Selasa, 15 Mei 2012

Lady Gaga dan Larangan Polri...atas rencana Konser tersebut??? ...>> Aaahhhh.... Masssaaa... iyah....>>> Bagaimana tuh para Tokoh2 Entertainer dan para Penggemarnya.. yang Banyak.. dan Para Hedon2 yang Banyak Uangnya... mau berhura-hura...??? >>> "Polda tidak merekomendasikan konser Lady Gaga karena pihak panitia tidak mengajukan izin keramaian," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Rikwanto di Jakarta, Senin (14/5). Terkait kabar itu, Michael Rusli, Presiden Direktur Big Daddy Entertainment, selaku penyelenggara konser Lady Gaga memberikan klarifikasi. Pihaknya, kata Rusli, memang belum melayangkan permohonan izin keramaian kepada kepolisian. Menurutnya panitia penyelenggara biasanya meminta izin sekitar dua sampai tiga minggu sebelum acara berlangsung. "Pastilah kami akan meminta izin," ujar Rusli melalui sambungan telepon, Senin. Rusli mengaku, proses perizinan pasti akan dilakukan sesuai dengan jadwal yang ditentukan panitia penyelenggara. Saat ini, ungkap dia, upaya pengajuannya tengah dalam proses lantaran penyelenggaraan konser sudah tidak lama lagi. Terkait potensi pembatalan konser karena tidak ada rekomendasi kepolisian dan penolakan berbagai organisasi massa, Rusli mengaku belum bisa melakukan antisipasi. Namun demikian, Rusli menegaskan, akan tetap mengupayakan keberlangsungan konser tersebut lantaran telah mendapat restu dari Kementerian Pariwisata Republika Indonesia. "Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Marie Elka Pangestu, juga menyambut baik konser tersebut," tutur Rusli kepada Republika, Senin (14/5).>>....Sontak hal ini membuat bingung para little monster (sebutan fans Lady Gaga). Di dunia maya, mereka menuntut promotor segera memberi jawaban terkait hal tersebut. "@bigdaddyid gimana nihh atas berita yg beredar ini ?," tulis akun @gaga_lilmons. Tidak hanya itu, ada juga fans yang memberi dukungan. "Dear @bigdaddyid please don't give up! We support you to bring #LadyGaga to Indonesia. Fight and resist the idiot police!," tulis akun @tunggalp.>>... "@bigdaddyid: Gaga update: Penambahan Kursi Tribune 2 @ 465rb mulai dijual hari ini. Setelah FOH di redesign, ternyata bisa tambah seats di Tribune 2," tulis Big Dadddy.>>> Kok Begitu... yah... Ini kan Komersiil... Banyak Untungnya...??? Mengapa Harus Dilarang.... Kan Yang Penting Mendatangakan Uang Banyak...??? .Jangan Pedulikan.. korban2 mah.. Yang Penting kan Duit..??? >>... Sekarang kira2 bayar izin itu harus berapa syyy.....ihhhhhh> Keluhan dan Ocehan para Little Monsters itu Meraung-raung... Memelas dan menangisi pujaannnya.... Ratu Hedon Dunia... Hehehehe.....adzhuuhh... adzhuhhh...>>>> ..... Tapi Polri melalui Kajian2nya dan Kesadarannya sampai juga kepada Akal Sehatnya... Bahwa Konser Lady Gaga ini Bakal mendatangkan Kericuhan.. dan Korban2 anak2 Bangsa... >>.. Makanya Dilarang atau Tidak Diberi Izin..>.>.> Naaah Kita sebagai orang tua lega juga... dan merasa terbebas dari satu ancaman Penyakit Anak2 Muda Yang Kebablasan Ikut2an Orang2 Hedon dan Gila2an itu dan yang sengaja diundang Para Penyuka Entertainer para Super Klas [Super Class] Hedonist sudah dibatalkan oleh Polri...>>>. Adanya larangan Polri agar tidak mengelar Lady Gaga di Jakarta disambut baik oleh Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi. Menurutnya, langkah yang diambil oleh Polri adalah langkah baik. “Banyak mudhorotnya daripada baiknya. Saya hormati langkah kepolisian. Saya kira itu langkah baik,” katanya saat ditemui di Istana Merdeka, Selasa (15/5).>> tak hanya datang dari pihak kepolisian. Tetapi juga datang dari penyataan Majelis Ulama Indonesia hingga Front Pembela Islam (FPI).??? >> Kepala Polri, Jenderal Timur Pradopo memberikan dukungan kepada langkah Polda. Menurutnya, pelarangan itu sudah melalui kajian yang memadai sehingga Polda berani memberikan keputusan. “Kapolda Metro sudah mengkaji itu. Polda sudah melakukan langkah-langkah untuk itu,” katanya.>>> .... Menurut anggota Komisi III DPR RI, Ahmad Basarah, di Jakarta, Selasa, langkah Polda Metro Jaya itu merupakan salah satu bentuk selektifitas akan budaya asing. "Saya setuju kalau kita mulai selektif terhadap berbagai intervensi budaya asing atau ideologi transnasional yang masuk ke Indonesia," kata Basarah. Dikatakannya, saat ini bangsa kita tengah mengalami krisis jati diri ke-Indonesia-annya. "Namun, sikap selektif dan pencegahan terhadap intervensi budaya asing itu harus dilakukan secara tegas dan ukuran pencegahannya juga harus berdasarkan norma hukum yang berlaku dengan dasar Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukumnya," kata anggota DPR RI dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan tersebut...>> ...Menurut Dede, penolakan pada kehadiran penyanyi yang aksi panggungnya kontroversial tersebut tak hanya dilakukan oleh masyarakat di Indonesia. Namun, Korea Selatan dan beberapa negara di Asia juga ikut menolak. ‘’Konser Lady Gaga, sering menghina simbol-simbol agama,” ujar Dede usai mengikuti Rapat Paripurna di DPRD Jabar, Selasa (15/5)...>>> ..Belum lagi, kata Dede, aksi panggungnya yang terlalu berani. Ini karena, lanjutnya, penyanyi itu sering mengidentikkan dirinya sebagai jelmaan setan. ‘’Silakan saja lihat konsernya di Youtube, sangat berani. Cek aja,’’ imbuh Dede...>>.... Ok Kang Dede Yususf.... Salut yah...>>> Tapi Konon itu Komisi X DPR kok sepertinya mendukung....???? Apa sih Kerjanya para Anggota Komisi X itu... Konon ada Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, Priwisata, Ekonomi Kreatif, Olah raga dll...>>> Coba sadar ataukah sudah ikut gilakah para anggota DPR Komisi X itu...??? Mereka sudah mengkaji apanya... Kok... sepertinya mendukung Konser Lady Gaga..??? Haha.. Komisi X itu konon ada permainan uang juga kah disana..yang memang diincar .. ??? > > Para Ulama, Komisi III, Mendagri dan Tokoh2 Masyarakat sudah meminta Polri agar menolak Konser itu... ??? Kok Komisi X DPR malah mbalelo..... Kalau dilihat tugasnya... sangat mulia, Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, Ekonomi Kreatif, Olah raga, Pariwisata,... yaah bangun dan dorong potensi2 lokal dan nasional dong...!!! >>... Bukannya impor barang yang gak jelas juntrungnya... apakah sesuai dengan Kepribadian Bangsa atau tidak...??? Malahan .. kok bengong2 saja... Lalu Komisi X itu maunya apa..mereka..???!!! Juga tuh Menteri Elka Pangestu yang konon paling pintar dan paling dipuji-puji oleh rekan2 biz di LN dan para importir Hedon2... Hayoo Coba ciptakan Kekuatan ekonomi lokal dan Nasional yang diexport... dong... Jangan Bisanya Impor--impor... saja seperti kebiasaan sewaktu menjabat di Kemenperindag..hehe??? ... Dasar pikiranannya hanya tukang impor.gila2an.. .. >>>.. Yang aneh lagi konon Malahan menteri yang konon membela potensi dalam Negeri seperti siapa tuh yang menolak impor garam dan impor gula ..atau ikan.. apa yah.. kalo tak salah... Dia sudah dipecat jadi Menteri...>>> Memang Negara dan Pemerintahan ini dihuni oleh pejabat2 yang sebagian memang mungkin sudah gak waras..???!!! Budaya Setan.. diimpor... garam diimpor...hutangan2 ke LN ditambah dan direkayasa tiap2 tahun anggaran negara ....???? Tapi ... untuk kebaikan anak2 negeri dan generasi muda bangsa ... malahan diharu biru oleh Komisi X.[yang ikut2an mendukung konser LG] .. yang seharusnya mendukung tindakan Polri Tidak Merekomendasi Lady Gaga...untu konser di Indonesia..???>>> Dasar...Komisi X dan Menteri Elka Pangestu itu Kebelinger..???!!!


Polri Larang Konser Lady Gaga,  Mendagri Apresiasi

Selasa, 15 Mei 2012, 12:34 WIB. 





Polri Larang Konser Lady Gaga, Mendagri Apresiasi
Lady Gaga

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – 

Adanya larangan Polri agar tidak mengelar Lady Gaga di Jakarta disambut baik oleh Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi. Menurutnya, langkah yang diambil oleh Polri adalah langkah baik. “Banyak mudhorotnya daripada baiknya. Saya hormati langkah kepolisian. Saya kira itu langkah baik,” katanya saat ditemui di Istana Merdeka, Selasa (15/5).

Menurut dia penolakan itu tak hanya datang dari pihak kepolisian. Tetapi juga datang dari penyataan Majelis Ulama Indonesia hingga Front Pembela Islam (FPI). Menurutnya, dengan adanya arus penolakan itu, maka pemerintah harus mengambil tindakan yang sesuai dan memperkecil kemungkinan adanya bentrokan.

“Kita harus melindungi segenap bangsa Indonesia. Untuk mencegah itu (bentrokan) perlu diambil tindakan. Saya kira kalau banyak pro dan kontra lagi, lebih baik tidak (digelar konser),” katanya.

Sementara itu, Kepala Polri, Jenderal Timur Pradopo memberikan dukungan kepada langkah Polda. Menurutnya, pelarangan itu sudah melalui kajian yang memadai sehingga Polda berani memberikan keputusan. “Kapolda Metro sudah mengkaji itu. Polda sudah melakukan langkah-langkah untuk itu,” katanya.

Ia enggan berkomentar mengenai adanya suara-suara yang menekan agar konser Lady Gaga dibatalkan. Menurutnya, keputusan yang diambil sudah berdasarkan evaluasi yang sesuai. “Sekali lagi, semuanya berangkat dari evaluasi yang ada,” katanya. Redaktur: Ajeng Ritzki Pitakasari. 
Reporter: Esthi Maharani

Promotor: Konser Lady Gaga Dapat 'Restu' Kementerian Pariwisata

Promotor: Konser Lady Gaga Dapat 'Restu' Kementerian Pariwisata
Lady Gaga


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Konser Lady Gaga yang dijadwalkan akan berlangsung pada 3 Juni 2012 di Gelora Bung Karno, Jakarta terancam tak didukung kepolisian. Pasalnya, hingga saat ini, polisi mengaku belum menerima laporan perizinan atas pelaksanaan keramaian dari panitia penyelenggara konser.
"Polda tidak merekomendasikan konser Lady Gaga karena pihak panitia tidak mengajukan izin keramaian," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Rikwanto di Jakarta, Senin (14/5).
Terkait kabar itu, Michael Rusli, Presiden Direktur Big Daddy Entertainment, selaku penyelenggara konser Lady Gaga memberikan klarifikasi. Pihaknya, kata Rusli, memang belum melayangkan permohonan izin keramaian kepada kepolisian. 
Menurutnya panitia penyelenggara biasanya meminta izin sekitar dua sampai tiga minggu sebelum acara berlangsung. "Pastilah kami akan meminta izin," ujar Rusli melalui sambungan telepon, Senin.
Rusli mengaku, proses perizinan pasti akan dilakukan sesuai dengan jadwal yang ditentukan panitia penyelenggara. Saat ini, ungkap dia, upaya pengajuannya tengah dalam proses lantaran penyelenggaraan konser sudah tidak lama lagi.
Terkait potensi pembatalan konser karena tidak ada rekomendasi kepolisian dan penolakan berbagai organisasi massa, Rusli mengaku belum bisa melakukan antisipasi. 
Namun demikian, Rusli menegaskan, akan tetap mengupayakan keberlangsungan konser tersebut lantaran telah mendapat restu dari Kementerian Pariwisata Republika Indonesia.
"Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Marie Elka Pangestu, juga menyambut baik konser tersebut," tutur Rusli kepada Republika, Senin (14/5). Redaktur: Yudha Manggala P Putra. Reporter: Asep Wijaya. 

Fans Tuntut Promotor Beri Jawaban Terkait Lady Gaga

Senin, 14 Mei 2012, 15:50 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- 

Konser Lady Gaga di Indonesia tinggal menghitung hari. Namun kurang dari satu bulan dari tanggal yang ditetapkan, Polda Metro Jaya tidak memberi rekomendasi atas konser yang akan digelar di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, 3 Juni mendatang.  

Sontak hal ini membuat bingung para little monster (sebutan fans Lady Gaga). Di dunia maya, mereka menuntut promotor segera memberi jawaban terkait hal tersebut. 

"@bigdaddyid gimana nihh atas berita yg beredar ini ?," tulis akun @gaga_lilmons. 

Tidak hanya itu, ada juga fans yang memberi dukungan. "Dear @bigdaddyid please don't give up! We support you to bring #LadyGaga to Indonesia. Fight and resist the idiot police!," tulis akun @tunggalp. 

Terkait hal ini, Michael Rusli selaku Presiden Direktur Big Daddy masih belum bisa dihubungi. Telephone selular-nya dalam keadaan tidak aktif. Begitu juga nomor salah satu staf promosi Big Daddy, Arif ramadhoni. Meski aktif, Arif belum menjawab panggilan ROL. 

Beberapa jam lalu, lewat akun twitter-nya, Big Daddy sempat mengumumkan penambahan penjualan tiket untuk kelas tribune.

"@bigdaddyid: Gaga update: Penambahan Kursi Tribune 2 @ 465rb mulai dijual hari ini. Setelah FOH di redesign, ternyata bisa tambah seats di Tribune 2," tulis Big Dadddy. Redaktur: Hazliansyah. Sumber: twitter

DPR Dukung Polda Metro Jaya tak Beri Izin Konser Lady Gaga

Selasa, 15 Mei 2012, 11:42 WIB


REPUBLIKA.CO.ID,

Kalangan anggota DPR RI setuju dengan sikap Polda Metro Jaya yang tidak memberikan izin konser Lady Gaga di Jakarta.

Menurut anggota Komisi III DPR RI, Ahmad Basarah, di  Jakarta, Selasa, langkah Polda Metro Jaya itu merupakan salah satu bentuk selektifitas akan budaya asing.

"Saya setuju kalau kita mulai selektif terhadap berbagai intervensi budaya asing atau ideologi transnasional yang masuk ke Indonesia," kata Basarah.

Dikatakannya, saat ini bangsa kita tengah mengalami krisis jati diri ke-Indonesia-annya. "Namun, sikap selektif dan pencegahan terhadap intervensi budaya asing itu harus dilakukan secara tegas dan ukuran pencegahannya juga harus berdasarkan norma hukum yang berlaku dengan dasar Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukumnya," kata anggota DPR RI dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan tersebut.

Ia juga mengapresiasi langkah dan sikap Polda Metro yang menolak memberikan izin kepada panitia konser Lady Gaga yang akan mempertontonkan kebebasan berekspresi ala budaya barat.

"Patut diapresiasi karena memang ekspresi panggung Lady Gaga dapat kita nilai sangat vulgar," kata dia.

Di sisi lain, sambung Basarah, Polri juga harus berani bersikap tegas terhadap upaya kelompok lain yang juga ingin mempertontonkan secara vulgar budaya Timur Tengah dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan ideologi Pancasila dan sistem demokrasi yang sudah kita sepakati. Redaktur: Taufik Rachman. Sumber: antara

Dede Yusuf: Konser Lady Gaga Sering Hina Simbol Agama

Dede Yusuf: Konser Lady Gaga Sering Hina Simbol Agama
Dede Yusu

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG---
Suara penolakan terhadap konser penyanyi solo Lady Gaga terus bergaung. Menyusul izin penyelenggaraan yang ditolak oleh Polda Metro Jaya, penolakan serupa juga datang dari Wakil Gubernur Jabar  Dede Yusuf.
Menurut Dede, penolakan pada kehadiran penyanyi yang aksi panggungnya kontroversial tersebut tak hanya dilakukan oleh masyarakat di Indonesia. Namun, Korea Selatan  dan beberapa negara di Asia juga ikut menolak. ‘’Konser Lady Gaga, sering menghina simbol-simbol agama,” ujar Dede usai mengikuti Rapat Paripurna di DPRD Jabar, Selasa (15/5).
Belum lagi, kata Dede, aksi panggungnya yang terlalu berani. Ini karena, lanjutnya, penyanyi itu sering mengidentikkan dirinya sebagai jelmaan setan. ‘’Silakan saja lihat konsernya di Youtube, sangat berani. Cek aja,’’ imbuh Dede. Redaktur: Endah Hapsari. Reporter: Arie Lukihardianti

MUI: Tak Hanya Indonesia yang Tolak Lady Gaga

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-

Himbauan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk memboikot konser Lady Gaga lahir dari sebagian besar ormas Islam se-Indonesia. Terungkap pula, penolakan konser Lady Gaga ini bukan hanya di Indonesia saja, tapi juga di negara lainnya.

"Penolakan mereka disampaikan ke MUI. Lalu MUI mengimbau agar jika dipandang tidak baik digelar, maka sebaiknya tidak digelar,"ungkap Wasekjen MUI, Tengku Zulkarnaen, Selasa (15/5). Sebenarnya, kata Tengku, ada banyak negara yang sudah menolak kehadiran Lady Gaga ini, termasuk negara Cina.

Negara komunis ini ternyata bukan saja menolak konsernya, bahkan lebih jauh dari itu seluruh lagu Lady Gaga dilarang diputar dan beredar di sana. Menilik itu, Tengku berharap pemerintah dalam hal ini berkuasa penuh untuk menolak atau mengizinkan konser itu. "Jika pemerintah, atau pihak keamanan, dalam hal ini polisi merasa akan muncul mudarat dari konser itu maka polisi yang lebih tahu masalah keamanannya,"ujar Tengku.

Tolak menolak orang untuk masuk ke negara tertentu dengan alasan keamanan sudah sering dan biasa terjadi bahkan di negara yang mengaku pahlawan HAM. Misalnya, Cat Steven pernah ditolak masuk Amerika, dan Yusuf Qardhawi, ulama moderat Arab pernah ditolak masuk Prancis. "Jadi jika Lady Gaga berpotensi merusak secara budaya atau politik, maka bagusnya ditolak saja masuk Indonesia,"tegas Tengku.

Ulama humoris ini menyatakan bahwa Lady Gaga sudah mengatakan secara terbuka bahwa dia pemuja setan Lucifer.

"Ini jelas figur yang bertentangan dengan negara kita yang berlandaskan Pancasila berketuhanan yang Maha Esa. Pakaian nya juga selalu tampil seronok. Dikhawatirkan nanti remaja puteri kita semakin rusak cara berpakaiannya,"ujar Tengku.

Selain pertimbangan pelarangan Gaga tadi, tak dipungkiri UU Pornografi bisa jadi dilanggar. Sehingga Tengku memastikan timbul dampak yang jelek. Syair lagu Gaga dinilainya banyak yang melanggar budaya dan nilai agama. "Tidak mendidik sama sekali pada generasi kita. Jadi buat apa digelar hal yang tidak membawa manfaat apa-apa, kecuali kerusakan?" ujarnya. Redaktur: Taufik Rachman. Reporter: indah wulandari.

Inilah Alasannya Ulama Larang Menonton Konser Lady Gaga

Senin, 14 Mei 2012, 16:39 WIB

REPUBLIKA.CO.ID,  Assalamualaikum wr wb

Ustaz, seorang ayah teman saya dengan bangga memberikan hadiah tiket nonton konser Lady Gaga kepada anaknya setelah bersusah payah untuk mendapatkannya, dan dengan harga yang cukup mahal untuk ukuran normal sebuah konser musik. Yang saya tahu, Lady Gaga adalah sosok yang dijadikan ikon illuminati. Apa hukumnya menonton konser musik Lady Gaga?

Hamba Allah

Waalaikumussalam wr wb

Fenomena orang tua seperti itu sejak awal sudah digelisahkan oleh Rasulullah yang digambarkan sebagai orang tua yang meyahudikan anaknya. Walau demikian, mungkin karena ketidaktahuannya tentang perkembangan mutakhir industri musik dan perfilman dunia, yang sudah menjadi alat utama penyebaran doktrin dan ritual-ritual penyembahan setan.

Sebagian masyarakat mungkin ada yang memandang dari sisi positifnya saja, atau sebagian artis Muslim ada yang melihat dari sisi konsep konsernya yang baru dan hebat, atau sudut pandang lainnya. Kepada mereka, saya ingatkan karena berpikir positiflah. Adam digelincirkan oleh iblis dan akhirnya menyesal seumur hidup, jangan terlalu mengandalkan akal pikiran, bersandarlah pada perintah dan larangan Allah.

Begitu pula, dengan konsep konsernya yang baru dan hebat, percayalah iblis punya konsep yang selalu up to date dalam urusan dunia yang melalaikan manusia dari mengingat Allah. Lady Gaga, dalam lirik lagu dan aksinya, menyebarkan model dan perilaku yang menunjukkan kekosongan pikiran, kacau, hampa, dan bebas dari segala nilai, aturan, dan agama.

Ia juga adalah penyembah setan (Anda bisa melihat di youtube ketika dia bersumpah atas nama Lucifer, setan dalam ajaran Kristen). Dan, seperti dilansir Dailymail, salah satu pekerja di hotel Intercontinental, London, Inggris, pernah melaporkan bahwa penyanyi kontroversial tersebut telah meninggalkan cairan mirip darah dalam jumlah besar di bak mandi hotel.

Oleh karena itu, pihak hotel pun curiga bahwa penyanyi berusia 25 tahun itu telah melakukan ritual pemujaan pada setan dengan media darah tersebut. Gaga adalah boneka yang digunakan Illuminati untuk me mengaruhi dan merusak moral masyarakat dunia. Hal itu dapat dengan jelas kita lihat dalam video klip lagu-lagunya yang memperlihatkan simbol-simbol Illuminati.

Misalnya, mata satu ( All-Seeing Eye) dan Baphomet, dewanya kaum penyembah setan masyarakat Barat. Di Cina, puluhan lagu Lady Gaga dilarang beredar karena liriknya vulgar dan seronok. Oleh karena itu, haram hukumnya menonton konser dia.

Bagi yang telanjur membeli tiket lalu membatalkannya, berarti ia orang baik yang diselamatkan oleh Allah SWT dan Allah pasti akan mengganti kerugiannya dengan ganti lebih baik. Yusuf al-Qaradhawi, salah satu ulama yang memboleh kan musik dalam bukunya al-Halal wa al-haram fi al-Islam, menjelaskan ada ketentuan dibolehkannya suatu musik.

Di antaranya, judul dan isi lagu tidak menyalahi adab dan hukum Islam, mungkin saja isi lagu itu tidak bertentangan dengan Islam, tapi cara dan aksi menyanyikannya bisa menjadikan lagu itu haram. Islam juga melarang dan memerangi hal berlebih-lebihan dan melampaui batas, bahkan dalam ibadah sekalipun, apalagi hal berlebih-lebihan dalam kesenangan dan berfoya-foya.

Ulama kita juga sepakat bahwa nyanyian dan lagu itu akan menjadi haram jika diikuti dengan perbuatan dan perilaku haram lainnya, seperti dilakukan sambil meminum minuman keras atau dipenuhi dengan aksi dan pakaian yang mengumbar aurat dan kemaksiatan. Wallahu a’lam bish shawab

Dikutip dari Koran Republika rubrik tanya jawab dengan Ustaz Bachtiar Nasir edisi Rabu, 25 April 2012. Redaktur: Heri Ruslan



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar