Kamis, 17 Mei 2012

..Utang RI 'Menggunung', Hatta Ajak Masyarakat Hemat >>.......Menko Perekonomian Hatta Rajasa menegaskan untuk mengurangi utang maka diperlukan penghematan yang dilakukan oleh seluruh masyarakat. Masyarakat diminta jangan manja....>>>..."Kita menuju balance budget tapi kalau mau menuju balance budget anggaran yang seimbang, maka harus berani hemat. Jangan BBM tidak boleh naik, tapi tidak mau hemat, jangan BBM tidak boleh naik, tapi Alphard isi Premium, ya itu namanya sarua jeung bohong," ujar Hatta saat ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (9/4/2012)....>>> Hmmh... Konon Pk Dakhlan Iskan malah senang dengan Utangan,,, kan masih sedikit.... kurang banyak....???? Kok... ini Pk Hatta Rajasa... malah wanti2.... Hutang Negara kita sudah banyak... dan kita harus berhemat.....??? Lho kok ada apa di Negeri ini.... Yang satu pihak.. ingin agar kita... waspada dan hati2...>>> Tetapi Diphak lain... malah Ok2 saja... Hutang itungan banyak itu gak apa2.... Tokh bukan Pk Menteri dan Presiden ini yang musti bayar....??? Juga ada anggota DPR yang konon juga menyokong tambahan Utangan...ini.. hehehe....???? Bagi2 yahh... kalau kamu2 sekalian itu,, kalau dapat uang utangan...>>> Tokh kamu2 itu kan bisa kabur keluar negeri... Dan Rakyat disini.. yang dikemek2 oleh Negara Pemberi Utangan.. itu..??? Hehe... Dasar Tuan2 Besar itu pintar2.... menjadi Pendusta...??? Untung masih ada yang sadar..dan waras.. Pk Hatta.... Kita harus hati2 ... dan waspada....>>> Stop Hutangan... dan aturlah APBN itu agar tidak foya2... dan berlebihan... >>> Hayyo biasakan kerja bener...jujur... terencana... dan sesuai kemampuan....>>> Bukan membenarkan kebiasaan yang mungkin saja selama ini sesungguhnya... adalah sangat buruk... bahkan diharamkan agama... yaitu... suka Utangan dan kebiasaan berlebihan...dan pamer2 sok kaya... >>> Padahal Rakyat masih sangat miskin...Pertanian terpuruk- Pelabuhan-jalan2-Jembatan2 dan infra struktur lainnya hancur2an... >>> Kok malah belanja pesawat mewah untuk Presiden...- Mobil mewah untuk Menteri2 dan DPR-Jalan2 ke LN dan ber-foya2 dengan keluarga...dengan budget Negara-Rakyat.... >> Nah ... Malahan ingin dengan akal2an...APBN 2012 diakal-okol... oleh Tokoh2 Demokrat-Golkar-PPP-PKB-PAN dengan permainan ayat2 tipu muslihat... yang konon... akan tetap menaikan BBM...dengan cara2 tipu2...??? >>> Berikut daftar 3 besar negara pemberi utang ke Indonesia: Jepang, nilainya US$ 29,69 miliar (44%) Prancis, nilainya US$ 2,66 miliar (3,9%) Jerman, nilainya US$ 2,32 miliar (3,4%) Utang bilateral lainnya, senilai US$ 9,19 miliar (13,6%). Selain negara, utang luar negeri Indonesia juga didapat dari lembaga multilateral yang totalnya US$ 23,32 miliar. Berikut daftar lembaga multilateral pemberi utang terbesar ke Indonesia: Bank Pembangunan Asia (ADB/Asian Development Bank), nilainya US$ 10,63 miliar (15,7%) Bank Dunia US$ 12,23 miliar (18,1%) Bank Pembangunan Islam (Islamic Development Bank/IDB), nilainya US$ 470 juta Lembaga multilateral lainnya, senilai US$ 230 juta (0,3%) ...


Utang RI 'Menggunung', Hatta Ajak Masyarakat Hemat 
Ramdhania El Hida - detikFinance. http://finance.detik.com/read/2012/04/09/185351/1888259/4/utang-ri-menggunung-hatta-ajak-masyarakat-hemat



Jakarta
Menko Perekonomian Hatta Rajasa menegaskan untuk mengurangi utang maka diperlukan penghematan yang dilakukan oleh seluruh masyarakat. Masyarakat diminta jangan manja.
"Kita menuju balance budget tapi kalau mau menuju balance budget anggaran yang seimbang, maka harus berani hemat. Jangan BBM tidak boleh naik, tapi tidak mau hemat, jangan BBM tidak boleh naik, tapi Alphard isi Premium, ya itu namanya sarua jeung bohong," ujar Hatta saat ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (9/4/2012).
Menurut Hatta, pemerintah tetap berupaya untuk terus mengurangi utang baru. Namun, lanjut Hatta, jika utang tersebut digunakan untuk pembiayaan infrastruktur maka tidak ada salahnya untuk berutang.
"Kita tidak ingin ada utang baru tapi kalau ingin membiayai pembangunan dan dana itu produktif untuk membiayai infrastruktur ya harus kita lakukan walaupun kita menjaga rasio itu menurun, itu yang paling penting sekarang 25 persen terhadap GDP itu, atau utang terhadap GDP itu, itu yang harus kita jaga agar tidak membebani negara," tegasnya.
Pada tahun ini, Hatta menyatakan utang tetap ditahan di bawah 3 persen atau sekitar 2,23 persen.
"Makanya defisit kita jaga di 2,23 persen ditambah 0,5 defisit daerah maka kita perkirakan harus di angka 190 itu defisit kita, dari 1500 triliun belanja negara maka defisit 2,23 persen dari GDP kita," pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, total utang pemerintah Indonesia hingga Februari 2012 mencapai Rp 1.844,96 triliun naik Rp 41,47 triliun dari akhir 2011 yang nilainya mencapai Rp 1.803,49 triliun. Secara rasio terhadap PDB, utang pemerintah Indonesia berada di level 25,5% pada Februari 2012.
Jika dihitung dengan denominasi dolar AS, jumlah utang pemerintah di Februari 2012 mencapai US$ 203,08 miliar jumlah ini naik dari posisi di akhir 2011 yang mencapai US$ 198,89 miliar. (nia/dru)

Ini Daftar Negara Pemberi Utang ke RI 
Wahyu Daniel - detikFinance  http://finance.detik.com/read/2012/04/09/133548/1887856/4/ini-daftar-negara-pemberi-utang-ke-ri

Foto: Reuters
Jakarta
Total utang luar negeri pemerintah posisi terakhir mencapai US$ 67,42 miliar atau sekitar Rp 606,7 triliun. Siapakah negara pemberi utang ke Indonesia?
Dikutip dari data Ditjen Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan, per 29 Februari 2012, negara pemberi utang terbesar ke Indonesia adalah Jepang dengan nilai US$ 29,69 miliar. Secara persentase, utang dari Jepang mempunyai porsi 44% dari total utang luar negeri pemerintah Indonesia.

Berikut daftar 3 besar negara pemberi utang ke Indonesia:
  • Jepang, nilainya US$ 29,69 miliar (44%)
  • Prancis, nilainya US$ 2,66 miliar (3,9%)
  • Jerman, nilainya US$ 2,32 miliar (3,4%)
  • Utang bilateral lainnya, senilai US$ 9,19 miliar (13,6%). 
  •  
  • Selain negara, utang luar negeri Indonesia juga didapat dari lembaga multilateral yang totalnya US$ 23,32 miliar. Berikut daftar lembaga multilateral pemberi utang terbesar ke Indonesia:
  • Bank Pembangunan Asia (ADB/Asian Development Bank), nilainya US$ 10,63 miliar (15,7%)
  • Bank Dunia US$ 12,23 miliar (18,1%)
  • Bank Pembangunan Islam (Islamic Development Bank/IDB), nilainya US$ 470 juta
  • Lembaga multilateral lainnya, senilai US$ 230 juta (0,3%)
Seperti diketahui, total utang pemerintah Indonesia hingga Februari 2012 mencapai Rp 1.844,96 triliun naik Rp 41,47 triliun dari akhir 2011 yang nilainya mencapai Rp 1.803,49 triliun. Secara rasio terhadap PDB, utang pemerintah Indonesia berada di level 25,5% pada Februari 2012.
Jika dihitung dengan denominasi dolar AS, jumlah utang pemerintah di Februari 2012 mencapai US$ 203,08 miliar jumlah ini naik dari posisi di akhir 2011 yang mencapai US$ 198,89 miliar.
(dnl/dru)
DPR & Pemerintah Sepakat Ngutang Rp 156 Triliun Tahun Ini 
Ramdhania El Hida - detikFinance  http://finance.detik.com/read/2012/03/30/181033/1881500/4/dpr-pemerintah-sepakat-ngutang-rp-156-triliun-tahun-ini

Jakarta - Pemerintah dan DPR memperbesar defisit anggaran tahun ini melalui APBN-P 2012 dari Rp 124,02 triliun (1,53% dari PDB) menjadi Rp 190,1 triliun (2,23% dari PDB). Target utang bakal naik.
"Disepakati defisit anggaran negara dalam APBN-P 2012 menjadi Rp 190,1 triliun atau 2,23% PDB," ujar Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Melchias Markus Mekeng dalam rapat paripurna di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (30/3/2012).
Melchias menjelaskan membengkaknya defisit tersebut karena memperhitungkan selisih antara target penerimaan negara dan hibah Rp 1.358,2 triliun dan belanja negara Rp 1.548,3 triliun.
Untuk menutup defisit tersebut, target utang pemerintah dinaikkan Rp 22,6 triliun menjadi Rp 156,16 triliun. Adapun rinciannya adalah sebagai berikut:
  • Pinjaman luar negeri awalnya turun Rp 2,53 triliun menjadi minus Rp 4,42 triliun
  • Penerbitan surat berharga negara (netto) naik Rp 25 triliun menjadi Rp 159,59 triliun
  • Pinjaman dalam negeri (neto) naik Rp 131 miliar menjadi Rp 991,2 miliar 
  • (nia/dnl)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar