Rabu, 13 Juli 2011

Presiden Afghanistan Terus Menangis Saat Penguburan Adiknya ...Karzai terus menangis selama prosesi penguburan Wali Karzai yang tewas dibunuh pengawalnya kemarin. Karzai pun sempat mencium kening adiknya itu saat jenazah akan diturunkan ke liang lahat...

Rabu, 13/07/2011 15:28 WIB
Presiden Afghanistan Terus Menangis Saat Penguburan Adiknya  
Rita Uli Hutapea - detikNews

http://www.detiknews.com/read/2011/07/13/152800/1680633/1148/?992204topnews


Presiden Afghanistan Terus Menangis Saat Penguburan Adiknya
Ahmed Wali Karzai (Wikipedia)




Kabul
 



Ahmed Wali Karzai, adik Presiden Afghanistan Hamid Karzai hari ini dimakamkan di Kandahar, Afghanistan selatan. Presiden Karzai tak bisa menahan air matanya selama prosesi pemakaman saudara tirinya itu.

Menurut kantor berita AFP, Rabu (13/7/2011), 

Karzai terus menangis selama prosesi penguburan Wali Karzai yang tewas dibunuh pengawalnya kemarin. Karzai pun sempat mencium kening adiknya itu saat jenazah akan diturunkan ke liang lahat.

Melihat Karzai menangis, kerabat dan pejabat-pejabat Afghan mencoba menenangkan pemimpin Afghanistan itu. Para pelayat juga banyak yang tak kuasa menahan tangis. 

Usai penguburan, Presiden Karzai masih terus mengucurkan air mata saat meninggalkan areal pemakaman. Dia kemudian naik ke mobilnya dengan dibantu oleh mantan Gubernur Kandahar Gul Agha Sherzai dan pejabat-pejabat lainnya. 

Hingga kini belum jelas motif pembunuhan Wali Karzai. Kelompok Taliban mengklaim telah merekrut pelaku penembakan tersebut. Namun klaim tersebut diragukan setelah kepala kepolisian Kandahar Abdul Razeq mengidentifikasi pelaku sebagai Sardar Mohammed, komandan dari 200 pengawal yang selama 7 tahun ini menjaga keamanan keluarga Wali Karzai. 

"Penyelidikan tengah berlangsung untuk memastikan apakah ini kebencian pribadi atau ada tangan-tangan asing di baliknya," kata Gubernur Kandahar Tooryalai Wesa kepada wartawan. Menurut Wesa, pelaku penembakan merupakan orang kepercayaan Wali Karzai.

"Dia orang yang sangat dipercaya. Dia (Wali Karzai) telah mengenalnya selama bertahun-tahun. Tak ada yang mengira dia akan melakukan hal seperti itu," tandasnya.

Wali Karzai merupakan figur yang sangat berpengaruh di Afghanistan selatan. Kepala dewan provinsi Kandahar itu juga dikenal sebagai tokoh kontroversial karena dugaan keterlibatannya dalam perdagangan narkotika di Afghanistan.


(ita/nrl)

Rabu, 13/07/2011 11:33 WIB
Presiden Afghanistan Hadiri Pemakaman Adiknya yang Dibunuh  
Rita Uli Hutapea - detikNews
http://www.detiknews.com/read/2011/07/13/113351/1680272/1148/presiden-afghanistan-hadiri-pemakaman-adiknya-yang-dibunuh?nd991103605
Presiden Afghanistan Hadiri Pemakaman Adiknya yang Dibunuh 
Ahmed Wali Karzai (Wikipedia)

Kabul - 

Presiden Afghanistan Hamid Karzai telah berada di Kandahar, Afghanistan selatan untuk menghadiri pemakaman adik tirinya, Ahmed Wali Karzai hari ini. Wali Karzai tewas dibunuh oleh seorang pengawalnya kemarin.

Presiden Karzai terbang ke Provinsi Kandahar pada Selasa, 12 Juli malam waktu setempat.  
Penjagaan keamanan diperketat menjelang pemakaman Wali Karzai yang merupakan figur sangat berpengaruh di Afghanistan selatan. Pemakaman Wali Karzai juga akan dihadiri sejumlah menteri dan pejabat-pejabat Afghanistan lainnya. 

Demikian seperti diberitakan kantor berita AFP, Rabu (13/7/2011). Wali Karzai yang menjadi kepala dewan provinsi di Kandahar, tewas ditembak di rumahnya pada Selasa pagi kemarin waktu setempat. Pria berumur 50 tahun itu ditembak oleh salah seorang pengawalnya. Pelaku penembakan kemudian tewas ditembak para pengawal Wali Karzai lainnya. 

Kelompok Taliban dengan cepat mengklaim bertanggung jawab atas pembunuhan itu.  "Untunglah, dengan pertolongan Tuhan, orang kami mendapat kesempatan untuk menembak dan membunuh Ahmed Wali Karzai," kata juru bicara Taliban, Qari Yousof Ahmadi.

Menurut kepala kepolisian Kandahar Abdul Razeq, pelaku penembakan bernama Sardar Mohammed. Pria itu merupakan komandan unit yang terdiri dari 200 pengawal yang menjaga keamanan keluarga Wali Karzai di Kandahar selama 7 tahun terakhir.

(ita/nrl)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar