Kamis, 17 Mei 2012

SYIAH DIFITNAH?.......memutar balikkan fakta/ memfitnah/memprovokasi tentang kebenaran akidah Syi’ah lalu menampilkannya secara palsu sehingga seakan terlihat bertentangan dengan ajaran Islam agar umat membenci dan kemudian memerangi Syi’ah>> Umat Islam awam sangat cinta agama Islam....>>> Janganlah sesama muslim berseteru...>>> Bersatulah dan kuatkan silaturahim sesama Muslim... Semoga Allah meridhoi ikhtiar dan niyah kita... untuk Persatuan Umat seutuhnya seluruhnya..>> Janganlah saling membenci oleh sebab sesuatu hawa nafsu... dan karena ketidak tahuan dan kekurangan kita.. akan Ilmu Allah yang Maha Luas..>>> Ya Rabb Allahu Ya Kariem ...curahkan dengan berlimpah cahaya agamaMU yang benar dan sebenarnya dengan bimbingan hidayah dan inyah, serta maunah dan ma'rifah kepada kami hamba2Mu yang dhaif dan faqir...ini>> Luruskan kami dalam jalanMu yang penuh halim dan cahaya rahmah...penuh ni'mat dan barakat... bukan jalan2 yang dimurkai, dan bukan pula jalan2 sesat... Aamiin.>> KH. Said Aqil Siraj Ketua Umum NU mewaspadai wahabi, maklum kanjeng Nabi SAW menyatakan bahwa mereka adalah setan dari nejed yang muncul pada akhir zaman.. Wahabi cuma ngomong besar tetapi ujung ujungnya cuma nyari duit dari asing (gerakan trans nasional)..Wahabi suka memalsu kitab kitab syi’ah...>>> Semoga kami ya Rabb tetap dalam ridoMU... dan kuatkan hati kami dalam Iman dan taqwa kepaMU....>>> Sebaik apapun kemampuan kami lakukan... kami mohonkan hanya curahan cinta dan ridhaMu...Ya AllhuAhad Ya Zdilmulkiwalmalakut... >> Dalam keadaan buruk amal kami.. ya Rabb Engkau ampuni kami dan bimbing kami kepada jalanMu yang lurus dengan HalimMU ya Rabb... >>> Genggamlah tangan kami, hati kami, lidah kami, amal kami, keyakinan dan Iman kami.. agar kami tetap dalam alur jalan lurusMU Ya Rabb...Al Haq >>> Betapa beratnya meniti jalan hidup ini yang hiruk pikuk.. dan karena kami dhaif dan faqir ilmu.. >>> Mohon ridho cahaya agungMU wahai Al Haq Al Hakim Al Ázhiem... Allahu Akbar.. ringankan kami dalam upaya2 kami dalam jihad dan ijtihad kami sesuai dengan ilmu cahayaMU...Aamiin..

Wahabi memutar balikkan fakta/ memfitnah/memprovokasi tentang kebenaran akidah Syi’ah lalu menampilkannya secara palsu sehingga seakan terlihat bertentangan dengan ajaran Islam agar umat membenci dan kemudian memerangi Syi’ah

wedus
wajar jika KH. Said Aqil Siraj Ketua Umum NU mewaspadai wahabi, maklum kanjeng Nabi SAW menyatakan bahwa mereka adalah setan dari nejed yang muncul pada akhir zaman.. Wahabi cuma ngomong besar tetapi ujung ujungnya cuma nyari duit dari asing (gerakan trans nasional)..Wahabi suka memalsu kitab kitab syi’ah
.
Rasulullah saww bersabda, “Kelak di akhir zaman akan muncul satu kaum dari kalangan muda dengan pikiran dangkal. Mereka mengatakan ucapan-ucapan yang paling baik, membaca al-Qur’an, namun al-Qur’an tidak masuk ke dalam kalbunya. Mereka keluar dari agama ini (Islam) bak melesatnya anak panah dari busurnya.” (Hadis Shahih Muslim)
.
Hadits di atas menjelaskan awal dari munculnya kelompok Khawarij, yaitu sekelompok orang yang semula adalah pengikut Imam Ali as, namun kemudian keluar (kharaja) dari kelompok Imam Ali, terutama setelah peristiwa arbitrase (tahkim) antara pasukan Imam Ali as dan Mu’awiyah.

.
Seperti disabdakan Rasulullah saww, orang-orang Khawarij terdiri dari kalangan muda yang berpikiran dangkal. Kelompok ini cenderung menafsirkan ayat-ayat al-Qur’an hanya dari sisi tekstual saja tanpa mempertimbangkan faktor-faktor penting lainnya, seperti nahwu, sharaf, balaghahma’anibayan, badi’, hadits, asbab al-nuzul, nasikh mansukh, dan masih banyak lagi ilmu yang diperlukan untuk menafsirkan ayat-ayat al-Qur’an. Kedangkalan pemahaman mereka terhadap ayat-ayat al-Qur’an melahirkan pola pikir yang ekstrim dan gegabah
.
Suatu malam Imam Ali as bersama salah seorang sahabatnya berjalan melewati sebuah gang di kota Kufah. Lalu mereka berdua mendengar suara bacaan al-Qur’an yang sangat menyentuh hati. Ayat yang dibaca orang itu :“Apakah kamu wahai orang-orang musyrik, yang lebih beruntung atau orang-orang yang beribadah di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedangkan dia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat tuhannya?” (QS 39 : 9).
.
Mendengar bacaan itu, sahabat Imam Ali berkata, “Alangkah berbahagia orang ini! Keselamatan dan kebahagiaan baginya!”
Imam Ali menoleh kepada sahabatnya seraya berkata, “Tunggu dulu! Engkau jangan iri dengan keadaannya!”
Imam Ali dan sahabatnya kembali melanjutkan perjalanannya. Selang beberapa waktu setelah itu, terjadilah perang Nahrawan, perang antara  Imam Ali as dan pasukannya dengan kaum Khawarij
.
Setelah kaum Khawarij dikalahkan pasukan Imam Ali, Imam Ali memeriksa orang-orang Khawarij yang terbunuh. Imam Ali as melihat salah seorang mayat lalu beliau memanggil sahabatnya yang pernah berjalan di malam hari bersamanya, Mayat ini adalah orang yang yang dulu melakukan shalat tahajjud dan membaca al-Qur’an di malam itu!” 1]
.
Sahabat Imam Ali as sangat terpukau dengan suara bacaan al-Qur’an seseorang, namun Imam Ali menolak pendapat sahabatnya yang cenderung melihat masalah dari sisi lahiriyah saja. Di kemudian hari, Imam Ali as membuktikan kebenaran pengetahuan intuisinya tentang seseorang yang nampak shalih tetapi sebenarnya ia berada dalam kesesatan yang nyata
.
Di dalam Shahih-nya, Muslim meriwayatkan dari Zaid bin Khalid al-Juhani bahwa di dalam pasukan ‘Ali bin Abi Thalib (as) terdapat orang-orang yang membelot, maka Imam ‘Ali berkata, “Wahai manusia! Aku mendengar Rasulullah (saw) berkata : 
Kelak akan muncul dari umatku ini suatu kaum yang tekun membaca al-Qur’an, bacaan mereka tidak berbeda dengan bacaan kalian, shalat mereka tidak berbeda dengan shalat kalian, dan puasa mereka pun tidak pula berbeda dengan puasa kalian. Mereka membaca al-Qur’an dan mengira bahwa dengan itu mereka memperoleh pahala, padahal justru mendapat bencana, dan shalat mereka tidak memberi manfaat apa pun terhadap diri mereka. Mereka keluar dari Islam persis melesatnya anak panah dari busurnya, dan bila para prajurit yang menemukan mereka dan harus melaksanakan perintah yang disampaikan oleh Nabinya, hendaknya mereka tidak kebingungan untuk bertindak. Tanda-tanda kaum itu adalah bahwa di antara mereka itu ada seorang laki-laki yang punya pundak besar dan memiliki lengan pendek. Di atas pundaknya terdapat semacam benjolan (punuk) dengan bulu-bulu berambut putih. Kemudian kalian akan lari meninggalkan mereka lalu bergabung dengan Mu’awiyah dan orang Syam, lalu membiarkan mereka menawan dan merampok anak dan harta benda kalian. Demi Allah! Aku berharap bisa bertemu dengan mereka, karena sesungguhnya mereka menumpahkan darah yang haram ditumpahkan, merampas ternak dan menawan penggembalanya. Ayo maju dengan nama Allah!” 2]
 
Kaum Khawarij adalah orang-orang yang melakukan ibadah-ibadah ritual tanpa memahami makna filosofis, dan melupakan kaitan ibadah ritual dengan ibadah sosial yang tak bisa dipisahkan
.
Kebanyakan mereka adalah anak-anak muda yang gelisah jiwanya, namun tidak tertutup kemungkinan banyak pula orang-orang yang sudah berumur juga terlibat
.
Mereka melihat kekacauan umat dengan kaca mata akidah yang kacau pula, berpikir dangkal, emosional dan cenderung beringas. Pemahaman dangkal terhadap al-Qur’an dan Sunnah Rasul membuat mereka bertindak serampangan, mengambil makna-makna lahiriah lalu mereka anggap sebagai ajaran agama yang sakral, tak boleh dilanggar dan mereka pertahankan secara membabi buta
.
Pada ujungnya, mereka mudah membuat klaim-klaim penyesatan bahkan pengkafiran terhadap sesama muslim lainnya
.
Pada masa kini pun kita banyak melihat orang-orang yang memiliki ciri-ciri seperti ini, suatu sikap religiusitas yang tumbuh secara liar. Mereka inilah orang-orang yang setapak demi setapak terjebak dalam pemikiran mentah dan reaksioner hingga akhirnya mengekspresikan kegelisahan mereka dengan tindakan-tindakan kekerasan seperti sabotase atau bahkan teror
.
Banyak ulama yang menyatakan bahwa aliran Wahabi Salafi merupakan Neo-Khawarij, karena memiliki karakteristik yang tidak jauh berbeda.
Umumnya, tindakan ceroboh mereka itu karena pemahaman yang dangkal dari ibadah amar ma’ruf nahi munkar dan jihad. Mereka percaya bahwa Amar Ma’ruf Nahi Munkar dan Jihad tidak bersyarat apa pun, dan kapan pun perintah Ilahi ini mesti dilaksanakan. 3]
.
Ibadah Mereka Yang Sia Sia
Allah swT berfirman, “Katakanlah : 
Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya. Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya” (QS Al-Kahfi [18] ayat : 103-104)
.
Abu Ja’far al-Thusi di dalam tafsirnya al-Tibyan menyebutkan bahwa Ibn al-Kawa’ (salah seorang pengikut Khawarij) bertanya tentang ayat ini kepada Amirul Mu’minin as, maka Imam as menjawab, Engkau dan sahabat-sahabatmu, mereka itulah (termasuk) orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini” 4]
.
Menurut kaum salafy-wahabi, penggunaan istilah Wahhabi dengan menisbatkan kepada Muhammad ibn Abdul Wahhab adalah tidak tepat. Mereka justru berdalih bahwasanya yang dimaksud dengan kaum wahhabi adalah kaum yang mengikuti Abdul Wahhab ibn Abdurrahman Rustum.
Pernyataan ini dapat ditemui di link ini http://muslim.or.id/manhaj/wahabisme-versus-terorisme.html
Perhatikan kalimat-kalimat ini:
.
“Sebenarnya, Wahabi merupakan firqah sempalan Ibadhiyah khawarij yang timbul pada abad kedua hijriyah (jauh sebelum masa Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab -ed), yaitu sebutan Wahabi nisbat kepada tokoh sentralnya Abdul Wahab bin Abdurrahman bin Rustum yang wafat tahun 211 H. Wahabi merupakan kelompok yang sangat ekstrim kepada ahli sunnah, sangat membenci syiah dan sangat jauh dari Islam.”
Baiklah, jika menurut mereka istilah “wahabi” itu diperuntukkan pengikut Abdul Wahhab ibn Abdurrahman ibn Rustum, maka hal ini akan sangat bertentangan dengan FAKTA DI LAPANGAN.
.

Membongkar Fitnah Murahan Wahhabi-Salafi

Dengan segala cara kaum Pemfitnah melakukan prokasi umat Islam Sunni agar membenci dan  kemudian memerangi Syi’ah para pecinta dan pengikut setia Nabi saw. dan Ahlulbait as. Sesekali dengan memutar balikkan kebenaran akidah Syi’ah dan menampilkannya secara palsu sehingga seakan terlihat bertentangan dengan ajaran Islam itu sendiri! Terkadang dengan memalsu data dengan cara memotong-motong nash/teks hadis dan terkadang juga dengan mengada-ngada fatwa yang tidak pernah difatwakan para ulama Syi’ah…. selain itu juga dengan mempermainkan akal kaum awam dengan memelesetkan terjemahan sebuah hadis..
Alhasil segala macam cara ditempuh oleh agen-agen fitnah dan para pemecah belah barisan Umat Islam, yang penting bagaimana caranya kaum Muslim Sunni marah dan kemudian bangkit memerangi Syi’ah. Dan itu semua itu pasti akan membuat bahagia musuh-musuh Allah dan musuh-musuh agama ini, utamanya AS dan Zionis Israel.

Kaum Sunni Bukan Kaum Nashibi!
Di antar yang dilakukan agen-agen Wahhabi-Salafi di tanah air tercinta dan juga tentunya di negeri asalnya yang sekarang dipinpin oleh Raja dan Emir-emir Arab Baduwi/A’râb (bukan Arab) adalah memprovokasi bahwakaum Syi’ah mengangap kaum Sunni adalah kaum Nashibi yang halal harta dan darah-darah mereka!
Nashibi (yang bentuk jamaknya Nawâshib) adalah orang yang menampakkan kebencian dan  permusuhan serta mengobarkan peperangan melawan Ahlulbait Nabi saw. Mereka, jelas-jelas dihukumi sesat. Para ulama Ahlusunnah pun tidak berselisih bahwa kaum Nashibi itu sesat! Akan tetepi menuduh bahwa Syi’ah menghukumi kaum Suni sebagai Nabshibi adalah ftitnah murahan yang tujuannya sudah sangat jelas yaitu memprovokasi uamt Isdlam agam segera bangkit memerangi dan membantai Syi’ah! Syi’ah yang selama ini membuat repot musuh-musuh Allah! Maka musuh-muush Allah itu hendak meminajm tangan kaum Muslimin melalui fitnah kaum Wahhabi-Salafi untuk memerangi Syi’ah….
Fitnah itu sering kita temukan dihenbuskan oleh mulut-mulut dan pena-pena beracum. Di antaranya adalah apa yang tertera dalam sebuah artikel sebagai berikut: 

Meyakini bahwa darah dan harta orang-orang Ahlus Sunnah adalah Halal.
  • Berkata Muhammad bin Ali Babawaihi al-Qummi, dia meriwayatkan dari Daud bin Farqad: “Aku bertanya kepada Abu Abdullah ‘alaihis salam: Bagaimana pendapat engkau membunuh an-Nasibi (Ahli Sunnah wal-Jamaah)? Dia menjawab: Halal darahnya akan tetapi lebih selamat bila engkau sanggup menimpakan dengan tembok atau menenggelamkan (mati lemas) ke dalam air supaya tidak ada buktinya. Aku bertanya lagi: Bagaimana dengan hartanya? Dia menjawab: Rampas sahaja semampu mungkin”.    (‘Ilal asy Syarâi’: 44. Cetakan Beirut.)
  • Berkata Abu Ja’far ath-Thusi (ulama Syiah): “Berkata Abu Abdullah ‘alaihis salam (Imam as-Sadiq): Ambillah harta an-Nasibi (Ahli Sunnah wal-Jamaah) dari jalan apapun kamu mendapatkannya dan berikan kepada kami seperlima”. (Tahzibul Ahkam. (1V/122) Cetakan Tehran.)
  • Yusuf al-Bahrani berkata (ulama Syiah): “Dari dahulu sehinggalah sekarang, bahawa an-Nasibi kafir dan najis secara hukum, dibolehkan mengambil segala harta benda mereka bahkan dihalalkan membunuhnya (Al-Hadiq an-Nadirah Fi Ahkam al-Atraf at-Tahirah. (X11/323-324).]
Perhatikan wahai saudaraku dengan mata dan hati terbuka, adakah fitnah murahan lebih dari yang sedang Anda saksikan dari ulam mereka?! Mengapakah mereka memutar balikkan terjemahan kata an Nashibi dengan Ahlusunnah! Apakah ini yang namanya menghujat Syi’ah dengan ilmiah? Mengapakah kalian selalu bermain curang? Apa takut kalah kalau bermain jujur?
Sadarlah teman… di hadapan Anda ada harti hisab, di mana semua orang akan dihisab semua amal perbuatannya!
 .
MARI KITA BUKTIKAN !
Masih ingat kasus Pemalsuan atas Kitab Klasik Ahlussunnah Wal Jama’ah, khususnya kitab Hasyiyah ash-Shawi ‘alaa Tafsir Jalalain yang dilakukan oleh kaum Salafy-Wahhabi tahun 1420 H?
.
Berikut ini adalah nukilan dari Kitab Hasyiyah ash-Shawi ‘alaa Tafsir al-Jalalain (cetakan Dar Ihya’ at-Turats al-Arabi, Beirut, Libanon, dicetak Tahun 1419 H) halaman 78, Tafsir ayat 7 dan 8 Surat Al-Fathir, karya al-Imaam Ahmad ibn Muhammad ash-Shawi al-Maliki, seorang ulama’ Ahlussunnah wal jama’ah mu’tabaar menyebutkan:
 
وقيل هذه الاية فى الخوارج الذين يحرفون تأويل الكتاب و السنة ويستحلون بذالك دماء المسلمين وأموالهم, لما هو مشاهد الان فى نظائرهم وهم فرقة بأرض الحجاز يقال لهم الوهابية يحسبون انهم على شيء ألا إنهم هم الكاذبون, استحوذ عليهم الشيطان, فأنساهم ذكر الله, اولئك حزب الشيطان, ألا إن حزب الشيطان هم الخاسرون, نسأل الله الكريم أن يقطع دابرهم.
“Dikatakan, ayat ini turun terkait kaum khawarij yang telah mengubah ta’wilan Al Quran dan Sunnah, dan dengan itu mereka menghalalkan darah dan harta kaum muslimin. Sebagaimana hal serupa juga kita saksikan saat ini, khususnya pada suatu kelompok yang ada di tanah Hijjaz, yang mana mereka dikenal dengan sebutan Wahhabi. Mereka mengira bahwa mereka berpijak di atas dalil yang kokoh. Ketahuilah, sesungguhnya mereka adalah para pendusta. Syaithon telah mengalahkan mereka, sehingga membuat mereka lupa dari mengingat Allah. Mereka itulah kelompok syaithon. Ketahuilah, sesungguhnya kelompok syaithon adalah orang-orang yang benar-benar merugi. Kita memohon kepada Allah Yang Maha Mulia untuk membinasakan mereka.”
.
LIHAT FAKTA INI !
Kemudian, setelah setahun Kitab ini terbit, pada tahun 1420 H melalui penerbit Dar al-Kutub al-ilmiyyah, Beirut, Libanon, kaum salafy-wahabi melakukan tahrif atas kitab ini dengan tujuan untuk menyembunyikan jati diri wahabi sebenarnya
.
Berikut ini adalah nukilan dari teks yang dipalsukan:
Hasyiyyah ash-Shawi ‘alaa Tafsir al-Jalalain (cetakan Dar al-Kutub al-ilmiyyah, Beirut, Libanon. Tahqiiq: Muhammad Abdul Salam Syahin)
 
هذه الأية نزلت فى الخوارج الذين يحرفون تأويل الكتاب والسنة, ويستحلون بذلك دماء المسلمين وأموالهم, استحوذ عليهم الشيطان, فأنساهم ذكر الله, اولئك حزب الشيطان, ألا إن حزب الشيطان هم الخاسرون, نسأل الله الكريم أن يقطع دابرهم.
“Ayat ini turun terkait kaum khawarij yang telah mengubah ta’wilan Al-Quran dan Sunnah, dengan itu mereka menghalalkan darah dan harta kaum muslimin. Syaithon telah mengalahkan mereka, sehingga membuat mereka lupa dari mengingat Allah. Mereka itulah kelompok syaithon. Ketahuilah, sesungguhnya kelompok syaithon adalah orang-orang yangmerugi. Kitamemohon kepada Allah Yang Maha Mulia untuk membinasakan mereka.”
 
Perhatikanlah, bahwasanya kaum Salafy-Wahabi memotong/menghilangkan kalimat:
 
لما هو مشاهد الان فى نظائرهم وهم فرقة بأرض الحجاز يقال لهم الوهابية يحسبون انهم على شيء ألا إنهم هم الكاذبون
Yang artinya: “Sebagaimana hal serupa juga kita saksikan saat ini, khususnya pada suatu kelompok yang ada di tanah Hijjaz, yang mana mereka dikenal dengan sebutan Wahhabi. Mereka mengira bahwa mereka berpijak di atas dalil yang kokoh. Ketahuilah, sesungguhnya mereka adalah para pendusta.”
———————————————————-
Natijah / Kesimpulan:
Jika Istilah “Wahabi” itu diperuntukkan bagi para pengikut Abdul Wahhab ibn Abdurrahman ibn Rustum, kenapa kaum Salafy-Wahabi melakukan pemalsuan perkataan Ulama’ Ahlussunnah wal Jama’ah yang menjelaskan dengan gamblang tentang jati diri kaum Wahabi sebenarnya?
Bukankah upaya pemalsuan atas perkataan al-Imaam Ahmad ibn Muhammad ash-Shawi al-Maliki ini justru menguatkan bahwa memang sebenarnya istilah Wahabi ini diperuntukkan bagi pengikut Muhammad ibn Abdul Wahhab.
____________________
Catatan Kaki :
1] Murtadha Muthahhari, Islam dan Tantangan Zaman, hal. 84
2] Shahih Muslim dengan Syarah dari al-Nawawi 3 : 118
3] Murtadha Muthahari, Ali bin Abi Thalib di Hadapan Kawan dan Lawan, hal. 111
4] Abu Ja’far al-Thusi, Tafsir al-Tibyan 7 : 97, baris ke 6
*) Ali Syariati menjuluki kaum Khawarij sebagai Orang Shalih Yang Dungu

3 komentar:

  1. Sesat kamu syiah...neraka jahanam menunggu kamu...untuk semua puak syiah bodoh dan sesat

    BalasHapus
  2. Sdrku Anonim.... yang saya hormati...kenapa anda menghujat dan marah.... Saya sedang mencari ilmu...dan belajar dengan refenensi dan penjelasan2...yang jujur... Lalu kenapa kelompok Islam Wahabi Salafy dmk benci dengan syiah...? sy awam dan saya tak berilmu.. dan sekedar belajar agama dengan tulus untuk mengetahui... sesungguhnya...ada apa antara anda dengan sdr muslim lainnya dari aliran syiah?
    Sdrku... sesama muslim sebaiknya kita membangun persaudraan-silturahim dan persatuan...dan saling belajar...dengan lurus dan kaffah..serta mencari referensi2 yang benar2 teruji...dan mempunyai akar yang benar-jujur-open mind-akal sehat...dan kemauan tulus dan baik..serta berniyat lurus kepada Allah SWT..dan berdoa mohon curahan Ilmu-Kekuatan- Nur Hidayah-Inayah-Maunah-Ma'rifah-Karimah-Saliman Tasliman Zhahiran Wa Bathinan Fieddunya wal akhirah..dan husnulkahtimah..menjadi insan muslim yang positif dengan sebesar-besar manfaat-dan akhlakulkarimah...Thaat n tulus kaffah kpd Allah dan Rasulullah seutuhnya..aamiin..

    BalasHapus
  3. Hadis nenujuk Ali sbg Maula Kaum Muslimin,Sunni bilang hanya maula kampung,Ali dan Ahlul Bayt dan syiahnya sibuk mengurus jenazah,sedang syekhnya sunni ngurusi kekuasaan,dibilang ijma'.Tanah fadak milik ahlul bayt diserobot penguasa dzalim dibilang adil.Rasulullah mau wafat dan akan mendiktekan wasiat penting dibilang meracau dan mengigau oleh Amir ke-2 sunni. Rumah fatimah mau dibakar pemimpin sunni jangan dicela,apalagi dilaknat,sesengkot sunni akan marah besar.Fatimah yang lagi hamil mengandung anak yang sudah diberi nama Muhsin ditendang dan dipukul oleh amir sunni hingga mati syahid dianggap biasa,karena yang melaqkukanya pengusa madzhab mayoritas karena milik pengusa.Perang jamal pembunuhan orang2 lebih 12 ribu orang dianggap zaman ijmak walau harus perang saudara.Perang siffin yg memerangi Maula orang beriman dianggap dapat pahala satu kalau ijtihadnya salah.Pembantaian 70 itrah Nabi dan Al Husain di karbala dianggap sepi oleh madzhab mayoritas ini..Hadis shahih hanya ada 12 Khalifah setelah Rasul,Anehnya madzhab sunni hanya 4.Jika ditambah Mulkan adhan Kerajaan Dzalim Bani Umayyah.Abbasiyah,Turki Usmani malah lebih dari 12.Jadi mana 12 Khalifah yang dimaksud Hadit shahih tsb???.081251962222.Jangan hubungi no ini bagi anda yng sunni fanatik,apalagi yang wahabi.

    BalasHapus