Senin, 18 Agustus 2014

.....GONJANG GANJING...?? ..>> ...MASALAH MIGAS DI PERTMINA-PETRAL DAN BPH MIGAS...>> ..ADA SALAH APA DENGAN BPH MIGAS ....?? . AWAM SEMAKIN TIDAK FAHAM... KENAPA PERUSAHAAN NEGARA SELALU DI GUNJANG GANJING...??..>>>>.... SAYA YANG AWAM... MENGANGGAP ...ISSUE SEMACAM INI.. HANYA KONSUMSI POLITIK.. DAN BEREBUTNYA KELOMPOK-2 DAGANG MIGAS YANG SALING MENJEGAL SESAMA KAWAN PEDAGANG.. YANG ADA PADA SISI KAUM PRIBUMI..? .. SEDANGKAN BIZ LAIN .... DIBIARKAN DIKUASAI MAFIA2 PARA KONGLOMERAT.. CINA DAN ASING... YANG TAK MAMPU DISAINGI.. KARENA .. SANGAT LEMAHNYA KAUM PRIBUMI MENGHADAPI KEKUATAN BIZ TIONGHOA..DAN KONGLOMERAT CINA.. DAN MAFIA2NYA.. YANG BEKERJASAMA DENGAN MAFIA ASING... YANG SUDAH SANGAT KUAT.. KARENA MEREKA BERHASIL MEMBANGUN JARINGAN BIZ DAN KEKUATAN MODAL DIZAMAN REGIM... SUHARTO DULU...?? .... SEDANG MIGAS MASIH DIKUASAI BUMN.. YANG NOTA BENE MASIH MUNGKIN PRIBUMI IKUTAN MENG-OBOK2 USAHA PEMERINTAH INI...?? COBA LIHAT SIAPA YANG BERKUASA DI BIZ REALTY-BATUBARA-PERKEBUNAN-PENGUSAHAAN PERIKANAN-HASIL2 LAUT-PERDAGANGAN EXPOR DAN IMPOR... DLL ... ?? ..>> KALAU MEMBACA DAFTAR .. DI DEPARTEMEN PERDAGANGAN.. SUDAH BISA DIDUGA... JARINGAN MANA SAJA.. YANG MEMILIKI KEKUATAN KENDALI HARGA-PASAR-DAN PERMAINAN ... DEVISANYA...?? >> MAMPUKAN BANK INDONESIA DAN PENYEDIAAN VALUTA ASINGNYA..?? >> LALU BAGAIMANA MEREKA MENGUASAI PINJAMAN2 LUAR NEGERI.. YANG DI FASILITASI PEMERINTAH.. DENGAN HUTANGAN2 BANK DUNIA..?? >> KOK BOLAK -BALIK... YANG DI GONJANG GANJING.. MAFIA MIGAS-PETRAL-PERTAMINA-BPH MIGAS..?? >> LALU KEMANA .. PEMBANGUNAN PENYEDIAAN ENERGY NASIONAL..?? .. MANA GERAKAN PEBMABNGKIT ENERGY NUKLIR-ENERGY AIR-ENERGY PANAS BUMI-ENERGY MIGAS... DLL?? >> COBA PERHATIKAN ..BERLIMPAHNYA GAS MAHAKAM..?? ... KENAPA MASIH DIKUASAI TOTAL-ATAU MOBIL OIL- ATAU BP DLL...???>> KEMANA BUMN PERTAMINA.. MANA SEKTOR HULU... PERTAMINA...?? MENGAPA TAK MAMPU MENGELOLA DAN MENGEMBANGKAN.. EXPLORASI DAN EXPLOITASI MIGAS DI INDONESIA-?? >> HAYYO.. AMBIL ALIH MIGAS MAHAKAM.. DARI TANGAN ASING...?? KELOLA SECARA NASIONAL DAN BANGKITKAN KEKUATAN PENGEMBANGAN.. INDUSTRI ENEGRY.. MIGAS-NUKLIR-AIR-PANAS BUMI-MATAHARI DLL...?? >> JANGAN BISANYA REBUTAN YANG ITU2 SAJA.. DAN SEPERTI TAK MEMILIKI KOMPETENSI.. DAN KEMAPUAN PENGEMBANGANNYA..>> HAYOO MEMBUAT STOK MIGAS DAN ENERGY SIAP PAKAI... NASIONAL.. UNTUK 5-7 BULAN.. ATAU 5-20 TAHUN KEDEPAN.. ??? .. TANPA KEMAMPUAN KOMPETENSI NASIONAL.. DAN SALING JEGAL.. DAN SALING GARUK.. DAN CENDERUNG KORUP DAN MEMPERKAYA DIRI.. DAN TIDAK MAMPU MENGEMBANGKAN DAN MEMPERBANYAK... UNIT2... REFINERY..DAN DISTRIBUSI..ENERGY LISTIK NASIONAL .. SECARA BERKECUKUPAN DAN MURAH UNTUK RAKYAT...??>> MAKA TAK MUNGKIN MELAKUKAN KEMANDIRIAN INDUSTRI DALAM NEGERI.. DAN MEMBANGUN KETAHANAN DAN PERTAHANAN NASIONAL.. SECARA LAYAK...DAN KONGKRIT.. >> JANGANLAH SELALU BOLAK BALIK... BEREBUT JATAH..INI ITU..?? LALU MANA UAPAY2... UNTUK KOMPETENSI DAN KEMAMPUAN MEMBANGUN KEKUATAN MODAL BANGSA SENDIRI... DAN SIKAP KEMANDIRIAN SECARA TOTALITAS.. >> JANGAN HUTANG..LAGI... HUTANG ..LAGI..??>> KAPAN MAU LUNAS.. DAN MAMPU MANDIRI...??..>> SUDAHLAH BERHENTI SAJA DARI MENTERI ESDM.. DAN MENTERI2 LAINNYA.. KALAU HANYA MAIN2.. DAN HANYA BAGI2 JATAH.. DAN MAIN MAFIA2 ..AN.. YANG SEBENARNYA.. BAGI2 JATAH.. DENGAN KOMISI DAN KORUPSI.. TERSELUBUNG..?? MAU DEMIKIAN TERUS-TERUSAN...?? NGGAK MALU...??... AKAN KEBODOHAN SELAMA INI.. DIMAINKAN PARA PENGUSAHA CINA.. DAN KELOMPOK JARINGAN KAPITALIS ASING..??>> MANA KEKUATAN DAN KECERDASANMU.. HAI PARA PRIBUMI....???!! JANGAN BENGONG ... DAN GERUBUGAN... SAJA.. BANGKITLAH...!!!.... BANGKITLAH.. DENGAN CARA YANG BENAR.. DAN TERKONSEP UNTUK BISA MANDIRI..??>>

KENAPA MASALAH MIGAS DI PERTMINA-PETRAL DAN BPH MIGAS SELALU DI GONJANG GANJING...?? 

ADA SALAH APA DENGAN BPH MIGAS ....??  

BAGI AWAM AKAN SEMAKIN TIDAK FAHAM... KENAPA PERUSAHAAN NEGARA SELALU DI GUNJANG GANJING...??



1. Eng ing eeng … barusan kami upload kultwit kami tahun lalu >> Syarat Jadi Pemimpin Harus Mampu Menata Keluarganya http://chirpstory.com/li/160123
2. Topik tsb kami bahas thn lalu, khusus ditujukan utk @HattaRajasa, yg skrg cawapres Prabowo. Kenapa ? Karena HR tdk becus urus klrgnya
3. Sebagai tokoh Islam, pejabat tinggi dan skrg cawapres, kami memang menyesalkan ketidakbecusan hatta rajasa mengurus keluarganya sendiri
4. Keluarga @hattarajasa tdk dapat dijadikan teladan. Hancur. Paraaah !! Adik2nya koruptor & mafia di Indonesia. HR sendiri sejatinya kotor
4. M Reza Rajasa putra tertua @hattarajasa hancur rumah tangganya karena kelakuan buruknya sendiri. Kawin sebentar, cerai. Bikin malu
5. Putra Hatta Rajasa, M Iksan Rajasa menikah dgn Kusuma Anggraini hanya seumur jagung. Nikah 2009 cerai tahun lalu http://okz.me/YWG

M. Reza Ihsan Rajasa

6. Perceraian Reza- Ninik (Kusuma Anggraini) cucu Moeryati Soedibyo, disbbkaan perilaku Reza Rajasa yg kasar, suka mabok2an, selingkuh dst
7. Perceraian Reza Rajasa – Ninik (cucu Moeryati Soedibyo) tsb sangat melukai hati Moeryati krna merasa cucu kesayangannya dizalimi Reza
8. Sempat diinfokan sering terjadi KDRT oleh Reza thdp Ninik, namun keluarga besar Ninik tdk melaporkannya ke polisi. Malu. Aib keluarga
9. Apalagi KDRT Reza Rajasa thdp Ninik diduga akibat Reza Rajasa krna konsumsi obat terlarang, narkoba, mabok, atau sdg stress berat
10. Menurut sumber yg tahu persis perilaku menyimpang dan amoral Reza Rajasa, anak tertua hatta rajasa ini memang playboy. Banyak simpanan
11. Perilaku menyimpang / abnormal Reza Rajasa al. : gemar show off atau selingkuh terang2an di hadapan istrinya sendiri. Sgguh memalukan
12. Wanita selingkuh reza rajasa adlah artis2 terkenal. Diantaranya artis terkenal yg video mesumnya pernah di media massa bbrp thn lalu
13. Perbuatan Reza tsb sangat mempermalukan dan menghina keluarga besar Moeryati Soedibyo dan anaknya (ayah Ninik) Djoko Ramiadji
14. Karena penghinaan Reza terhadap klrga besar Moeryati Soedibyo, mereka dukung habis2an Jokowi – JK http://www.gebraknews.com/2014/06/merasa-terluka-mantan-besan-hatta.html?m=1
15. Perkawinan Reza dan Ninik hancur. Tanpa anak, dgn perasaan terluka dan terhina oleh perbuatan putra tertua @hattarajasa itu
16. Reza Rajasa memang hidup bagai anak raja, maklum karena gaya hidup glamournya disupport mafia migas, mafia hutan, konglo2 dll
17. Meski kaya raya krna disupport finansial dan gaya hidupnya oleh koruptor2 yg mengelilingi bapaknya, tetapi reza dikenal sangat kikir
18. Contohnya saat malam pengumpulan dana utk korban bencana kelud yg diselenggarakan HIPMI. Semua agta HIPMI menyumbang, Reza tdk sesen pun
19. Ketika diminta sumbangan ala kadarnya utk korban bencana Kelud, didepan pengusaha2 yg hadir, Reza malah todong rekannya pengusaha lain

Muhammad Riza Chalid

20. Banyak cerita miring tentang Reza Rajasa. Tapi mohon jangan salah paham, Reza Rajasa BEDA dengan Reza Chalid hehe ..beda orang hehe


The-Oil-godfather

21. Putra hatta rajasa yg lain sama parahnya, bahkan mungkin lebih parah, seperti si Acid atau Rasyid yg pernah menabrak orang hingga tewas

rasyid-rajasa


22. Namun, peristiwa naas itu mungkin lebih tepat kita pahami sbg musibah pada keluarga Hatta Rajasa. Ada apa? Kenapa selalu dirundung naas
23. Pada musibah ini, terlepas dari apa penyebabnya, kami simpati pada @HattaRajasa yg tdk mau merekayasa kasus hukum anaknya. Dia gentle
24. Padahal mudah bagi Hatta Rajasa utk merekayasa kasus misalnya dengan personifikasi alias cari orang pengganti seolah2 supir, dia tdk mau
25. Dari sisi Hatta Rajasa layak diapresiasi. Di depan publik dia tunjuk sikap bertanggung jawab dan minta anaknya Acid hadapi proses hukum
26. Namun, bila merujuk keadaan keluarga, anak2 dan adik2nya yang 9 orang itu, Hatta Rajasa GAGAL menjadi pemimpin keluarga yg baik
27. Sbg Ketum PAN Hatta Rajasa jg dinilai gagal. Bahkan diawal2 HR jadi ketum PAN menggantikan Soetrisno Bachir, HR sempat mau digulingkan
28. Bayangkan saja, setelah menjabat ketum PAN, sudah 6 bulan HR tdk pernah memimpin rapat DPP PAN. Partai tdk dipedulikannya
29. Selama Hatta Rajasa jd Ketum PAN, dia hny memanfaatkan PAN utk kepentingan politik pribadi & utk adik2nya. HR tdk bawa manfaat bagi PAN
30. PAN hnya jadi kendaraan politik &alat kekuasaan Hatta cs (adik2nya dan kroni2nya). Kader2 PAN ditelantarkannya. Mereka jadi liar & buas
30. Hatta Rajasa tdk pernah bermanfaat bagi ormas2 Islam seperti Muhammadiyah, NU, HMI, PMII, dst.. Sebaliknya HR selalu menjual2 ormas itu
31. Kroni2 Hatta rajasa, dan juga kadang2 kroni2 Amin Rais difasilitasi Hatta Rajasa untuk menjadi mafia dan koruptor besar di RI.
32. Hatta yg pengusaha migas itu, terkenal licin kayak belut dan jago ilmu pontius pilatus alias modus cuci tangan. Korup tapi ga ketahuan
33. Operator atau kroni2 HR dlm melakukan korupsi merupakan kelompok kecil yg sangat terbatas dan tertutup. Bermain sangat rapi tp ganas
34. Kita mulai dengan korupsi Hatta Rajasa di sektor migas. Hatta & his gank berkorupsi ria hulu dan hilir migas, SKK, BPH Migas, Petral dst
35. Di sektor hilir migas, korupsi dan praktek mafia migas Hatta. Rajasa dilakukan melalui antek2nya antara lain : Alimin, Amir Sambodo

ALIMIN - Amir Sambodo


35. Di Petral tentu saja tak ada nama lain mafia migas yang berkuasa selain Muhamad Reza Chalid alias MRC alias Pak Muh alias Mr.Gasoline
36. Modus korupsi & mafia migas Hatta Rajasa & Muhammad Riza Chalid, Syamsu Alam, Hanung Budya, Chrisna D, Budi Irianto dll di Petral





Chrisna Damayanto


37. ..sdh pernah kami ungkapkan dulu. Nanti kami bahas khusus ttg korupsi Hatta rajasa cs di Petral yg merugikan negara US$ 5 miliar/ thn
38. Korupsi Hatta Rajasa di sektor migas berikutnya adalah di Hilir Migas, yaitu melalui PT AKR dan cecunguk hatta di Fansurulah Asa

Dr. Ir. Fanshurullah Asa, MT

39. Mengenai Fansarullah Asa agta komite BPH Migas antek Hatta Rajasa yg atur korupsi HR kuota BBM bersubsidi via PT AKR, juga sdh dibahas

40. Fansarullah Asa mafia BPH Migas skrg sedang berada di Amerika Serikat, lagi atur suap dan korupsi dari para pengusaha2 migas RI disana
41. Salah satu kelemahan besar @hattarajasa adalah selalu salah menunjuk orang atau memang semua orang2nya bajingan semua, mafiam koruptor
42. Contoh Fansarullah Asa angta komite BPH Migas yg mantan staf khusus hatta rajasa, pernah terlibat skandal seks dgn karyawati BPH Migas”
43. Karyawati BPH Migas yang dihamili Fansarullah Asa staf khusus @Hattarajasa itu celakanya adalah istri orang lain
44. Seharusnya sesuai hukum Islam, Fansarullah Asa hrs dihukum mati dgn dirajam. Dilempar batu sampai koit. Tapi dia lolos krn Hatta Rajasa
45. Kami pernah mengungkapkan bahwa korupsi di BPH Migas khusus dlm penyaluran BBM bersubsidi sekitar 11 juta K/L per tahun = 48 triliun
46. Jadi korupsi Hatta Rajasa, Riza Chalid cs di Petral (hulu) 60 T per tahun, dan di hilir bersama Fansarullah cs 48 T = 108 triliun !
47. Silahkan simak Perampokan Uang Rakyat karena Korupsi di Pertamina & Petral >> http://chirpstory.com/li/7776
48, ini laporan korupsi hatta rajasa ke KPK >> Laporkan Hatta Rajasa dan Bos Petral ke KPK – http://JPNN.com  http://shar.es/NakzI
49. PETRAL BANCAKAN KORUPSI HATTA RAJASA – M REZA CHALID 

PETRAL BANCAKAN KORUPSI HATTA RAJASA – M REZA CHALID


RONIN INDONESIA から引用:
https://ttgindo.wordpress.com/category/mafia-korupsi/

Petral, kependekan dari Pertamina Energy Trading Limited, memang lagi jadi tema. Anak perusahaan Pertamina di Singapura itu, sejak pekan lalu, ramai diberitakan media massa karena kebobolan duit US$ 8,25 juta.

Kasus ini menambah panjang daftar penjarahan terhadap BUMN perminyakan beraset lebih dari Rp 100 trilyun itu. Banyak tangan kotor yang ditengarai ikut mengeruk duit Pertamina. Caranya macam-macam. Yang paling sering adalah menggembungkan nilai proyek, seperti kasus Kilang Balongan, yang hingga kini perkaranya masih berkubang di Gedung Kejaksaan.

Pembobolan Petral mencuat ke permukaan, setelah Ariffi Nawawi membeberkan pekara itu dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR, Rabu pekan lalu. Raibnya fulus Petral, menurut Ariffi, berawal dari adanya transaksi derivatif, berupa jual-beli minyak mentah dengan perusahaan di Singapura. Jangka waktunya enam bulan. Petral menjaminkan US$ 9 juta di sebuah bank di Singapura. Selama transaksi, kurs rupiah menguat terhadap dolar.

Selisih duit yang seharusnya disetor ke kocek Petral justru diberikan ke perusahaan di…
オリジナルを表示 さらに6,573語

Kongkalikong antara Jusuf Kalla dan Mafia Migas


Kongkalikong antara Jusuf Kalla dan Mafia Migas

Saya hanya mengungkapkan kebenaran,termasuk Kongkalikong antara Jusuf Kalla dan Mafia Migas.pantau TL kami,agar mengerti
1.Jusuf Kalla saat menjadi wapres 2004-2009,ia dijuluki The Real President, krn dominannya mgatur ekonomi negara
2.Saat jadi wapres JK mendirikan perusahaan Bukaka grup dan Kalla Grup,yang bergerak dalam bidang energi
3.Kemudian 2006 JK mengusulkan konversi dari minyak tanah ke LPG, dimana proyeknya terbukti rawan korupsi
4.Konversi minyak tanah ke LPG, JK sebagai pengambil keputusan siapa yg berhak produksi GAS 3 kg itu
5.Kemudian ia menangkan sendiri perusahaannya Bukaka grup dan Kalla grup sebagai pemenang tender pemerintah,cerdik bukan
6.Tak heran kekayaan JK per Juni kemarin 300 Milyar,melebihi kekayaan SBY untuk ukuran seorang wakil presiden
7.JK bekerja sama dengan Ari Soemarno (mantan dirut pertamina 2006-2009) jg mantan Dirut Petral pada 2003

Ari Soemarno
Ari Soemarno

8.Ari Soemarno adalah kakak Rini Soemarno/orng dekat Megawati jg menteri Industri dan perdagangan jaman Megawati
9.Ari Soemarno adlh orang yg memuluskan proyek GAS 3kg JK,jadi secara telak konversi itu dikuasai oleh perusahaan JK
10.Kenapa Ari Soemarno?JK memilihnya karena ia dekat dgn Megawati,dan jg mantan orang penting dlm MIGAS PDIP jaman MEGA
11.Berawal dari Dirut Petral akhirnya ia mengembangkan mafia bisnisnya sendiri,hingga mnjadi Dirut Pertamina 2006-2009
12.Ari Soemarno bekrja dengan Politisi PDIP Effendi Simbolon juga timses Jokowi JK.dan jg bersama BP Migas Raden Prijono
13.Effendi Simbolon mendirikan PT Parna Raya sebagai importir migas,juga penyuap dalam SKK Migas.coba diingat
14.Effendi Simbolon juga bekerja sama dengan Raden Prijono mantan ketua BP Migas dan pemilik Kernel Oil
15.Raden Prijono berusaha mengusai saham Karnel Oil sebagai mitra Petra,yaitu importir Migas terbesar saat itu
16.Kemudian Effendi Simbolon (PDIP) berusaha mengusai saham Parna raya untuk bkrjasama dgn Pertamina dibawah Ari Soemarno
17.Saat masa Ari Somarnolah dan Reden Pijono mafia migas merjalela.masih ingatkah anda dengan kasus impor minyak ZATAPI ?
18.Hubungan Ari Soemarno,Effendi Simbolo,dan Jusuf Kalla sangat konspiratif,terkait kasus Mafia Migas dan kini Pilpres
19.Effendi Simbolon adalh orang yg mencari dana dukungan untuk kampanye Jokowi melalui mitra Mafiaa minyak Ari Soemarno
20.JK terbukti menjadi bagian mafia Migas,yaitu menjual minyak oplosan ZATANI dari sudan dan australia senilai 500 Milyar
21.Ari Soemarno dicopot pd 2009 sebgi Dirut Pertamina krn terbukti bermain dgn Mafia Migas
22.Setelh dignti dgn Karen agustiawan,dn melakukan pembersihan mafia migas dlm pertamina.korbannya adalh Efendi Simbolon
23.Hubungan Ari Soemarno dan PDIP sangat kuat,yaitu adanya Effendi Simbolon,juga anak kessayangan megawati
24.Strategi memainkan isu Mafia Gas dalam SKK Migas sangat cerdik,seolah olah dalam pertamina tidak ada mafianya.haha
25.Kemudian jelang Pilpres Ari Soemarno mendekati mitranya kembali yaitu JK,agar kembali menjadi mafia migas legal.haha
26.Dan saya ada buktinya.bahwa Ari Soemarno sang mafia migas,duduk sebangku dengan JOKOWI dipesawat
27.Ini bukti foto Jokowi sebangku di pesawat dengan Mafia Migas Pertamina Ari Soemarno

Ari Soemarno satu pesawata dengan Jokowi

       Ari Soemarno satu pesawata dengan Jokowi
28.Kesimpulannya adlh Jusuf Kalla adalah bagian dari Mafia Migas sejak 2004,dengan mitra utama Ari Soemarno,Dirut Pertamina
Sumber: @PengamatCerdas

 

MAFIA MINYAK SEBENARNYA

mafiaminyakindonesia

Jakarta – Proses pengadaan BBM oleh Pertamina, dimulai dari import melalui anak perusahaan Pertamina yaitu Pertamina Trading Limited (Petral) yang berkedudukan di Singapura. Menurut Mantan Direktur PT Pertamina, Ari H Soemarno, Singapura merupakan salah satu negara yang menjadi pusat trading penjualan minyak dan gas bumi (migas). Dengan membuat anak usaha yang berlokasi di Singapura, maka efektifitas dan efisiensi pembelian minyak bisa mudah.

“Tentu dengan Petral berlokasi di Singapura itu memiliki banyak keuntungan. Singapura itu perusahaan trading migas internasional sehingga dengan adanya anak usaha berlokasi di sana, Pertamina mendapatkan kepercayaan usaha,” ujar Ari di Jakarta, Selasa (24/6/2014).

Ari juga bercerita, dengan memiliki kedudukan usaha berbadan hukum di Singapura, kepercayaan terhadap bank nasional di negara itu bisa didapatkan. Menurut dia, bunga bank yang diimplementasikan di Singapura terbilang rendah ketimbang di Indonesia.

“Kalau kita punya kedudukan hukum di sana maka dipercaya di bank di sana. Bunga bank di sana biayanya rendah, dan hubungannya langsung,” ujar Ari.

Dalam upaya menyuplai pasokan minyak mentah dan BBM yang diperoleh di Singapura, ia berpendapat kepastian hukum bisa diperoleh secara langsung. Hal ini hanya bisa dengan adanya anak usaha berbadan hukum di negara itu.

“Kepastian hukum jelas yang ingin jual beli minyak. Tidak ada salahnya punya Petral. Petral punya Pertamina. Dan Pertamina itu milik negara, dan milik rakyat,” tutur dia.

Impor BBM tidak melanggar undang-undang karena impor dibutuhkan mengingat produksi minyak yang telah diolah menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM) masih kurang di dalam negeri, selain mengenjot produksi minyak dari sumur yang ada dan mengembangkan infrastruktur penunjang kilang minyak mentah.

Selama ini tudingan terjadi mafia minyak banyak diarahkan kepada importir BBM. Banyak lembaga sosial masyarakat (LSM), ekonom, dan tokoh kritis termasuk calon presiden/cawapres menudingkan telunjuknya kepada para pelaku bisnis impor BBM.
Sudah sangat sering terdengar Pertamina ataupun PT Petral, diperiksa oleh lembaga-lembaga pengawasan seperti Badan Pengawas Keuangan (BPK), Badan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Kejaksaan, Kepolisian bahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sejumlah pihak pernah diundang oleh Petral untuk melihat langsung tender impor minyak seperti Anggota DPR, wartawan media cetak dan eletronik bahkan lembaga swadaya masyarakat (LSM). Kesimpulan dari mereka tidak ada yang salah atau pelanggaran yang merugikan pemerintah.

Mafia minyak yang sebenarnya bukan di bidang impor BBM tapi mafia yang mengambil jatah minyak subsidi kemudian dijual kepada pihak swasta (mafia minyak). Misalnya, salah satu BUMN mendapat jatah solar subsidi 100.000 ton maka diambil oleh oknum 30% untuk dijual kepada swasta (mafia minyak) dengan harga subsidi. Lalu pihak mafia menjualnya kepada keperusahaan tambang dan lain-lain dengan harga BBM industri. Berapa kerugian negara?
Kalau misalnya 30 juta kilo liter x Rp11.500 = Rp345 miliar. Berapa keuntungan oknum BUMN? Berarti 30 juta kilo liter x Rp5.500 = Rp165 miliar. Sementara keuntungan bagi swasta (mafia minyak) 30 juta kl x Rp6.000 = Rp180 miliar.

Realisasi alokasi BBM subsidi per sektor pada 2013 tercatat transportasi darat eks SPBU/APMS Premium 29.146.000 KL dan solar 13, 620.178 KL, PT Kereta Api Indonesia (KAI) 212.000 KL solar, PT Pelni 201.000 KL solar, ASDP 98.288 KL solar, kapal perintis 37.013 KL Solar, nelayan dan usaha kecil 1.711.000 KL solar serta minyak tanah di daerah yang belum terkonversi 1.100.000 KL Data di atas merupakan angka realisasi 2013, sedangkan prognosa 2014 by percentage kurang lebih sama.

Jadi mafia minyak itu bukan di sektor import karena memang pengadaan BBM impor dilakukan secara terbuka melalui tender secara internasional.

Tak hanya itu, harga minyak mentah yang akan mengikuti tender juga bisa dilihat di internet secara real time dengan mengakses Platts secara berlangganan. Platts adalah penyedia jasa informasi energi terbesar di dunia, jasa informasi tidak terbatas pada minyak, namun juga gas alam, kelistrikan, petrokimia, batubara dan tenaga nuklir. PT Pertamina juga selalu membeli minyak impor dengan harga di bawah Platts atau harga pasar internasional.


Sementara mafia minyak di sektor hilir yaitu yang bermain-main dengan BBM subsidi jelas akan menggerogoti kas negara. Kalau saja dari total subsidi BBM dan listrik tahun ini diperkirakan menembus angka Rp392 triliun kemudian dikorupsi 20% tentu bukanlah nilai yang sedikit.

Jadi Ribut-ribut mafia minyak yang ditudingkan banyak pihak ternyata salah sasaran. Mengingat potensi penyelewengan dan kongkalikong bisnis minyak dan gas sebenarnya bukan di sektor impor tapi hilir dalam negeri. Korbannya adalah rakyat kecil yang seharusnya menikmati subsidi BBM.
Diolah dari berbagai sumber ==> Mafia Minyak Sebenarnya

MAFIA MINYAK SEKTOR HULU

SKK-MIGAS
Mafia Minyak Sektor Hulu
Latar Belakang
Penyebab peningkatan produksi Minyak tidak pernah tercapai, disebabkan oleh birokrasi yang berbelit-belit dan kegiatan korupsi oleh oknum-oknum SKK Migas.
Tahapan dan kendala-kendala yang dihadapi oleh para K3S (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) dalam usaha peningkatan produksi Minyak:

Tahap I:
Work Program and Budgeting (WP&B, yaitu Rencana Kerja & Anggaran).


Rencana kerja dan anggaran mencakup:
1.      Biaya-biaya operasional, mencakup biaya gaji tenaga kerja lokal dan asing, sewa gedung, dan lain-lain.
  •  Kisaran biaya mencapai minimal USD 3-5 juta per tahun.
2.      Biaya-biaya investasi (AFE), seperti pekerjaan 2D & 3D seismic dan pengeboran sumur berikut pengadaan material.
  • Kisaran biaya untuk kegiatan seismic 2D di darat yang mencakup 1.200 Km dapat mencapai biaya sekitar USD 12 juta.   Sedangkan untuk kegiatan seismic 3D di darat yang mencakup 500 Km2 bisa mencapai besaran USD 20 juta. Dan untuk kegiatan seismic 3D di laut (offshore) mencapai besaran biaya USD 40 juta.
  • Kisaran biaya kegiatan pengeboran/drilling di darat untuk kedalaman 2000 sampai 4000 meter besaran biayanya adalah USD 8-12 juta per sumur, Sedangkan untuk biaya di laut (offshore) bisa mencapai 3x lipat atau USD 24-36 juta per sumur.;
3.      Biaya-biaya overhead kantor pusat sebesar 2% dari total Rencana Kerja & Anggaran tahunan.

Persetujuan diatas memakan waktu 6 bulan sampai 1 tahun. Ditambah Setelah persetujuan tersebut didapatkan, K3S harus mendapatkan persetujuan AFE (Authorization for Expenditures, yaitu persetujuan pengeluaran biaya investasi) untuk proyek investasi, antara lain mencakup kegiatan 2D Seismic, drilling/pengeboran, dan pekerjaan 3D seismic dalam upaya mendapatkan besaran potensi cadangan dan target pengeboran sumur-sumur eksplorasi baru.

Hal ini karena birokrasi yang panjang dan berbelit-belit yang melibatkan seluruh divisi/departemen di SKK Migas. Disamping itu, karena AFE (persetujuan pengeluaran biaya investasi) terkait dengan pekerjaan-pekerjaan yang besar nilainya, maka timbul azas manfaat oleh oknum-oknum SKK Migas untuk menominasikan kontraktor-kontraktor penyedia jasa yang dapat memberi keuntungan bagi oknum-oknum tersebut (KKN).

Dampak dari keinginan oknum-oknum tersebut, menyebabkan membengkak nya nilai proyek hulu migas.

Apabila kegiatan eksplorasi tersebut diatas tidak mendapatkan cadangan migas yang dapat dikomersialisasikan, maka seluruh biaya-biaya yang dikeluarkan sepenuhnya menjadi beban K3S dan bukan beban Pemerintah.


Tahap II:
Setelah kegiatan eksplorasi Migas berhasil menemukan cadangan migas, maka K3S kembali mengajukan permohonan Rencana Pengembangan Lapangan (atau yang lazim disebut Plan Of Development/POD). SKK Migas akan melakukan evaluasi terhadap rencana pengembangan lapangan (POD) yang selanjutnya memberikan rekomendasi untuk mendapatkan persetujuan Menteri ESDM.

Isi dari POD mencakup:
1. Studi-studi G&G (geologi, geofisika dan reservoir) yang dibutuhkan;
2. Rencana pengembangan sumur-sumur produksi;
3. Kegiatan akuisisi 3D Seismik;
4. Pembuatan fasilitas-fasilitas produksi;
5. Supporting services (kapal, kendaraan, outsourcing man power);
6. Maintenance sumur-sumur & peralatan

Total dari biaya-biaya investasi tersebut diatas mencapai ratusan juta Dollar AS, bahkan bisa mencapai angka diatas 3 milyar USD.

Dalam tahap proses pemberian rekomendasi persetujuan POD oleh SKK Migas, oknum-oknum SKK Migas berperan untuk ikut mensiasati agar kontraktor-kontraktor penyedia jasa yang dinominasikan oleh oknum-oknum tersebut mendapatkan bagian pekerjaan-pekerjaan yang ada dalam POD untuk memenuhi keinginan pribadi oknum-oknum SKK Migas.

Proses rekomendasi persetujuan POD membutuhkan waktu 2-4 tahun, sehingga biaya proyek membengkak.

Setelah POD disetujui oleh Pemerintah, maka keseluruhan biaya-biaya untuk Tahap I (tahapan eksplorasi) dan Tahap II (tahapan eksploitasi) akan dibayarkan kembali oleh Pemerintah (Cost Recovery) kepada pihak K3S melalui produksi Migas. Sehingga seluruh pengelembungan biaya-biaya dalam Tahap I & II yang disebabkan oleh oknum-oknum SKK Migas, pada akhirnya akan menjadi beban Pemerintah dan merugikan Bangsa Indonesia.
Kesimpulan:
  1. Sebagai bukti adanya oknum-oknum SKK Migas yang berperan dalam penentuan pekerjaan-pekerjaan hulu migas, KPK telah berhasil mengungkap kegiatan kotor tersebut dengan penangkapan Ketua SKK Migas dan menyusul oknum-oknum pejabat SKK Migas lainnya.
  2. Birokrasi yang panjang dan berbelit di SKK Migas mengakibatkan peningkatan beban dan pengelembungan biaya yang ditanggung oleh Pemerintah sebagai pengembalian biaya-biaya yang dikeluarkan oleh K3S (Cost Recovery) yang pada tahun 2013 mencapai besaran USD 15,5 Milyar. Hal ini pada akhirnya merugikan Bangsa Indonesia.
    Mafia Minyak Sektor Hulu
  3. Juga, birokrasi yang panjang dan berbelit di SKK Migas tersebut memperlambat proses percepatan peningkatan produksi Migas Indonesia yang semula ditargetkan 1 juta barrel per hari, sekarang hanya sebesar 830.000 barrel per hari.
  4. Dapat dibayangkan berapa besar dana yang terkumpul oleh oknum-oknum SKK Migas tersebut setiap tahun nya !!!!! Pasti dalam hitungan milyar USD.
  5. Sebagian dari dana hasil kegiatan kotor oknum-oknum pejabat SKK Migas digunakan untuk mendanai gerakan-gerakan penciptaan opini publik “mafia minyak import” yang pada akhirnya merupakan fitnah.
  6. “SKK Migas” adalah sarang korupsi sektor hulu migas atau “Mafia Minyak Sektor Hulu” sebenarnya.
Diolah dari berbagi sumber ==> Mafia Minyak Sektor Hulu

Siapa sih sosok mafia minyak dan gas di indonesia

Penangkapan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Rudi Rubiandini oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengejutkan banyak pihak. Banyak kolega tak percaya Rudi menerima gratifikasi. Pasalnya selama ini Rudi dikenal sebagai sosok baik dan memiliki idealisme tinggi.

Namanya moncer ketika menyoroti kasus lumpur Lapindo, Sidoarjo. Peraih gelar Dokter Ingenieurs (Dr.-Ing) bidang teknologi minyak dan gas bumi dari Technische Universitaet Clausthal, Jerman ini menentang teori lumpur Lapindo terjadi akibat dampak dari gempa di Yogyakarta. Rudi yakin bencana itu terjadi akibat kesalahan pengeboran.

Rudi bukanlah sosok yang asing dalam industri migas. Pria kelahiran 1962 ini mengawali kariernya di perguruan tinggi sebagai dosen di jurusan Teknik Perminyakan Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1985. Kemudian ia melanjutkan pendidikan hingga meraih doktor di Jerman pada 1991.

Kecerdasannya sudah terlihat sejak mahasiswa di Teknik Perminyakan ITB. Ia menjadi mahasiswa terbaik ITB 1984, dosen teladan ITB 1998, presenter terbaik Ikatan Ahli Perminyakan Indonesia (IATMI) 2000-2004. Sebagai peneliti, ia menghasilkan lebih dari 50 karya ilmiah nasional dan internasional. Rudi juga ikut membangun laboratorium dan peralatan penelitian di ITB dan Lemigas sehingga mengantarkan dia memperoleh penghargaan dari asosiasi IATMI sebagai Inovator Nasional bidang Migas tahun 2002. Ia dikukuhkan menjadi guru besar ITB pada 2010.

Ia dikenal sebagai konsultan untuk berbagai proyek pengembangan lapangan KKKS, menjadi trainer berbagai kursus teknis bagi karyawan di lapangan, menciptakan beberapa buku bidang migas. Rudi juga kerap memimpin beberapa kali mematikan semburan pada beberapa sumur migas yang sedang blowout.

SKK Migas seperti rumah kedua Rudi Rubiandini. Sebelum menjadi Kepala SKK Migas, sebelumnya Rudi pernah menjadi pejabat di institusi yang dulunya bernama BP Migas. Rudi pernah menjadi Corporate Secretary dan Deputi Pengendalian Operasi BP Migas. Ia melakukan berbagai pembenahan terutama pembenahan internal institusi itu.

Karier Rudi meningkat pada Juni 2012, ia ditunjuk menjadi Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggantikan almarhum Widjajono Partowidagdo. Pasca pembubaran BP Migas oleh Mahkamah Konstitusi, Rudi diangkat sebagai Kepala SKK Migas pada 16 Januari 2013. BP Migas dibubarkan November 2012 dengan alasan tidak sesuai konstitusi. BP Migas dituding sebagai sarang korupsi dan pro asing.

Masuknya Rudi sebagai Kepala SKK Migas memberi banyak harapan. Rudi menentukan sejumlah target seperti kenaikan produksi, meningkatkan cadangan dan meningkatkan kapabilitas nasional. Untuk meningkatkan produksi, SKK Migas menetapkan 2013 sebagai tahun pemboran. Sebanyak 1.500 sumur dibor tahun ini.

Untuk mendukung program tersebut, Rudi telah menyusun 104 program kerja. Rudi bahkan mengancam akan memutus kontrak operator jika tak menjalankan komitmennya.

Gebrakan Rudi setelah enam menjabat sejak awal Januari 2013 mulai membuahkan hasil. Penerimaan negara dari hasil pengelolaan industri hulu migas mencapai US$ 18,7 miliar, melebihi target yang ditetapkan sebesar US$ 18,4 miliar untuk setengah tahun pertama. Sedangkan, produksi minyak pada periode yang sama berhasil mencapai rata-rata 831 ribu barel minyak per hari atau 99 persen dari target yang ditetapkan sebesar 840 ribu barel per hari.

Terbetik rumor, pasca-pembubaran BP Migas tahun lalu, berbagai rumor mengikuti putusan Mahkamah Konstitusi tersebut. Adalah PT Kernel Oil yang dipegang Widodo Ratanachaitong sudah berbisnis sejak era SKK Migas masih bernama BP Migas dan dipimpin R Prijono. Dan, Menteri ESDM dikabarkan memainkan peranan, sehingga Kernel bisa berbisnis minyak kala itu.

Sampai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jero Wacik berpesan kepada Kepala Satuan Kerja Khusus Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Rudi Rubiandini agar tidak melupakan mantan Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas), Raden Prijono.

“Saya bilang ke Pak Rudi, you enggak boleh lupa sama Pak Priyono. Jangan seperti kacang lupa sama kulitnya,” ujar Jero dalam sambutannya saat membuka Rapat Kerja (SKK Migas), di City Plaza, Jakarta, Kamis (14/2/2013).

Gebrakan-gebrakan yang dilakukan Rudi Rubiandini di SKK Migas selama kurang lebih enam bulan ini membuat gerah Raden Prijono dan Yohanes Chandra Ekajaya yang telah lama berkongsi mengeruk rente dari monopoli operational kapal/angkutan, rig/pengeboran dan yang paling utama eksport minyak mentah/condensate bagi hasil produksi (Production Sharing Contractor/PSC) bagian pemerintah yang telah lama dikendalikan dan dijalankan oleh Yohanes Chandra Ekajaya dengan modus permainan angkutan/kapal yang telah diatur dengan mangacu pada spesifikasi yang hanya dapat dipenuhi oleh kelompok mereka, Terbersit kabar profit sharing antara Kernel Oil  50%  dan Raden Prijono / Yohanes Chandra Ekajaya 50%.

Dengan bantuan kader-kader Raden Prijono yang masih di lingkungan internal SKK Migas,  diketahuilah kelemahan Rudi Rubiandini dan dimanfaatkan oleh duet ini.  Sempat  Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Republik Indonesia melakukan aksi di depan kantor Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi di Jakarta, Jumat (23/8/2013).
Aksi tersebut menuntut Plt Kepala SKK Migas, Johannes Widjonarko diusut tuntas atas dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukannya selama menjabat sebagai Wakil Kepala SKK Migas.

Selain itu, para mahasiswa itu juga meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengusut pula dugaan korupsi yang dilakukan oleh Mantan Kepala SKK Migas, Raden Priyono.

Saat ini salah satu kader Raden Prijono , Johannes Widjonarko diangkat menjadi Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menggantikan Rudi Rubiandini yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus suap, setelah sebelumnya sempat disingkirkan oleh Rudi Rubiandini .

Jejak duet Yohanes Chandra Ekajaya dan Raden Prijono di BPmigas  (sekarang SKK Migas) sudah tercium sekitar tahun 2011 dalam Kasus Blok West Madura Offshore melalui PT Sinergindo Citra Harapan yang beralamat di The City Tower Lt 21 / 27, Jakarta

Korupsi pada perpanjangan kontrak migas dapat terjadi karena tidak adanya rujukan peraturan dan tarif (disenagaja?). Padahal secara global tarif akuisisi cadangan migas terbukti berkisar 10-20% harga pasar migas. Dalam kasus perpanjangan kontrak blok West Madura Offshore misalnya, negara hanya memperoleh US$ 5 juta sebagai signatory bomus dari Kodeco (Korea) untuk saham 20%. Padahal jika tarif akuisisi diterapkan, minimal negara bisa memperoleh US$ 300 juta! Siapa yang menikmati selisih pembayaran tsb?

Sebelum terjadi kasus suap Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini pada Selasa malam, 13 Agustus 2013, terkait kasus dugaan suap senilai US$ 700 ribu dan Sin$ 127 ribu, tidak banyak yang mengenal Kernel Oil. Ada yang menyebutkan bahwa PT Kernel Oil memiliki hubungan dengan perusahaan minyak PT Indika Energy  yang telah berkecimpung selama lebih dari 30 tahun di bidang konstruksi gas dan minyak.

Kernel Oil merupakan perusahaan jual-beli (trader) minyak mentah dan produk-produk turunannya, termasuk produk petrokimia. Berkantor pusat di Singapura, Kernel Oil memiliki cabang di berbagai negara, seperti di Indonesia, Thailand, Australia, Swiss hingga Dubai.

Kernel Oil  pernah memperoleh jatah di terminal minyak mentah dan kondensat Senipah, Delta Mahakam, Kalimantan Timur, dan terminal minyak mentah sumur minyak Minas, Jambi dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas)

Seperti diketahui Kernel Oil juga pernah menjadi Kontraktor Bagi Hasil Produksi (Production Sharing Contractor/PSC) pada BP Migas (sekarang SKK Migas) pada masa kepemimpinan R. Prijono
Kernel Oil kerap ikut dalam tender bulanan pengadaan Premium yang dilakukan oleh anak usaha PT Pertamina (Persero), Pertamina Energy Trading Limited (Petral).

Petral mensyaratkan secara ketat perusahaan yang akan menjadi peserta tender dan rekanan dalam pengadaan impor minyak mentah dan BBM. Persyaratan sebagai peserta tender antara lain perusahaan tercatat di bursa saham global atau perusahaan negara. Lalu, perusahaan yang memiliki ekuitas minimum 50 juta dolar dan diaudit Ernst and Young (EY), PricewaterhouseCoopers (PwC), KPMG, atau Deloitte. Petral juga mensyaratkan perusahaan tersebut memiliki kilang, penyimpanan, pencampuran (blending), perkapalan atau mempunyai sewa fasilitas minimum satu tahun.

Selama ini Petral membeli minyak mentah dari Nigeria, Asia, Australia dan juga negara-negara eks Rusia. Hampir semua pengadaan minyak mentah tersebut pada prinsipnya dilakukan dengan cara tender terbuka yang diikuti oleh 53 perusahaan yang terdaftar sebagai rekanan Petral.

Namun, khusus untuk pengadaan beberapa minyak mentah yang tidak dijual bebas atau terbatas, Petral membelinya secara langsung kepada perusahaan nasional produsen maupun pihak yang ditunjuk oleh produsen untuk memasarkan minyak mentah tersebut. Sebagai contoh, Petral pernah melakukan penunjukan langsung pengadaan Arab Light dari Aramco yang tidak diperjualbelikan secara bebas, dan Azeri dari PTT Thailand, yang mempunyai penyimpanan minyak mentah Azeri yang terbesar di luar Azerbaijan.

Sementara, untuk tender impor BBM jenis Premium sebanyak delapan juta barel per bulan diikuti 28 perusahaan. Pemasoknya seperti Arcadia, Total, Glencore, Vitol, Concord, Verita, Gunvor, PPT, Kernel Oil, BP, Unipec, Petrochina, Petronas, Shell, Trafigura, SK, dan Conoco. Petral melakukan pembelian Premium secara tender, karena produsennya adalah trader yang melakukan proses blending di Singapura.

Sedangkan untuk tender solar secara spot melibatkan 30 perusahaan terdaftar. Sementara pengadaan secara berjangka melalui penunjukan empat perusahaan minyak nasional yaitu Kuwait Petroleum Company, Petronas Malaysia, PTT Thailand dan S-Oil yang dimiliki oleh Saudi Aramco. Keempatnya, menurut Petral, mempunyai kilang minyak yang memproduksi solar, sehingga mencegah spekulasi harga dan penyelundupan, sekaligus harga lebih murah dari spot.

Kernel Oil sendiri terdaftar sebagai perusahaan trader di SKK Migas. Anehnya, sejak era Prijono hingga Rudi, sangat aktif berbisnis hulu sampai hilir. Itu sebabnya, Kernel potensial jadi Kartel Migas

Menariknya guna memperlancar operational Kernel Oil di Indonesia untuk berbisnis minyak mentah, Kernel Oil  berdampingan dengan PT Surya Parna Raya (SPN)  dengan fasilitator Effendi MS Simbolon,  Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Wakil Ketua Komisi VII DPR RI yang selama ini dikenal vokal menyoroti kebobrokan tata kelola Migas itu diduga memanfaatkan pengaruhnya untuk menekan BP Migas agar menjual gas Hussky ke PT Parna Raya dengan harga lebih murah dibandingkan dengan harga jual ke perusahaan lainnya.

Tahun 2012 dan 2013 PT Surya Parna Niaga (Grup Parna Raya) berhasil mengalahkan ratusan perusahaan sejenis untuk dapat penunjukan BPH Migas.

Dengan pengaruhnya, Effendi Simbolon disebut melakukan penekanan politik dengan mengatasnamakan partai politik tertentu. Sebagai hasil negosiasi ulang, BP Migas mengusulkan kepada Menteri ESDM melalui Ditjen Migas harga yang berbeda. Untuk PT PGN seharga USD 5,8/MMBTU, untuk PT Inti Alasindo seharga USD 5,8/MMBTU, sedangkan khusus untuk PT Parna Raya lebih murah yaitu seharga USD 5,2/MMBTU.

Pada perjalanannya usulan itu disetujui oleh Menteri ESDM dalam SK MESDM tentang Harga Jual Gas Hussky kepada ketiga perusahaan tersebut. Selisih USD 0,60/MMBTU dengan volume penjualan 40 MMBTU untuk PT Parna Karya menyebabkan potensi kerugian negara sebesar USD 8,64 Juta per tahun untuk proyeksi kontrak selama 15 tahun, sehingga totalnya mencapai Rp 1,5 triliun.

Bagan Eksport Minyak Mentah
Alur Penjualan Gas
Diolah dari berbagai sumber ==> Siapa Mafia Minyak dan Gas Indonesia

SKK Migas dan BP Migas Kembali Serukan Usut Mafia Migas

Kamis, 26 Juni 2014 23:16 WIB
 
Massa Solidaritas Kerakyatan Khusus Migas (SKK Migas) dan badan pemerhati Migas (BP Migas) berunjuk rasa di depan Gedung Equyti Tower SCBD Sudirman Jakarta Selatan, Kamis (26/6/2014) menyerukan agar KPK dan lembaga penegak hukum lain mengusut tuntas mafia minyak. 
 
SKK Migas dan BP Migas Kembali Serukan Usut Mafia Migas
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Massa Solidaritas Kerakyatan Khusus Migas (SKK Migas) dan badan pemerhati Migas (BP Migas) kembali menyerukan pengusutan mafia Migas di Indonesia.

Setelah melakukan aksi unjuk rasa di depan istana negara dan KPK beberapa waktu lalu, kini para pengunjuk rasa di  depan Gedung Equyti Tower SCBD Sudirman Jakarta Selatan, Kamis (26/6/2014) kembali menyerukan agar KPK dan lembaga penegak hukum lain mengusut tuntas mafia minyak tersebut.

Menurut Direktur Pengolahan Ormas SKK Migas, Ferdinand Hutahayan dengan mengutip pernyataan politikus Poempida Hidayatullah bahwa Hatta Rajasa saat menjabat Menko Perekonomian merupakan penyebab kebijakan energi semakin tidak jelas.

Bahkan kata dia, akibat kebijakan Hatta, praktik mafia migas menjadi sulit diberantas.

"Mafia migas gagal dibasmi saat Menko Hatta tidak punya konsep mengenai energi terbaru. Akibatnya, kita terus impor minyak dan semakin banyak mafia bergentayangan," kata ujarnya saat SKK Migas dan BP Migas menggelar unjuk rasa depan Gedung Equyti Tower SCBD Sudirman Jakarta Selatan, Kamis (26/6/2014).

Menurutnya, selama Indonesia terus bergantung pada bahan bakar minyak (BBM) impor, dan tidak mendirikan kilang pengolahan, maka impor akan jalan terus.

Dalam keterangannya, SKK Migas dan BP Migas juga membeberkan sejumlah hubungan antara Hatta Rajasa dan Bos Pertamina Trading Energy Ltd (Petral), Muhammad Riza Chalid.

Ferdinand menuding Muhammad Riza Chalid merupakan mafia migas yang dilindungi Hatta. Bahkan, dugaan keterlibatan keduanya, klaim Ferdinand sudah dilaporkan pihaknya ke KPK.

"Kami sudah laporkan mereka ke KPK. Biar KPK yang menelusuri lebih jauh. Sekarang tugas kami adalah menyerukan hasil temuan kami berkenaan dengan itu semua," imbuh Ferdinan.

Belum ada konfirmasi dari pihak terkait soal tudingan  dan hasil temuan dari Massa Solidaritas Kerakyatan Khusus Migas tersebut.

Penulis: Edwin Firdaus
Editor: Hasiolan Eko P Gultom

Mengenal Mafia Migas Indonesia (2)


BOCORAN SEBUAH DOKUMEN dari DUNIA LAIN:  Siapa sih Mafia MIGAS itu?
Mafia migas konon merupakan mafia tertua di dunia. Mafia migas dalam cerita ini adalah perantara (trader) antara pemasok-pemasok minyak mentah untuk Pertamina melalui anak perusahaannya, Pertamina Energy Trading Limited (PETRAL). Bos dari perantara itu oleh kalangan bisnis Singapura disebut Gasoline Father, yaitu Mr. Mohammad Reza Chalid dari Global Energy Resources (GER).

Banyak kalangan menuding tendernya kurang transparan. Ada permainan fee sampai milyaran. ”Permainan tetap ada selagi Indonesia masih membeli dengan harga spot, yang bisa dibeli sewaktu-waktu dalam jumlah besar,” kata pakar manajemen Rhenald Kasali (Tabloid PRIORITAS Edisi 8 / 5 – 11 Maret 2012).

Sebenarnya DR. Rizal Ramli (RR) sudah lama mensinyalir adanya mafia tersebut. Dalam bukunya yang berjudul “Menentukan Jalan Baru Indoensia” (April 2009) menyebut MR. Teo Dollars yang pendapatan perharinya mencapai USD 600 ribu (Rp. 6 miliar) dan menyetor ke oknum-oknum tertentu di Pemerintahan RI. George Aditjondro lebih gamblang menulis beberapa anggota keluarga besar SBY yang dibantu oleh kroni-kroni mereka memiliki bisnis impor ekspor minyak mentah. Jika dulu Riza (Global Energy Resources) membayar premi kepada keluarga Cendana, maka sekarang ia membayar komisi ke kelompok Cikeas sebesar 50 sen dollar per barrel.

Jadi kalau ekspor kita 900 ribu barrel perhari, maka yang masuk ke keluarga SBY diperkirakan mencapai USD 450.000 perhari ditambah bonus boleh mengekspor minyak mentah sebesar 150 barrel setiap hari. Keberadaan sindikat Cikeas ini mendorong Karen Setiawan (Dirut Pertamina) mengancam untuk meletakkan jabatan karena tidak tahan menghadapi tekanan Cikeas. ( George Junus Aditjondro dalam buku ‘Cikeas Makin Menggurita’ hal 67-68).

DR. Rizal Ramli dalam sebuah pidato tgl 24 April 2008 menolak kenaikan harga BBM kecuali pemerintah berani membabat Mafia Migas tersebut. Menteri BUMN, Dahlan Iskan mengaku risih dengan sorotan publik atas PETRAL. ”Perlu ada perbaikan di tubuh anak perusahaan PERTAMINA itu supaya tak lagi dijadikan tempat korupsi dan sarang permainan para mafia minyak,” kata Dahlan Iskan. (Tabloid PRIORITAS, Edisi 8/05-11 Maret 2012 i).

Hubungan Mafia Minyak dengan Pertamina.

Beberapa waktu lalu kita dihebohkan dengan pemberitaan tentang PETRAL yang hendak dibubarkan oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan, tapi ternyata batal dan bahkan sekarang semakin eksis. Dari dulu PETRAL disebut-sebut sebagai ‘sarang’ korupsi puluhan triliun mulai dari jaman Orba/Suharto sampai sekarang. Anehnya tidak pernah bisa disentuh.

PETRAL atau Pertamina Trading Energy Ltd merupakan Perseroan Terbatas anak perusahan Pertamina yang bergerak di bidang perdagangan minyak. Saham PETRAL 99.83% dimiliki oleh PT. Pertamina dan 0.17% dimiliki oleh Direktur Utama PETRAL, Nawazir sesuai UU / CO Hongkong.

Tugas utama PETRAL adalah menjamin supply kebutuhan minyak yang dibutuhkan Pertamina / Indonesia dengan cara membeli minyak dari luar negeri. Saat ini PETRAL memiliki 55 perusahaan yang terdaftar sebagai mitra usaha terseleksi. Pengadaan minyak untuk PETRAL dilakukan secara tender terbuka. Namun PETRAL juga melakukan pengadaan minyak dengan pembelian langsung. Alasannya, ada jenis minyak tertentu yang tidak dijual bebas atau pembelian minyak secara langsung dapat lebih murah dibandingkan dengan mekanisme tender terbuka.

Mafia minyak yang disebut-sebut menguasai dan mengendalikan PETRAL adalah Muhammad Riza Chalid. Riza diduga menguasai PETRAL selama puluhan tahun. Di samping Riza, dulu Tommy Suharto juga disebut-sebut sebagai salah satu mafia minyak. Perusahaan Tommy diduga melakukan mark up atau titip US$ 1-3/barel. Kita sudah tahu siapa Tomy Suharto, tetapi siapakah Muhammad Riza Chalid ? Dia adalah WNI keturunan Arab yang dulu dikenal dekat dengan Cendana (rumah keluarga Suharto). Riza, pria berusia 53 tahun ini disebut-sebut ssebagai ‘penguasa abadi’ dalam bisnis impor minyak RI. Dulu dia akrab dengan Suharto. Sekarang merapat dengan SBY.

Riza disebut-sebut sebagai sosok yang rendah hati, tapi siapapun pejabat Pertamina termasuk Dirut Pertamina akan gemetar dan tunduk jika ketemu dengan dia. Siapapun pejabat Pertamina yang melawan kehendak Riza akan lenyap alias terpental. Termasuk Ari Soemarno, Dirut Pertamina yang dicopot jabatannya. Ari Soemarno dulu terpental dari jabatan Dirut Pertamina gara-gara hendak memindahkan PETRAL dari Singapura ke Batam. Riza tidak setuju. Ari selanjutnya dipecat. Jika PETRAL berkedudukan di Batam / Indonesia tentu pemerintah dan masyarakat luas lebih mudah mengawasi operasional PETRAL yang terkenal korup. Rencana Ari Soemarno ini tentu dianggap berbahaya. Bisa menganggu kenyamanan ‘Mafia Minyak’ yang sudah puluhan tahun menikmati legitnya bisnis minyak.

Para perusahaan minyak dan broker minyak internasional mengakui kehebatan Riza sebagai ‘God Father’ bisnis impor minyak Indonesia. Di Singapura, Muh Riza Chalid dijuluki sebagai ‘Gasoline God Father’. Lebih separuh impor minyak RI dikuasai oleh Riza. Tidak ada yang berani melawannya. Beberapa waktu lalu Global Energy Resources, perusahaan milik Riza pernah diusut karena temuan penyimpangan laporan penawaran minyak impor ke Pertamina. Tapi kasus tersebut hilang tak berbekas dan para penyidiknya diam tak bersuara. Kasus ditutup. Padahal itu diduga hanya sebagian kecil saja.

Global Energy Resources milik Riza itu adalah induk dari 5 perusahan, yakni Supreme Energy, Orion Oil, Paramount Petro, Straits Oil dan Cosmic Petrolium yang berbasis di Spore & terdaftar di Virgin Island yang bebas pajak. Kelima perusahaan itu merupakan mitra utama Pertamina. Kelompok Riza cs ini juga yang diduga selalu menghalangi pembangunan kilang pengolahan BBM dan perbaikan kilang minyak di Indonesia. Bahkan penyelesaian PT. TPPI yang menghebohkan karena telah merugikan negara, juga diduga tidak terlepas dari intervensi kelompok Riza cs.

Riza cs mengatur sedemikian rupa agar negara RI tergantung oleh impor bensin dan solar. INGAT…! Impor bensin & solar kita 200 juta barel per tahun. Riza cs ini sekarang berhasil mengalahkan Dahlan Iskan. Skor 3 : 0 untuk Mafia Minyak. Dahlan Iskan keok. Pertama Dahlan gagal bubarkan PETRAL. Kedua gagal memindahkan PETRAL ke Indonesia dan ketiga gagal mencegah orang-orang yang menjadi boneka Riza cs menjadi direksi di Pertamina. Dahlan Iskan mengalah. Janji Dahlan Iskan untuk mengalahkan BUMN Malaysia, apalagi PETRONAS dalam 2 tahun itu menjadi hanya mimpi. Di Pertamina saja Dahlan sudah takluk dengan Cikeas.

Siapa Riza cs itu ? Orang yang disebut-sebut berada di belakang Riza adalah Bambang Trihatmodjo, Rosano Barrack dst. Mereka adalah keluarga dan Genk Cendana. Sekarang Genk Cendana berhasil menundukkan Cikeas dan Dahlan Iskan. Semua Direksi Pertamina sekarang adalah Pro Mafia Minyak PETRAL. Bukan hanya PETRAL yang menjadi ‘boneka’ Riza cs, tetapi juga Pertamina. Kenapa bisa terjadi seperti itu ? Ada informasi lebih yang ‘menyeramkan’. ‘Aksi jalan tol’ Dahlan Iskan beberapa hari lalu disebut oleh teman-teman saya sebagai kompensasi frustasi Dahlan menghadapi hegemoni Mafia Minyak. Sejak Dahlan Iskan meneriakkkan ‘Bubarkan PETRAL ‘, mafia minyak ini bergerak cepat. Lalu melakukan konsolidasi. Masuk ke Cikeas, Istana & Lap Banteng (Depkeu).

Bagaimana caranya Riza cs menusuk Istana, Cikeas dan Lapangan Banteng ? Sumber saya menyebutkan, Riza dekat dengan Purnomo Y dan Pramono Edhie Wibowo (adik Ny. Ani SBY) sejak Edhie masih di Kopassus. Purnomo yang Menteri ESDM & Edhie sebagai pintu masuk Riza cs ke Cikeas. Riza cs ini sering berkunjung ke Cikeas untuk mengamankan praktek mafia di impor minyak Pertamina. Tentu saja tidak ada makan siang yang gratis. Selain di jajaran elit politik, Riza cs juga sangat dekat dengan Wakil Dirut Perusahaan hulu Migas dan Syamsu Alam yang General Managernya Purnomo Yusgiantoro.

Sewaktu masih menjabat sebagai Menteri ESDM, Purnomo bertugas mengamankan kontrak-kontrak pembelian minyak impor dari mafia minyak ini. Dahlan Iskan yang meminta Pertamina membeli minyak secara langsung, justru ditantang oleh Direksi Pertamina, bahwa Pertamina harus membeli via broker. Dahlan Iskan ‘bengong’ tidak bisa berbicara mendengar ucapan Direksi Pertamina. Dia bertekad membenahi Pertamina ternyata mentok sampai di situ. Dahlan Iskan ternyata KO berhadapan dengan Mafia Minyak RI yang dikomandani Riza. Ini bisnis ratusan triliun per tahun. Dahlan iskan tidak kuat melawannya.

Kembali ke Riza. Nama Riza tidak tercantum dalam akte Global Energy Resources Holding, perusahaan broker minyak milik Riza itu. Dalam akte Global, yang tercatat adalah Iwan Prakoso (WNI), Wong Fok Choy dan Fernadez P. Charles. Tapi sesungguhnya Riza adalah pemiliknya. Untuk memperkuat posisi Riza cs di Pertamina, sebagian Direksi Pertamina yang kurang setuju dengan pembelian minyak via broker diganti kemarin.

Sekarang semua Direksi Pertamina yang ada merupakan kelompok pendukung Riza (sang Mafia Minyak dengan dukungan penuh Istana, Cikeas dan Menko). Bukan hanya impor minyak saja Riza cs berkuasa. Dalam pembelian atau penampungan batu bara minyak dari Pertamina Riza juga berkuasa. Pembelian batu bara minyak dari Pertamina dilakukan oleh Orion Oil dan Paramount Petroleum milik Riza Cs. Riza betul-betul penguasa minyak RI.

Dulu ada broker besar lain ingin mendapatkan jatah impor minyak dari PETRAL/Pertamina. Dia bersama kakak tertua Ani SBY datang ke Spore. Dirut PETRAL menyambut kedatangan pengusaha itu. Intinya PETRAL siap berikan ‘jatah’ ke pengusaha itu. Tetapi kemudian Riza mendatangi Wiwiek. Riza disebut-sebut memberikan US$ 400,000 kepada wiwiek agar tidak perlu membantu pengusaha itu. Dan Wiwiek pun setuju. Apa yg menjadi motif SBY sampai bisa dikoptasi oleh mafia minyak ? Apa dealnya ? Bagaimana modusnya ? Bagaimana langkah Dahlan Iskan menghadang mereka ?

Ini kisah panjang tentang mafia minyak yang selama ini tidak pernah tersentuh. Salah satu skenario mafia minyak yang berkolaborasi dengan SBY adalah melalui reshufle kabinet tahun 2011 lalu. Ada titipan mafia minyak via tangan SBY. Purnomo Yusgiantoro yang sudah terlibat sejak sekian lama digeser menjadi Menhan. Jero wacik yang demokrat tulen loyalis SBY sebagai penggantinya.

Bahaya jika Purnomo tetap dipertahankan sebagai Menteri ESDM. Nanti info bisa bocor ke Mega, JK atau pihak lain. Konspirasi baru ini harus Top Secret. Meski sebenarnya Purnomolah yang menjjadi biang dari semua permainan mafia minyak itu. Namun, sesuai sifat SBY, dia ingin menguasai semua. Dengan Jero Watjik sebagai Menteri ESDM, perampokan mafia minyak ini akan tertutup rapat. Hanya Cikeas, Menko Ekonomi, MenESDM, Pertamina & PETRAL.

“Bermain” di minyak ini luar biasa enak. Korupsi uang APBN tidaklah seberapa. BUMN-BUMN ini jauh lebih merugikan negara, tetapi lebih aman & mudah. Uang korupsi minyak yang mencapai puluhan triliun ini tidak masuk ke Indonesia, melainkan ke rekening-rekening di Hongkong, Singapura & Swiss. Ditarik ke RI hanya jika diperlukan. Tentu saja uang ratusan juta itu utamanya dicairkan dan ditarik saat menjelang Pemilu dan Pilpres. Untuk membiayai kampanye dan money politic. Jadi tidak heran jika SBY bisa mempunyai dana kampanye belasan triliun untuk memenangkan Pemilu dan Pilpres 2009 kemarin.

Pada jaman Orba setiap ekspor minyak (bukan impor lho), mafia minyak yang dibeking penguasa bisa “titip atau kutip” US$ 1- 3 / barel. Ketika RI mulai impor ( di jaman Orba juga) mafia minyak juga kutip dan titip sekian dollar juga. Ekspo & impor minyak ada titipan. Bahkan untuk biaya pengangkutan minyak dengan kapal tanker pun ada mark up yang merugikan negara puluhan juta dollar per tahun. Dari dahulu sampai sekarang, pengangkutan minyak Indonesia masih dikuasai oleh pemain lama, yaitu Humpuss Intermoda (Tommy Suharto) Cs.

Kembali ke PETRAL, jika pembelian minyak kita total 266 juta barel tahun 2011, asumsikan saja ada titipan USD 3/barel = US$ 798 juta/tahun. US$ 798 juta itu equivalen dengan Rp. 7.2 triliun uang negara yang dirampok oleh mafia minyak. Uang itu dibagi-bagikan oleh mafia itu kepada penguasa. Pada tahun 2009 saja pernah disebut-sebut ada setoran ratusan juta USD dari mafia minyak kepada SBY untuk membantu Pemilu dan Pilpres SBY. Korupsi dari impor minyak ini sangat luar biasa. Sudah terjadi sejak tahun 1969 dan terus dipertahankan oleh penguasa karena dijadikan sumber dana politik.

Di samping dijadikan dana politik tentu saja untuk mengisi kantong pejabat-pejabat tertinggi di negara ini. Ratusan turunan tidak akan habis, bahkan cenderung bertambah. Karena mafia minyak ini sangat dekat dengan kekuasaan, maka kita dapat melihat benang merahnya. Bahkan belakangan ini hubungan makin mesra antara mafia dengan Cikeas, Muhamad Riza Chalid, Bambang Trihatmodjo, Rosano Barack cs dengan SBY, Pramono Edhie, Cikeas, Hatta Rajasa, Karen cs. Sumber-sumber saya menyebutkan Riza dalam sebulan terakhir ini rajin mengikuti rapat di Cikeas, Istana dan kantor Menko Ekonomi. Apakah ada deal-deal khusus ?
Modus korupsi mafia minyak ini juga terjadi dengan ‘penipuan’ yang dilakukan oleh mafia minyak terhadap kualitas & jenis minyak yang diimpor Pertamina. Kilang minyak kita itu disetting hanya bisa mengolah minyak produksi Afrika dan Timur Tengah.

Pernah dengar kasus minyak ZATAPI yang diusut TEMPO ? Nah, mafia minyak ini seolah-olah impor minyak dari Afrika dan Timteng. Padahal minyak yang dibeli dari sana hanya sepertiga atau seperempatnya saja. Sisanya dua pertiga atau tiga perempat dibeli mafia minyak ini dari produsen / broker minyak yang lain. Transaksinya di tengah laut untuk memenuhi sisa kapasitas. Kualitas minyak yang dibeli ‘secara gelap’ di tengah laut itu tentu lebih rendah dibanding yang tercantum di BL atau dokumen-dokumen pengangkutan kapal. Contohnya, satu kapal tangker full capacity nilai minyak sebesar US$ 80-110 juta. Di BL tercantum nilai tersebut berikut kuantitas cargonya.

Dengan modus pengisian hanya sepertiga atau seperempat dari kapasitas, mafia minyak tersebut mencampur minyak dengan kualitas rendah dengan harga 20-30% lebih rendah. Berapa untung yang dikeruk oleh mafia minyak ini dgn modus pencampuran ? Mari kita hitung dengan cara sederhana. Asumsikan nilai impor minyak per kapal tanker USD 100 juta per shipment. Kapal dimuat dengan 25% minyak yang sesuai dengan BL impor.

Asumsikan saja harga minyak impor tersebut sesuai BL USD 100 / barel. Jika 75% minyak kualitas rendah yang dibeli di tengah laut itu = USD 70/barel. Maka keuntungan mafia minyak USD 75 juta x 30% = USD. 22.5 juta atau Rp. 210 milyar per shipment. Inilah modus yang pernah terbongkar. Nah, sekarang silahkan rakyat sendiri yang menghitung kerugian negara akibat mafia minyak jika nilai impor minyak kita tahun 2011 = Rp275 Triliun. Ada berapa ratus shipment /kapal tanker yang unloading minyak di RI setiap tahun? Berapa puluh kapal yang melakukan proses pencampuran ini?

Intinya banyak modus yang dipakai oleh Mafia Minyak tersebut. Mereka tahu bahwa perampokan ini perlu dibeking oleh penguasa tertinggi republik ini. Dan mafia minyak ini juga telah memasang kaki di mana-mana. Termasuk investasi politik kepada calon-calon presiden yang berpotensi maju di 2014 mendatang. Mafia minyak ini hanya bisa dibasmi dengan 2 cara, yakni revolusi rakyat terhadap regim SBY yang sekarang atau pilih presiden RI yang bebas kooptasi mafia.

Uang negara kita yang dipungut dari pajak rakyat & penjualan sumber daya kekayaan alam kita (yang makin menipis karena dirampok) dikorup oleh mafia. Dahlan Iskan sebagai Menteri BUMN tidak akan bisa berkutik melawan mafia minyak ini, jika rakyat tidak mendukungnya. Dia juga takut dipecat oleh SBY. Terbukti Dahlan Iskan terpaksa memberhentikan komisaris-komisaris dan direksi-direksi Pertamina yang anti mafia minyak. Sekarang Pertamina 100% menjadi hamba mafia. Dahlan sendiri hati nuraninya mungkin menjerit, tetapi apa daya kuasa tak ada. Rakyat juga menjerit, tetapi tak berdaya karena tidak menurunkan penguasa.

Demikian dulu kuliah tentang mafia minyak Indonesia yang berkuasa sejak Orba sampai sekarang dan bahkan makin menggila belakangan ini. Sekian. Terima kasih.
Sumber: https://www.facebook.com/mas.hendrajit/posts/10151792633179161

 
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar