Kamis, 17 Mei 2012

Kapal AL Iran Siaga...???>>... Dia juga menegaskan, pengerahan Velayat 90 merupakan langkah terpenting AL Iran tahun lalu. Sebelumnya, AL Iran telah melakukan latihan Velayat 90 selama 10 hari yang mencakup wilayah dari timur Selat Hormuz di Teluk Persia hingga ke Teluk Aden. Latihan AL Iran itu dilakukan terkait dengan perintah langsung Pemimpin Revolusi Iran Ayatollah Seyyed Ali Khamenei yang meminta agar komandan militer Iran tetap bersiaga membela negara ini dari ancaman apa pun....>>.. Iran dan pengawas Nuklir PBB mengakhiri pembicaraan selama dua hari, Selasa (15/5) lalu. Meski diakui membuahkan hasil, Iran masih belum memberi izin PBB dan IAEA melakukan inspeksi ke Parchin, dimana program nuklir tersebut sedang dikembangkan. Mereka setuju untuk bertemu lagi pada Senin mendatang. Pertemuan pekan depan di Baghdad diharapkan membuahkan hasil yang berarti terkait permasalahan program nuklir yang sedang dikembangkan Iran tersebut....>>..Menteri Intelijen Iran, Heidar Moslehi mengatakan Teheran berhasil menemukan petunjuk penting terkait aksi teror berantai terhadap para ilmuwan nuklir Iran. "Dalam penyelidikan kasus tersebut dan dalam proses identifikasi pelaku teror para ilmuwan nuklir, kami mencapai hasil yang baik, perinciannya akan diumumkan," kata Moslehi di kota Masyhad, timur laut Iran. Menteri intelijen Iran juga menyinggung penangkapan dan pembongkaran sebuah jaringan teroris yang merencanakan untuk melakukan serangan bom di ibukota Iran, Teheran, selama liburan Nowruz (20 Maret-1 April). Ditambahkannya bahwa dalam hal ini pihaknya akan memberikan perincian lebih lanjut bila diperlukan...>> ..Iran, Selasa, menghukum gantung seorang pria yang didakwa berperan penting dalam kasus pembunuhan seorang ilmuwan nuklir ternama pada 2010. Terdakwa dituduh menjadi mata-mata bagi Israel. Demikian pernyataan dari kantor kejaksaan Teheran. "Majid Jamali Fashi, seorang mata-mata Mossad dan pembunuh ilmuwan nuklir kami Masoud Ali Mohammadi, sudah digantung pada Selasa pagi," demikian seperti dikutip kantor berita IRNA...>>... Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat sedang mempertimbangkan sebuah resolusi baru anti-Iran dalam rangka mengurangi ruang gerak bagi Presiden Barack Obama dalam menyikapi program energi nuklir Iran, demikian dilaporkan Press TV. Resolusi, yang diusulkan oleh Ileana Ros-Lehtinen, Ketua Komite Urusan Luar Negeri itu telah mengantongi 314 dukungan. DPR tidak segera melakukan voting pada resolusi, dan melanjutkan pembahasannya pada hari Rabu (16/5). Resolusi tersebut menuding Iran sebagai negara sponsor terorisme yang sedang berusaha untuk memproduksi senjata nuklir..>>..Duta Besar Rusia untuk Iran, Levan Dzhagaryan menyatakan, ketegangan mengenai program energi nuklir Iran bukan masalah dalam perundingan mendatang antara Iran dan kelompok 5+1 di Irak . Dalam wawancara eksklusif dengan Fars News Agency Ahad (13/5), Dzhagaryan menekankan bahwa Teheran memiliki hak mutlak untuk menggunakan energi nuklir untuk tujuan damai, dan tidak ada yang dapat menghalanginya. "Rusia berharap bahwa kedua belah pihak akan mencapai pemahaman di Baghdad, dan bergerak menuju penyelesaian atas kekhawatiran tentang program energi nuklir Iran dan membangun kepercayaan bersama, "tegasnya.>>


Amankan Wilayah, Kapal AL Iran Siaga

Kamis, 17 Mei 2012, 06:47 WIB

Amankan Wilayah, Kapal AL Iran Siaga
Sejumlah Kapal Perang Iran
REPUBLIKA.CO.ID,
http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/12/05/17/m452co-amankan-wilayah-kapal-al-iran-siaga
Dibayangi ancaman terhadap negaranya, AL Iran terus bersiaga. Armada kapal AL Iran pun dipastikan akan terus berada di perairan internasional.

Komandan AL Iran Laksamana Habibollah Sayyari menekankan, kehadiran kapal AL Iran di perairan internasional adalah bertujuan untuk menjaga keamanan kapal komersial dan tanker. ''AL Iran akan mengamankan kapal komersial dan tanker dengan cara melaksanakan misi dan tetap bertahan di perairan internasional,'' ujar Sayyari di sebuah ajang pertemuan di Rasht, Iran.
Dia menambahkan, sepanjang penanggalan Iran yang lalu (berakhir pada 19 Maret 2012), AL Iran telah mengerahkan lima armadanya ke laut lepas.
Dia juga menegaskan, pengerahan Velayat 90 merupakan langkah terpenting AL Iran tahun lalu. Sebelumnya, AL Iran telah melakukan latihan Velayat 90 selama 10 hari yang mencakup wilayah dari timur Selat Hormuz di Teluk Persia hingga ke Teluk Aden.
Latihan AL Iran itu dilakukan terkait dengan perintah langsung Pemimpin Revolusi Iran Ayatollah Seyyed Ali Khamenei yang meminta agar komandan militer Iran tetap bersiaga membela negara ini dari ancaman apa pun.Redaktur: Endah Hapsari.Sumber: press.tv

Iran Belum Izinkan IAEA Inspeksi Program Nuklirnya

Rabu, 16 Mei 2012, 09:21 WIB
http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/12/05/16/m43fv9-iran-belum-izinkan-iaea-inspeksi-program-nuklirnya
Iran Belum Izinkan IAEA Inspeksi Program Nuklirnya
Fasilitas nuklir Natanz di Iran.

REPUBLIKA.CO.ID, WINA - Iran dan pengawas Nuklir PBB mengakhiri pembicaraan selama dua hari, Selasa (15/5) lalu. Meski diakui membuahkan hasil, Iran masih belum memberi izin PBB dan IAEA melakukan inspeksi ke Parchin, dimana program nuklir tersebut sedang dikembangkan.
Mereka setuju untuk bertemu lagi pada Senin mendatang. Pertemuan pekan depan di Baghdad diharapkan membuahkan hasil yang berarti terkait permasalahan program nuklir yang sedang dikembangkan Iran tersebut.
Deputi Direktur Jenderal Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) Herman Nackaerts mengatakan, pembicaraan IAEA dengan Iran Selasa lalu berjalan lancar. Meski begitu belum didapatkan hasil berarti terkait permasalahan yang dibahas.
"Kami berhasil bertukar pandangan dengan baik, dan kami akan melanjutkan pertemuan ini pada Senin mendatang," ujar Nackaerts pada wartawan di Wina seperti dilansir Reuters, Rabu (16/5)
Sementara Duta Besar Iran Ali Asghar Soltanieh mengklaim pembicaraan IAEA dan Iran telah membuahkan hasil. Pembicaraan dilakukan dalam kondisi yang kondusif dan memiliki kemajuan terkait pembicaraan masalah nuklir Iran.
Namun, tak ada satu pun pihak yang memberikan rincian mengenai isi pembicaraan keduanya. Mereka juga tak memberi keterangan apakah mereka membahas mengenai izin Iran untuk inspeksi PBB ke situs militer Parchin. Dimana PBB dapat melihat atau mengawasi langsung program nuklir Iran, yang selama ini dicurigai bukan untuk kepentingan damai.
Diplomat Barat yang juga hadir dalam pertemuan tersebut mengatakan, kesiapannya untuk membuat konsesi yang lebih konkrit menjelang pertemuan di Baghdad pekan depan.
"Terlalu dini untuk mengatakan ada kemajuan dalam pembicaraan ini, sepertinya ada beberapa poin serius yang harus dibahas," ujar salah satu dari diplomat yang tak menyebutkan namanya.
IAEA tetap berharap Iran menyetujui inspeksi langsung IAEA atau PBB ke program nuklir mereka. Hal ini dilakukan untuk menjawab keraguan akan program nuklir Iran yang dinilai memiliki tujuan lain.
Dua putaran pembicaraan sebelumnya gagal membuat kemajuan yang berarti. Iran tetap meneruskan program nuklirnya di Teheran. Iran juga belum memberi izin PBB dan IAEA melakukan inspeksi ke Parchin, dimana program nuklir tersebut sedang dikembangkan. Dalam pembicaraan pekan depan diharapkan IAEA dan Iran menemukan titik temu, terkait permasalahan ini.Redaktur: Yudha Manggala P Putra.Reporter: Gita Amanda

Inilah Bukti Ilmuwan Nuklir Iran Diteror

Kamis, 17 Mei 2012, 08:09 WIB. http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/12/05/17/m454iz-inilah-bukti-ilmuwan-nuklir-iran-diteror

Inilah Bukti Ilmuwan Nuklir Iran Diteror
Fasilitas nuklir Iran

REPUBLIKA.CO.ID, Menteri Intelijen Iran, Heidar Moslehi mengatakan Teheran berhasil menemukan petunjuk penting terkait aksi teror berantai terhadap para ilmuwan nuklir Iran.
"Dalam penyelidikan kasus tersebut dan dalam proses identifikasi pelaku teror para ilmuwan nuklir, kami mencapai hasil yang baik, perinciannya akan diumumkan," kata Moslehi di kota Masyhad, timur laut Iran.
Menteri intelijen Iran juga menyinggung penangkapan dan pembongkaran sebuah jaringan teroris yang merencanakan untuk melakukan serangan bom di ibukota Iran, Teheran, selama liburan Nowruz (20 Maret-1 April). Ditambahkannya bahwa dalam hal ini pihaknya akan memberikan perincian lebih lanjut bila diperlukan.
Pernyataan ini dikemukakan Moslehi tepat pada hari eksekusi terhadap mata-mata Israel (Mossad) Majid Jamali Fashi yang membunuh fisikawan nuklir Iran Massoud Ali-Mohammadi pada Januari 2011.
Sebelumnya pada 6 Mei Moslehi kepada wartawan mengatakan bahwa Iran telah melakukan penangkapan penting, dan menjelaskan bahwa pasukan keamanan Iran baru mengidentifikasi dan menangkap sejumlah teroris yang terlibat dalam pembunuhan para ilmuwan nuklir Iran.
Iran menuding AS dan Israel berada di balik rangkaian aksi teror terhadap para ahli nuklir Republik Islam.
Dalam kasus terbaru, Mostafa Ahmadi Roshan diteror pada Januari setelah pengendara motor tidak diketahui menempelkan sebuah bom magnet ke mobilnya di Teheran.
Pada tanggal 29 November 2010, Profesor Dr Majid Shahriari dan Fereydoun Abbasi juga menjadi sasaran serangan teroris; Shahriari tewas di tempat sementara Dr Abbasi, ketua Badan Energi Atom Iran saat itu, hanya menderita luka.
AS, Israel dan sekutu mereka di Barat menuding Iran mengejar program nuklir militer dan menggunakan klaim tersebut sebagai dalih untuk mempengaruhi Dewan Keamanan PBB menjatuhkan empat putaran sanksi terhadap Iran guna memaksa Republik Islam menghentikan program nuklirnya.
Pada bulan November 2011, sejumlah bakal calon presiden AS menekankan pelaksanaan operasi rahasia di Iran mulai dari meneror para ilmuwan nuklir, sabotase program energi nuklir Teheran dan bahkan serangan militer terhadap instalasi nuklir Iran. Redaktur: Endah Hapsari.Sumber: IRIB/IRNA


Iran Gantung Mata-Mata Israel

Tuesday, 15 May 2012, 17:15 WIB.http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/12/05/15/m42760-iran-gantung-matamata-israel...

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Iran, Selasa, menghukum gantung seorang pria yang didakwa berperan penting dalam kasus pembunuhan seorang ilmuwan nuklir ternama pada 2010. Terdakwa dituduh menjadi mata-mata bagi Israel. Demikian pernyataan dari kantor kejaksaan Teheran.
"Majid Jamali Fashi, seorang mata-mata Mossad dan pembunuh ilmuwan nuklir kami Masoud Ali Mohammadi, sudah digantung pada Selasa pagi," demikian seperti dikutip kantor berita IRNA.
Pada 28 Agustus 2011, media setempat melaporkan bahwa Jamali Fashi dijatuhi hukuman mati setelah dinyatakan bersalah karena melawan Tuhan dengan menempatkan sepeda bermuatan bom dan meledakkannya di depan rumah Ali Mohammadi. Jamali Fashi dituduh bekerja sama dengan Zionis dan Mossad dalam melakukan aksi tersebut.
Jamali Fashi diadili sebagai tersangka utama dalam kasus pembunuhan Profesor Ali Mohammadi, seorang ahli fisika partikel di Universitas Teheran. Ali Mohammadi tewas dalam serangan bom di luar rumahnya pada Januari 2010.
Jamali juga dituduh telah bekerja sama dengan agen mata-mata Israel dan telah menerima 120.000 dolar AS (Rp1,1 miliar) untuk menyampaikan misi intelijen kepada Mossad. Republik Islam telah menyalahkan negara Yahudi dan Amerika Serikat atas tragedi pembunuhan terhadap empat ilmuwan dan ahli nuklir sejak 2010.
Negara Barat dan Israel menuduh Iran sedang berusaha memanfaatkan nuklir sebagai senjata atom dengan kedok program ruang angkasa dan nuklir sipil. Tuduhan tersebut dibantah dengan tegas oleh Teheran.
Redaktur: Didi Purwadi.Sumber: Antara/AFP

Gebuk Iran, AS Siapkan Resolusi Baru

Thursday, 17 May 2012, 08:30 WIB. http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/12/05/17/m4586s-gebuk-iran-as-siapkan-resolusi-baru
 
Gebuk Iran, AS Siapkan Resolusi Baru
Bendera Amerika Serikat
 
REPUBLIKA.CO.ID, Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat sedang mempertimbangkan sebuah resolusi baru anti-Iran dalam rangka mengurangi ruang gerak bagi Presiden Barack Obama dalam menyikapi program energi nuklir Iran, demikian dilaporkan Press TV.

Resolusi, yang diusulkan oleh Ileana Ros-Lehtinen, Ketua Komite Urusan Luar Negeri itu telah mengantongi 314 dukungan. DPR tidak segera melakukan voting pada resolusi, dan melanjutkan pembahasannya pada hari Rabu (16/5).
Resolusi tersebut menuding Iran sebagai negara sponsor terorisme yang sedang berusaha untuk memproduksi senjata nuklir.
Resolusi mendukung penuh politik Amerika Serikat dalam mencegah Iran mencapai kemampuan memproduksi senjata nuklir dan mendesak Presiden [Obama] menegaskan kembali bahwa Iran berkemampuan senjata nuklir tidak dapat diterima.
Amerika Serikat, Israel, dan sejumlah sekutunya di Barat menuding Iran mengacu pada tujuan militer dalam program energi nuklirnya. Dengan menggunakan klaim tersebut, Washington dan Tel Aviv mengancam akan melancarkan serangan militer ke Iran.
Menyangkal tuduhan tersebut, Teheran menegaskan bahwa sebagai anggota paling berkomitmen Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dan penandatangan Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT) Republik Islam berhak mendayagunakan segala jenis teknologi nuklir sipil.Redaktur: Endah Hapsari.Sumber: IRIB/IRNA

Rusia: Nuklir Hak Iran, Jangan Dihalangi

Selasa, 15 Mei 2012, 05:48 WIB. http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/12/05/15/m41bd1-rusia-nuklir-hak-iran-jangan-dihalangi

REPUBLIKA.CO.ID, Duta Besar Rusia untuk Iran, Levan Dzhagaryan menyatakan, ketegangan mengenai program energi nuklir Iran bukan masalah dalam perundingan mendatang antara Iran dan kelompok 5+1 di Irak .
Dalam wawancara eksklusif dengan Fars News Agency Ahad (13/5), Dzhagaryan menekankan bahwa Teheran memiliki hak mutlak untuk menggunakan energi nuklir untuk tujuan damai, dan tidak ada yang dapat menghalanginya.
"Rusia berharap bahwa kedua belah pihak akan mencapai pemahaman di Baghdad, dan bergerak menuju penyelesaian atas kekhawatiran tentang program energi nuklir Iran dan membangun kepercayaan bersama, "tegasnya.
Putaran terakhir perundingan antara Iran dan  kelompok 5+1 digelar di kota Istanbul Turki pada 14 April lalu. Kedua belah pihak menilai pembicaraan konstruktif dan sepakat untuk mengadakan putaran berikutnya di Baghdad pada 23 Mei 2012 mendatang. Redaktur: Endah Hapsari.Sumber: IRIB/IRNA

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar