Minggu, 01 Januari 2012

Era Reformasi yang dielu-elukan oleh sebagian besar orang Islam yang tidak tahu sejarah sebagai titik awal kebangkitan Islam ternyata juga sama saja. Menurut beliau, kristenisasi yang sekarang terjadi seperti di Malang, Magelang, Klaten, Bogor, Bekasi dan lain-lain adalah kristenisasi kelas kecil. Kristenisasi terbesar yang ada di negara kita ini adalah di Pemerintahan. .....>>> Makanya Umat Islam harus Waspada dan Kuatkan Silaturahim serta Persaudaraan Muslim dan Solidaritas Umat Islam..>> Jangan mau di adu domba sesama Umat Islam.. serta Waspada dalam memilih Pemimpin...>> Pilihlah Pemimpin Indinesia yang Alim dan Jujur serta. benar2 Istiqomah..serta ketakwaannya kepada Allah SWT ...>> Untuk mempersatujkan Umat Islam.. jangan mau dibayar2 atau diberi dana2 dari luar Umat Islam..>> Awas.. mereka para munafikin itu lebih berbahaya dari pada para kafirin karena mereka itu cinta Dunia.. dan jahat kepada Kebenaran Islam..>> lihatlah Surat Al Munafiqun...[al Qurán] >>> Banyak contoh didalam dan diluar negeri.. bahkan Sejarah banyak memberi pelajaran secara nyata..>> Bersatulah Umat Islam dan kuatkan persaudaraan Muslim..>> Semua Sunny-Syiah-NU-Muhammadiyah-Persis-PSII-PBB-PKS-MUI-FPI-FUI-HMI-PMII-PII-GPII-GPK-Muslimat-Aisyiah-dan semua komponen Islam dan Muslimin bersatulah dalam suatu Syura Muslimin Indonesia yangutuh.. untuk membangun NKRI yang utuh dan tegaknya Syariah Islam yang benar-jujur-komprehensif-utuh dan menyeluruh secara kaffah.. demi tegaknya Kebenaran Allah dan Rasulullah SAW.. serta Kejayaan Bangsa dan Negara RI serta kesejahrteraan-Keadilan-dan martabat Bangsa Indinesia yang mulia dengan akhlakul karimah..>> Aamin..>> Jauhkan dari perilaku tipu2 dan dusta... serta perbuatan gharar-maisir-riba-molimo...dll yang merendahkan martabat bangsa dan melemahkan kekuatan bangsa,, >> Hayyoo kuatkan persatuan Umat Islam dan NKRI secara benar2 utuh dan lurus.. >> Insya Allah Umat Islam dan bangsa Indonesia menjadi bangsa dan Umat Mulia-adil-makmur-aman sentausa.. Aamiin...>>

Ahad, 01 Jan 2012

Kristenisasi Terbesar Ada di Pemerintahan

SOLO (voa-islam.com) - Maraknya aksi kristenisasi atau pemurtadan yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini -meskipun sejak dulu sudah ada- ternyata mengetuk kepedulian kaum muda khususnya aktivis kampus, untuk ikut andil dalam mencari solusi problematika umat yang tak bisa diselesaikan oleh pemerintah, baik daerah maupun pusat.

Ahad (1/12), aktivis kampus dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang tergabung dalam Jama’ah Masjid Fadhlurrahman (JMF) UMS mengadakan seminar nasional kristologi bertajuk “Konspirasi Kristen Terhadap Muslim Indonesia dan Upaya Antisipasinya”. Acara sendiri dilangsungkan di gedung pasca sarjana lantai 5 Fakultas Psikologi UMS dari pukul 09.00 WIB - 12.30 WIB.

Acara yang didukung oleh Rumah Sakit Islam (RSI) Yarsi Surakarta, Baitul Maal DINAR Peduli Solo dan Percetakan IVORIE ini menghadirkan pemateri Ust. Abu Al ‘Izz, Lc. (Ketua FAPB) dan Ust. Sholekhan M.C, Lc. (Ketua DDII Jawa Tengah). Peserta yang hadir sendiri, kebanyakan terdiri dari akademisi dan aktivis kampus yang berasal dari universitas se-Solo raya.

Dalam pemaparannya dengan judul “Sejarah dan Perkembangan Missionaris”, Ust. Sholekhan memaparkan kepada kalangan kaum muda dari aktivis kampus, bahwa kristenisasi dan adanya missionaris sudah ada sejak dulu sebelum Indonesia merdeka dan lebih parah lagi setelah Indonesia merdeka. Jadi merdeka dan tidaknya Indonesia itu sama saja, yakni tetap diatur oleh kepentingan asing (waktu itu Komunis) yang digerakkan oleh Soekarno lewat NASAKOM-nya. Jadi, meski umat islam yang berjuang demi kemerdekaan Indonesia yang merasakan itu adalah orang-orang missionaris.

Setelah era Soekarno, muncullah era Orde Baru yang dikuasai oleh Soeharto. Tak jauh beda dari pendahulunya, Soeharto malah lebih parah lagi dengan memaksakan kehendaknya agar rakyat menggunakan konsep PANCASILA-nya.

“Kalau tadi Ustadz dari Bekasi itu (Ust. Abu Al ’Izz, red) mengatakan bahwa sekarang ini agamanya orang Kristen itu adalah agama Paulus, kalau orang Indonesia waktu zaman Orba pakai agamanya Soeharto, jadi rakyat waktu itu nasibnya tak jauh beda dengan nasib orang Kristen,” ujarnya.

Era Reformasi yang dielu-elukan oleh sebagian besar orang Islam yang tidak tahu sejarah sebagai titik awal kebangkitan Islam ternyata juga sama saja. Menurut beliau, kristenisasi yang sekarang terjadi seperti di Malang, Magelang, Klaten, Bogor, Bekasi dan lain-lain adalah kristenisasi kelas kecil. Kristenisasi terbesar yang ada di negara kita ini adalah di Pemerintahan.

“Sekarang kalau kita mencermati Undang-Undang tentang pendidikan pasal 9, di situ jelas sekali disebutkan bahwa rakyat harus mendapatkan pendidikan agamanya sesuai dengan agama yang dipeluknya. Tapi coba kita lihat sekarang, contoh di Klaten saja, 60 % anak-anaknya sebagaimana data yang saya dapat itu sekolah di sekolah Kristen.
Jadi, mereka (sekolah-sekolah Kristen) tidak mau memberikan pelajaran agama Islam kepada anak yang beragama Islam. Apa yang mereka lakukan bukan tidak ada dalilnya, mereka melakukan itu  karena mengikuti pasal 7 tentang Pendidikan. Dan ini parahnya adalah hal tersebut berlangsung puluhan tahun tanpa ada dari pihak Pemerintah untuk mencegahnya. Kalau ini bukan Kristenisasi terbesar yang dilegalkan, lalu namanya apa?”  jelasnya.
Maka pelajaran yang bisa dipetik dari seminar tersebut di antaranya kita wajib waspada dengan segala tipu daya dari orang-orang Kristen sekitar kita, jangan sampai lengah pengawasan kita kepada mereka. Sebab mereka juga mengawasi kita dan berupaya bagaimana cara meng-Kristenkan umat lain selain mereka sebagaimana yang ada di dalam injil Matius 28 : 19-20. Lebih spesifik lagi, jangan sampai kita sekolahkan anak-anak kita kesekolah Kristen, meskipun masuk kesekolah tersebut GRATIS. (Bekti Sejati/KRU FAI)
  
Kapitalisme di Ujung Krisis Eropa

Senin, 02/01/2012 09:44 WIB | Arsip | Cetak
Yang mungkin kita saksikan saat ini tidak hanya akhir Perang Dingin, atau berlalunya sebuah periode tertentu dalam sejarah pascaperang, tetapi akhir sejarah secara harfiah. Yakni, titik ujung evolusi ideologi umat manusia serta universalisasi demokrasi liberal Barat sebagai bentuk akhir, tulis Francis Fukuyama (1992) di dalam bukunya The of History and The Last Man. Petikan kalimat tersebut, menggambarkan keyakinan Fukuyama dalam menalar-prediksi masa depan peradaban manusia, yang menurutnya akan berakhir pada hegemoni kapitalisme dibawah settign praksis liberalisasi.
Namun apa yang terjadi dua dekade setelah tamsil itu dipublikasikan oleh Fukuyama? Kapitalisme yang digadang-gadang oleh pengamat ekonomi-politik dari Johns Hopkins University tersebut akan tampil sebagai pemenang, nyatanya kini sedang kritis.
Pandangan Fukuyama bahkan diklarifikasi oleh keyakinan sejumlah pakar bahwa dekade pertama abad 21, telah menjadi titik deklinasi bagi peradaban Barat –utamanya dalam hegemoni ekonomi dan politik-. Salah satu yang membantah tesis Fukuyama adalah Prof. Kishore Mahbubani, penulis buku The New Asian Hemisphere: The Irresistable Shif of Global Power to The East (2008).
Bagi Mahbubani, gejala titik nadir peradaban Barat tersebut ditandai dengan dua poin momentum utama. Pertama, dunia akan melihat akhir dari era dominasi dan hegemoni Barat dalam sejarah, gerbangnya adalah krisis ekonomi yang bermula sejak tahun 2008 lalu dan berefek domino hingga kini. Krisis tersebut erlahan tapi pasti, diyakini menghantar kapitalisme -yang menjadi patro ekonomi Barat- ke peristirahatan terakhirnya.
Kedua, momentum krisis tersebut menstimulus kembalinya kejayaan Asia, yang ditandai dengan akselerasi eknomi dan politik di beberapa negara seperti China, Indonesia dan India serta Timur Tengah yang kini berlomba menggenjot pembangunan insfrastruktur monumental. Hal ini mengingatkan kita pada imperium besar yang pernah berjaya dari berbagai dinasti di China, India dan Timur Tengah, termasuk kedigdayaan Indonesia (saat itu masih berbentuk kerajaan) sejak Sebelum Masehi hingga abad ke 19 Masehi
Era Asia
Masa transmisi yang menggerakkan pendulum ekonomi dari Barat ke Asia, disertai oleh transformasi politik yang ditandai dengan langkah demokratisasi beberapa negara penting, bisa dikatakan sebagai gerbang emas era Asia. Era Asia tidak lahir secara instant, tetapi telah didesain sedemikian rupa oleh pemimpin beberapa negara besar dan berpengaruh di kawasan Asia seperti Deng Xiaoping, Wen Jiabao, Zhu Rongji, dan Lee Kuan Yew.
Asia Tenggara yang menghimpun 11 negara di dalamnya termasuk 10 anggota ASEAN, merupakan salah satu kawasa strategis. Krisis keuangan global pada tahun 2008 lalu telah membuktikan jika ASEAN tidak begitu terimplikasi krisis yang bermula dari kredit macet perumahan (subprime mortgage) di AS tersebut. Beberapa negara seperti Singapura, Malaysia, Filipina, dan Thailand memang sempat terdampak krisis, namun pada 2010 negara-negara tersebut bisa pulih dan sepenuhnya kemudi ekonomi bisa dikendalikan lagi.
Resistensi ini sekaligus membuat dunia berdecak kagum pada Asia –khususnya ASEAN- karena hingga kini, multiple efect dari krisis tersebut justru bergeser ke zona Euro dan membuat beberapa negara seperti Yunani dan Italia terguncang hebat bahkan terancam default karena tumpukan utang.
Selain faktor vitalitas, daya tarik ekonomi lain yang dimiliki oleh ASEAN adalah potensi pasar dari besaran penduduknya yang mencapai 600 juta jiwa. Pun dengan Produk Domestik Bruto (PDB)-nya yang mencapai USD1,5 triliun pada tahun 2010, investasi asing sebesar USD75,8 miliar pada tahun 2010 dengan pertumbuhan menyentuh angka 131,8 persen. Ini menandakan wilayah ASEAN merupakan salah satu tujuan investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI) di samping China dan India.
Kepentingan Amerika
Seksinya anatomi ekonomi ASEAN juga bisa dilihat dari instrumen pertumbuhan perdagangan intra-ASEAN sebesar 31,2 persen per tahun dan nilai transaksi perdagangan intra-ASEAN pada 2010 sebesar USD519,7 miliar. Nilai transaksi itu melonjak amat signifikan dibanding 2009, di mana pada tahun tersebut nilainya baru USD76,2 miliar (Bloomberg, 2011). Keadaan seperti itulah yang menjadikan ASEAN berada dalam pusaran kepentingan negara-negara raksasa ekonomi, khususnya AS dan China.
Dengan demikian, dapat difahami bahwa kedatangan Presiden AS Barack Husein Obama dan Perdana Menteri China Hu Jintao pada pelaksanaan KTT ke 19 ASEAN di Bali beberapa waktu lalu merupakan bagian dari manuver ekonomi dan politik dua negara raksasa tersebut, yang tentu saja dimaksudkan hendak berebut pengaruh di ASEAN.
Seperti prediksi Standard Chartered Plc bahwa dengan trend pertumbuhan ekonomi yang tinggi hingga menembus angka 10%, China akan menyalip AS sebagai kekuatan utama ekonomi global pada tahun 2030. Sebagai upaya meng-counter cengkraman Cina yang semakin menguat di kawasan Asia, termasuk pengaruh ekonomi dan politik Cina di ASEAN, maka AS harus memastikan posisi dan perannya di ASEAN. Ini alasan pertama, mengapa AS sangat agresif mencari posisi di ASEAN.
Kedua, krisis berkepanjangan di Eropa menyebabkan daya beli masyarakat melemah, AS kehilangan pasar. Maka tidak ada cara lain bagi AS kecuali secara ketat menjaga dan memperluas pasar di luar zona Euro. ASEAN adalah kawasan yang relatif stabil dan aman dari terjangan krisis karena konsumsi domestik di kawasan ini cukup tinggi.
Ketiga, negara-negara ASEAN kaya akan sumber daya alam. Berbagai bahan baku industri seperti hasil pertambangan, perkebunan, perikanan, peternakan dan kehutanan sangat melimpah di kawasan ini. Agresifnya China menjalin kemitraan strategis dengan ASEAN, memungkinkan AS kehilangan sumber pasokan bahan baku jika tidak segera mengimbangi pergerakan China. Target perdagangan yang ditetapkan oleh Beijing hingga USD500 miliar pada taun 2015, merupakan salah satu bukti agresifitas China (Sindo, 16/11/2011)
Keempat, berakhirnya pergolakan politik di beberapa negara ASEAN seperti di Thailand, Filipina dan Myanmar menghantar ASEAN sebagai salah satu kawasan yang memiliki masa depan demokrasi yang cerah. Stabilitas politik menjadikan iklim investasi lebih baik sehingga bisa memacu pertumbuhan ekonomi.
Kelima, untuk kepentingan Pilpres 2012. Dengan mampu meyakinkan ASEAN pada sejumlah tawaran yang menguntungkan bagi AS, maka popularitas Obama yang akan maju pada Pilpres AS tahun 2012 bisa terungkit kembali oleh karena Obama dilihat mampu mengambil langkah strategis untuk mencegah dampak lebih buruk dari krisis yang melanda AS saat ini.

The Next King
Kita telah melihat bagaimana Asia terus tumbuh di tengah tekanan yang mendera dan membuat AS dan Eropa terseok. Walaupun telah mengambil berbagai langkah, para pengamat masih melihat jika krisis yang melanda AS saat ini butuh waktu paling cepat 20 tahun untuk proses pemulihan. Maka Asia merupakan satu-satunya kawasan yang diharapkan mampu menyelamatkan ekonomi global.
Di Asia, China, India dan Indonesia merupakan tiga negara yang satu dekade terakhir menunjukkan kemajuan ekonomi yang pesat dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi. Ini bisa kita lihat dari data terakhir pada kuartal ke III tahun 2011 ini. Ddisaat banyak negara Eropa tumbuh negatif, China tumbuh rata-rata 8,9 persen, India 8 persen, dan Indonesia 6,5 persen.
Namun ada gejala yang mengkhawatirkan beberapa waktu terakhir terakit dengan trend negatif pertumbuhan ekonomi China. Statistik terbaru ini memperlihatkan dampak kelesuan ekonomi global mulai mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Cina yang amat mengandalkan ekspor. Sebelumnya pertumbuhan ekonomi negeri tirai bambu tersebut melampaui 10 persen, namun akibat dari krisis global ekonomi China melambat hingga 8,9-8,5 persen (2011). Secara drastis, eskpor China ke AS dan zona Euro turun hingga 8,6 persen dalam waktu tiga bulan, Agustus-Oktober 2011(bbc.co.uk/10/11/2011).
Meminjam analisis Nouriel Roubini, Guru Besar Stern School of Business New York University yang juga mantan ekonom di IMF, ada beberapa sebab mengapa ekonomi China mengalami perlambatan dan rentan memengaruhi ekonomi global. Pertama, dari struktur PDB-nya, konsumsi domestik China tergolong sangat rendah yaitu sekitar 30% karena orientasi perdagangan pada ekspansi pasar ke Eropa, Amerika dan Asia. Oleh karenanya, ekonomi China terimbas resesi yang telah melemahkan daya beli masyarakat Eropa dan AS karena besarnya volume ekspor China ke kawasan tersebut.
  1. Kedua, dalam beberapa dekade terakhir China terlalu jor-joran menggenjot pembangunan fisik termasuk di sektor properti sehingga terjadi surplus yang tidak bisa terserap optimal oleh pasar domestik.
  2. Ketiga, ternyata negara pemilik ekonomi terbesar kedua dunia itu punya utang nyaris 80 persen dari PDB sehingga membebani anggaran negara, sebagaimana diuangkapkan oleh Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia Sofjan Wanandi dan Direktur Utama BNI Securities Jimmy Nyo, walau data resmi pemerintah China menyatakan utang mereka hanya 18 persen dari PDB. (Jurnas, 22/11/2011)
  3. Maka sebagai negara yang memiliki hubungan dagang yang kuat dengan China, Indonesia dan ASEAN secara umum patut waspada. Ekonomi China yang melambat dipastikan berimbas pada mitra dagang, khususnya memengaruhi ekspor ke negera komunis tersebut. Krisis AS dan Eropa, ancaman bagi perlambatan ekonomi China dan problem kependudukan (SDM) dan SDA yang menyebabkan ekonomi Jepang sebagai pemain utama ekonomi di Asia juga melambat, maka dari ASEAN, Indonesia bisa muncul sebagai leading dengan tiga syarat.
  4. Pertama, optimalisasi pasar domestik yang sangat besar (sekitar 237 juta penduduk domestik). Kedua, peningkatakn kualitas SDM sehingga bisa menghasilkan produk dengan standar kualitas yang menjangkau kebutuhan pasar, termasuk pasar ASEAN yang besarnya hingga 600 juta jiwa.
  5. Ketiga, mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata dengan menggerakkan sektor ril. Berkaca pada krisis 1997/1998 dan 2008, pemerintah harus sadar bahwa sktor ril lah yang menjadi sabuk pengaman ekonomi nasional.
  6. Peran strategis sektor ril juga nampak dari data BPS tahun 2009 yang menunjukkan jika sektor ril memberikan kontribusi sebesar 53 persen produk domestik bruto Indonesia. Terdapat 51,26 juta unit UMKM, atau sekitar 99 persen dari seluruh unit usaha yang menyerap tenaga kerja sekitar 90 juta jiwa atau 97,04 persen dari total tenaga kerja Indonesia.
  7. Sebagai bank sentral, peran Bank Indonesia sangat diperlukan untuk menstimulus akselerasi pertumbuhan sektor ril yang ditopang oleh keberfihakan regulasi. Dengan demikian, harapan bahwa Indonesia menjadi The Next King of Asian Economics dan bahkan perekonomian global, akan segera terwujud.
  8. Tak syak lagi, krisis Eropa yang menjadi obituari makam kapitalisme, dengan penanda transmisi gerakan pendulum ekonomi dari Barat ke Asia yang bertemu dengan momentum transisi demokrasi menuju konsolidasi yang semakin membaik, membuat peluang Indonesia semakin terbuka lebar. Keruntuhan kapitalisme, menjadi jalan bagi Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam, untuk muncul sebagai kekuatan penyeimbang.
  9. Bolehlah kita melihat etape transformasi gerakan dakwah di Timur Tengah seperti di Turki, Tunisia, Mesir, Maroko, dan Palestina yang perlahan melakukan take over kendali atas negara mereka. Gerakan dakwah di negara-negara muslim tersebut, melangkah jauh untuk menjawab kebutuhan rakyat. Mmpraksiskan Islam yang selama ini terbatas hanya pada mimbar dan media massa serta sedikit gerakan sosial, menjadi artikulasi dakwah lewat dengan dukungan infrastruktur dan suprastruktur negara. Sejarah akan menjawab kapasitas mereka.
Nah, pertanyannya, sejauh mana kesiapan kaum muslimin di negeri ini menyambut era Asia yang otomatis melibatkan Indonesia sebagai salah satu aktor penting? Perangkat-perangakat dakwah, dan seluruh elemen umat Islam harus bisa menjawab dengan menyiapkan diri sejak saat ini. Mulai dari penguasaan di sektor ekonomi, hingga kendali atas hukum atapun politik. agar kita tidak menjadi generasi gagap dengan tantangan realitas dan terjebak dalam wacana-wacana normatif. Mari berbuat!


Jusman Dalle, Penulis adalah Direktur Ekonomi Politik TRANS Institute Indonesia, Analis Ekonomi Politik Society Research and Humanity Development (SERUM) Institute, dan pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Perguruan Tinggi Bakorda Sulsel
Untuk sharing dan silaturrahim, contac di
i) Hp : 085299430323,
ii) BB-Pin : 32E55EEC,
iii) Twitter : @Jusmandalle


Terbukti, GKI Yasmin Memang Provokator

syaiful falah | Minggu, 01 Januari 2012 | 09:56:16 WIB | Hits: 309 | 5 Komentar
 
Share |
BOGOR (SI ONLINE) - 
Minggu pagi ini (1/1/2012) lagi-lagi GKI Yasmin provokasi warga, jika sebelumnya mereka hanya datang sebentar untuk menciptakan opini sebelum beribadah di tempat lain, kali ini mereka lebih provokatif dengan membuat sticker bertuliskan "Kami butuh Islam yang ramah, bukan yang marah". Sticker tersebut di tempel di salah satu kendaraan milik pihak GKI Yasmin dan di parkir disekitar kerumunan warga.

Melihat sticker itu kontan saja warga tidak terima, kepada Suara Islam Online, Ustadz Abdul Halim selaku warga setempat mengatakan "Inilah buktinya, ini artinya mereka bukan mau ibadah tapi mau provokasi umat Islam saja, oleh karena itu aparat harus tanggap menyelesaikan para pelanggar hukum itu, dan jangan sampai ke depan mereka muncul terus kesini untuk provokasi umat muslim"

Dengan adanya kasus ini, pemerintah kota Bogor sebenarnya sudah menyediakan solusi tempat di gedung Harmoni untuk GKI Yasmin beribadah, tempat ber AC di gedung megah itu ternyata di tolak GKI Yasmin dan malah ngotot mau ibadah di trotoar jalan. Padahal melalui instruksi Gubernur Jawa Barat dan Perda Kota Bogor sudah ada aturan larangan beribadah di trotoar jalan tanpa ijin.

Kasus ini memang sudah lama sejak tahun 2006, GKI Yasmin terbukti dinyatakan bersalah dan sudah dicabut IMB nya karena menipu dan memalsukan tandatangan warga untuk pengurusan IMB. Tidak hanya itu, syarat lain seperti rekomendasi FKUB, Jemaat yang harus berjumlah 90 orang, persetujuan warga setempat itu juga tidak dimiliki oleh GKI Yasmin. Namun sampai saat ini warga terus bersabar mengawal kasus ini di ranah hukum.
"Sebenarnya kalau mau dari dulu bisa saja kita mengusir mereka tapi itu akan mengotori tangan kita saja, biarkan aparat yang berwenang untuk menyelesaikannya" ujar Ustadz Abdul Halim menambahkan.
Bona Sigalingging selaku Jubir GKI saat diwawancarai sebelumnya mengatakan, bahwa mereka dilarang ibadah karena walikota didekati oleh kelompok-kelompok intoleran. Mengenai hal itu, Ustadz Ahmad Iman warga setempat yang juga ketua Forkami menanggapi “Inilah yang selama ini mereka ciptakan, dibuat opini seolah-olah mereka dilarang ibadah, umat islam tidak toleran, umat islam anarkis dsb, padahal faktanya selama 5 tahun ini kita masyarakat muslim disini terbukti tidak anarkis, merekalah yang anarkis dengan melawan hukum. Bahkan mereka pernah memukul kepala satpol PP Bambang Budianto, itulah bukti mereka anarkis. Kalo mau ibadah, ibadahlah ditempat semestinya. Mereka sudah punya gereja di Jl. Pengadilan yang letaknya tidak jauh dari sini, dan pemkotpun sudah memberikan solusi tempat lain jika memang mereka mau ibadah, tapi mereka terus ngotot ingin provokasi kami setiap minggu disini” 

Kepada pihak GKI Yasmin, Ustadz Ahmad Iman mempertanyakan “Jika memang mereka mau ibadah, jika memang mereka mau melakukan kebaikan, kenapa harus di awali dengan ketidakjujuran ???”

Rep: Syaiful
[Note: Memang Umat Kresten itu selalu memnagjurkan Kedamaian dan Bahwa Trinitas itu adalah Kedamaian... Tetapi fakta Sejarah adalah sebaliknya: Di Timur Tengah sampai sekarang para Tokoh2 Negara dan Politik Kresten itu Penjajah dan jelas2 memfitnah Umat Islam dengan sebutan Teror- dan bahkan melakukan  pembunuhan bangsanya sendiri dengan Tipuan Case 911 WTC 2001.. dimana fitnahnya ditargetkan kepada Umat Islam...>> Mereka menyerang Afghanistan dan Iraq.. karena Negara2 itu adalah tempat para pemimpin yang menentang AS dan sekutu2nya yang senantiasa berdusta.. dan jahat terhadap Umat Islam..
Kata2 Damai.. dalam bahasa agama Kresten itu banyak dusta pada faktanya.. Lihatlah betapa banyaknya tipu muslihat para Kresten itu terhadap Umat Islam..
Di Ambon apa lagi.. mana peduli Umat Kresten yang konon mengajak Damai.. itu.. tetapi mereka itulah Pembunuh dan pembuat teror dan pembakaran tumah2 Umat Islam..disana..
Makanya Umat Islam harus bersatu.. dan jangan mau diadu domba.. atau dibayar-bayar- untuk tujuan memeilih Pemimpin yang kesetiaaan dan keimananannya kepada Islam itu hanya setengah-setengah...
Awaslah.. mereka selalu menggunakan dana2 asing yang banyak.. maklum mereka tukang rampas dan penjajah.. 
dan bahkan membunuh itu adalah biasa2 saja.. contoh apa yg terjadi di Vietnam-Kamboja-Indocina-Iraq-Afghanistan-Libya-Genosida di Eropa-Jerman-Bosnia dll...]
Hati2lah Umat Islam terhadap provokasi mereka..  Juga para Munafikin yang menjual ayat2 Allah demi pangkat dan kedudukan belaka...
Mereka selalu mencari celah2 perpecahan Umat Islam.. bahkan aparat Negara itu juga sering diperalat dengan dalih hukum-UU-Kebebasan-Demokrasi Barbar.HAM ..dll
Kalau memang Demokrasi secara jujur.. yah tegakan Syariah Islam dengan Kaffah-benar-komrehensif-dan lurus kepada Allah SWT dengan al Qurán sebagai dasarnya... 
Tetapi mana mau mereka bahkan memprovokasi.. aparat dan politikus2 bayaran.. yang konon memang mereka itu oportunis..
Waspadalah Umat Islam.. kuatkan persatuan..dan kesatuan.. serta tetap berdoa agar dalam segala perbuatan lurus kepada Allah SWT dan mendapatkan rahmat hidayah inayah maunah dan ma'rifahNya.. aamiin....]


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar