Minggu, 23 Februari 2014

BUNG KARNO DAN LATAR BELAKANG PERMAINAN .... PARA PELAKU KONSPIRASI..??>> PROLOG UNTUK MENJATUHKAN BUNG KARNO YANG ANTI NEKOLIM...ITU MEMANG SANGAT TRAGIS... DENGAN ADANYA SKENARIO... POLITIK DAN PEMEBERONTAKAN G30S.....???>> SAAT ITU RAKYAT AWAM SANGAT BINGUNG... KARENA SECARA TIBA2.. MENJELANG HARI ABRI TANGGAL 5 OKTOBER 1965..YANG KONON DIPERSIAPKAN OLEH PARA PETINGGI ABRI ITU... KONON PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 1965.... MENJELANG SUBUH 1 OKTOBER 1965 ... BISA BERUBAH MENJADI PEMBERONTAKAN G30S...YANG MEMBUNUH BEBERAPA JENDRAL ANGKATAN DARAT TERMASUK RENCANA PEMBUNUHAN TERHADAP JENDRAL ABDUL HARIS NASUTION..(yang selamat dari berodongan tembakan penculik, karena pertolongan tetangga.. yang pada awalnya dirangkul Suharto untuk mengcounter BK.. namun akhirnya AH Nasution pun didepak oleh Suharto dengan sangat tragis..??) ..SEBAGAI SENIOR ABRI DISAAT ITU...???>> MAKA PARA SENIOR ABRI DAN PILAR ANGKATAN DARAT HABIS DIBANTAI.. KECUALI JENDRAL SUHARTO .. SEBAGAI KOMANDO KOSTRAD...DAN OTOMATIS SEBAGAI PEJABAT PANGAD.... YANG KONON SEDANG "MEMACING DILAUT"... DIMALAM ITU... ??.. >> PADAHAL SORE HARINYA PAK HARTO... BERJUMPA DENGAN TOKOH PEMBERONTAK G30S... KOLONEL LATIEF DI RSPAD... PADA SAAT MENJENGUK PUTERA PAK HARTO YANG SEDANG DIRAWAT DI RSPAD..????>>> KONON BEBERAPA BUKTI LAIN SEBENARNYA PAK HARTO TIDAK SEDANG MEMANCING DILAUT.. NAMUN SEDANG INSPEKSI SELURUH WILAYAH JAKARTA.. DENGAN PARA INTELIGEN2NYA.. MENGAWASI SELURUH KONDISI JAKARTA...?? .. KARENA BELIAU SALAH SATU PANITIA PENYELENGGARAAN HUT ABRI... TERSEBUT...>> KONON .. APAKAH MASUK AKAL.. KALAU JENDRAL2 SENIOR AD LAINNYA DI BANTAI.. NAMUN KENAPA PK HARTO MALAH SELAMAT...???>> MALAHAN KONON PK HARTO TIDAK SETUJU DENGN POLITIK YANG ANTI CAMPUR TANGAN DAN MODAL ASING DI INDONESIA.. SEPERTI .YANG DISUARAKAN BUNG KARNO.. ??? DAN DI RAPAT2 PENTING PARA PETINGGI ABRI BELIAU MENYATAKANNYA SECARA TERBUKA....??>> ...BAHKAN BELIAU MENARIK KEDUDUKAN DUTA BESAR YANG DIJABAT PETINGGI AD MANTAN INTELIGEN..TANPA SEPENGETAHUAN BK..??>> ...KONON DALAM PERISTIWA POLITIK.. TIDAK ADA SECARA KEBETULAN....?? KONON SEMUA SUDAH ADA KONSEP DAN PERENCANAAN... YANG DILAKUKAN OLEH JARINGAN2... YANG MEMANG AHLI ...???>>> MUNGKINKAH ... KEJATUHAN BK...DAN PERMAINAN KASUS...TERMASUK G3OS..DAN KASUS...SETERUSNYA.. YANG DILAKUKAN OLEH PARA POLITISI DAN INTELIGEN SERTA PENGUASA.. SESUNGGUHNYA ADA YANG MEMAINKANNYA...???>> ....BAIK DITINGKAT NASIONAL-REGIONAL MAUPUN INTERNASIONAL...???>> ... LALU SIAPA DAN UNTUK APA...???>> .. SEPERTINYA MASIH ADA TANGAN TERSELUBUNG.. DIBALIK LAYAR SEMUA ITU...??>> SIAPA DA MENGAPA...??>> SEJARAH TERUS BICARA HINGGA HARI INI...???>> ..... Sebagian besar perusahaan itu adalah bank-bank dan lembaga keuangan bukan bank. Berikut adalah daftar 25 perusahaan terbesar menurut studi tersebut. 1. Barclays plc 2. Capital Group Companies Inc 3. FMR Korporasi 4. AXA 5. State Street Corporation 6. JP Morgan Chase & Co 7. Hukum & General Group plc 8. Vanguard Group Inc 9. UBS AG 10. Merrill Lynch & Co Inc 11. Wellington Manajemen Co LLP 12. Deutsche Bank AG 13. Franklin Resources Inc 14. Credit Suisse Group 15. Walton Enterprises LLC 16. Bank of New York Mellon Corp 17. Natixis 18. Goldman Sachs Group Inc 19. T Rowe Price Group Inc 20. Legg Mason Inc 21. Morgan Stanley 22. Mitsubishi UFJ Financial Group Inc 23. Northern Trust Corporation 24. Société Générale 25. Bank of America Corporation...>>>...... Menurut sebuah artikel yang dimuat di majalah Newscientist, tentang sebuah studi terhadap lebih dari 40.000 perusahaan transnasional yang dilakukan oleh Institut Teknologi Federal Swiss di Zurich, ditemukan adanya satu kelompok inti dari bank-bank besar dan perusahaan-perusahaan raksasa yang mendominasi sistem ekonomi di seluruh dunia. Studi itu menemukan kelompok inti itu terdiri dari hanya 147 perusahaan yang bahkan masih saling berkaitan kepemilikannya satu sama lain.....>>> .... "Ancaman nyata dari Republik kita adalah pemerintah tak terlihat, yang seperti gurita raksasa dengan kaki-kaki berlendir membelit kota-kota, negara bagian, dan seluruh bangsa ini. Untuk tidak sekedar generalisasi belaka, saya katakan bahwa kepala dari gurita itu adalah kepentingan Rockefeller-Standar Oil dan sekelompok kecil bankir internasional. Mereka secara nyata mengendalikan pemerintah Amerika untuk tujuan mereka sendiri."..(pidato yang menarik oleh Walikota New York John F. Hylan pada tahun 1922: ).>>>....... Bagi pemerintahan Amerika Serikat, sepertinya provinsi-provinsi yang ada di Indonesia tak ubahnya negara bagian Amerika. Sehingga dengan mudahnya mendatangi provinsi yang diinginkan kemudian menawarkan bantuan dan pelatihan ke pemerintahan setempat. Seakan-akan Jakarta tidak punya peduli lagi dan tidak mampu menyelesaikan masalah yang ada sehingga perlu Amerika turun tangan....>>> "Bank Dunia mengucurkan 30 miliar dolar AS untuk seorang diktator yang menewaskan sekitar satu juta warganya sendiri," kata sutradara film The Act of Killing, Joshua Oppenheimer. Para pembunuh, lanjutnya, bertahun-tahun mengambil keuntungan dari kejahatan keji mereka bersama Bank Dunia dan lembaga keuangan global lainnya...."...>>> ...Bank Dunia membantu menopang pemerintahan korup Suharto, jenderal yang memimpin kudeta dan memerintahkan pembantaian massal. Menurut laporan, bank itu memberi 30 miliar dolar AS kepada rezim Suharto dalam bentuk bantuan pembangunan selama tiga dekade, kendati diketahui bahwa sepertiga dari total kucuran dana itu dijarah penguasa....>>> ...The Act of Killing, diputar di kantor pusat Bank Dunia di Washington DC pada Kamis (20/2) dalam suatu aksi yang diprakarsai East Timor Action Network (ETAN) Kelompok ini menuntut Bank Dunia mengakui perannya dalam kudeta militer tahun 1965 di Indonesia yang mengarah pada pembantaian sekitar satu juta warga sipil. ...>>> ...Makalah itu menyingkap keterlibatan AS secara langsung untuk menghancurkan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan penyingkiran Soekarno. Untuk diketahui, sebagian besar informasi di makalah Brad Simpson dari arsip-arsip AS sendiri, seperti telegram (rahasia) Kedubes AS, memo sejumlah pejabat AS, kabel infomasi CIA, airgram Kedubes AS, dan lain-lain. Jadi, akurasi informasinya cukup menyakinkan. Dari makalah Brad Simpson itu, saya menangkap setidaknya ada dua kepentingan besar AS di Indonesia saat itu. Pertama, AS berkepentingan mengubah haluan politik luar negeri Indonesia saat itu, yang terang-terangan anti-kolonialis dan anti-imperialis, agar kembali ke pangkuan barat. Kedua, menjaga kepentingan ekonomi AS melalui perusahaan-perusahaannya yang beroperasi di Indonesia dan, kalau memungkinkan, memperluasnya....>>>....Namun demikian, rasa hormat rakyat Kuba terhadap Indonesia dan Soekarno tidak lekang. Tahun 2008 lalu, pemerintah Kuba menerbitkan prangko bergambar Bung Karno dan Fidel Castro...>>> ...Sementara Kuba tetap kokoh di jalannya. Malahan, pada tanggal 3-12 Januari, Kuba menjadi tuan rumah Konferensi Trikontinental atau Konferensi Organisasi Setia-kawan Asia-Afrika dan Amerika Latin (AAA). Saat itu, Indonesia punya dua delegasi: delegasi yang dipimpin oleh Ibrahim Isa dan delegasi yang dipimpin oleh Brigjen Latif Hendraningrat. Delegasi Ibrahim isa mewakili politik Soekarno, sedangkan delegasi Brigjend Latif sudah disetir oleh ‘penguasa militer’ di Jakarta. Sebagai bentuk dukungan terhadap Soekarno, Panitia Konferensi yang diketuai oleh Kuba menolak delegasi Brigjend Latif. Alhasil, delegasi Brigjend Latif kembali ke Jakarta dengan tangan hampa...>>> ..Sementara Kuba tetap kokoh di jalannya. Malahan, pada tanggal 3-12 Januari, Kuba menjadi tuan rumah Konferensi Trikontinental atau Konferensi Organisasi Setia-kawan Asia-Afrika dan Amerika Latin (AAA). Saat itu, Indonesia punya dua delegasi: delegasi yang dipimpin oleh Ibrahim Isa dan delegasi yang dipimpin oleh Brigjen Latif Hendraningrat. Delegasi Ibrahim isa mewakili politik Soekarno, sedangkan delegasi Brigjend Latif sudah disetir oleh ‘penguasa militer’ di Jakarta. Sebagai bentuk dukungan terhadap Soekarno, Panitia Konferensi yang diketuai oleh Kuba menolak delegasi Brigjend Latif. Alhasil, delegasi Brigjend Latif kembali ke Jakarta dengan tangan hampa....>>> ...Konferensi Tingkat Menteri (KTM) WTO ke-9 sudah berlalu. Tetapi ada kisah dari pertemuan itu yang kurang diangkat media massa: adegan Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan, yang juga ketua panitia konferensi, dikejar-kejar oleh delegasi Kuba...>> ...Delegasi Kuba sangat kecewa. Akhirnya, ketika Gita keluar ruangan, delegasi Kuba mengejarnya. Sumber yang dikutip laman Aktual.co mengungkapkan, delegasi Kuba marah-marah. Mereka menuding Gita tidak fair. Tak hanya itu, delegasi Kuba memaksa Gita meminta maaf di depan semua delegasi...>> ...Peristiwa itu terjadi di akhir pertemuan WTO di Bali. Gita Wirjawan selaku Ketua Panitia memaksa menutup sesi sidang. Padahal, delegasi Kuba meminta kesempatan berbicara guna menyampaikan keberatannya terhadap sejumlah masalah. ..>>> ..memalukan sekaligus menyedihkan, gita wirjawan 'memanipulasi' soekarno untuk memuluskan praktek neokolonialisme lewat pertemuan WTO. hal ini menunjukkan tidak adanya penghormatan apalagi pemahaman sejarah yang baik bahwa soekarno dan rakyat indonesia berjuang bersama-sama dengan fidel castro dan rakyat kuba melawan kolonialisme, imperialisme serta membangun persaudaraan/solidaritas internasional yang setara, saling menghormati, penuh kehangatan dan akrab. gita wirjawan, seperti menteri-menteri pembantu SBY lainnya, tidak memiliki perspektif 'kemandirian, kedaulatan dan kepribadian nasional'. mereka semua -para menteri-menteri pembantu SBY- mengikuti sikap dan perilaku yang sama dari tuannya, SBY-BOEDIONO. bahkan dahlan iskan yang dikampanyekan sebagai menteri 'low profile-high profit' tidak mampu mengatasi konflik-konflik agraria yang melibatkan perusahaan-perusahaan milik negara, yaitu PTPN....>>> artikel diatas makin menegaskan keyakinan kita bahwa 'politik pencitaraan' masih menjadi 'role model' para elite yang mencoba 'peruntungan' dalam pertarungan politik 2014 ini. jangan tertipu dengan 'politik pencintraan' yang dilakukan oleh gita wirjawan, dahlan iskan, aburizal bakrie, jusuf kalla, prabowo subianto, dan lain-lain. nama-nama yang disebutkan memang calon-calon presiden yang terus berusaha membangun 'citra baik dan positif' dimata publik. tetapi yang harus diingat adalah 'sejauh dan sampai mana' komitmen para calon presiden dan calon anggota parlemen mulai dari tingkat nasional, provinsi dan kabupaten/kota tersebut berjuang untuk 'kemandirian, kedaulatan dan kemandirian nasional'. kriteria tersebut harus menjadi "saringan" pertama sebelum masuk pada program-program mereka. rakyat harus terus dididik dan dibangun kesadaran politiknya untuk tidak kembali tertipu oleh 'politik pencitraan'...>>> ...Jika piutang adalah sebagian kecil saja dari seluruh aset atau kekayaan seseorang atau perusahaan atau lembaga, lalu kekayaan sebenarnya tentu jauh lebih besar dari jumlah itu, mungkin Rp 5 juta triliun atau bahkan jauh lebih besar lagi. Dan berapa pendapatan bunga dari piutang sebesar itu? Jika diasumsikan suku bunga pasar uang internasional adalah 5% (Indonesia mencapai 10% lebih), maka penghasilan dari bunga piutang itu mencapai Rp 25.000 triliun. Lalu, sekali lagi, siapa yang memiliki kekayaan sebesar itu? Bank Dunia atau IMF? ..>> ..No way! IMF saja baru-baru ini kekurangan uang hingga harus minta pinjaman kepada pemerintah Indonesia sebesar $1 miliar. Keduanya hanyalah "makelar" bisnis hutang piutang antar negara dan hidup dari komisi dari setiap transaksi yang dihasilkan. Atau bank-bank dan lembaga keuangan internasional? Nah ini lebih mendekati meski masih terlalu jauh. Beberapa bank swasta terbesar dunia assetnya mencapai lebih dari $2 triliun atau sekitar Rp 20.000 triliun, jauh lebih besar dari semua perusahaan riel pembuat pesawat, mobil, atau makanan olahan...>>>...To the point saja. Negara-negara di seluruh dunia saat ini menanggung hutang sebesar kira-kira $51 triliun, atau setara kira-kira Rp 500.000 triliun. Lalu kepada siapa negara-negara itu berhutang? Pertanyaan lain bisa diganti: siapa yang memiliki kekayaan sebesar itu? ..>>> ...Fakta lainnya adalah saat ini, 90% orang Yahudi di dunia adalah keturunan dari Khazar, atau yang lebih sering disebut sebagai Yahudi Ashkenazi. Orang-orang ini berbohong kepada seluruh dunia bahwa tanah Israel adalah tanah leluhur mereka, padahal kampung halaman sebenarnya dari nenek moyang mereka ada di Georgia yang terletak 800 mil dari Israel....>>> ..Nun jauh di negeri sana, sebuah gelombang kekuatan lahir, yang akan mencengkeram dunia dari semua sudut. Politk, ekonomi, rekayasa militer, propaganda, pembunuhan keji, ataupun menghancurkan kehidupan melalui utang-utang perbankan dan monopoli uang dunia...>>..... "Para bankir-bankir internasional lewat kegiatan peminjaman modal yang bergerak bebas di bank-bank konvensional benar-benar telah menghancurkan peradaban manusia di bumi,tempat di mana anak cucu kita mencari sesuap nasi"...>>>

SIAPA YANG SEBENARNYA 

BERKUASA DI DUNIA?

 http://cahyono-adi.blogspot.com/2013/07/siapa-yang-sebenarnya-berkuasa-di-dunia.html#.UwrhS86N6So
To the point saja. Negara-negara di seluruh dunia saat ini menanggung hutang sebesar kira-kira $51 triliun, atau setara kira-kira Rp 500.000 triliun. Lalu kepada siapa negara-negara itu berhutang? Pertanyaan lain bisa diganti: siapa yang memiliki kekayaan sebesar itu?

Jika piutang adalah sebagian kecil saja dari seluruh aset atau kekayaan seseorang atau perusahaan atau lembaga, lalu kekayaan sebenarnya tentu jauh lebih besar dari jumlah itu, mungkin Rp 5 juta triliun atau bahkan jauh lebih besar lagi. Dan berapa pendapatan bunga dari piutang sebesar itu? Jika diasumsikan suku bunga pasar uang internasional adalah 5% (Indonesia mencapai 10% lebih), maka penghasilan dari bunga piutang itu mencapai Rp 25.000 triliun. Lalu, sekali lagi, siapa yang memiliki kekayaan sebesar itu? Bank Dunia atau IMF?

No way! IMF saja baru-baru ini kekurangan uang hingga harus minta pinjaman kepada pemerintah Indonesia sebesar $1 miliar. Keduanya hanyalah "makelar" bisnis hutang piutang antar negara dan hidup dari komisi dari setiap transaksi yang dihasilkan. Atau bank-bank dan lembaga keuangan internasional? Nah ini lebih mendekati meski masih terlalu jauh. Beberapa bank swasta terbesar dunia assetnya mencapai lebih dari $2 triliun atau sekitar Rp 20.000 triliun, jauh lebih besar dari semua perusahaan riel pembuat pesawat, mobil, atau makanan olahan.

(Sekedar gambaran, jika ada satu mesin uang yang bisa mencetak uang senilai Rp 1 miliar setiap detiknya, maka untuk mencetak uang senilai Rp 1 triliun mesin tersebut membutuhkan waktu 1.000 detik, atau setara 17 menit non-stop. Untuk mencetak Rp.1000 triliun membutuhkan waktu 17.000 menit atau setara 11,8 hari nonstop).

Lebih mendekati lagi adalah bank-bank sentral internasional seperti The Fed, Bank of England dll, atau bahkan mungkin termasuk Bank Indonesia.

Jadi kekayaan sebesar itu milik pemerintah juga dhong, khan bank sentral yang katanya miliki pemerintah?

Jika "hari gini" Anda masih mempercayai mitos itu, Anda termasuk dalam kelompok (ma'af) ignorant, atau kasarnya "moron" atau idiot. Bank-bank sentral itu milik swasta, bahkan jika bank-bank itu menggunakan nama seperti "Federal Reserve Bank", tidak beda dengan merek "Federal Express" atau sepeda "Federal". Di Amerika sendiri bank sentral merupakan "konsorsium" dari 12 bank-bank milik swasta di 12 wilayah.

Soal kepemilikan bank sentral ini telah membuat publik Amerika "gempar" akhir-akhir ini. Pemikiran bahwa kekuasaan pencetakan uang dan penetapan nilainya dilakukan oleh lembaga swasta tentu jauh dari pemikiran warga negara Amerika. Konstitusi Amerika bahkan menegaskan bahwa kekuasaan itu ada di tangan lembaga legislatif Congress. Kalau pun Congress mengalihkan kekuasaannya itu, lembaga yang paling tepat tentu saja adalah pemerintah yang dipimpin presiden yang dipilih rakyat, sehingga pengawasan dan pertanggungjawabannya pun menjadi jelas. Namun dengan adanya bank sentral yang dimiliki swasta, pemerintah harus "meminjam" uang kepada swasta dan membayarkan bunga dari tiap sen yang dipinjam untuk membiayai pembangunan dan belanja pemerintah. Selanjutnya, untuk membayar beban bunga dan cicilannya itu pemerintah harus membebani rakyat dengan pajak pendapatan dan lain-lain (pajak pendapatan ditetapkan hanya beberapa bulan setelah ditetapkannya UU bank sentral tahun 1913, sebelumnya tidak dikenal di Amerika). Saat ini beban hutang pemerintah Amerika telah mencapai $15 triliun dengan beban bunganya saja setiap tahun mencapai ratusan miliar dollar atau setara ribuan triliun rupiah.

Untuk menjawab "kegemparan" itu, meski rakyat Amerika umumnya masih terlalu "idiot" untuk mengadakan revolusi seperti di Mesir, bank sentral Amerika baru-baru ini mengeluarkan keterangan resmi tentang hal itu:

"12 bank sentral regional yang didirikan oleh Congress sebagai operator dari sistem perbankan nasional, diorganisir sebagaimana perusahaan swasta -- yang mungkin menimbulkan pertanyaan tentang kepemilikannya. Sebagai contoh, bank sentral menerbitkan saham kepada bank-bank sentral anggota. Namun demikian memiliki saham di bank sentral tidak sama dengan kepemilikan di perusahaan-perusahaan swasta. Bank sentral tidak didirikan untuk mencari keuntungan, dan kepemilikan sejumlah saham, berdasarkan hukum, merupakan prasarat dari sistem kepemilikan bank sentral. Saham-saham tersebut tidak bisa diperjual belikan, atau dijadikan sebagai jaminan. Dan pembagian keuntungan, berdasar hukum ditetapkan sebesar 6% per-tahun".

Akhirnya bank sentral sendiri mengakui bahwa mereka adalah lembaga swasta meski bersembunyi di balik UU yang ditetapkan Congress. Bagaimana pun hal ini, dalam suatu sistem ketatanegaraan yang ideal, merupakan tindakan pengkhianatan yang dilakukan Congress, pemerintah dan bank sentral. Bagaimana mungkin sekelompok bankir diberi kewenangan mencetak uang, menetapkan nilai tukarnya, dan mengedarkannya ke masyarakat. Hal ini tentu saja membuat pemerintah, Congress dan negara berada di bawah kekuasaan para bankir. Para bankir pemilik bank sentral itu tentu saja bisa membuat negara makmur dengan mempermudah peredaran uang, namun juga bisa membuat negara hancur dalam sekejap dengan menarik peredaran uang melalui berbagai instrumen yang dimilikinya. Hal inilah yang terjadi dalam peristiwa "malayse" atau depresi besar tahun 1920-an hingga 1930-an dan berbagai krisis ekonomi lainnya.

Belum lagi jika dipertimbangkan aspek keadilan. Kewenangan mencetak uang dan menetapkan nilainya membuat para pemilik bank sentral itu secara otomatis menjadi orang-orang terkaya di dunia. Seperti sudah disebutkan, penghasilan bunga yang mereka terima mencapai angka yang tidak terbayangkan, dan terus bertambah dan menumpuk seiring berjalan waktu.

Dengan semua keuntungan itu, siapa yang cukup gila untuk menjual saham yang mereka miliki di bank sentral? Maka pernyataan bank sentral Amerika tentang "Saham-saham tersebut tidak bisa diperjual belikan" adalah tidak relevan lagi.

Lalu siapa pemilik sebenarnya konsorsium bank sentral Amerika? Lebih afdol lagi adalah siapa pemilik bank-bank sentral di berbagai belahan dunia?

Peristiwa G30S 1965 Dan Keterlibatan Amerika Serikat

Kamis, 10 Oktober 2013 | 21:31 WIB   
http://www.berdikarionline.com/gotong-royong/20131010/peristiwa-g30s-1965-dan-keterlibatan-amerika-serikat.html
  
Soeharto.jpg

Membaca ‘peristiwa 1965’ di Indonesia, keterhubungan antara peristiwa itu dengan faktor dunia internasional sangat terang. Namun, keterhubungan itu, seperti sering dikemukakan banyak orang, tidak sesederhana ‘konteks perang dingin’.

Pada Januari 2011 lalu, Goethe Institute menggelar konferensi internasional bertajuk Indonesia and the World in 1965. Konferensi itu menghadirkan pakar dan peneliti, antara lain, Bradley Simpson, Ragna Boden, Jovan Cavoski, dan Richard Tanter.

Yang menarik, bagi saya, adalah makalah berjudul Amerika Serikat dan Dimensi Internasional dari Pembunuhan Massal di Indonesia yang disampaikan oleh Bradley Simpson, dosen sejarah di Universitas Princeton, Amerika Serikat.

Makalah itu menyingkap keterlibatan AS secara langsung untuk menghancurkan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan penyingkiran Soekarno. Untuk diketahui, sebagian besar informasi di makalah Brad Simpson dari arsip-arsip AS sendiri, seperti telegram (rahasia) Kedubes AS, memo sejumlah pejabat AS, kabel infomasi CIA, airgram Kedubes AS, dan lain-lain. Jadi, akurasi informasinya cukup menyakinkan.

Dari makalah Brad Simpson itu, saya menangkap setidaknya ada dua kepentingan besar AS di Indonesia saat itu. Pertama, AS berkepentingan mengubah haluan politik luar negeri Indonesia saat itu, yang terang-terangan anti-kolonialis dan anti-imperialis, agar kembali ke pangkuan barat. Kedua, menjaga kepentingan ekonomi AS melalui perusahaan-perusahaannya yang beroperasi di Indonesia dan, kalau memungkinkan, memperluasnya.

Untuk mencapai dua misi itu, AS punya kepentingan untuk: satu, menghancurkan PKI. Sebab, PKI merupakan kekuatan politik utama yang menentang kepentingan ekonomi-politik AS di Indonesia; dua, menggulingkan Soekarno dan menciptakan rezim baru yang lebih sejalan dengan kepentingan barat.
Untuk lebih memudahkan para pembaca menangkap peran AS dalam memainkan situasi Indonesia untuk mencapai tujuannya, saya mencoba membagi tiga pembahasan–tentunya dengan mengacu pada makalah Brad Simpson; 1) pra-G30S 1965; 2) saat peristiwa G30S 1965 meletus; dan 3) pasca G30S 1965.

Pra G30S 1965

Sebelum peristiwa G30S 1965, seperti ditulis Brad, AS sudah melakukan sejumlah aksi untuk membendung laju komunisme, politik luar negeri non-blok, dan rencana-rencana pembangunan di Indonesia. Salah satunya adalah keterlibatan AS dalam menyokong militer kanan dalam pemberontakan PRRI/Permesta di tahun 1950-an.
Selain itu, kata Brad, AS juga bekerjasama dengan sejumlah intelektual berorientasi barat di Indonesia, yang kecewa dengan pembubaran Demokrasi Parlementer. Selain itu, pemerintah AS, lembaga-lembaga kemanusiaannya, dan lembaga seperti Bank Dunia mencoba ‘merayu’ Soekarno untuk menerima bantuan militer, ekonomi, dan teknis.
Harapan AS untuk membawa Indonesia ke pangkuan barat benar-benar pupus begitu Soekarno melancarkan konfrontasi terhadap Federasi Malaya (federasi bentukan Inggris). Di sisi lain, politik luar negeri Indonesia makin merapat ke Cina.
Pada Agustus 1964, kata Brad, AS memulai operasi-operasi rahasia untuk menggulingkan Soekarno dan memancing konflik yang tajam antara Angkatan Darat (AD) dan PKI. Saat itu, pihak intelijen AS menyimpulkan bahwa kekusaan Presiden Soekarno mustahil dilawan selama dia masih hidup, “kecuali, tentu saja, jika beberapa teman kita ini mencoba menggulingkannya.” [1]
Inggris juga mengikuti langkah serupa tahun 1964. Bahkan, Asisten Menteri Luar Negeri Inggris, Edward Peck, mengisyaratkan bahwa ‘ada peluang besar untuk mendorong timbulnya suatu kudeta prematur oleh PKI selama Soekarno masih hidup.’ [2]
Awal 1965, ada peristiwa yang membuat AS dan barat makin tidak sabar untuk menghajar PKI dan menggulingkan Soekarno. Pertama, keputusan Soekarno menarik Indonesia keluar dari PBB. Kedua, para pekerja Sarekat Buruh Perkebunan Republik Indonesia (SARBUPRI)–yang berada di bawah kendali PKI–untuk merebut perkebunan-perkebunan yang dimiliki oleh US Rubber Company di Sumatera Utara.
Pada saat bersamaan, Februari 1965, Presiden Soekarno, Waperdam III Soebandrio, dan Menteri Perkebunan Frans Seda menyampaikan kepada perwakilan US Rubber Company dan Goodyear, bahwa pemerintah (Indonesia) mengambil ‘kendali administratif’ atas perkebunan-perkebunan karet milik asing dan mendukung pengambilalihan properti milik barat. [3]
AS tentu gerah dengan aksi-aksi tersebut. Karena itu, pejabat AS segera memperingatkan, “Soekarno dan para komandan militer sudah kami beritahu, bahwa begitu terjadi sesuatu yang mengisyaratkan adanya campur tangan terhadap kendali atas Caltex….pengeboran minyak dari Indonesia akan dihentikan.” [4] Ini ancaman yang serius. Maklum, jika pengeboran minyak dihentikan, ekonomi Indonesia makin lumpuh.
Yang menarik dari ulasan Brad, ketika merespon situasi di Indonesia, terutama politik konfrontasi Soekarno terhadap federasi Malaysia, Inggris mempertimbangkan untuk memecah Indonesia menjadi negara-negara kecil. Ya, Inggris memang paling lihai dalam urusan memecah-belah bangsa, seperti yang dilakukannya terhadap India dan Pakistan, lalu Malaysia.
Pada Februari 1965, CIA mengusulkan untuk memperluas cakupan operasinya di Indonesia, termasuk hubungan rahasia dengan kelompok-kelompok anti-komunis, black letter operation, operasi media, termasuk kemungkinan aksi ‘radio hitam’ dan politik hitam di dalam lembaga-lembaga politik di Indonesia. [5]
Dari uraian di atas, saya kira, AS dan sekutunya memainkan peran besar dalam memprovokasi situasi di Indonesia. Dugaan bahwa AS dan sekutunya turut bermain dalam isu “Dewan Jenderal” dan “Dokumen Gillchrist” sangat mungkin terjadi. Provokasi-provokasi itu bermakna dua hal: pertama, memancing pendukung Soekarno, termasuk PKI dan Angkatan Bersenjata, untuk melancarkan operasi kontra-kudeta yang prematur; kedua, mempertajam peruncingan antara sayap kiri (Soekarno, militer progressif dan PKI) melawan sayap kanan (AD, Masyumi, PSI, dll).

Peristiwa G30S 1965 Dan Pembantaian Massal

Gerakan prematur yang dilancarkan oleh sekelompok Angkatan Darat (AD) untuk menggagalkan rencana kup Dewan Jenderal, yang ironisnya memperlihatkan Biro Khusus PKI, merupakan momen yang paling ditunggu-tunggu oleh AD yang anti-komunis dan sekutu internasionalnya (negara-negara kapitalis).
Dengan meminjam hipotesis John Rosa, penulis Dalih Pembunuhan Massal, Brad menyimpulkan bahwa G30S dijadikan dalih/justifikasi bagi Soeharto, AD, dan pendukung internasionalnya untuk melakukan pembasmian terhadap PKI.
Begitu G30S dipatahkan, tanggal 1 Oktober 1965, pejabat Washington tidak bisa menyembunyikan kekhawatirannya terhadap kemungkinan AD tidak menggunakan peluang itu untuk menumpas habis PKI. Kabel CIA tertanggal 17 Oktober 1965 menunjukkan: “CIA memperingatkan bahwa AD boleh jadi cukup puas dengan hanya melakukan tindakan terhadap mereka yang terlibat langsung dalam pembunuhan Jenderal, dan membiarkan Soekarno memperoleh kembali sebagian besar kekuasaannya.” [6]
Dubes Inggris di Indonesia, Andrew Gilchrist, menyerukan dilakukannya “propaganda dini yang (direncanakan) secara hati-hati dan aktivitas perang urat syaraf guna memperburuk perselisihan di dalam negeri (Indonesia) dan memastikan pembasmian dan penghalauan PKI oleh tentara Indonesia.” [7]
Telegram Kedubes AS tanggal 5 Oktober 1965 mengatakan: “pemerintah AS, Inggris, dan Australia berusaha membantu AD dengan menciptakan propaganda mengenai kesalahan, penghianatan, dan kekejaman PKI [garis miring oleh penulis] dan tuduhan mengenai adanya kaitan antara G30S dengan Cina.” [8]
Tanggal 13 Oktober 1965, Menlu AS Dean Rusk menyimpulkan bahwa sudah tiba waktunya untuk memberi isyarat pihak militer (Indonesia) mengenai sikap AS terhadap perkembangan terkini. Menurut Rusk, bersedia dan tidaknya AD menuntaskan aksinya terhadap PKI bergantung pada atau harus dipengaruhi AS.
Pada saat yang sama, ajudan Jenderal Nasution mendekati Dubes AS untuk meminta bantuan peralatan komunikasi portabel untuk keperluan panglima AD. Bantuan Kedubes itu menandai penarikan pengakuan Washington terhadap Soekarno sebagai pemimpin Indonesia yan sah. Artinya, Washington terang-terang memaksakan campur tangan untuk mengganti pemerintahan sah di Indonesia.
Segera setelah itu, mulai terdengar aksi-aksi pembantaian massal nan keji terhadap anggota dan simpatisan PKI. Pada tanggal 4 Oktober, Kedubes AS melaporkan bahwa RPKAD di daerah komando Jateng memberi pelatihan dan senjata kepada pemuda muslim. Di sumatera utara dan Aceh, pemuda IPKI dan unsur-unsur anti-kom mulai dorongan sistematis untuk menumpas PKI.
Yang menarik dari ulasan Brad Simpson, Kedubes maupun Konsul AS di Indonesia menerima banyak laporan tentang pembantaian massal terhadap anggota dan simpatisan PKI, misalnya:
Tanggal 13 November: kepala Informasi Polisi Kol Budi Juwono melaporkan bahwa 50 sampai 100 anggota PKI di bunuh setiap malam di Jawa Timur dan Jawa tengah oleh kelompok sipil anti-komunis atas restu AD.
Tanggal 16 November: Pemuda Pancasila memberitahu Konsulat AS di Medan bahwa mereka bermaksud membunuhi setiap orang PKI yang mereka jangkau.
Bulan November: missionaris memberitahu konsulat AS di Surabaya bahwa 15.000 komunis dibunuh di daerah Tulungagung saja. Di Pasuruan, Jawa Timur, 2000 buruh pabrik Nebritex–semuanya anggota SOBSI–dibunuh sejak akhir November.
Di perkebunan-perkebunan di Sumatera Utara, kelompok anti-komunis membantai sedikitnya 3000 anggota PKI setiap minggu.
Ironisnya, seperti diungkapkan Brad Simpson, AS menanggapi pembantaian massal itu dengan antusias. Malah mengintensifkan bantuan kepada tentara dan kelompok anti-komunis. Yang paling menyedihkan adalah komentar pejabat Deplu AS, Howard Federspiel: “Tak ada yang peduli jika mereka disembelih, asalkan mereka komunis.” [9]
Di sini saya mencoba menarik dua kesimpulan: pertama, AS telah mengeksploitasi G30S sebagai justifikasi untuk menyingkirkan PKI; kedua, AS terlibat dalam mendanai, mengoperasikan, dan mengintensifkan pembantaian massal terhadap orang-orang PKI.

Pasca G30S

Telegram Kedubes AS tanggal 2 November 1965 mengatakan, “negara-negara barat bersikeras bahwa militer bukan hanya harus menghancurkan PKI, melainkan juga menyingkirkan Soekarno dan pendukungnya.” [10]
Negara-negara barat khawatir, selama Soekarno masih berkuasa, AD akan sulit untuk melakukan perubahan drastis di Indonesia sesuai dengan harapan AS dan sekutunya. Untuk itu, pejabat AS mulai memikirkan untuk bagaimana membantu AD menyingkirkan Soekarno.
Salah satu aksi paling efektif yang dilancarkan AS dan sekutunya untuk menjatuhkan Soekarno, seperti dicatat Brad Simpson, adalah memperburuk situasi ekonomi Indonesia. Langkah yang menyerupai perang ekonomi ini punya makna: 1) membuat pemerintah Soekarno terjepit dengan mengarahkannya pada posisi kebangkrutan; 2) menciptakan ketidakpuasan populer dikalangan rakyat terhadap situasi ekonomi yang memburuk.
Perang ekonomi itu cukup efektif. Di awal 1966, ekonomi Indonesia di ujung keruntuhan. Ini dipakai oleh AD dan mahasiswa kanan untuk mendesakkan aksi-aksi menuntut penurunan harga dan mengeritik kegagalan ekonomi Soekarno.
Yang paling ironis, sekaligus benar-benar licik, adalah upaya mengalihkan sumber-sumber devisa Indonesia, yang seharusnya masuk ke Bank Sentral, justru masuk ke kantong Soeharto dan kelompoknya. Pada Februari 1966, Caltex tidak lagi membayar kepada Bank Sentral Indonesia, melainkan kepada rekening tak bernama di Belanda. Ironisnya, Menteri Perkebunan Frans Seda membuat aturan serupa terhadap perusahaan perkebunan AS yang lain, seperti Goodyear, US Rubber, dll. Ini membuat soekarno benar-benar terjepit.
Dengan situasi ekonomi yang memburuk, ditambah aksi-aksi mahasiswa kanan yang disokong oleh AD dan didanai AS/sekutunya, popularitas pemerintahan Soekarno merosot. Hingga akhirnya kekuasaannya dicolong oleh Soeharto pada bulan Maret 1966.
Segera setelah kendali kekuasaan sudah di tangan Soeharto/militer, AS dan sekutunya mulai merancang transisi di indonesia, termasuk mendesakkan paket-paket ekonomi untuk mengembalikan Indonesia sebagai ‘pejalan kapitalisme barat’. Pada tahun 1967, disahkanlah UU Penanaman Modal Asing (PMA) yang sesuai dengan kehendak negara-negara kapitalis barat. Lembaga-lembaga imperialis seperti IMF, Bank Dunia, IGGI, dan LSM-LSM turun tangan untuk membantu Soeharto menata kekuasaannya dan model ekonominya agar benar-benar terbuka bagi kepentingan barat.
Dalam penyusunan UU PMA, misalnya, AS mengerahkan konsultan untuk membantu Widjoyo Nitisastro, seorang ekonom pro-barat, untuk menyusun UU tersebut. Setelah selesai, draftnya diserahkan ke Kedubes AS untuk dimintai komentar akan perlunya perbaikan-perbaikan dari pihak investor AS.
Lalu, untuk menguji kesetiaan rezim baru Soeharto terhadap investor asing, maka Freeport yang beroperasi di Papua sebagai ujian pertamanya. Setelah investor Freeport sukses, investor-investor asing pun mulai berebut jarahan di bumi Indonesia.
Sigit Budiarto, kontributor Berdikari Online
—————————
[1]. National Intelligence Estimate 55-63, The Malaysia-Indonesia Conflict, 30 Oktober 1963, NSF, NIE Box 55, Indonesia, Lyndon B Johnson Library.
[2] “The Succession Problem in Indonesia”, DOS/INR Research Memo RFE-16, March 19, 1964, NSF CO Files Indonesia Vol.1 LBJL; Memo dari Templeton untuk Peck 19 Desember 1964, FO General Correspondence Files FO 371/15251, DH 1015/112, UKNA.
[3] Telegram 1642, dari Kedutaan Besar AS di Jakarta ke Kementerian Luar Negeri AS, 22 Februari 1965, NSF CO File Indonesia, Box 246, Vol III, LBJL; Memo dari James C Thomson ke McGeorge Bundy, 1 Maret 1965, James C Thomson Paper, Box 12, John F Kennedy Library.
[4] Telegram 1718, dari Kedubes AS di Jakarta ke Kementerian Luar Negeri AS, 3 Maret 1965, PET INDON-US, NA.
[5] Memo yang dipersiapkan untuk Komite 303, 23 Februari 1965, FRUS, 1964-1968, hlm. 234.
[6] Kabel informasi CIA, OCI 13114, 17 Oktober 1965, NSF CO File, Indonesia, Vol. V, LBJL.
[7] Telegram 264 dari Penasehat Politik ke CinCFE Singapura, 5 Oktober 1965, FO 371-180313, UKNA.
[8] Telegram 868, dari Kedubes AS di Jakarta ke Kemenlu AS, 5 Oktober 1965, POL 23-9 INDON, NA; Drew Cottle and Narim Najjarine, “The Department of External Affairs, the ABC and Reporting of Indonesia Crisis, 1965-1969, Australian Journal of Politics and History 49:1 (2003) hlm.48-60.
[9] Federspiel sebagaimana dikutip dalam Kathy Kadane, “Ex Agent say CIA compiled death list for indonesia”, States News Service, 19 May 1990.
[10] Telegram 1304, dari Kedubes AS di Jakarta ke Kemenlu AS, 2 November 1965, NSF CO Files Indonesia, Vol. V, LBJL.

Infiltrasi Asing di Indonesia

Amerika yang Begitu Peduli Pada Indonesia

Islam Times- http://www.islamtimes.org/vdcjhxetyuqeimz.bnfu.html
"Kami juga memiliki program untuk meningkatkan pengetahuan dalam bidang kesehatan dan menyediakan pelatihan untuk mengkader Polisi Kehutanan Indonesia," mengutip pemberitaan antara, Minggu (23/2).
AS (http://c7.nrostatic.com)
AS (http://c7.nrostatic.com)

Bagi pemerintahan Amerika Serikat, sepertinya provinsi-provinsi yang ada di Indonesia tak ubahnya negara bagian Amerika. Sehingga dengan mudahnya mendatangi provinsi yang diinginkan kemudian menawarkan bantuan dan pelatihan ke pemerintahan setempat.

Seakan-akan Jakarta tidak punya peduli lagi dan tidak mampu menyelesaikan masalah yang ada sehingga perlu Amerika turun tangan.


Pekan lalu deputi Konsul Amerika Serikat untuk Sumatera, Trevor Olson mengunjungi Provinsi Riau. Dalam kunjungan tersebut bertemu dengan kepada Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Riau Zulkifli Yusuf, AS menawarkan program pelatihan Polisi Kehutanan Indonesia untuk penanganan bencana asap dan kebakaran lahan.

"Kami juga memiliki program untuk meningkatkan pengetahuan dalam bidang kesehatan dan menyediakan pelatihan untuk mengkader Polisi Kehutanan Indonesia," mengutip pemberitaan antara, Minggu (23/2).

Pemerintah AS berharap pemerintah Indonesia meningkatkan kesadaran masyarakat dalam kesehatan dan lingkungan, dan berusaha lebih keras untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan.

Di mata Amerika, sepertinya pemerintah tidak banyak berbuat untuk mencegah kebakaran lahan yang merugikan banyak pihak itu! (IT/sa)

ETAN; Bank Dunia Terlibat Pembantaian Jutaan Warga Indonesia

Islam Times- http://www.islamtimes.org/vdcaoyne649nmi1.h8k4.html
"Kami mendesak Bank Dunia untuk mengakui perannya dalam banyak kejahatan Soeharto dan meminta maaf serta memulihkan para korban. Lembaga seperti Bank Dunia juga harus bertanggung jawab atas bantuan keuangannya terhadap pembantai yang selama puluhan tahun terus-menerus melanggar hak asasi manusia.
The Act of Killing (http://www.slate.com)
The Act of Killing (http://www.slate.com)

Film dokumenter nominasi Oscar, The Act of Killing, diputar di kantor pusat Bank Dunia di Washington DC pada Kamis (20/2) dalam suatu aksi yang diprakarsai East Timor Action Network (ETAN) Kelompok ini menuntut Bank Dunia mengakui perannya dalam kudeta militer tahun 1965 di Indonesia yang mengarah pada pembantaian sekitar satu juta warga sipil.

Bank Dunia membantu menopang pemerintahan korup Suharto, jenderal yang memimpin kudeta dan memerintahkan pembantaian massal. Menurut laporan, bank itu memberi 30 miliar dolar AS kepada rezim Suharto dalam bentuk bantuan pembangunan selama tiga dekade, kendati diketahui bahwa sepertiga dari total kucuran dana itu dijarah penguasa.

The Act of Killing secara kuat menyoroti impunitas yang sedang berlangsung di Indonesia terhadap pembunuhan massal 1965. ETAN menyoroti dukungan Bank Dunia terhadap rezim Suharto , yang sengaja mendukung pemerintahan yang korup, sementara jumlah korban pasca-kudeta itu terus melonjak. "Kami mendesak Bank Dunia untuk mengakui perannya dalam banyak kejahatan Soeharto dan meminta maaf serta memulihkan para korban. Lembaga seperti Bank Dunia juga harus bertanggung jawab atas bantuan keuangannya terhadap pembantai yang selama puluhan tahun terus-menerus melanggar hak asasi manusia.

"Bank Dunia mengucurkan 30 miliar dolar AS untuk seorang diktator yang menewaskan sekitar satu juta warganya sendiri," kata sutradara film The Act of Killing, Joshua Oppenheimer. Para pembunuh, lanjutnya, bertahun-tahun mengambil keuntungan dari kejahat
an keji mereka bersama Bank Dunia dan lembaga keuangan global lainnya...." (IT/DV/rj)

SIAPA YANG SEBENARNYA BERKUASA DI DUNIA? (2) 

http://cahyono-adi.blogspot.com/2013/07/siapa-yang-sebenarnya-berkuasa-di-dunia_21.html#.Uwrt686N6So

Menurut sebuah artikel yang dimuat di majalah Newscientist, tentang sebuah studi terhadap lebih dari 40.000 perusahaan transnasional yang dilakukan oleh Institut Teknologi Federal Swiss di Zurich, ditemukan adanya satu kelompok inti dari bank-bank  besar dan perusahaan-perusahaan raksasa yang mendominasi sistem ekonomi di seluruh dunia. Studi itu menemukan kelompok inti itu terdiri dari hanya 147 perusahaan yang bahkan masih saling berkaitan kepemilikannya satu sama lain.

Sebagian besar perusahaan itu adalah bank-bank dan lembaga keuangan bukan bank. Berikut adalah daftar 25 perusahaan terbesar menurut studi tersebut.

1. Barclays plc
2. Capital Group Companies Inc
3. FMR Korporasi
4. AXA
5. State Street Corporation
6. JP Morgan Chase & Co
7. Hukum & General Group plc
8. Vanguard Group Inc
9. UBS AG
10. Merrill Lynch & Co Inc
11. Wellington Manajemen Co LLP
12. Deutsche Bank AG
13. Franklin Resources Inc
14. Credit Suisse Group
15. Walton Enterprises LLC
16. Bank of New York Mellon Corp
17. Natixis
18. Goldman Sachs Group Inc
19. T Rowe Price Group Inc
20. Legg Mason Inc
21. Morgan Stanley
22. Mitsubishi UFJ Financial Group Inc
23. Northern Trust Corporation
24. Société Générale
25. Bank of America Corporation

Para elit ultra-kaya sering bersembunyi di balik lapisan demi lapisan kepemilikan, tetapi kenyataannya adalah bahwa berkat hubungan kepemilikina yang saling terkait itu, elit global pada dasarnya mengontrol hampir seluruh perusahaan raksasa dunia. Jumlah kekayaan dan kekuasaan mereka sulit untuk digambarkan. Sayangnya, kelompok yang sama telah menjalani hal itu sejak masa yang sangat lama. Sebagaimana ditunjukkan oleh pidato yang menarik oleh Walikota New York John F. Hylan pada tahun 1922:

"Ancaman nyata dari Republik kita adalah pemerintah tak terlihat, yang seperti gurita raksasa dengan kaki-kaki berlendir membelit kota-kota, negara bagian, dan seluruh bangsa ini. Untuk tidak sekedar generalisasi belaka, saya katakan bahwa kepala dari gurita itu adalah kepentingan Rockefeller-Standar Oil dan sekelompok kecil bankir internasional. Mereka secara nyata mengendalikan pemerintah Amerika untuk tujuan mereka sendiri."

Mereka praktis mengontrol kedua partai Republik dan Demokrat, menulis platform politik, dan menentukan pejabat-pejabat tinggi yang sejalan dengan kepentingan bisnis korup mereka.

Mereka mengontrol mayoritas surat kabar dan majalah di negeri ini. Mereka menggunakan media-media itu untuk menekan pejabat-pejabat publik hingga menyerah pada kemauan mereka, atau mendepak mereka yang menolak kemauan mereka. Mereka beroperasi di balik layar yang diciptakan mereka dan menguasai semua pejabat publik, lembaga-lembaga legislatif, lembaga-lembaga pendidikan, pengadilan, dan semua lembaga yang dibuat untuk melindungi kepentingan publik.

Mereka menciptakan bank-bank sentral dan memanfaatkannya untuk menjebak pemerintahan negara-negara di dunia masuk dalam jeratan hutang yang tidak berujung. Hutang pemerintah adalah cara yang ampuh untuk merampok uang kita semua, mentransfernya ke pemerintah dan berakhir di kantong orang-orang super kaya."

Juga kecaman pedas yang dilakukan oleh anggota Kongres Louis T. McFadden yang disampaikan di hadapan sidang DPR AS pada tgl 10 Juni 1932:

"Bapak Ketua, di negara ini kita memiliki satu lembaga yang paling korup yang pernah dikenal di dunia. Saya merujuk kepada Bank Sentral (The Federal Reserve Bank) dan Dewan Gubernur Bank Sentral. Mereka telah menipu pemerintah dan seluruh rakyat Amerika untuk membayar hutang nasional yang tidak pernah bisa lunas. Mereka telah menghancurkan dan memiskinkan seluruh rakyat Amerika dan membangkrutkan pemerintah Amerika. Mereka melakukannya melalui aturan yang dibuat untuk memuluskan langkah mereka, melalui kejahatan administrasi yang dilakukan Dewan Gubernur, dan melalui praktik-praktik kotor manusia-manusia rakus yang mengawasinya."

Para pemilik saham dari 12 Bank Sentral Daerah yang membentuk bank sentral adalah para bankir swasta. Menurut penelitian terhadap kepemilikan bank-bank dan lembaga keuangan bukan bank di Wall Street, nama-nama yang sama muncul berulang-ulang dalam daftar kepemilikan bank-bank dan lembaga keuangan itu: Rockefeller, Rothschild, Warburg, Lazard, Schiff, dan juga beberapa keluarga bangsawan Eropa.

Namun orang-orang super kaya itu tidak hanya menguasai Amerika. Cara yang hampir sama juga diterapkan di seluruh dunia. Tujuan mereka adalah untuk menciptakan sebuah sistem keuangan global yang mereka kuasai.

Sejarahwan Georgetown University Prof. Carroll Quigley pernah menulis:

"Para penguasa kapitalisme memiliki tujuan yang lebih jauh lagi, tidak kurang dari menciptakan sistem keuangan global yang dikuasai para penguasa modal yang mendominasi sistem politik dan ekonomi dunia keseluruhan. Sistem ini harus dikontrol dengan model feudalis oleh bank-bank sentral yang bertindak bersama-sama sesuai dengan kesepakatan-kesepakatan rahasia yang dihasilkan melalui pertemuan-pertemuan dan konperensi-konperensi. Bentuk final dari sistem itu nantinya adalah Bank for International Settlements di Basle, Swiss, suatu bank swasta yang dimiliki dan dikendalikan oleh bank-bank sentral di dunia yang karenanya juga menjadi lembaga swasta."

Orang-orang super kaya juga memainkan peran utama dalam membangun lembaga-lembaga internasional penting lainnya seperti PBB, IMF, Bank Dunia dan WTO. Bahkan tanah untuk kantor pusat PBB di New York dibeli dan disumbangkan oleh John D. Rockefeller. Para bankir internasional pun sangat bangga disebut sebagai "internasionalis".

Para elit juga mendominasi sistem pendidikan di banyak negara seperti Amerika Serikat. Selama bertahun-tahun Yayasan Rockefeller dan organisasi elitis lainnya telah menggelontorkan sejumlah besar uang ke universitas-universitas elit "Ivy League". Saat ini Ivy League dianggap sebagai tolak ukur bagi semua perguruan tinggi dan universitas lain di Amerika.

Para elit juga mengarahkan sejumlah besar pengaruh melalui berbagai perkumpulan rahasia (Skull and Bones, Freemason dll), melalui beberapa lembaga think tank dan klub sosial (Council for Foreign Relation, Komisi Trilateral, Bilderberg Group, Bohemian Grove, Chatham House, Klub Roma, dll), dan melalui jaringan luas yayasan amal dan organisasi non-pemerintah (Rockefeller Foundation, Ford Foundation, WWF, (ICW?) dll).

Namun yang perlu menjadi perhatian penting adalah kekuatan media sebagai alat kekuasaan para elit. Mereka meliputi perusahaan surat kabar dan majalah, televisi, studio film, penerbit, label musik, situs internet, PH, dan sebagainnya. Mereka semua hanya dimiliki oleh 6 kelompok bisnis yaitu Time Warner, Walt Disney, Viacom, News Corp., CBS Corp., NBC Universal.

Mengingat fakta bahwa rata-rata manusia modern menghabiskan waktu berjam-jam setiap harinya duduk di depan televisi, atau menonton film dan membaca majalah, koran dan buku, maka pengaruh media massa begitu kuat dalam membentuk persepsi publik terhadap suatu hal atau masalah. Dan berikut adalah media-media raksasa global milik para elit dunia.

Pernahkah kita bertanya-tanya mengapa berbagai hal maupun masalah seperti tidak pernah berubah, tak peduli siapa yang menjadi presiden? Mengapa perang Afghanistan tetap berkecamuk meski Presiden Obama telah menggantikan George W. Bush, bahkan melebar menjadi Perang Pakistan? Mengapa penjara Guantanamo yang dikritik keras masyarakat internasional tetap beroperasi? Atau mengapa pemerintah Indonesia yang terus menerapkan kebijakan defisit APBN dan menutupinya dengan berhutang? Atau mengapa kelompok seperti Ikhwanul Muslimin yang berkuasa di Mesir atau Turki, yang awalnya didirikan untuk membebaskan Palestina, justru bergandengan mesra dengan Israel dan meninggalkan rakyat Palestina seperti orang menjauhi penyakit campak?

Tentu saja karena para super-kaya menguasai nyaris segalanya di dunia.

Jika Tommy Winata yang kekayaannya "hanya" beberapa milyar dolar saja bisa mengorganisir "konvensi" para pemimpin redaksi media-media massa se Indonesia (dengan ketuanya Pemimpin Redaksi Tempo yang kantornya pernah diacak-acak dan para wartawannya dipukuli anak buah Tommy), tentu apa yang bisa dilakukan para bankir internasional pemilik bank-bank raksasa dan bank-bank sentral dunia itu jauh lebih besar lagi: mengorganisir konvensi Partai Demokrat (Amerika), misalnya.



SUMBER:
"Who Runs The World? Solid Proof That A Core Group Of Wealthy Elitists Is Pulling The Strings"; Michael Synder; The Economic Collapse; 29 Januari 2013

"Do the Rothschilds Own all Central Banks?"; Anthony Migchels; henrymakow.com; 15 Juli 2013



memalukan sekaligus menyedihkan, gita wirjawan 'memanipulasi' soekarno untuk memuluskan praktek neokolonialisme lewat pertemuan WTO. hal ini menunjukkan tidak adanya penghormatan apalagi pemahaman sejarah yang baik bahwa soekarno dan rakyat indonesia berjuang bersama-sama dengan fidel castro dan rakyat kuba melawan kolonialisme, imperialisme serta membangun persaudaraan/solidaritas internasional yang setara, saling menghormati, penuh kehangatan dan akrab. gita wirjawan, seperti menteri-menteri pembantu SBY lainnya, tidak memiliki perspektif 'kemandirian, kedaulatan dan kepribadian nasional'. mereka semua -para menteri-menteri pembantu SBY- mengikuti sikap dan perilaku yang sama dari tuannya, SBY-BOEDIONO. bahkan dahlan iskan yang dikampanyekan sebagai menteri 'low profile-high profit' tidak mampu mengatasi konflik-konflik agraria yang melibatkan perusahaan-perusahaan milik negara, yaitu PTPN.

artikel diatas makin menegaskan keyakinan kita bahwa 'politik pencitaraan' masih menjadi 'role model' para elite yang mencoba 'peruntungan' dalam pertarungan politik 2014 ini. jangan tertipu dengan 'politik pencintraan' yang dilakukan oleh gita wirjawan, dahlan iskan, aburizal bakrie, jusuf kalla, prabowo subianto, dan lain-lain. nama-nama yang disebutkan memang calon-calon presiden yang terus berusaha membangun 'citra baik dan positif' dimata publik. tetapi yang harus diingat adalah 'sejauh dan sampai mana' komitmen para calon presiden dan calon anggota parlemen mulai dari tingkat nasional, provinsi dan kabupaten/kota tersebut berjuang untuk 'kemandirian, kedaulatan dan kemandirian nasional'. kriteria tersebut harus menjadi "saringan" pertama sebelum masuk pada program-program mereka. rakyat harus terus dididik dan dibangun kesadaran politiknya untuk tidak kembali tertipu oleh 'politik pencitraan'.

salam hormat
mataniari hamonangan

Gita Wirjawan ‘Menjual’ Soekarno Di WTO

Minggu, 29 Desember 2013 | 18:12 WIB   ·   1 Komentar
http://www.berdikarionline.com/gotong-royong/20131010/peristiwa-g30s-1965-dan-keterlibatan-amerika-serikat.html
  
Soekarno-Fidel.jpg
Konferensi Tingkat Menteri (KTM) WTO ke-9 sudah berlalu. Tetapi ada kisah dari pertemuan itu yang kurang diangkat media massa: adegan Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan, yang juga ketua panitia konferensi, dikejar-kejar oleh delegasi Kuba.

Peristiwa itu terjadi di akhir pertemuan WTO di Bali. Gita Wirjawan selaku Ketua Panitia memaksa menutup sesi sidang. Padahal, delegasi Kuba meminta kesempatan berbicara guna menyampaikan keberatannya terhadap sejumlah masalah.

Delegasi Kuba sangat kecewa. Akhirnya, ketika Gita keluar ruangan, delegasi Kuba mengejarnya. Sumber yang dikutip laman Aktual.co mengungkapkan, delegasi Kuba marah-marah. Mereka menuding Gita tidak fair. Tak hanya itu, delegasi Kuba memaksa Gita meminta maaf di depan semua delegasi.

Tetapi ada versi lain tentang kejadian itu. Menurut laman Jaringnews.com, untuk melunakkan delegasi Kuba, Gita Wirjawan bicara soal pertemanan Soekarno dan Fidel Castro. Tak hanya itu, bak penjilat kelas berat, Gita menyanjung kenikmatan cerutu Kuba yang melegenda. Alhasil, menurut Gita, sikap delegasi Kuba pelan-pelan luluh.
****
Apa yang disampaikan Gita itu tidak salah. Bung Karno memang berkawan akrab dengan Fidel Castro. Dalam surat-menyurat Bung Karno memanggil Fidel dengan sebutan “kawan”. Selain itu, Bung Karno juga berkawan baik dengan Che Guevara.

Lebih penting lagi, ada pertalian erat antara Revolusi Kuba dan Revolusi Indonesia, yakni sama-sama anti-kolonialisme, anti-imperialisme, dan mencita-citakan internasionalisme sejati. Dalam kerangka melawan imperialisme global, Indonesia dan Kuba sama-sama memprakarsai Konferensi Tiga Benua (Konferensi Trikontinental). Sering juga disebut: Konferensi Organisasi Setia-kawan Asia-Afrika dan Amerika Latin (AAA).

Hubungan Indonesia-Kuba sudah lama. Begitu Revolusi Kuba menang, Fidel langsung mengutus Che Guevara untuk membuka jalur diplomatik dengan Indonesia. Akhirnya, pada tahun 1959, Che berkunjung ke Indonesia dan bertemu Bung Karno.
Di Jakarta, Che berdiskusi panjang lebar dengan Bung Karno. Selain membahas soal revolusi di masing-masing negara, keduanya juga berbagi pandangan tentang situasi internasional. Tak hanya itu, Che sempat jalan-jalan ke Candi Borobudur.

Setahun kemudian, giliran Bung Karno yang mengunjungi Kuba. Turun dari pesawat, Bung Karno langsung disambut Fidel Castro, Che Guevara dan pemimpin Kuba lainnya. Sambutan rakyat Kuba pun sangat meriah. Pertemuan Bung Karno-Fidel sangat hangat. Bung Karno menghadiahi Fidel Castro dengan sebuah keris. Tak hanya itu, keduanya juga sempat bertukar tutup kepala: kopiah Bung Karno melekat di kepala Fidel, sedangkan topi militer Fidel terpasang di kepala Bung Karno.

Awal Oktober 1965, situasi politik di Jakarta berubah. Sebuah gerakan yang disusun sayap kanan, dengan Soeharto/AD sebagai aktor lapangannya, berusaha mendongkel Bung Karno. Saat itu Fidel sangat khawatir dengan nasib Bung Karno dan Revolusi Indonesia.

Awal Desember 1965, didorong oleh rasa khawatir itu, Fidel Castro menyambangi Kedubes RI di Havana. Saat itu, Dubes RI untuk Kuba dijabat oleh AM Hanafie, bekas aktivis Menteng 31. Saat itu Fidel menitipkan surat pribadinya kepada Bung Karno melalui Hanafie.

Bung Karno lalu membalas surat Fidel Castro itu di akhir Januari 1966. Di dalam suratnya Bung Karno menulis:

P.J.M. Perdana Menteri Fidel Castro, Havana
Kawanku Fidel yang baik!

Lebih dulu saya mengucapkan terima kasih atas suratmu yang dibawa oleh Duta Besar Hanafi kepada saya.

Saya mengerti keprihatinan saudara mengenai pembunuhan-pembunuhan di Indonesia, terutama sekali jika dilihat dari jauh memang apa yang terjadi di Indonesia – yaitu apa yang saya namakan Gestok dan yang kemudian diikuti oleh pembunuhan-pembunuhan yang dilakukan oleh kaum kontra revolusioner, adalah amat merugikan Revolusi Indonesia.

Tetapi saya dan pembantu-pembantu saya, berjuang keras untuk mengembalikan gengsi pemerintahan saya, dan gengsi Revolusi Indonesia. Perjuangan ini membutuhkan waktu dan kegigihan yang tinggi. Saya harap saudara mengerti apa yang saya maksudkan, dan dengan pengertian itu membantu perjuangan kami itu.

Duta besar Hanafi saya kirim ke Havana untuk memberikan penjelasan-penjelasan kepada saudara.
Sebenarnya Duta besar Hanafi masih saya butuhkan di Indonesia, tetapi saya berpendapat bahwa persahabatan yang rapat antara Kuba dan Indonesia adalah amat penting pula untuk bersama-sama menghadap musuh, yaitu Nekolim.

Sekian dahulu kawanku Fidel!
Salam hangat dari Rakyat Indonesia kepada Rakyat Kuba, dan kepadamu sendiri!
Kawanmu
ttd
Sukarno
Jakarta, 26 Januari 1966

Begitu Bung Karno digulingkan, lalu muncullah diktator Soeharto, politik Indonesia berubah total. Indonesia tidak lagi menyuarakan anti-kolonialisme dan anti-imperialisme. Tak hanya itu, sejak Soeharto berkuasa, praktek kolonialisme kembali direstorasi di Indonesia.

Sementara Kuba tetap kokoh di jalannya. Malahan, pada tanggal 3-12 Januari, Kuba menjadi tuan rumah Konferensi Trikontinental atau Konferensi Organisasi Setia-kawan Asia-Afrika dan Amerika Latin (AAA). Saat itu, Indonesia punya dua delegasi: delegasi yang dipimpin oleh Ibrahim Isa dan delegasi yang dipimpin oleh Brigjen Latif Hendraningrat. Delegasi Ibrahim isa mewakili politik Soekarno, sedangkan delegasi Brigjend Latif sudah disetir oleh ‘penguasa militer’ di Jakarta. Sebagai bentuk dukungan terhadap Soekarno, Panitia Konferensi yang diketuai oleh Kuba menolak delegasi Brigjend Latif. Alhasil, delegasi Brigjend Latif kembali ke Jakarta dengan tangan hampa.

Namun demikian, rasa hormat rakyat Kuba terhadap Indonesia dan Soekarno tidak lekang. Tahun 2008 lalu, pemerintah Kuba menerbitkan prangko bergambar Bung Karno dan Fidel Castro.
****
Yang menjadi masalah, Gita ‘menjual’ perkawanan Soekarno-Fidel Castro untuk memuluskan agenda WTO. Padahal, WTO jelas-jelas organisasi imperialis. Sejak berdirinya di tahun 1995, WTO menjadi alat negara-negara imperialis untuk memaksakan perdagangan bebas di seluruh dunia. Targetnya jelas: menjadikan seluruh bangsa-bangsa, termasuk bangsa dunia ketiga, sebagai pasar bagi produk dari negeri-negeri imperialis.

Di Konferensi Tingkat Menteri (KTM) ke-9 WTO di Bali, delegasi Kuba bersikeras menolak draft mengenai fasilitas perdagangan, yang akan makin memperlancar barang-barang impor masuk ke negara-negara berkembang. Posisi Kuba didukung oleh Venezuela, Nikaragua, dan Bolivia.

Tak hanya itu, Kuba juga memprotes praktek diskriminatif WTO, yang tetap membolehkan subsidi pangan di negara-negara maju, sementara negara dunia ketiga dipaksa menghapus segala bentuk subsidi yang diperuntukkan untuk memperkuat cadangan pangannya.

Di WTO, Kuba juga bersuara lantang mengenai praktek embargo yang dijalankan AS terhadap negerinya. Pasalnya, selama ini prosedur mengenai embargo ekonomi terhadap sebuah negara tidak pernah jelas. Amerika Serikat sendiri sudah lima dekade lebih melakukan embargo terhadap Kuba.

Dampak embargo itu sangat mengerikan bagi rakyat Kuba. Menurut  Bruno Rodriguez Parrilla, Menteri Luar Negeri Kuba, akibat embargo illegal tersebut, perekonomian Kuba kehilangan 1,1 triliun dolllar AS. Tak hanya itu, kata Rodriguez, embargo itu juga mencegah Kuba bisa mengakses obat penyakit jantung dan AIDS untuk rakyatnya.

Salim Lamrani, seorang professor di Sorbonne Paris, mengungkapkan bahwa, akibat embargo ekonomi AS yang berlangsung lebih 50 itu, Kuba kehilangan 571 milyar dollar AS. Tak hanya itu, kata Lamrani, embargo itu berdampak ke semua sektor rakyat Kuba, terutama yang paling rentan: anak-anak, lansia, dan wanita. Juga 70% rakyat Kuba hidup dalam iklim permusuhan ekonomi permanen.

Ironisnya, demi memuluskan agenda “Paket Bali”, yang makin mendorong liberalisasi perdagangan global, Gita Wirjawan mengabaikan protes Kuba. Malahan, Ia mencoba membungkam delegasi Kuba dengan mengingatkan persahabatan Soekarno-Fidel Castro. Betapa naifnya: Soekarno dijual untuk memuluskan praktek neo-kolonialisme di berbagai belahan dunia. Termasuk Indonesia dan Kuba.
Andi Nursal

Sumber Artikel: http://www.berdikarionline.com/kabar-rakyat/20131229/gita-wirjawan-menjual-soekarno.html#ixzz2uDNarvLl
Follow us: @berdikarionline on Twitter | berdikarionlinedotcom on Facebook


Sabtu, 19 Juli 2008

http://dera-bakesah.blogspot.com/2008/07/world-bank-apa-dan-siapa-bagian-i.html

WORLD BANK, APA DAN SIAPA ? (Bagian I)

Tentunya temen-temen sering mendengar kata World Bank, namun apakah temen-temen mengetahui apa dan siapa world bank itu? Apakah temen-temen tahu apasih yang dikerjain world bank di Indonesia ? Terus kenapa sekarang orang-orang pada ngeributin kerjaannya world bank yang konon katanya ngak bener dan semakin nyusahin bokap-bakop and nyokap-nyokap kita, nyusahin petani, nyusahin nelayan, nyusahin kaum buruh, pokoknya semua orang dibuat susah deh.....
Nah...ini ada sedikit pengetahuan tambahan buat temen-temen yang mo tahu apa dan siapa world bank itu, mudah-mudahan bisa menambah wawasan kita semua terus kalo ada yang mo ngediskusiin lebih bagus lagi tuh..
Sejarah Lahirnya World Bank
Cikal bakalnya si World Bank ini dimulai sewaktu lagi seru-serunya Perang Dunia ke 2, adalah seorang yang bernama Henry Morgenthau, Sekretaris Bidang Keuangan Amerika, beliau ini ceritanya punya bayangan apa yang akan terjadi di dunia ini kalo perang udah selesai trus dibantu oleh seorang penasehat internasional bidang ekonomi, Harry Dexter White mereka berdua bikin momerandum yang akan menyelaraskan pertukaran nilai uang internasional dan mempromosikan perdagangan. Ide mereka ini di bawa ke dalam konferensi moneter dan keuangan PBB yang diadakan di Hotel Mount Washington, Bretton Woods, New Hampshire, di Amrik sono. Konon ada sekitar 700 delegasi dari 43 negara yang ikut di pertemuan yang berakhir pada tanggal 22 Juli 1944 dan mereka-mereka yang hadir itulah yang membidani lahirnya si World Bank dan sodara kembarnya si IMF (International Monetary Fund).
Terus apa sih tujuan kehadiran world bank ?
Katanya sih misinya si World Bank atau nama panjangnya International Bank for Reconstruction and Development (IBRD) ini adalah untuk “membantu pembangunan dan rekonstruksi teritori para anggota bank dunia dengan memfasilitasi investasi kapital untuk tujuan produksi”. Jadi...misi utama keberadaan bank dunia (di Indonesia-in aja ya biar gampang nyebutinnya) adalah Pembangunan, mengingat pada masa itu hampir separo negara-negara di dunia mengalami perang dunia yang melumpuhkan perekonomian mereka. Sementara sodaranya yaitu si IMF punya misi untuk merekonstruksi dan ngejagain sistem moneter internasional yang pada masa itu bangkrut.
Gimana Struktur Organisasi Bank Dunia ?
1. Dewan Gubernur (Board of Governor)
Dewan Gubernur adalah lembaga pengambilan keputusan tertinggi di Bank Dunia. Para Gubernur dan Wakil Gubernur ditunjuk oleh masing-masing negara anggota, yang biasanya adalah Menteri Keuangan atau Pimpinan Bank Sentral yang memiliki otoritas penuh berbicara atas nama pemerintah masing-masing. Dewan Gubernur bertemu setahun sekali dalam sidang tahunan Bank Dunia.
2. Dewan Direktur (Board of Directors)
Dewan Gubernur mendelegasikan wewenang pengambilan keputusan sehari-hari kepada Dewan Direktur yang terdiri dari 24 Eksekutif Direktur (ED) yang ditunjuk dan dipilih mereka. 5 (lima) dari ED dipilih oleh 5 (lima) negara yang memiliki saham terbanyak di Bank Dunia dan 19 lainnya mewakili kelompok negara dan masing-masing dipilih oleh negara yang tergabung dalam kelompok tersebut. Posisi ED di 19 kelompok ini merupakan posisi yang bergilir. Dewan Direktur memilih seorang Presiden untuk menjalankan pekerjaan Dewan Direktur sehari-hari.
KELOMPOK BANK DUNIA
Ternyata yang namanya Bank Dunia itu ngak sendirian, setelah yang sulung lahir disusul sodara-sodaranya yang lain, jadi sampe saat ini mereka ada 5 (lima) be-sodara selain dengan kembarannya si IMF, yaitu :
IBRD
International Bank for Reconstruction and Development alias Bank Internasional untuk Rekonstruksi dan Pembangunan. Didirikan tahun 1944, dengan tujuan utama untuk meminjamkan uang dengan bunga yang berlaku di pasaran untuk keperluan pembangunan dan investasi proyek ke negara-negara berkembang dengan pendapatan perkapita yang relatif tinggi. Pinjaman diberikan kepada pemerintah atau proyek yang dijamin oleh pemerintah. Sumber dana berasal dari negara-negara anggota IBRD yang memberikan kontribusi uang kontan atau menjaminkan obligasinya di pasar modal internasional. Sampai tahun 1994 pinjaman keseluruh dunia telah mencapai US$ 14,25 miliar.
IDA
International Development Association / Asosiasi Pembangunan Internasional
Didiri-in pada tahun 1960, tujuan utamanya untuk ngutangin negara-negara miskin yang pendapatan perkapita tiap tahunnya kurang dari 1.345 US$, dengan bunga yang lebih rendah yang berlaku dipasaran. Pinjaman diberikan kepada pemerintah atau proyek-proyek yang dijamin oleh pemerintah. Sumber dana IDA berasal dari negara pendana IDA, sebagian keuntungan IBRD, dan pengembalian kredit IDA. Sampai dengan tahun 1994 pinjaman IDA udah mencapai US$ 6,59 miliar.
IFC
International Finance Corporation / Korporasi Keuangan Internasional
Didirikan pada tahun 1956, dengan tujuan untuk membangun sektor bisnis swasta di negara berkembang. Pinjaman ditujukan untuk bisnis swasta. Sumber dana dari negara anggota yang menjaminkan obligasinya di pasar modal internasional dan keuntungan yang didapatkan dari pendapatan yang tidak dibagikan kepada pemegang saham. Sampai tahun 1994, pembiayaan, pinjaman, dan investasi di seluruh dunia mencapai US$ 2,5 miliar.
MIGA
Multilateral Investment Guarantee Agency / Agensi Penjamin Investasi Multilateral
Didirikan tahun 1988, dengan tujuan untuk menyediakan asuransi resiko politik bagi investasi bisnis di negara berkembang. MIGA tidak memberikan pinjaman namun memberikan asuransi untuk kontrak bisnis swasta. Sumber dana dari negara anggota yang mengagunkan polis asuransinya dan pendapatan premi dan biaya komitmen. Kontrak yang dikeluarkan pada tahun 1994 mencapai US$ 373 juta.
ICSID
International Center for Settlement of Investment Dispute / Pusat Internasional Penyelesaian Sengketa Investasi
Didirikan pada tahun 1966, untuk menyediakan layanan penengah dalam perselisihan antara investor asing dan pemerintah lokal yang timbul sebagai akibat dari adanya penanaman modal. ICSID beranggotakan 131 negara, dimana anggotanya harus juga merupakan anggota IBRD.
Modified by dEr@
Bersambung ya....

Sabtu, 19 Juli 2008

http://dera-bakesah.blogspot.com/2008/07/world-bank-apa-dan-siapa-bagian-ii.html

WORLD BANK, APA DAN SIAPA ? (Bagian II)

Setelah kita tahu tentang Bank Dunia dan sodara-sodaranya tentunya kurang dong kalo kita-kita ngak tahu banyak apa aja yang mereka kerjain sehingga mereka boleh dikatakan menguasai duitnya dunia. Berikut adalah tipe-tipe atawa bentuk utang / cara si Bank Dunia (BeDe) ngutangin negara-negara macam Indonesia ini.

1. SALs (Structural Adjustment Loans / Pinjaman Penyesuaian Struktural)
Pinjaman ini katanya ditujuin untuk merestrukturisasi perekonomian suatu negara untuk siap dalam pasar bebas, kebijakan ekonomi makro serta neo-liberal. Tujuannya adalah untuk menstabilkan perekonomian salam jangka waktu panjang. Ini termasuk usaha-usaha memotong pengeluaran pengeluaran (subsidi), devaluasi, privatisasi dan meningkatkan ekspor.
2. SECALs (Sector Adjustment Loans / Pinjaman Penyesuaian Sektor)
Pinjaman ini untuk merestrukturisasi sektor-sektor khusus dalam perekonomian suatu negara. Umumnya diberikan untuk mengimplementasikan penyesuaian struktural, dan termasuk usulan perubahan kebijakan, seperti mendorong adanya pengaturan tentang swastanisasi. Bank Dunia banyak memberikan pinjaman untuk sektor pertanian, energi, telekomunikasi dan transportasi.
3. Investment Loans (Pinjaman Investasi)
Tujuan pinjaman ini adalah untuk mendukung program anti kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi secara berkesinambungan. Ada pinjaman untuk proyek yang menjaga produktivitas aset, termasuk infrastruktur (pembangunan bendungan, jalan kereta api, pembangkit listrik dan pelabuhan), produksi pertanian, pertambangan, kehutanan, sanitasi dan pengembangan sektor sosial (pendidikan, kesehatan, gizi).
4. TALs (Technical Assistance Loans / Pinjaman Bantuan Teknis)
Pinjaman ini berujuan untuk membangun kapasitas lembaga-lembaga pemerintah agar mereka mampu untuk menerapkan strategi kebijakan investasi.
5. LILs (Learning and Inovation Loans / Pinjaman Pembelajaran dan Inovasi)
Tujuannya untuk membangun inisiatif lokal atau penilaian sosial, serta lebih menekankan kemitraan. Persetujuan pinjaman tidak perlu melalui Dewan Direktur cukup di tingkat Menejer di Bank Dunia.
6. APLs (Adaptable Program Loans / Pinjaman program Adaptasi)
Pinjaman ini didisain untuk mendanai program jangka panjang dengan melalui serangkaian proses. Persetujuan [injaman cukup di tingkat Manager.
7. Emergency Reconstruction Loans (Pinjaman Rekonstruksi Darurat)
Pinjaman diberikan kepada negara dalam kondisi emergensi/darurat disektor perekonomian, seperti segera memerlukan dana segar untuk menyeimbangkan neraca ataupun memperbaiki aset (sektor produksi maupun infrastruktur).
8. Debt and Debt Service Reduction Loans = DDRS (Pinjaman Pelayanan Pengurangan Hutang)
Negara-negara yang memiliki utang luar negeri tinggi dapat meminta DDRS ini. Pemotongan utang dapat dilakukan dengan membeli kembali utang komersial dengan harga diskon, atau menukar utang dengan instrumen yang lebih murah.
9. Financual Intermediary Loans (Pinjaman Keuangan Intermediasi)
Pinjaman Bank Dunia untuk menunjang lembaga-lembaga keuangan nasional atau lokal, yang akan memberikan pinjaman kembali ke sektor swasta, kegiatan atau ke pemerintah lokal.
10. Guarantees (Garansi)
Garansi ditujukan untuk menarik investasi sektor swasta dan mengurangi resiko berinvestasi. Garansi dapat diberikan kepada pemerintah maupun ke pihak swasta. Garansi ini dapat dimintakan hanya jika dana dari pasar swasta, IFS ataupun MIGA tidaklah mencukupi.

KEBIJAKAN PENGAMAN BANK DUNIA

Kebijakan pengaman (safeguard policy) adalah kebijakan-kebijakan yang mempertimbangkan aspek sosial dan lingkungan yang berlaku ketika Bank Dunia menerapkan pinjamannya.
Sejak tahun 1980-an Bank Dunia mengembangkan kebijakan-keebijakan operasionalnya, terutama setelah mendapat banyak kritik terutama dari Ornop dan negara-negara donor. Kebijakan pertama yang diterbitkan adalah mengenai “Involuntary Resetlement” (Pemindahan Pemukiman Secara Paksa) tahun 1980. Tahun 1982 menerbitkan kebijakan mengenai kesukuan (Tribal) yang kemudian dirubah dengan Operational Directive (OD) 4.20 tentang Masyarakat Adat. Kebijakan lainnya antara lain Mengenai Analisa Lingkungan, Pengelolaan Pestisida, Pengelolaan Dam, dan proyek-proyek di area Perselisihan.
Kebijakan pengaman ini ditandai dengan OD (Operational Directive), OP (Operational Procedures), BP (Bank Procedures) dan GP (Good Practices). OD adalah pernyataan BeDe yang disetujui oleh Dewan Direktur dan merupakan kewajiban bagi semua staf BeDe. OD ini dirincikan dalam bentuk OP, BP dan GP. OP dan BP bersifat mandatori, artinya seluruh staf BeDe terikat untuk menerapkannya dalam setiap aktivitas BeDe. Sementara GP tidak bersifat mandatori, tetapi lebih merupakan pedoman operasional yang dapat digunakan oleh seluruh staf BeDe.
Mengenal Siklus Proyek Bank Dunia
Bank Dunia membuat dokumen CAS (Country Assistance Strategy) yang merupakan ‘Rencana Induk’ Bank Dunia akan suatu Negara yang berlaku selama tiga tahun, dimana akan direvisi setiap tahunnya. Dokumen CAS ini adalah dasar dari Bank Dunia untuk memberikan pinjaman atau tidak kepada suatu Negara. Berikut adalah tahapan yang harus dilalui dalam proses pengucuran pinjaman, yaitu :
1. Identifikasi
Tahapan dimana Bank Dunia dan negara peminjam mengidentifikasikan sebuah proyek seperti yang digambarkan dalam CAS.
2. Persiapan
Negara peminjam melakukan studi, analisis teknis dan sosial serta ekonomi. Apabila diperlukan AMDAL maka harus dibuat AMDAL.
3. Penilaian
Tahapan dimana Bank Dunia mengirimkan staf dan konsultan kepada Negara peminjam untuk menentukan apakah proyek tersebut patut didanai atau tidak. Dalam tahap ini Bank Dunia mengeluarkan dokumen SAR (Staff Appraisal Report) yaitu laporan dari staf yang melakukan kunjungan.
4. Negosiasi
Bank Dunia dan Negara peminjam menegosiasikan tindakan yang diperlukan dalam pelaksanaan proyek, termasuk persyaratan sosial dan lingkungan hidup.
5. Persetujuan Dewan Direktur
Versi final/akhir SAR ditulis dan dipresentasikan kepada Dewan Direktur Bank Dunia bersama dengan Laporan dari Presiden Bank Dunia. Dewan Direktur kemudian menilai dan melakukan pemungutan suara untuk menyetujui atau tidak permohonan pinjaman tersebut. Bila disetujui maka perjanjian utang (Loan Agreement) akan dilakukan oleh kedua belah pihak. Dokumen ini seharusnya terbuka untuk publik.
6. Implementasi dan Pengawasan
Tahapan ini adalah pengucuran pinjaman oleh Bank Dunia dan dimulainya proyek. Bank Dunia dapat melakukan pengawasan proyek berdasarkan syarat negosiasi sebelumnya.
7. Evaluasi
Tahap dimana semua dana telah dicairkan. Negara peminjam akan menuliskan laporan penyelesaian (PCR-Project Completion Report). Bank Dunia akan menyiapkan laporan audit terpisah yang diajukan ke Dewan Direktur. Dokumen yang dapat diakses masyarakat adalah studi dampak dari pelaksanaan proyek. Dalam tahap semua dana telah dikucurkan, masyarakat tidak dapat lagi melakukan pengaduan kepada Bank Dunia.
Kalo ngeliat tipe-tipe utang dan siklus proyek Bank Dunia kayaknya baik juga Bank Dunia ini, jadi dimana bagian yang ngak baik serta merugikan, nah untuk itu mari kita telaah bersama cara Bank Dunia bekerja di suatu Negara, misalnya Negara kita Indonesia, dari BeDe kita mendapat pinjaman SALs (Structural Adjustment Loans) dan oleh World Bank kita dilarang untuk memproduksi barang substitusi import (yaitu barang pengganti dari barang-barang yang kita import selama ini), jadi seperti yang diungkapkan oleh Walden Bello dan Shea Cunningham dalam buku “Dark Victory” (1994) jika suatu negara menjalani program SAL meskipun ekspornya cenderung naik, belum tentu GNP (Gross National Product) negara tersebut juga naik, akibat dari kontraksi ekonomi yang disebabkannya (tarik-menarik kepentingan ekonomi).
Jadi sebenarnya memberikan bantuan ke negara-negara berkembang adalah cara yang paling efektif untuk dapat mengontrol negara tersebut sekaligus membuka akses terhadap pasar dan sumber daya alam negara itu. Begitu suatu negara berada dalam ‘asuhan’ World Bank dan IMF, maka otomatis mereka ‘dipaksa’ untuk melaksanakan tiga ajaran fundamental neo-liberalisme, yaitu perdagangan bebas atas barang dan jasa, sirkulasi modal secara bebas/liberalisasi keuangan dan kebebasan investasi (asing).
Dengan menjalankan ajaran ini, pemerintah Indonesia (dan negara-negara berkembang lainnya) yang pada tahap awal pinjaman seharusnya dapat mengembalikan pinjamannya atau bunganya, harus menginvestasikan uangnya keperusahaan-perusahaan di pasar internasional, karena harus mengembalikan pinjaman tersebut dalam bentuk dolar AS. Sehingga pada saat jatuh tempo, pemerintah tidak dapat membayar utangnya dan akhirnya terjerat. Begitu terjerat pemerintah bukannya mengurangi pengeluaran, tetapi pemerintah harus meminjam lagi, dan akhirnya akan semakin tergantung pada kreditor (World Bank dan IMF). Pada titik ini melalui SAP (Structural Adjustment Loan), World Bank dan IMF dapat lebih melegitimasikan kontrolnya terhadap negara peminjam untuk mengambil alih ekonomi negara tersebut dan memastikan bahwa pembayaran bunga cicilan dibayar tepat waktu (dikutib dari Mengapa Susan George, Nadia Hadad, INFID, 2002).
Dari situ kita udah bisa lihat perangkap yang dibuat oleh lembaga-lembaga keuangan dunia yang menjerat suatu negara ke dalam jurang utang, dan negara yang udah masuk ke dalam perangkap utang mereka ngak bakalan bisa lepas begitu saja. Semakin lama kita ikuti program yang mereka buat untuk kita, semakin dalam kita terjerumus kedalam jurang utang mereka dan kemungkinan untuk melepaskan diri semakin kecil. Globalisasi yang diagung-agungkan selama ini ternyata juga dibawah kendali Bank/lembaga-lembaga keuangan dunia dan korporasi global sehingga tidak mengherankan bahwa aturan baru menguntungkan kepentingan mereka, dan menjamin adanya kekuatan pasar yang lebih bebas. Jadi satu-satunya cara adalah berhenti berhutang dan menolak agenda neo-liberalisme di bumi Indonesia ini, karena bisa kita lihat negara-negara yang telah menolak ajaran neo-liberalisme dan menolak tekanan World Bank dan IMF, mereka mampu mengontrol import dan modalnya dengan baik, seperti negara-negara Taiwan, Korea Selatan, Singapura, Hongkong dan Malaysia, perelonomian mereka cepat pulih meskipun dilanda krisis yang sama dengan Indonesia di tahun 1997 lalu.
So....apa untungnya berhutang kepada World Bank dan IMF ? Mungkin hanya ‘mereka’ yang mendapatkan “keuntungan” secara “langsung” yang merasa masih perlu dan harus ngutang.
Banjarbaru, 4 Agustus 2004
Modified by DeRa

Dinasti Rothschild dan Kekejaman Zionisme

ww.akhirzaman.info/secret-societies/13-bloodlines/keluarga-rothshchild/2140-dinasti-rothschild-dan-kekejaman-zionisme.html

drkz333
(dari buku "The Synagogue of Satan" karya Andrew C. Hitchcock)
"Para bankir-bankir internasional lewat kegiatan peminjaman modal yang bergerak bebas di bank-bank konvensional benar-benar telah menghancurkan peradaban manusia di bumi, tempat di mana anak cucu kita mencari sesuap nasi"
Nun jauh di negeri sana, sebuah gelombang kekuatan lahir, yang akan mencengkeram dunia dari semua sudut. Politk, ekonomi, rekayasa militer, propaganda, pembunuhan keji, ataupun menghancurkan kehidupan melalui utang-utang perbankan dan monopoli uang dunia.

Fakta lainnya adalah saat ini, 90% orang Yahudi di dunia adalah keturunan dari Khazar, atau yang lebih sering disebut sebagai Yahudi Ashkenazi. Orang-orang ini berbohong kepada seluruh dunia bahwa tanah Israel adalah tanah leluhur mereka, padahal kampung halaman sebenarnya dari nenek moyang mereka ada di Georgia yang terletak 800 mil dari Israel.

Dan apapun cerita yang telah kita dengar, pada saat masa inilah sejarah kehancuran peradaban manusia pun dimulai.
drkz1
Mayer Amschel Rothschild
Zaman kelam ini dimulai tepatnya pada tanggal 23 Februari 1744, ketika seorang pria Yahudi Ashkenazi (orang-orang Yahudi dari ras Turki-Mongolia yang hidup berabad-abad lalu di Kerajaan Khazaria, yang diintegrasi ke dalam kekaisaran Rusia), bernama Mayer Amschel Bauer, putera dari Moses Amschel Bauer, dilahirkan di Frankfurt, Jerman. Pria inilah kemudian yang akan menurunkan Dinasti Rothschild, kekuatan dinasti uang dan propaganda anti-semit yang berhasil mendirikan Negara Israel di tanah Palestina.
Mayer Amschel Bauer merubah namanya menjadi Mayer Amschel Rothschild setelah kembali ke Frankfurt pasca kematian ayahnya. Sebelumnya dia menetap di Hanover, Jerman, dan bekerja di sebuah bank. Kembalinya Mayer Amschel Rothschild ke Frankfurt untuk meneruskan usaha ayahnya yang merupakan seorang peminjam uang (pemberi kredit) dan pemilik sebuah rumah pembukuan.
Pada saat inilah, Mayer Amschel Rothschild mengendalikan pentingnya "Heksagram Merah" ayahnya yang digantung di atas pintu masuk, yang melambangkan atau diterjemahkan menjadi angka 666, yang dibawah instruksi Rothschild akan menjadi bendera Israel sekitar 2 abad kemudian.
Mayer Amschel Rothschild menikah dengan seorang wanita Yahudi Ashkenazi yang bernama Gutle Schnaper, puteri dari Wolf Solomon Schnaper, seorang pedagang kenamaan, Dari pernikahanya ini, dia dikarunia 5 anak laki-laki dan 5 anak perempuan.
drkz500
Yang menarik dari Dinasti Rothschild adalah penetapan 6 hukum keluarga, yang terdapat dalam surat wasiat Mayer Amschel Rothschild setelah dia meninggal, yaitu:
  1. Jabatan kunci bisnis keluarga dipegang oleh anggota keluarga
  2. Anggota keluarga laki-laki yang boleh ikut dalam bisnis keluarga
  3. Keluarga Rothschild akan kawin dengan sepupu-sepupu pertama dan kedua untuk melestarikan kekayaan keluarga
  4. Inventaris publik mengenai tanahnya tidak boleh dipublikasikan
  5. Tidak ada tindakan hukum sehubungan dengan nilai warisan
  6. Putera tertua dari putera tertua menjadi kepala keluarga, dan hanya bisa diubah setelah sebagian besar anggota keluarga menyetujui hal lainnya.
Dinasti Rothschild di Amerika
1791: Keluarga Rothschild dapat "mengendalikan uang suatu negara" lewat Alexander Hamilton (utusan mereka di kabinet George Washington), ketika mereka mengatur sebuah bank sentral di Amerika Serikat yang disebut "First Bank of the United States". Bank ini didirikan dengan sebuah piagam 20 tahun. Kondisi ini jelas berhubungan erat dengan pernyataan Mayer Amschel Rothschild pada tahun 1790:
"Cuma saya yang menerbitkan dan mengendalikan uang suatu negara dan saya tidak peduli siapa yang menulis hukumnya".
1811: Setelah 20 tahun, piagam Bank of the United States milik Keluarga Rothschild kadaluwarsa dan suara yang dipungut di Konggres menentang pembaruannya. Hal tersebut membuat Nathan Mayer Rothschild (anak ke-4 Mayer Amschel Rothschild) mengeluarkan ancaman untuk memberi pelajaran kepada orang-orang Amerika dan membuat status mereka menjadi kolonial lagi.
drkz2
Nathan Mayer Rothschild
1812: Dengan didukung oleh uang Rothschild dan perintah dari Nathan Mayer Rothschild, Inggris menyatakan perang terhadap Amerika Serikat. Tujuan penyerangan ini untuk membuat Amerika Serikat terlilit utang yang besar sehingga menyerah kepada Inggris dan piagam Bank of the United States kembali diperbarui. Namun karena Inggris masih sibuk melawan Napoleon, mereka tidak bisa mengalahkan Amerika, dan perang pun berakhir pada tahun 1814 dengan Amerika tidak terkalahkan.
1816: Konggres Amerika meluluskan sebuah rancangan undang-undang yang mengizinkan satu bank sentral yang dikuasai Rothschild, yang kemudian terkenal dengan sebutan "Second Bank of the United States", dengan sebuah piagam yang berlaku selama 20 tahun.
Setelah 12 tahun kemudian, Second Bank of the United States membuat rakyat Amerika muak karena praktek manipulasi ekonomi dengan meraih keuntungan besar dan merugikan rakyat, sehingga musuh-musuh bank ini menominasi Senator Andrew Jackson untuk Tennessee agar mencalonkan diri menjadi presiden.
Sialnya bagi Keluarga Rothschild, Jackson memenangkan pencalonan presiden dan mulai memecat 2.000 orang dari 11.000 pegawai Pemerintah Federal, sebagai aksi melawan bank Rothschild.
1832: Perlawanan Presiden Jackson semakin terlihat, Second Bank of the United States yang dikuasai Rothschild meminta Konggres meluluskan pembaruan piagam, 4 tahun lebih cepat. Konggres menyetujui usulan tersebut yang menyebabkan Presiden Jackson memveto rancangan undang-undang tersebut.
Pada bulan Juli tahun yang sama, Presiden Jackson maju untuk kedua kalinya pada pencalonan presiden Amerika. Di sisi lain, Keluarga Rothschild yang memusuhinya selama masa kampanye pemilihan presiden, menghabiskan lebih dari 3.000.000 Dollar untuk membantu Senator Henry Clay dari Partai Republik untuk mengalahkan Jackson, Meski kemudian, Presiden Jackson memenangkannya dengan selisih suara yang amat banyak pada November 1832.
Setelah terpilih, Presiden Jackson mulai memindahkan deposito pemerintah dari Second Bank of the United States ke bank-bank yang langsung dipimpin oleh bankir-bankir mandiri. Peristiwa ini menjadi sejarah penting bagi Amerika karena Presiden Jackson adalah satu-satunya Presiden yang pernah lunas membayar utang, dengan menebus angsuran terakhir utang negara.
drkz3
Andrew Jackson
1835: Perseteruan antara Presiden Jackson dan Keluarga Rothschild, mengakibatkan aksi pembunuhan terhadap presiden. Tapi ajaib, kedua pistol si pembunuh meleset. Belakangan Presiden Jackson mengklaim tahu bahwa Keluarga Rothschild bertanggung jawab atas usaha pembunuhan tersebut.
Bahkan si pembunuh bayaran, Richard Lawrence, yang dianggap tidak bersalah dengan alasan gangguan jiwa, belakangan membual bahwa orang-orang kuat di Eropa yang telah menyewa dia dan berjanji akan melindunginya kalau dia tertangkap.
1836: Presiden Andrew Jackson berhasil melempar bank sentral Rothschild keluar dari Amerika, setelah berakhir dan tidak diperbarui kembali piagam bank tersebut.
Seiring perjalanan waktu, Dinasti Rothschild memiliki hasrat untuk menguasai kembali Amerika, ditandai dengan perkembangan bisnis katun antara kaum ningrat Amerika Selatan dan Pabrik katun di Inggris. Katun itu diangkut dari Amerika ke Perancis dan Inggris dengan kapal-kapal milik Rothschild.
1860: Keluarga Rothschild juga secara hati-hati memanipulasi penduduk dengan berkonspirasi dengan politisi-politisi setempat yang mereka genggam. Hal ini menyebabkan pemisahan diri Carolina Selatan pada Desember 1860. Hanya beberapa minggu kemudian, 6 negara bagian lain bergabung dengan konspirasi melawan Serikat dan membentuk sebuah negara pecahan "Confederate States of Amerika (Amerika Sekutu)" dengan Jefferson Davis sebagai presidennya. Inilah awal dari perseteruan Selatan dan Utara Amerika, buah dari hasil propaganda Keluarga Rothschild.
1861: Propaganda Dinasti Rothschild terus berlanjut, bahkan setelah Presiden Abraham Lincoln dilantik. Mereka memberikan pinjaman kepada Napoleon III Prancis (sepupu Napoleon dari perang Waterloo) sebesar 210 juta franc untuk merampas Meksiko, lalu memangkalkan pasukan di sepanjang perbatasan Selatan Amerika Serikat, mengambil keuntungan dari perang saudara Amerika. Sementara itu, Inggris menyusul dengan menggerakkan 11.000 pasukan ke Kanada dan menempatkan pasukan mereka di sepanjang perbatasan utara Amerika. Presiden Lincoln tahu dia berada dalam masalah, bersama Sekretaris Bendahara, Salomon P. Chase, mereka berangkat ke New York untuk mengajukan pinjaman yang dibutuhkan untuk mendanai Departemen Pertahanan Amerika.
Keluarga Rothschild kemudian memberikan instruksi kepada bank-bank Amerika yang dibawah kontrol mereka, untuk menawarkan pinjaman dengan bunga 24 % sampai 26 %. Presiden Lincoln pun menolak ini seperti yang mereka duga dan kembali ke Washington.
1863: Tsar Rusia, Alexander II (1855-1881), yang juga memiliki masalah dengan Keluarga Rothschild karena menolak tawaran terus-menerus untuk mendirikan bank sentral di Rusia, memberikan bantuan tak terduga kepada Presiden Lincoln.
Sang Tsar membuat perintah, jika Inggris dan Perancis terlibat aktif dan campur tangan dalam perang saudara Amerika dengan membantu Selatan, Rusia akan memihak Presiden Lincoln. Lalu Sang Tsar mengirim sebagian dari Armada Pasifiknya untuk berlabuh di San Fransisco dan sebagian lainnya berlabuh di New York.
Dalam kurun waktu ini juga, Keluarga Rothschild menggunakan salah seorang dari keluarga mereka sendiri di Amerika, John D. Rockefeller (salah seorang Rothschild lewat garis darah perempuan), untuk membentuk bisnis minyak bernama "Standard Oil" yang pada akhirnya mengalahkan semua pesaingnya.
1865: Tepatnya pada tanggal 14 April, atau setelah 41 hari setelah pelantikannya yang kedua, Presiden Lincoln ditembak oleh John Wilkes Booth di Ford's Theater. Dia meninggal akibat lukanya, kurang dari 2 bulan sebelum perang saudara Amerika berakhir.
drkz4
John Wilkes Booth
Lebih dari 70 tahun kemudian, cucu perempuan Booth yang bernama Izola Forrester, memberikan bocoran di dalam bukunya tentang Booth, "This One Mad Act", bahwa Booth dipesan melakukan pembunuhan ini oleh orang-orang kuat di Eropa (Keluarga Rothschild). Pernyataan ini dikuatkan oleh seorang Jaksa Kanada bernama Gerald G. Mcgeer yang mengatakan, bahwa pembunuhan Lincoln dilakukan oleh bankir-bankir internasional (sebutan untuk Keluarga Rothschild karena setengah kekayaan dunia mereka kuasai dari pusat-pusat perbankan yang mereka miliki di seluruh dunia).
Menyusul satu masa latihan singkat di Bank London, Keluarga Rothschild, Jacob Schiff (seorang Rothschild yang lahir di rumah mereka di Frankfurt) tiba di Amerika pada usia 18 tahun dengan instruksi dan uang yang diperlukan untuk membeli sebagian usaha rumah perbankan di sana. Tujuannya adalah:
  1. Mendapatkan kendali sistem uang Amerika dengan mendirikan sebuah bank sentral.
  2. Mencari orang-orang yang akan menjadi antek-antek "Illuminati" dan mempromosikan mereka ke posisi tinggi di Pemerintah Federal, Konggres, Mahkamah Agung dan semua badan Federal.
  3. Membuat kelompok minoritas cekcok di seluruh penjuru negeri, khususnya isu perseteruan kaum kulit putih dan hitam.
  4. Membuat gerakan untuk menghancurkan agama di Amerika Serikat dengan Kristen sebagai sasaran utama
1869: Dalam kaitan persekongkolan ini, menarik untuk dicermati pernyataan Rabi Reichorn di pemakaman Rabi Besar Simeon Ben-Iudah:
"Berkat kekuatan dahsyat bank-bank internasional kita, kita telah memaksa orang Kristen berperang tanpa jumlah. Perang punya nilai istimewa bagi orang Yahudi, karena orang Kristen saling membantai sehingga ada ruang lebih luas bagi kita orang Yahudi. Perang adalah panen Yahudi, dan bank-bank Yahudi menjadi gemuk saat orang Kristen berperang. Lebih dari 100 juta orang Kristen telah tersapu dari muka bumi berkat perang, dan ini belum berakhir".
drkz5
Albert Pike
drkz6
Guiseppe Mazzini

1871: Seorang Jenderal Amerika bernama Albert Pike, yang telah terbujuk ikut "illuminati" oleh Guiseppe Mazzini (seorang pemimpin revolusioner Italia, yang dipilih oleh "Illuminati" untuk memimpin program revolusioner mereka di seluruh dunia), menyelesaikan cetak biru militernya untuk 3 perang dunia dan berbagai macam revolusi di seluruh penjuru dunia. Perang Dunia Pertama, dipecahkan untuk menghancurkan Tsar di Rusia, sebagaimana dijanjikan oleh Nathan Mayer Rothschild pada 1815. Perang Dunia Kedua, digunakan untuk menyulut kontroversi antara Fasisme dan Zionisme politis dengan penindasan Yahudi di Jerman. Ini adalah unsur terpenting untuk membawa kebencian terhadap orang-orang Jerman. Dan Perang Dunia Ketiga, dimainkan dengan menggerakkan kebencian terhadap dunia Muslim demi mengadu dunia Islam dan Zionis politik.
Albert Pike sendiri adalah Komandan Besar Kedaulatan untuk Yurisdiksi Selatan Scottish Rite of Freemasonry pada tahun 1859, yang merupakan Freemason terkuat di Amerika.
1880: Utusan-utusan Rothschild mulai menyulut rangkaian pembasmian ras di Rusia, Polandia, Bulgaria dan Rumania. Pembasmian-pembasmian ini mengakibatkan dibantainya ribuan orang Yahudi, menyebabkan sekitar 2 juta orang melarikan diri ke New York, Chicago, Philadelphia, Boston dan Los Angeles. Namun, beberapa orang yang dibantu dengan uang Rothschild mulai bermukim di Palestina.
Alasan-alasan pembantaian-pembantaian ini adalah menciptakan sebuah basis Yahudi yang besar di Amerika. Lalu mereka dididik untuk memberikan suara Demokrat. Dan sekitar 20 tahun kemudian, orang-orang terdepan Rothschild seperti Woodrow Wilson terpilih ke kursi presiden untuk menjalankan perintah Keluarga Rothschild.
Di Amerika, kekuatan Dinasti Rothschild juga menembus dunia jurnalisme. Ini tergambar jelas dari pernyataan John Swinton, seorang jurnalis ulung, yang marah dalam sebuah jamuan makan karena seseorang mengajaknya bersulang untuk kebebasan pers:
"Saat ini dalam sejarah dunia, di Amerika tidak ada yang namanya kebebasan pers. Kalian tahu itu dan saya tahu itu. Tidak ada satu pun di antara kalian yang berani menulis pendapat kalian dengan jujur, dan kalau kalian melakukannya, kalian sudah tahu bahwa pendapat itu tidak akan pernah dicetak. Saya dibayar perminggu untuk menjauhkan pendapat jujur saya dari koran tempat saya bekerja. Kalian juga ada yang dibayar dengan harga serupa untuk hal-hal seperti itu, dan siapa pun di antara kalian yang dengan bodohnya menulis pendapat jujur akan terlantar di jalanan mencari pekerjaan baru. Kalau saya membiarkan pendapat jujur saya muncul di salah satu terbitan koran saya, sebelum 24 jam pekerjaan saya sudah melayang. Tugas para jurnalis adalah menghancurkan kebenaran, berdusta sama sekali, menyesatkan, memfitnah, menjilat kaki dewa kekayaan dan menjual negara dan rasnya demi sesuap nasi sehari-hari. Kalian tahu itu dan saya tahu itu, dan kebodohan apa ini mengajak kita bersulang bagi kebebasan pers? Kita adalah alat-alat pengikut orang-orang kaya di balik panggung. Kita adalah dongkrak, mereka menarik benang lalu kita menari. Bakat kita, kemungkinan kita, dan hidup kita semua, adalah milik orang lain. Kita adalah pelacur intelektual".
drkz7
Jacob Schiff
1907: Seorang Rothschild, Jacob Schiff, kepala Kuhn Loeb and Co., dalam sebuah pidato kepada Dewan Perniagaan New York, memperingatkan:
"Kalau kami tidak mendapatkan sebuah bank sentral dengan kendali yang cukup atas sumber kreditnya, negara ini akan mengalami kepanikan uang yang paling parah dan luas jangkauannya dalam sejarah".
Mendadak Amerika terjebak di tengah-tengah krisis finansial yang dikenal sebagai "Panik 1907". Krisis tersebut lalu melumatkan kehidupan jutaan orang Amerika.
1912: George R. Conroy, dalam majalah Truth terbitan Desember, menggambarkan Jacob Schiff sebagai ahli strategi keuangan. Dia bahu-membahu bersama Kelurga Harriman, Keluarga Gould dan Keluarga Rockefeller di semua perusahaan rel kereta api dan telah menjadi kekuatan dominan dalam bisnis rel kereta api dan kekuatan finansial Amerika.
Jacob Schiff juga mendirikan ADL atau Anti-Demafation League (Liga Anti-Penistaan) sebagai cabang B'nai n B'rith (didirikan oleh orang-orang Yahudi di New York City sebagai sebuah kelompok lokal Mason) di Amerika Serikat. Organisasi ini diciptakan untuk mengidentifikasi orang-orang yang menentang tindakan-tindakan ilegal orang-orang elit Yahudi atau konspirasi global Rothschild sebagai "Anti-Semit" dan menentang ras Yahudi secara keseluruhan.
1913: Tepatnya tanggal 31 Maret, J. P Morgan (penguasa Wall Street) meninggal. Dia dikira sebagai orang terkaya di Amerika, tapi wasiatnya mengungkapkan bahwa dia hanya memiliki 19 % perusahaan J. P Morgan. Sedangkan 81 % sisanya dimiliki oleh Keluarga Rothschild.
Pada tahun yang sama, orang-orang Yahudi mendirikan bank sentral terakhir di Amerika yang masih berdiri sampai sekarang ini, yaitu "Federal Reserve atau Bank Cadangan Negara", untuk mendapatkan dukungan dari publik, mereka dengan kurang ajar menyatakan bahwa sebuah bank sentral yang bisa mengekang inflasi dan depresi. Padahal, bank sentral didirikan untuk memanipulasi asupan uang untuk menyebabkan inflasi dan depresi.
Penting untuk dicatat, bahwa Federal Raserve atau Bank Cadangan Negara adalah perusahaan swasta, bukan Federal dan tidak punya cadangan apapun. Dan diperkirakan bahwa labanya melebihi 150 miliar Dollar pertahun, tapi Federal Reserve tidak pernah sekalipun dalam sejarah menerbitkan laporan keuangannya. Beberapa bukti telah tersingkap tentang siapa sebenarnya yang memiliki Federal Reserve, yaitu bank-bank berikut ini:
  1. Rothschild Bank of London
  2. Warburg Bank of Hamburg
  3. Rothschild Bank of Britain
  4. Lehman Brothers of New York
  5. Lazard Brothers of Paris
  6. Kuhn Loeb Bank of New York
  7. Israel Moses Seif Banks of Italy
  8. Goldman Sachs of New York
  9. Warburg Bank of Amsterdam
  10. Chase Manhattan Bank of New York
Semua ini adalah Bank Rothschild.
1919: Pada tanggal 30 Mei, sebuah pertemuan tambahan dari "Konferensi Perdamaian Versailles" diadakan di Hotel Majestic di Paris. Di sana diputuskan bahwa sebuah organisasi akan didirikan untuk memberikan nasehat (mengendalikan) apa yang dilakukan pemerintah. Lembaga ini disebut "Institute of International Affairs (Lembaga Urusan Internasional)", yang akan bermetamorfosis menjadi 2 cabang:
  1. Royal Institute of International Affairs (RIIA) di Inggris pada tahun 1920, dan
  2. Council on Foreign Relations (CFR) di Amerika Serikat pada tahun 1921
Menariknya, tuan rumah Konferensi Perdamaian Versailles dan ketua pertemuan tambahan dari konferensi ini adalah Baron Edmond de Rothschild. Baron Edmond de Rothschild adalah anak termuda dari Jacob (James) Mayer Rothschild (putera bungsu dari Mayer Amschel Rothschild), hasil dari pernikahannya dengan dengan kopanakannya sendiri, Betty von Rothschild, anak perempuan Salomon Mayer Rothschild (Putera ke-3 dari Mayer Amschel Rothschild).
Di samping itu, munculnya CFR (Council of Foreign Relations atau Dewan Hubungan Luar Negeri) di Amerika di bawah perintah Jacob Schiff, yang didirikan oleh orang Yahudi Ashkenazi, yaitu Bernard Baruch dan Kolonel Edward Mandell House. Keanggotaan CFR pada awalnya sekitar 1.000 orang di Amerika Serikat. Keanggotaan ini termasuk bos-bos industri di Amerika, semua bankir internasional berbasis Amerika dan kepala semua yayasan mereka yang bebas pajak. Pada dasarnya mereka adalah semua orang yang memberikan modal yang diperlukan bagi siapa pun yang ingin mencalonkan diri untuk kursi Konggres, Senat atau Presiden.
Tugas pertama CFR adalah mendapatkan kendali pers. Tugas ini diberikan kepada John D. Rockefeller yang mendirikan sejumlah majalah berita nasional seperti Life and Time. Rockefeller mendanai Samuel Newhouse (seorang Yahudi) untuk membeli dan mendirikan secara besar-besaran serentetan surat kabar di seluruh penjuru negeri. Dia juga mendanai orang Yahudi lainnya, Eugene Meyer, yang akan membeli banyak penerbitan seperti Washington Post, Newsweek dan The Weekly Magazine.
drkz8Federal Reserve atau Bank Cadangan Negara mengklaim bahwa mereka akan melindungi negara terhadap inflasi dan depresi. Namun antara tahun 1929 dan 1933, mereka mengurangi asupan uang sampai 33 %. Bahkan Milton Friedman, pakar ekonomi pemenang penghargaan nobel, menyatakan hal berikut ini dalam sebuah wawancara radio pada Januari 1996:
"Federal Reserve jelas menyebabkan depresi besar yang menyusutkan jumlah uang yang beredar sampai sepertiganya dari 1929 sampai 1933".
Di saat depresi besar ini terjadi, jutaan Dollar Amerika dihabiskan untuk membangun ulang Jerman akibat kerusakan yang diderita selama Perang Dunia I, untuk persiapan Keluarga Rothschild berikutnya yaitu Perang Dunia II.
Menariknya, uang yang dipompakan ke Jerman untuk membangunnya sebagai persiapan Perang Dunia II masuk ke bank-bank German Thyssen yang berafiliasi dengan kelompok Harriman yang dikendalikan oleh Keluarga Rothschild di New York.
Antara tahun 1930 dan 1935, Elizabeth Donnan menerbitkan bukunya yang terdiri dari 4 jilid, "Document Illustrative of the History of the Slave Trade to America (Dokumen Bergambar tentang Sejarah Perdagangan Budak ke Amerika)". Buku ini menunjukkan bahwa orang Yahudi mendominasi perdagangan budak Afrika ke Amerika dan setidaknya 15 kapal yang digunakan untuk mengangkut para budak dimiliki oleh Yahudi, beberapa di antaranya sangat erat berkaitan dengan Keluarga Rothschild. Untuk menipu pihak berwenang bahwa tidak ada orang Yahudi yang terlibat, mereka sering mengganti semua kru dan kapten non-Yahudi.
1936: Pada 3 Oktober, seorang pejabat Konggres dari Partai Republik, Louis T. McFadden, Ketua House Banking and Currency Committee (Komite Rumah Perbankan dan Mata Uang) diracun sampai mati. Ini adalah usaha pembunuhan ketiga terhadap dirinya. Sebelumnya dia pernah selamat dari keracunan dan ditembak dengan senjata api. McFadden adalah pengkritik setia Federal Reserve dan kelompok kriminal Yahudi yang ada dibaliknya.
Di Bretton Woods, New Hampshire, IMF dan Bank Dunia (awalnya disebut International Bank for Reconstruction and Development atau IBRD – nama Bank Dunia baru diadopsi mulai 1975) disetujui dengan keikutsertaan penuh Amerika Serikat.
IMF diberikan kuasa untuk menerbitkan sebuah uang perintah dunia yang bernama "Special Drawing Rights (Hak Tarik Istimewa) atau SDR's". Negara-negara anggota pada akhirnya akan ditekan untuk membuat mata uang mereka sepenuhnya bisa ditukar dengan SRD's.
IMF dikendalikan oleh Dewan Gubernurnya, yang juga merupakan kepala bank-bank sentral yang berbeda atau kepala departemen-departemen bendahara bermacam-macam negara yang dikuasai oleh bank-bank sentral mereka. Kekuatan pemungutan suara di IMF juga memberikan Amerika Serikat dan Inggris (Federal Reserve dan Bank of England – kedua-duanya dikuasai Kelurga Rothschild) kendali penuh atas dirinya.
1948: Pada musim semi tahun ini Keluarga Rothschild menyogok Presiden Harry S. Truman (Presiden ke-33 Amerika Serikat, 1945-1953) untuk mengakui Israel sebagai negara berdaulat dengan 2 juta Dollar yang mereka berikan padanya untuk rangkaian kampanyenya.
Pada tengah malam 14 Mei 1948, negara Israel secara resmi diproklamirkan di Tel Aviv, sebelas menit kemudian Presiden Truman menyatakan Amerika Serikat sebagai negara asing pertama yang mengakuinya.
drkz9
John F. Kennedy
1963: Pada 22 November, Presiden John F. Kennedy dibunuh oleh Keluarga Rothschild. Mungkin di antara alasan yang utama dibunuhnya Kennedy adalah fakta bahwa dia memastikan kepada Perdana Menteri Israel, David Ben-Gurion, bahwa dalam keadaan apapun dia tidak akan setuju Israel menjadi negara nuklir. Surat kabar Israel, Ha'aretz, pada tanggal 5 February 1999 dalam sebuah ulasan tentang sebuah buku Avner Cohen yang berjudul "Israel and the Bomb", menyatakan:
"Pembunuhan Presiden Amerika John F. Kennedy mendadak mengakhiri tekanan besar yang diterapkan oleh Pemerintah Amerika terhadap Pemerintah Israel untuk menghentikan program nuklir. Buku ini menyiratkan bahwa kalau Kennedy tetap hidup, diragukan apakah Israel dewasa ini bisa membuat nuklir".
drkz10
J. William Fulbright
1973: Pada 15 April, Senator Demokrat dari Arkansas, J. William Fulbright, menyatakan hal berikut ini di televisi CBS, sehubungan dengan kekuatan Yahudi di Amerika:
"Senat Amerika Serikat tunduk kepada Israel, Israel mengendalikan Senat. Ini sudah sangat sering ditunjukkan, dan inilah yang membuat pemerintah kesulitan".
Pada tahun ini juga, George J. Laurer, seorang pegawai IBM yang dikendalikan oleh Keluarga Rothschild, menciptakan UPC (Universal Product Barcode) yang pada akhirnya akan dipasang pada setiap barang yang diperdagangkan di seluruh dunia dan membawa nomor 666 (Heksagram Merah Mayer Amschel Rothschild).
drkz11
Paul Findley
1993: Mantan penjabat Konggres Paul Findley, menerbitkan bukunya yang berjudul "Deliberate Deceptions: Facing the Fact About the U.S-Israeli Relationship (Muslihat yang Disengaja: Menghadapi Fakta tentang Hubungan AS-Israel)". Di dalam buku ini dia menulis daftar 65 Resolusi Anggota PBB yang menentang Israel dari periode 1955 sampai 1992, dan Amerika Serikat memveto 30 Resolusi demi Israel. Kalau AS tidak membuat veto, ada 95 Resolusi yang menentang Israel. Namun, 65 Resolusi yang menentang Isarel tersebut, berjumlah lebih banyak dari semua Resolusi yang diluluskan untuk menentang negara-negara lain jika digabungkan sekaligus.
Israel tidak peduli dengan pandangan PBB, jika anda mau mempertimbangkan bukti yang pernah ada, bahwa kurang dari 2 minggu setelah serangan Israel terhadap USS Liberty (serangan yang dirancang untuk mengkambinghitamkan Mesir, sehingga AS terdorong untuk berperang melawan Mesir), Menteri Luar Negeri Israel, Abba Eban, membuat pernyataan tentang PBB, sebagaimana yang dilaporkan The New York Times pada 19 Juni 1967:
drkz12
Abba Eban
drkz13
Lord Harrington
"Kalau pun General Assembly (Majelis Umum) memungut suara sampai 121 suara berbanding 1 mendukung Israel kembali ke garis gencatan senjata (perbatasan pra-Juni 1967), Israel akan menolak tunduk terhadap keputusan tersebut".
"Mereka adalah peminjam uang dan kontraktor utang besar di dunia. Konsekuensinya adalah negara-negara di dunia mengerang diinjak sistem-sistem pajak dan utang negara yang besar. Mereka adalah musuh terbesar bagi kebebasan". (Lord Harrington)
drkz141995: Pada 21 Oktober, mantan agen Mossad, Victor Ostrovsky, yang menerbitkan 2 buku yang memaparkan kegiatan-kegiatan Mossad, muncul di acara pagi televisi Kanada, Canada AM, bersama jurnalis Israel bernama Yosef Lapid, mantan Kepala Televisi Israel, via hubungan satelit. Yosef Lapid memanggil Mossad untuk mencari Ostrovsky di Kanada untuk membunuhnya, karena telah menulis 2 buku yang membocorkan kegiatan mereka ini. Karena Mossad Israel tidak bisa membunuh Ostrovsky di Kanada tanpa menyebabkan insiden diplomatis. Yosef Lapid mengatakan secara langsung di acara itu, bahwa:
"Saya harap ada seorang Yahudi yang baik di Kanada yang mau melakukan tugas itu untuk kita".
drkz15
Victor Ostrovsky
Ostrovsky memutuskan untuk menuntut Yodef Lapid di Pengadilan Kanada karena menghasut publik untuk membunuhnya. Namun, Ostrovsky tidak bisa menemukan pengacara satu pun di Kanada yang mau mengambil kasus itu.
1996: Pada 12 Mei, Duta Besar PBB sekaligus seorang Yahudi Ashkenazi, Madeleine Albright, ketika muncul di program 60 minutes, ditanya oleh Koresponden Lesley Stahl, sehubungan dengan tahun-tahun Amerika Serikat memimpin sanksi ekonomi terhadap Irak:
drkz16
Madeleine Albright
"Kami telah mendengar bahwa setengah juta anak meninggal. Maksudku, itu lebih banyak dari anak yang meninggal di Hiroshima. Lalu, anda tahu, bahwa harga itu sepadan?"
Jawaban Duta Besar Madeleine Albright adalah:
"Menurut saya itu pilihan yang sangat sulit, tapi harga itu sepadan".
Komentarnya tersebut tidak menimbulkan protes dari publik. Sesungguhnya, Holocaust setengah jutan Irak secara positif dikagumi oleh Pemerintah Amerika Serikat. Karena kurang dari 8 bulan kemudian, Presiden Bill Clinton menunjuk Madeleine Albright sebagai Menteri Luar Negeri.
Pada siaran Larry King Live pada bulan April 1996, aktor Marlon Brando membuat pernyataan:
drkz17
Marlon Brando
"Hollywood dipimpin oleh orang-orang Yahudi. Hollywood dimiliki oleh orang-orang Yahudi, dan mereka harus punya sensitivitas tentang persoalan yang diderita oleh orang lain, akibat apa yang telah mereka eksploitasi kepada orang-orang itu".
Akibat pernyataan ini, Jewish Defense League (Liga Pertahanan Yahudi) langsung meminta agar Marlon Brando dibuang dari Hollywood Walk of Fame. Tapi, karena takut diprotes publik, Hollywood Chamber of Commerce (Majelis Perdagangan Hollywood) menolak melakukannya.
Pada tahun yang sama, beberapa kejadian penting juga mewarnai kehidupan Amerika, di antaranya:
Washington Post melaporkan bahwa intelijen Amerika Serikat telah menyadap sebuah percakapan. Di dalam percakapan tersebut, dua Pejabat Israel membahas kemungkinan mendapatkan surat rahasia yang telah ditulis oleh Sekretaris Bendahara Luar Negeri waktu itu, Warren Christopher, kepada Pemimpin Palestina, Yasser Arafat.
Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, Martin Indyk, mengeluh secara pribadi kepada Pemerintah Israel tentang pengawasan tidak bijaksana yang dilakukan oleh Badan Intelijen Israel.
Agen-agen Israel memasang penyadap pada telepon seorang Yahudi Ashkenazi sekaligus anak seorang Rabi, Monica Lewinsky, di Watergate dan mereka menyadap sesi seks telepon antara wanita itu dan Presiden Bill Clinton. Laporan Ken Starr menegaskan bahwa Clinton memperingatkan Lewinsky bahwa percakapan mereka direkam, dan kemudian Clinton mengakhiri perselingkuhan tersebut.
drkz18
Kofi Annan
drkz19
Nane Lagergren
Kofi Annan menjadi Sekretaris Jenderal PBB yang bermarkas di New York City. Isterinya adalah Nane Lagergren, seorang Rothschild dari Swedia, yang dinikahi pada tahun 1984.
Di Los Angeles, sebuah penyelidikan narkoba besar tingkat lokal, telah membuat daerah dan negara menjadi bermasalah. Tersangka dalam penyelidikan ini adalah jaringan kejahatan Israel yang beroperasi di New York, Miami, Las Vegas, Kanada, Israel dan Mesir. Jaringan kejahatan Israel ini terlibat dalam pengedaran narkoba dan ekstasi, begitu juga penipuan kartu kredit dan komputer yang rumit terhadap golongan pekerja kantoran. Yang mengagetkan para opsir penyelidikan, orang-orang Israel yang diselediki ternyata mengawasi pager/beeper, ponsel bahkan telepon rumah para penyelidik. Para penyelidik kemudian mencari tahu dari mana informasi ini mungkin berasal. Mereka segera mengetahui bahwa ini bersangkutan dengan Firma Israel AMDOCS yang hampir memonopoli jasa rekening telepon di Amerika Serikat. Dan ketika mereka memeriksa hasil telepon mereka sendiri tentang bagaimana mereka disadap, mereka menemukan bahwa kontraktor utama mereka adalah Converse Infoys, Firma Israel lainnya yang bekerja dekat dengan Pemerintah Israel.
drkz20
PNAC
drkz21
Bill Clinton
1998: Pada 31 Oktober, berdasarkan instruksi dari kelompok PNAC (Project for a New American Century – Proyek untuk Abad Amerika Baru), Presiden Bill Clinton menandatangani Hukum H. R. 4655, yaitu "Iraq Liberation Act (Undang-Undang Pembebesan Irak)" yang mendukung usulan perubahan rezim di Irak.
Bagaimana pun, sejarah memberi tahu kita kelompok PNAC sebenarnya tidak kreatif. Memang, pada Februari 1990, seorang Sayan Mossad di New York menjejalkan suatu cerita palsu ke ABC Television bahwa Saddam Husein punya pabrik uranium di Irak untuk menarik perhatian atas "Senjata Pemusnah Masal" Saddam Husein, satu tahun sebelum perang Amerika di Irak.
2000: Pada bulan April, Jacob "Cookie" Orgad, sebagai mantan agen Mossad ditangkap karena menjalankan salah satu operasi penyelundupan ekstasi terbesar dalam sejarah Amerika. Operasi ini mengantarkan ratusan juta Dollar dalam bentuk narkoba illegal yang diproduksi di Belanda, ke kota-kota di seluruh Amerika Serikat.
Di Argentina, IMF mengharuskan negara ini mengurangi defisit anggaran pemerintah dari 5,3 miliar Dollar pada saat itu menjadi 4,2 miliar Dollar pada tahun berikutnya, 2001, yang menyebabkan pengangguran di Argentina sebesar 20 % penduduk usia kerja. Lalu mereka menambah tuntutannya menjadi defisit harus dihapuskan. IMF menawari Argentina beberapa gagasan untuk mencapai ini, dengan mengurangi program ketenagakerjaan darurat pemerintah dari 200 Dollar perbulan menjadi 160 Dollar sebulan.
Mereka juga meminta pemotongan gaji 12 % – 15 % bagi pegawai negeri dan pemotongan pensiun bagi orang tua sebanyak 13 %. Keduanya berdampak bagi banyak orang. Pada Desember 2001, orang-orang Argentina kelas menengah (secara harfiah) muak berburu di jalanan mencari sampah untuk dimakan. Mereka mulai rusuh dan membakar Buenos Aires.
drkz222001: Puncak tragedi di Amerika terjadi pada 11 September, yaitu serangan terhadap WTC (World Trade Center) dan Pentagon yang disusun dengan hati-hati oleh Israel dengan keterlibatan Inggris dan Amerika, dibawah perintah Keluarga Rothschild. Kejadian ini mereka lakukan untuk mengkambinghitamkan Muslim sebagai "Teroris". Ini adalah babak pertama untuk memicu Dunia Barat agar berperang dengan Dunia Arab, demi Yahudi. Dan perang melawan teroris di negara-negara Muslim pun dimulai.
Mereka menggunakan serangan-serangan ini untuk mendapatkan kendali atas beberapa negara di dunia yang tidak mengizinkan bank-bank sentral Rothschild. Dengan demikian, kurang dari sebulan setelah kejadian ini, Amerika Serikat menyerang Afghanistan, satu dari hanya tujuh negara pada saat itu di dunia yang tidak memiliki bank sentral yang dikendalikan oleh Rothschild. Negara ini didominasi penduduk Muslim yang menolak ikut serta dalam sistem simpan-pinjam uang (Riba), sesuatu yang telah membuat orang-orang Israel gusar selama ratusan tahun.
drkz23
Jack Abramoff
drkz24
Mohamed Atta
Kurang dari seminggu setelah serangan 11 September, tepatnya pada 5 September 2001, orang yang katanya Ketua Pembajak, Mohamed Atta, dan beberapa pembajak lainnya melakukan kunjungan ke salah satu perahu kasino seorang pelobi pro-Israel, seorang Yahudi Ashkenazi bernama Jack Abramoff. Tidak ada penyelidikan dilakukan tentang apa yang mereka lakukan di sana. Menariknya, 7 orang dari 19 orang (yang katanya) pembajak yang disalahkan melakukan serangan pada 11 September, ternyata masih hidup. Beberapa orang malahan muncul di Kedutaan Besar Amerika Serikat di negara-negara Arab.
Pada serangan 11 September juga, terdapat 5 orang Israel yang menyamar dalam pakaian Arab ditangkap karena menari dan bersorak sambil merekam menara WTC yang runtuh. Disewa oleh Urban Moving System (Sistem Perpindahan Kota), sebuah daerah Mossad Israel, orang-orang Israel ini tertangkap punya banyak paspor, satu van teruji positif mengandung peledak dan banyak uang tunai. Akibat penangkapan ini, Walikota Yerussalem (yang akan menjadi Perdana Menteri Israel), Ehud Olmert, secara pribadi menelepon Walikota New York City, Rudi Giuliani, menyatakan bahwa orang-orang ini tidak ada hubungannya dengan serangan teroris, dan hanya sedang sedikit bersenang-senang.
Dua dari lima orang Israel ini belakangan terungkap ternyata Mossad, bertentangan dengan klaim Olmert, ketiga orang lainnya dengan kuat dicurigai Mossad juga. Begitu laporan-laporan saksi melacak kegiatan orang-orang Israel itu, terungkap bahwa mereka terlihat di Taman Liberty pada saat tubrukan pertama. Laporan ini menduga bahwa mereka sudah tahu apa yang akan terjadi.
Orang-orang Israel itu diinterogasi oleh FBI, lalu diam-diam dikirim kembali ke Israel. Para petugas yang menangkap mereka dari Departemen Kepolisian New Jersey diperintahkan agar tidak membahas penangkapan mereka.
Kelima orang Israel yang menari dan menyoraki runtuhnya WTC, belakangan muncul di radio dan televisi Israel. Di sana mereka menyatakan bahwa mereka berada di New York City pada 11 September untuk "mendokumentasikan peristiwa tersebut" karena Amerika belum pernah mengalami serangan seperti itu di daratannya.
Dua jam sebelum serangan 11 September, Odigo, sebuah perusahaan Israel dengan kantor-kantornya yang bertempat hanya beberapa blok dari menara WTC, menerima sebuah peringatan pendahuluan akan serangan tersebut lewat pesan instan internet. Manajer New York Office memberikan FBI alamat IP pengirim pesan tersebut, tapi FBI tidak menindaklanjutinya.
Sekitar 200 orang Israel yang berkaitan dengan perusahaan-perusahaan pemindahan Israel, yang dicurigai merupakan garis depan intelijen Israel, yang sangat aktif di WTC beberapa bulan sebelum serangan, lalu ditangkap karena dicurigai terlibat ketika sisa ban ditemukan di beberapa van pembuangan yang mereka gunakan. Namun, di bawah perintah langsung Pejabat Departemen Peradilan Amerika Serikat, Michael Chertoff, mereka dideportasi ke Israel akibat "Pelanggaran Visa". Chertoff adalah seorang warga negara ganda AS/Israel yang ayahnya seorang Rabi dan ibunya adalah salah satu pekerja pertama Mossad, lalu kemudian dia memerintahkan penangkapan sekitar 900 Muslim yang tidak berkaitan dengan kejadian WTC.
drkz25
Dr. Philip Zack
Pada 12 September, The Yerussalem Post diam-diam memperingatkan kemungkinan teurngkapnya Israel sebagai pelaku serangan 11 September. Surat kabat tersebut menampilkan sebuah cerita bahwa 2 orang Israel meninggal pada saat pesawat terbang dibajak, dan 4.000 orang menghilang di WTC. Seminggu kemudian, sebuah stasiun televisi Beirut melaporkan bahwa 4.000 pegawai WTC yang merupakan orang Israel tidak hadir pada hari serangan itu. Ini tampaknya menegaskan cerita di the Yerussalem post.
Setelah serangan WTC, surat-surat tanpa nama yang berisi virus antraks dikirim ke berbagai politisi dan eksekutif media. Akibat terjangkit virus antraks dalam surat-surat ini, 5 orang meninggal dunia. Seperti serangan 11 September, serangan ini langsung disalahkan kepada Al-Qaeda, sampai diketahui bahwa virus antraks yang dijadikan senjata tersebut, dibuat oleh laboratorium militer Amerika Serikat.
FBI kemudian mengetahui bahwa tersangka utama surat-surat antraks ini adalah orang Yahudi Ashkenazi, Dr. Philip Zack, yang pernah dicerca beberapa kali oleh para pegawainya akibat kata-katanya yang ofensif tentang orang-orang Arab. Dr. Philip Zack tertangkap kamera sedang memasuki daerah penyimpanan tempat dia bekerja di Fort Detrick. Di sanalah antraks disimpan. Pada titik ini, baik FBI mau pun media berhenti membuat pernyataan publik apa pun mengenai kasus ini.
Seminggu sebelum serangan WTC, Zim Shipping Company (Perusahaan Pengapalan Zim) memindahkan kantor-kantornya di WTC, melapaskan kontrak sewanya yang memakan biaya 50.000 Dollar bagi perusahaan tersebut. Tidak ada alasan yang pernah diberikan mengenai hal ini, dan Zim Shipping Company, setengahnya dimiliki oleh negara Israel.
Akibat serangan 11 September disalahkan kepada Osama bin Laden, Amerika Serikat menginvansi Afghanistan dan menumbangkan para penguasa Taliban di sana. Tentu saja alasan sebenarnya terjadi invansi itu menjadi terang. Karena alasan sesungguhnya adalah pemimpin Taliban, Mullah Omar, telah melarang produksi opium pada Juli 2000. Dengan demikian, panen opium pada tahun itu hancur.
Dalam sejarah, bisnis opium merupakan bisnis illegal yang digerakkan oleh Keluarga Rothschild seperti yang terjadi di China pada tahun 1839. Ketika Kaisar Manchu di China memerintahkan penghancuran opium. Lalu Keluarga Rothschild memerintahkan tentara Inggris untuk pergi ke sana untuk memerangi China demi melindungi bisnis narkobanya yang sedang berjalan.
Itulah tepatnya apa yang sedang terjadi. Afghanistan adalah sumber 75 % heroin dunia. Akibat Mullah Omar menghancurkan laba 2001, maka terjadilah invansi pada Oktober 2001. Segera sesudahnya, media melaporkan panen besar opium pada Maret 2002.
drkz26
Ariel Sharon
Pada 3 Oktober, Perdana Menteri Israel, Ariel Sharon, membuat pernyataan berikut ini kepada seorang Yahudi Ashkenazi, Simon Peres, sebagaimana dilaporkan di Radio Kol Yisrael:
"Setiap kali kita melakukan sesuatu, anda akan berkata Amerika akan melakukan ini dan itu. Saya ingin memberitahu anda sesuatu yang sangat jelas. Jangan cemaskan tekanan Amerika terhadap Israel. Kita orang-orang Yahudi mengendalikan Amerika, dan orang-orang Amerika tahu itu".
Pada tahun 2001 pula, Profesor Joseph Stiglitz, mantan Chief Economist Bank Dunia dan mantan Ketua Dewan Penasehat Ekonomi Presiden Clinton secara publik mengungkapkan "Strategi 4 Langkah" Bank Dunia yang dirancang untuk memperbudak negara-negara kepada para bankir. Ke-4 Strategi tersebut adalah:
Privatisasi, di sini para pemimpin ditawarkan komisi 10 % ke rekening-rekening Bank Swiss rahasia mereka sebagai ganti mereka memangkas beberapa miliar Dollar dari harga aset negara, seperti maraknya terjadi suap dan korupsi.
drkz27
Profesor Joseph Stiglitz
Pembebasan Pasar Modal, ini pencabutan hukum bahwa uang pajak melintasi perbatasan. Ketika ekonomi di negara itu mulai menjanjikan kekayaan, kekayaan ini ditarik langsung dari luar sehingga ekonomi negara itu ambruk. Lalu negara itu membutuhkan bantuan IMF. Dan IMF memberikannya dengan syarat mereka menaikkan suku bunga antara 30 % dan 80 %. Ini terjadi di Indonesia dan Brazil, juga di negara-negara Asia dan Amerika Latin lainnya.
Penentuan Harga Berdasarkan Pasar, di sini harga makanan, air dan gas domestik dinaikkan yang diperkirakan dapat menyebabkan huru-hara sosial di masing-masing negara, sekarang lebih umum disebut dengan "Hura-Hara IMF".
Perdagangan Bebas, di sini perusahan-perusahaan internasional menyerbu Asia, Amerika Latin dan Afrika. Pada saat yang sama Eropa dan Amerika menghalangi pasar mereka sendiri terhadap pertanian dunia ketiga. Mereka juga mengenakan tarif yang menjulang tinggi yang harus dibayar oleh negara-negara ini untuk obat-obatan bermerek, menyebabkan melejitnya rasio kematian dan penyakit.
Ada banyak pihak yang akan kalah dalam sistem ini, kecuali satu pemenang, yaitu sistem perbankan yang dimiliki dan dioperasikan oleh Yahudi. Sebenarnya IMF dan Bank Dunia telah membuat syarat pinjaman bagi penjualan sistem listrik, air, telepon dan gas setiap negara berkembang. Ini diperkirakan mencapai 4 Triliun Dollar aset milik publik.
Pada September tahun 2001, Profesor Joseph Stiglitz diberi penghargaan Nobel dalam bidang ekonomi.
drkz282002: Kamus Internasional Baru Ketiga Webster (Lengkap) dicetak ulang, menyediakan satu definisi baru tentang Anti-Semit. Definisi belum dimutakhirkan pada 1956. Definisi barunya adalah:
"Anti-Semitisme: (1) permusuhan terhadap orang-orang Yahudi sebagai kelompok minoritas agama atau ras, sering disertai diskriminasi sosial, politik dan ekonomi; (2) menentang Zionisme; (3) simpati untuk musuh-musuh Israel".
Definisi (2) dan (3) ditambahkan dalam edisi 2002, tepat sebelum Amerika memutuskan untuk menginvansi Irak atas perintah Israel.
Thomas Stauffer, seorang Konsultan Ekonomi di Washington, memperkirakan bahwa sejak 1973, Israel telah menghabiskan uang Amerika Serikat sekitar 1,6 Triliun Dollar, yang kalau dibagi dengan jumlah penduduk pada tahun 2002, setiap orang akan mendapatkan lebih dari 5.700 Dollar.
Kondisi dunia yang rapuh akibat perlakuan Yahudi yang didukung dana besar Keluarga Rothschild, menggerakkan orang seperti Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Muhammad, yang mengeluarkan sikap dengan pernyataan:
"Orang-orang Yahudi menguasai dunia dengan tangan orang lain. Mereka membuat orang lain berperang dan mati demi mereka".
drkz29
Obama - AIPAC
2004: Penyelidikan FBI berlanjut kepada American Israel Public Affairs Committee (AIPAC, Komite Urusan Publik Israel Amerika), kelompok lobi politik terbesar di Amerika Serikat dengan lebih dari 65.000 anggota yang tugasnya adalah memimpin pemerintah Amerika Serikat demi Israel. FBI dilaporkan percaya bahwa AIPAC adalah garis depan mata-mata Israel.
drkz30
Dov Zakheim
Pada awal Maret, warga negara ganda AS/Israel sekaligus Rabi Yahudi bernama Dov Zakheim mengundurkan diri sebagai Pengawas Keuangan Pentagon sekaligus Kepala Petugas Keuangan, ketika terungkap dalam sebuah audit anggaran Pentagon bahwa dia tidak bisa mempertanggungjawabkan hilangnya 2,6 juta Dollar, termasuk inventaris pertahanan 56 pesawat terbang, 32 tank dan 36 satuan peluncuran komando misil Javelin.
Pada 20 Mei, Senator Ernest Hollings membuat pernyataan tentang kendali AIPAC terhadap Amerika:
drkz31
Senator Ernest Hollings
"Kita tidak bisa membuat kebijakan Israel selain yang diberikan oleh AIPAC. Saya telah mengikuti sebagian besar di antaranya, tapi saya juga telah menolak menandatangani surat-surat dari waktu ke waktu untuk memberi kesempatan kepada Presiden yang malang. Saya bisa mengatakan kepada kalian bahwa tidak ada presiden yang menjabat, entah dari Republik atau Demokrat, mendadak AIPAC akan memberitahunya persis kebijakan apa yang harus diambil".
Pada tahun ini juga, Mel Gibson merilis filmnya "The Passion of the Christ (Hasrat Kristus)". Untuk menjaga keasliannya, dialog film itu disajikan sepenuhnya dalam Bahasa Ibrani dan teks Latin. Namun, ada satu teks yang tidak muncul. Kalimat itu diucapkan tapi untuk alasan tertentu teksnya dibuang. Tentu saja ini akibat tekanan dari media Yahudi. Adegan yang teksnya dibuang itu adalah ketika Pilate berusaha membuat orang-orang Yahudi berhenti menyeru agar Yesus Kristus disalib. Dan apa kata orang-orang Yahudi sebagai tanggapan Pilate sampai-sampai lobi Yahudi setengah mati ingin menyensornya?:
"Biarkan darahnya mengucuri kami dan anak-anak kami".
drkz32
George Bush
Pada 16 Oktober, Presiden Bush menandatangani pengesahan hukum Global Anti-Semitism Preview Act (Undang-Undang Tinjauan Anti-Semitisme Global) yang dirancang untuk memaksa seluruh dunia agar tidak pernah mengkritik dunia Yahudi, apapun yang mereka lakukan. Undang-undang ini menetapkan sebuah departemen istimewa di dalam Departemen Hubungan Luar Negeri Amerika Serikat untuk menguasai anti-semitisme global yang akan memberikan laporan tahunan kepada Konggres. 

drkz33
Louis Farrakhan
2005: Pada 27 Februari, pemimpin gerakan Nation of Islam, Louis Farrakhan, membuat pernyataan berikut ini sehubungan dengan Yahudi yang menguasai penyelundupan perdagangan budak Afrika ke Amerika:
"Dengar, tidak ada tangan orang Yahudi yang tidak berlumuran darah kita. Mereka memiliki kapal-kapal budak. Mereka membeli dan menjual kita. Mereka memperkosa dan merampok kita".
Setelah invansi ke Afghanistan dan Irak, sekarang hanya ada 5 negara di dunia yang tersisa tanpa bank sentral milik Rothschild. Kelima negara tersebut adalah Iran, Korea Utara, Sudan, Kuba dan Libya.
drkz34
Stephen E. Jones
Profesor Fisika Stephen E. Jones dari Brigham Young University menerbitkan sebuah majalah yang di dalamnya dia membuktikan bahwa gedung-gedung WTC hanya bisa diruntuhkan dengan peledak. Dia tidak mendapatkan pemberitaan di media arus utama untuk klaim yang terbukti ilmiah ini.
drkz35Pada bulan November, sekelompok orang Demokrat yang konservatif hingga moderat yang disebut "Blue Dog Coalition (Koalisi Anjing Biru)" yang fokus kepada tanggung jawab fiskal pemerintah, melaporkan bahwa Presiden Yahudi George W. Bush telah meminjam lebih banyak uang dari bank dan pemerintah asing dibandingkan ke semua 42 presiden Amerika Serikat digabungkan sekaligus. Angka Departemen Bendahara menunjukkan bahwa total pinjaman semua presiden AS antara 1776-2000 adalah 1,01 Triliun Dollar, sementara dalam 4 bulan terakhir saja Pemerintahan Bush telah meminjam 1,05 Triliun Dollar.
drkz36Pada 6 Desember, isteri Presiden Bush, Laura Bush, ditemani oleh Rabi Binyomin Taub, Rabi Hillel Baron dan Rabi Mendy Minkowitz melakukan penghalalan ala Yahudi untuk dapur Gedung Putih. Sebuah foto peristiwa ini ketika berdiri bersama staf diambil oleh fotografer Shealah Craighead lalu dipajang di situs resmi Gedung Putih.
2006: Pada 5 sampai 7 Maret, AIPAC menyelenggarakan konvensi tahunan mereka di Washington D.C. Lebih dari setengah Senator AS dan sepertiga pejabat Konggres AS hadir.
"Tidak sia-sia orang Yahudi telah tertarik kepada Jurnalisme. Di tangan mereka, jurnalisme menjadi senjata kuat yang sangat cocok untuk kebutuhan mereka demi perang kelangsungan hidup mereka". (Haim Nachman Bialik)

Dinasti Rothschild di Eropa

1694: Bank of England didirikan dengan nama yang menipu. Nama itu menipu karena bank yang dikendalikan oleh Pemerintah Inggris tersebut adalah institusi swasta yang didirikan oleh orang-orang Yahudi.
drkz371698: Selama 4 tahun berikutnya, kendali Yahudi terhadap asupan uang Inggris melejit, sehingga utang pemerintah kepada Bank of England berubah dari yang awalnya sebesar 1.250.000 Pounsterling menjadi 16.000.000 Poundsterling hanya dalam 4 tahun. Kenaikannya sebesar 1.280 %.
1785: Pemerintah Bavaria (Bavaria diidentikkan dengan Jerman, karena terletak di sebelah Tenggara Jerman dengan penduduknya yang sangat padat) mencabut "Illuminati" dan menutup semua kelompok lokal Grand Orient di Bavaria, setelah ditemukan sebuah buku yang ditulis oleh Xavier Zwack, rekan Adam Weishaupt (seorang kepercayaan Mayer Amschel Rothschild untuk menciptakan Illuminati) tentang Revolusi Perancis.
drkz38
Nathan Mayer Rothschild
1789: Rencana "Illuminati" untuk Revolusi Perancis berhasil dan berakhir pada tahun 1793. Akibat tidak pedulinya Eropa terhadap peringatan Pemerintah Bavaria. Revolusi Perancis adalah mimpi para bankir pusat, karena Revolusi akan menetapkan ketentuan baru dan meluluskan hukum-hukum baru yang akan melarang Gereja Roma untuk memungut pajak dan mencopot hak gereja untuk bebas dari pungutan pajak.
1798: Nathan Mayer Rothschild (anak keempat Mayer Amschel Rothschild) ketika berusia 21 tahun meninggalkan Frankfurt menuju Inggris. Dengan banyak uang yang diberikan oleh ayahnya, dia membangun sebuah rumah perbankan di London.
drkz39
Jacob (James) Mayer Rothschild
1810: Sir Francis Baring dan Abraham Goldsmid meninggal. Dengan kejadian ini, Nathan Mayer Rothschild menjadi satu-satunya bankir besar di Inggris. Pada tahun yang sama, Salomon Mayer Rothschild (anak ketiga Mayer Amschel Rothschild) pergi ke Vienna, Austria, dan mendirikan bank M. Von Rothschild und Söhne.
1812: Jacob (James) Mayer Rothschild (anak terakhir Mayer Amschel Rothschild) pergi ke Paris, Perancis, untuk mendirikan Bank de Rothschild Frères.
drkz40
Keluarga Rothschild
1815: Lima pria Rothschild bersaudara bekerja untuk memasok emas kepada tentara Wellington (lewat Nathan di Inggris) dan tentara Napoleon (lewat Jacob di Perancis), dan memulai kebijakan mereka untuk mendanai kedua pihak dalam perang. Tidak jadi soal negara mana yang kalah perang, karena pinjaman diberikan dengan jaminan bahwa pihak yang menang akan menguangkan utang-utang pihak yang kalah.
Dalam perang ini juga, Keluarga Rothschild menggunakan bank-bank yang telah mereka sebarkan di seluruh Eropa untuk membangun jaringan layanan pos. Cuma kurir-kurir Rothschild yang diizinkan melewati blokade Inggris dan Perancis.
Salah satu kurir Rothschild, seorang pria bernama Rothworth setelah tahu bahwa Inggris memenangkan perang Waterloo, pergi ke channel mengantarkan berita ini kepada Nathan Mayer Rothschild. Nathan kemudian memasuki bursa saham dan memerintahkan semua pekerjanya untuk menjual konsul (sekarang dikenal dengan istilah obligasi). Para pedagang lain panik, mengira Inggris kalah perang, dan mulai menjual konsul mereka dengan kalut.
Akhirnya, nilai konsul-konsul anjlok. Saat itu, Nathan Mayer Rothschild diam-diam memerintahkan para pekerjanya untuk membeli semua konsul yang bisa mereka dapatkan.
Ketika pada kenyataannya Inggris memenangi perang, konsul-konsul itu meroket tinggi, yang membuat Nathan mendapatkan laba 20 banding 1 terhadap investasinya. Kepemilikin obligasi atau konsul ini memberi Keluarga Rothschild kendali penuh atas ekonomi Inggris, sehingga memaksa Inggris membangun sebuah Bank of England baru di bawah kendali Nathan Mayer Rothschild.
Fakta yang unik, Nathan secara terang-terangan menyombongkan diri bahwa dalam 17 tahun keberadaannya di Inggris, dia telah meningkatkan saham awalnya sebesar 20.000 Poundsterling yang diberikan oleh ayahnya sebanyak 2.500 kali menjadi 50.000.000 Poundsterling.
Pada akhir abad ini, periode masa yang dikenal sebagai "Zaman Rothschild", yang diperkirakan menguasai lebih dari setengah kekayaan dunia.
drkz41
Tsar Alexander I
Namun ada yang tidak berjalan seperti yang diinginkan oleh Keluarga Rothschild, yaitu Konggres Wina yang dimulai pada September 1814 dan diakhiri pada Juni 1815. Konggres Wina ini diadakan agar Keluarga Rothschild dapat menciptakan sebuah bentuk pemerintahan dunia. Namun rencana mereka gagal ketika Tsar Alexander I Rusia, salah satu kekuatan besar yang tidak takluk pada bank sentral Rothschild, menolak menerima gagasan pemerintahan dunia.
Karena berang, Nathan Mayer Rothschild bersumpah bahwa suatu hari dia atau keturunannya akan menghancurkan seluruh keluarga dan keturunan Tsar Alexander I.
1818: Menyusul Perancis yang menjamin pinjaman besar pada 1817 untuk membantu membangun ulang setelah kekalahan besar mereka di Waterloo, utusan-utusan Rothschild membeli sejumlah besar obligasi Pemerintah Perancis yang menyebabkan nilainya meningkat.
Pada 5 November, mereka melimpahkan semua obligasi itu ke pasar terbuka sehingga nilainya terperosok dan Perancis secara keseluruhan terjerumus dalam kepanikan financial. Keluarga Rothschild lalu melangkah masuk dan mengambil kendali asupan uang Perancis dengan cara yang sama mereka memanipulasi bursa saham Inggris 6 tahun sebelumnya.
drkz42
Kalmann (Carl) Mayer Rothschild
1821: Kalmann (Carl) Mayer Rothschild (anak ketujuh Mayer Amschel Rothschild) dikirim ke Napoli, Italia. Di sana dia melakukan banyak bisnis dengan Vatikan, dan Paus Gregory XVI lalu menganugerahinya gelar "The Order of st. George". Sehingga pada tahun 1823, Keluarga Rothschild mengambil alih pelaksanaan keuangan Gereja Katolik di seluruh dunia.
1835: Keluarga Rothschild memperoleh hak ke tambang-tambang air raksa Almadén di Spanyol. Pada masa itu Almadén adalah pertambangan terbesar di dunia. Karena air raksa merupakan komponen vital dalam menyempurnakan emas dan perak. Ini membuat Keluarga Rothschild hampir memonopoli dunia. Sebagai akibat dari akuisisi ini, N. M. Rothschild and Sons kemudian akan mulai menyempurnakan emas dan perak untuk Royal Mint, Bank of England dan banyak pelanggan internasional lainnya.
drkz43
Salomon Mayer Rothschild
1844: Salomon Mayer Rothschild membeli pertambangan batu bara gabungan Vitkovice dan perusahaan perapian Blast Austro-Hungaria yang kemudian menjadi salah satu dari sepuluh besar firma industri global.
drkz44
Freidrich Wilhelm Nietzsche
1848: Seorang Yahudi Ashkenazi, Karl Marx (seorang Yahudi Kripto, nama aslinya Moses Mordechai Levy), menerbitkan "The Communist Manifesto". Menariknya, bersamaan dengan dia mengerjakan ini, Karl Ritter dari Frankfurt University sedang menulis antitesis yang berikutnya menjadi dasar bagi "Nietzscheanisme" oleh Freidrich Wilhelm Nietzsche. "Nietzscheanisme" ini kemudian berkembang menjadi Fasisme dan Nazisme dan akan digunakan untuk menggerakkan perang dunia pertama dan kedua.
drkz45
Karl Marx
Max, Ritter dan Nietzsche semua didanai dan diperintah oleh Keluarga Rothschild. Gagasan dibalik skema ini adalah orang-orang yang memimpin keseluruhan konspirasi ini bisa menggunakan perbedaan-perbedaan dan ideologi-ideologi tersebut untuk membelah faksi-faksi ras manusia agar saling berperang. Pada dasarnya, ini rencana yang sama dengan yang diajukan oleh Adam Weishaupt pada 1776.
drkz46
Karl Ritter
1849: Gutle Schnaper, isteri Mayer Amschel Rothschild meninggal. Sebelum kematiannya, ia berkata:
"Kalau anak-anak lelakiku tidak ingin ada perang, maka tidak akan ada perang".
1850: dimulainya konstruksi pada rumah-rumah Manor Metmore di Inggris dan Ferrières di Perancis. Lebih banyak manor (rumah bangsawan) Keluarga Rothschild akan menyusul di seluruh dunia, semua berisi karya-karya seni mereka yang tak ternilai harganya.
Kekayaan Jacob (James) Mayer Rothschild di Perancis dikatakan bernilai 600 juta franc, yang berarti 150 juta franc lebih banyak dari semua bankir di Perancis jika digabungkan sekaligus.
drkz48
Lionel de Rothdchild
drkz47
Jacob (James) Mayer Rothschild

1858: Lionel de Rothdchild (anak pertama dari Nathan Mayer Rothschild dari pernikahannya dengan Hannah Barent Cohent, puteri dari seorang pedagang London yang kaya raya, lahir pada tahun 1808) menjadi orang Yahudi pertama yang menjadi anggota parlemen Inggris.
1865: Nathaniel de Rothschild (juga anak Nathan Mayer Rothschild) menjadi anggota parlemen untuk Aylesbury di Buckinghamshire.
1868: Pada tanggal 15 November, Jacob (James) Mayer Rothschild meninggal, tidak lama setelah membeli Château Lafite, salah satu dari 4 lahan anggur besar utama di Perancis.
1873: Tambang tembaga Rio Tinto di Spanyol di beli oleh sebuah kelompok pemilik modal asing, termasuk Keluarga Rothschild. Tambang ini adalah sumber tembaga terbesar Eropa.
1886: Bank Rothschild Perancis, de Rothschild Frères memperoleh banyak ladang minyak Rusia dan membentuk perusahaan Caspian and Black Sea Petroleum yang segera menjadi produsen minyak terbesar kedua di dunia.
drkz491897: Keluarga Rothschild mengadakan Konggres Zionis Dunia. Zionisme adalah konspirasi untuk menundukkan seluruh dunia ke sebuah pemerintahan dunia yang dikendalikan oleh Yahudi, dan khususnya, oleh Keluarga Rothschild. Pertemuan pertama diselenggarakan di Basel, Swiss, pada 29 Agustus 1897. Pertemuan ini diketuai oleh seorang Yahudi Ashkenazi, Theodor Herzl.
Herzl lalu terpilih sebagai Presiden Organisasi Zionis Dunia yang mengadopsi "Heksagram Merah Rothschild" sebagai bendera zionis yang 51 tahun kemudian menjadi bendera Israel.
Di konferensi ini, Chaim Weizmann, yang nanti menjadi kepalanya, menyatakan:
drkz50
Chaim Weizmann
drkz51
Theodor Herzl

"Tidak ada orang Yahudi Inggris, Yahudi Perancis, Yahudi Jerman atau Yahudi Amerika. Hanya ada orang Yahudi yang tinggal di Inggris, Perancis, Jerman atau Amerika".
1903: Pada bulan Agustus, pada Konggres Zionis Dunia ke-6 di Basel, Swiss, diselenggarakan diskusi mengenai tawaran dari Inggris yang menawarkan Uganda sebagai basis negara zionis Yahudi masa depan. Orang-orang Yahudi mengajukan keberatan bahwa mereka menginginkan Palestina.

1905: Sekelompok Rothschild yang didukung oleh orang-orang Yahudi Zionis dipimpin oleh Georgi Apollonovich Gapon berusaha menggulingkan Tsar Rusia di dalam sebuah kudeta komunis. Mereka gagal dan terpaksa kabur dari Rusia hanya untuk diberikan perlindungan di Jerman.
1914: Dimulainya Perang Dunia I. Dalam perang ini, Keluarga Rothschild Jerman meminjamkan uang kepada Jerman, Keluarga Rothschild Inggris meminjamkan uang kepada Inggris dan Keluarga Rothschild Perancis meminjamkan uang kepada Perancis. Lebih jauh lagi, Keluarga Rothschild menguasai kantor berita Eropa, Wolff (didirikan pada tahun 1849) di Jerman, Reuters (didirikan pada tahun 1851) di Inggris dan Havas (didirikan pada tahun 1835) di Perancis, Keluarga Rothschild menggunakan Wolff untuk memanipulasi rakyat Jerman agar bersemangat untuk berperang.

drkz52
Mustafa Kemal Attaturk
1915: Satu tahun berikutnya, pemerintahan Islam Ottoman Turki digulingkan oleh para sosialis Yahudi Masonis yang dengan menipu menyebut diri mereka "Young Turks (Pemuda Turki)". Penting untuk dicatat, gerakan Pemuda Turki ini terdiri dari Yahudi keturunan Balkan, seperti Tallat, Enver, Behaeddin Shakir, Jemal dan Nazim.
Akibat revolusi ini, orang yang akan dikenal sebagai Mustafa Kemal Attaturk, seorang Yahudi Kripto Alkoholis, akan menanjak ke kursi diktator Turki. Bahkan beberapa petinggi dalam pemerintahan sekuler Kemal ternyata dipenuhi oleh kalangan Yahudi.
drkz53
Tsar Nicholas II
1917: Keluarga Rothschild memerintahkan orang-orang faksi Bolsheviks Yahudi yang mereka kendalikan untuk mengeksekusi Tsar Nicholas II dan seluruh keluarganya. Meski Sang Tsar telah turun tahta pada 2 Maret tahun tersebut. Ini sebagai bentuk untuk memperoleh kendali atas Rusia dan sebagai pembalasan terhadap Tsar Alexander I yang memblokir rencana pemerintahan dunia mereka pada tahun 1815 di Konggres Wina. Dan Tsar Alexander II yang memihak Presiden Abraham Lincoln pada tahun 1864.
Sangat penting bagi mereka untuk membantai seluruh keluarga termasuk wanita dan anak-anak, demi memenuhi janji yang dibuat oleh Nathan Mayer Rothschild pada tahun 1815. Tindakan ini merupakan sebuah pertunjukan kekuatan dan tantangan orang-orang Yahudi kepada seluruh dunia.

1918: Koresponden London Times untuk Rusia, Robert Wilson, memperlihatkan sebuah meja yang menunjukkan struktur etnis 284 Commissar (Kepala Departemen Pemerintahan Rusia, terutama kelompok militer) di pemerintahan Rusia komunis baru. Para Commissar ini termasuk: 2 negro, 13 Rusia, 15 China, 22 Armenia, dan lebih dari 300 orang Yahudi. Di antara orang-orang Yahudi itu, 264 orang telah datang ke Rusia dari Amerika Serikat sejak jatuhnya pemerintahan Kekaisaran Rusia.
drkz55
Rosa Luxemburg
drkz54
Karl Liebknecht

1919: Seorang Yahudi bernama Karl Liebknecht dan seorang Yahudi Sephardis Rosa Luxemburg terbunuh saat berusaha memimpin kudeta komunis lainnya yang didanai oleh Rothschild juga. Kali ini kudeta itu dilaksanakan di Berlin, Jerman.
Pada tahun ini juga, orang-orang Bolsheviks Yahudi yang didanai oleh Rothschild, dalam sejarah, membantai 60 juta orang Kristen dan non-Yahudi. Tidak heran Aleksandr Solzhenitsyn dalam karyanya, Gulag Archipelago, vol. 2, menguatkan bahwa orang-orang Yahudi menciptakan dan mengendalikan sistem perkemahan terpusat Soviet teratas. Di dalam perkemahan tersebut, 10 juta orang Kristen dan non-Yahudi meninggal. Pada halaman 79 dari buku ini bahkan dia menyebutkan orang-orang yang mengatur perkemahan ini adalah mesin pembunuh terbesar dalam sejarah dunia. Mereka adalah Aron Solts, Yakov Rappoport, Lazar Kogan, Matvei Berman, Genrikh Yagoda, dan Naftaly Frenkel. Keenam-enamnya adalah orang Yahudi.

drkz56
Aleksandr Solzhenitsyn
Pada tahun itu pula, N. M. Rothschild and Sons diberikan peran permanen untuk mengubah harga emas dunia secara harian. Ini terjadi di kantor-kantor City of London, secara harian selama 1.100 jam, di ruangan yang sama, sampai tahun 2004.
drkz57
Josef Stalin
1924: Josef Stalin, seorang Georgia, menjadi Premier of Soviet Union. Nama aslinya adalah Djugashvili yang terjemahannya dari bahasa Georgia adalah "Putera Yahudi". Dalam bahasa Georgia, Shvili berarti "Putera Dari" dan Djuga berarti "Yahudi". Stalin juga punya 3 isteri dalam hidupnya, yaitu Ekaterina Svanidze, Kadya Allevijah dan Rosa Kaganovich yang semuanya adalah orang Yahudi. Menariknya, Stalin meluluskan hukum selama kepemimpinannya yang membuat siapa pun yang terbukti bersalah atas anti-semit dihukum mati.
1926: N. M. Rothschild and Sons mendanai kembali Underground Electric Railways Company of London Ltd. (Perusahaan Rel Listrik Bawah Tanah London) yang berkepentingan mengendalikan seluruh sistem transportasi bawah tanah London.

1930: Tiga puluh tahun setelah Konggres Zionis Dunia Pertama diadakan di Basel, Swiss, "Bank Dunia" Rothschild pertama yaitu "Bank of International Settlement – BIS (Bank untuk Pembayaran Internasional)" didirikan di tempat yang sama yaitu Basel, Swiss.
Bank ini didirikan oleh Charles G. Dawes (utusan Rothschild dan Wakil Presiden di bawah Presiden Calvin Coolidge dari 1925 sampai 1929), Owen D. Young (utusan Rothschild, pendiri RCA – Radio Corporation of America, 1919 dan Ketua General Electric dari 1922 sampai 1939, dan Hjalmar Schacht dari Jerman (pendiri Reichsbank).
drkz58
Alan Greenspan
BIS disebut oleh para bankir sebagai "Bank sentralnya bank-bank sentral". Berdasarkan sudut pandang masa kini, mengingat bahwa IMF dan Bank Dunia berurusan dengan pemerintahan-pemerintahan, BIS hanya berurusan dengan bank-bank sentral. Semua pertemuannya diadakan secara rahasia dan melibatkan para bankir sentral dari seluruh dunia. Contohnya adalah mantan Kepala Federal Reserve atau Bank Cadangan Negara, Alan Greenspan, akan pergi ke markas BIS di Basel, Swiss, 10 kali dalam setahun untuk-untuk pertemuan-pertemuan privat tersebut.
"Didirikannya sebuah bank sentral sama dengan 90 % mengkomuniskan sebuah negara" (Lenin)
drkz59
Adolf Hitler
1933: Adolf Hitler menjadi konselor Jerman. Dia mengusir semua orang Yahudi dan komunis keluar dari jabatan pemerintahan di Jerman. Menariknya pada saat itu, jumlah orang Yahudi di pemerintahan Jerman lebih dari 20 kali jumlah mereka pada akhir Perang Dunia I. Akibat dari pemaksaan ini, pada bulan Juli, orang-orang Yahudi mengadakan sebuah konferensi dunia di Amsterdam. Di sana mereka menuntut agar Hitler mengembalikan jabatan setiap orang Yahudi.
Hitler menolak. Akibatnya, Samuel Untermyer, orang Yahudi Ashkenazi yang memeras Presiden Wilson, dan sekarang menjadi Kepala Delegasi Amerika sekaligus Presiden konferensi itu, kembali ke Amerika Serikat dan menyerukan di radio untuk menolak berurusan dengan pedagang atau penjaga toko manapun yang menjual barang buatan Jerman apa pun atau yang berlangganan kapal tua pengapalan Jerman.
Lalu orang-orang Yahudi di seluruh Amerika Serikat ikut serta dalam boikot ini. Mereka melakukan aksi protes di luar dan merusak toko mana pun yang mereka temukan menjual produk yang bertuliskan "Made in Germany". Akibatnya, toko-toko harus membuang produk mereka atau mengambil resiko bangkrut.
Salah satu pengaruh boikot ini mulai dirasakan di Jerman. Orang-orang Jerman mulai memboikot toko-toko Yahudi dengan cara yang sama seperti orang-orang Yahudi lakukan pada toko-toko yang menjual produk Jerman di Amerika.
Akhirnya, Nazi dan Yahudi di Palestina bekerja sama atas dasar Yahudi ingin semua orang Yahudi tinggal di Palestina, sementara Nazi ingin semua orang Yahudi keluar dari Jerman. Kedua belah pihak lalu menandatangani sebuah perjanjian pemindahan yang dikenal dengan "Ha'avara". Perjanjian itu mengizinkan pemindahan semua orang Yahudi dan modal mereka dari Jerman ke Palestina.
Akibat dari perjanjian ini, sebanyak 60.000 orang Yahudi Jerman (sekitar 20 % orang Yahudi Jerman) bermigrasi ke Palestina. Mereka menjadi 15 % dari penduduk Yahudi di sana sampai 1939. Mereka membawa 40 juta Dollar aset (bernilai sekitar 600 juta Dollar sekarang) dengan persetujuan rezim Nazi.
1934: Hukum Kerahasiaan Perbankan Swiss direformasi. Setiap pegawai bank yang melanggar rahasia bank dianggap melakukan tindakan illegal yang berakibat kurungan penjara. Ini semua adalah persiapan bagi Perang Dunia II yang dirancang oleh Rothschild, seperti biasa, mereka akan mendanai kedua pihak di dalam perang tersebut.
drkz60
I. G. Farben
1939: I. G. Farben, penghasil kimia terdepan di dunia dan penghasil baja terbesar di Jerman meningkatkan produksinya. Peningkatan produksi ini hampir semata-mata untuk mempersenjatai Jerman dalam Perang Dunia II.
Di Jerman, Hitler secara fenomenal berhasil mengubah negaranya dalam hal ekonomi sejak dia berkuasa. Dia berhenti berhubungan dengan para bankir internasional Yahudi, dan berdagang dengan barter tanpa utang tercatat di kedua pihak.
Sebagai akibat dari kebijakan ini, Jerman mampu menghidupkan kembali kehidupan sosial dan spiritual semua warga negaranya. Dan warga Jerman mampu membuat Jerman menjadi negara paling kuat dan paling makmur di Eropa hanya dalam waktu 7 tahun.
Orang-orang Yahudi tidak bisa membiarkan ini berlanjut karena mereka tahu ini akan mengakibatkan sistem uang mereka yang dijalankan oleh utang. Maka dimulailah Perang Dunia II tahun ini. Ini bukan perang Jerman melawan sekutu, tapi perang Jerman dan kekuatan uang Yahudi yang mengendalikan kepemimpinan sekutu dengan memanfaatkan mereka dengan media mereka untuk melakukan propaganda kepada rakyat-rakyat sekutu untuk membenci Jerman.


drkz611944: Di akhir Perang Dunia II, pabrik-pabrik I. G. Farben yang dikendalikan oleh Rothschild secara khusus tidak dibidik dalam serangan-serangan bom terhadap Jerman. Menariknya, pada akhir perang, sementara daerah-daerah Jerman menjadi puing-puing, pabrik-pabrik I. G. Farben ditemukan hanya menderita kerusakan 15 %.

1946: Bank of England dinasionalisasikan, itu berarti negara mendapatkan semua saham di Bank of England yang sekarang menjadi milik Bendahara Negara dan dipercayakan di tangan Jaksa Agung Muda Bendahara. Namun, karena pemerintah tidak punya uang untuk membayar saham, mereka malah memberikan para pemegang saham rahasia saat itu saham dari uang. Ini berarti meskipun negara menerima laba operasi bank, perolehan ini sangat dikurangi fakta bahwa pemerintah sekarang harus membayar bunga kepada saham-saham baru yang diterbitkannya untuk membayar saham lama.
Jadi, asupan uang Inggris masih hampir seluruhnya dipegang tangan swasta, dengan 97 % di antaranya dalam wujud bunga yang berbuah pinjaman atau semacamnya yang diciptakan oleh bank-bank komersial swasta. Akibatnya bank ini sangat dikendalikan dan dijalankan oleh orang-orang dari dunia perbankan komersial dan ekonomi konvensional. Angota-anggota Dewan Direksi, yang menentukan kebijakan berasal hampir seluruhnya dari dunia perbankan, asuransi, ekonomi dan bisnis besar, dan tentu saja seorang Rothschild terus duduk di dewannya.
Menariknya lagi, dalam keadaan ini, bank ini tidak diwajibkan memperlihatkan detil-detil langkah apa pun seperti itu, untuk menghindari krisis kepercayaan.

1950: Angka-angka mengungkapkan bahwa sebagaimana direncanakan oleh Keluarga Rothschild, setiap negara yang terlibat dalam Perang Dunia II mengalami penambahan utang berlipat ganda. Akibatnya, mereka semakin di bawah kendali Yahudi. Antara 1940 dan 1950, utang negara Amerika Serikat bertambah dari 43 Miliar Dollar menjadi 57 Miliar Dollar, naik 598 %. Utang Perancis nak 583 % dan utang Kanada naik 417 %.

drkz621954: Di Belanda, Bilderberg Group bertemu untuk kali pertama di Hotel Bilderberg di Arnhem. Bilderberg Group adalah sebuah organisasi internasional yang didirikan oleh Rothschild berisi 100-200 orang berpengaruh, kebanyakan politisi dan pembisnis. Mereka bertemu sekali setahun dan diam-diam menjalankan perintah kekuasaan dunia Yahudi di balik layar. Mereka bisa memeriksa para pemimpin potensial suatu negara, dan memutuskan apakah mereka menginginkan orang itu menjadi pemimpin negara yang bersangkutan. Contohnya, Bill Clinton ada di sana pada tahun 1991, Tony Blair ada di sana pada tahun 1993 dan Angela Merkel ada di sana pada tahun 2005.
1959: Bank de Rothschild Frères di Perancis, mendirikan Imétal sebagai sebuah perusahaan yang memayungi semua bisnis pertambangan mineral mereka. Bank de Rothschild Frères ini pada tahun 1967, berganti nama menjadi Banque Rothschild.

drkz63
John Paul II
1978: Pada tanggal 16 Oktober, Uskup Besar Wojtyla menjadi Paus non-Italia pertama sejak Hadrian VI (455 tahun sebelumnya), tapi memilih untuk tidak mengungkapkan bahwa ibunya orang Yahudi, yang tentu saja membuatnya memenuhi syarat menjadi warga negara Yahudi. Dia adalah Paus termuda dalam 132 tahun, baru berusia 58 tahun dan dia mengambil nama John Paul II.
1981: Banque Rothschild dinasionalisasikan oleh Pemerintah Perancis. Bank baru ini disebut Compagnie Européenne de Banque. Keluarga Rothschild kemudian mengatur seorang penerus bagi bank Perancis ini, Rothschild and Cie Banque (RCB) yang akan menjadi rumah investasi Perancis terdepan.
1985: N. M. Rothschild and Sons menganjurkan Pemerintah Inggris untuk memprivatisasi gas Inggris. Mereka lalu menganjurkan Pemerintah Inggris untuk memprivatisasi hampir semua aset milik negara, termasuk baja Inggris, batu bara Inggris, semua dewan pengurus listrik daerah Inggris, dan semua dewan pengurus air daerah Inggris. Anjuran ini akan menghasilkan beberapa miliar Poundsterling untuk mereka. Seorang anggota parlemen Inggris yang terlibat dalam privatisasi ini adalah Norman Lamont yang akan menjadi Konselor Bendahara, mantan bankir Rothschild.

drkz64
Leon Brittan
1986: Di Inggris, Undang-Undang Tata Tertib Umum 1986 dijadikan hukum. Undang-undang dirancang untuk mencegah rakyat Inggris membahas masalah-masalah imigrasi dan supremasi Yahudi dalam cara apapun. Ini juga memberi kekuatan kepada pihak kepolisian untuk dengan kasar memasuki rumah siapapun yang mereka anggap menentang Undang-Undang Hubungan Ras. Undang-undang ini diajukan ke parlemen oleh Sekretaris Dalam Negeri, Leon Brittan, sebenarnya dia adalah seorang Yahudi Lithuania dengan nama asli Leon Brittanisky. Dia dibantu oleh saudara sepupunya , juga seorang Yahudi Lithuania, Malcolm Rivkind atau juga dikenal dengan Malcolm Rifkind, yang kemudian akan menjadi Sekretaris Luar Negeri.
drkz65
Edmond de Rothschild
1987: Edmond de Rothschild membuat Bank Konservasi Dunia yang dirancang untuk memindahkan hutang-hutang dari negara-negara dunia ketiga ke bank ini, sebagai ganti tanah yang negara-negara ini ingin berikan kepada bank ini. Hal tersebut dirancang agar Keluarga Rothschild bisa mendapatkan kendali dunia ketiga, yang mewakili 30 % permukaan bumi.
drkz66
Boris Yeltsin
1992: Privatisasi mulai sungguh-sungguh dilakukan di Rusia. Akibatnya, lewat korupsi, banyak kekayaan Rusia berakhir di tangan "7 Kepala Oligarki". Mereka semua adalah para biliuner baru yang mendukung Boris Yeltsin dengan uang dan media. Mereka bertujuh adalah Boris Berezovsky, Vladimir Gusinsky, Mikhail Khodorkovsky, Mikhail Friedman, Alexander Smolensky, Pyotr Aven, semuanya adalah Yahudi. Ditambah satu orang Rusia, yaitu Vladimir Potanin. Potanin digunakan sebagai penghubung mereka secara publik kepada pemerintah.
Bantuan yang diterima oleh Rusia dari Barat juga langsung masuk ke dalam kantong kelompok perbankan Yahudi. Ini terungkap ketika Washington Times melaporkan bahwa Presiden Rusia, Boris Yeltsin, yang marah karena sebagian besar pemasukan bantuan luar negeri disedot.

drkz67
George Soros
Pada 16 September, Poundsterling Inggris ambruk ketika para spekulan mata uang yang dipimpin oleh utusan Rothschild, seorang Yahudi Ashkenazi bernama George Soros meminjam Poundsterling dan menjualnya untuk Mark Jerman dengan harapan bisa membayar kembali hutang dalam mata uang yang merosot nilainya dan mengantongi selisihnya.
Akibatnya, Konselor Bendahara Inggris, Norman Lamont (sebelum menjadi anggota parlemen, dia adalah seorang bankir modal bersama N.M Rothschild and Sons), mengumumkan kenaikan suku bunga bank sebanyak 5 % dalam satu hari. Inggris pun terjerumus ke dalam resesi yang berlangsung bertahun-bertahun ketika banyak bisnis jatuh dan pasar perumahan hancur.


drkz68
Edgar Bronfman
1997: Edgar Bronfman, Ketua Konggres Yahudi Dunia, benar-benar memeras 1,5 Miliar Dollar dari Swiss untuk korban-korban holocoust yang dia klaim sudah mendepositokan uang mereka di sana. Dia tidak punya bukti yang cukup, tapi Pemerintah Swiss menyerah karena Bronfman adalah salah satu pendukung finansial Presiden Clinton dan Swiss takut akan konsekwensi-konsekwensi diplomatis kalau mereka tidak melakukannya.
Menariknya, pada tahun tersebut sebuah pengadilan dengan 17 anggota yang berbasis di Zurich mengatur untuk menyelidiki identitas-identitas 5.500 rekening asing dan 10.000 rekening Swiss yang telah tidur sejak akhir Perang Dunia II, lalu menemukan bahwa hanya 200 rekening berisi total sekitar 10 juta dolar, kurang dari 1 % nya 1,5 Miliar Dollar yang diperas oleh Bronfman, bisa dilacak kembali kepada korban-korban holocoust itu.
Apakah Bronfman mengembalikan sisa 99 % dari 1,5 Miliar Dollar itu kepada Swiss? Tentu saja tidak, dan kebetulan, sekitar 6 tahun kemudian, dia hampir tidak memberikan apa-apa kepada para korban holocoust. Orang-orang Yahudi dituduh menyalahgunakan uang yang mereka dapatkan dengan meniup atas nama "keadilan untuk korban" holocoust yang belum tentu benar memang korban.

drkz69
Tony Blair
Pada tanggal 2 Mei 1997, Pemimpin Partai Buruh Inggris, Tony Blair, terpilih sebagai Perdana Menteri. Sedangkan pada 6 Mei di tahun yang sama atau 4 hari sesudahnya, Konselor Bendaharanya, Gordon Brown, mengumumkan bahwa dia akan memberikan kemerdekaan penuh kepada Bank of England dari kendali politik.
1998: Pada tanggal 18 Januari, Michael Specter menerbitkan sebuah cerita di New York Times yang berjudul "Trafficker's New Cargo: Naive Slavic Women (Muatan Baru Para Pedagang Illegal: Wanita-Wanita Slavia yang Naif)". Kisah ini mengungkap cara mafia Yahudi Rusia mendominasi perdagangan budak wanita kulit putih dalam pelacuran. Banyak di antara wanita polos yang mereka tipu itu berakhir di Israel.
drkz70
Roman Abramovich
2000: Seorang kepala Oligarki Yahudi Rusia, Boris Berezovsky, melarikan diri ke London agar tidak ditangkap di Rusia dan mengalihkan urusan bisnisnya kepada pelindungnya, seorang Yahudi Rusia lainnya, Roman Abramovich, yang kemudian membeli Chelsea Football Club.
Pada 1 Oktober, Rome Observer menampilkan sebuah cerita tentang bagaimana polisi Italia memutus jaringan pedofilia yang telah menculik anak-anak non-Yahudi berusia antara 2 dan 5 tahun dari panti asuhan, lalu memperkosa dan membunuh mereka. Jaringan pedofil (terdiri dari 11 anggota geng Yahudi) ini telah memfilmkan pemerkosaan dan pembunuhan tersebut demi keuntungan industri film porno sadis dan sudah menjual salinannya, lebih dari 1.700 pelanggan telah membayar sebanyak 20.000 Dollar untuk melihat anak-anak berusia 2 sampai 5 tahun ini diperkosa secara brutal dan dibunuh.
2001: Seorang kepala Oligarki Yahudi Rusia, Vladimir Gusinsky, melarikan diri ke Rusia. Di sana dia menghadapi tuntutan pencucian uang, lalu bersembunyi di Israel. Dia berkewarganegaraan ganda Rusia dan Israel.


drkz712003: Seorang kepala Oligarki Rusia, Mikhail Khodorkovsky, ditahan di penjara Rusia dengan tuduhan penipuan, penggelepan dan mangkir pajak.
2005: Pada tanggal 30 September, surat kabar Denmark, Jyllands-Posten, menerbitkan 20 ilustrasi kartun. Sebagian besar di antaranya menggambarkan Nabi Muhammad. Kartun-kartun ini lalu dicetak ulang di lebih 50 negara yang mengakibatkan protes skala besar dari komunitas muslim sedunia.
Alasan tepat dari percetakan kartun ini adalah untuk menyulut ketegangan antara dunia Barat dan komunitas muslim. Menariknya, editor budaya Jyllands-Posten yang bertanggung jawab atas terbitan asli kartun-kartun ini adalah Flemming Rose, seorang Yahudi.
Pada 5 Desember, setelah tuduhan dari para perevisi holocoust bahwa pemimpin-pemimpin Perang Dunia II tidak pernah menyebutkan holocoust orang-orang Yahudi di kamar-kamar gas. Richard Lynn, Profesor Emeritus di University of Ulster, melaporkan penelitiannya tentang masalah ini:
drkz72"Saya telah memeriksa tulisan dan pidato Perang Dunia II Churchill dan pernyataannya sangat tepat, tidak sekali pun dia menyebut "kamar gas Nazi", genosida orang Yahudi", atau "enam juta" korban Yahudi dalam perang".
Pada 6 Desember, David Cameron terpilih sebagai Pemimpin Partai Konservatif Inggris. Cameron adalah kesukaan lama Keluarga Rothschild. Cameron telah menjadi penasehat khusus Norman Lamont ketika dia menumbangkan ekonomi Inggris untuk Keluarga Rothschild pada tahun 1993. Cameron juga punya hubungan dengan keluarga kerajaan Inggris.

drkz73
David Cameron
Menariknya, organisasi "Conservative Friends of Israel (Teman-Teman Konservatif bagi Israel)" berkoar dengan bangga di situs mereka bahwa lebih dari dua pertiga anggota konservatif Inggris di parlemen adalah anggota organisasi mereka. Hal ini sungguh menjadi luar biasa, karena angka pemerintah resmi mengungkapkan bahwa orang-orang Yahudi hanya mewakili kurang dari setengah persen penduduk Inggris.
drkz74
David Irving
2006: Sejarawan Inggris, David Irving, dihukum 3 tahun penjara di Austria karena menyangkal holocoust orang-orang Yahudi pada Perang Dunia II. Penting untuk dicatat bahwa satu-satunya peristiwa sejarah yang bisa membuat anda ditangkap karena mempertanyakannya adalah holocoust ini.
Dinasti Rothschild di Asia
drkz75
David Sassoon
1830: David Sassoon (seorang Yahudi dan bankir Yahudi untuk David Sassoon and Co., dengan cabang-cabang di Cina, Jepang dan Hongkong) menggunakan monopoli perdagangan opium di daerah ini atas nama Rothschild, untuk mengendalikan Pemerintah Inggris untuk memperjualbelikan 18.956 peti opium. Ini menghasilkan jutaan Dollar bagi Keluarga Rothschild dan keluarga kerajaan Inggris.
1836: David Sassoon meningkatkan perdagangannya di Cina sampai lebih dari 30.000 peti opium pertahun, dan kecanduan obat-obatan di kota-kota pesisir menjadi endemis.
1839: Cina mengalami kecanduan opium yang merajalela yang mengisi kocek David Sassoon, keluarga kerajaan Inggris dan Keluarga Rothschild. Akibatnya, Kaisar Manchu memerintahkan perdagangan opium dihentikan. Dia memilih Komisioner Kanton, Lin Tse Hu, sebagai pemimpin kampanye melawan opium. Lin Tse Hu mengatur penyitaan 2.000 peti opium Sassoon dan membuangnya ke sungai. David Sassoon memberi tahu Keluarga Rothschild yang menuntut angkatan bersenjata Inggris untuk membalas demi melindungi bisnis perdagangan narkoba mereka.
drkz76
Treaty of Nankin 1842
Angkatan bersenjata Inggris menyerang kota dan memblokade pelabuhan. Tentara Cina sudah berkurang hingga tinggal sepersepuluhnya saja akibat kecanduan opium, dan terbukti bukan tandingan tentara Inggris. Perang berakhir pada tahun 1942 dengan penandatanganan Pakta Nanking, yang isinya:
  • Pengesahan penuh perdagangan opium di Cina
  • Kompensasi bagi David Sassoon 2 juta Poundsterling untuk opium yang dibuang ke dalam sungai oleh Lin Tse Hu
  • Kedaulatan Teritorial untuk Raja Inggris atas beberapa pulau lepas pantai yang dipilih.
  • Ketentuan-ketentuan berikut dirancang untuk menjamin Keluarga Rothschild, lewat boneka mereka, David Sassoon, hak untuk menyediakan opium bagi segenap penduduk Cina.
drkz77
J. Robert Oppenheimer
1945: Pada tanggal 16 Juli, dilakukan uji coba atom pertama yang berhasil di Situs Trinity, 200 mil ke Selatan Los Alamos. Penciptanya, J. Robert Oppenheimer, seorang Rothschild, yang menyatakan:
"Saya menjadi kematian, penghancur dunia".
Dan pada bulan itu juga, ledakan berikutnya di Jepang mengakibatkan matinya 140.000 orang di Hiroshima dan 80.000 orang di Nagasaki.
drkz78
Mao Tse Tung
1949: Pada 1 Oktober, Mao Tse Tung menyatakan didirikannya Republik Rakyat Cina (RRC) di lapangan Tiananmen, Beijing. Dia didanai oleh Komunisme yang diciptakan oleh Rothschild di Rusia dan ditangani oleh utusan-utusan Rothschild., yaitu:
  • Salomon Adler, mantan pejabat Bendahara Amerika Serikat yang juga mata-mata Soviet;
  • Israel Epstein, putera seorang Bolsheviks Yahudi yang dipenjara oleh Tsar Rusia karena berusaha menyulut revolusi di sana;
  • Frank Coe, pejabat terdepan IMF yang dimiliki oleh Rothschild
drkz791984: Mossad terjerumus masalah. Mereka melatih angkatan bersenjata khusus Sri Langka dan pemberontak Macan Tamil dari Sri Langka di sekolah pelatihan Mossad yang sama, Kfar Sirkin, Israel. Ini terjadi setelah menjual kursus latihan militer kepada kedua belah pihak, sebagai langkah maju dari Keluarga Rothschild yang mendanai kedua pihak dalam perang. Dan ketika kedua faksi pergi untuk kembali ke Sri Langka, tidak ada yang tahu bahwa musuh mereka dilatih di perkemahan yang sama oleh organisasi yang sama.
drkz80
Jenderal Zia ul Haq
1988: Pada tanggal 17 Agustus, Presiden Pakistan, Jenderal Zia ul Haq, dibunuh dalam sebuah kecelakaan udara. Duta Besar Amerika Serikat untuk India pada saat itu, John Dean, melaporkan kepada para atasannya bahwa dia punya bukti kalau Mossad berada di balik pembunuhan ini untuk mencegah Pakistan mengembangkan bom nuklir. Dean kemudian dituduh mempunyai ketidakseimbangan mental dan dibebaskan dari tugasnya di Departemen Hubungan Luar Negeri. Bagaimanapun, dia menolak untuk melepaskan pandangan ini dan membeberkannya kepada publik pada tahun 2005 ketika dia berusia 80 tahun.
Bolshevisme adalah pelepasan kepemilikan negara Kristen dunia sampai tingkat tidak ada modal tersisa di tangan orang Kristen. Dengan demikian, semua orang Yahudi bisa bersama-sama memimpin dunia dan menguasai tempat manapun yang mereka pilih" (George Pitter-Wilson)
Dinasti Rothschild di Afrika
drkz81
Lord Alfred Milner
drkz82
Cecil Rhodes

1899: Berdasarkan temuan jumlah kekayaan yang semakin bertambah besar dalam bentuk emas dan berlian di Afrika Selatan, Keluarga Rothschild, melalui utusan-utusan mereka yang bernama Lord Alfred Milner dan Cecil Rhodes, mengirim 400.000 serdadu Inggris ke sana untuk berperang melawan "musuh" yang terdiri dari 30.000 petani Boer bersenapan yang lebih memilih tidak meninggalkan tanah mereka.
Selama perang inilah perkemahan terpusat diciptakan, ketika Inggris mengumpulkan siapa pun yang bersimpati kepada para Boer, termasuk wanita dan anak-anak, lalu menempatkan mereka di perkemahan-perkemahan tidak sehat dan dijangkiti demam. Tentara Inggris Rothschild lalu menang perang, dan kekayaan besar emas dan berlian mengalir ke kocek Keluarga Rothschild.
drkz83drkz841972: World Health Organization (WHO, organisasi kesehatan dunia) melakukan program vaksinasi cacar besar-besaran untuk jutaan orang Afrika. Vaksin cacar ini ditempeli virus HIV/AIDS sehingga program pengurangan penduduk yang didukung oleh Rothschild bisa dimulai di kalangan penduduk berkulit hitam miskin yang tumbuh dengan kecepatan tinggi.
1994: Nelson Mandela terpilih menjadi menjadi Presiden Afrika Selatan yang digembar-gemborkan oleh penjilat media di seluruh dunia. Ketika media milik Yahudi memuji hari bersejarah tersebuat bahwa seorang pria berkulit hitam terpilih untuk memimpin Afrika Selatan.
drkz85
Nelson Mandela
Sebelumnya, Nelson Mandela menjalani 26 tahun di penjara akibat, di antara banyak hal lainnya, 193 tuduhan terorisme yang dilakukan sejak 1961 hingga 1963. Dia menyatakan di pengadilannya pada 1964:
"Saya tidak menyangkal bahwa saya melaksanakan sabotase itu".
Apa yang lalai media Yahudi sebutkan adalah bahwa Mandela yang kebetulan sebelum dikurung menulis pamflet "Cara Menjadi Komunis yang Baik", sekedar ditempatkan di penjara agar tidak ada gangguan bagi Afrika Selatan yang dijalankan oleh Keluarga Oppenheimer Rothschild dan khususnya bisnis-bisnis tambang emas dan berlian mereka.
Memang, Kepala Keluarga Oppenheimer sekarang, Harry Oppenheimer, memiliki 95 % tambang berlian dunia. Tidak mengejutkan bahwa media Yahudi lalai memberi tahu pembaca kenapa orang-orang kulit hitam di Afrika Selatan memang mendapatkan Afrika untuk rakyat Afrika, itu karena semua tambang emas dan berlian (kekayaan Afrika Selatan) masih dikendalikan oleh orang-orang Yahudi.
drkz86
Yossel Mashel Slovo
Maka tidak mengejutkan bahwa African National Conggress (ANC) di Afrika Selatan dibimbing oleh 2 orang Yahudi Komunis, yaitu Albie Sachs dan Yossel Mashel Slovo (Joe Slovo). Bahkan, ketika ANC Nelson Mandela mengambil alih Afrika Selatan, Slovo diangkat menjadi Menteri Perencanaan.
Akibatnya, negara itu menderita penurunan standard yang dramatis bagi penduduk kulit hitamnya, dan dengan cepat menurun ke status negara yang paling penuh kekerasan dan kejahatan. Infeksi AIDS melonjak sampai setidaknya 25 % penduduk kulit hitam. Penerus Mandela, Govan Mbela, setelah menjadi penerus Mandela sebagai Presiden, menyatakan bahwa kemiskinanlah, bukan HIV, penyebab AIDS.
drkz872000: Di Tanzania, dengan sekitar 1,3 juta orang sekarat akibat AIDS. Bank Dunia dan IMF yang bertanggung jawab atas ekonomi Tanzania sejak 1985, memutuskan Tanzania mengubah periksa gratis di rumah sakit. Mereka juga memerintahkan Tanzania untuk mengubah biaya sekolah dari sistem pendidikan yang sebelumnya gratis, lalu mengungkapkan keterkejutan ketika pendaftaran sekolah jatuh dari 80 % menjadi 66 %. Produk Domestik Bruto (PDB) Tanzania jatuh dari 309 Dollar menjadi 210 Dollar perkapita, standard melek huruf jatuh dan rasio kemiskinan melarat telah meningkat, meliputi 50 % penduduk.
drkz882004: Para pemimpin Islam di Nigeria Utara, mengklaim kampanye imunisasi United Nations Children's Fund (UNICEF, Dana Anak-Anak PBB) merupakan bagian dari plot Amerika Serikat untuk mengurangi penduduk daerah itu dengan menyebarkan AIDS dan alat-alat sterilisasi. Orang-orang Afrika berkaca uji-uji coba laboratorium mereka sendiri menunjukkan vaksin itu terkontaminasi. Untuk membuktikan vaksin itu aman, Pemerintah Amerika Serikat mengirim satu tim ilmuwan, pemimpin agama, dan lain-lainnya ke sana untuk menyaksikan uji-uji coba vaksin itu di laboratorium-laboratorium asing. Bagaimanapun, begitu uji-uji coba itu selesai, mereka menolak untuk merilis hasilnya.
Dinasti Rothschild di Timur Tengah
drkz89
Benjamin Disraeli
1875: Keluarga Rothschild mengendalikan Terusan Suez untuk melindungi kepentingan bisnis besar mereka di daerah itu. Maka Lionel de Rothschild (Anak Pertama Nathan Mayer Rothschild) memerintahkan Perdana Menteri Yahudi, Benjamin Disraeli, untuk membeli saham di Terusan Suez dari Khedive Said di Mesir. Keluarga Rothschild meminjamkan uang kepada Pemerintah Inggris untuk memudahkan pembelian ini. Karena mereka membutuhkan pemerintahan yang mereka kendalikan sehingga mereka bisa menggunakan kekuatan militer pemerintah tersebut untuk melindunginya.
1924: Edmond de Rothschild (Anak Jacob (James) Mayer Rothschild) mendirikan Palestine Jewish Colonization Association (PJCA) yang memperoleh tanah seluas lebih dari 500 Km2. Lalu dia mendirikan berbagai usaha bisnis di sana, termasuk mendirikan industri anggur Israel.
drkz90
Dr. Yaakov Yisrael Dehan
Pada 1 Juli, ketika Edmond de Rothschild meninggalkan rumah sakit Zedek Shaarei di Yerussalem, Dr. Yaakov Yisrael Dehan dibunuh oleh seorang Zionis bernama Avraham Tahomi. Ini adalah hasil dari pertemuan organisasinya antara delegasi para pemimpin ortodoks dan sekelompok pemimpin Arab yang dikepalai oleh Raja Abdullah. Dr. Dehan adalah pejuang perdamaian bersama para penghuni Arab veteran di tanah suci, kebalikan langsung dari apa yang diinginkan oleh para zionis.
1925: Ensiklopedia Yahudi tahun itu membuat pernyataan tentang keberadaan orang-orang Yahudi Ashkenazi (yang mewakili sekitar 90 % umat Yahudi) dengan pengakuan mengejutkan bahwa musuh orang Yahudi, yaitu Esau (juga dikenal sebagai Edom), sesungguhnya merupakan sebagian besar ras Yahudi.
drkz91
David Ben-Gurion
1946: Pada 12 Februari, David Ben-Gurion, orang yang akan menjadi Perdana Menteri Israel, seorang yahudi Ashkenazi, memerintahkan Menachem Begin, yang juga akan menjadi Perdana Menteri Israel, juga seorang Yahudi Ashkenazi, untuk melaksanakan sebuah serangan teoris terhadap Hotel King David di Palestina. Serangan itu bertujuan untuk berusaha dan mendesak Inggris keluar. Akibat kejadian ini, 91 orang terbunuh, kebanyakan mereka adalah rakyat sipil: 41 orang Arab, 28 orang Inggris, 17 orang Yahudi dan 5 orang lainnya. Sekitar 45 orang terluka.
drkz92
Menachem Begin
Ketika ditanya oleh seorang jurnalis ternama Russell Warren Howe, tentang apakah dia menganggap dirinya Bapak Terorisme di Timur Tengah. Menachem Begin dengan bangga menjawab:
"Tidak, di seluruh dunia".
1947: Inggris menyerahkan kendali atas Palestina kepada PBB. PBB memutuskan Palestina dibagi menjadi 2 negara. Satu Yahudi dan satu Arab, dengan Yerussalem tetap menjadi Zona Internasional yang dinikmati oleh semua keyakinan agama.
drkz93Padahal PBB tidak punya hak untuk memberikan properti Arab kepada siapapun. Orang Yahudi hanya memiliki 6 % dari total orang Palestina pada saat itu, tapi Resolusi PBB 181 menghibahkan 57 % tanah Palestina kepada Yahudi. Dengan demikian, orang Arab Palestina, yang pada saat itu sejumlah 94 %, hanya disisakan 43 %.
Serangan-serangan teror terhadap Inggris di Palestina berlanjut, selama musim panas, 3 teroris Yahudi (Jacob Weiss, Meir Nakar dan Aushalom Habib) ditemukan bersalah atas serangan terhadap penjara Acre pada 4 Mei 1947. Mereka akan dihukum gantung.
drkz94
Irgun
Pada waktu yang sama, geng teroris Irgun yang dikepalai oleh Menachen Begin, menahan 2 sersan Inggris, yaitu Mervyn Paice dan Clifford Martin, sebagai tawanan untuk 3 teroris Yahudi di atas.
Eksekusi para teroris dilakukan, dan para sersan Inggris ditemukan dieksekusi juga, digantung dari 2 pohon eukaliptus. Tidak puas dengan membunuh para prajurit Inggris ini, orang-orang Yahudi meranjau mayat mereka.
Menariknya, sebuah surat kabar Inggris, Daily Express, pada awalnya memasang di berita utama sebuah foto besar kedua prajurit ini digantung di pohon, tapi halaman depan ini sudah dihapus dari arsip Daily Express. Pemilik Daily Express adalah Richard Desmond, seorang pornografi Yahudi.
drkz95
Lehi (“Fighters for the Freedom of Israel”), also known as the Stern Gang
1948: Pada dini hari tanggal 19 April, 132 teroris Yahudi dari geng Irgun yang dipimpin oleh Menachem Bagin, dan geng Stren yang dipimpin oleh Yitzhak Shamir memimpin pembantaian 200 pria, wanita dan anak-anak saat mereka sedang tidur dengan damai di sebuah desa Arab bernama Deir Yassin.
Sesudah PBB mengubah Palestina menjadi sebuah negara Yahudi merdeka dan sebuah negara Arab merdeka pada 15 Mei 1948, orang-orang Israel meluncurkan serangan militer lainnya kepada orang-orang Arab (Palestina) dengan alat-alat pengeras suara di atas truk-truk yang meraung-raung kepada orang-orang Arab bahwa kalau mereka tidak segera pergi, mereka akan dibantai.
Sebanyak 800.000 orang Arab yang teringat pembantai Deir Yassin kabur dengan panik sambil meninggalkan akta kelahiran mereka. Negara Israel kemudian meluluskan hukum bahwa hanya orang Arab yang bisa membuktikan kewarganegaraan mereka yang boleh kembali ke tanah mereka. Itu berarti 400.000 orang Arab tidak bisa kembali dan kehilangan semua properti yang mereka miliki di sana.
Setelah rangkaian kejahatan perang genosida perbuatan Yahudi ini, orang-orang Yahudi sekarang menguasai 78 % bekas Palestina, dibandingkan dengan 57 % yang telah diberikan kepada mereka secara illegal oleh PBB yang dikendalikan oleh Yahudi. Ironisnya, orang-orang Arab, banyak di antara mereka orang Kristen, tidak akan pernah mendapat ganti rugi atas rumah, properti dan bisnis yang dicuri dari mereka selama genosida ini.
1954: Agen-agen Israel merekrut warga Mesir keturunan Yahudi untuk mengebom sasaran-sasaran Barat di Mesir, untuk mengkambinghitamkan orang-orang Arab. Ini jelas merupakan usaha untuk merusak hubungan Amerika dan Mesir. Menteri Pertahanan Israel, seorang Yahudi Ashkenazi bernama Pinhas Lavon akhirnya dicopot dari jabatannya, meskipun banyak orang berpikir sesungguhnya David Ben-Gurion lah yang bertanggung jawab.
drkz96
Pinhas Lavon
1957: Dalam sebuah invansi gabungan Inggris, Israel dan Perancis di Terusan Suez, Ariel Sharon mengomando unit-unit yang membunuh tawanan-tawanan perang Mesir, begitu pula para pekerja sipil Sudan yang ditangkap oleh orang-orang Yahudi. Total 273 tahanan tak bersenjata dieksekusi dan dibuang ke kuburan-kuburan massal. Cerita ini dipendam selama hampir 40 tahun sampai muncul edisi 16 Agustus 1995 London Daily Telegraph.
1967: Perlakuan orang-orang Yahudi terhadap orang-orang Palestina akhirnya menyulut kemarahan dunia Arab terutama di Mesir, Yordania dan Suriah untuk bersiap-siap di perbatasan Israel. Ketiga negara ini mendadak diserang oleh Israel, akibatnya, Sinai dicuri dari Mesir, sedangkan West Bank dan sungai Yordania dicuri dari Yordania. Bahkan pada 9 Juni 1967, Israel secara illegal menduduki Dataran Tinggi Golan yang direbutnya dari Suriah. Daerah ini lalu menyediakan sepertiga air bersih Israel.
1973: Dalam usaha untuk mendapatkan tanah-tanah yang dicuri Israel tersebut. Mesir, Yordania, Suriah dan Irak menyerang Israel dan mendesak pasukan Israel untuk mundur. Karena Israel terancam kalah, pemerintah Amerika Serikat yang dikendalikan oleh Yahudi mengirim banyak peralatan dan persenjataan militer Amerika Serikat dari uang pajaknya untuk mendukung tentara Israel. Bahkan Pemerintah Amerika Serikat menyiagakan angkatan bersenjata Amerika Serika baik di Jerman maupun di Fort Bragg, Carolina Utara sehingga sewaktu-waktu bisa dikirim ke Israel untuk membantu tentara Israel dalam perang ini.
1977: Pada tanggal 25 Desember, Knesset Israel meluluskan hukum anti missionaris, 5738-1977, yang mendekritkan bahwa kalau ada orang Kristen non-Yahudi memberikan sebuah Perjanjian Baru kepada seorang Israel, dia bisa dipenjara sampai 5 tahun.
1978: Pada bulan Maret, tentara Israel memasuki Lebanon Selatan dan menduduki bentangan tanah 6 mil ke utara perbatasan mereka. Peristiwa ini akibat serangan kepada Israel dengan terbunuhnya 30 orang penumpang sebuah bus. Dari situ mereka meluncurkan serangan-serangan bom Cluster tanpa pandang bulu. Serangan ini mengakibatkan kematian lebih dari 1.500 orang Lebanon dan Palestina, kebanyakan di antara mereka adalah rakyat sipil.
drkz97
Kurt Waldheim
1981: Pada tanggal 10 Juli, kekerasan lagi-lagi meledak di Lebanon Selatan dan Israel lagi-lagi membombardir Beirut hingga membunuh 450 orang. Menurut Kurt Waldheim, Sekretaris Jenderal PBB, angkatan udara Israel membombardir sasaran-sasaran Palestina di Lebanon Selatan.
drkz98
Pembantaian Shabra dan Shatila yang dilakukan Israel Terhadap Penduduk Sipil Lebanon
1982: Dari 16 sampai dengan 18 September, Ariel Sharon, seorang Yahudi Ashkenazi sekaligus orang yang akan menjadi Perdana Menteri Israel lalu Menteri Pertahanan, dengan hati-hati mengatur invansi Israel ke Lebanon, yang menyediakan penerangan udara untuk memudahkan pembunuhan antara 1.000 sampai 2.000 wanita dan anak-anak dalam pembantaian Sabra dan Shatilla. Mereka menyebut operasi ini dalam Yahudi Inggris, "Operasi Kedamaian untuk Galilee". Sharon lalu mengalihkan perhatiannya ke ibukota Beirut, dan dalam rangkaian serangan udara terhadap sasaran-sasaran sipil, setidaknya 18.000 rakyat sipil Lebanon dan Palestina terbunuh.
drkz99
Yasser Arafat
Publik diberitahukan alasan invansi illegal terhadap Lebanon untuk menghentikan serangan-serangan lintas perbatasan oleh para gerilyawan Palestina di Lebanon Selatan terhadap pemukiman-pemukiman utara Israel. Bagaimanapun, alasan sesungguhnya baru diketahui ketika penjagalan ini dihentikan, begitu pemimpin Palestinian Liberation Organisation (PLO, Organisasi Pembebasan Palestina), Yasser Arafat, yang tinggal di Beirut, kabur ke Tunisia.
drkz100
Achille Lauru
1985: Israel menjalankan "Operasi Hitam" di kapal pesiar "Achille Lauru", ketika kapal itu berlayar dari Alexandria ke Port Said, Mesir. Kapal ini dibajak, Israel semakin memperburuk posisinya, ketika seorang penumpang berkursi roda, seorang Yahudi Amerika, Leon Klinghoffer, dieksekusi dan dilempar ke luar kapal, menyebabkan seluruh dunia marah, terutama di Amerika. Lebih jauh lagi, orang-orang Yahudi memastikan hal ini menjadi berita utama hari itu di seluruh dunia di media cetak dan televisi.
drkz101Taktik ini dijelaskan dalam buku "Profits of War (Keuntungan Perang)". Di dalamnya mantan penasehat intelijen khusus untuk Perdana Menteri Israel, Yitzhak Shamir, Ari Ben-Menashe, menjelaskan bagaimana intelijen Israel telah mendanai kelompok-kelompok teror Palestina untuk melakukan serangan kepada sasaran-sasaran Israel, agar dunia terutama Amerika, bersimpati kepada Israel dan orang-orang Yahudi serta membenci orang-orang Palestina.
1991: Menyusul invansi Irak terhadap Kuwait pada 2 Agustus 1990, pada 6 januari 1991, Amerika Serikat dan Inggris memulai rentetan pengeboman udara ke sasaran-sasaran di dalam Irak. Pada 24 Februari, rentetan serangan darat di mulai yang berlangsung selama 100 jam sampai 28 Februari, ketika sebuah kejahatan terjadi.
Kejahatan ini adalah pembantaian 150.000 tentara Irak dengan bahan bom udara bahan bakar. Orang-orang Irak ini melarikan diri lewat jalan tol yang padat dari Kuwait ke Basrah. Presiden George Herbert Walker Bush memerintahkan pesawat udara Amerika Serikat dan unit-unit darat untuk membunuh tentara yang menyerah ini, yang kemudian di buldozer ke dalam kuburan massal tanpa tanda di gurun pasir.
drkz102Kejadian ini bertepatan dengan jatuhnya Hari Purim (hari libur Yahudi) pada tahun tersebut. Inilah hari orang-orang Yahudi merayakan kemenangan mereka atas Babilonia kuno yang sekarang bertempat di dalam batas-batas Irak, dan hari ketika orang-orang yahudi didorong untuk mendapatkan pembalasan berdarah terhadap musuh-musuh mereka, yang Purim nyatakan pada dasarnya adalah semua orang non-Yahudi.
drkz103
Hizbullah
1993: Pada 25 Juli, tentara Israel meluncurkan "Operasi Pertanggungjawaban" terhadap Lebanon Selatan sebagai tanggapan terhadap serangan tentara Hizbullah yang membunuh 7 prajurit Israel di Israel Utara. Serangan Israel ini merupakan rangkaian serangan udara sepanjang minggu yang membunuh 130 rakyat sipil Lebanon dan 300.000 orang lainnya terpaksa melarikan diri dari rumah mereka.
1994: Pada 25 Februari, tepatnya pada hari Purim, di Israel, Dr. Baruch Kappel Goldstein, yang melayani sebagai seorang dokter di Israeli Defense League (IDF, Liga Pertahanan Israel), dan merupakan keturunan langsung dari Rabi Shneur Zalman dari Liadi, pendiri gerakan Chabad Lubavitch, memasuki mesjid cave of the Patriachs (gua para kepala keluarga) saat shalat dan membunuh 29 orang muslim serta melukai 125 orang lainnya. Dia melakukan ini dengan menembaki mereka dengan sebuah senjata otomatis. Akhirnya dia kalah jumlah oleh orang-orang yang selamat dan dihajar sampai mati.
Hanya 2 hari setelah pembantaian Goldstein, Rabi Yaacov Perrin menyatakan:
"Satu juta orang Arab tidak sebanding dengan kuku jari seorang Yahudi".
1996: dalam rangkaian serangan militer Israel terhadap tentara Hizbullah di Lebanon Selatan yang disebut "Operation Grapes of Wrath (Operasi Anggur Kemurkaan)", tentara Israel melancarkan semua roket kepada sebuah ambulans di Beirut, membunuh 6 orang rakyat sipil, yaitu 2 wanita dan 4 anak-anak.
Kurang dari seminggu kemudian, tepatnya pada 18 April, Israel melakukan "Tragedi yang Mengerikan" lagi ketika mereka dengan sengaja menembaki sebuah perkemahan perlindungan PBB di desa Qana, Lebanon Selatan, membunuh 106 rakyat sipil Lebanon yang sedang mengungsi di sana. Mereka mengungsi ke sana karena tahu tempat itu disetujui menjadi tempat tanpa pertempuran antara tentara Hizbullah dan Israel yang sedang berperang.
drkz104
Isarel Membantai Pengungsi Palestina di Jenin dan West Bank
2002: Perdana Menteri Israel, seorang penjahat perang, Ariel Sharon, memerintahkan genosida Yahudi lainnya dengan pembantaian di perkemahan pengungsi Jenin di West Bank. Sebagai tanggapan atas pembunuhan ini, Presiden Bush awalnya menuntut tentara Israel langsung ditarik dari kota-kota Palestina. Ariel Sharon secara publik menolak melakukannya. Bush pada 18 April 2002 menyatakan hal berikut ini:
"Ariel Sharon adalah orang yang damai".
drkz105
Rachel Corrie
2003: Pada 16 Maret, seorang Amerika berusia 23 tahun, Rachel Corrie, pergi ke jalur gaza untuk melindungi orang-orang Palestina dari kejahatan perang Israel yang dilakukan di sana. Dia terbunuh saat berusaha mencegah penggusuran rumah seorang ahli farmasi Palestina, yang tinggal bersama isterinya dan 3 anak mereka yang masih kecil. Ketika Corrie berdiri di depan rumah ini untuk memprotes di depan sebuah Buldozer Caterpillar D9 milik Israeli Defence Force (IDF), dia dengan sengaja dilindas oleh supir Buldozer itu.
Amerika Serikat tidak melakukan apa-apa untuk mengkritik Israel atas peristiwa ini. Amerika Serikat menerima saja alasan mereka bahwa ini adalah kecelakaan. Padahal beberapa saksi mata yang tanpa ragu berkata bahwa tindakan ini disengaja dan bahkan ada bukti foto ketika pembunuhan ini terjadi di siang hari, Corrie sedang mengenakan jaket orange terang.
drkz106
HAMAS
2006: Hamas terpilih berkuasa dalam pemilihan umum Palestina. Israel menuntut agar bantuan dihentikan untuk Palestina, dan dilakukan dengan taat oleh Amerika Serika, Uni Eropa dan Kanada. Ini untuk mendukung cita-cita jangka panjang Israel, yaitu genosida seluruh rakyat Palestina yang menolak meninggalkan Palestina.
Mantan Agen Mossad, Victor Ostrovsky, meramalkan bahwa terjadinya hal ini pada halaman 252 di dalam bukunya "The Other Side of Deception", yang diterbitkan pada tahun 1994:
"Kalau Mossad bisa mengatur agar Hamas (Partai Perjuangan Sejati Rakyat Palestina) mengambil alih jalan-jalan Palestina dari PLO, maka rencana itu terbukti benar".
Rencana yang dimaksudkannya adalah mendukung elemen-elemen radikal muslim sehingga para fundamentalis tersebut tidak akan bisa bernegosiasi dengan Barat.
Pada 12 Juli, 2 prajurit Israel menyasar ke wilayah Lebanon dan ditangkap sebagai tahanan perang oleh tentara Lebanon. Media Yahudi di seluruh dunia berteriak bahwa mereka diculik, tapi tidak menyebutkan fakta bahwa Israel telah menangkap dan memenjarakan lebih dari 9.000 orang Palestina tanpa peradilan. Israel mulai mengebom Lebanon tanpa pandang bulu.
Sehubungan dengan 9.000 orang palestina yang dipenjara tanpa peradilan. Artikel 111 hukum Israel memandatkan bahwa pemerintah boleh menahan siapapun selama waktu yang tidak terbatas, tanpa peradilan dan tanpa menyatakan tuntutannya.
Ketika media Yahudi melaporkan konflik antara Israel dan Lebanon ini, mereka tidak menyebutkan jumlah penganut Kristen di Lebanon yang mencapai 40-45 % dari populasi penduduknya. Mereka malah menggambar Lebanon sebagai segerombolan teroris Al-Qaeda muslim yang jahat. Dalam sebulan, lebih dari 1.000 pria, wanita dan anak-anak Lebanon terbunuh. Ratusan ribu orang terluka, dan seperempat penduduk negara itu mengungsi.
drkz107
Ehud Olmert
Perang berakhir dengan Israel menarik diri, banyak orang Yahudi tidak puas dengan hasil akhir dan menuduh Perdana Menteri Ehud Olmert kalah dalam perang ini. Bagaimanapun, ketika dia hadir di hadapan Komite Urusan Asing dan Pertahanan Knesset pada 5 September 2006, dia menyatakan:
"Klaim bahwa kita kalah tidak punya landasan, setengah Lebanon hancur, apakah itu kekalahan?"
"Tidak akan pernah ada retorika Hak Asasi Manusia pada orang-orang Yahudi. Kalau pun ada, itu pasti sebuah kesalahan".
Sumber: Prime Idea

10 komentar:

  1. Halo, saya bernama MORAIDA LUNA. Saya ingin menggunakan media ini untuk mengingatkan semua pencari pinjaman sangat berhati-hati karena ada penipuan di mana-mana. Beberapa bulan yang lalu aku tegang finansial, dan karena putus asa, saya telah scammed oleh beberapa lender online. Aku hampir kehilangan harapan sampai seorang teman saya merujuk saya ke pemberi pinjaman sangat handal bernama Ibu Amanda yang meminjamkan pinjaman tanpa jaminan dari $ 53.000 dalam waktu kurang dari 24 jam tanpa tekanan atau stres dengan tingkat bunga hanya 2%. Saya sangat terkejut ketika saya memeriksa saldo rekening bank saya dan menemukan bahwa jumlah i diterapkan untuk dikirim langsung ke rekening saya tanpa penundaan. Karena itu saya berjanji saya akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman dengan mudah tanpa stres. Jadi jika Anda membutuhkan setiap pinjaman apapun, hubungi dia melalui email nya: amandarichardsonloanfirm@gmail.com.
    Anda juga dapat menghubungi saya di email saya moraidaluna@gmail.com.
    Sekarang, semua saya lakukan adalah mencoba untuk bertemu dengan pembayaran pinjaman saya yang saya kirim langsung ke rekeningnya bulanan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya ingin berbagi cerita kepada anda bahwa saya ini IBU PUSPITA seorang TKI dari malaysia dan secara tidak sengaja saya buka internet dan saya melihat komentar ibu hayati yg dari honkong tentan MBAH KABOIREN yg telah membantu dia menjadi sukses dan akhirnya juga saya mencoba menghubungi beliau dan alhamdulillah beliau mau membantu saya untuk memberikan nomor toto 6D dan alhamdulillah itu betul-betul terbukti tembus,kini saya sangat berterimakasih banyak kepada MBAH KABOIREN dan jika anda ingin seperti saya silahkan hubungi MBAH KABOIREN di 085-260-482-111,saya juga tidak lupa mengucap syukur kepada ALLAH karna melalui MBAH KABOIREN saya juga sudah bisa sesukses ini dan jangan mudah percaya kepada MBAH yg lain selain MBAH KABOIREN karna saya juga pernah mengalami yg namanya dibohongin sama para normal yg lain,ini bukan rekayasa dari saya melainkan ini kisah nyata dari seorang TKI....Untuk yg punya rum erimakasih atas tumpangannya. KLIK _ GHOB _ 2D 3D _ 4D _ 6D _ DISINI












      Saya ingin berbagi cerita kepada anda bahwa saya ini IBU PUSPITA seorang TKI dari malaysia dan secara tidak sengaja saya buka internet dan saya melihat komentar ibu hayati yg dari honkong tentan MBAH KABOIREN yg telah membantu dia menjadi sukses dan akhirnya juga saya mencoba menghubungi beliau dan alhamdulillah beliau mau membantu saya untuk memberikan nomor toto 6D dan alhamdulillah itu betul-betul terbukti tembus,kini saya sangat berterimakasih banyak kepada MBAH KABOIREN dan jika anda ingin seperti saya silahkan hubungi MBAH KABOIREN di 085-260-482-111,saya juga tidak lupa mengucap syukur kepada ALLAH karna melalui MBAH KABOIREN saya juga sudah bisa sesukses ini dan jangan mudah percaya kepada MBAH yg lain selain MBAH KABOIREN karna saya juga pernah mengalami yg namanya dibohongin sama para normal yg lain,ini bukan rekayasa dari saya melainkan ini kisah nyata dari seorang TKI....Untuk yg punya rum erimakasih atas tumpangannya. KLIK _ GHOB _ 2D 3D _ 4D _ 6D _ DISINI

      Hapus
  2. aya ibu hayati ingin berbagi cerita kepada anda semua bahwa saya yg dulunya cuma seorang TKW di HONGKONG jadi pembantu rumah tangga yg gajinya tidak mencukupi keluarga dikampun,jadi TKW itu sangat menderita dan disuatu hari saya duduk2 buka internet dan tidak disengaja saya melihat komentar orang tentan MBAH KABOIRENG dan katanya bisa membantu orang untuk memberikan nomor yg betul betul tembus dan kebetulan juga saya sering pasan nomor di HONGKONG,akhirnya saya coba untuk menhubungi MBAH KABOIRENG dan ALHAMDULILLAH beliau mau membantu saya untuk memberikan nomor,dan nomor yg diberikan MBAH KABOIRENG meman betul2 terbukti tembus dan saya sangat bersyukur berkat bantuan MBAH KABOIRENG kini saya bisa pulang ke INDONESIA untuk buka usaha sendiri,,munkin saya tidak bisa membalas budi baik MBAH KABOIRENG sekali lagi makasih yaa MBAH dan bagi teman2 yg menjadi TKW atau TKI seperti saya,bila butuh bantuan hubungi saja MBAH KABOIRENG DI 085-260-482-111 insya ALLAH beliau akan membantu anda.Ini benar benar kisah nyata dari saya seorang TKW.. KLIK GHOB 2D 3D 4D 6D DISINI















    Saya ibu hayati ingin berbagi cerita kepada anda semua bahwa saya yg dulunya cuma seorang TKW di HONGKONG jadi pembantu rumah tangga yg gajinya tidak mencukupi keluarga dikampun,jadi TKW itu sangat menderita dan disuatu hari saya duduk2 buka internet dan tidak disengaja saya melihat komentar orang tentan MBAH KABOIRENG dan katanya bisa membantu orang untuk memberikan nomor yg betul betul tembus dan kebetulan juga saya sering pasan nomor di HONGKONG,akhirnya saya coba untuk menhubungi MBAH KABOIRENG dan ALHAMDULILLAH beliau mau membantu saya untuk memberikan nomor,dan nomor yg diberikan MBAH KABOIRENG meman betul2 terbukti tembus dan saya sangat bersyukur berkat bantuan MBAH KABOIRENG kini saya bisa pulang ke INDONESIA untuk buka usaha sendiri,,munkin saya tidak bisa membalas budi baik MBAH KABOIRENG sekali lagi makasih yaa MBAH dan bagi teman2 yg menjadi TKW atau TKI seperti saya,bila butuh bantuan hubungi saja MBAH KABOIRENG DI 085-260-482-111 insya ALLAH beliau akan membantu anda.Ini benar benar kisah nyata dari saya seorang TKW.. KLIK GHOB 2D 3D 4D 6D DISINI

    BalasHapus
  3. hola
      
    Soy compañía de préstamos Marcos Pullen Pullen CEO. A registrados prestamistas de préstamos privados. Me hacen de los servicios financieros (préstamos), y dar préstamos a bajo tipo de interés del 2% a los discapacitados financieramente. personas, empresas, individuos, empresas y personas en la sociedad. Y también patrocina a unlish acieve tu talento y tus metas, damos préstamos que van desde $ 2,000 USD o más. Contacte con nosotros en Email: loanfinder2015@gmail.com

    BalasHapus
  4. hola
      
    Soy compañía de préstamos Marcos Pullen Pullen CEO. A registrados prestamistas de préstamos privados. Me hacen de los servicios financieros (préstamos), y dar préstamos a bajo tipo de interés del 2% a los discapacitados financieramente. personas, empresas, individuos, empresas y personas en la sociedad. Y también patrocina a unlish acieve tu talento y tus metas, damos préstamos que van desde $ 2,000 USD o más. Contacte con nosotros en Email: loanfinder2015@gmail.com

    BalasHapus
  5. hola
      
    Soy compañía de préstamos Marcos Pullen Pullen CEO. A registrados prestamistas de préstamos privados. Me hacen de los servicios financieros (préstamos), y dar préstamos a bajo tipo de interés del 2% a los discapacitados financieramente. personas, empresas, individuos, empresas y personas en la sociedad. Y también patrocina a unlish acieve tu talento y tus metas, damos préstamos que van desde $ 2,000 USD o más. Contacte con nosotros en Email: loanfinder2015@gmail.com

    BalasHapus
  6. hola
      
    Soy compañía de préstamos Marcos Pullen Pullen CEO. A registrados prestamistas de préstamos privados. Me hacen de los servicios financieros (préstamos), y dar préstamos a bajo tipo de interés del 2% a los discapacitados financieramente. personas, empresas, individuos, empresas y personas en la sociedad. Y también patrocina a unlish acieve tu talento y tus metas, damos préstamos que van desde $ 2,000 USD o más. Contacte con nosotros en Email: loanfinder2015@gmail.com

    BalasHapus
  7. hola
      
    Soy compañía de préstamos Marcos Pullen Pullen CEO. A registrados prestamistas de préstamos privados. Me hacen de los servicios financieros (préstamos), y dar préstamos a bajo tipo de interés del 2% a los discapacitados financieramente. personas, empresas, individuos, empresas y personas en la sociedad. Y también patrocina a unlish acieve tu talento y tus metas, damos préstamos que van desde $ 2,000 USD o más. Contacte con nosotros en Email: loanfinder2015@gmail.com

    BalasHapus
  8. HANDPHONE ORIGINAL TERPERCAYA. Nikmati Keuntungan Berbelanja Dengan Hrg Relatif Murah,Super Promo.Kami Menawarkan Berbagai Jenis Type HP,Laptop,Camera,dll,Garansi Resmi Distributor dan Garansi TAM ....
    Semua Produk Kami Baru dan Msh Tersegel dLm BOX_nya.
    BERMINAT HUB-SMS:0857-3112-5055 ATAU KLIK WEBSITE RESMI KAMI http://www.alpha-shopelektronik.blogspot.com/
    BlackBerry>Samsung>Nokia>smartfrend>Apple>Acer>Dell>Nikon>canon>DLL

    Dijual

    Ready Stock !
    BlackBerry 9380 Orlando - Black
    Rp.900.000,-

    Ready Stock !
    BlackBerry Curve 8520 Gemini
    Rp.500.000,-

    Ready Stock !
    BlackBerry Bold 9780 Onyx 2
    Rp.800.000,-

    Ready Stock !
    Blackberry Curve 9320
    Rp.700.000,-

    Ready Stock !
    Samsung Galaxy Tab 2 (7.0)
    Rp. 1.000.000

    Ready Stock !
    Samsung Galaxy Nexus I9250 - Titanium Si
    Rp.1.500.000,-

    Ready Stock !
    Samsung Galaxy Note N7000 - Pink
    Rp.1.700.000

    Ready Stock !
    Samsung Galaxy Y S5360 GSM - Pure White
    Rp.500.000,-

    Ready Stock !
    Nokia Lumia 800 - Matt Black
    Rp.1.700.000,-

    Ready Stock !
    Nokia Lumia-710-white
    Rp. 900.000,-

    Ready Stock !
    Nokia C2-06 Touch & Type - Dual GSM
    Rp.450.000,-

    Ready Stock !
    Nokia Lumia 710 - Black
    Rp. 900.000,-

    Smartfren Andromax Z
    Rp.1,500.000

    Smartfren Andromax U Limited Edition
    Rp.1.000.000

    Tablet Asus Eee Pad Slider SL 1O1
    Rp.2.000.000

    Tablet Asus Memo Pad ME172 V
    RP.800.000

    Lenovo ldea Pad B490
    Rp.2.000.000

    Lenovo think Pad edge A86
    RP.1.500.000

    Ready Stock !
    Apple iPhone 4S 16GB (dari XL) - Black
    Rp.1.200.000,-

    Ready Stock !
    Apple iPhone 4S 16GB (dari Telkomsel)
    Rp.1.200.000,-

    Ready Stock !
    Apple iPod Touch 4 Gen 8GB
    Rp.700.000

    Ready Stock !
    APPLE iPod Nano 8GB - Pink
    Rp.500.000,-

    Ready Stock !
    Acer Aspire 4752-2332G50Mn Core i3 Win7 Home
    Rp 1.300.000

    Ready Stock !
    Acer Aspire S3-951-2364G34iss
    Rp. 1.200.000,-

    Ready Stock !
    Acer Aspire 5951G Core i7 2630 Win 7
    Rp. 2.500.000,-

    Ready Stock !
    Acer Aspire 4755G Core i5 2430 Win 7 Home Premium Green
    Rp. 2.500.000,-

    Ready Stock !
    Nikon D7000 kit 18-105mm
    Rp.1.700.000

    Ready Stock !
    Nikon D90 Kit 18-105mm Vr
    Rp 1.300.000

    Ready Stock !
    Nikon Coolpix L 120 Red
    Rp. 900.000

    Ready Stock !
    Nikon Coolpix P 500 Black
    Rp 1.000.000

    ALPHA SHOP
    alpha-shopelektronik.blogspot.com

    BalasHapus
  9. yg koment soax2...xixixixixixixixixixixii

    BalasHapus