Minggu, 17 Juli 2011

Sedikitnya 10 tentara boneka tewas dan beberapa terluka. Dilaporkan bahwa Mujahidin berhasil menyandera 30 tentara boneka bersama dengan senjata dan amunisi mereka selama pertempuran berlangsung. Seorang tentara muda, yang saat ditemukan tengah tak bersenjata, dibebaskan oleh Mujahidin dan dibiarkan melarikan diri dari pertempuran.>>>....Sedikitnya lima tentara penjajah Perancis tewas dalam serangan bom di provinsi Kapisa, timur laut Afghanistan. Presiden Perancis, Nicolas Sarkozy mengonfirmasikan kematian tentaranya yang tengah bertugas di lembah Tagab. Sejumlah tentara lainnya terluka....

18 Sya'ban 1432 H / 18 Juli 2011

OMMA : Mujahidin sandera 30 tentara boneka bersama sejumlah besar senjata dan amunisi




AFGHANISTAN (Arrahmah.com) 
Mujahidin Imarah Islam Afghanistan melakukan pertempuran panjang selama kurang lebih 2 jam melawan tentara boneka Afghan di distrik Wardaj, provinsi Badakhshan pada Rabu (13/7/2011).
Sedikitnya 10 tentara boneka tewas dan beberapa terluka.  Dilaporkan bahwa Mujahidin berhasil menyandera 30 tentara boneka bersama dengan senjata dan amunisi mereka selama pertempuran berlangsung.  Seorang tentara muda, yang saat ditemukan tengah tak bersenjata, dibebaskan oleh Mujahidin dan dibiarkan melarikan diri dari pertempuran.
Dalam peristiwa lain, puluhan tentara AS dilaporkan tewas atau terluka di distrik sayedabad pada rabu pagi sekitar pukul 06.00 waktu setempat.  Laporan menambahkan bahwa Abdullah, seorang Mujahid pemberani, melancarkan serangan syahid, menghantamkan truk yang ia kendarai dan berisi penuh bahan peledak ke basis utama tentara salibis AS di daerah Dasht-e-Toop.  Selain menewaskan dan melukai sejumlah besar tentara musuh, aksinya ini juga berhasil menghancurkan beberapa tank dan kendaraan militer yang berada di basis tersebut.
Di provinsi Kapisa, pada Selasa (12/7), sekitar pukul 11.00 waktu setempat, Murad Ali, seorang Mujahid pemberani Imarah Islam Afghanistan, penduduk dari provinsi Nangarhar, melancarkan operasi syahid, menyerang tempat pertemuan para petinggi penjajah Perancis di distrik Tagab, sebuah rumah milik komandan militan bayaran, Shireen Agha.
Dalam serangan ini, sebanyak 18 pejabat tinggi militer penjajah Perancis tewas dan sembilan lebih mengalami luka parah, lapor petinggi Mujahidin dari provinsi Kapisa.
Namun, media sekuler mengutip pernyataan pejabat Perancis dan statemen presiden Perancis, Nicolas Sarkozy, melaporkan bahwa hanya lima tentara Perancis yang tewas dalam serangan itu.  (haninmazaya/arrahmah.com)

18 Sya'ban 1432 H / 18 Juli 2011

 

Bomber bunuh lima tentara salibis Perancis di Kapisa, Afghanistan



KAPISA (Arrahmah.com) 
Sedikitnya lima tentara penjajah Perancis tewas dalam serangan bom di provinsi Kapisa, timur laut Afghanistan.
Presiden Perancis, Nicolas Sarkozy mengonfirmasikan kematian tentaranya yang tengah bertugas di lembah Tagab.  Sejumlah tentara lainnya terluka.
Tentara Perancis tengah mengawal para pemimpin suku setempat ketika serangan bom dilancarkan.
Sarkozy yang mengunjungi Afghanistan pada Selasa (12/7/2011) lalu, mengumumkan bahwa 1.000 tentara Perancis akan meninggalkan Afghanistan pada akhir 2012.
Bomber berjalan menuju tentara Perancis yang tengah berdiri di kendaraan lapis baja mereka sebelum meledakkan bahan peledak yang melekat ditubuhnya, lapor Reuters mengutip keterangan pejabat setempat.
“Penyerang meledakkan bom di dekat tentara Perancis, melukai empat tentara Perancis, satu dalam kondisi serius dan tiga sipil Afghan,” klaim Sarkozy dalam sebuah statemen.
Ini dianggap sebagai serangan paling mematikan bagi Peranics di Afghanistan sejak 10 tentaranya tewas dalam serangan Mujahidin di daerah Sarobi, timur Kabul pada Agustus 2008.  21 tentara lainnya terluka saat itu.
Pertempuran tengah meningkat tajam akhir-akhir ini di seluruh Afghanistan.
Serangan serupa di bulan lalu menewaskan delapan orang di sebuah akademi kepolisian di Kapisa.  Mujahidin mengaku bertanggung jawab terhadap serangan yang terjadi sesaat sebelum duta besar Perancis mengunjungi daerah tersebut.  (haninmazaya/arrahmah.com)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar