Jumat, 12 September 2014

KOMITE HEJAZ... TELAH MEMINTA SEJAK DAHULU HINGGA KAPANPUN.. AGAR MAKAM DAN SITUS DAN KUBURAN RASULULLAH SAW HARUS DIJAGA DAN JANGAN DIGANGGU ATAU DI RUSAK ATAU DIPINDAHKAN....!!!.........>>>>......... adanya sebuah dokumen yang menjelaskan rencana miliaran poundsterling untuk memperluas Masjid al – Haram.....>>>>...Ulama Indonesia sejak dulu sudah menyuarakan agar makam Rasulullah tidak dipindah, apalagi dirusak. Sekjen PBNU, KH Marsudi Syuhud, memaparkan sekitar 1920an dulu ada komite yang menjadi cikal bakal berdirinya Nahdhatul ulama. Namanya Komite Hijaz....>>Raja Abdullah telah menunjuk ulama wahhabi dan imam Masjid al – haram, Abdul Rahman al – Sudais untuk mengawasi proyek ekspansi ini. Dr Alawi menyatakan dokumen terkait perencanaan pembangunan masjid al – Nabawi di Madinah telah dipegang akademisi Saudi, Dr Ali bin Abdulaziz al-Shabal, dari Universitas Islam Imam Muhammad ibn Saud di Riyadh. Dokumen ini sudah diedarkan kepada panitia pelebaran dua masjid ini......>>.. Menurut Institut timur tengah yang ada di Washington, dokumen ini adalah masterplan yang mengarah kepada penghancuran lebih dari 95 persen bangunan lama di Makkah. Nantinya akan digantikan bangunan mewah seperti hotel, apartemen, dan pusat perbelanjaan mewah...>>> ... Sekjen PBNU, KH Marsudi Syuhud, memaparkan sekitar 1920an dulu ada komite yang menjadi cikal bakal berdirinya Nahdhatul ulama. Namanya Komite Hijaz. Mereka adalah ulama yang belajar di daerah Hijaz. Diantaranya syekh Nawawi al-Bantani, syekh Khatib Minangkabawi, syekh Khatib Sambas, sayyid Abbas al-Maliki, syekh Mahfudz at-Tarmasi dan lain-lain. Komite Hijaz ini pernah menghadap raja Saudi ketika itu, meminta kepada raja untuk mempertahankan situs – situs sejarah di al – Haramain, terutama makam rasulullah dan rumah tempat Rasul tinggal dan bercengkerama dengan istri dan anaknya....>>> ..... Cendikiawan muslim asli Betawi, Habib Salim al - Attas alias Habib Selon, menegaskan haram hukumnya menghancurkan makam Rasulullah. "Mindahin jasadnya aja haram. Apalagi menghancurkan makamnya," jelas Habib Selon, saat dihubungi, Rabu (3/9). Pihaknya menyatakan Umat Islam akan marah jika makam Rasulullah dihancurkan. Lebih dari satu miliar Umat Islam di seluruh dunia akan kecewa jika makam pembawa risalah Islam itu dihancurkan. Habib memaparkan rencana itu dicurigainya ingin mengundang kemarahan Umat Islam. Selama orang beriman, menurutnya, maka pasti tidak akan rela kuburan Rasulullah dipindahkan.....>>> ...... AS secara riuh dan diikuti sejumlah negara, membentuk sebuah aliansi anti-Suriah, akan tetapi tidak dapat berbuat apapun dan tentang Irak kondisinya juga akan sama.”....>>> ..Terkait pernyataan Menlu AS bahwa Washington tidak mengundang Iran dalam koalisi anti-ISIS, Ayatullah Khamenei mengatakan, “Menlu AS sendiri yang secara pribadi meminta kepada doktor Zarif [Menlu Iran] mari bekerjasama dengan kami, akan tetapi doktor Zarif menolak permintaannya.” “Bahkan Wakil Menlu AS yang seorang perempuan dan semua mengenalnya, dalam perundingan dengan bapak Araqchi [Wakil Menlu Iran] kembali menyampaikan permintaan itu, akan tetapi Araqchi kembali menolak permintaannya,” jelas Rahbar......>> Bernadotte mengakui keberadaan Rezim Zionis namun juga menekankan bahwa bangsa Palestina adalah penduduk asli kawasan tersebut. ...>>> ...Pembunuhan yang dilakukan oleh kelompok Zionis bernama "Stern" ini dilakukan di kawasan pemukiman Israel di Baitul Maqdis...( Count Bernadotte, mediator PBB dalam masalah Palestina)>>>



Makam Rasulullah Muhammad SAW akan Dihancurkan (Bagian I)


Rabu, 03 September 2014, 08:15 WIB
Makam Rasulullah. (Republika/Agung Sasongko)
http://www.republika.co.id/berita/internasional/timur-tengah/14/09/03/nbaw45-makam-rasulullah-akan-dihancurkan-bagian-i

REPUBLIKA.CO.ID, Makam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam (SAW) adalah salah  satu situs bersejarah yang suci. Sayangnya, situs ini bisa saja hancur atau rusak.

Kantor berita Independent memaparkan ada sebuah dokumen masterplan untuk memindahkan jasad Rasulullah ke kuburan entah berantah. Hal ini akan semakin mengancam munculnya pergolakan di dunia Islam. 

Rencana kontroversial ini adalah bagian dari dokumen konsultasi yang dibuat akademisi Saudi dan sudah disebar ke sejumlah penasihat Masjid al – Nabawi di Madinah. Di masjid itulah jasad Rasulullah beristirahat. Makamnya berwarna hijau. Dikunjungi jutaan jama’ah haji.

Makam rasulullah adalah situs bersejarah kedua setelah Masjid al – Haram.



Redaktur : Erdy Nasrul
Sumber : Independent


Makam Rasulullah Muhammad SAW akan Dihancurkan (Bagian 2)

Wednesday, 03 September 2014, 08:15 WIB
Yogi Ardhi/ Republika 
Para peziarah memadati area makam Rasulullah SAW di Madinah
Para peziarah memadati area makam Rasulullah SAW di Madinah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam dokumen setebal 61 halaman disebutkan rencana pemindahan jasad Rasulullah ke daerah al – Baqi. Di sana jasad Rasulullah nanti akan bercampur dengan jasad muslim lainnya.

al-Baqi adalah nama suatu komplek perkuburan di dalam wilayah kota Madinah yang terletak sekitar 30 meter di sebelah timur Masjid Nabawi. Dalam bahasa Arab Baqi’ berarti tanah yang luas dan ditumbuhi oleh pepohonan. 

Tanah ini terdiri dari tanah lembut dan tidak berbatu-batuan, sehingga cocok untuk dijadikan sebagai pekuburan. Sejak zaman jahiliyah, Baqi’ telah berfungsi sebagai tempat pemakaman jenazah penduduk Madinah (Yatsrib).

Setelah Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah, tempat itu dijadikan sebagai pemakaman umum penduduk Madinah, baik bagi orang Islam maupun Yahudi sampai saat ini. Jamaah haji yang meninggal dunia di Madinah pun dimakamkan di Baqi'.

Belum ada saran dan masukan bahwa rencana itu akan dilaksanakan. Kerajaan Saudi menekankan bahwa rencana ini bisa mengubah situs sejarah Islam dan

Makam Rasulullah Muhammad SAW akan Dihancurkan (Bagian 3)

Wednesday, 03 September 2014, 08:15 WIB
Makam Rasulullah di Masjid Nabawi - Madinah Al-Munawarah
Makam Rasulullah di Masjid Nabawi - Madinah Al-Munawarah
 
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Serangan terhadap pemikiran dan ideologi Islam sudah biasa. Namun kini ada rencana menyerang Rasulullah, yaitu dengan memindahkan jasadnya. Masjid al – Haram dan al – Nabawi, sama – sama suci dan didambakan seluruh kalangan muslim, baik itu sunni maupun syiah.

Cendikiawan, Dr Irfan al-Alawi, memperingatkan Saudi, berbagai upaya untuk memindahkan jasad Rasulullah akan memicu perlawanan. Ini juga akan memicu ketegangan berbagai kelompok muslim. Berbagai aliran teologi Islam nantinya akan memunculkan sikap berbeda.

Ulama garis keras Saudi sudah mendakwahkan sejak lama bahwa interpretasi doktriner ala wahhabi melarang peribadatan dan penyembahan terhadap obyek apapun atau ulama. Hal ini dikategorikan syirik.

Dr Alawi yang menjadi Direktur lembaga penelitian Islam mengatakan kepada Independent, masyarakat mengunjungi makam Rasulullah untuk melakukan peribadatan disana. Area sekitar makam adalah tempat keluarga Rasulullah bercengkerama.

“Sekarang mereka mau melarang jamaah haji untuk mengunjungi makam, karena mereka meyakini banyak kesyirikan di sana. Tapi satu – satunya cara menyetop jamaah haji melakukan itu adalah dengan memindahkan jasad Rasulullah dan memindahkannya ke pemakaman umum,” papar Alawi.

Sejak berabad – abad lalu, ibadah haji dilakukan di Makkah untuk thawaf. Disana umat Islam mencium hajar aswad yang ada dalam kubus berkain hitam, ka’bah. Yang membangun itu adalah Nabi Ibrahim alaihissalam. Ka’bah itu berada di tengah – tengah masjid al – Haram, masjid yang menjadi arah kiblat, arah shalat seluruh Umat Islam di dunia.

Selain itu, ibadah haji juga diselingi dengan mengunjungi makam Rasulullah. Umat Islam ingin memberikan penghormatan kepada Rasulullah, pembawa risalah Islam ke dunia ini.

Masjid Nabawi yang menjadi tempat bersemayamnya jasad Rasulullah telah dibangun lebih luas pada era Turki Utsmani . didalamnya terdapat lukisan kaligrafi tangan yang mendokumentasikan detail kehidupan Muhammad dan keluarganya.

Dr Alawi menyatakan dokumen pemindahan jasad Rasulullah menyatakan kaligrafi ini harus dimusnahkan. Begitu juga bangunan makam Rasulullah

Redaktur : Erdy Nasrul
Sumber : independent

Makam Rasulullah Muhammad SAW akan Dihancurkan (Bagian 4)

Rabu, 03 September 2014, 08:15 WIB
Makam Rasulullah.   (Republika/Agung Sasongko)
Makam Rasulullah. (Republika/Agung Sasongko)

REPUBLIKA.CO.ID, Kantor Berita Independent mengungkapkan adanya sebuah dokumen yang menjelaskan rencana miliaran poundsterling untuk memperluas Masjid al – Haram.

Menurut Institut timur tengah yang ada di Washington, dokumen ini adalah masterplan yang mengarah kepada penghancuran lebih dari 95 persen bangunan lama di Makkah.

Nantinya akan digantikan bangunan mewah seperti hotel, apartemen, dan pusat perbelanjaan mewah

Raja Abdullah telah menunjuk ulama wahhabi dan imam Masjid al – haram, Abdul Rahman al – Sudais untuk mengawasi proyek ekspansi ini.

Dr Alawi menyatakan dokumen terkait perencanaan pembangunan masjid al – Nabawi di Madinah telah dipegang akademisi Saudi, Dr Ali bin Abdulaziz al-Shabal, dari Universitas Islam Imam Muhammad ibn Saud di Riyadh. Dokumen ini sudah diedarkan kepada panitia pelebaran dua masjid ini.

Redaktur : Erdy Nasrul















Ulama Indonesia Sejak Dulu Minta Makam Rasulullah Dijaga

Rabu, 03 September 2014, 09:54 WIB

Tripwiremagazine.com 
  Rabi'ah melayani segala keperluan Rasulullah sepanjang hari.
Rabi'ah melayani segala keperluan Rasulullah sepanjang hari.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ulama Indonesia sejak dulu sudah menyuarakan agar makam Rasulullah tidak dipindah, apalagi dirusak.

Sekjen PBNU, KH Marsudi Syuhud, memaparkan sekitar 1920an dulu ada komite yang menjadi cikal bakal berdirinya Nahdhatul ulama. Namanya Komite Hijaz.

Mereka adalah ulama yang belajar di daerah Hijaz. Diantaranya syekh Nawawi al-Bantani, syekh Khatib Minangkabawi, syekh Khatib Sambas, sayyid Abbas al-Maliki, syekh Mahfudz at-Tarmasi dan lain-lain. 

Komite Hijaz ini pernah menghadap raja Saudi ketika itu, meminta kepada raja untuk mempertahankan situs – situs sejarah di al – Haramain, terutama makam rasulullah dan rumah tempat Rasul tinggal dan bercengkerama dengan istri dan anaknya.

Selain itu, seluruh mazhab dan aliran teologi dalam Islam boleh belajar dan mengunjungi al – haramain.

Dua hal ini dikabulkan Raja Saudi. "Jadi dari dulu ulama kita sudah menyuarakan pentingnya menjaga makam Rasulullah," katanya. 
Redaktur : Erdy Nasrul

https://www.facebook.com/evida.alkaff/posts/823933104307915:4

Kebebasan dan Ayat Al-Quran : 
“Wa yadha’u ‘anhum ishrahum, wal aghlaalal latii kaanat ‘alaihim” [1]
termasuk ... dari ayat-ayat yang harus ditulis dalam piagam emas dan ditempelkan di semua pintu masyarakat yang berjuang di dunia demi hak asasi manusia.

... Ayat ini mengenai pribadi Nabi
 

Muhammad Saw dan penggambaran mengenai pribadi Rasulullah Saw dalam al-Quran. Ada beberapa ayat dalam al-Quran yang menjelaskan pribadi dan sahabat Nabi Muhammad Saw dan ayat-ayat itu menjelaskan satu sisi dari dimensi agung pribadi Nabi, sementara ayat ini termasuk yang paling menonjol. Kandungan ayat ini menyebutkan Nabi Saw membuang beban dan belenggu manusia. Beban dan belenggu yang memberatkan kaki manusia, mencegah mereka bergerak, terbang dan menyempurna. Beliau melepaskan beban dan belenggu itu dari leher dan kaki manusia.

Ishr dalam bahasa berarti tali yang mengikat tiang tenda dan tersambungkan ke paku besar yang terpatri ke dalam bumi sehingga tenda dapat berdiri tegak. Beragam paksaan, diskriminasi, pembatasan dan dogma yang disampaikan saat ini dalam bentuknya yang modern ternyata membuat manusia seperti binatang.

Manusia di mayoritas masyarakat Barat hidup dalam bentuk hewan dan pada prinsipnya tidak terdapat sedikitpun dari sifat manusia. Lalu apa sebenarnya yang membuatnya tersandera seperti ini?

Terkadang mereka juga meraih keberhasilan, tapi manusia seperti ini yang kalian lihat di tengah masyarakat Barat ternyata tersandera kecenderungan materi yang rendah, tersandera kezaliman, diskriminasi, dogma rendah dan penistaan. Inilah yang disebut Ishr. Inilah beban dan belenggu.

Ketika para nabi memasuki sebuah masyarakat, maka pekerjaan pertama mereka adalah membuka belenggu ini dari leher para tawanan. Inilah kebebasan. Dengan demikian, pengertian kebebasan adalah dalam al-Quran, riwayat dan teks-teks Islam. Kebebasan dan pengertian mulia ini paling tidak baru dua ratus tahun lalu menemukan jalannya di media cetak, buku dan pemikiran Barat, sementara telah ada dalam al-Quran dan saya yakin sudah ada dalam pemikiran kebanyakan para nabi.[2]

Dalam al-Quran pada surat al-Ahzab ayat 60 Allah Swt berfirman,
 

“Sesungguhnya jika tidak berhenti orang-orang Munafik, orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya dan orang-orang yang menyebarkan kabar bohong di Madinah (dari menyakitimu), niscaya Kami perintahkan kamu (untuk memerangi) mereka, kemudian mereka tidak menjadi tetanggamu (di Madinah) melainkan dalam waktu yang sebentar. ” 

Kata Murjifun (para penyebar kabar bohong) disandingkan dengan Munafikun dan orang-orang yang hatinya sakit.

Munafikun berada di satu kelompok dan orang-orang yang sakit hatinya berada di kelompok yang lain. Nah,
Murjifun disandingkan dengan dua kelompok ini. Murjifun merupakan orang-orang yang biasanya menakuti-nakuti orang lain.


Sebuah masyarakat Islam yang baru berdiri dengan semua musuh yang dimilikinya, tapi ternyata mereka dari sisi semangat telah siap membela negara dan sistem agung ini lewat mobilisasi yang disampaikan al-Quran dan Nabi Muhammad Saw. Tapi ada sekelompok orang yang berusaha melemahkan semangat masyarakat. Mereka ini disebut Murjifun. Al- Quran menyebutkan, “Bila Murjifun, yakni orang-orang yang kerjaannya menakuti-nakuti masyarakat, berusaha membuat masyarakat pesimis dan mampu membuat mereka tidak mengambil tindakan, maka Kami akan memerintahkanmu untuk memerangi mereka.” Ini batasan kebebasan! 

Dengan demikian, kebebasan dalam logika Islam memiliki perbedaan lain terkait batasan dengan nilai-nilai spiritual.

Sementara perbedaan lainnya adalah kebebasan dalam pemikiran Liberalisme Barat tidak kontradiksi dengan kewajiban. Kebebasan berarti bebas dari kewajiban!

Dalam Islam satu sisi lain dari kebebasan adalah kewajiban. Pada prinsipnya manusia itu bebas dikarenakan mereka punya kewajiban. Bila mereka tidak punya kewajiban, maka tidak ada maknanya kebebasan bagi mereka. Sama seperti malaikat.

Sebagaimana disampaikan oleh Maulawi:
Dalam sebuah hadis disebutkan Allah Menciptakan alam dalam tiga bentuk Satu kelompok memiliki akal, ilmu dan kedermawanan Malaikat tidak mengetahui apapun kecuali sujud

Kelebihan manusia ada pada kepemilikan sekumpulan kecenderungan yang saling bertentangan dan berkewajiban untuk melewati jalan kesempurnan di antara segala kecenderungan ini.
 

Kepada manusia diberikan kebebasan demi melewati jalan kesempurnan. Kebebasan dengan nilai seperti ini demi membuat manusia menjadi sempurna.

Sebagaimana kehidupan manusia itu sendiri untuk kesempurnaan.
 
“Wa maa khalaqtul jinna wal insa illa liya’buduun.” [3] 
Allah Swt menciptakan manusia dan jin agar mereka sampai pada derajat penghambaan yang merupakan derajat yang sangat tinggi.
 

Kebebasan sama seperti hak hidup yang merupakan pengantar bagi penghambaan.

Di Barat, upaya menafikan “kewajiban” telah mencapai puncaknya sehingga bukan hanya dalam pemikiran agama, bahkan mencakup pemikiran non agama dan semua ideologi yang memiliki kewajiban, wajib, haram, harus dan tidak harus! Hal ini dapat ditemukan dalam karya-karya terbaru mereka, para penulis liberal Amerika, semi Amerika dan orang-orang yang menganggap nabinya adalah mereka, umat mereka di negara-negara lain, termasuk sebagian masyarakat di negara kita, patut disayangkan.

Mereka mengatakan bahwa pemikiran kebebasan Barat bertentangan dengan prinsip “harus dan tidak harus” dan prinsip ideologi! Islam secara keseluruhan bertengan dengan cara pandang ini.

Islam menilai kebebasan bersama dengan kewajiban bagi manusia, sehingga manusia dapat melakukan kewajibannya dengan benar bersama kebebasan ini. Manusia dapat melakukan pekerjaan besar dengan kebebasan, melakukan pilihan besar dan mencapai kesempurnaan.

... Masalah kebebasan merupakan pembahasan islami. Kita hendaknya memikirkannya secara islami dan semua meyakini hasilnya sebagai sebuah gerakan islami dan sebuah kewajiban agama. Alhamdulillah, kita harus mensyukuri apa yang ada dalam masyarakat dan memanfaatkan fasilitas ini secara maksimal. Para pemikir harus berusaha keras. Tentu saja ada sebagian pembahasan yang sangat spesifik dan harus dikaji di universitas, media khusus dan di kumpulan khusus. Tapi sebagian permasalahan kebebasan bersifat umum dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat umum. Ini harus disampaikan dan semua bisa memanfaatkannya. [4] (IRIB Indonesia / Saleh Lapadi) 

Sumber: 
Doktor Manouchehri Mohammadi, Azadi dar Negah Rahbar Moazzame Enqelab Eslami, Ayatullah Khamenei, Tehran, 1390
Hs, Moasseseh Pajouhesh Farhanggi Enqelab Eslami.

[1] . QS. al-A’raf: 157, “... dan
membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka... ”

[2] . Pidato dihadapan masyarakat Iran, 1/9/1368.
[3] . QS. adz-Dzariyat: 56, “ Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. ”
[4] . Pidato dihadapan Dewan Ketua Majlis Syura Islami, 6/12/1379.


Kebebasan dan Ayat Al-Quran

“Wa yadha’u ‘anhum ishrahum, wal
aghlaalal latii kaanat ‘alaihim” [1]
termasuk ... dari ayat-ayat yang
harus ditulis dalam piagam emas
dan ditempelkan di semua pintu
masyarakat yang berjuang di dunia
demi hak asasi manusia.

... Ayat ini mengenai pribadi Nabi
Muhammad Saw dan penggambaran mengenai pribadi Rasulullah Saw dalam al-Quran. Ada beberapa ayat dalam al-Quran yang menjelaskan pribadi dan sahabat Nabi Muhammad Saw dan ayat-ayat itu menjelaskan satu sisi dari dimensi agung pribadi Nabi, sementara ayat ini termasuk yang paling menonjol. Kandungan ayat ini menyebutkan Nabi Saw membuang beban dan belenggu
manusia. Beban dan belenggu yang
memberatkan kaki manusia, mencegah mereka bergerak, terbang dan menyempurna. Beliau
melepaskan beban dan belenggu itu dari leher dan kaki manusia. 

Ishr dalam bahasa berarti tali yang
mengikat tiang tenda dan tersambungkan ke paku besar yang
terpatri ke dalam bumi sehingga
tenda dapat berdiri tegak. Beragam
paksaan, diskriminasi, pembatasan
dan dogma yang disampaikan saat
ini dalam bentuknya yang modern
ternyata membuat manusia seperti
binatang.

Manusia di mayoritas masyarakat
Barat hidup dalam bentuk hewan dan pada prinsipnya tidak terdapat
sedikitpun dari sifat manusia. Lalu
apa sebenarnya yang membuatnya
tersandera seperti ini?

Terkadang mereka juga meraih keberhasilan, tapi manusia seperti ini yang kalian lihat di tengah masyarakat Barat ternyata tersandera kecenderungan
materi yang rendah, tersandera
kezaliman, diskriminasi, dogma
rendah dan penistaan. Inilah yang
disebut Ishr. Inilah beban dan
belenggu. 

Ketika para nabi memasuki sebuah masyarakat, maka pekerjaan pertama mereka adalah membuka belenggu ini dari leher para tawanan. Inilah kebebasan. Dengan demikian, pengertian kebebasan adalah dalam al-Quran, riwayat dan teks-teks Islam. Kebebasan dan pengertian mulia ini paling tidak baru dua ratus tahun lalu menemukan jalannya di media
cetak, buku dan pemikiran Barat,
sementara telah ada dalam al-Quran dan saya yakin sudah ada dalam pemikiran kebanyakan para nabi.[2]

Dalam al-Quran pada surat al-Ahzab ayat 60 Allah Swt berfirman,
“Sesungguhnya jika tidak berhenti
orang-orang Munafik, orang-orang
yang berpenyakit dalam hatinya dan orang-orang yang menyebarkan kabar bohong di Madinah (dari menyakitimu), niscaya Kami perintahkan kamu (untuk memerangi) mereka, kemudian mereka tidak menjadi tetanggamu (di Madinah) melainkan dalam waktu yang sebentar. ” Kata Murjifun (para
penyebar kabar bohong) disandingkan dengan Munafikun dan orang-orang yang hatinya sakit.

Munafikun berada di satu kelompok
dan orang-orang yang sakit hatinya
berada di kelompok yang lain. Nah,
Murjifun disandingkan dengan dua
kelompok ini. Murjifun merupakan
orang-orang yang biasanya
menakuti-nakuti orang lain.

Sebuah masyarakat Islam yang baru berdiri dengan semua musuh yang dimilikinya, tapi ternyata mereka dari sisi semangat telah siap membela negara dan sistem agung ini lewat mobilisasi yang
disampaikan al-Quran dan Nabi
Muhammad Saw. Tapi ada
sekelompok orang yang berusaha
melemahkan semangat masyarakat. Mereka ini disebut Murjifun. Al- Quran menyebutkan, “Bila Murjifun, yakni orang-orang yang kerjaannya menakuti-nakuti masyarakat, berusaha membuat masyarakat pesimis dan mampu membuat mereka tidak mengambil tindakan, maka Kami akan memerintahkanmu untuk memerangi mereka.” Ini batasan kebebasan! 

Dengan demikian, kebebasan dalam logika Islam memiliki perbedaan lain terkait batasan dengan nilai-nilai spiritual.

Sementara perbedaan lainnya adalah kebebasan dalam pemikiran
Liberalisme Barat tidak kontradiksi
dengan kewajiban. Kebebasan
berarti bebas dari kewajiban!

Dalam Islam satu sisi lain dari kebebasan adalah kewajiban. Pada prinsipnya manusia itu bebas dikarenakan mereka punya kewajiban. Bila mereka tidak punya kewajiban, maka tidak ada maknanya kebebasan bagi
mereka. Sama seperti malaikat.
Sebagaimana disampaikan oleh
Maulawi:

Dalam sebuah hadis disebutkan
Allah Menciptakan alam dalam tiga bentuk

Satu kelompok memiliki akal, ilmu
dan kedermawanan

Malaikat tidak mengetahui apapun
kecuali sujud

Kelebihan manusia ada pada
kepemilikan sekumpulan
kecenderungan yang saling
bertentangan dan berkewajiban
untuk melewati jalan kesempurnan
di antara segala kecenderungan ini.
Kepada manusia diberikan
kebebasan demi melewati jalan
kesempurnan. Kebebasan dengan
nilai seperti ini demi membuat
manusia menjadi sempurna.
Sebagaimana kehidupan manusia itu sendiri untuk kesempurnaan.

“Wa maa khalaqtul jinna wal insa illa liya’buduun.” [3] Allah Swt
menciptakan manusia dan jin agar
mereka sampai pada derajat
penghambaan yang merupakan
derajat yang sangat tinggi.
Kebebasan sama seperti hak hidup
yang merupakan pengantar bagi
penghambaan.

Di Barat, upaya menafikan “kewajiban” telah mencapai
puncaknya sehingga bukan hanya
dalam pemikiran agama, bahkan
mencakup pemikiran non agama dan semua ideologi yang memiliki
kewajiban, wajib, haram, harus dan
tidak harus! Hal ini dapat ditemukan dalam karya-karya terbaru mereka, para penulis liberal Amerika, semi Amerika dan orang-orang yang menganggap nabinya adalah mereka, umat mereka di negara-negara lain, termasuk sebagian masyarakat di negara kita, patut disayangkan.

Mereka mengatakan bahwa
pemikiran kebebasan Barat
bertentangan dengan prinsip “harus
dan tidak harus” dan prinsip
ideologi! Islam secara keseluruhan
bertengan dengan cara pandang ini.

Islam menilai kebebasan bersama
dengan kewajiban bagi manusia,
sehingga manusia dapat melakukan kewajibannya dengan benar bersama kebebasan ini. Manusia dapat melakukan pekerjaan besar dengan
kebebasan, melakukan pilihan besar dan mencapai kesempurnaan.

... Masalah kebebasan merupakan
pembahasan islami. Kita hendaknya memikirkannya secara islami dan semua meyakini hasilnya sebagai sebuah gerakan islami dan sebuah kewajiban agama. Alhamdulillah, kita harus mensyukuri apa yang ada dalam masyarakat dan memanfaatkan fasilitas ini secara maksimal. Para pemikir harus berusaha keras. Tentu saja ada sebagian pembahasan yang sangat spesifik dan harus dikaji di universitas, media khusus dan di kumpulan  khusus. Tapi sebagian permasalahan kebebasan bersifat
umum dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat umum. Ini harus
disampaikan dan semua bisa
memanfaatkannya. [4] (IRIB
Indonesia / Saleh Lapadi)

Sumber: Doktor Manouchehri
Mohammadi, Azadi dar Negah
Rahbar Moazzame Enqelab Eslami,
Ayatullah Khamenei, Tehran, 1390
Hs, Moasseseh Pajouhesh Farhanggi Enqelab Eslami.

[1] . QS. al-A’raf: 157, “... dan
membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka... ”

[2] . Pidato dihadapan masyarakat
Iran, 1/9/1368.

[3] . QS. adz-Dzariyat: 56, “ Dan aku
tidak menciptakan jin dan manusia
melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. ”

[4] . Pidato dihadapan Dewan Ketua
Majlis Syura Islami, 6/12/1379.



Haram Hukumnya Menghancurkan Makam Rasulullah

Wednesday, 03 September 2014, 11:30 WIB

Wikipedia.org 
Pintu masuk Raudhah di Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi.
Pintu masuk Raudhah di Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- 

Cendikiawan muslim asli Betawi, Habib Salim al - Attas alias Habib Selon, menegaskan haram hukumnya menghancurkan makam Rasulullah. "Mindahin jasadnya aja haram. Apalagi menghancurkan makamnya," jelas Habib Selon, saat dihubungi, Rabu (3/9).

Pihaknya menyatakan Umat Islam akan marah jika makam Rasulullah dihancurkan. Lebih dari satu miliar Umat Islam di seluruh dunia akan kecewa jika makam pembawa risalah Islam itu dihancurkan.

Habib memaparkan rencana itu dicurigainya ingin mengundang kemarahan Umat Islam. Selama orang beriman, menurutnya, maka pasti tidak akan rela kuburan Rasulullah dipindahkan.

Menurutnya, tindakan itu sangat tidak beretika. "Tidak berakhlak," imbuhnya.

Habib menyatakan ulama dari manapun tidak akan berani membongkar makam tersebut. Kalau memang benar - benar ulama maka pasti akan hormat kepada Rasulullah.

Makam Rasulullah akan dijaga dengan baik. "Jadi jangan sampai makam itu dibongkar," tegasnya. http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/14/09/03/nbb5va-haram-hukumnya-menghancurkan-makam-rasulullah.      Redaktur : Erdy Nasrul
Berita Terkait:







Background Berita:



Makam Rasulullah akan Dihancurkan – Bagian IV


Moqtada Sadr: Jika AS Kembali ke Irak Kami akan Bangkit Lagi


Moqtada Sadr memperingatkan pemerintah Irak soal kehadiran kembali militer Amerika Serikat di Irak dengan dalih memerangi kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah, ISIS.


Sayid Moqtada Sadr, salah seorang ulama Muslim Syiah Irak dalam pernyataannya menegaskan, pemerintah Baghdad tidak seharusnya meminta bantuan Amerika atas alasan apapun, bahkan untuk memerangi ISIS. Demikian Press TV (17/9) melaporkan.

Moqtada Sadr mengatakan, “ISIS adalah bentukan Amerika dan jika Washington dengan dalih memerangi ISIS ingin kembali ke Irak, kamipun akan kembali untuk mengalahkan para penjajah.”

Ia menambahkan, “Segala bentuk permohonan bantuan dari penindas, bahkan untuk menghadapi penindas lain, hukumnya haram dan jika Amerika hadir di Irak, baik langsung maupun tidak, maka mereka harus segera mundur.”

Peringatan ini disampaikan Moqtada Sadr setelah sebelumnya pada Selasa (16/9) Menteri Pertahanan Amerika dan Kepala Staf Gabungan Militer negara itu menyampaikan laporan soal operasi-operasi menumpas ISIS di hadapan Senat.

Selain itu, peta operasi luas untuk menumpas ISIS di Irak, Rabu (17/9) diserahkan kepada Barack Obama, Presiden Amerika. (IRIB Indonesia/HS)

Pasdaran Bentuk Angkatan Darat, Laut dan Udara


Hingga tahun 1364 Hs, kebanyakan operasi militer Iran dilakukan dengan partisipasi militer dan Sepah secara bersamaan. Setelah berberapa waktu keharusan perang membuat Pasdaran melakukan operasi militer secara independen. Akhirnya Imam Khomeini ra pada 26 Shahrivar 1364 Hs mengeluarkan perintah pembentukan tiga angkatan; darat, laut dan udara Pasdaran.


Perintah Imam Khomeini ra ini membuat para pejabat Pasdaran waktu itu untuk merekrut pasukan untuk 1500 batalion. Sejak saat itu, Pasdaran berhasil melakukan operasi-operasi militernya dalam Perang 8 Tahun. Selain mampu mengalahkan pasukan Baath, Irak, banyak keberhasilan lain yang diraih mereka untuk Republik Islam Iran. Saat ini, Angkatan Darat, Laut dan Udara Pasdaran memiliki struktur yang kokoh dan kuat untuk mempertahankan Republik Islam Iran. 
(IRIB Indonesia)


Rahbar Merasa Terhibur dengan Pernyataan Para Pejabat AS Soal ISIS


Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, Senin (15/9) sebelum meninggalkan rumah sakit tempat beliau dirawat pasca operasi, memberikan komentar tentang pernyataan Amerika Serikat dalam beberapa waktu terakhir.
http://indonesian.irib.ir/iran/rahbar/item/85285-rahbar-merasa-terhibur-dengan-pernyataan-para-pejabat-as-soal-isis

Kepada wartawan Rahbar mengatakan, “Dalam beberapa hari dirawat inap di rumah sakit, saya punya hiburan yaitu mendengarkan pernyataan para pejabat Amerika Serikat tentang pemberantasan ISIS yang sungguh merupakan hiburan.”

Seraya menilai pernyataan para pejabat AS dalam hal ini adalah omong kosong, Rahbar menyinggung pernyataan Menlu dan jubir Kemenlu AS yang secara tegas menyatakan tidak akan mengundang Iran dalam pemberantasan ISIS.

Rahbar mengatakan, “Adapun AS putus asa untuk mengundang Iran dalam sebuah tindakan massal menyimpang dan keliru, itu merupakan kebanggaan bagi kami...”

“Pada hari-hari sulit serangan ISIS ke Irak, Dubes AS di Irak melalui sebuah permintaan kepada duta besar kami di Irak ingin agar Iran dan AS menggelar sebuah pertemuan untuk berdialog dan berkoordinasi  terkait ISIS,” jelas Rahbar.

“Duta besar kami di Irak menyampaikan masalah ini ke dalam negeri yang sebagian pejabat  menyatakan tidak keberatan dengan petemuan tersebut akan tetapi saya menentangnya dan saya katakan, dalam hal ini kita tidak akan menyertai Amerika Serikat, karena mereka memiliki niat dan tangan kotor dan bagaimana mungkin kita bekerjasama dengan AS dalam kondisi seperti ini.”

Terkait pernyataan Menlu AS bahwa Washington tidak mengundang Iran dalam koalisi anti-ISIS, Ayatullah Khamenei mengatakan, “Menlu AS sendiri yang secara pribadi meminta kepada doktor Zarif [Menlu Iran] mari bekerjasama dengan kami, akan tetapi doktor Zarif menolak permintaannya.”

“Bahkan Wakil Menlu AS yang seorang perempuan dan semua mengenalnya, dalam perundingan dengan bapak Araqchi [Wakil Menlu Iran] kembali menyampaikan permintaan itu, akan tetapi Araqchi kembali menolak permintaannya,” jelas Rahbar.

Lebih lanjut Rahbar menegaskan, “Sekarang mereka bohong dan mengatakan kami tidak mengundang Iran dalam koalisi, padahal Iran yang sejak awal menolak ikut dalam koalisi itu.”

“Sebelumnya, AS secara riuh dan diikuti sejumlah negara, membentuk sebuah aliansi anti-Suriah, akan tetapi tidak dapat berbuat apapun dan tentang Irak kondisinya juga akan sama.”

Menurut Rahbar, Amerika Serikat tidak serius dalam memberantas ISIS dan faktanya adalah Amerika Serikat ingin mencari alasan untuk melakukan apa yang mereka lakukan di Pakistan yang meski memiliki pemerintah dan militer yang kuat, memasuki wilayah negara itu serta membombardir berbagai wilayah di Irak dan Suriah.(IRIB Indonesia/MZ)

Bernadotte Terbunuh






Tanggal 17 September 1848 (1948 ?), Count Bernadotte, mediator PBB dalam masalah Palestina dan perang pertama antara Arab dan Israel terbunuh dalam sebuah serangan teroris. Pembunuhan yang dilakukan oleh kelompok Zionis bernama "Stern" ini dilakukan di kawasan pemukiman Israel di Baitul Maqdis.
http://indonesian.irib.ir/islam/sorot/item/85327-bernadotte-terbunuh


Bernadotte mengemban tugas untuk mencari jalan keluar dari permasalahan Palestina dan menghentikan perang Arab-Israel. Bernadotte mengakui keberadaan Rezim Zionis namun juga menekankan bahwa bangsa Palestina adalah penduduk asli kawasan tersebut. Hal inilah yang menimbulkan kemarahan kelompok ekstrim Zionis dan menyebabkan dia terbunuh. (IRIB Indonesia)



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar