israel dalam  sirene  darurat yang semakin sering berbunyi menandakan bahaya untuk para warganya.

Meskipun ratusan peluncuran roket dari Gaza ini berhasil dihalau Iron Drome mereka, para pejuang berhasil meyakinkan bahwa tidak ada satupun daerah di Israel yang aman dari roket-roket mereka, sama seperti ketika jalur kecil Gaza tidak aman dari rudal-rudal Israel.

Selain itu,  Jalur Gaza adalah salah satu tempat yang paling dipantau di Bumi oleh Israel. Dan bagi intelijen  serta lembaga keamanan Israel, menghentikan Hamas dari mendapatkan teknologi  roket mematikan telah menjadi prioritas yang sangat tinggi.  Namun hingga hari ini mereka masih belum mengetahui lokasi-lokasi para pejuang Palestina di jalur yang kecil ini, membuktikan Israel  melangkah di tangga kegagalan selanjutnya.

  1. Peluncuran Drone  Yang Tak Terdeteksi
Para pejabat Israel mengatakan kepada The Daily Beast  pihaknya telah meluncurkan pesawat mata-mata khusus yang mereka sebut “Eye of the Sky Skuadron,”  yang terbang tanpa terdeteksi di langit Gaza.  Selain itu mereka juga memiliki balon udara  yang ditempelkan dengan kamera dan sensor lain yang dapat menghasilkan gambar termal dari lokasi ramai yang dipantau. Ada juga yang drone yang menangkap sinyal, spektrum nirkabel, untuk menyadap tweet, email, Skype, maupun jejaring sosial lainnya yang aktif di Gaza. Di Gaza terdapat menara seluler palsu yang menahan panggilan ponsel dengan menipu ponsel untuk mengirim sinyal ke stasiun utama. Di bawah tanah, Israel memasang sirkuit khusus menyedot aliran data dari dua kabel serat optik yang menyediakan akses internet kecepatan tinggi di dalam Gaza.  Itulah kenapa koresponden kantor berita Islam Mi’raj (Mi’raj Islamic News Agency/MINA) di Jalur Gaza terkejut akan kecepatan koneksi internet yang  jauh melebihi Indonesia padahal Gaza adalah jalur yang diblokade dan dengan koneksi internet yang disediakan Israel.

Namun, sekali lagi,  dengan fasilitas pemantauan yang super canggih terhadap Jalur Gaza, Israel masih belum bisa memantau ruang gerak para pejuang Palestina (yang insyaallah karena perlindungan Allah semata) selama ini.  Bahkan, saat para pejuang Palestina mengungkapkan  peluncuran drone pertama mereka kepada publik setelah peluncuran pertamanya berhasil sampai ke Tel Aviv, wilayah Palestina yang dikuasai Israel.

  1. Serangan Bawah Laut Palestina

pasukan laut hamas 300x196 ENAM ALASAN PALESTINA MEMENANGKAN PERANG 2014
pasukan laut Al-Qassam. Foto: AL Qassam dok
Pada 18 Juli 2014, untuk pertama kalinya Al Qassam meluncurkan “pasukan katak” yang mampu menyusup masuk melalui  bawah laut ke markas tentara laut Israel di  pantai Ashkelon. Beberapa orang  para pejuang meninggal dalam operasi tersebut, namun mereka mampu membunuh tujuh orang angkatan laut Israel dan lainnya terluka.
Dalam gambar yang diunggah kantor berita Gaza Today di situs jejaring sosial Twitter, memperlihatkan aksi salah seorang tentara Hamas yang sedang berada di kedalaman laut. Hamas dalam pernyataan resminya menyatakan “komando laut al Qassam telah berhasil melaksanakan misinya seperti yang direncanakan,” menambah daftar kejutan terbaru bagi Israel menjelang hari raya Idul Fitri 1435.

  1. Terowongan Ke Jantung Israel
Setelah Komando Pasukan Katak  Hamas melalaui perairan Gaza berhasil memasuki wilayah Palestina yang diduduki penjajah Zionis, kini pasukan lain kembali mengagetkan Israel dengan menerobos perbatasan Israel melalui terowongan yang salah satunya berhasil menembus Ashkelon, lima kilometer dari Gaza.

Melalui situs resminya, pihak Al Qassam menyatakan para pejuangnya berhasil menyusup ke wilayah Kibutz Sufa melalui terowongan yang berada di belakang posisi musuh. Mereka melakukan misi pengintaian dalam rangka mengetahui posisi musuh dan sempat berada di wilayah tersebut selama setengah jam.

Ketika sejumlah kendaraan tempur menyerang para pejuang tersebut, mereka melakukan perlawanan, hingga musuh memilih mundur. Setelah itu pesawat tempur Zionis mengambil alih penyerangan hingga para pejuang memutuskan untuk keluar dari wilayah itu melalui terowongan.

Sejauh ini pihak pejuang masih merahasiakan jumlah dan lokasi-lokasi terowongan yang mereka bangun ke kota-kota di Israel demi kesukseskan aksi mereka dalam rangka menghalau pasukan penjajah Israel.  Bahkan menurut sebuah sumber terpercaya, terowongan terowongan itu sudah mengarah ke Al Quds, dimana Masjid Al Aqsha berada. Namun, ini menjadi bukti kemenangan mereka sebagai komunitas perlawanan kecil  dalam menghalau upaya entitas Zionis yang didukung negara-negara adidaya seperti AS, Inggris, Jerman, dan sebagian negara-negara Eropa lainnya.

  1. Korban Israel Terbanyak
Brigade Izzuddin Al-Qassam, sayap militer gerakan perlawanan Palestina Hamas mengumumkan dari 7-22 Juli 2014 setidaknya 52 tentara penjajah Israel, termasuk perwira dan prajuritnya, tewas dalam pertempuran darat dengan Al-Qassam  dalam perang terbaru mereka, hal ini merupakan sejarah terbaru bagi peperangan Israel-Gaza karena korban Israel biasanya tidak pernah berjatuhan sebanyak ini, meskipun  pihak Israel membantah hal ini dengan menyebutkan hanya 27 dari tentara mereka yang meninggal dalam perang darat dengan  pejuang Palestina.

Yuval Steinitz, ketua sayap kanan komite urusan luar negeri dan pertahanan parlemen Israel, mengibaratkan kemenangan Hamas sebagai “gempa bumi”  bagi Israel dan menyebutnya sebagai “kekalahan tragis bagi Israel dalam perang melawan ‘terorisme’.”(L/P03/R2)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Ini Garis Besar Kesepakatan Gencatan Senjata Jangka Panjang Israel-Palestina


Rabu, 27 Agustus 2014 | 02:37 WIB

 
www.dailymail.co.uk Bom-bom Israel menghancurkan menara bandara. Buldozer pun meluluhlantakkan dinding bandara. Jet F16 menghancurkan pusat radar dan sistem kamera keamanan bandara. Tragedi yang terjadi pada 2001 itu hanya tiga tahun setelah penduduk setempat merayakan harapannya.

GAZA, KOMPAS.com - Israel dan Palestina, dengan Mesir sebagai mediator, menyepakati gencatan senjata untuk jangka panjang, Selasa (26/8/2014). Kesepakatan tersebut berlaku mulai pukul 16.00 waktu setempat atau pukul 23.00 WIB.

Gencatan senjata ini mengakhiri 50 hari serangan Israel lewat operasi Protective Edge sejak 8 Juli 2014. Serangan tersebut telah menewaskan lebih dari 2.100 warga Palestina, dengan mayoritas adalah warga sipil termasuk perempuan dan anak-anak. Adapun di kubu Israel, 69 orang tewas, dengan 64 orang adalah tentara.

Berikut ini merupakan garis besar kesepakatan dari pembicaraan yang telah berlangsung selama beberapa pekan. Kesepakatan ini akan diikuti dengan pembicaraan lanjutan yang dijadwalkan dalam sebulan mendatang.

Pembicaraan lanjutan tersebut akan membahas persoalan yang lebih kompleks di antara kedua negara, seperti pembebasan tahanan Palestina di Israel dan tuntutan Palestina untuk memiliki pelabuhan laut.

Langkah jangka pendek

1. Israel menghentikan semua aksi militer termasuk serangan militer dan operasi darat.
2. Hamas dan kelompok bersenjata lain di Gaza setuju untuk menghentikan semua lontaran roket dan mortir ke Israel.
3. Israel setuju lebih membuka penyeberangan perbatasan sehingga memungkinkan aliran barang lebih mudah masuk ke Gaza, termasuk aliran peralatan bantuan dan rekonstruksi, di daerah pesisir Gaza.
4. Dalam perjanjian bilateral terpisah, Mesir akan membuka 14 kilometer perbatasan wilayahnya dengan Gaza di Rafah.
5. Otoritas Palestina akan memimpin koordinasi upaya rekonstruksi Gaza dengan donor internasional termasuk Uni Eropa.
6. Israel diharapkan mengurangi wilayah penyangga keamanan di perbatasan Gaza, mundur ke jarak 100 hingga 300 meter dari posisi sekarang, bila gencatan senjata bisa berlaku. Langkah ini akan memungkinkan warga Palestina untuk mengakses tanah pertanian mereka di dekat garis perbatasan.
7. Israel akan memperpanjang waktu bagi warga Palestina untuk melaut di lepas pantai Gaza, memperluas zona melaut dari 3 mil menjadi 6 mil, dengan kemungkinan pelebaran lagi secara bertahap jika gencatan senjata bisa bertahan. Palestina menuntut zona melaut ini sesuai dengan aturan internasional, 12 mil.

Materi pembicaraan lanjutan
1. Palestina menuntut Israel membebaskan tahanan Palestina yang ditangkap Israel dari Tepi Barat, setelah kasus pembunuhan tiga warga Israel yang sebelumnya hilang pada 12 Juni 2014.
2. Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, dari faksi Fatah, menuntut pembebasan seluruh tahanan Palestina di Israel, bagian dari kesepakatan damai sebelumnya antara Israel dan Palestina.
3. Israel menuntut Hamas dan kelompok bersenjata lain di Gaza untuk menyerahkan jasad dan barang milik tentara Israel yang tewas selama pertempuran terakhir.
4. Hamas menuntut pelabuhan laut dibangun di Gaza, untuk memungkinkan keluar-masuknya barang dan orang dari Jalur Gaza. Israel selalu menolak tuntutan tersebut tetapi ada kemungkinan tuntutan ini dipenuhi Israel bila ada jaminan keamanan mutlak.
5. Hamas menuntut penghentian pembekuan dana milik organisasinya, untuk memungkinkan penggajian 40.000 polisi, pegawai, dan staf administrasi lain di Gaza, yang selama setahun terakhir sudah tak digaji.
6. Palestina menuntut pembangunan kembali bandara internasional di Gaza, Bandara Internasional Yasser Arafat. Bandara ini dibangun pada 1998 tetapi ditutup pada 2000 setelah dibom Israel.

News / Internasional

http://internasional.kompas.com/read/2014/08/26/21013931/Gencatan.Senjata.Jangka.Panjang.Disepakati.Hamas.Rayakan.Kemenangan?utm_campaign=related&utm_medium=bp&utm_source=news&

Gencatan Senjata Jangka Panjang Disepakati, Hamas Rayakan Kemenangan

Selasa, 26 Agustus 2014 | 21:01 WIB
 
AFP PBB mencatat lebih dari 17.000 rumah di kawasan Jalur Gaza hancur dan rusak akibat serangan Israel sejak 8 Juli lalu.

RAMALLAH, KOMPAS.com — Israel dan Palestina dikabarkan telah mencapai kesepakatan untuk menjalankan gencatan senjata permanen di Jalur Gaza. Demikian seorang pejabat senior Palestina mengatakan, Selasa (26/8/2014).

"Dari kontak-kontak yang dilakukan, gencatan senjata permanen sudah disepakati. Sebuah kesepakatan untuk mengakhiri blokade dan jaminan Gaza akan mendapatkan tuntutan dan kebutuhannya," tambah pejabat yang tak ingin disebut namanya itu.

Sementara itu, kelompok Hamas menyatakan, kesepakatan gencatan senjata permanen yang mengakhiri peperangan selama tujuh pekan di Jalur Gaza merupakan "kemenangan dari sebuah perlawanan".

"Negosiasi yang berujung kesepakatan yang mewujudkan ketahanan rakyat kami dan merupakan kemenangan dari sebuah perlawanan," kata wakil pemimpin Hamas di pengasingan, Mussa Abu Marzuk, lewat akun Facebook-nya.

Pertempuran antara militer Israel dan berbagai kelompok bersenjata di Gaza berlangsung selama tujuh pekan dan menewaskan lebih dari 2.000 warga Palestina.

Sementara itu, di sisi Israel, 68 orang tewas, yang sebagian besar adalah para prajurit, dan hanya empat warga sipil Israel yang kehilangan nyawa.

Kissinger Prediksi Israel Lenyap 10 Tahun Lagi

Oleh Syarif Ahmad
25 Oktober 2012
http://moeflich.wordpress.com/2012/10/27/kissinger-prediksi-israel-lenyap-10-tahun-lagi/

 

Siapa tidak kenal Henry Kissinger. Meskipun tidak menduduki jabatan resmi di Gedung Putih Washington tapi politikus gaek berdarah Jerman ini dianggap bapak pembina politik. Mengingat peranannya sebagai koordinator Grup elite Bilderberg, di mana persoalan dunia diputuskan di sana oleh sekitar 200 tokoh penting dunia.


Henry Kissinger adalah pendukung utama Israel dan peretas teori politik Amerika di masanya. Namun belakangan dia mengejutkan jagat perpolitikan Israel. Ia menegaskan bahwa setelah 10 tahun, “negara Israel” tidak akan ada lagi. Ini sebuah perubahan signifikan dalam pemikiran laki-laki yang satu ini. Padahal sebelum ini, ia telah me-“nazar”-kan keseluruhan hidupnya untuk menjaga eksistensi Israel dari kehancuran.

Meski statemen Kissinger yang dimuat oleh New York Post ini menjatuhkan elit-elit politik Tel Aviv, meski mereka menampik itu keluar dari mantan penasehat keamanan nasional dan mantan Menlu Amerika ini, namun editor koran Amerika ini, Cindy Adams menegaskan bahwa statemen yang dimuat itu sudah akurat dan valid. Ia mengatakan, Kissinger menegaskannya dengan kata-kata “In 10 years, there will be no more Israel”.

Maka statemen ini memiliki muatan yang sama dengan apa yang diungkapkan oleh banyak lembaga-lembaga studi strategis dan tokoh politik internasional yang memiliki pengalaman dan kapasitas untuk berbicara tentang Israel. Inti dari muatan itu adalah “kehancuran Israel sudah diambang pintu” dengan latar belakang sejumlah kekalahan dan kegagalan yang dialami negara penjajah Palestina itu selama dua dekade terakhir. Selain itu, faktor lain adalah berbagai perpecahan yang mulai dialami entitas penjajah dan negara buatan ini dalam beberapa waktu mendatang.

Yang membuat statemen Kissinger menjadi riil, hakiki dan tidak terelakkan adalah situasi kebingungan yang menyelimuti elit-elit Israel yang belakangan mulai menampakkan kerapuhan mereka yang jelas dalam bentuk tindakan dan prilaku. Inilah yang mendorong presiden Amerika Barack Obama meremehkan PM Likud Benjamen Netanyahu dan menunda jadwal pertemuan di sela-sela agenda Majlis Umum PBB pada Selasa lalu (25/9) di New York.

Buldoser Israel yang terus menggerogoti area Masjid Al-Aqsha

Meski prediksi Kissinger soal habisnya usia Israel dalam waktu yang tidak lama adalah kesimpulan yang konclusi, baik diakui oleh penentu kebijakan di Washington atau Eropa atau tidak diakui, namun statemen tokoh-tokoh penting Israel di Palestina dan Al-Quds, sekeleas mantan kepala Mossad, Meir Daghan dan lainnya membuktikan bahwa kehancuran Israel tinggal menghitung mundur saja.

Dalam wawancara dengan harian Jerusalem Post Israel edisi April lalu, Meir Daghan menegaskan, “Saya yakin bahwa negara kami sudah sampai pada titik dimana pemerintah Israel tidak mampu lagi mengatur negara. Kami sudah berada di bibir jurang. Saya tidak mau berlebihan. Ini adalah tragedi. Namun kami sedang menghadapi spekulasi buruk di masa mendatang.”

Bahkan ketika mengomentari kemungkinan serangan Israel ke Iran, Meir Daghan menegaskan dalam wawancaranya dengan forum sosial CBS Amerika edisi 11 Maret 2012 bahwa reaksi Iran atas serangan Israel pasti akan menghancurkan.

Tema masa depan Israel menjadi materi menarik bagi spesialis, pemikir dan pengamat setelah kemenangan kelompok perlawanan Hezbollah menghadapi perang Israel pada Juli 2006 dan ketegaran pejuang Palestina di Gaza menghadapi blokade dan agresi Israel akhir tahun 2008. Dua peristiwa itu membuktikan kepalsuan mitos Israel sebagai “tentara tak terkalahkan” dan rapuhnya sistem keamanan Israel. Tak heran bila sejumlah pakar strategi dan militer di Timur dan Barat menegaskan bahwa Israel akan musnah jika menyerang Iran.

Kita sepakat dengan Henry Kissinger soal kepastian hancur dan habisnya Israel. Namun kita berbeda dengan “jangka waktunya”. Sebab kita yakin Israel yang menerapkan politik kekerasan sejak proyek ilegal dan inkonstitusionalnya didirikan tahun 1948 pasti akan hancur dalam waktu dekat. Sebab dunia semakin mengisolasi Israel dan di sisi lain, perlawanan semakin keras dari pejuang-pejuangan kebangkitan Islam untuk mendekatkan pembebasan Palestina dan Al-Quds dari penodaan Israel.

Apa yang dibangun di atas kebatilan pasti batil dan nasibnya pasti akan hilang. http://bringbackislam.blogspot.com





10 tank "Israel" dihancurkan Brigade Izzudiin Al-Qassam

Senin, 24 Ramadhan 1435 H / 21 Juli 2014 23:44

10 tank "Israel" dihancurkan Brigade Izzudiin Al-Qassam
Ilustrasi - 10 tank "Israel" dihancurkan Brigade Izzudiin Al-Qassam
GAZA (Arrahmah.com) – Sayap militer Hamas, Brigade Izzudiin Al-Qassam, Ahad (20/7/2014) pagi mengumumkan, para pejuang mereka berhasil meledakan sepuluh tank dan kendaraan pengangkut tentara dan rumah yang menjadi markaz mereka di kawasan Timur Gaza, dan Khan Younis dalam operasi penghadangan terhadap pasukan zionis, sebagaimana dilansir IP.
Dalam rilis resminya, Brigade Izzudiin Al-Qassam menegaskan, para mujahid mereka telah berhasil meledakan 6 tank jenis Merkava di Khan Younis Timur, dengan senjata jenis RPG.
Selain itu, 4 tank lainnya diledakan di Timur Gaza, dan sebuah rumah perlindungan pasukan zionis di Gaza Timur dengan granat dan senjata jenis Tandom.
Faksi Perlawanan Palestina melanjutkan serangan terhadap pasukan zionis di dua kawasan tersebut, diprediksi kerugian besar dialami pasukan zionis yang tak bisa bergerak leluasa di sana.
Brigade Al-Qassam menegaskan, para pejuang mereka telah bersiap untuk menyerang pasukan infantri zionis dan kendaraan angkut di Gaza Timur. Saat ini alhamdulillah telah menewaskan 14 orang di kalangan militer zionis.
Sejak awal agresi, Selasa (8/7) Gaza menjadi laboratorium pembunuhan “Israel”, ribuan serangan udara, darat dan laut telah mereka gencarkan. Warga Palestina yang gugur sudah mencapai lebih dari 500 orang Palestina, dan ribuan lainnya terluka. Agresi biadab ini menyisakan ribuan rumah hancur dan terjadinya pembantaian masal tanpa perikemanusiaan. Fanshurna yaa Robbi. (adibahasan/arrahmah.com)
Topik: , , , ,
- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2014/07/21/10-tank-israel-dihancurkan-brigade-izzudiin-al-qassam.html#sthash.SXpxadSH.dpuf

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar